Detail Program

Kemanusiaan

Indonesia Darurat Asap

Terkumpul
Rp 3.541.161
Target
Rp 563.355.000
BERAKHIR PADA:
31 Desember 2019
Penerima Manfaat:
5.000 orang

Lingkup wilayah:
nasional
UPDATE LAPORAN TERBARU
8 Oktober 2019

Rumah Yatim Medan Distribusikan Bantuan Bagi Korban
Bencana Kebakaran

Sebanyak 43 unit rumah warga di Jalan S. Parman, Gang Pasir, Kota Medan, habis dilahap si jago merah, sejak Rabu (2/10) lalu, pukul 20.00 WIB. Diduga penyebab kebakaran berasal dari konsleting listrik dari salah satu rumah, kemudian merambat ke rumah yang lain. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Namun kerugian yang cukup besar sangat dirasakan oleh para korban kebakaran.

Atas kondisi itu, Minggu (6/10) lalu, Rumah Yatim Cabang Medan mendistribusikan sejumlah bantuan pangan dan logistik kepada korban bencana kebakaran. Relawan Rumah Yatim Medan, Ibnu menuturkan, bantuan tersebut diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan korban yang saat ini kehilangan harta bendanya karena telah habis.

Dari pantauan tim relawan Rumah Yatim di lapangan, kondisi korban kebakaran saat ini telah ditampung di posko terdekat yang disediakan oleh Kodam TNI. Berdasarkan data yang dihimpun di lapangan, sebanyak 65 kepala keluarga, dengan 385 jiwa yang terkena dampak kebakaran. Oleh karena itu, adanya bantuan ini juga sebagai bentuk aksi kemanusiaan terhadap sesama yang membutuhkan pertolongan.

Adapun bantuan yang diberikan, kata dia, berupa sembako, pakaian layak pakai, dan kebutuhan bayi. Ia berharap, dampak musibah tersebut bisa segera berlalu dan warga terdampak bisa kembali bangkit dan semangat menata hidupnya kembali.


Deskripsi Program


Indonesia disebut-sebut sebagai salah satu paru-paru dunia, tetapi sejak Juli lalu justru diserang asap tebal yang mengganggu pernapasan hingga saat ini. Bahkan beberapa daerah di Indonesia sudah pada status berbahaya untuk Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU)-nya.

Kita sebut salah satunya adalah Pekanbaru, Riau. Langit biru menjadi pemandangan yang dirindukan di Riau. Sudah sejak Agustus langit di provinsi bersemboyan “Bumi Bertuah Negeri Beradat” itu, menjadi kelabu bercampur kuning. Sebabnya dicemari rutinitas tahunan: kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Bagaimana imbasnya terhadap warga? Hidung tersumbat, pusing, mata perih, kan? Nah itu lah yang warga Riau alami setiap hari. Polusi udara itu berdampak lebih buruk terhadap bayi. Akibatnya, anak kecil dan balita banyak yang menderita infeksi saluran pernapasan atas (ISPA). Warga yang terkena paparan kabut asap mengalami batuk, sesak nafas, pusing, demam hingga muntah-muntah.

Pun tak jauh berbeda dengan keadaan di Kalimantan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan jarak pandang di Kota Palangka Raya terbatas karena masih tebalnya kabut asap yang menyelimuti "Kota Cantik" itu.

Hal ini tentunya menjadi perhatian penting kita khususnya untuk saudara kita disana yang mana bisa dibayangkan kondisi yang harus mereka jalani setiap harinya. Pastinya dengan tebalnya asap yang menyelimuti rumah-rumah mereka mengakibatkan banyak terhambatnya aktifitas dan bahkan untuk bernafas saja sulit.

Bantuan yang akan diberikan berupa pemberian masker dan juga tabung oksigen untuk membantu mereka dalam pemenuhan oksigennya. Melalui campaign ini sedikitnya kami menargetkan 5000 warga di Riau dan Kalimantan.

