Detail Program

Kemanusiaan

Lombok Berduka - Bersama Kita Ringankan Duka Mereka

Terkumpul
Rp 32.190.935
Target
Rp 100.000.000
PERIODE WAKTU:
179 hari

BERAKHIR PADA:
31 Januari 2019
Penerima Manfaat:
10.062 orang

Lingkup wilayah:
Lombok, NTB
UPDATE LAPORAN TERBARU
21 November 2018

Bantuan Kembali Disalurkan Rumah Yatim di Wilayah Terdampak Gempa

Meskipun sudah kembali beraktivitas, masyarakat terdampak gempa Lombok tetap membutuhkan bantuan, setelah rumah dan harta bendanya habis tertimbun reruntuhan. Kondisi tersebut membuat Rumah Yatim Cabang Mataram kembali menyalurkan bantuan sembako kepada ratusan masyarakat prasejahtera di wilayah terdampak gempa, Kabupaten Lombok Utara, Minggu (18/11). 

Berlokasi di Desa Penjalin, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara, sebanyak 105 paket sembako dan 70 paket perlengkapan bayi telah disalurkan. Relawan Rumah Yatim Salma Hasanah mengungkapkan, bantuan ini sebagai upaya Rumah Yatim dalam membantu meringankan beban masyarakat setempat yang jarang tersentuh bantuan karena berlokasi di pedalaman Kabupaten Lombok. 

"Kita bakti sosial untuk masyarakat korban gempa, serta daerahnya itu lebih pelosok jadi jarang banget ada bantuan di daerah itu," jelasnya.

Menurut pantauannya, kondisi wilayah tersebut terbilang parah saat terkena hantaman gempa bumi 4 bulan silam. Walaupun saat ini warga sudah bisa beraktivitas kembali, namun keterbatasan soal pangan dan tempat tinggal masih sangat dirasakan. Untuk memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari, warga mencari makanan seadanya. Bahkan untuk tempat tinggal sebagian warga masih menempati tenda pengungsian, dan sebagian lainnya mulai membangun rumah dari sisa puing-puing bangunan. 

Hampir semua bangunan rumah di desa tersebut, sambung dia, telah hancur. sambil menunggu bantuan dana dari pemerintah yang tak kunjung datang, warga hanya bisa hidup seadanya dengan berbagai kesulitan dan keterbatasan. Oleh karena itu, kehadiran Rumah Yatim membawa sejumlah bantuan. Bantuan tersebut disambut antusias. 

"Hampir semuanya rusak parah, hingga saat ini belum ada dana bantuan dari pemerintah untuk membangun rumah maupun perubahan dari segi ekonomi," terangnya.

Salma berharap,masyarakat tetap kuat dengan segala kondisi yang ada, karena menurutnya ini cobaan dari Allah SWT. Bantuan lainnya masih sangat dinantikan warga setempat, serta diharapkan semakin banyak lagi para muzzaki yang peduli terhadap korban gempa.

 

www.rumah-yatim.org


Deskripsi Program


Lombok Utara NTB kembali di guncang gempa hari ini Kamis 6 November 2018. Gempa bermagnitudo 5,7 SR menguncang Lombok Utara pada pukul 08.02.46 WIB. BMKG menyebut gempa ini tak berpotensi tsunami. Pusat gempa berada di lokas 8.37 LS,116.06 BT atau 24 Km Barat Laut Lombok Utara dengan kedalaman 10 Km.

Sementara itu, warga sekitar diminta berhati-hati dengan gempa bumi susulan yang mungkin terjadi. Gempa bumi 5,7 SR yang mengguncang Lombok ini dirasakan dalam skala VI-II di berbagai lokasi sekitar. Bahkan dirasakan hingga ke Mataram, Denpasar, Tabanan, Kuta, hingga Sumbawa.

Getaran dirasakan oleh semua penduduk. Kebanyakan semua terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap pada pabrik rusak, kerusakan ringan. Tiap-tiap orang keluar rumah.

Kerusakan ringan pada rumah-rumah dengan bangunan dan konstruksi yang baik. Sementara pada bangunan yang konstruksinya kurang baik terjadi retak-retak bahkan hancur, cerobong asap pecah. Terasa oleh orang yang naik kendaraan.

Sementara ini belum ada laporan mengenai jumlah bangunan yang rusak atau bahkan korban akibat gempa tersebut. Mari bersama bantu kembali NTB.

UPDATE #26
21 November 2018

Bantuan Kembali Disalurkan Rumah Yatim di Wilayah Terdampak Gempa

Meskipun sudah kembali beraktivitas, masyarakat terdampak gempa Lombok tetap membutuhkan bantuan, setelah rumah dan harta bendanya habis tertimbun reruntuhan. Kondisi tersebut membuat Rumah Yatim Cabang Mataram kembali menyalurkan bantuan sembako kepada ratusan masyarakat prasejahtera di wilayah terdampak gempa, Kabupaten Lombok Utara, Minggu (18/11). 

Berlokasi di Desa Penjalin, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara, sebanyak 105 paket sembako dan 70 paket perlengkapan bayi telah disalurkan. Relawan Rumah Yatim Salma Hasanah mengungkapkan, bantuan ini sebagai upaya Rumah Yatim dalam membantu meringankan beban masyarakat setempat yang jarang tersentuh bantuan karena berlokasi di pedalaman Kabupaten Lombok. 

"Kita bakti sosial untuk masyarakat korban gempa, serta daerahnya itu lebih pelosok jadi jarang banget ada bantuan di daerah itu," jelasnya.

Menurut pantauannya, kondisi wilayah tersebut terbilang parah saat terkena hantaman gempa bumi 4 bulan silam. Walaupun saat ini warga sudah bisa beraktivitas kembali, namun keterbatasan soal pangan dan tempat tinggal masih sangat dirasakan. Untuk memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari, warga mencari makanan seadanya. Bahkan untuk tempat tinggal sebagian warga masih menempati tenda pengungsian, dan sebagian lainnya mulai membangun rumah dari sisa puing-puing bangunan. 

Hampir semua bangunan rumah di desa tersebut, sambung dia, telah hancur. sambil menunggu bantuan dana dari pemerintah yang tak kunjung datang, warga hanya bisa hidup seadanya dengan berbagai kesulitan dan keterbatasan. Oleh karena itu, kehadiran Rumah Yatim membawa sejumlah bantuan. Bantuan tersebut disambut antusias. 

"Hampir semuanya rusak parah, hingga saat ini belum ada dana bantuan dari pemerintah untuk membangun rumah maupun perubahan dari segi ekonomi," terangnya.

Salma berharap,masyarakat tetap kuat dengan segala kondisi yang ada, karena menurutnya ini cobaan dari Allah SWT. Bantuan lainnya masih sangat dinantikan warga setempat, serta diharapkan semakin banyak lagi para muzzaki yang peduli terhadap korban gempa.

 

www.rumah-yatim.org

UPDATE #25
2 Oktober 2018

Lansia Korban Gempa Lombok Didik Anak Cucunya Jadi Juara Qori

 

Meski raganya sudah termakan usia. Penglihatan dan pendengarannya masih tajam. Seorang lansia prasejahtera asal Kampung Jeruk Manis, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara memiliki keseharian yang tidak biasa. Setiap hari, ia mengajar mengaji kepada anak cucunya hingga menjadi qori dan qoriah tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Dia adalah Papus Abdurrahman atau yang biasa disapa Papus Sapidin, meski kondisinya mengalami banyak keterbatasan karena termakan usia, semangatnya untuk mengajarkan anak dan cucunya hingga mencapai gelar juara tak pernah padam. Lansia berusia 95 tahun ini telah memiliki 16 anak dari 3 istrinya yang telah meninggal dunia. 

Menurut pantauan tim relawan di lapangan, Salma Hasanah menyebutkan, hampir semua anak dan cucunya menjadi qori dan qoriah tingkat Kabupaten maupun Provinsi. Oleh karena itu, membawa kebanggan tersendiri baginya, meski kondisi ekonominya berada di garis prasejahtera. Hal itu tak membuatnya lalai dalam mendidik anak dan cucunya. 

