Detail Program

Kemanusiaan

Bantuan Bencana Banjir NASIONAL

Terkumpul
Rp 2.016.604
Target
Rp 150.000.000
BERAKHIR PADA:
28 Februari 2019
Penerima Manfaat:
10.000 orang

Lingkup wilayah:
nasional
UPDATE LAPORAN TERBARU
16 Mei 2019

Relawan Rumah Yatim Tetap Semangat Demi Amanah Membantu Korban Banjir 

Sabtu (11/5) kemarin, perjalanan panjang nan melelahkan dengan jarak tempuh hampir tiga jam, menjadi langkah awal tim relawan Rumah Yatim mendistribusikan bantuan hingga ke pelosok Bengkulu. Meskipun ada berbagai kendala, di antaranya akses jalan yang rusak, jembatan yang hampir putus, melewati hutan belantara dan perkebunan sawit. Hal itu tidak melumpuhkan semangat para relawan, demi sebuah amanah untuk para korban banjir.

“Insya Allah kita tetap semangat karena ini amanah, harus sampai ke tangan yang lebih membutuhkan dan tepat sasaran,” ungkap Deni, relawan Rumah Yatim.

 

Ia mengungkapkan, saat itu tim relawan berangkat dari Kota Bengkulu pukul 15.00 dan sampai di lokasi pukul 17.30 waktu setempat. Sesampainya di Desa Genting, Kecamatan Bangaji, Kabupaten Bengkulu Tengah, relawan disambut oleh pemandangan yang memprihatinkan. Di sana banyak rumah warga yang rusak, lumpur dan tanah basah terhampar luas di sekitar permukiman maupun di dalam rumah.

Diperkirakan ratusan kepala keluarga belum kembali ke rumahnya masing-masing. Dikarenakan ketebalan lumpur yang masuk ke rumah-rumah sulit dibersihkan. Sehingga dibutuhkan alat berat untuk membersihkannya. Saat ini tinggal di pengungsian adalah tempat alternatif warga bisa beristirahat dengan nyaman.



Menurutnya, warga masih menantikan bantuan dari pemerintah setempat terkait bantuan alat berat atau ekskavator. Warga mengaku kesulitan ketika akan membersihkan rumahnya, karena ketebalan lumpur pasca banjir pada akhir April lalu masih tinggi.
  
“Yang jadi permasalahan ketika rumah warga mau dibersihkan, kondisi di luar itu lumpurnya masih tebal sekali. Jadi ketika dibersihkan masuk lagi, karena belum ada bantuan dari pemerintah setempat, terkait bantuan alat berat,” tuturnya.


Deskripsi Program


Indonesia mulai memasuki musim penghujan, intensitas hujan hampir merata mengguyur Indonesia sejak awal November ini. Dari mulai hujan ringan hingga hujan lebat setiap hari menyapa di Kota-kota di Indonesia. Bahkan beberapa daerah pun terendam banjir akibat intensitas air yang begitu tinggi. Tanggap bencana pun mulai di siagakan di beberapa kota.

Seperti di wilayah Baleendah dan Dayeuhkolot di Jawabarat yang menjadi langganan banjir, sekitar 1.830 rumah warga terendam banjir setinggi 50 cm hingga yang paling parah 150 cm. Sekitar 7000 jiwa bahkan terpaksa bertahan dirumahnya yang terendam air. Pun beberapa daerah di NTB, gempa berlalu ancaman banjir mengancam, di Lombok Timur saat ini di terjang banjir bandang, hingga beberapa wilayahnya memasuki siaga longsor akibat adanya retakan yang di terjadi saat gempa pada akhir Juli lalu.

11 Kecamatan di Kabupaten Riau pun mulai terendam banjir yang berdampak terhadap 1.496 KK dan merusak ratusan hektar areal pertanian. 13 Kecamatan di Sumatera Utara pun terendam banjir hingga beberapa rumah terbawa arus.

Melihat kondisi di beberapa daerah yang terendam banjir, Rumah Yatim bergerak untuk tanggap bencana banjir ini. Kebutuhan yang sangat mendesak bagi para korban adalah, bantuan pangan, bantuan air bersih, obat-obatan, bantuan perahu untuk mengevakuasi korban, dan juga dapur umum.

