Detail Program

Pendidikan

Beasiswa Pendidikan 350 Yatim

Terkumpul
Rp 47.863.445
Target
Rp 2.147.483.647
PERIODE WAKTU:
366 hari

BERAKHIR PADA:
28 Agustus 2019
Penerima Manfaat:
350 orang

Lingkup wilayah:
nasional
UPDATE LAPORAN TERBARU
12 Desember 2018

Ayu Persembahkan Juara Lomba MTQ untuk Orangtuanya

Sudah 12 tahun ia ditinggal sang mendiang ayahnya. Hidup mandiri sejak sang ibu bekerja menjadi tenaga asing di negeri seberang. Saat ini, Rahayu (17), tinggal di Asrama Rumah Yatim Duren Sawit, Jalan Kolonel Sugiono No. 16A, Duren Sawit, Jakarta Timur.

Sehari-hari Ayu -sapaannya, rutin melakukan aktivitas layaknya anak seusianya. Bersekolah di SMA BPS&K Jakarta Timur, dan bercanda gurau dengan kerabatnya. Namun, yang berbeda, Ayu terus tekun dalam belajar ilmu keagamaan salah satunya hafalan dan bacaan Alquran.

Ayu belum lama ini meraih juara ketiga dalam perlombaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) yang diadakan di sekolahnya. Menurut Ayu, dirinya tidak ada persiapan untuk mengikuti perlombaan tersebut. Hal ini dikarenakan pihak sekolah mengadakan secara mendadak.

"Sebetulnya belum mempersiapkan apa-apa dan merupakan acara dadakan, terpilih menjadi peserta sehari sebelum lomba tersebut, namun Alhamdullilah karena mengaji sudah jadi kebiasaan sehari-hari," ungkap perempuan yang hobi membaca ini, Selasa (11/12).

Ia mengungkapkan, dirinya sangat senang bisa meraih juara MTQ tersebut. Namun, di sisi lain ia persembahkan juara tersebut untuk mendiang ayahnya dan ibunya yang sedang bekerja di luar negeri. Ia berharap, ke depannya bisa terus mengembangkan diri dalam kegiatan keagamaan lainnya.

Saat ini selain hobi membaca, Ayu juga bercita-cita ingin menjadi seorang ustadzah. Berbagi dan memberikan ilmu untuk kebermanfaat orang lain menjadi salah satu keinginan terbesar Ayu. Bahkan, setelah mendapatkan juara tiga di lomba MTQ ia semakin termotivasi.

"Semoga Ayu bisa membahagiakan mama yang sekarang kerja di luar, semoga Ayu sukses dan bisa membahagiaan mama dunia akhirat," ujarnya.

 

www.rumah-yatim.org


Deskripsi Program


Masih tergambar hangat dalam benak Muhammad Gilang Herdiansyah, saat itu ia masih duduk di bangku kelas 4 SD, ia mulai menginjakkan kaki di Rumah Yatim Cinere. Gilang berusia 10 tahun saat itu, ia berpikir Rumah Yatim hanya tempat bermain saja. Gilang tak menyangka bahwa saat itu langkah besarnya itu akan membuatnya jauh dari nenek tercintanya.

Sejak kecil ia dibesarkan oleh neneknya yang bekerja sebagai pedagang gorengan keliling. Yang tentunya hanya berpenghasilan seadanya. Gilang berbeda dengan anak kebanyakan, di saat teman-temannya bermain dan di manja oleh orangtua nya, dia harus banting tulang untuk membantu sang Nenek dalam mencari rejeki.

Sebelum berangkat dan setelah pulang sekolah, Gilang membantu Neneknya berjualan. Gilang harus berjualan keliling kampung. Hasil dari jualannya biasa ia gunakan untuk membeli perlengkapan sekolah dan membantu Neneknya membayar keperluan sekolah lainnya.