“Yang pernah ikut hampir semua dapat penghargaaan di provinsi, mulai dari juara 1, 2, dan 3 pernah ikut perlombaan MTQ di Provinsi NTB,” jelasnya.

Kini untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya, ia hanya mengandalkan dari anak-anak lainnya. Dulu ia bekerja sebagai buruh tani di kampungnya. Namun di usia senjanya, kini tak mampu lagi membuatnya untuk berdiri lama. Sehari-hari ia menggunakan bantuan tongkat untuk berdiri dan berjalan. 

Untuk ke depannya, kata Salma, Rumah Yatim Cabang Mataram NTB, akan memberikan bantuan kursi roda untuk lansia yang juga menjadi saksi hidup di zaman penjajahan Belanda dan Jepang. Namun dampak gempa tersebut membuat rumahnya rusak. Saat ini ia masih menempati sisa sebagian rumahnya yang masih utuh. 

“Sebelum tidur dan bangun tidur, dia selalu baca Quran. Penglihatannya masih bagus, pendengarannya juga masih normal. Cuma gak bisa berjalan saja,” ujarnya.

Menurut Salma, lansia tersebut menginginkan tempat tinggal yang nyaman untuk menghabiskan waktu di masa senjanya. Sehingga diharapkan Rumah Yatim dapat membantunya untuk mewujudkan asanya bersama anak dan cucu. 

 

www.rumah-yatim.org

UPDATE #24
24 September 2018

Masa Pemulihan Korban Gempa, Bantuan Kembali Disalurkan Rumah Yatim

Kehilangan rumah adalah salah satu duka yang paling dirasakan oleh warga Lombok dan sekitarnya, sehingga para korban harus tinggal di pengungsian. Masa pemulihan pasca gempa pun masih terus dilakukan oleh sejumlah pihak. Atas hal itu, Rumah Yatim Cabang Mataram NTB tergerak menyalurkan kembali sejumlah bantuan kepada 80 kepala keluarga korban gempa, di wilayah Lombok Timur, Sabtu (22/9). 

Pada kesempatan ini, Rumah Yatim menyalurkan bantuan di dua tempat yaitu Dusun Jorongkwak dan Dusun Giririjarak. Sejumlah bantuan berupa paket sembako dan selimut telah disalurkan. Relawan Rumah Yatim, Salma Hasanah mengungkapkan, penyerahan bantuan dilakukan untuk membantu meringankan beban masyarakat agar kembali semangat dalam menata hidupnya.

Selain itu, sambung dia, pada kesempatan ini pula turut diikutsertakan beberapa anak asuh ke lokasi bencana. Karena, menurutnya, di wilayah tersebut ada beberapa rumah anak asuh yang hancur rata dengan tanah dan sebagian lainnya mengalami retak berat, sehingga tidak bisa digunakan lagi. 

Lebih lanjut ia menjelaskan, alasannya memilih daerah tersebut karena ingin membantu orangtua anak asuh serta ingin mempertemukan mereka dengan orangtuanya yang berada di pengungsian. Menurut pantauannya, dua dusun tersebut memiliki tingkat kerusakan diperkirakan mencapai 80 persen. 

"Alhamdulillah responnya luar biasa bahkan mereka mengucapkan terima kasih banyak sama Rumah Yatim yang telah membantu," ungkapnya.

Salma berharap, kondisi ini segera pulih karena melihat ratusan masyarakat di pengungsian merupakan sesuatu hal yang memprihatinkan. Ia menambahkan Rumah Yatim bisa memberikan lebih banyak lagi bantuan kepada korban bencana gempa di daerah lain. 

"Semoga semakin banyak donatur yang tergugah untuk membantu saudara kita di Lombok yang sedang mengalami musibah bencana gempa ini," pungkasnya.

 

www.rumah-yatim.org

UPDATE #23
13 September 2018

Bantuan Disalurkan Rumah Yatim Ke Lombok Tengah

Masih banyaknya wilayah terdampak gempa yang belum tersentuh bantuan, membuat Rumah Yatim Cabang Mataram NTB tergerak untuk memperluas jangkauan bantuan. Sejumlah bantuan disalurkan Rumah Yatim kepada para korban gempa, di Desa Selebung, Dusun Sapit, Kecamatan Batu Keliang, Kabupaten Lombok Tengah, Rabu (12/9).  

Perluasan bantuan ini agar masyarakat yang jarang menerima bantuan merasakan kebahagiaan karena masih ada yang memerhatikan mereka. Sejumlah bantuan berupa 40 paket sembako, baju layak pakai, paket MCK dan paket perlengkapan bayi telah disalurkan kepada 40 kepala keluarga yang mendiami posko pengungsian. 

Menurut pantauan relawan di lapangan, Huda, kondisi lingkungan pasca gempa, sebanyak 78 unit rumah hancur rata dengan tanah akibat gempa. Sehingga ratusan warga harus mengungsi meninggalkan dusunnya.

“Banyaknya rumah yang runtuh, membuat warga tidak memiliki tempat tinggal. Bahkan masih ada yang ketakutan. Posko pengungsian adalah tempat yang aman untuk sementara waktu,” terangnya. 

Selain itu, kondisi masyarakat pun, kata dia, masih mengalami trauma mendalam. Bayangan akan gempa berskala besar masih membekas dalam benak masyarakat. Oleh karena itu, setiap penyaluran, Rumah Yatim juga turut memberikan bantuan trauma healing untuk mengembalikan kepercayaan mereka agar segera bangkit dari musibah dengan memulai kehidupan yang baru. 

“Mereka sangat berterima kasih pada kita (Rumah Yatim) atas bantuannya, terutama trauma healing yang diberikan oleh relawan,” ungkapnya, saat dihubungi, Kamis (13/9).

Huda berharap, setelah diberikannya bantuan ini, dapat memulihkan kondisi masyarakat kembali normal. Sehingga dapat beraktivitas kembali seperti semula. Serta dapat melupakan kejadian-kejadian yang pernah dialami.

 

 

UPDATE #22
13 September 2018

Bantuan Disalurkan Rumah Yatim Ke Lombok Tengah

Masih banyaknya wilayah terdampak gempa yang belum tersentuh bantuan, membuat Rumah Yatim Cabang Mataram NTB tergerak untuk memperluas jangkauan bantuan. Sejumlah bantuan disalurkan Rumah Yatim kepada para korban gempa, di Desa Selebung, Dusun Sapit, Kecamatan Batu Keliang, Kabupaten Lombok Tengah, Rabu (12/9).  

Perluasan bantuan ini agar masyarakat yang jarang menerima bantuan merasakan kebahagiaan karena masih ada yang memerhatikan mereka. Sejumlah bantuan berupa 40 paket sembako, baju layak pakai, paket MCK dan paket perlengkapan bayi telah disalurkan kepada 40 kepala keluarga yang mendiami posko pengungsian. 

Menurut pantauan relawan di lapangan, Huda, kondisi lingkungan pasca gempa, sebanyak 78 unit rumah hancur rata dengan tanah akibat gempa. Sehingga ratusan warga harus mengungsi meninggalkan dusunnya.

“Banyaknya rumah yang runtuh, membuat warga tidak memiliki tempat tinggal. Bahkan masih ada yang ketakutan. Posko pengungsian adalah tempat yang aman untuk sementara waktu,” terangnya. 

Selain itu, kondisi masyarakat pun, kata dia, masih mengalami trauma mendalam. Bayangan akan gempa berskala besar masih membekas dalam benak masyarakat. Oleh karena itu, setiap penyaluran, Rumah Yatim juga turut memberikan bantuan trauma healing untuk mengembalikan kepercayaan mereka agar segera bangkit dari musibah dengan memulai kehidupan yang baru. 

“Mereka sangat berterima kasih pada kita (Rumah Yatim) atas bantuannya, terutama trauma healing yang diberikan oleh relawan,” ungkapnya, saat dihubungi, Kamis (13/9).

Huda berharap, setelah diberikannya bantuan ini, dapat memulihkan kondisi masyarakat kembali normal. Sehingga dapat beraktivitas kembali seperti semula. Serta dapat melupakan kejadian-kejadian yang pernah dialami.