Mari bantu mereka dengan cara :

  1. Klik tombol "DONASI SEKARANG"
  2. Isi nominal donasi yang ingin diberikan
  3. Pilih metode pembayaran
  4. Transfer ke nomor rekening yang muncul dan bantu sebarkan melalui sosial media anda

Disclaimer:

Campaign ini merupakan bagian dari program Kemanusiaan Rumah Yatim dan untuk penghimpunan akan di salurkan untuk membantu kebangkitan daerah-daerah di Indonesia yang terdampak bencana.

 

Informasi lebih lengkap dapat menghubungi : Yusica – 0822 9519 2142

UPDATE #8
8 Oktober 2019

Rumah Yatim Medan Distribusikan Bantuan Bagi Korban
Bencana Kebakaran

Sebanyak 43 unit rumah warga di Jalan S. Parman, Gang Pasir, Kota Medan, habis dilahap si jago merah, sejak Rabu (2/10) lalu, pukul 20.00 WIB. Diduga penyebab kebakaran berasal dari konsleting listrik dari salah satu rumah, kemudian merambat ke rumah yang lain. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Namun kerugian yang cukup besar sangat dirasakan oleh para korban kebakaran.

Atas kondisi itu, Minggu (6/10) lalu, Rumah Yatim Cabang Medan mendistribusikan sejumlah bantuan pangan dan logistik kepada korban bencana kebakaran. Relawan Rumah Yatim Medan, Ibnu menuturkan, bantuan tersebut diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan korban yang saat ini kehilangan harta bendanya karena telah habis.

Dari pantauan tim relawan Rumah Yatim di lapangan, kondisi korban kebakaran saat ini telah ditampung di posko terdekat yang disediakan oleh Kodam TNI. Berdasarkan data yang dihimpun di lapangan, sebanyak 65 kepala keluarga, dengan 385 jiwa yang terkena dampak kebakaran. Oleh karena itu, adanya bantuan ini juga sebagai bentuk aksi kemanusiaan terhadap sesama yang membutuhkan pertolongan.

Adapun bantuan yang diberikan, kata dia, berupa sembako, pakaian layak pakai, dan kebutuhan bayi. Ia berharap, dampak musibah tersebut bisa segera berlalu dan warga terdampak bisa kembali bangkit dan semangat menata hidupnya kembali.

UPDATE #7
7 Oktober 2019

Rumah Yatim Dirikan Posko Kesehatan Gratis Bagi Korban
Kebakaran Hutan

Rumah Yatim Cabang Riau membuka Posko Sehat Bersama sejak tanggal 15 September 2019 dan berakhir hingga 30 September 2019. Posko tersebut merupakan salah satu upaya yang dilakukan oleh Rumah Yatim dalam memberikan pelayanan dan bantuan bagi masyarakat yang terkena dampak Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Posko sehat bersama di Jalan Durian No.13 Labuh Baru Tim, Payun Sekaki, Riau ini memberikan pelayanan kesehatan. Di antaranya, pemeriksaan gula darah, cek kolestrol, cek asam urat, cek tensi darah, cek uap batuk, dan lainnya. Selain itu, posko ini memberikan bantuan seperti masker, obat-obatan, vitamin, dan alat uap. Semua pelayanan tersebut diberikan secara gratis bagi masyarakat yang terkena dampak karhutla, khususnya bagi kaum dhuafa.

"Kita melayani secara gratis, dengan satu orang dokter yang merupakan anak asuh Rumah Yatim. Semuanya bisa berobat di sini, namun kita khususkan untuk dhuafa," ungkap Kepala Asrama Rumah Yatim, Rista. Menurutnya, sejak dibukanya posko banyak masyarakat yang mengeluh sakit dada, sesak napas, hingga batuk pilek. Hal ini dikarenakan kabut asap yang menyelimuti desa tersebut.

Ia berharap, dengan berdirinya posko kesehatan, masyarakat bisa merasakan manfaat hadirnya Laznas Rumah Yatim. "Semoga Laznas Rumah Yatim bisa terasa manfaatnya oleh masyarakat dengan memberikan pengobatan atau pemeriksaan secara gratis," harapnya.