Tapi kini Gilang tak harus melakukan itu lagi, karena sudah menjadi haknya anak Indonesia mendapatkan pendidikan yang layak. Perlahan tapi pasti Rumah Yatim yakni kepala asrama mengajarkan semua hal, mulai dari menulis, membaca hingga belajar Al Qur’an menjadi kegiatan rutin di luar pendidikan formal di sekolahnya.

Rumah Yatim hadir membantu agar Gilang dan anak asuh Rumah Yatim lainnya mendapatkan pendidikan yang layak. Rumah Yatim bertekad untuk mendukung Gilang dan ratusan anak asuh lainnya dalam mendapatkan pendidikan yang layak. Masa depan bangsa dan negara berada di tangan mereka. Maka mari bersama dukung dan bantu Gilang dan ratusan anak asuh lainnya yang ceritanya tak jauh berbeda agar mereka menjadi anak yang berprestasi dan berkarakter.

Mari berbagi masa depan untuk generasi bangsa yang lebih baik.

UPDATE #2
12 Desember 2018

Ayu Persembahkan Juara Lomba MTQ untuk Orangtuanya

Sudah 12 tahun ia ditinggal sang mendiang ayahnya. Hidup mandiri sejak sang ibu bekerja menjadi tenaga asing di negeri seberang. Saat ini, Rahayu (17), tinggal di Asrama Rumah Yatim Duren Sawit, Jalan Kolonel Sugiono No. 16A, Duren Sawit, Jakarta Timur.

Sehari-hari Ayu -sapaannya, rutin melakukan aktivitas layaknya anak seusianya. Bersekolah di SMA BPS&K Jakarta Timur, dan bercanda gurau dengan kerabatnya. Namun, yang berbeda, Ayu terus tekun dalam belajar ilmu keagamaan salah satunya hafalan dan bacaan Alquran.

Ayu belum lama ini meraih juara ketiga dalam perlombaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) yang diadakan di sekolahnya. Menurut Ayu, dirinya tidak ada persiapan untuk mengikuti perlombaan tersebut. Hal ini dikarenakan pihak sekolah mengadakan secara mendadak.

"Sebetulnya belum mempersiapkan apa-apa dan merupakan acara dadakan, terpilih menjadi peserta sehari sebelum lomba tersebut, namun Alhamdullilah karena mengaji sudah jadi kebiasaan sehari-hari," ungkap perempuan yang hobi membaca ini, Selasa (11/12).

Ia mengungkapkan, dirinya sangat senang bisa meraih juara MTQ tersebut. Namun, di sisi lain ia persembahkan juara tersebut untuk mendiang ayahnya dan ibunya yang sedang bekerja di luar negeri. Ia berharap, ke depannya bisa terus mengembangkan diri dalam kegiatan keagamaan lainnya.

Saat ini selain hobi membaca, Ayu juga bercita-cita ingin menjadi seorang ustadzah. Berbagi dan memberikan ilmu untuk kebermanfaat orang lain menjadi salah satu keinginan terbesar Ayu. Bahkan, setelah mendapatkan juara tiga di lomba MTQ ia semakin termotivasi.

"Semoga Ayu bisa membahagiakan mama yang sekarang kerja di luar, semoga Ayu sukses dan bisa membahagiaan mama dunia akhirat," ujarnya.

 

www.rumah-yatim.org

UPDATE #1
30 Agustus 2018

Azizah, Dedikasikan Diri untuk Rumah Yatim Sembari Kuliah

 

Pengabdian menjadi penting bagi tiap alumni untuk mendedikasikan ilmu yang didapat untuk keperluan almamaternya. Hal itu pun dilakukan oleh Siti Nur Azizah, yang saat ini ditugaskan Rumah Yatim untuk mengurus anak-anak asuh Rumah Yatim Arcamanik Bandung. 

