Detail Program

Kemanusiaan

Bantuan Bencana Banjir NASIONAL

Terkumpul
Rp 568.472
Target
Rp 150.000.000
PERIODE WAKTU:
107 hari

BERAKHIR PADA:
28 Februari 2019
Penerima Manfaat:
10.000 orang

Lingkup wilayah:
nasional
UPDATE LAPORAN TERBARU
15 Januari 2019

Rumah Yatim Bantu Evakuasi Korban Banjir Di Dayeuhkolot 

 

Curah hujan yang tinggi selama beberapa hari menyebabkan banjir di daerah Dayeuhkolot Kabupaten Bandung, Minggu (13/1) malam. Melihat kejadian tersebut, Rumah Yatim menerjunkan lima relawan untuk bantu mengevakuasi korban banjir di permukiman Dayeuhkolot dan sekitarnya, pada Senin (14/1). 



Kasi Pemberdayaan Area Jawa Barat, Solehudin menuturka, tim relawan juga menerjunkan sebuah perahu karet, untuk kebutuhan warga setempat. Menurut informasi yang diperolehnya ketinggian genangan banjir pada Minggu malam mencapai 1,5 meter,  hingga saat ini genangan air telah surut menjadi 30 cm.  



“Banjirnya Minggu malam mencapai 1,5 meter.  Alhamdulillah sekarang sudah mulai surut hingga setengah meter," jelasnya.



Walaupun banjir, sambung dia, masyarakat tetap beraktivitas seperti biasanya. Hanya saja sedikit terhambat akibat banjir yang masuk ke permukiman warga. Saat banjir, warga dievakuasi ke tempat yang lebih aman. Sebanyak 300 kepala keluarga terkena dampak banjir. Adapun wilayah yang terkena dampaknya adalah Kampung Cilisung,  RT 01, RW 03, Desa Dayeuhkolot, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung. 



Wilayah tersebut merupakan wilayah terparah yang terkena dampaknya. Akibat banjir ini,  warga mengalami kesulitan mendapat bahan makanan. Karena persediaan makanan yang terendam banjir dan akses yang sulit.  Menurutnya, belum ada penanganan yang cepat dari pemerintah setempat dalam menanggulangi banjir yang rutin terjadi. 



Selain memberikan perahu karet untuk warga setempat, Rumah Yatim Area Jawa Barat mengerahkan bantuan makanan siap saji kepada 300 korban banjir di Kampung Ciliwung, RT 01, RW 03, Kelurahan Dayeuhkolot, Kecamatan Baleendah,  Kabupaten Bandung, Senin (14/1). Bantuan tersebut diserahkan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terkena dampak banjir.



Seperti yang diungkapkan Solehudin selaku Kasi Pemberdayaan Jawa Barat, meski banjir warga harus tetap mengais rezeki demi menyambung hidup keesokan harinya. Banjir yang menggenang sejak Minggu (13/1) lalu,  tidak membuat warga berhenti beraktivitas.



Menurut pamtauannya warga prasejahtera membutuhkan pasokan bantuan bahan pangan. “Walaupun banjir, aktivitas warga tidak putus, karena kan sebagian warga harus cari rezeki buat kebutuhannya," ungkapnya.



Usai penyerahan bantuan perahu dan ratusan makanan siap saji, Rumah Yatim juga akan menyerahkan bantuan untuk masyarakat setempat yang membutuhkan bantuan. Solehudin berharap, sedikitnya bantuan ini dapat meringankan beban para korban banjir yang tengah mengalami kesulitan karena dilanda bencana.



Ia juga menyatakan, Rumah Yatim siap membantu warga prasejahtera maupun korban banjir dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari selama masa tanggap darurat bencana. “Alhamdulillah kita sudah menyerahkan bantuan makanan nasi bungkus kepada warga terdampak banjir. Mudah-mudahan ini bisa bermanfaat dan membantu," pungkasnya.

 

www.rumah-yatim.org 


Deskripsi Program


Indonesia mulai memasuki musim penghujan, intensitas hujan hampir merata mengguyur Indonesia sejak awal November ini. Dari mulai hujan ringan hingga hujan lebat setiap hari menyapa di Kota-kota di Indonesia. Bahkan beberapa daerah pun terendam banjir akibat intensitas air yang begitu tinggi. Tanggap bencana pun mulai di siagakan di beberapa kota.

Seperti di wilayah Baleendah dan Dayeuhkolot di Jawabarat yang menjadi langganan banjir, sekitar 1.830 rumah warga terendam banjir setinggi 50 cm hingga yang paling parah 150 cm. Sekitar 7000 jiwa bahkan terpaksa bertahan dirumahnya yang terendam air. Pun beberapa daerah di NTB, gempa berlalu ancaman banjir mengancam, di Lombok Timur saat ini di terjang banjir bandang, hingga beberapa wilayahnya memasuki siaga longsor akibat adanya retakan yang di terjadi saat gempa pada akhir Juli lalu.

