Detail Program

Pendidikan

Beasiswa Pendidikan 350 Yatim

Terkumpul
Rp 55.322.130
Target
Rp 2.147.483.647
BERAKHIR PADA:
28 Agustus 2019
Penerima Manfaat:
350 orang

Lingkup wilayah:
nasional
UPDATE LAPORAN TERBARU
22 Maret 2019

Dukung Pendidikan Yatim Dhuafa Pekayon Lewat Beasiswa

Rumah Yatim Cabang Pekayon menyalurkan bantuan pendidikan bagi puluhan anak yatim dan dhuafa. Bantuan tersebut diberikan lewat program beasiswa yang diberikan di Kantor Kas Pekayon, Jalan Raya Pekayon Jaya, Bekasi Selatan, Kota Bekasi. Dukungan beasiswa tersebut diberikan untuk memberikan keringanan bagi anak dalam pemenuhan pendidikannya.



Staf Front Office (FO) Rumah Yatim Pekayon, Eka Khilmiati, penyaluran beasiswa memang rutin diberikan setiap bulannya. Untuk kali ini, sebanyak 20 anak yatim dan dhuafa merasakan manfaat tersebut. Anak-anak tersebut, kata dia, memang layak diberi bantuan karena kondisi ekonomi keluarganya kurang.

"Berdasarkan dari kerjasama dengan pemerintah setempat, hasil dari seleksi berkas dan survei langsung untuk menentukan layak atau tidaknya," papar Eka.
Ia berharap, bantuan beasiswa dhuafa tersebut bisa menjadi dukungan anak untuk tetap bersemangat dalam menjalankan sekolah. Khususnya, bisa mendorong anak yatim dan dhuafa lebih berprestasi lagi dalam pendidikan. 


Deskripsi Program


Masih tergambar hangat dalam benak Muhammad Gilang Herdiansyah, saat itu ia masih duduk di bangku kelas 4 SD, ia mulai menginjakkan kaki di Rumah Yatim Cinere. Gilang berusia 10 tahun saat itu, ia berpikir Rumah Yatim hanya tempat bermain saja. Gilang tak menyangka bahwa saat itu langkah besarnya itu akan membuatnya jauh dari nenek tercintanya.

Sejak kecil ia dibesarkan oleh neneknya yang bekerja sebagai pedagang gorengan keliling. Yang tentunya hanya berpenghasilan seadanya. Gilang berbeda dengan anak kebanyakan, di saat teman-temannya bermain dan di manja oleh orangtua nya, dia harus banting tulang untuk membantu sang Nenek dalam mencari rejeki.

Sebelum berangkat dan setelah pulang sekolah, Gilang membantu Neneknya berjualan. Gilang harus berjualan keliling kampung. Hasil dari jualannya biasa ia gunakan untuk membeli perlengkapan sekolah dan membantu Neneknya membayar keperluan sekolah lainnya.

Tapi kini Gilang tak harus melakukan itu lagi, karena sudah menjadi haknya anak Indonesia mendapatkan pendidikan yang layak. Perlahan tapi pasti Rumah Yatim yakni kepala asrama mengajarkan semua hal, mulai dari menulis, membaca hingga belajar Al Qur’an menjadi kegiatan rutin di luar pendidikan formal di sekolahnya.

Rumah Yatim hadir membantu agar Gilang dan anak asuh Rumah Yatim lainnya mendapatkan pendidikan yang layak. Rumah Yatim bertekad untuk mendukung Gilang dan ratusan anak asuh lainnya dalam mendapatkan pendidikan yang layak. Masa depan bangsa dan negara berada di tangan mereka. Maka mari bersama dukung dan bantu Gilang dan ratusan anak asuh lainnya yang ceritanya tak jauh berbeda agar mereka menjadi anak yang berprestasi dan berkarakter.

Mari berbagi masa depan untuk generasi bangsa yang lebih baik.

UPDATE #15
22 Maret 2019

Dukung Pendidikan Yatim Dhuafa Pekayon Lewat Beasiswa

Rumah Yatim Cabang Pekayon menyalurkan bantuan pendidikan bagi puluhan anak yatim dan dhuafa. Bantuan tersebut diberikan lewat program beasiswa yang diberikan di Kantor Kas Pekayon, Jalan Raya Pekayon Jaya, Bekasi Selatan, Kota Bekasi. Dukungan beasiswa tersebut diberikan untuk memberikan keringanan bagi anak dalam pemenuhan pendidikannya.



Staf Front Office (FO) Rumah Yatim Pekayon, Eka Khilmiati, penyaluran beasiswa memang rutin diberikan setiap bulannya. Untuk kali ini, sebanyak 20 anak yatim dan dhuafa merasakan manfaat tersebut. Anak-anak tersebut, kata dia, memang layak diberi bantuan karena kondisi ekonomi keluarganya kurang.

"Berdasarkan dari kerjasama dengan pemerintah setempat, hasil dari seleksi berkas dan survei langsung untuk menentukan layak atau tidaknya," papar Eka.
Ia berharap, bantuan beasiswa dhuafa tersebut bisa menjadi dukungan anak untuk tetap bersemangat dalam menjalankan sekolah. Khususnya, bisa mendorong anak yatim dan dhuafa lebih berprestasi lagi dalam pendidikan. 

