Detail Program

Kemanusiaan

Bantu Ayu Sembuh dari Hidrosefalus

Terkumpul
Rp 9.468.351
Target
Rp 300.000.000
BERAKHIR PADA:
26 Juni 2019
Penerima Manfaat:
7 orang

Lingkup wilayah:
Bandung, Jabar
UPDATE LAPORAN TERBARU
31 Juli 2019

Ada Keluhan Telinga, Tim Kesehatan Rumah Yatim Dampingi Ayu Periksa Ke THT

Tim Kesehatan Rumah Yatim kembali mendampingi Ayu Dia Inara, balita penderita hidrosefalus menjalani pemeriksaan kedua telinga kepada dokter spesialis Telinga, Hidung dan Tenggorokan (THT). Pemeriksaan ini dilakukan di Rumah Sakit Melinda 2, Kota Bandung, pada Selasa (30/7).

Pemeriksaan tersebut berkaitan dengan keluhan telinganya yang mengeluarkan cairan seperti nanah. “Kita mendampingi Ayu terkait keluhannya, yaitu keluar cairan seperti nanah dan darah dari telinga kanan kiri,” ungkap Zulfa, salah satu tim kesehatan Rumah Yatim.

Berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh Dokter Spesialis THT Muhamad Syah Mirza Sabirin, Ayu mengalami infeksi gendang telinga. Hal ini terjadi akibat kotoran lendir yang menumpuk dari penyakit batuk dan pilek karena tidak dikeluarkan.

Setelah mengetahui hasil pemeriksaan itu, dokter langsung mengambil tindakan dengan membersihkan kotoran yang ada di kedua telinga Ayu. Serta memberikan terapi obat antibiotik untuk pengobatan selama seminggu ke depan. Kemudian dokter juga menyarankan untuk kontrol kembali jika masih ditemukan keluhan yang sama.


Deskripsi Program


Bismillah... Perkenalkan bayi mungil ini bernama Ayu Dia Inara. Maaf, Ayah/Bunda dan Kakak harus melihat Ayu saat sedang menangis. Karena Ayu sering merasa sakit kepala. Ayu hanya bisa menangis saat rasa sakit itu datang.

Ayu sempat dibawa ke rumah sakit yang jaraknya sekitar 70 km dari rumah Ayu di daerah pegunungan Tasikmalaya. Tapi, Ayu sedih karena tak bisa mendapat penanganan langsung.

Ayu ingat kata dokter ada cairan berlebih di kepala Ayu yang menyebabkan pembengkakan dan penekanan di kepala Ayu. Rasanya sakit sekali Kak.
Meski Ayu kesakitan, tapi Ayu akan berusaha bertahan Kak. Ayu ingin sembuh dan bisa tumbuh besar seperti anak-anak lainnya. Menurut Kakak, Ayu bisa tidak ya, Kak? Ayu mohon doanya dari semua.

#PejuangKebaikan, Ayu adalah salah satu dari banyak anak yatim dan dhuafa yang saat ini sedang menahan sakit melawan penyakit yang diderita.

Mereka sama-sama tak sanggup berobat dan sembuh dari penyakitnya karena keterbatasan finansial dan layanan kesehatan yang terlampau jauh untuk mereka akses. Mereka pun harus bertahan menahan rasa sakit yang berkepanjangan.

Oleh karena itu, Rumah Yatim akan memantau kesehatan anak-anak yatim dan dhuafa secara intensif. Hingga saat ini sudah ada 87.149 anak yatim dan dhuafa dalam pengasuhan Rumah Yatim.


Donasi yang masuk ke campaign ini akan digunakan untuk dana operasional pengobatan, penggantian obat dan bantuan alat penunjang kesehatan.

Semua anak yatim dan dhuafa berhak untuk sehat. Anda bisa berkontribusi agar anak yatim dan dhuafa bisa menjalani kehidupan dengan sehat dengan cara:

Klik “BERI DONASI”

DISCLAIMER:
Donasi yang terkumpul akan disalurkan untuk anak Yatim dan Dhuafa di Indonesia yang membutuhkan bantuan.


