Cerita Penggalangan Dana
Para dai dan pendidik agama adalah garda terdepan dalam menjaga cahaya iman. Dengan keikhlasan, mereka mendidik, membimbing, dan menguatkan umat, sering kali tanpa memperhitungkan keterbatasan diri.
Seperti yang dilakukan Ibu Eli, pengajar mualaf sejak tahun 2013. Ia mendirikan sebuah balai mualaf sebagai tempat belajar agama bagi para mualaf. Setiap pekan, sekitar 50 orang berkumpul untuk memperdalam pemahaman Islam. Meski penuh keterbatasan, semangat Ibu Eli tak pernah padam.
Namun kini, balai mualaf tersebut terdampak banjir bandang. Lumpur menumpuk, pagar rusak, dan fasilitas belajar tak lagi bisa digunakan. Kondisi ini membuat aktivitas pembinaan mualaf terhenti sementara.
Hal serupa dirasakan Ibu Rani, pengajar TK yang telah mengabdi selama dua tahun. Ia membimbing anak-anak dengan kurikulum berbasis agama—mengaji sebelum belajar, menghafal surah-surah pendek, dan doa sehari-hari agar anak-anak tumbuh dengan pondasi iman yang kuat.
Pasca banjir bandang, sekolah tempatnya mengajar terendam. Seluruh alat dan fasilitas belajar hanyut terbawa arus, memaksa proses belajar dilakukan di tenda pengungsian dengan segala keterbatasan.
Di tengah kondisi sulit ini, para dai dan pendidik tetap bertahan dan mengabdi. Mereka membutuhkan dukungan nyata agar dapat kembali menjalankan peran mulianya.
Parcel kebaikan yang diberikan bukan sekadar bingkisan, melainkan bentuk penghargaan, kepedulian, dan penguat semangat bagi mereka yang terus berjuang menyebarkan ilmu dan kebaikan di tengah ujian.
Mari bersama, kita ciptakan senyum untuk mereka!
1. Klik "Donasi Sekarang"
2. Masukkan nominal donasi
3. Pilih metode pembayaran
4. Kamu akan mendapatkan laporan via E-mail
5. Transfer sesuai 3 kode unik untuk memudahkan sistem dalam pencatatannya dan tepat sasaran dalam penyalurannya
Info Selengkapnya Hubungi :
Admin (085810265406)
Berita Penyaluran
Program Dirilis
13 Jan 2026Para #PejuangKebaikan
Doa-doa #PejuangKebaikan
Aamin Kan dan bantu likenya