UPDATE #14
20 Maret 2019

Yora Senang Rumah Yatim Bantu Biaya Pendidikannya

Prestasi diraih oleh salah satu anak asuh nonmukim Rumah Yatim Banjarbaru, Sella Yora Putri Marselina (16) di tahun pertama duduk di bangku menengah atas. Kerja keras dan ketekunannya tersebut, membawa Yora berhasil juara ketiga di antara teman kelasnya di tahun ini.

Yora saat ini merupakan siswa aktif kelas 10 di SMK Garuda Mahadhika Banjarbaru. Ia merupakan anak dari seorang ibu yang bekerja sebagai honorer. Bahkan, kata dia, penghasilan ibunya hanya cukup untuk keperluan keluarganya saja. Namun, ia bersama adiknya saat ini bersyukur bisa mendapat bantuan dari Rumah Yatim Area Kalimantan. "Senang Rumah Yatim sudah membantu saya dalam pendidikan," ungkapnya.

Remaja yang gemar bermain futsal ini juga terus bersemangat dalam meraih prestasinya. Saat ini, dengan segala keterbatasannya, ia bersungguh-sungguh agar tetap memertahankan prestasinya. Namun, di sisi lain Yora terus meningkatkan prestasinya tersebut agar cita-cita yang diharapkan bisa tercapai.

"Ingin menjadi guru, pengen bisa merasakan seperti apa guru mengajar dengan kesabarannya," ujarnya.

Sejauh ini sejumlah bantuan terus diberikan Rumah Yatim Area Kalimantan kepada siswa yang mengambil jurusan Administrasi Perkantoran ini. Bantuan tersebut berupa pemenuhan pendidikan lewat program beasiswa rutin dan bantuan kebutuhan lainnya.

UPDATE #13
18 Maret 2019

Rumah Yatim Dukung Kebutuhan Pendidikan Anak di Cisaranten dengan Beasiswa

Ketercapaian sarana kebutuhan pendidikan bagi anak kurang mampu belum sepenuhnya terpenuhi oleh pemerintah. Oleh karena itu, sebagai upaya membantu memenuhi biaya kebutuhan pendidikan, Rumah Yatim Area Jawa Barat memberi santunan beasiswa bagi belasan anak prasejahtera di Kelurahan Cisaranten, Kota Bandung, Kamis (14/3). 

Relawan Rumah Yatim Solehudin menyebutkan, sebanyak 17 anak yatim dan dhuafa telah rutin menerima santunan itu dengan penuh suka cita. Bantuan ini diberikan untuk meringankan beban para orangtuanya dalam memenuhi kebutuhan sekolah anak-anak. Meskipun biaya sekolah atau SPP gratis, namun untuk pembelian buku atau hal lainnya menggunakan biaya sendiri.

“Bantuan ini kita prioritaskan untuk yatim dan dhuafa, minimal mereka bisa membeli kebutuhan sekolahnya. Seperti beli alat tulis, buku pelajaran ataupun sarana pendidikan lainnya," ungkap Solehudin.

Ketika anak-anak lainnya mampu dengan mudahnya memperoleh sarana penunjang pendidikan, lain halnya bagi anak-anak prasejahtera. Mereka harus menahan keinginannya lalu menabung untuk membeli kebutuhan sekolah. Karena latar belakang ekonomi orangtuanya hanya bekerja serabutan. Oleh karena itu, kata dia, anak-anak sangat gembira dan antusias terhadap bantuan rutin ini.

Ia menambahkan, santunan itu mereka tabung untuk membeli kebutuhan sekolahnya apabila suatu saat ada kebutuhan mendesak yang harus segera dibeli. Meski demikian, Solehudin berharap, adanya bantuan ini dapat menambah semangat anak-anak dalam belajar. Meskipun dalam keterbatasan mereka mampu meraih prestasi seperti anak-anak lainnya.

“Mudah-mudahan ketika dikasih bantuan, mereka bisa lebih semangat. Supaya mampu meraih prestasi lagi dalam menuntut ilmu,” tandasnya.

UPDATE #12
16 Maret 2019

Bantu Biaya Pendidikan Anak Nonmukim, Rumah Yatim Beri Beasiswa Dhuafa

Rumah Yatim Cabang Tegal telah menyalurkan bantuan biaya pendidikan untuk anak asuh nonmukim yang berstatus yatim dan dhuafa. Melalui  program santunan beasiswa dhuafa,  sepuluh anak yang berasal dari Kampung Nakula dan Kemuning, Kelurahan Slerok, Kota Tegal menerima bantuan yang diserahkan di Kantor Kas Rumah Yatim Tegal, Jalan Werkudoro, No. 207, Slerok, Tegal Timur, Kota Tegal, Jateng. Sepuluh anak- anak tersebut telah rutin menerima bantuan setiap tiga bulan sekali.

Kepala Cabang Tegal Jajang Khoeruman menuturkan, bantuan ini untuk membantu memenuhi kebutuhan sekolahnya. Meskipun biaya SPP gratis, namun untuk kebutuhan buku, Lembar Kerja Siswa (LKS), maupun iuran lainnya harus ditanggung sendiri.

Menurut cerita anak-anak yang menerima santunan, uang yang diberikan oleh Rumah yatim dikumpulkan dan ditabung untuk memenuhi perlengkapan sekolah.