UPDATE #6
3 Oktober 2019

2000 Masker Disalurkan Rumah Yatim di Desa Simpang Empat Panam

Kebakaran hutan yang terjadi di Riau beberapa minggu lalu, masih memberikan dampak yang cukup merugikan masyarakat. Salah satunya di Simpang Empat Panam, Kecamatan Tampan, Kabupaten Kampar, Riau. Asap yang berasal dari Karhutla cukup tebal menyelimuti desa tersebut.

"Kebakaran hutan dan lahan memberikan dampak yang besar pada masyarakat. Salah satunya jarak pandang yang terbatas dan udara yang tidak sehat," papar relawan Rumah Yatim Cabang Riau, Firdha.

Sebanyak 2000 masker diberikan kepada masyarakat yang terkena dampak Karhutla pada Minggu (22/9) lalu. "Pembagian masker diberikan kepada pengendara motor, pejalan kaki, dan doo to door ke rumah-rumah warga," jelasnya.

Menurutnya, kini kondisi udara di desa tersebut sudah mulai membaik. Sehingga jarak pandang sudah kembali normal meskipun udara belum sepenuhnya jernih.

Adanya bantuan tersebut, masyarakat di sana sangat berterima kasih kepada para donatur, relawan, serta Rumah Yatim. "Alhamdulilah mereka sangat merespon dengan baik dan antusias. Tampak kebahagiaan di wajah mereka," imbuhnya.

UPDATE #5
2 Oktober 2019

Rumah Yatim Salurkan 2000 Masker di Desa Merbau Riau

Sabtu (27/9) kemarin, tim Rumah Yatim Cabang Riau kembali menyambangi masyarakat yang terkena dampak dari Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) pada bulan Agustus lalu. Tepatnya di Desa Merbau, Kecamatan Bunut, Kabupaten Pelalawan, Riau.

Desa tersebut merupakan salah satu desa terparah yang terkena dampak dari Karhutla, sebab jarak pandang hanya sekitar 10 meter. "Desa tersebut merupakan salah satu desa yang terparah, dan desa itu yang kemarin di kunjungi oleh bapak Presiden," papar relawan Rumah Yatim Cabang Riau, Firdha.

Sebanyak 2000 masker dan 35 paket sembako disalurkan kepada masyarakat yang terkena dampak dari Karhutla. "Alhamdulilah mereka sangat merespon dengan baik dan antusias. Tampak kebahagiaan di wajah mereka," jelasnya.

Ia menambahkan, kondisi di desa tersebut kini udara sudah mulai membaik. Sehingga jarak pandang mulai kembali normal, meskipun udara belum sepenuhnya jernih. Ia berharap, kebakaran hutan tidak terulang lagi di desa tersebut, khususnya di Riau dan sekitarnya.

UPDATE #4
28 September 2019

Ratusan Siswa Ponpes Raudhatul Jannah Terima Bantuan
Oksigen dan Masker

Bantuan oksigen portable dan masker disalurkan kepada ratusan siswa di Pondok Pesantren Raudhatul Jannah, di Jalan Surung No. 01 Kelurahan Sabaru, Kecamatan Sabangau, Kota Palangkaraya, Jumat (27/9) kemarin. Bantuan ini disambut antusias baik oleh para siswa maupun pihak sekolah setempat.

Menurut pemaparan relawan Rumah Yatim, Deni Rustandi beberapa waktu sebelumnya, pembagian oksigen portable tersebut merupakan kegiatan lanjutan di Palangkaraya. Sasarannya ialah anak-anak yang rentan akan kondisi kesehatan akibat bencana asap di daerah tersebut.

"Alhamdulillah kami sudah menyalurkan bantuan oksigen portable dan masker di Pondok Pesantren Raudhatul Jannah," tutur Deni.

Ia juga mengatakan, kondisi lingkungan masih cukup memprihatinkan hingga dilaksanakannya pembagian masker dan oksigen tersebut. Kabut asap sisa kebakaran yang berada di sejumlah titik masih cukup terasa dan mengganngu pernapasan.

