Tidak Ada MCK, 35 Santri Terpaksa Berwudhu Memakai Air Keruh Di Hutan

Rp60.324.904
Terkumpul dari
Rp150.000.000
-1182 hari lagi
speaker
Ayo!! Rutinkan donasi, agar pahalanya semakin berat

Cerita Penggalangan Dana

“Kalau mandi gak tenang, hawatir ada orang karena tempatnya di tutup bekas karung bekas, dan sumber airnya sangat jauh jadi “ tutur Wati, salah satu santriwati.

Pondok pesantren thoriqotul Hidayah Sukaseneng sudah berdiri selama satu tahun terakhir, dibangun hasil dari swadaya masyarakat karena melihat sangat dibutuhkanya tempat anak-anak untuk belajar. 

Awalnya pondok pesantren Thoriqotul Hidayah merupakan TPQ, dimana para santrinya hanya mengaji pada saat malam hari saja. Mengingat begitu antusias anak-anak mengaji akhirnya masyarakat dan ustad berinisiatif membangun pondok pesantren, dan alhamdulillah saat ini sudah ada 35 santri dan satriawati yang mondok di pondok pesantren ini.
Sudah lebih satu tahun Pondok ini berdiri namun kendala yang dihadapi para santri adalah ketidak tersediaanya fasilitas MCK, para santri masih kesulitan mereka harus buang hajat di hutan-hutan, sedangkan untuk sekedar berwudhu ataupun mandi mereka harus berjalan ke tempat yang cukup jauh.

Hanya memanfaatkan kubangan air yang dibuat para santri, berukuran sekitar 4 x 5 meter untuk menampung air hujan, jika hujan lebat airnya terlihat kurang bersih karena bercampur tanah yang tergerus air, jika musim kemarau kubangan ini akan kering dan para santri diharuskan mencari tempat air yang lebih jauh.
"Kalau hujan lama kadang airnya keruh jadi kayak kurang nyaman, tapikalau kemarau 3 bulan saja suka kering dan kami mencari sumber air lagi ke tempat yang lebih jauh atau ke sungai”

kekurangan fasilitas di pondok pesantren tidak menjadikan hambatan untuk terus semangat untuk belajar karena memang pondok pesantren ini segalanya serba digratiskan hanya saja para santri membawa bekal Ala kadarnya.
Pondok Pesantren yang berada di perbatasan Kabupaten Pandeglang dan Lebak ini banyak bermukim para santri dari berbagai macam daerah di Banten Selatan. Dengan minimnya fasilitas yang ada, para santri berinisiatif membuat cubluk dari bahan material seadanya Itu demi para santriawati bisa membuang hajat sedikit merasa nyaman. Sedangkan, bagi para santriwan tetap membuang hajat ke kebun.

Pengurus Pesantren bukan tidak ada keinginan untuk Membangun fasilitas MCK yang layak namun apalah daya dirinya juga hanyalah sebagai petani biasa di mana hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja dirinya harus menjadi petani serabutan harapan.
“Bukan tak merasa kasihan melihat santri tapi keterbatasan saya belum mampu memberi fasilitas santri yang layak “ tutur kyai Ahmad.

Harapan ada bantuan wakaf untuk pengadaan air berih dan bangunan MCK buat para santri agar mereka bisa melakukan kegiatan MCK dengan nyaman dan aman, apalagi santri perempuan sangat rawan dan kurang pantas.
#PejuangKebaikan, Maukah berpangku tangan tuk mewujudkan harapan santri Ponpes Toriqotul Hidayah ?

1. Klik "Donasi Sekarang"
2. Masukkan nominal donasi 
3. Pilih metode pembayaran (GO-PAY/BNI Syariah/BRI/BCA/Mandiri/DANA/ShopeePay)
4. Kamu akan mendapatkan laporan via E-mail
5. Transfer sesuai 3 kode unik untuk memudahkan sistem dalam pencatatannya dan tepat sasaran dalam penyalurannya 

Disclaimer :
Fundraising ini merupakan bagian dari Program Wakaf Sarana Umum. Dana yang terhimpun akan disalurkan untuk Wakaf Sarana dan Prasarana Sarana Umum.

Info Selengkapnya Hubungi :
Admin (0813-1255-7811) / (0821-3211-5439)
Selengkapnya
disclaimer
Disclaimer:  Fundraising ini merupakan bagian dari penggalangan dana Rumah Yatim. Kelebihan donasi yang terhimpun akan disalurkan ke penerima manfaat program-program Rumah Yatim lainnya.