 

#prayforlombok #childhomecare

UPDATE #21
10 September 2018

Masyarakat Lombok Timur Terima Bantuan Rumah Yatim

Masyarakat antusias dan gembira manakala Rumah Yatim Cabang Mataram NTB, menyalurkan sejumlah bantuan sembako dan logistik untuk para korban bencana gempa di Kabupaten Lombok Timur, Minggu (9/9). Penyaluran ini sebagai perhatian Rumah Yatim dalam upaya pemulihan kondisi masyarakat yang masih mengalami trauma akibat gempa. 

Bertempat di Desa Suntalu, Kecamatan Suila, Kabupaten Lombok Timur, sejumlah bantuan berupa paket sembako, perlengkapan bayi, dan multivitamin disalurkan. Relawan Rumah Yatim Cabang Mataram, Salma Hasanah menyebutka, sebanyak 60 kepala keluarga menerima bantuan tersebut. Bantuan ini, kata dia, setidaknya dapat meringankan beban para korban gempa yang mengalami kekurangan. 

Menurut pantauan tim di lapangan, kondisi rumah warga hanya mengalami retak-retak. Namun gempa yang terus mengguncang setiap hari, membuat para warga enggan untuk menempati rumahnya, karena dikhawatirkan rumahnya akan runtuh setiap saat. Sehingga hal itu membuat para warga mengalami trauma dan tetap bertahan di pengungsian. 

“Mereka masih di pengungsian, kondisi warga pada takut kembali ke rumahnya. Kalau siang bisa pulang ke rumah. Sore kembali ke tenda pengungsian. Karena belum bisa berani tidur di rumah karena trauma,” jelasnya saat dihubungi, Senin (10/9). 

Kata Salma, di daerah tersebut mengalami kekurangan bahan pangan, sehingga untuk makanpun susah. Terlebih para warga hanya bermata pencaharian sebagai petani tembakau. Kendati demikian, ia berharap bantuan ini dapat membantu masyarakat yang ada di Kabupaten Lombok Timur, khususnya para korban gempa. 

“Mudah-mudahan bencana gempa ini segera berakhir agar mereka tidak merasa ketakutan lagi. Mudah-mudahan kita selalu memberi senyuman untuk mereka,” pungkasnya.

 

www.rumah-yatim.org

UPDATE #20
7 September 2018

Zainul dan Fathir, Korban Gempa Lombok Ingin Kembali Sekolah

Sudah sebulan lebih, dampak gempa masih sangat dirasakan warga Lombok dan sekitarnya. Terutama anak-anak mengalami trauma mendalam. Akibat gempa, banyak aktivitas menjadi lumpuh total karena ratusan bangunan hancur. Tak terkecuali bangunan sekolah yang hancur rata dengan tanah. Sehingga menyebabkan banyak anak-anak Lombok terpaksa tidak bisa bersekolah. 

Zainul dan Fathir, dua bocah asal Desa Pemenang Barat, Kabupaten Lombok Utara, untuk sementara tidak bisa melanjutkan pendidikan karena bangunan sekolahnya hancur. Dua anak tersebut memiliki asa ingin menjadi seorang tentara agar dapat menjaga kedaulatan negara Republik Indonesia serta membela negara dari orang yang ingin menjatuhkan. 

"Saya mau jadi tentara, supaya bisa ikut perang dan tembak orang jahat yang mau menghancurkan Indonesia," ungkap Fathir dengan gaya khasnya yang polos dan penuh semangat. 

Hingga ditemui tim relawan Rumah Yatim pada beberapa waktu lalu, dua bocah tersebut menempati tenda pengungsian bersama ratusan warga lainnya. Zainul mengaku sering merasa kedinginan karena tenda yang besar tak cukup melindunginya dari cuaca dingin. 

Dua bocah yang bersekolah di SDN Pemenang Barat ini mengaku ingin kembali bersekolah. Namun kondisi sekolah tidak ada yang berdiri kokoh dan hancur rata dengan tanah. Akibat gempa yang meluluh lantakan sekolahnya, maka tidak bisa digunakan lagi. 

"Kami sangat ingin sekolah lagi, tapi sekolah kami hancur, gak ada yang berdiri. Jadi kami belajar seadanya sama ibu di tenda," tuturnya.

Menurut pantauan tim relawan di lapangan, Setiawan, banyak anak-anak yang bernasib serupa. Bahkan ratusan anak di Kabupaten Lombok Utara tertinggal pendidikannya dengan anak- anak yang lain. Bahkan, ketiadaan informasi terkait kelanjutan pendidikannya menjadi hal yang nyata bagi anak-anak korban gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat. 

Kembali bersekolah, belajar bersama, bersenda gurau dengan teman-temannya adalah hal yang sangat dinantikan oleh Zainul dan Fathir, juga ratusan anak korban gempa lainnya. Kondisi ini tak menyurutkan semangat dua bocah ini untuk terus belajar meski kondisi yang memprihatinkan. Impiannya menjadi tentara adalah asa yang membangkitkan semangatnya. 

 

www.rumah-yatim.org

 

UPDATE #19
27 Agustus 2018

Pasca Idul Adha, Rumah Yatim Kembali Salurkan Bantuan Bencana Lombok

Rumah Yatim Cabang Mataram kembali menyalurkan bantuan tanggap darurat bencana kepada para korban gempa yang menempati posko pengungsian, di Dusun Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Sabtu (25/8). Bantuan disalurkan untuk meringankan duka para warga terdampak gempa karena kehilangan rumahnya akibat diguncang gempa. 

Usai penyaluran di Kabupaten Lombok Utara dan Barat pada beberapa waktu lalu, kini Rumah Yatim tergerak untuk memerluas jangkauan bantuan ke lokasi lain yang terparah akibat gempa. Sejumlah bantuan logistik dan paket sembako telah disalurkan untuk memenuhi kebutuhan para korban. 

Kepala Cabang Mataram, Amir Sumarna mengungkapkan. sebelumnya Rumah Yatim telah melakukan survei ke Dusun Sembalun pada beberapa hari yang lalu. Namun penyaluran sempat tertunda karena momen Idul Adha. Kendati demikian, setelah hari tasyrik, pihaknya bersama tim relawan lainnya kembali mendatangi daerah tersebut untuk melaksanakan penyaluran. 

“Kita melanjutkan rencana yang telah survei sebelumnya, dikarenakan ada qurban jadi dipending dulu. Jadi tugas kita (Rumah Yatim) harus sampai menyalurkan bantuan ini, karena ini amanat,” jelasnya, Minggu (26/8).

Sejumlah bantuan berupa toren air, terpal, tikar, selimut, handuk, pakaian layak pakai, paket MCK, obat-obatan, 94 paket peralatan kebutuhan bayi dan 150 paket sembako telah diterima oleh para korban, untuk melengkapi kebutuhan para warga yang sedang mengalami banyak kekurangan pasca gempa. Terlebih di daerah tersebut berhawa dingin karena lokasi di kelilingi oleh perbukitan dan pegunungan. 

Menurut Amir, Dusun Sembalun merupakan salah satu wilayah terparah akibat gempa di Kabupaten Lombok Timur. Hampir semua bangunan runtuh dan rata dengan tanah. Selain itu, aktivitas para warga pun menjadi lumpuh total.  

“Kondisi wilayah Sembalun semuanya bangunan rata dengan tanah, masjid hancur, daerahnya dikelilingi bukit dan pegunungan. Jadi ketika gempa ada suara bergemuruh, dari bukit,” ungkapnya.

Ia berharap, bantuan ini bisa disalurkan secara terus menerus kepada korban gempa di Kabupaten Lombok dan sekitarnya, hingga kondisi warga dan wilayah kembali normal. Mengingat keterbatasan bahan bantuan yang ada di asrama telah habis disalurkan ke seluruh wilayah terdampak gempa.  

“Sebetulnya kita ingin membantu sampai kondisi mereka kembali beraktivitas, karena di sini aktivitas lumpuh, bisa membantu berkepanjangan. Di samping itu, kita ingin sekali membantu rumah-rumah yang hancur,” pungkasnya.