Apalagi, kata dia, sempat mengganggu aktivitas masyarakat dan kegiatan sekolah anak-anak sekitar. Bantuan oksigen portable dan masker ini diharapkan bisa menunjang kebutuhan kesehatan anak supaya bisa terus bersekolah dan beraktivitas seperti biasanya.

UPDATE #3
26 September 2019

Korban Bencana Asap Kalimantan Tengah Perlu Bantuan Kesehatan

244cf47c-bc53-4a7a-a38d-f10f43aa5346.jpg

Tim relawan Rumah Yatim telah sampai di Pusdalpos BPBD Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah sejak Selasa (24/9) kemarin. Kedatangan Rumah Yatim untuk melakukan survei realisasi bantuan bagi korban asap yang ada di Kalimantan Tengah khususnya.

Menurut pemaparan relawan Rumah Yatim Kalimantan, Ricky Setiawan, kondisi kesehatan dan asupan gizi bagi anak cukup krisis sejak bencana asap terjadi. Khususnya pula, kata dia, bagi masyarakat kurang mampu saat ini kebutuhan kesehatan paling utama untuk menjaga diri dari dampak asap.

4ba982cf-d407-44b1-b520-05d955878034.jpg

"Secara singkat memang yang dibutuhkan masyarakat adalah asupan gizi atau lebih ke kesehatan," paparnya.

Ia mengungkapkan, di beberapa titik asap masih menyala. Hal itu membuat asap yang ada di sejumlah daerah masih tetap ada. Walau demikian, sisa padamnya api pula masih menyisakan kabut asap yang cukup tebal, sehingga mengganggu kesehatan masyarakat.

70e904b5-df34-4b43-926c-cb48e9392a60.jpg

"Karena di tanah gambut ini ketika sudah padam, untuk asap akan terus mengepul," ungkapnya.

Rencananya, Rumah Yatim akan memberikan sejumlah bantuan melihat kondisi dan situasi yang ada. Namun, untuk jangka waktu terdekat ini bantuan oksigen portable akan disalurkan kepada korban bencana asap di sejumlah lokasi.

UPDATE #2
26 September 2019

Terkena Kabut Asap, Rumah Yatim Bagikan 500 Masker di Medan

3dc9b4be-e581-47a0-a1bc-3bdfdbec83ce.jpg

Pekatnya kabut asap yang menyelimuti Provinsi Riau menyebar hingga ke Provinsi Sumatera Utara. Hingga Senin (23/9) kabut asap masih menyelimuti Kota Medan dan sekitarnya. Atas kondisi tersebut, tim Rumah Yatim Cabang Medan bersama Sahabat Alam Sumatera Utara membagikan 500 masker kepada masyarakat Kota Medan, di perlintasan Lampu Merah, Jalan Katamso, Kota Medan.

Kepala Cabang Rumah Yatim Medan, Dasep menuturkan, pemberian masker ini agar masyarakat Medan tidak menghirup udara segar. Karena saat ini udara di Provinsi Sumatera Utara tengah tidak sehat dan dalam status berbahaya. Hal itu karena dampak dari besarnya kabut asap di Provinsi Riau yang menyebar.

f7711f05-5530-4bca-8132-f3376736b5cc.jpg

“Sejak Minggu (22/9) kabut asap pekat mulai menyelimuti Kota Medan. Kita melakukan pembagian masker supaya warga tidak menghirup udara yang tidak sehat, karena dikhawatirkan akan ada penyakit pernapasan,” ungkapnya.

Selain itu, kata dia, tim relawan bersama sahabat alam Sumatera Utara juga turut memberikan himbauan kepada masyarakat agar tetap menjaga kondisi tubuh dan tetap sehat. Serta apabila bepergian harus selalu menggunakan masker, karena dikhawatirkan akan terkena penyakit pernapasan seperti ISPA dan lainnya.

0759d522-0451-43e4-9d10-353997645a15.jpg

Dasep berharap, bencana kabut asap yang pekat ini bisa segera hilang dan cepat ditangani oleh pemerintah. Karena dikhawatirkan semakin banyak korban yang menghirup udara tidak sehat itu.