Campaigne ini merupakan salah satu program dari Yayasan Rumah Yatim yang berfokus dalam membantu anak Yatim dan Dhuafa di Indonesia agar dapat hidup dalam kondisi yang sehat.
Informasi lebih lengkap dapat menghubungi: Yusica (0822-9519-2142)

UPDATE #10
31 Juli 2019

Ada Keluhan Telinga, Tim Kesehatan Rumah Yatim Dampingi Ayu Periksa Ke THT

Tim Kesehatan Rumah Yatim kembali mendampingi Ayu Dia Inara, balita penderita hidrosefalus menjalani pemeriksaan kedua telinga kepada dokter spesialis Telinga, Hidung dan Tenggorokan (THT). Pemeriksaan ini dilakukan di Rumah Sakit Melinda 2, Kota Bandung, pada Selasa (30/7).

Pemeriksaan tersebut berkaitan dengan keluhan telinganya yang mengeluarkan cairan seperti nanah. “Kita mendampingi Ayu terkait keluhannya, yaitu keluar cairan seperti nanah dan darah dari telinga kanan kiri,” ungkap Zulfa, salah satu tim kesehatan Rumah Yatim.

Berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh Dokter Spesialis THT Muhamad Syah Mirza Sabirin, Ayu mengalami infeksi gendang telinga. Hal ini terjadi akibat kotoran lendir yang menumpuk dari penyakit batuk dan pilek karena tidak dikeluarkan.

Setelah mengetahui hasil pemeriksaan itu, dokter langsung mengambil tindakan dengan membersihkan kotoran yang ada di kedua telinga Ayu. Serta memberikan terapi obat antibiotik untuk pengobatan selama seminggu ke depan. Kemudian dokter juga menyarankan untuk kontrol kembali jika masih ditemukan keluhan yang sama.

UPDATE #9
24 Juli 2019

Rumah Yatim Kembali Penuhi Kebutuhan Ayu Lewat Bantuan Peduli Sesama

Senin (22/7) kemarin, relawan Rumah Yatim Area Jawa Barat kembali mengunjungi kediaman Ayu Dia Inara di Desa Suka Asih, Kecamatan Karang Nunggal, Kabupaten Tasikmalaya. Ayu merupakan balita enam bulan yang menderita hidrosepfalus.

Kunjungan tersebut dalam rangka untuk memberikan bantuan peduli sesama. Bantuan ini sebagai upaya Rumah Yatim dalam memenuhi kebutuhan Ayu pasca operasi.

“Kita kasih bantuan buat sarana kebutuhan operasionalnya, kaya buat beli susu atau kebutuhan bayi lainnya. Karena kan dia butuh nutrisi buat berkembang. Kebetulan penggalangan dana buat pengobatan Ayu masih ada, jadi kita kasih buat kebutuhannya,” papar Solehudin, relawan Rumah Yatim.

Pasca operasi pada tiga bulan lalu, perkembangan kesehatannya telah menunjukkan hal yang baik, berat badannya pun terus bertambah. Meskipun ukuran lingkaran kepalanya bertambah, kata Dokter Saraf yang menangani operasi Ayu, bukan berarti menunjukkan hal yang berbahaya, hal itu dikarenakan seiring bertambahnya usia Ayu, maka tubuhnya pun semakin berkembang.

Solehudin menambahkan, Rumah Yatim terus berupaya memaksimalkan usaha yang ada. Meskipun kondisi kepala Ayu tidak bisa diprediksi kembali normal, yang terpenting keluarga dan tim relawan terus berikhtiar membantu Ayu.

“Kita akan coba memaksimalkan untuk bantu Ayu, kalau soal kepalanya itu kita kembalikan lagi ke Yang Maha Kuasa, karena itu sudah sejak lahir dan sudah ketetapan-Nya. Yang terpenting kita sudah berikhtiar membantu mengurangi ukuran kepalanya,” tutupnya.