 

www.rumah-yatim.org

UPDATE #18
23 Agustus 2018

Rumah Yatim Salurkan 100 Paket Sembako Bagi Masyarakat Telaga Wareng



Sehari sebelum Hari Raya Idul Adha, Selasa (21/8), Rumah Yatim menyalurkan bantuan 100 paket sembako untuk para korban gempa yang masih menempati posko pengungsian. Bantuan disalurkan untuk bantu memenuhi kebutuhan para pengungsi di Hari Raya Idul Adha, di Dusun Telaga Wareng, Kecamatan Pemenang Barat, Lombok Utara.

Bantuan sembako tersebut didistribusikan kepada 100 kepala keluarga yang sangat membutuhkan. Menurut relawan Rumah Yatim, Abdullah menuturkan, bantuan disalurkan di wilayah terdekat dengan posko. “Kita menyalurkan lagi 100 paket sembako di wilayah Telaga Wareng dekat posko kita (Rumah Yatim),” ungkapnya saat dihubungi, Selasa (21/8).

Pada kesempatan sebelumnya, Rumah Yatim telah menyalurkan sejumlah bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan para pengungsi di daerah tersebut. Menjelang Idul Adha, kata dia, para warga sangat membutuhkan bantuan agar mereka merasakan masih ada yang peduli terhadap nasib para korban yang kehilangan rumahnya. 

Melalui bantuan ini, diharapkan dapat memberi kebahagiaan bagi masyarakat setempat yang masih dilingkupi sejuta rasa trauma. Sehingga setidaknya bantuan tersebut dapat memberikan senyum bahagia ketika Hari Raya Idul Adha.

 

www.rumah-yatim.org

 

UPDATE #17
21 Agustus 2018

Setiap Hari Bantuan Disalurkan Rumah Yatim Kepada Korban Gempa Lombok



Hidup di pengungsian membuat para warga mengalami banyak kekurangan sehingga banyak daerah di kawasan NTB memerlukan bantuan. Hal ini membuat Rumah Yatim tergerak untuk menyalurkan sejumlah bantuan tanggap darurat bencana setiap harinya ke berbagai daerah di kawasan Lombok dan sekitarnya.  

Pada kesempatan ini, Senin (20/8), Rumah Yatim kembali menyalurkan sejumlah bantuan logistik dan sembako untuk para korban di posko pengungsian. Bantuan disalurkan untuk membantu warga terdampak gempa yang sedang mengalami banyak kekurangan setelah kehilangan rumah dan harta bendanya akibat gempa. 

Bertempat di Desa Nyangget, Kelurahan Selagalas, Kota Mataram, bantuan telah disalurkan kepada para warga yang menempati posko pengungsian. Sebanyak 85 paket sembako didistribusikan. Adapun bantuan logistik berupa 20 terpal, 10 selimut, air mineral, dan 25 peralatan kebutuhan bayi. 

“Alhamdulillah bantuan telah disalurkan, masyarakat senang,” imbuhnya.

Kondisi lingkungan pasca gempa, menurut pantauan relawan Rumah Yatim di lapangan, Abdullah mengungkapkan  tidak berbeda jauh dengan wilayah lain yang terdampak gempa. Pasalnya, banyak rumah warga yang mengalami kerusakan akibat gempa. Adapun bangunan yang masih berdiri namun sudah tidak layak huni. Oleh karena itu, banyak warga yang enggan untuk kembali.

“Kondisinya tidak berbeda jauh saat kita menyalurkan bantuan di beberapa tempat terdampak gempa,” ungkapnya.

Hingga kini, gempa susulan masih terus mengguncang kawasan Lombok dan sekitarnya dengan skala yang relatif kecil. Sehingga hal ini menimbulkan sejuta rasa trauma yang mendalam bagi masyarakat setempat.  

Melalui bantuan tersebut, diharapkan dapat disalurkan secara merata. Mengingat banyak wilayah terdampak gempa yang mengalami kerusakan bangunan serta dapat mengobati rasa traumanya dari bencana yang melanda kawasan NTB dan sekitarnya.

 

www.rumah-yatim.org

 

UPDATE #16
20 Agustus 2018

Bantuan Logistik dan Sembako Disalurkan Bagi Pengungsi di Mataram



Masa tanggap darurat bencana di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), masih dilakukan oleh berbagai lembaga. Tak terkecuali, pada Minggu (19/8) Rumah Yatim menyalurkan sejumlah bantuan logistik dan paket sembako kepada para korban gempa, di Kota Mataram. Bantuan disalurkan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi yang saat ini masih menempati posko pengungsian. 

Bertempat di Dusun Jangkuk, Kecamatan Sandubaya, Kelurahan Selag Alas, Kota Mataram, sejumlah bantuan logistik didistribusikan kepada para korban. Bantuan yang disalurkan berupa 100 paket sembako, 100 paket MCK, 10 paket kebutuhan bayi, 10 terpal, 10 tikar, 10 selimut, 10 handuk dan 5 dus air mineral. 

Menurut pantauan tim relawan di lapangan, Abdullah menyebutkan, sebanyak 90 kepala keluarga menerima bantuan tersebut. Disana banyak rumah warga mengalami kerusakan akibat gempa. Beberapa bangunan masih berdiri, namun sudah tidak layak digunakan, karena dikhawatirkan akan runtuh.

“Dusun itu, rumahnya ada yang masih berdiri, tapi udah gak layak huni. Jadi semuanya nempatin tenda. Selain itu, lokasi yang jadi pengungsian itu adalah lahan persawahan yang kering,” jelasnya, Minggu (19/8).  

Dingin dan lapar menjadi rasa yang berkumpul menjadi satu. Saat ini, menurutnya, kebutuhan selimut menjadi kebuuhan yang sangat dibutuhkan karena sedang mengalami kondisi cuaca dingin. Oleh karena itu, Rumah Yatim menyalurkan sejumlah bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan sandang para korban. 

"Kondisinya lagi cuaca dingin, otomatis di tenda pada butuh selimut. Kita bantu mereka semampu kita," ungkapnya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh tim relawan, hingga saat ini belum ada tindak lanjut dari pemerintah setempat soal tindakan bantuan tanggap darurat bencana. Namun saat ini, hanya pelaksanaan pendataan para korban terkait kebutuhan sehari-hari maupun sarana infrastruktur. 

Setelah disalurkannya bantuan itu, ia berharap sedikitnya bantuan yang diberikan dapat membantu mereka dalam mendapat kehidupan yang layak, walaupun tidak semua. Dalam hal ini, Rumah Yatim akan terus berupaya membantu para korban gempa dalam mengobati rasa traumanya.

 

www.rumah-yatim.org

 

UPDATE #15
18 Agustus 2018

Krisis Air Bersih di Dusun Telaga Wareng, Rumah Yatim Salurkan Bantuan



Pasca terjadinya gempa di Provinsi Nusa Tenggara Barat pada Minggu (5/8) lalu, beberapa wilayah mengalami krisis air bersih. Oleh karena itu, Rumah Yatim menyalurkan bantuan sarana air bersih berupa toren air untuk masyarakat terdampak gempa yang berada di pengungsian di Dusun Telaga Wareng, Kecamatan Pemenang, Lombok Utara, Kamis (16/8). 

Sebelumnya, Rumah Yatim telah menyalurkan sejumlah bantuan Dusun Telaga Wareng pada beberapa waktu lalu. Pada kesempatan ini, Rumah Yatim kembali memberi bantuan karena dusun tersebut sedang dilanda krisis air bersih. Sehingga saat ini sedang membutuhkan kebutuhan mendesak yaitu sarana air bersih dan MCK. 

Selain itu, menurut tim relawan Rumah Yatim, Abdullah mengungkapkan, nantinya sarana air bersih tersebut akan digunakan ratusan warga pengungsian untuk kebutuhan mandi, wudhu, air minum, memasak dan kebutuhan lainnya. Sehingga bantuan sarana air bersih ini bisa dimanfaatkan oleh para warga. 

“Bantuan sarana air ini kebutuhan mendesak, lokasinya berdampingan dengan tenda pengungsian,” katanya, saat diwawancarai Kamis (16/8).