Jajang mengatakan, setiap kali ada santunan tersebut, anak-anak sangat gembira dan antusias. Karena santunan ini dapat membantu meringankan beban ekonomi keluarganya yang serba kekurangan. Jajang berharap, ke depannya dapat lebih maksimal lagi dalam membantu biaya pendidikan anak tidak mampu. “Mudah-mudahan dapat sedikit meringankan biaya pendidikan mereka, semoga ini bermanfaat,” pungkasnya.

UPDATE #11
14 Maret 2019

Beasiswa Pendidikan untuk Yatim dhuafa di Gotong Royong

Puluhan anak yatim dan dhuafa, mendapat santunan beasiswa dari Rumah Yatim Tanjung Karang. Santunan diberikan kepada seluruh anak di Asrama Rumah Yatim Tanjung Karang, Jalan Wolter Moginsidi No. 45, Gotong Royong, Tanjung Karang, Bandar Lampung, Rabu (13/3). Seluruh penerima manfaat juga merupakan anak asuh nonmukim binaan Rumah Yatim.

Santunan beasiswa diberikan untuk mendukung pemenuhan pendidikan anak-anak tersebut, yang sebagian merupakan anak yatim dan piatu. Menurut kepala asrama monginsidi, Weli, dukungan pendidikan bagi anak harus diberikan apalagi kondisi ekonomi penerima manfaat tersebut kekurangan. Sebanyak 67 anak, kata dia, menerima santunan beasiswa kemarin.

Ia mengungkapkan, semoga santunan yang diberikan Rumah Yatim Tanjung Karang bisa bermanfaat dan digunakan dengan sebaik-baiknya. Terutama, bisa mengurangi beban orangtua maupun wali anak sendiri. "Semoga bisa membantu mereka yang sangat membutuhkan," tuntasnya

UPDATE #10
13 Maret 2019

Yatim Dhuafa di Made Terima Manfaat Beasiswa dan Pemenuhan Nutrisi

Puluhan anak yatim dan dhuafa berbahagia saat tim relawan Rumah Yatim Cabang Surabaya datang berkunjung ke Kelurahan Made, Kecamatan Sambikerep, Kota Surabaya, Minggu Senin (11/3) kemarin. Seluruh anak tersebut merupakan anak asuh nonmukim yang akan menerima santunan beasiswa dan bantuan pemenuhan nutrisi gizi. 

Menurut pemaparan Kepala Asrama Rumah Yatim Surabaya, Agus Kurnia, bukan hanya di wilayah Made, anak asuh nonmukim di Kecamatan Benowo Kabutapen Gresik juga menerima bantuan yang sama. Bantuan itu, kata dia, merupakan lanjutan dari program beasiswa dan pemenuhan nutrisi gizi bagi 550 anak yatim dan dhuafa.

Di wilayah Made sendiri, sambung Agus, sebanyak 50 anak yatim dan dhuafa menerima santunan beasiswa dan pemenuhan gizi. Sedangkan untuk wilayah Benowo sekitar 30 anak yatim dan dhuafa juga merasakan manfaat yang sama.

"Penerima manfaat juga anak yatim dan dhuafa yang saat ini duduk di bangku sekolah dasar dan menengah pertama," ujar Agus.

Ia mengungkapkan, pemberian beasiswa merupakan upaya Rumah Yatim untuk mendukung dan mengurangi beban pendidikan anak. Apalagi, penerima manfaat merupakan anak yang sudah tidak lengkap orangtuanya. Ditambah lagi, kata dia, pemenuhan nutrisi gizi ini sebagai upaya pelengkap untuk anak agar tetap hidup sehat.

Kegiatan penyaluran program beasiswa dan pemenuhan nutrisi gizi bagi 550 yatim dan dhuafa ini juga bukti keseriusan Rumah Yatim dalam membahagiakan anak. Selain itu, sambung Agus, kegiatan ini sebagai bentuk realisasi amanah dari para donatur Rumah Yatim Cabang Surabaya.

"Kami menyesuaikan akad dari donatur yang telah diamanahkan kepada Rumah Yatim Surabaya ini," tuturnya

UPDATE #9
12 Maret 2019

Yatim Dhuafa di Made Terima Manfaat Beasiswa 

Puluhan anak yatim dan dhuafa berbahagia saat tim relawan Rumah Yatim Cabang Surabaya datang berkunjung ke Kelurahan Made, Kecamatan Sambikerep, Kota Surabaya, Minggu Senin (11/3) kemarin. Seluruh anak tersebut merupakan anak asuh nonmukim yang akan menerima santunan beasiswa pendidikan.Bantuan ini, merupakan lanjutan dari program beasiswa dan pemenuhan nutrisi gizi bagi 550 anak yatim dan dhuafa.

Di wilayah Made sendiri, sambung Agus,kepala asrama Surabaya mengatakan, sebanyak 50 anak yatim dan dhuafa menerima santunan beasiswa dan pemenuhan gizi. Sedangkan untuk wilayah Benowo sekitar 30 anak yatim dan dhuafa juga merasakan manfaat yang sama.
"Penerima manfaat juga anak yatim dan dhuafa yang saat ini duduk di bangku sekolah dasar dan menengah pertama," ujar Agus.