11 Kecamatan di Kabupaten Riau pun mulai terendam banjir yang berdampak terhadap 1.496 KK dan merusak ratusan hektar areal pertanian. 13 Kecamatan di Sumatera Utara pun terendam banjir hingga beberapa rumah terbawa arus.

Melihat kondisi di beberapa daerah yang terendam banjir, Rumah Yatim bergerak untuk tanggap bencana banjir ini. Kebutuhan yang sangat mendesak bagi para korban adalah, bantuan pangan, bantuan air bersih, obat-obatan, bantuan perahu untuk mengevakuasi korban, dan juga dapur umum.

Mari bantu saudara kita yang tertimpa bencana dengan menyalurkan bantuan terbaiknya. Sedekah adalah pelengkap ibadah meriah dan berkahnya merekah.


Salurkan Bantuan anda dengan cara:
1. Klik tombol hijau "BERI DONASI"
2. Isi data diri dan pilih cara pembayaran.
3. Transfer ke nomor rekening yang muncul dan bantu sebarkan melalui social media anda

UPDATE #1
15 Januari 2019

Rumah Yatim Bantu Evakuasi Korban Banjir Di Dayeuhkolot 

 

Curah hujan yang tinggi selama beberapa hari menyebabkan banjir di daerah Dayeuhkolot Kabupaten Bandung, Minggu (13/1) malam. Melihat kejadian tersebut, Rumah Yatim menerjunkan lima relawan untuk bantu mengevakuasi korban banjir di permukiman Dayeuhkolot dan sekitarnya, pada Senin (14/1). 



Kasi Pemberdayaan Area Jawa Barat, Solehudin menuturka, tim relawan juga menerjunkan sebuah perahu karet, untuk kebutuhan warga setempat. Menurut informasi yang diperolehnya ketinggian genangan banjir pada Minggu malam mencapai 1,5 meter,  hingga saat ini genangan air telah surut menjadi 30 cm.  



“Banjirnya Minggu malam mencapai 1,5 meter.  Alhamdulillah sekarang sudah mulai surut hingga setengah meter," jelasnya.



Walaupun banjir, sambung dia, masyarakat tetap beraktivitas seperti biasanya. Hanya saja sedikit terhambat akibat banjir yang masuk ke permukiman warga. Saat banjir, warga dievakuasi ke tempat yang lebih aman. Sebanyak 300 kepala keluarga terkena dampak banjir. Adapun wilayah yang terkena dampaknya adalah Kampung Cilisung,  RT 01, RW 03, Desa Dayeuhkolot, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung. 



Wilayah tersebut merupakan wilayah terparah yang terkena dampaknya. Akibat banjir ini,  warga mengalami kesulitan mendapat bahan makanan. Karena persediaan makanan yang terendam banjir dan akses yang sulit.  Menurutnya, belum ada penanganan yang cepat dari pemerintah setempat dalam menanggulangi banjir yang rutin terjadi. 



Selain memberikan perahu karet untuk warga setempat, Rumah Yatim Area Jawa Barat mengerahkan bantuan makanan siap saji kepada 300 korban banjir di Kampung Ciliwung, RT 01, RW 03, Kelurahan Dayeuhkolot, Kecamatan Baleendah,  Kabupaten Bandung, Senin (14/1). Bantuan tersebut diserahkan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terkena dampak banjir.



Seperti yang diungkapkan Solehudin selaku Kasi Pemberdayaan Jawa Barat, meski banjir warga harus tetap mengais rezeki demi menyambung hidup keesokan harinya. Banjir yang menggenang sejak Minggu (13/1) lalu,  tidak membuat warga berhenti beraktivitas.



Menurut pamtauannya warga prasejahtera membutuhkan pasokan bantuan bahan pangan. “Walaupun banjir, aktivitas warga tidak putus, karena kan sebagian warga harus cari rezeki buat kebutuhannya," ungkapnya.



Usai penyerahan bantuan perahu dan ratusan makanan siap saji, Rumah Yatim juga akan menyerahkan bantuan untuk masyarakat setempat yang membutuhkan bantuan. Solehudin berharap, sedikitnya bantuan ini dapat meringankan beban para korban banjir yang tengah mengalami kesulitan karena dilanda bencana.



Ia juga menyatakan, Rumah Yatim siap membantu warga prasejahtera maupun korban banjir dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari selama masa tanggap darurat bencana. “Alhamdulillah kita sudah menyerahkan bantuan makanan nasi bungkus kepada warga terdampak banjir. Mudah-mudahan ini bisa bermanfaat dan membantu," pungkasnya.

 

www.rumah-yatim.org 

Tanggal Nominal
PUSPITASARI
26 November 2018
Rp 100.800
Hamba Allah
30 November 2018
Rp 100.312
Hamba Allah
12 Desember 2018
Rp 50.857
Hamba Allah
13 Desember 2018
Rp 10.135
Hamba Allah
14 Desember 2018
Rp 30.766
Hamba Allah
14 Desember 2018
Rp 50.616
Hamba Allah
5 Januari 2019
Rp 224.986

Total donatur : 7 orang