 

UPDATE #8
19 Juli 2019

Tim Medis Rumah Yatim Kembali Dampingi Ayu Jalani Konsultasi Rutin

Usai menjalani operasi pemasangan selang (VP Shunt) pada April 2019 kemarin, Tim Medis Rumah Yatim kembali mendampingi Ayu Ida Inara, penderita hidrosefalus untuk menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan. Hal ini merupakan konsultrasi rutin pasca operasi dengan dokter bedah saraf dan dokter anak, di Rumah Sakit Melinda 2, Kota Bandung, Kamis (18/7). 



Berdasarkan hasil pemeriksaan yang disampaikan Dokter Bedah Saraf, Bilzardi Ferry Zulkifli, bahwa posisi selang di kepalanya tidak ada masalah. Sejauh ini masih dalam kondisi yang baik, sedangkan lingkar kepalanya mengalami penambahan ukuran menjadi 49 cm. Hal itu dikarenakan semakin bertambahnya usia, maka kemungkinan semakin besar kepalanya seiring bertambahnya usia. 

“Keadaan itu bukan berarti keadaan kepalanya memburuk, mungkin nanti semakin besar juga kepala karena bertambah usia,” ungkapnya.



Ia juga menjelaskan tentang tanda bahaya jika ke depannya terjadi kondisi yang memburuk kepada orangtua Ayu. Selanjutnya Ayu masih harus menjalani kontrol rutin dengan dokter bedah saraf, yang dijadwalkan kembali pada Oktober 2019 mendatang, karena akan dilakukan CT scan ulang. 



Sedangkan hasil pemeriksaan yang disampaikan oleh Dokter Anak, Harsono Budiprananto, kondisi perkembangan kesehatannya menunjukkan hal yang baik, sesuai dengan anak seusianya. Ayu harus sudah mulai makan pendamping ASI karena usianya sudah memasuki enam bulan. Selain itu, ia juga menerangkan pola gizi dan pola makan yang harus dijalani Balita mungil tersebut selama pemberian MPASI.

UPDATE #7
24 April 2019

Kembali Jalani Kontrol dengan Dokter Bedah Saraf, Ayu Akan Operasi Kedua

Ayu Dia Inara, balita penderita hidrosefalus kembali menjalani kontrol lanjutan usai menjalani operasi beberapa waktu lalu, dengan dokter bedah saraf, di Rumah Sakit Melinda 2, Kota Bandung, Selasa (23/4). Kontrol lanjutan ini untuk menjalani serangkaian pemeriksaan agar mengetahui perkembangan kondisi Ayu pasca operasi.

Hasil pemeriksaan disampaikan oleh Dokter Bedah Saraf Bilzardy melalui tim medis Rumah Yatim Zulfa, berat badan Ayu mengalami peningkatan menjadi 5,1 kg. Namun ukuran lingkar kepalanya mengalami penambahan menjadi 50,5 cm. Hal itu disebabkan oleh volume cairannya semakin bertambah banyak.

“Kalau kata dokter Bilzardy, produksi cairannya semakin banyak, insya Allah akan dilakukan operasi kedua,” ungkap Zulfa.



Kemudian tindakan selanjutnya dari dokter, kata dia, harus dilakukan operasi kedua pemasangan selang VP Shunt di kepala sebelah kirinya. Karena pada operasi pertama di kepala sebelah kanannya. Namun untuk operasi kedua ini harus menunggu pemulihan operasi pertama, kemungkinan rentang waktunya selama enam bulan ke depan.

Sebelum operasi kembali, lanjut dia, akan dilakukan pemeriksaan CT scan terlebih dahulu. Hal ini untuk melihat seberapa banyak kadar atau volume cairan yang bertambah. Lebih lanjut Bilzardy mengatakan, Ayu harus kontrol satu bulan sekali.