Sembari mengurus anak asuh, Azizah -sapaannya, adalah mahasiswa semester 5 di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) jurusan PG-PAUD. Menjadi mahasiswa sembari mendidik anak-anak menjadi tugasnya saat ini. Dia berusaha untuk menikmati semuanya dengan mengatur waktu antara kewajibannya sebagai mahasiswa dan kewajibannya sebagai Staf Pendidikan dan Kesehatan Rumah Yatim Arcamanik.  

“Alhamdulillah semuanya bisa di atur, karena ada anak-anak yang sudah cukup besar untuk dimandirikan jadi saya bisa mengaturnya agar semuanya berjalan dengan baik,” ujar gadis kelahiran Karangpawitan Garut ini.

Sebagai alumni Rumah Yatim yang juga merasakan posisi yang sama dengan anak-anak yakni menjadi anak asuh, Azizah berusaha sekuat tenaga memberikan yang terbaik untuk anak-anak. Dia pun bercerita Rumah Yatimlah yang menjadikannya manusia yang lebih baik, mendapatkan banyak ilmu dan mendapatkan banyak saudara. Dia pun ingin anak-anak yang dia didik menjadi manusia yang jauh lebih baik darinya. “Bersyukur dan senang sekali, disini Azizah mendapatkan banyak ilmu baru, saudara baru dan banyak yang Aziz ah dapatkan. Salah satunya fasilitas sandang, pangan, papan yang terpenuhi. Kalau tinggal di rumah belum tentu mendapatkan ini semua,” tuturnya. 

Dia menjadi anak asuh Rumah Yatim saat kelas 2 SMP. Azizah meninggalkan kampung halamannya, karena ia yang masih kecil itu harus kehilangan satu-satunya tumpuan. Ibunya, Mimin Minah, wanita kuat yang bekerja sebagai buruh tenaga kerja pabrik dodol dan mencari tambahan dengan berjualan daun pisang di pasar itu pergi meninggalkan Azizah untuk selamanya. Karena cita-cita azizah ingin bersekolah, dia pun memutuskan mendengarkan perkataan pamannya untuk tinggal di Rumah Yatim dan bersekolah di SMP IT BIU (Bina Insan Unggul). Setelah lulus dan menjadi salah satu lulusan terbaik, Azizah meneruskan SMA ke PGII Bandung.

Ia coba mengejar mimpinya selama ini yakni menjadi seorang Dosen Bahasa Arab. Tapi ternyata Allah tak menghendaki Azizah untuk mengejar mimpi itu, karena dia diterima di jurusan PG PAUD. 

“Allah Maha Tahu yang terbaik untuk hambanya,” kata Azizah.

Kini dia berusaha menjalankan amanah dari Rumah Yatim dengan menjadi salah satu Staf Pendidikan dan Kesehatan. Memberikan pendidikan kepada anak asuh, memperhatikan kesehatan dan kebersihan anak-anak dalam semua aspek. Ia harus memiliki waktu 24 jam kerja, di mana pun anak asuh membutuhkan bantuan, maka Azizah harus siap. 

Selain itu, tugas mengajar pun dia lakoni, setiap hari dia mengajar kediniyahan dan memberikan bimbingan belajar untuk anak-anak dengan berbagai metode pengajaran yang dia dapatkan di bangku kuliah. “Meski agak berbeda, karena metode yang saya pelajari untuk anak-anak PAUD dan di sini anak-anaknya sudah SD dan SMP, tapi Alhamdulillah bisa disesuaikan,” ungkapnya.

Menjadi mahasiswa keguruan, membuatnya berkeinginan untuk bisa mengajar sesuai ilmu yang dia miliki. “Saya ingin mengajar anak-anak TK seperti bidang ilmu yang saya pelajari,” harapnya kelak.