Ia mengungkapkan, pemberian beasiswa ini merupakan dorongan dan dukungan Rumah Yatim untuk yatim dhuafa agar dapat membantu anak yatim dhuafa menempuh pendiidkan, terlebih mereka sudah tidak memiliki orang tua yang lengkap. Bantuan ini juga diharapkan dapat meningkat semangat mereka dalam menempuh ilmu

UPDATE #8
11 Maret 2019

550 Anak Yatim dan Dhuafa di Jatim Terima Beasiswa Rumah Yatim

Rumah Yatim Cabang Surabaya berbagi kebahagiaan dengan 550 anak yatim dan dhuafa yang tersebar di sejumlah wilayah di Jawa Timur, Minggu (10/3) kemarin. Kegiatan ini dilakukan lewat santunan beasiswa dhuafa dan pemenuhan nutrisi bagi anak. 

Agus,penanggung jawab kegiatan, mengatakan, seluruh penerima manfaat merupakan anak yatim dan dhuafa. Selain itu, penerima juga merupakan anak yang sedang menjalani pendidikan di tingkat Taman Kanak-kanak dan Sekolah Dasar. Ia menambahkan, penyaluran itu untuk mendukung pemenuhan sekolah anak. "Ini hanya sebagian yang kami targetkan untuk penyaluran kali ini, mudah-mudahan bermanfaat," kata Agus.

Ia mengungkapkan, penyaluran beasiswa dhuafa juga untuk mengurangi beban orangtua atau wali anak. Apalagi, anak-anak tersebut sedang giat dan bersemangat dalam melaksanakan kegiatan belajar. Selain itu, beasiswa ini diharapkan bisa menjadi pendorong anak agar bisa meraih cita-citanya.
Selain itu, penyaluran beasiswa ini juga merupakan realisasi dari donasi yang dimanahkan donatur kepada Rumah Yatim Cabang Surabaya. "Kami hanya menyesuaikan akad dari donatur kepada Rumah Yatim Surabaya," paparnya.

UPDATE #7
27 Februari 2019

Senyum Bahagia Puluhan Anak Kemang Terima Beasiswa Rumah Yatim

Tidak begitu besar, namun sangat berharga bagi mereka, anak yatim dan dhuafa. Setiap bulannya rutin diberikan, dan dinanti oleh seluruh anak-anak tersebut. Di Asrama Rumah Yatim Kemang, Jalan Kemang Utara No. 21A, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, mereka semua biasa berkumpul dan ceria. 

Rasa senang terpancar dari masing-masing anak yatim dan dhuafa tersebut. Senyum ceria terlihat saat dipegangnya satu persatu beasiswa yang didapatkannya dari Rumah Yatim. Satu persatu juga menuliskan namanya di dalam daftar hadir anak asuh binaan Rumah Yatim.

"Kami pekan lalu telah manyalurkan beasiswa ini kepada 40 anak," ujar Reno, Kepala Asrama Rumah Yatim Kemang, Selasa (26/2).

Menurutnya, seluruh penerima beasiswa tersebut merupakan anak-anak yang kurang dalam ekomoni. Di samping sebagian dari mereka merupakan seorang yatim maupun piatu. Anak-anak tersebut juga merupakan siswa aktif dari mulai tingkatan sekolah dasar hingga menengah pertama.

Alasannya, sambung dia, beasiswa diberikan karena seluruh anak asuh nonmukim tersebut memang membutuhkan bantuan. Khususnya untuk memenuhi kebutuhan sekolahnya. Selain itu, diharapkan beasiswa dhuafa yang diberikan bisa meringankan beban orangtua anak.

"Biar mereka semangat untuk berangkat sekolah, dan bisa berprestasi. Intinya bisa meringankan beban orangtuanya," tutur Reno.

UPDATE #6
23 Februari 2019

Beasiswa Pendidikan Anak Yatim Dhuafa

Puluhan anak yatim dan dhuafa mendapat santunan beasiswa dari Rumah Yatim Cabang Bekasi. Pemberian santunan dilakukan di Kantor Kas Tambun, Jalan  Raya Jatimulya No. 23 RT 005 RW 006, Jatimulya, Pengasinan, Tambun Selatan, Bekasi, Jumat (22/2) kemarin. Santunan beasiswa ini untuk mendukung membantu pemenuhan pendidikan anak-anak tersebut.

santunan beasiswa ini memang rutin diberikan Rumah Yatim. Apalagi selain yatim dan dhuafa, anak-anak tersebut memang berprestasi di sekolahnya masing-masing. Santunan ini juga diberikan untuk meringankan beban pendidikan dan kebutuhan anak. "Karena faktor ekonomi dan kebetulan anak-anaknya berprestasi juga," ungkapnya.

Ajeung berharap santunan beasiswa bisa memberi semangat kepada anak-anak tersebut. Agar, bisa terus belajar dan mengejar cita-cita yang diharapkannya. Terutama, bisa bersekolah dengan nyaman dan bisa terpenuhi kebutuhan pendidikannya. "Lebih baik dan lebih bersemangat dalam meraih apa yang dicita-citakan," harapnya.