UPDATE #1
24 September 2019

Rumah Yatim Akan Salurkan Bantuan untuk Korban Asap
Kalimantan Tengah

Rumah Yatim telah melakukan persiapan untuk memberikan bantuan oksigen portebel dan masker kepada korban bencana asap di sejumlah kota di Kalimantan Tengah. Persiapan ini dibarengi dengan tahap assessment yang dilakukan Forum Zakat (Foz).

Menurut pemaparan relawan Rumah Yatim, Ricky Setiawan, sejumlah persiapan telah dilakukan Rumah Yatim untuk ke lokasi bencana khususnya menyalurkan bantuan. Dua lokasi yang menjadi target bantuan rencananya ialah Kota Waringin Barat dan Kapuas. Dua kota tersebut, kata dia, diindikasi masih krisis dan asap masih cukup tebal serta mengganggu pernapasan warga sekitar.

"Untuk keadaan keseluruhan memang masih banyak yang terdampak asap tersebut, sejumlah daerah juga masih terdampak asap dari pagi hingga malam," papar Ricky.

Kedatangan Ricky pula bersama dengan relawan Rumah Yatim lainnya Deni Rustandi. Rencananya, Rumah Yatim di Kalimantan Tengah ini akan segera merealisasikan bantuan setelah intruksi yang diberikan oleh Foz.

"Program yang akan kita gulirkan mungkin kami (Foz) lebih ke yang sifatnya terdampak, karena untuk penanggulangan di sini lebih ke pemerintah setempat yang bertanggung jawab," tuturnya.

Tanggal Nominal
Hamba Allah
18 September 2019
Rp 50.682
Hamba Allah
19 September 2019
Rp 20.341
Hamba Allah
20 September 2019
Rp 100.985
ANINDYADEVI NURLELLA
20 September 2019
Rp 50.000
Hamba Allah
24 September 2019
Rp 100.737
Hamba Allah
25 September 2019
Rp 50.357
Hamba Allah
26 September 2019
Rp 10.232
Bastian Riffanie
26 September 2019
Rp 50.458
Hamba Allah
26 September 2019
Rp 100.637
Yayuk
26 September 2019
Rp 50.137
Hamba Allah
26 September 2019
Rp 100.657
HAMBA ALLAH
25 September 2019
Rp 100.022
Hamba Allah
26 September 2019
Rp 100.664
Hamba Allah
26 September 2019
Rp 100.389
HR Dewi
26 September 2019
Rp 100.850
Hamba Allah
27 September 2019
Rp 20.263
Hamba Allah
28 September 2019
Rp 100.603
Hamba Allah
28 September 2019
Rp 50.695
Hamba Allah
28 September 2019
Rp 100.927
DIWI NURHADIATI
27 September 2019
Rp 50.022
Hamba Allah
27 September 2019
Rp 100.022
Hamba Allah
29 September 2019
Rp 200.798
Hamba Allah
28 September 2019
Rp 300.022
Hamba Allah
30 September 2019
Rp 100.236
Hamba Allah
2 Oktober 2019
Rp 100.938
Hamba Allah
2 Oktober 2019
Rp 150.312
Ina Maryana
6 Oktober 2019
Rp 50.552
DIMAS RAKA SATRIA
5 Oktober 2019
Rp 10.000
Hamba Allah
8 Oktober 2019
Rp 50.147
Hamba Allah
11 Oktober 2019
Rp 10.963
Hamba Allah
17 Oktober 2019
Rp 50.144
Titok
18 Oktober 2019
Rp 75.176
Hamba Allah
25 Oktober 2019
Rp 100.326
Hamba Allah
26 Oktober 2019
Rp 50.373
Hamba Allah
27 Oktober 2019
Rp 14.704
Hamba Allah
3 November 2019
Rp 100.023
Hamba Allah
13 November 2019
Rp 26.138
Hamba Allah
18 November 2019
Rp 500.376
singgih dwi saputro
27 November 2019
Rp 90.126
Hamba Allah
3 Desember 2019
Rp 50.127

Total donatur : 40 orang