Mari bantu saudara kita yang tertimpa bencana dengan menyalurkan bantuan terbaiknya. Sedekah adalah pelengkap ibadah meriah dan berkahnya merekah.


Salurkan Bantuan anda dengan cara:
1. Klik tombol hijau "BERI DONASI"
2. Isi data diri dan pilih cara pembayaran.
3. Transfer ke nomor rekening yang muncul dan bantu sebarkan melalui social media anda

UPDATE #5
16 Mei 2019

Relawan Rumah Yatim Tetap Semangat Demi Amanah Membantu Korban Banjir 

Sabtu (11/5) kemarin, perjalanan panjang nan melelahkan dengan jarak tempuh hampir tiga jam, menjadi langkah awal tim relawan Rumah Yatim mendistribusikan bantuan hingga ke pelosok Bengkulu. Meskipun ada berbagai kendala, di antaranya akses jalan yang rusak, jembatan yang hampir putus, melewati hutan belantara dan perkebunan sawit. Hal itu tidak melumpuhkan semangat para relawan, demi sebuah amanah untuk para korban banjir.

“Insya Allah kita tetap semangat karena ini amanah, harus sampai ke tangan yang lebih membutuhkan dan tepat sasaran,” ungkap Deni, relawan Rumah Yatim.

 

Ia mengungkapkan, saat itu tim relawan berangkat dari Kota Bengkulu pukul 15.00 dan sampai di lokasi pukul 17.30 waktu setempat. Sesampainya di Desa Genting, Kecamatan Bangaji, Kabupaten Bengkulu Tengah, relawan disambut oleh pemandangan yang memprihatinkan. Di sana banyak rumah warga yang rusak, lumpur dan tanah basah terhampar luas di sekitar permukiman maupun di dalam rumah.

Diperkirakan ratusan kepala keluarga belum kembali ke rumahnya masing-masing. Dikarenakan ketebalan lumpur yang masuk ke rumah-rumah sulit dibersihkan. Sehingga dibutuhkan alat berat untuk membersihkannya. Saat ini tinggal di pengungsian adalah tempat alternatif warga bisa beristirahat dengan nyaman.



Menurutnya, warga masih menantikan bantuan dari pemerintah setempat terkait bantuan alat berat atau ekskavator. Warga mengaku kesulitan ketika akan membersihkan rumahnya, karena ketebalan lumpur pasca banjir pada akhir April lalu masih tinggi.
  
“Yang jadi permasalahan ketika rumah warga mau dibersihkan, kondisi di luar itu lumpurnya masih tebal sekali. Jadi ketika dibersihkan masuk lagi, karena belum ada bantuan dari pemerintah setempat, terkait bantuan alat berat,” tuturnya.

UPDATE #4
15 April 2019

3000 Paket Makanan untuk Korban Banjir Baleendah

Sebanyak 3000 orang yang terkena dampak banjir telah menerima bantuan makanan siap saji yang didistribusikan oleh Rumah Yatim, melalui pembuatan dapur umum. Kemudian penutupan posko dapur umum Rumah Yatim dilaksanakan Senin (15/4).kondisi lokasi banjir saat ini volume genangan airnya pasang surut.

“Alhamdulillah LAZ Rumah Yatim telah membuka dapur umum yang berjalan selama lima hari. Insya Allah hari ini terakhir, terima kasih kepada para donatur yang telah memberikan perhatiannya untuk korban banjir,” ungkap Solehudin, relawan Rumah Yatim.

Ia menyebutkan, sebanyak 15 ribu warga terkena dampak banjir. Meskipun Rumah Yatim hanya bisa membantu 3000 orang, setidaknya dapat mengurangi beban masyarakat yang terkena musibah. Selama lima hari itu, tim relawan mendistribusikan bantuan makanan 600 paket makanan perhari yang diantarkan secara home visit menggunakan perahu. Pada hari terakhir pembukaan posko dapur umum ini, Solehudin berharap dapat sedikitnya membantu mengurangi beban masyarakat. Serta masyarakat bisa terus bersabar dalam menghadapi musibah ini.