Sejak terjadinya gempa, masyarakat di evakuasi ke tempat yang lebih aman. Hingga saat ini pun, pengungsian menjadi tempat ternyaman untuk sementara waktu, meskipun harus merasakan sesak setiap harinya. Masyarakat pun tidak memiliki pilihan lain selain menempati tenda pengungsian yang dihuni ratusan kepala. 

Menurutnya, masyarakat masih menanti bantuan dari sejumlah pihak, terutama pemerintah daerah dalam penanganan tanggap darurat bencana. Terlebih para warga sangat mengharapkan keseriusan pemerintah dalam menangani masalah tersebut. 

Kendati demikian, bantuan ini diharapkan dapat membantu para warga terdampak gempa dalam memenuhi kebutuhan mendesaknya yaitu berupa air bersih. Karena air bersih merupakan sumber kehidupan yang sangat penting bagi manusia.

 

www.rumah-yatim.org

 

UPDATE #14
16 Agustus 2018

Rumah Yatim Beri Bantuan Bahan Pangan untuk Dapur Umum di Lombok Utara

 

Rabu (15/8), Rumah Yatim menyalurkan sejumlah bantuan bahan pangan kepada dapur umum tanggap darurat bencana di Kampung Kubangan, Dusun Pemenang Barat, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara. Bantuan diberikan sebagai bentuk kepedulian Rumah Yatim terhadap para korban terdampak gempa yang sedang mengalami kekurangan bahan makanan. 

Adapun bantuan yang diberikan berupa bahan sembako yang nantinya akan dimasak dan dibagikan dalam bentuk nasi bungkus untuk disalurkan kepada 300 jiwa. Menurut pantauan tim relawan Rumah Yatim di lapangan, Abdullah mengungkapkan, dapur umum tersebut berada dekat dengan pengungsian para korban gempa. Sehingga setiap harinya melayani dan bantu memenuhi kebutuhan warga. 

“Kita ngasih bantuan bahan pangan mentah seperti minyak, beras, dan lauk pauk lainnya ke dapur umum, nanti mereka yang olah. Karena di sini mereka melayani 1000 jiwa masyarakat yang terdampak gempa,” paparnya, saat dihubungi, Rabu (15/8).   

Seperti yang disebutkan Abdullah, kondisi lingkungan sangat memprihatinkan. Hampir 95 persen bangunan hancur rata dengan tanah, sedangkan sisanya bangunan yang masih berdiri namun retak sehingga tidak layak untuk dihuni. Karena dikhawatirkan sewaktu-waktu bangunan akan roboh dengan sendirinya. Oleh karena itu, ratusan warga harus rela kehilangan rumah dan harta bendanya. 

Berdasarkan informasi yang diperoleh tim relawan dari penyelenggara dapur umum, kebutuhan warga mengalami banyak kekurangan. Selain itu, bahan makanan yang di olah semakin hari semakin menurun. Biasanya dalam sehari dapur umum mengolah bahan makanan tiga kali sehari dengan total terbanyak 700 jiwa. 

Oleh karena itu, masih minimnya bantuan yang ada, Rumah Yatim berupaya membantu dapur umum dalam mengolah bahan makanan untuk dibagikan kepada para korban gempa. 

Pemberian bantuan ini, diharapkan dapat sedikitnya membantu masyarakat terdampak gempa yang sedang dilanda minimnya bantuan kebutuhan. Sehingga dalam beberapa hari ke depan, bantuan tersebut dapat bermanfaat bagi para korban gempa di Kampung Kubangan, Lombok Utara. 

 

www.rumah-yatim.org

 

 

UPDATE #13
15 Agustus 2018

Jarang Tersentuh Bantuan, Dusun Batu Lilir Terima Bantuan Rumah Yatim

Selasa (14/8), Rumah Yatim menyalurkan sejumlah bantuan paket sembako dan logistik kepada korban gempa di Dusun Batu Lilir, Desa Teniga, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara. Penyaluran tersebut untuk membantu korban gempa yang mengalami banyak kekurangan. Karena di wilayah tersebut jarang tersentuh bantuan, akibat akses jalan yang mengalami banyak kendala. 

Adapun bantuan yang didistribusikan berupa paket sembako, selimut, tikar, terpal, air minum, sarung, alat penerangan dan handuk. Sebanyak 200 kepala keluarga menerima bantuan tersebut dengan total yang ada di pengungsian kurang lebih sebanyak 519 jiwa. 

Menurut pantauan tim relawan di lapangan, Dadan mengungkapkan, Dusun Batu Lilir merupakan daerah paling ujung dekat wilayah pegunungan. Oleh karena itu, tim relawan di lapangan mengalami beberapa kendala saat melintas. Seperti akses sulit dijangkau karena wilayah pegunungan, kendaraan roda empat sulit melintas karena jalan menanjak, banyak tikungan curam dan material longsoran. 

“Kita juga melihat antusias penerima manfaat, mereka sangat berterima kasih, dan terlihat kebahagiaannya,” imbuhnya.  

Selain itu, kendala yang lainnya adalah akses menuju lokasi harus melewati beberapa desa. Menurut pantauan Dadan, setiap ada bantuan yang melintas, masyarakat memberhentikan kendaraan yang sedang mengangkut bantuan. 

“Sebelum akses ke Batu Lilir, harus melewati beberapa pengungsian dan biasanya di stop dan diminta paksa sama masyarakat setempat, mungkin karena mereka sama-sama butuh bantuan, jadi harus dikawal,” terangnya, Selasa (14/8).

Kemudian, kata dia, bantuan yang disalurkan ke dusun tersebut masih minim karena akses jalan yang sulit. Sehingga beberapa bantuan yang disalurkan oleh relawan lain mengalami banyak kendala. Oleh karena itu, Rumah Yatim berupaya menyalurkan bantuan secara merata ke wilayah yang jarang tersentuh bantuan seperti lokasi paling ujung yang berdekatan dengan pegunungan. 

“Kondisi rumah-rumahnya rusak parah, bantuan yang masuk baru sedikit, makanya kami langsung handle, karena daerah yang pinggiran jalan sudah,” paparnya.  

Kendati demikian, ia berharap semua bantuan yang disalurkan dapat merata dirasakan oleh para korban gempa. Menurutnya banyak PR pemerintah yang harus segera diselesaikan dalam menangani tanggap darurat bencana. 

 

www.rumah-yatim.org

 

UPDATE #12
14 Agustus 2018

Rumah Yatim Siap Distribusikan Bantuan Logistik dan Pangan Bagi Korban Gempa



Dini hari tadi sekitar pukul 03.00 waktu Lombok, tim relawan Rumah Yatim Bali sampai di Kantor Cabang Rumah Yatim Mataram, Jalan Terusan Bung Hatta No.20, Pejanggik, Cakranegara, Kota Mataram, Selasa (14/8). Kedatangan tim relawan diterima oleh pengurus Rumah Yatim Cabang Mataram.

Selanjutnya bantuan berupa logistik dan pangan serta keperluan harian bagi korban gempa akan diteruskan ke posko tanggap bencana gempa Rumah Yatim di Kampung Telaga Warung, Kelurahan Pemenang, Kecamatan Pemenang Barat, Kabupaten Lombok Utara. Rencananya, bantuan tersebut akan langsung didistribusikan siang ini ke pengungsian Desa Batu Lilir.

Di kesempatan yang berbeda, Kepala Cabang Rumah Yatim Bali, Abdullah mengatakan, keterbatasan logistik dan bantuan di lokasi gempa menjadi permasalahan utama. Meninjau hal tersebut, Rumah Yatim melalui cabang Bali menyiapkan persediaan bantuan untuk korban gempa Lombok.

"Bantuan tersebut insya Allah bisa dimanfaatkan bagi 1000 jiwa korban gempa," ujarnya.

Dia berharap, penyaluran yang akan dilakukan oleh Rumah Yatim bisa memberikan keringanan bagi para korban. Selain itu, adanya kebutuhan logistik dan pangan yang dikirim lewat cabang Bali bisa memenuhi kekurangan bagi para korban di setiap posko pengungsian. 

"Mudah mudahan apa yang kami bawa bisa meringankan derita saudara di Lombok," ujarnya.