“Pemeriksaan hari ini sudah dicabut jaitannya, dan harus kontrol lagi satu bulan ke depan. Nanti hasil kontrolnya mudah-mudahan berat badan Ayu terus bertambah. Mohon doa dan dukungannya untuk Ayu agar bisa kembali pulih,” tutur Zulfa.

 

UPDATE #6
13 April 2019

Mimin Terharu Rumah Yatim Bantu Pengobatan Ayu Hingga Operasi

Ayu Dia Inara, balita dua bulan yang divonis menderita hidrosefalus sejak usia dua minggu. Hal ini ditandai dengan semakin membesarnya ukuran lingkaran kepala yang melebihi batas normal. Sejak awal April 2019, Rumah Yatim telah membantu pengobatan hingga operasi kepala Ayu. Hal itu membuat Mimin (38) ibunda Ayu merasa terharu dan bersyukur adanya bantuan itu.

Kepada tim Rumah Yatim, Mimin mengungkapkan, di tengah kondisi ekonomi yang kian menghimpit dan lemah, ia bingung harus berobat ke mana. Dikarenakan sang suami hanya bekerja sebagai petani, dan dirinya sebagai ibu rumah tangga tidak memiliki biaya untuk pengobatan. Hal yang tidak disangka-sangka baginya, Rumah Yatim mau membantu semua pengobatan Ayu.

“Alhamdulillah sangat bersyukur sekali, terima kasih banyak untuk Rumah Yatim, telah membantu anak saya, Ayu. Saya gak tahu harus balas apa, semoga Allah membalas kebaikan para donatur dan tim semuanya,” ungkapnya.

Mulai dari mendampingi berbagai pemeriksaan dan konsultasi ke beberapa rumah sakit hingga akhirnya bisa menjalani operasi. Mimin bersyukur terhadap upaya Rumah Yatim dalam membantu bayi mungilnya. Ia senang kondisi Ayu menunjukkan perkembangan yang baik pasca operasi.

Layaknya seorang ibu, ia berharap anaknya bisa sembuh dari penyakitnya dan bisa melihat perkembangan dan pertumbuhan anak bungsunya itu. Hal ini supaya Ayu bisa seperti anak-anak lain yang selalu ceria saat bermain dan berceloteh di kediamannya di Kampung Bojongsari, Desa Ciawi, Kecamatan Karang Nunggal, Kabupaten Tasikmalaya.

 

 

UPDATE #5
11 April 2019

Operasi Ayu Berjalan Lancar

Tindakan operasi yang dijalani Ayu, balita 2 dua bulan penderita hidrosefalus telah usai dan berjalan lancar, pada Rabu (10/4) di Rumah Sakit Melinda 2, Kota Bandung. Hal itu disampaikan oleh tim dokter yang menangani operasi Ayu melalui Zulfa, salah satu anggota tim medis Rumah Yatim pasca operasi. Menurutnya, tim bedah saraf telah berusaha melakukan pemasangan selang (VP Shunt) untuk mengalirkan cairan yang ada di kepalanya. Hal ini dilakukan dengan harapan otaknya bisa mendapat ruang untuk berkembang.

dokter anaK melakukan pemeriksaan pasca operasi.dan juga memberi arahan agar orangtuanya tetap menjaga suhu badan Ayu tetap stabil agar tidak merasa kedinginan yang mengakibatkan kejang dan muntah. “Setelah diperiksa dokter anak, katanya Alhamdulillah perkembangannya bagus sudah bisa minum susu juga,” tuturnya.

Selanjutnya pemulihan pasca operasi bisa berlangsung kurang lebih selama tiga hari dengan rawat inap. Hanya tinggal menunggu pemeriksaan selanjutnya oleh Dokter Bilzardy Ferry Zulkifli selaku dokter bedah saraf, pada Kamis (11/4) mendatang.