UPDATE #5
20 Februari 2019

Rumah Yatim Salurkan Beasiswa Bagi Yatim dan Dhuafa di Dua Lokasi

Rumah Yatim Cabang Surabaya telah memberikan bantuan beasiswa kepada anak yatim dan dhuafa Selasa (19/2) lalu. Menurut Kepala Cabang Rumah Yatim Surabaya, Agus Muhammad Yusuf, bantuan beasiswa memang rutin diberikan setiap bulannya kepada anak yatim dan dhuafa. Pada kesempatan kali ini, ia bersama tim memberikan bantuan beasiswa kepada 20 anak yatim di dua lokasi.

Bantuan tersebut, sambung dia, diberikan pertama kepada lima anak yatim dan dhuafa di Kantor Kas Klampis, Jalan Klampis Jaya No. 37a, Klampis Ngasem, Sukolilo, dan 15 orang lainnya menerima bantuan beasiswa di Kantor Kas Darmo, Jalan Darmo Indah Barat LL7, Tandes, Surabaya.

Agus mengungkapkan, Seluruh anak penerima manfaat dari program rumah yatim tersebut memang termasuk kedalam keluarga yang kurang mampu. Bahkan mereka sering kesulitan untuk memenuhi keperluan pendidikannya.

Ia menambahkan, Rumah Yatim Cabang Surabaya juga siap menjadi fasilitator bagi anak yatim dan dhuafa dalam melaksanakan kegiatan belajar. Ia juga telah menyiapkan ruang belajar dan bisa digunakan kapanpun. Selain itu, ia juga siap memberikan fasilitas berikut dengan pengajarnya.

"Bisa kita panggilkan guru buat mereka untuk belajar di kantor kas Rumah Yatim, guna meningkatkan pelayanan publik kepada warga Surabaya," tuturnya.

UPDATE #4
15 Februari 2019

Bantu Biaya Pendidikan Anak Prasejahtera, Rumah Yatim Beri Beasiswa

Rumah Yatim cabang Tegal telah memberikan bantuan biaya pendidikan kepada sepuluh anak prasejahtera di sekitar asrama tegal, Selasa ( 13/2 ) lalu. Bantuan yang diberikan merupakan upaya Rumah Yatim dalam mengimplementasikan program santunan beasiswa dhuafa.

Kepala cabang Tegal Jajang khoeruman mengungkapkan, santunan tersebut rutin diberikan setiap bulannya. Untuk proses pembagian dilakukan secara bergilir karena jumlah penerima manfaat semakin bertambah.

Penerima manfaat dari program santunan ini adalah mereka yang orang tuanya bekerja sebagai pemulung, pedagang kecil, dan buruh kuli panggul dan sebagain merupakan anak yatim. Jajang mengatakan, dengan adanya bantuan tersebut, para orangtua merespon positif dan sangat bahagia dengan kontribusi Rumah Yatim dalam membantu kekurangan biaya pendidikan anak-anak mereka . Karena menurutnya sudah tidak ada yang bertanggung jawab untuk pendidikannya.

UPDATE #3
31 Januari 2019

Rutin Dapat Beasiswa Pendidikan, Ikhsan Buktikan Prestasinya

 Sudah satu tahun Ikhsan -sapaan akrabnya menjadi anak asuh nonmukim Rumah Yatim. Setiap bulannya ia rutin mendapatkan santunan pendidikan dari Rumah Yatim. Ikhsan mengatakan, jika santunan tersebut biasa ia gunakan untuk membeli keperluan sekolah,  sisanya ditabung untuk biaya melanjutkan pendidikan. 

 

Selain Ikhsan, adiknya pun menjadi anak asuh nonmukim Rumah Yatim Yogyakarta. Setiap bulan, mereka datang ke asrama untuk mendapatkan santunan. Jika ada undangan dari donatur pun mereka selalu dilibatkan. 

Menjadi seorang pemadam kebakaran merupakan mimpi terbesar Ikhsan. Kepada pengurus Rumah Yatim, ia berjanji akan selalu rajin belajar supaya bisa menggapai mimpinya tersebut. "Insya Allah kami akan terus mendukung Ikhsan untuk menggapai mimpinya. Terima kasih kepada para donatur yang telah peduli kepada anak asuh kami. Alhamdulillah rezeki yang telah dititipkan ke Rumah Yatim telah dirasakan banyak anak, khususnya oleh Ikhsan," tutupnya.

 

UPDATE #2
12 Desember 2018

Ayu Persembahkan Juara Lomba MTQ untuk Orangtuanya

Sudah 12 tahun ia ditinggal sang mendiang ayahnya. Hidup mandiri sejak sang ibu bekerja menjadi tenaga asing di negeri seberang. Saat ini, Rahayu (17), tinggal di Asrama Rumah Yatim Duren Sawit, Jalan Kolonel Sugiono No. 16A, Duren Sawit, Jakarta Timur.

Sehari-hari Ayu -sapaannya, rutin melakukan aktivitas layaknya anak seusianya. Bersekolah di SMA BPS&K Jakarta Timur, dan bercanda gurau dengan kerabatnya. Namun, yang berbeda, Ayu terus tekun dalam belajar ilmu keagamaan salah satunya hafalan dan bacaan Alquran.