 

www.rumah-yatim.org

 

UPDATE #11
13 Agustus 2018

Bantuan Sembako Disalurkan Rumah Yatim Bagi 250 KK Korban Gempa

 

Banyaknya daerah yang belum tersentuh bantuan, membuat Rumah Yatim meluaskan jangkauan penyaluran dalam membantu para korban bencana gempa di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Pada Sabtu (11/8), Rumah Yatim menyalurkan sejumlah bantuan tanggap darurat bencana kepada para korban di Dusun Medas Barat Kokok, Desa Tamansari, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Utara. 

Adapun bantuan yang disalurkan berupa 250 paket sembako untuk korban jiwa di pengungsian. Menurut pantauan tim relawan di lapangan, Dadan mengungkapkan bantuan tersebut untuk membantu ratusan korban jiwa yang mengalami kekurangan bahan pangan agar terpenuhi kebutuhannya pasca kehilangan rumah akibat gempa. 

“Alhamdulillah penyaluran sudah selesai, semua relawan terfokus pada pembagian sembako,” ungkapnya, Sabtu (11/8).

Kemudian sistem pembagian sembako tersebut dilakukan dengan pembagian kupon terlebih dahulu perkepala keluarga agar proses penyaluran berjalan kondusif. Setiap warga mengantri bantuan sembako, sehingga banyak masyarakat yang menanti kembalinya bantuan tersebut. Dalam hal ini, para korban sangat menanti uluran tangan dari para dermawan yang peduli terhadap kondisi warga di pengungsian.

Kemudian rumah para korban yang ada di pengungsian seluruhnya ambruk rata dengan tanah dan harta benda pun tak tersisa yang utuh. Oleh karena itu, hal ini membuat mereka sangat trauma. 

Kendati demikian, bantuan ini diharapkan bisa memberikan yang terbaik bagi para korban terdampak gempa, terlebih dapat mengobati rasa trauma serta pilunya saat kehilangan rumah mereka akibat gempa yang telah meluluhlantakan tempat berlindungnya.

 

www.rumah-yatim.org

 

UPDATE #10
11 Agustus 2018

Rumah Yatim Hadiri Undangan FoZ Guna Koordinasi Tanggap Bencana NTB

 

Rumah Yatim sebagai Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) menghadiri undangan rapat koordinasi yang diselenggarakan oleh Forum Zakat (FoZ). Hal ini dalam rangka pertemuan koordinasi tanggap darurat bencana gempa bumi di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Kegiatan berlangsung di Pos Komando Utama YBM PLN, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara, Kamis (9/8) malam. 

Pertemuan kali ini dipimpin langsung oleh Ketua Umum Forum Zakat, Bambang Suherman. Relawan Rumah Yatim yang menghadiri kegiatan tersebut, Setiawan mengungkapkan, setiap perwakilan Laznas, dapat berbagi informasi terkait respon bantuan yang telah dan akan dilaksanakan, lokasi aksi respon, dan sumber daya.

Seperti yang dikatakan Setiawan dalam pertemuan ini, Bambang Suherman menyampaikan, koordinasi setiap Laznas harus terus terjalin. Sehingga dapat membantu semua pihak. Kemudian sekecil atau sebesar apapun informasi yang ada di lapangan, agar selalu dibagikan. Karena kekuatan komunikasi di lapangan dapat memperoleh informasi yang akurat dalam misi tanggap darurat bencana NTB ini. 

“Bahwa kita perlu mensupply informasi ke grup, dimana pun kita berada bisa menggali informasi itu sampai tuntas. Bahkan kalau perlu ketika jalan ke lapangan langsung informasikan ke grup,” jelasnya saat diwawancarai relawan Rumah Yatim.

Kemudian, dalam sambutannya, Bambang mengatakan, di tengah padatnya jadwal koordinasi setiap anggota dan antar Laznas, untuk selalu meng-update informasi terbaru ke ruang grup yang telah dibuat. Hal ini dilakukan guna berbagi informasi dalam membantu para korban gempa di wilayah Nusa Tenggara Barat. 

“Walalupun semuanya letih dan padatnya jadwal koordinasi, jangan lupa untuk selalu di update. Karena inilah fungsinya, apapun yang dilakukan di lapangan itu tujuannya untuk membantu kehidupan orang lain,” paparnya.

 

www.rumah-yatim.org

 

UPDATE #9
10 Agustus 2018

Pasca Evakuasi, Anak Asuh Lakukan Shalat dan Doa Bersama di Pengungsian



Dampak gempa bumi berkekuatan 6,2 SR, kembali meluluh lantakkan bangunan di Provinsi Nusa Tenggara Barat pada Kamis (9/8) siang. Salah satynya adalah bangunan Asrama Rumah Yatim NTB mengalami kerusakan. Sehingga seluruh pengurus asrama dan anak asuh di evakuasi ke lapangan dekat asrama, dengan mendirikan tenda pengungsian agar lebih aman. 

Pasca evakuasi, seluruh anak asuh dan para pengurus melaksanakan shalat berjamaah dan doa bersama di pengungsian lapangan basket tersebut, Kamis (9/8) malam. Kegiatan ini dilakukan untuk meminta perlindungan kepada Allah SWT agar diberikan kesabaran dan ketabahan dalam menghadapi musibah. 

“Dalam kondisi seperti ini kita harus mengajarkan pada anak untuk bersabar, bahwa ini jadikan  pelajaran untuk kita semua agar selalu taat kepada Allah SWT,” ungkap Salma Hasanah selaku pengurus Asrama NTB. 

Hingga kini, anak asuh menempati pengungsian untuk sementara waktu hingga kondisi wilayah NTB kembali normal dan kondusif. 

“Alhamdulillah, anak-anak aman, walaupun ada yang nangis karena shock, Alhamdulillah pada aman,” ungkapnya pada jurnalis Rumah Yatim.

Ketika gempa terjadi, Salma bersama tim relawan lainnya sedang dalam perjalanan menuju Kabupaten Lombok Utara untuk membagikan bantuan pangan kepada para korban. Namun saat ada informasi gempa susulan, dia bersama tim kembali lagi ke asrama untuk memantau kondisi seluruh penghuni asrama, terutama para anak asuh. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. 

“Kita kaget mungkin karena tiba-tiba ada gempa susulan, kemudian kondisi di asrama juga tidak kondusif, kita balik arah lagi, karena yang kita pikirkan cuma anak-anak,” jelasnya.

Kondisi asrama sedang mengalami kerusakan akibat guncangan gempa. Ia berharap, Allah SWT senantiasa melindungi semua warga NTB termasuk anak asuh, agar tetap aman. Serta selalu diberi kekuatan dalam menghadapi musibah tersebut. Karena menurutnya merasakan guncangan gempa beratus-ratus kali bukanlah hal yang mudah untuk dihadapi. 

“Semoga Allah melindungi kita semua, kita harus tetap kuat dengan doa bersama,” pungkasnya.

 

www.rumah-yatim.org

 

UPDATE #8
9 Agustus 2018

Bantuan Logistik Kembali Disalurkan Rumah Yatim Bagi Korban Gempa



Banyaknya daerah terdampak gempa yang tersebar di wilayah Lombok Utara menyebabkan penyaluran bantuan tidak merata dibagikan oleh beberapa lembaga dan pemerintah. Oleh karena itu, Rumah Yatim kembali menyalurkan sejumlah bantuan logistik bagi para korban gempa di Kampung Telaga Wareng, Kabupaten Lombok Utara, Rabu (8/8). 

Pada penyaluran kali ini, Kepala Cabang Rumah Yatim NTB, Amir menuturkan, penyaluran ini untuk para korban di posko pengungsian yang sedang mengalami banyak kekurangan, seperti krisis penerangan, krisis air bersih. Terlebih wilayah Telaga Wareng merupakan salah satu wilayah paling parah di daerah Kabupaten Lombok Utara. 

“Itu salah satu daerah terparah karena semua rumahnya hampir rata, jadi ketika melihat semuanya, yang lebih dalam lagi, semuanya gak ada bangunan yang berdiri kokoh,” ungkapnya, Selasa (8/8).

Adapun bantuan yang diberikan berupa makanan, air mineral dan beberapa kebutuhan lainnya. Kemudian menurutnya respon masyarakat luar biasa sangat antusias senang. Bahkan saat kedatangan tim, sebagian warga ikut mengejar bergerombol untuk menanti bantuan. 