 

UPDATE #4
10 April 2019

Hasil Pemeriksaan CT Scan, Ayu Siap untuk Dioperasi

Setelah dilakukan pemantauan gizi dan mengalami banyak perkembangan, Senin (8/4) kemarin, penderita hidrosefalus Ayu, menjalani pemeriksaan CT Scan dan pengecekan darah ulang. Pemeriksaan ini dilakukan di Rumah Sakit Melinda 2, Kota Bandung. Dari hasil pengecekan tersebut, bayi mungil itu siap untuk dilakukan tindakan operasi.

Hal ini diungkapkan oleh Zulfa selaku tim medis Rumah Yatim yang mendampingi Ayu. Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter anak dan dokter bedah saraf Rumah Sakit Melinda, bahwasannya tim dokter sudah memutuskan untuk merencanakan tindakan operasi untuk Ayu, pada Rabu (10/4) pukul 11.00 WIB, oleh dokter bedah saraf, Bilzardy Ferry Zulkifli.

Dari hasil pemeriksaan dokter memutuskan untuk tindakan operasi bagi Ayu tindakan operasi ini akan dipasangkan selang untuk menyedot cairan di kepala Ayu. Berbagai kemungkinan seputar kesehatan Ayu pasca operasi pun telah disampaikan dokter Bilzardy kepada keluarga Ayu. Saat ini, ia masih menjalani serangkaian perawatan dan pemantauan gizi menjelang operasi. 
Mohon doa dan dukungannya, semoga operasi untuk Ayu diberikan kelancaran dan diberikan kesembuhan oleh Allah SWT.

UPDATE #3
6 April 2019

Ayu Kembali Jalani Pemeriksaan Tindak Lanjut 

Penderita Hidrosefalus, Ayu, kembali menjalani pemeriksaan dan konsultasi lanjutan di Rumah Sakit Melinda 2, Jalan Padjadjaran, Kota Bandung, dengan didampingi tim medis Rumah Yatim, Jumat (5/4). Pemeriksaan kali ini dengan dokter anak dan dokter bedah saraf terkait menindaklanjuti keluhan pada nafasnya yang berlendir.  



Tim medis Rumah Yatim Zulfa menjelaskan,  dari hasil konsultasi bahwa perlu dilakukan berbagai macam pemeriksaan penunjang.  Di antaranya pemeriksaan laboratorium darah lengkap, dan foto rontgen dada (rontgen thorax). “Hari ini Ayu melakukan konsultasi dengan dokter anak Hendarto Budi Pranoto, dan dokter bedah syaraf Bilzardy Ferry Zulkifli,” ungkapnya. Selama di rumah sakit, Ayu akan mendapatkan pantauan dalam pemenuhan gizinya dengan pemberian cairan infus berisi nutrisi makanan.  Serta pemberian makanan bergizi lainnya dikonsumsi melalui selang OGT (Orogastric Tube).  

“Semua proses pemenuhan gizi akan terus diberikan sampai kondisi Ayu memungkinkan untuk bisa dioperasi,” pungkasnya. Saat ini Ayu tengah membutuhkan doa dan dukungan dari berbagai pihak untuk kesembuhannya. Tubuh mungilnya itu terus berjuang melawan rasa sakit dan kejang yang kerap kali mengganggunya.

UPDATE #2
5 April 2019

Tim Medis Rumah Yatim Dampingi Balita Hidrosefalus Jalani Pemeriksaan

Ayu, balita berusia dua bulan divonis mengidap penyakit hidrosefalus sejak usia dua minggu. Tim kesehatan Rumah Yatim mendampingi bayi mungil tersebut untuk menjalani serangkaian pemeriksaan dan konsultasi di Rumah Sakit Hasan Sadikin, Kota Bandung, Kamis (4/4). Dalam hal ini Rumah Yatim memberikan bantuan biaya pengobatan kepada penderita hidrosefalus tersebut.

“Hari ini tim kesehatan Rumah Yatim mendampingi Ayu untuk konsultasi di RSHS spesialis bedah syaraf, yaitu dokter Mirna Sobana untuk mengetahui tindakan selanjutnya terkait pengobatan,” jelas Zulfa, salah seorang tim kesehatan Rumah Yatim.