Ayu belum lama ini meraih juara ketiga dalam perlombaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) yang diadakan di sekolahnya. Menurut Ayu, dirinya tidak ada persiapan untuk mengikuti perlombaan tersebut. Hal ini dikarenakan pihak sekolah mengadakan secara mendadak.

"Sebetulnya belum mempersiapkan apa-apa dan merupakan acara dadakan, terpilih menjadi peserta sehari sebelum lomba tersebut, namun Alhamdullilah karena mengaji sudah jadi kebiasaan sehari-hari," ungkap perempuan yang hobi membaca ini, Selasa (11/12).

Ia mengungkapkan, dirinya sangat senang bisa meraih juara MTQ tersebut. Namun, di sisi lain ia persembahkan juara tersebut untuk mendiang ayahnya dan ibunya yang sedang bekerja di luar negeri. Ia berharap, ke depannya bisa terus mengembangkan diri dalam kegiatan keagamaan lainnya.

Saat ini selain hobi membaca, Ayu juga bercita-cita ingin menjadi seorang ustadzah. Berbagi dan memberikan ilmu untuk kebermanfaat orang lain menjadi salah satu keinginan terbesar Ayu. Bahkan, setelah mendapatkan juara tiga di lomba MTQ ia semakin termotivasi.

"Semoga Ayu bisa membahagiakan mama yang sekarang kerja di luar, semoga Ayu sukses dan bisa membahagiaan mama dunia akhirat," ujarnya.

 

www.rumah-yatim.org

UPDATE #1
30 Agustus 2018

Azizah, Dedikasikan Diri untuk Rumah Yatim Sembari Kuliah

 

Pengabdian menjadi penting bagi tiap alumni untuk mendedikasikan ilmu yang didapat untuk keperluan almamaternya. Hal itu pun dilakukan oleh Siti Nur Azizah, yang saat ini ditugaskan Rumah Yatim untuk mengurus anak-anak asuh Rumah Yatim Arcamanik Bandung. 

Sembari mengurus anak asuh, Azizah -sapaannya, adalah mahasiswa semester 5 di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) jurusan PG-PAUD. Menjadi mahasiswa sembari mendidik anak-anak menjadi tugasnya saat ini. Dia berusaha untuk menikmati semuanya dengan mengatur waktu antara kewajibannya sebagai mahasiswa dan kewajibannya sebagai Staf Pendidikan dan Kesehatan Rumah Yatim Arcamanik.  

“Alhamdulillah semuanya bisa di atur, karena ada anak-anak yang sudah cukup besar untuk dimandirikan jadi saya bisa mengaturnya agar semuanya berjalan dengan baik,” ujar gadis kelahiran Karangpawitan Garut ini.

Sebagai alumni Rumah Yatim yang juga merasakan posisi yang sama dengan anak-anak yakni menjadi anak asuh, Azizah berusaha sekuat tenaga memberikan yang terbaik untuk anak-anak. Dia pun bercerita Rumah Yatimlah yang menjadikannya manusia yang lebih baik, mendapatkan banyak ilmu dan mendapatkan banyak saudara. Dia pun ingin anak-anak yang dia didik menjadi manusia yang jauh lebih baik darinya. “Bersyukur dan senang sekali, disini Azizah mendapatkan banyak ilmu baru, saudara baru dan banyak yang Aziz ah dapatkan. Salah satunya fasilitas sandang, pangan, papan yang terpenuhi. Kalau tinggal di rumah belum tentu mendapatkan ini semua,” tuturnya. 

Dia menjadi anak asuh Rumah Yatim saat kelas 2 SMP. Azizah meninggalkan kampung halamannya, karena ia yang masih kecil itu harus kehilangan satu-satunya tumpuan. Ibunya, Mimin Minah, wanita kuat yang bekerja sebagai buruh tenaga kerja pabrik dodol dan mencari tambahan dengan berjualan daun pisang di pasar itu pergi meninggalkan Azizah untuk selamanya. Karena cita-cita azizah ingin bersekolah, dia pun memutuskan mendengarkan perkataan pamannya untuk tinggal di Rumah Yatim dan bersekolah di SMP IT BIU (Bina Insan Unggul). Setelah lulus dan menjadi salah satu lulusan terbaik, Azizah meneruskan SMA ke PGII Bandung.

Ia coba mengejar mimpinya selama ini yakni menjadi seorang Dosen Bahasa Arab. Tapi ternyata Allah tak menghendaki Azizah untuk mengejar mimpi itu, karena dia diterima di jurusan PG PAUD. 

“Allah Maha Tahu yang terbaik untuk hambanya,” kata Azizah.

Kini dia berusaha menjalankan amanah dari Rumah Yatim dengan menjadi salah satu Staf Pendidikan dan Kesehatan. Memberikan pendidikan kepada anak asuh, memperhatikan kesehatan dan kebersihan anak-anak dalam semua aspek. Ia harus memiliki waktu 24 jam kerja, di mana pun anak asuh membutuhkan bantuan, maka Azizah harus siap. 

Selain itu, tugas mengajar pun dia lakoni, setiap hari dia mengajar kediniyahan dan memberikan bimbingan belajar untuk anak-anak dengan berbagai metode pengajaran yang dia dapatkan di bangku kuliah. “Meski agak berbeda, karena metode yang saya pelajari untuk anak-anak PAUD dan di sini anak-anaknya sudah SD dan SMP, tapi Alhamdulillah bisa disesuaikan,” ungkapnya.