"Kalau melihat, memang sangat miris terlalu banyak yang belum terbantu,” imbuhnya.

Menurut pantauan tim di lapangan, kurang lebih sebanyak 500 kepala keluarga menempati posko pengungsian. Terdiri dari dewasa, lansia hingga anak-anak. Kemudian rumah para korban yang ada di pengungsian seluruhnya ambruk rata dengan tanah dan harta benda pun tak tersisa utuh. Oleh karena itu, hal ini membuat mereka sangat trauma. 

Terlebih di daerah tersebut, sangat jarang datangnya bantuan. Sehingga sangat banyak yang dibutuhkan para warga. Dalam hal ini, para korban sangat menanti uluran tangan dari para dermawan yang peduli terhadap kondisi warga di pengungsian. 

Dalam waktu dekat ini, kata Amir, bantuan yang bisa diberikan kepada para korban hanya bantuan kebutuhan berupa logistik. Sedangkan, untuk bantuan bahan material baru bisa diberikan beberapa minggu kemudian karena terkendala minimnya kendaraan.

Kendati demikian, ia berharap Rumah Yatim bisa memberikan yang terbaik bagi para korban terdampak gempa, dan bantuan dapat disalurkan merata di seluruh titik pengungsian wilayah Lombok Utara. Oleh karena itu, pihaknya mengajak pada seluruh lapisan masyarakat untuk bantu mengobati rasa trauma mereka.

 

www.rumah-yatim.org

 

UPDATE #7
9 Agustus 2018

Alami Krisis Pangan, Rumah Yatim Buat Dapur Umum Bantu Korban Gempa

 

Sejak gempa terjadi pada Minggu (5/8) lalu di Nusa Tenggara Barat, ratusan ribu masyarakat di evakuasi ke posko pengungsian. Saat itu, ribuan masyarakat mengalami berbagai kekurangan, salah satunya kekurangan bahan makanan. Oleh karena itu, Rumah Yatim membuat dapur umum tanggap darurat bencana untuk membantu ratusan korban gempa yang mengalami kelaparan di Desa Telaga Wareng, Dusun Pemenang Barat, Kabupaten Lombok Utara, Rabu (8/8). 

Relawan Rumah Yatim, Setiawan mengungkapkan, program bantuan dapur umum ini berupa bantuan makanan yang dimasak oleh relawan Rumah Yatim untuk bantu penuhi kebutuhan dasar para korban. Karena rumah para korban rusak sehingga mereka tidak memiliki harta benda satupun yang bisa diselamatkan

“Dapur umum Rumah Yatim mempersiapkan bahan pangan seperti nasi yang sudah dimasak, lalu dibungkus,. insya Allah akan disalurkan untuk korban yang ada di lokasi bencana,” terangnya, Rabu (8/8).

Kekurangan demi kekurangan terus dialami para korban di lokasi bencana. Banyak lokasi yang terdampak gempa, menyebabkan bantuan yang disalurkan belum merata. Dalam hal ini Rumah Yatim terus berupaya dalam membantu memenuhi kebutuhan para warga di posko pengungsian.  

Menurut salah seorang relawan kemanusiaan Eviyanti, proses memasak bahan makanan untuk para korban dari pukul 13.30 waktu setempat. Adapun makanan yang dibagikan sebanyak 300 bungkus untuk para korban yang mengalami kelaparan.

Ia berharap, bantuan ini bermanfaat untuk para korban gempa dalam memenuhi kekurangan pangan yang dialami.

“Semoga ini semua bermanfaat dan membantu mereka,” pungkasnya.

 

www.rumah-yatim.org

 

UPDATE #6
9 Agustus 2018

Gempa Kembali Guncang Lombok, Anak Asuh di Evakuasi Karena Asrama Rusak

 

Gempa kembali mengguncang Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Kamis (9/9). Menurut informasi yang diperoleh Jurnalis Rumah Yatim, dilansir dari situs BMKG, kekuatan gempa mencapai 6,2 SR, pukul 12.25 WIB dengan kedalaman 12 KM, Barat Laut Lombok Utara. Gempa kali ini tidak berpotensi tsunami. 

Akibat gempa, bangunan Asrama Rumah Yatim NTB mengalami kerusakan di beberapa bagian bangunan. Saat gempa terjadi, seluruh penghuni asrama langsung dilarikan keluar asrama dengan mencari tempat yang aman. 

Menurut pemaparan salah seorang relawan Rumah Yatim NTB, Kasman menuturkan, kondisi bangunan asrama mengalami kerusakan, bangunan di samping kamarpun runtuh, sedangkan atap kantor kas ikut retak.  

“Kita tinggalkan asrama, dan di luar ada lapangan basket samping asrama, kita semua lari kelapangan supaya aman. Bangunan roboh di samping kamar, atas kantor FO retak, kemungkinan untuk ditempati lagi susah,” paparnya, Kamis (9/8). 

Sedangkan kondisi anak asuh, kata dia, merasa shock karena ketakutan, secara tiba-tiba gempa bumi kembali mengguncang. Oleh karena itu, untuk semetara waktu, anak asuh dilarikan ke luar asrama untuk di evakuasi, karena dikhawatirkan gempa susulan terjadi lagi. 

“Alhamdulillah ini kita lagi ngumpul semua, kondisi anak asuh ketakutan dan shock,” pungkasnya.  

UPDATE #5
8 Agustus 2018

Bantuan Logistik Disalurkan Rumah Yatim Bagi Para Pengungsi di Lombok Utara

 

Pasca terjadinya gempa bumi di kawasan Lombok, ratusan warga di posko pengungsian mengalami traumatik mendalam akibat gempa. Rumah Yatim menyalurkan sejumlah bantuan peduli bencana bagi para korban gempa di daerah Tanjung, Kabupaten Lombok Utara, Selasa (7/8). Penyaluran ini untuk membantu para korban agar merasakan bahwa masih ada yang peduli terhadap para pengungsi serta berbagi kebahagiaan dengan mengobati rasa pilu dan dukanya. 

Dalam misi tanggap darurat ini, relawan Rumah Yatim Setiawan menyebutkan, tim relawan membawa kebutuhan logistik yang didistribusikan kepada 480 jiwa di posko pengungsian. Menurut pantauan tim relawan di lapangan, hampir 90 persen bangunan rumah rata dengan tanah, dikarenakan guncangan yang amat besar.

Bahkan awal perjalanan dari Kota Mataram menuju lokasi tujuan, di sepanjang jalan hampir semua bangunan rusak parah. Meliputi rumah, bank, hotel, kantor dan bangunan lainnya mengalami kerusakan berat. 

“Di sisi lain, ada barang-barang yang belum bisa diambil warga saat rumah mereka retak dan rusak, karena mereka masih merasa takut ada bangunan retak yang sewaktu-waktu bisa ambruk kembali,” jelasnya, Selasa (7/8)

Selain itu, sambung Setiawan, hampir di sepanjang jalan banyak di buat posko pengungsian. Namun yang telah dikunjungi oleh Rumah Yatim ialah satu posko, terdiri dari tiga dusun, yang berjumlah 480 jiwa pengungsi. Kemudian respon pengungsi amat senang, antusias dan terharu bahwa mereka merasakan masih ada yang peduli terhadap nasib para pengungsi. 

“Waktu pertama kali datang, sempat ada warga yang bilang, jauh-jauh dari Bandung kesini hanya untuk bantu saudara-saudara disini, ya mereka terharu dan senang sekali,” terangnya.  

Menurutnya, antusias warga sangat luar biasa. Bahkan ketika kendaraan tim relawan datang, para warga terutama anak-anak langsung menyerbu tanpa ada perintah. Bahkan saat pembagian, tim sempat kewalahan karena saling dorong untuk mendapat bantuan tersebut. 

Ia berharap, bantuan ini bisa membantu untuk sementara waktu, hingga rasa trauma mereka hilang, serta sampai mereka semangat untuk bangkit kembali.

“Semoga untuk semua warga yang terdampak bencana ini, bisa ditabahkan, yang namanya musibah tidak ada yang tahu. Semoga mereka bisa sabar dan menerima dengan lapang dada,” pungkasnya.