 

www.rumah-yatim.org

 

Tanggal Nominal
Hamba Allah
29 Agustus 2018
Rp 54.247
Hamba Allah
30 Agustus 2018
Rp 200.994
Hamba Allah
31 Agustus 2018
Rp 25.501
Hamba Allah
31 Agustus 2018
Rp 150.746
Hamba Allah
31 Agustus 2018
Rp 100.301
Hamba Allah
31 Agustus 2018
Rp 30.234
Hamba Allah
1 September 2018
Rp 50.231
Hamba Allah
3 September 2018
Rp 50.812
Hamba Allah
3 September 2018
Rp 1.107.119
Hamba Allah
4 September 2018
Rp 50.314
sumayyah thoyyibah
5 September 2018
Rp 50.798
Hamba Allah
5 September 2018
Rp 300.689
Hamba Allah
6 September 2018
Rp 1.000.595
Hamba Allah
6 September 2018
Rp 50.613
Hamba Allah
7 September 2018
Rp 300.761
Hamba Allah
9 September 2018
Rp 1.500.508
Hadi Yanuar Iswanto
15 September 2018
Rp 80.189
Hamba Allah
18 September 2018
Rp 50.367
Hamba Allah
18 September 2018
Rp 200.969
Hamba Allah
19 September 2018
Rp 250.803
Hamba Allah
20 September 2018
Rp 200.170
Hamba Allah
20 September 2018
Rp 500.875
Indah harahap
20 September 2018
Rp 500.777
Hamba Allah
20 September 2018
Rp 3.000.313
Kautsar Adi
22 September 2018
Rp 250.972
Hamba Allah
23 September 2018
Rp 900.826
Hamba Allah
24 September 2018
Rp 109.798
Hamba Allah
25 September 2018
Rp 100.159
Hamba Allah
27 September 2018
Rp 250.638
Rika Komala Rizki
27 September 2018
Rp 200.419
Hamba Allah
27 September 2018
Rp 201.063
Hamba Allah
27 September 2018
Rp 250.595
Hamba Allah
28 September 2018
Rp 68.135
Hamba Allah
28 September 2018
Rp 100.000
Hamba Allah
29 September 2018
Rp 100.498
Hamba Allah
1 Oktober 2018
Rp 100.641
Hamba Allah
1 Oktober 2018
Rp 100.349
Yudistira Yudadisastra
2 Oktober 2018
Rp 150.637
Hamba Allah
2 Oktober 2018
Rp 5.000.623
Syafitri Indah S
4 Oktober 2018
Rp 100.993
Hamba Allah
4 Oktober 2018
Rp 1.000.898
Hamba Allah
5 Oktober 2018
Rp 200.118
Hamba Allah
5 Oktober 2018
Rp 500.356
Hamba Allah
8 Oktober 2018
Rp 100.277
Abdul Majid
15 Oktober 2018
Rp 300.169
Hamba Allah
16 Oktober 2018
Rp 125.753
Hamba Allah
18 Oktober 2018
Rp 300.456
mushola Al-Muttaqin
18 Oktober 2018
Rp 1.000.567
Hamba Allah
19 Oktober 2018
Rp 100.499
Hamba Allah
26 Oktober 2018
Rp 200.606
Asep Hendra Hendriana
31 Oktober 2018
Rp 1.000.317
Hamba Allah
31 Oktober 2018
Rp 500.884
Hamba Allah
31 Oktober 2018
Rp 100.737
Hamba Allah
31 Oktober 2018
Rp 50.000
Hamba Allah
2 November 2018
Rp 500.838
Hamba Allah
2 November 2018
Rp 100.617
Hamba Allah
3 November 2018
Rp 200.715
Hamba Allah
4 November 2018
Rp 100.364
singgih dwi saputro
5 November 2018
Rp 90.120
Hamba Allah
5 November 2018
Rp 10.791
Hamba Allah
5 November 2018
Rp 500.158
Hamba Allah
6 November 2018
Rp 200.870
Hamba Allah
7 November 2018
Rp 30.759
Hamba Allah