Berdasarkan hasil pemeriksaan hari ini dari dokter spesialis bedah syaraf, melalui tim kesehatan Rumah Yatim memaparkan, bahwa tindakan selanjutnya akan dilakukan operasi pemasangan selang (VP Shunt). Serta akan menjalani serangkaian pemeriksaan lainnya salah satunya CT Scan.

Selanjutnya, dikarenakan Ayu sedang dalam kondisi tidak sehat serta terlihat sesak nafas penuh lendir maka. Dokter menyarankan untuk mengobatinya terlebih dahulu ke dokter spesialis anak di bidang paru, sebelum melakukan operasi. Rencananya tim kesehatan akan mendampingi kembali bayi tersebut untuk menlanjutkan pemeriksaan di Rumah Sakit khusus Paru Rotinsulu, Ciumbuleuit, Kota Bandung.

Seperti yang diketahuinya, bayi mungil asal Kampung Bojong Gandasari, Desa Ciawi, Kecamatan Karang Nunggal, Kecamatan Tasikmalaya itu, sebelumnya tidak ada riwayat penyakit apapun sejak dalam kandungan atau setelah lahir. Namun ketika berusia dua minggu terlihat rewel dan tidak mau menyusui. Kemudian setelah konsultasi ke dokter anak, bahwa harus dilakukan tindakan operasi.



“Waktu itu kepalanya terasa lembek. Dalam waktu satu bulan kepalanya nambah membesar sampai sekarang. Saat ini Ayu sedang membutuhkan uluran tangan kita semua, untuk membantu memenuhi kebutuhan pengobatan serta operasinya. Mohon doa dan dukungannya,” paparnya.

UPDATE #1
26 Maret 2019

Rumah Yatim Jabar Beri Bantuan Bagi Ayu Penderita Hidrosefalus

Ayu, balita dua bulan asal Desa Suka Asih, Kecamatan Karang Nunggal, Kabupaten Tasikmalaya, divonis mengidap penyakit hidrosefalus sejak usia enam hari. Sejauh ini, Ayu pernah dibawa oleh pemerintah setempat untuk dibawa ke Rumah Sakit, namun setelah itu sudah tidak lagi. Sabtu (22/3) lalu, Rumah Yatim Area Jawa Barat memberikan bantuan peduli sesama untuk balita tersebut.

Sebelumnya, Rumah Yatim mengadakan kegiatan bazar gratis di daerah tersebut. Namun pada kesempatan yang sama, tim Rumah Yatim memperoleh informasi dari warga setempat, ada seorang balita yang membutuhkan bantuan. Kasi Pemberdayaan Jabar Solehudin menuturkan, bantuan yang diberikan ini untuk membantu sebagian biaya operasinya dan biaya operasional.



“Karena belum ada BPJS, jadi kita bantu untuk biaya operasi dan operasional lainnya, karena katanya dalam waktu dekat ini Ayu mau dioperasi. Mumpung masih empuk kepalanya jadi bisa disedot cairan di kepalanya,” terangnya.

Seperti yang diketahuinya, Ayu berasal dari keluarga dhuafa. Ayahnya hanya bekerja sebagai buruh tani, dan sang ibu menjadi ibu rumah tangga. Penghasilan sang ayah yang rendah tidak mampu menutupi biaya berobat dan hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Hidup dalam keterbatasan membuat mereka hidup seadanya.



Letak rumah yang berada di pegunungan serta perkebunan, membuatnya sulit untuk menjangkau pusat layanan kesehatan masyarakat. Jarak yang harus ditempuh berkisar 30 km agar sampai ke rumah sakit, ditambah ongkos transportasi yang begitu mahal. Kendati demikian, Solehudin berharap Rumah Yatim bisa memberikan bantuan lanjutan dengan penggalangan dana melalui Donasi Online Rumah Yatim.