UPDATE #3
15 Februari 2019

Rumah Yatim Lakukan Aksi Peduli Lingkungan Pasca Banjir Jatiendah

Bandang yang menerjang kawasan Komplek Jatiendah Regency, Pasirjati,  RT 04, RW 16, Desa Jatiendah, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung, Sabtu (9/2) malam lalu, telah meninggalkan banyak kerusakan. Oleh karenanya, rumah Yatim kembali melakukan aksi peduli lingkungan pasca bencana tahap dua Senin ( 11/2 ) lalu.

Relawan Rumah Yatim, Solehudin mengatakan, ada enam relawan yang ikut terjun untuk bergotong royong membersihkan lumpur dan puing-puing bangunan yang rusak akibat dihantam banjir.  Dalam kegiatan kali ini, Rumah Yatim bergabung dengan Basarnas Kota BPBD, Kepolisian, TNI, dan relawan dari lembaga lain.

“Kemarin kita bantu evakuasi lagi yaitu lebih ke bersih-bersih, membersihkan lingkungan dari banyak lumpur dan puing-puing”. Tutur Solehudin

UPDATE #2
23 Januari 2019

Banjir dan Longsor Melanda Puluhan Desa di Kabupaten Gowa

Pasca hujan lebat yang mengguyur wilayah Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Selasa (22/1), membuat debit air di sejumlah kecamatan di Kabupaten Gowa meningkat. Akibatnya, longsor dan banjir terjadi sedikitnya di 23 desa dan kelurahan di Kabupaten Gowa. Selain itu, sejumlah rumah dan fasilitas umum lainnya rusak parah.



Menurut informasi yang dihimpun jurnalis Rumah Yatim, akibat tingginya curah hujan di Kabupaten Gowa, banjir serta longsor terjadi di sejumlah kecamatan. Tercatat banjir menggenangi Kecamatan Somba Opu dengan ketinggian air 50 hingga 60 sentimeter. Banjir juga melanda wilayah Kecamatan Bontomarannu dan Pattalasang dengan ketinggian 50 sentimeter.



Wilayah terparah akibat cuaca ekstrim ini melanda Kecamatan Parangloe, Palangga dengan rata-rata ketinggian air hingga 1,5 meter. Di kedua wilayah tersebut juga sejumlah rumah terendam oleh air. Bahkan di Kecamatam Manuju air menyeret sejumlah rumah warga.



Selain banjir, akibat curah hujan yang tinggi tersebut longsor terjadi di sejumlah daerah di wilayah Kabupaten Gowa. Longsor tersebut sedikitnya menimbun lima unit rumah di Campagogo Desa Bilanrengi Kecamatan Parigi. Longsor juga terjadi di Desa Pattallikang Kecataman Manuju, Desa Lonjoboko Kecamatan Pangloe, Desa Datara Kecamatan Tompobulu, Desa Bli-bli Kecamatan Bontomarannu, dan Desa Bontomanai di Kecamatan Bungaya.



Sejauh ini aparatur pemerintahan setempat dan elemen lainnya terus melakukan evaluasi di sejumlah wilayah di Kabupaten Gowa. Namun, hingga tulisan ini dibuat belum ada korban jiwa yang tercatat.

#SaveSulawesi #SavePalu #PrayForSulawesi #Tsunami #SiagaBencanaNasional #GempaSulawesi #GempaDonggala #TsunamiPalu #TsunamiSulawesi #GempaPalu

www.rumah-yatim.org

UPDATE #1
15 Januari 2019

Rumah Yatim Bantu Evakuasi Korban Banjir Di Dayeuhkolot 

 

Curah hujan yang tinggi selama beberapa hari menyebabkan banjir di daerah Dayeuhkolot Kabupaten Bandung, Minggu (13/1) malam. Melihat kejadian tersebut, Rumah Yatim menerjunkan lima relawan untuk bantu mengevakuasi korban banjir di permukiman Dayeuhkolot dan sekitarnya, pada Senin (14/1). 



Kasi Pemberdayaan Area Jawa Barat, Solehudin menuturka, tim relawan juga menerjunkan sebuah perahu karet, untuk kebutuhan warga setempat. Menurut informasi yang diperolehnya ketinggian genangan banjir pada Minggu malam mencapai 1,5 meter,  hingga saat ini genangan air telah surut menjadi 30 cm.  



