Perjuangan Pak Wahet Hidupi 2 Anak Down Syndrome

Rp0
Terkumpul dari
Rp50.000.000
181 hari lagi
speaker
Ayo!! Rutinkan donasi, agar pahalanya semakin berat

Cerita Penggalangan Dana

“Yang penting anak saya bisa makan, tidak kelaparan. Kalau tidak ada beras, saya berusaha pinjam ke tetangga.”


Begitulah perjuangan Pak Abdul Wahet, 53 tahun, untuk menghidupi keluarganya. 


Setiap hari, beliau bekerja memetik daun pisang dengan upah Rp20.000 per 400 lembar. Namun, jika hanya mendapat 200 lembar, upahnya pun hanya Rp10.000.

Pak Wahet memiliki tiga anak. Anak pertamanya sudah merantau selama tiga tahun, sedangkan Nabila (18 tahun) dan Rais (8 tahun) tinggal bersamanya.


Keduanya mengalami Down syndrome sejak kecil, belum bisa berjalan, dan membutuhkan bantuan untuk menjalani aktivitas sehari-hari.

Di tengah perjuangannya mencari nafkah, Pak Wahet juga menderita penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). Karena keterbatasan biaya, pengobatannya terhenti. 


Ketika sesak napas kambuh, beliau hanya bisa beristirahat di rumah, sementara istrinya menggantikan pekerjaan mencari nafkah sekaligus merawat kedua anak mereka.


#Pejuangkebaikan, Pak Wahet hanya ingin keluarganya bisa makan dengan cukup, kedua anaknya tetap terawat, dan dirinya kembali mendapatkan pengobatan. 


Yuk bantu ringankan beban keluarga Pak Wahet melalui bantuan kebutuhan pangan, perawatan anak-anaknya, pengobatan, dan perbaikan dapur rumah mereka. 


Sekecil apa pun bantuan kita, semoga menjadi harapan bagi keluarga ini untuk menjalani hari dengan lebih baik.

1. Klik "Donasi Sekarang"

2. Masukkan nominal donasi

3. Pilih metode pembayaran

4. Kamu akan mendapatkan laporan via E-mail

5. Transfer sesuai 3 kode unik untuk memudahkan sistem dalam pencatatannya dan tepat sasaran dalam penyalurannya


Info Selengkapnya Hubungi :

Admin (082298357904)

Selengkapnya
disclaimer
Disclaimer:  Fundraising ini merupakan bagian dari penggalangan dana Rumah Yatim. Kelebihan donasi yang terhimpun akan disalurkan ke penerima manfaat program-program Rumah Yatim lainnya.