Tanggal Nominal
Hamba Allah
27 Maret 2019
Rp 100.725
Hamba Allah
27 Maret 2019
Rp 10.454
Hamba Allah
28 Maret 2019
Rp 50.404
Hamba Allah
29 Maret 2019
Rp 200.161
Rizal tri ramadha
29 Maret 2019
Rp 500.110
Hadi Purwanto
2 April 2019
Rp 10.423
Hamba Allah
2 April 2019
Rp 10.807
Hamba Allah
3 April 2019
Rp 100.461
Hamba Allah
4 April 2019
Rp 100.628
Hamba Allah
5 April 2019
Rp 50.554
Hamba Allah
5 April 2019
Rp 100.177
Hamba Allah
5 April 2019
Rp 100.148
Hamba Allah
5 April 2019
Rp 500.241
Hamba Allah
6 April 2019
Rp 100.923
Hamba Allah
6 April 2019
Rp 100.590
Hamba Allah
8 April 2019
Rp 750.860
Hamba Allah
10 April 2019
Rp 250.463
Hamba Allah
10 April 2019
Rp 50.210
Hamba Allah
10 April 2019
Rp 170.263
Hamba Allah
11 April 2019
Rp 200.342
Hamba Allah
11 April 2019
Rp 50.682
Hamba Allah
11 April 2019
Rp 50.647
Nova Laili Mustofa
11 April 2019
Rp 100.812
Hamba Allah
12 April 2019
Rp 50.146
Hamba Allah
12 April 2019
Rp 30.580
Hamba Allah
12 April 2019
Rp 50.604
Hamba Allah
12 April 2019
Rp 400.783
Hamba Allah
15 April 2019
Rp 500.812
Hamba Allah
16 April 2019
Rp 50.400
Hamba Allah
19 April 2019
Rp 100.365
Hamba Allah
19 April 2019
Rp 50.288
Hamba Allah
19 April 2019
Rp 250.828
Hadi Purwanto
19 April 2019
Rp 20.900
Hamba Allah
19 April 2019
Rp 30.936
Hamba Allah
19 April 2019
Rp 100.773
Hamba Allah
19 April 2019
Rp 20.195
Hamba Allah
24 April 2019
Rp 300.861
Hamba Allah
25 April 2019
Rp 50.670
Hamba Allah
26 April 2019
Rp 200.333
Hamba Allah
26 April 2019
Rp 50.231
Hamba Allah
30 April 2019
Rp 50.159
Hamba Allah
1 Mei 2019
Rp 250.232
Hamba Allah
2 Mei 2019
Rp 20.220
Hamba Allah
3 Mei 2019
Rp 25.914
IRSAN JAELANI
8 Mei 2019
Rp 100.749
Hamba Allah
8 Mei 2019
Rp 50.598
Hamba Allah
13 Mei 2019
Rp 100.829
Hamba Allah
14 Mei 2019
Rp 50.874
Hamba Allah
16 Mei 2019
Rp 50.762
Hamba Allah
16 Mei 2019
Rp 300.481
Nopi Andisti
16 Mei 2019
Rp 25.196
Hamba Allah
17 Mei 2019
Rp 15.652
Hamba Allah
17 Mei 2019
Rp 100.921
Hamba Allah
17 Mei 2019
Rp 300.647
Reza Firdaryansyah
19 Mei 2019
Rp 500.303
HERIANSYAH
21 Mei 2019
Rp 50.278
Silvi
22 Mei 2019
Rp 300.596
Hamba Allah
1 Juni 2019
Rp 200.278
Hamba Allah
2 Juni 2019
Rp 250.205
Hamba Allah
5 Juni 2019
Rp 150.107
arifianto
8 Juni 2019
Rp 100.385
Hamba Allah
18 Juni 2019
Rp 200.448
Hamba Allah
21 Juni 2019
Rp 200.666
Hamba Allah
24 Juni 2019
Rp 50.860
Desi
24 Juni 2019
Rp 100.201

Total donatur : 65 orang