8 November 2018
Rp 200.186
Hamba Allah
9 November 2018
Rp 20.151
Hamba Alloh
8 November 2018
Rp 200.186
Hamba Allah
9 November 2018
Rp 200.165
Hamba Allah
11 November 2018
Rp 1.000.597
Hamba Allah
12 November 2018
Rp 200.891
Hadi Purwanto
12 November 2018
Rp 40.998
Hamba Allah
13 November 2018
Rp 100.420
Hamba Allah
13 November 2018
Rp 150.165
Hamba Allah
14 November 2018
Rp 1.000.950
Hamba Allah
15 November 2018
Rp 100.975
Hamba Allah
17 November 2018
Rp 5.000.149
Hamba Allah
23 November 2018
Rp 1.009.901
Sony Christianto
23 November 2018
Rp 25.170
Hamba Allah
23 November 2018
Rp 200.307
Hamba Allah
23 November 2018
Rp 100.842
Hamba Allah
23 November 2018
Rp 250.567
Hamba Allah
24 November 2018
Rp 50.858
Muchamad Arifin
25 November 2018
Rp 50.685
Hamba Allah
25 November 2018
Rp 100.295
Mailendra Amurwabumi
26 November 2018
Rp 500.467
Hamba Allah
28 November 2018
Rp 100.726
Hamba Allah
29 November 2018
Rp 100.746
Hamba Allah
29 November 2018
Rp 1.250.939
Rini Dwijayanti
30 November 2018
Rp 10.516
Hamba Allah
30 November 2018
Rp 100.556
Juariah s
30 November 2018
Rp 50.591
Hamba Allah
30 November 2018
Rp 100.278
Aditya Oki Alarisi
30 November 2018
Rp 185.274
Hamba Allah
30 November 2018
Rp 100.149
sumayyah thoyyibah
1 Desember 2018
Rp 50.945
Hamba Allah
3 Desember 2018
Rp 1.000.142
Hamba Allah
3 Desember 2018
Rp 100.771
Hamba Allah
3 Desember 2018
Rp 250.827
Hamba Allah
6 Desember 2018
Rp 100.687
Hamba Allah
7 Desember 2018
Rp 165.463
Hadi Purwanto
9 Desember 2018
Rp 20.999
Hamba Allah
9 Desember 2018
Rp 150.521
Bobi Erno Rusadi
10 Desember 2018
Rp 500.508
Hamba Allah
10 Desember 2018
Rp 130.637
Hamba Allah
13 Desember 2018
Rp 100.184
Hamba Allah
13 Desember 2018
Rp 25.792
Hamba Allah
15 Desember 2018
Rp 25.510
Hamba Allah
15 Desember 2018
Rp 1.000.766
Hamba Allah
16 Desember 2018
Rp 100.773
Hamba Allah
16 Desember 2018
Rp 150.644
Hamba Allah
20 Desember 2018
Rp 10.914
Hamba Allah
21 Desember 2018
Rp 500.216
Hamba Allah
23 Desember 2018
Rp 300.283
sumayyah thoyyibah
29 Desember 2018
Rp 50.907
Fathiyah Desya Miranty
31 Desember 2018
Rp 500.987
singgih dwi saputro
1 Januari 2019
Rp 90.397
Hamba Allah
1 Januari 2019
Rp 100.513
Hadi Purwanto
1 Januari 2019
Rp 15.894
Hamba Allah
1 Januari 2019
Rp 1.000.998
Hamba Allah
1 Januari 2019
Rp 300.868
Hamba Allah
1 Januari 2019
Rp 1.000.676
Hamba Allah
2 Januari 2019
Rp 60.795
Aditya Oki Alarisi
2 Januari 2019
Rp 185.870
Hamba Allah
3 Januari 2019
Rp 200.306
Hamba Allah
5 Januari 2019
Rp 100.493
Hamba Allah
5 Januari 2019
Rp 50.727
Hamba Allah
15 Januari 2019
Rp 1.000.295
Hamba Allah
18 Januari 2019
Rp 1.000.296

Total donatur : 127 orang