Menjadi mahasiswa keguruan, membuatnya berkeinginan untuk bisa mengajar sesuai ilmu yang dia miliki. “Saya ingin mengajar anak-anak TK seperti bidang ilmu yang saya pelajari,” harapnya kelak.

 

www.rumah-yatim.org

 

Tanggal Nominal
Hamba Allah
29 Agustus 2018
Rp 54.247
Hamba Allah
30 Agustus 2018
Rp 200.994
Hamba Allah
31 Agustus 2018
Rp 25.501
Hamba Allah
31 Agustus 2018
Rp 150.746
Hamba Allah
31 Agustus 2018
Rp 100.301
Hamba Allah
31 Agustus 2018
Rp 30.234
Hamba Allah
1 September 2018
Rp 50.231
Hamba Allah
3 September 2018
Rp 50.812
Hamba Allah
3 September 2018
Rp 1.107.119
Hamba Allah
4 September 2018
Rp 50.314
sumayyah thoyyibah
5 September 2018
Rp 50.798
Hamba Allah
5 September 2018
Rp 300.689
Hamba Allah
6 September 2018
Rp 1.000.595
Hamba Allah
6 September 2018
Rp 50.613
Hamba Allah
7 September 2018
Rp 300.761
Hamba Allah
9 September 2018
Rp 1.500.508
Hadi Yanuar Iswanto
15 September 2018
Rp 80.189
Hamba Allah
18 September 2018
Rp 50.367
Hamba Allah
18 September 2018
Rp 200.969
Hamba Allah
19 September 2018
Rp 250.803
Hamba Allah
20 September 2018
Rp 200.170
Hamba Allah
20 September 2018
Rp 500.875
Indah harahap
20 September 2018
Rp 500.777
Hamba Allah
20 September 2018
Rp 3.000.313
Kautsar Adi
22 September 2018
Rp 250.972
Hamba Allah
23 September 2018
Rp 900.826
Hamba Allah
24 September 2018
Rp 109.798
Hamba Allah
25 September 2018
Rp 100.159
Hamba Allah
27 September 2018
Rp 250.638
Rika Komala Rizki
27 September 2018
Rp 200.419
Hamba Allah
27 September 2018
Rp 201.063
Hamba Allah
27 September 2018
Rp 250.595
Hamba Allah
28 September 2018
Rp 68.135
Hamba Allah
28 September 2018
Rp 100.000
Hamba Allah
29 September 2018
Rp 100.498
Hamba Allah
1 Oktober 2018
Rp 100.641
Hamba Allah
1 Oktober 2018
Rp 100.349
Yudistira Yudadisastra
2 Oktober 2018
Rp 150.637
Hamba Allah
2 Oktober 2018
Rp 5.000.623
Syafitri Indah S
4 Oktober 2018
Rp 100.993
Hamba Allah
4 Oktober 2018
Rp 1.000.898
Hamba Allah
5 Oktober 2018
Rp 200.118
Hamba Allah
5 Oktober 2018
Rp 500.356
Hamba Allah
8 Oktober 2018
Rp 100.277
Abdul Majid
15 Oktober 2018
Rp 300.169
Hamba Allah
16 Oktober 2018
Rp 125.753
Hamba Allah
18 Oktober 2018
Rp 300.456
mushola Al-Muttaqin
18 Oktober 2018
Rp 1.000.567
Hamba Allah
19 Oktober 2018
Rp 100.499
Hamba Allah
26 Oktober 2018
Rp 200.606
Asep Hendra Hendriana
31 Oktober 2018
Rp 1.000.317
Hamba Allah
31 Oktober 2018
Rp 500.884
Hamba Allah
31 Oktober 2018
Rp 100.737
Hamba Allah
31 Oktober 2018
Rp 50.000
Hamba Allah
2 November 2018
Rp 500.838
Hamba Allah
2 November 2018
Rp 100.617
Hamba Allah
3 November 2018
Rp 200.715
Hamba Allah
4 November 2018
Rp 100.364
singgih dwi saputro
5 November 2018
Rp 90.120
Hamba Allah
5 November 2018
Rp 10.791
Hamba Allah
5 November 2018
Rp 500.158
Hamba Allah
6 November 2018
Rp 200.870
Hamba Allah
7 November 2018
Rp 30.759
Hamba Allah
8 November 2018
Rp 200.186
Hamba Allah
9 November 2018
Rp 20.151
Hamba Alloh
8 November 2018
Rp 200.186
Hamba Allah
9 November 2018
Rp 200.165
Hamba Allah
11 November 2018
Rp 1.000.597
Hamba Allah
12 November 2018
Rp 200.891
Hadi Purwanto
12 November 2018
Rp 40.998
Hamba Allah
13 November 2018
Rp 100.420
Hamba Allah
13 November 2018
Rp 150.165
Hamba Allah
14 November 2018
Rp 1.000.950
Hamba Allah
15 November 2018
Rp 100.975
Hamba Allah
17 November 2018
Rp 5.000.149
Hamba Allah
23 November 2018
Rp 1.009.901
Sony Christianto
23 November 2018