“Banjirnya Minggu malam mencapai 1,5 meter.  Alhamdulillah sekarang sudah mulai surut hingga setengah meter," jelasnya.



Walaupun banjir, sambung dia, masyarakat tetap beraktivitas seperti biasanya. Hanya saja sedikit terhambat akibat banjir yang masuk ke permukiman warga. Saat banjir, warga dievakuasi ke tempat yang lebih aman. Sebanyak 300 kepala keluarga terkena dampak banjir. Adapun wilayah yang terkena dampaknya adalah Kampung Cilisung,  RT 01, RW 03, Desa Dayeuhkolot, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung. 



Wilayah tersebut merupakan wilayah terparah yang terkena dampaknya. Akibat banjir ini,  warga mengalami kesulitan mendapat bahan makanan. Karena persediaan makanan yang terendam banjir dan akses yang sulit.  Menurutnya, belum ada penanganan yang cepat dari pemerintah setempat dalam menanggulangi banjir yang rutin terjadi. 



Selain memberikan perahu karet untuk warga setempat, Rumah Yatim Area Jawa Barat mengerahkan bantuan makanan siap saji kepada 300 korban banjir di Kampung Ciliwung, RT 01, RW 03, Kelurahan Dayeuhkolot, Kecamatan Baleendah,  Kabupaten Bandung, Senin (14/1). Bantuan tersebut diserahkan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terkena dampak banjir.



Seperti yang diungkapkan Solehudin selaku Kasi Pemberdayaan Jawa Barat, meski banjir warga harus tetap mengais rezeki demi menyambung hidup keesokan harinya. Banjir yang menggenang sejak Minggu (13/1) lalu,  tidak membuat warga berhenti beraktivitas.



Menurut pamtauannya warga prasejahtera membutuhkan pasokan bantuan bahan pangan. “Walaupun banjir, aktivitas warga tidak putus, karena kan sebagian warga harus cari rezeki buat kebutuhannya," ungkapnya.



Usai penyerahan bantuan perahu dan ratusan makanan siap saji, Rumah Yatim juga akan menyerahkan bantuan untuk masyarakat setempat yang membutuhkan bantuan. Solehudin berharap, sedikitnya bantuan ini dapat meringankan beban para korban banjir yang tengah mengalami kesulitan karena dilanda bencana.



Ia juga menyatakan, Rumah Yatim siap membantu warga prasejahtera maupun korban banjir dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari selama masa tanggap darurat bencana. “Alhamdulillah kita sudah menyerahkan bantuan makanan nasi bungkus kepada warga terdampak banjir. Mudah-mudahan ini bisa bermanfaat dan membantu," pungkasnya.

 

www.rumah-yatim.org 

Tanggal Nominal
PUSPITASARI
26 November 2018
Rp 100.800
Hamba Allah
30 November 2018
Rp 100.312
Hamba Allah
12 Desember 2018
Rp 50.857
Hamba Allah
13 Desember 2018
Rp 10.135
Hamba Allah
14 Desember 2018
Rp 30.766
Hamba Allah
14 Desember 2018
Rp 50.616
Hamba Allah
5 Januari 2019
Rp 224.986
Hamba Allah
21 Januari 2019
Rp 200.412
toni prasetio
24 Januari 2019
Rp 100.740
Hamba Allah
25 Januari 2019
Rp 100.624
nnnn
28 Januari 2019
Rp 50.670
Hamba Allah
31 Januari 2019
Rp 150.911
Hamba Allah
2 Februari 2019
Rp 300.433
Hamba Allah
2 Februari 2019
Rp 50.716
Murshed saeed ghalib
3 Februari 2019
Rp 10.291
Titin achamed Hasan
3 Februari 2019
Rp 10.738
Lamia Murshed saeed ghalib
3 Februari 2019
Rp 10.246
Abdulaziz Murshed ghalib
3 Februari 2019
Rp 10.973
Hamba Allah
13 Februari 2019
Rp 150.471
Hamba Allah
23 Februari 2019
Rp 300.907

Total donatur : 20 orang