Rp 25.170
Hamba Allah
23 November 2018
Rp 200.307
Hamba Allah
23 November 2018
Rp 100.842
Hamba Allah
23 November 2018
Rp 250.567
Hamba Allah
24 November 2018
Rp 50.858
Muchamad Arifin
25 November 2018
Rp 50.685
Hamba Allah
25 November 2018
Rp 100.295
Mailendra Amurwabumi
26 November 2018
Rp 500.467
Hamba Allah
28 November 2018
Rp 100.726
Hamba Allah
29 November 2018
Rp 100.746
Hamba Allah
29 November 2018
Rp 1.250.939
Rini Dwijayanti
30 November 2018
Rp 10.516
Hamba Allah
30 November 2018
Rp 100.556
Juariah s
30 November 2018
Rp 50.591
Hamba Allah
30 November 2018
Rp 100.278
Aditya Oki Alarisi
30 November 2018
Rp 185.274
Hamba Allah
30 November 2018
Rp 100.149
sumayyah thoyyibah
1 Desember 2018
Rp 50.945
Hamba Allah
3 Desember 2018
Rp 1.000.142
Hamba Allah
3 Desember 2018
Rp 100.771
Hamba Allah
3 Desember 2018
Rp 250.827
Hamba Allah
6 Desember 2018
Rp 100.687
Hamba Allah
7 Desember 2018
Rp 165.463
Hadi Purwanto
9 Desember 2018
Rp 20.999
Hamba Allah
9 Desember 2018
Rp 150.521
Bobi Erno Rusadi
10 Desember 2018
Rp 500.508
Hamba Allah
10 Desember 2018
Rp 130.637
Hamba Allah
13 Desember 2018
Rp 100.184
Hamba Allah
13 Desember 2018
Rp 25.792
Hamba Allah
15 Desember 2018
Rp 25.510
Hamba Allah
15 Desember 2018
Rp 1.000.766
Hamba Allah
16 Desember 2018
Rp 100.773
Hamba Allah
16 Desember 2018
Rp 150.644
Hamba Allah
20 Desember 2018
Rp 10.914
Hamba Allah
21 Desember 2018
Rp 500.216
Hamba Allah
23 Desember 2018
Rp 300.283
sumayyah thoyyibah
29 Desember 2018
Rp 50.907
Fathiyah Desya Miranty
31 Desember 2018
Rp 500.987
singgih dwi saputro
1 Januari 2019
Rp 90.397
Hamba Allah
1 Januari 2019
Rp 100.513
Hadi Purwanto
1 Januari 2019
Rp 15.894
Hamba Allah
1 Januari 2019
Rp 1.000.998
Hamba Allah
1 Januari 2019
Rp 300.868
Hamba Allah
1 Januari 2019
Rp 1.000.676
Hamba Allah
2 Januari 2019
Rp 60.795
Aditya Oki Alarisi
2 Januari 2019
Rp 185.870
Hamba Allah
3 Januari 2019
Rp 200.306
Hamba Allah
5 Januari 2019
Rp 100.493
Hamba Allah
5 Januari 2019
Rp 50.727
Hamba Allah
15 Januari 2019
Rp 1.000.295
Hamba Allah
18 Januari 2019
Rp 1.000.296
Dicky Fadly Maulana
19 Januari 2019
Rp 100.510
Hamba Allah
20 Januari 2019
Rp 100.568
Hamba Allah
21 Januari 2019
Rp 100.879
Hamba Allah
25 Januari 2019
Rp 20.406
Bambang Lesmana
27 Januari 2019
Rp 500.569
Hamba Allah
28 Januari 2019
Rp 1.000.816
Hamba Allah
1 Februari 2019
Rp 100.324
Eka zulmita
1 Februari 2019
Rp 150.643
Hamba Allah
1 Februari 2019
Rp 500.171
Regi R.
2 Februari 2019
Rp 100.701
Hamba Allah
5 Februari 2019
Rp 50.655
Hadi Purwanto
6 Februari 2019
Rp 100.536
sumayyah thoyyibah
6 Februari 2019
Rp 50.414
Hamba Allah
9 Februari 2019
Rp 210.972
Hamba Allah
21 Februari 2019
Rp 410.189
Hadi Purwanto
22 Februari 2019
Rp 100.394
Hamba Allah
23 Februari 2019
Rp 500.762
Hamba Allah
24 Februari 2019
Rp 500.964
Hamba Allah
25 Februari 2019
Rp 100.865
Hamba Allah
27 Februari 2019
Rp 50.794
Hamba Allah
28 Februari 2019
Rp 500.541
Hamba Allah
1 Maret 2019
Rp 250.328
Hamba Allah
1 Maret 2019
Rp 20.809
Hamba Allah
1 Maret 2019
Rp 200.254
Untung
1 Maret 2019
Rp 30.361
Hamba Allah
2 Maret 2019
Rp 100.413
Hamba Allah
4 Maret 2019
Rp 100.344
IRSAN JAELANI
5 Maret 2019
Rp 100.446
Ali
11 Maret 2019
Rp 100.875
Hamba Allah
11 Maret 2019
Rp 100.419
Hamba Allah
12 Maret 2019
Rp 100.736
Hamba Allah
13 Maret 2019
Rp 100.538
Hamba Allah
20 Maret 2019
Rp 1.000.489

Total donatur : 160 orang