UPDATE #4
8 Agustus 2018

Bantuan Rumah Yatim Kembalikan Keceriaan Anak-anak Korban Gempa

 

Guncangan demi guncangan gempa dialami warga Lombok dan sekitarnya. Insiden ini meninggalkan sejumlah duka, pilu, dan traumatik mendalam. Rasa sakit, dingin tanpa kehangatan, dan lapar menjadi kumpulan rasa yang mau tak mau ditahan oleh para anak-anak di pengungsian. 

Rasa terhenyak yang mendalam dirasakan sebagian besar pengungsi di Kota Mataram. Namun, sorak sorai kegembiraan dan keceriaan menyelimuti suasana posko pengungsian di wilayah Monjok, Kota Mataram, pada Senin (6/8) tatkala Rumah Yatim menyusuri posko pengungsian untuk menyalurkan bantuan makanan untuk pengungsi. 

Saat kedatangan tim, kata Salma Hasanah selaku staf cabang NTB, ratusan anak-anak dengan antusias menyambut kedatangan tim Rumah Yatim NTB. Senyum dan tawa ceria terlihat dari raut wajah lugu para anak di pengungsian, saat tim membagikan bantuan kebutuhan makanan pokok. Setidaknya bantuan ini dapat mengembalikan keceriaan anak-anak akibat traumatik gempa.   

“Mereka senang sekali, berulang kali mengucapkan terima kasih, kata warga bisa dibilang yang pertama Rumah Yatim ngasih bantuan,” terangnya, Selasa (7/8).

Menurut pantauan tim Rumah Yatim, sebagian besar warga termasuk anak-anak begitu senang menerima bantuan tanggap darurat itu. Sehingga diharapkan bantuan itu dapat menghilangkan rasa takut dan traumanya.

Kendati demikian, Salma berharap bantuan yang disalurkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasarnya, serta memberi kebahagiaan bagi anak-anak maupun orang dewasa di tengah-tengah bencana yang sedang mereka alami. Selain itu, ia menambahkan Rumah Yatim semakin dikenal di masyarakat luas.

 

www.rumah-yatim.org

 

 

UPDATE #3
7 Agustus 2018

Relawan Rumah Yatim Diberangkatkan Bantu Korban Gempa di Mataram

Banyaknya korban akibat gempa bumi berkekuatan 7.0 SR pada Minggu (5/8) di Kawasan Lombok, Nusa Tenggara Barat membuat sejumlah pihak tergerak untuk membantu para korban, tak terkecuali Rumah Yatim. Pada Senin (6/8) sore, dua relawan Rumah Yatim diberangkatkan ke wilayah terdampak gempa, di kawasan Kota Mataram, Senin (6/8).  

Dua orang tersebut diberangkatkan untuk misi kemanusiaan dengan aksi tanggap darurat dalam membantu para korban gempa di posko pengungsian. Salah seorang relawan, Wawan mengungkapkan, bantuan yang diberikan saat pemberangkatan adalah obat-obatan, beberapa alat medis, dan beberapa makanan cepat saji. 

“Kami bawa seperangkat obat-obatan ditambah beberapa makanan cepat saji dan makanan kering, karena anak-anak disana pada kelaparan,” paparnya.

Selain itu, beberapa toko sementara tutup. Terlebih sebelumnya banyak bangunan yang ambruk dan rusak akibat gempa. Oleh karena itu, tim Rumah Yatim segera diterjunkan ke lapangan untuk mengobati rasa duka dan pilu yang dirasakan para korban karena ditinggalkan sanak keluarga dan rumah yang hancur akibat gempa.

 

www.rumah-yatim.org

 

UPDATE #2
7 Agustus 2018

Relawan Rumah Yatim Belanja Kebutuhan Korban Gempa di Lombok Utara

 

Saat terjadinya gempa pada Minggu (5/8), ribuan masyarakat di evakuasi ke daerah posko pengungsian yang lebih aman. Tim relawan Rumah Yatim belanja kebutuhan yang akan disalurkan kepada para korban gempa di posko pengungsian wilayah Kabupaten Lombok Utara, pada Selasa (7/8) pagi. Bantuan tersebut diberikan untuk membantu para korban di pengungsian.

Saat ini ribuan korban membutuhkan pelayanan tenaga kesehatan, tempat tidur, tenda, selimut dan bahan pokok lainnya. Oleh karena itu, relawan Rumah Yatim, Wawan menuturkan, setelah belanja kebutuhan dan persiapan selesai, akan dilanjut dengan mendatangi wilayah terparah akibat gempa di Kabupaten Lombok Utara. 

“Pagi ini, tim relawan lagi belanja kebutuhan yang mau disalurkan ke pengungsi di Lombok Utara,” tuturnya, Selasa (7/8).

Adapun bantuan yang akan disalurkan, kata dia, berupa kebutuhan tikar, selimut, tenda, peralatan kebutuhan bayi, sarana MCK dan makanan instan. Bantuan ini diharapkan dapat mengobati rasa pilu bagi para pengungsi yang kehilangan tempat tinggalnya.

 

www.rumah-yatim.org

 

UPDATE #1
7 Agustus 2018

Sejumlah Bantuan Disalurkan Rumah Yatim Bagi Korban Gempa di Mataram

 

Pasca terjadinya gempa berkekuatan 7.0 SR pada Minggu (5/8) di kawasan Lombok meninggalkan sejumlah duka dan traumatik mendalam bagi para korban. Pada Senin (6/8), Rumah Yatim Cabang NTB menyalurkan sejumlah bantuan tanggap darurat bagi para korban gempa yang ada di pengungsian wilayah Monjok, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat.

Bantuan tersebut disalurkan sebagai bentuk kepedulian Rumah Yatim dengan cepat tanggap membantu para korban di pengungsian yang sedang dalam kondisi memprihatinkan. Minimnya bahan makanan di kawasan Mataram membuat ratusan pengungsi di posko mengalami kelaparan.

Adapun bantuan yang disalurkan kata Salma Hasanah selaku staf cabang NTB, untuk saat ini baru berupa bahan pokok makanan beras dan beberapa makanan cepat saji. Karena makanan adalah hal yang sangat dibutuhkan di pengungsian. 

“Untuk sementara beras sama mie instan, karena itu saja yang kita punya, toko kan pada tutup jadi apa yang kita punya, kita bawa ke posko pengungsian,” terangnya.

Selain itu, wilayah pengungsian tersebut dekat dengan lokasi kantor kas dan Asrama Rumah Yatim NTB. Menurutnya, untuk sementara waktu harus membantu para korban yang terdekat terlebih dahulu yaitu sekitar asrama dan kantor kas. Sedangkan, untuk wilayah lain yang terdampak gempa, Rumah Yatim akan segera menyalurkan bantuan.

“Kalau Lombok Utara dan Timur perlu berangkat pagi kesananya, karena kan lumayan jauh,” ungkapnya.

Saat ini, Sebanyak 500 jiwa menempati posko pengungsian sehingga banyak kebutuhan yang sangat diperlukan. Antara lain, tenda, terpal, selimut, pakaian layak pakai, obat-obatan dan bahan makanan.

 

www.rumah-yatim.org

 

Tanggal Nominal
Hamba Allah
6 Agustus 2018
Rp 150.339
Hamba Allah
7 Agustus 2018
Rp 200.770
Hamba Allah
7 Agustus 2018
Rp 50.287
Hamba Allah
7 Agustus 2018
Rp 75.484
Hamba Allah
8 Agustus 2018
Rp 50.790
Hamba Allah
9 Agustus 2018
Rp 50.397
Hamba Allah
8 Agustus 2018
Rp 250.494
Hamba Allah
9 Agustus 2018
Rp 100.934
Hamba Allah
9 Agustus 2018
Rp 1.000.769
Hamba Allah
9 Agustus 2018
Rp 50.940
Hamba Allah
9 Agustus 2018
Rp 100.838
Hamba Allah
9 Agustus 2018
Rp 50.978
Hamba Allah
9 Agustus 2018
Rp 1.000.693
Hamba Allah
10 Agustus 2018
Rp 100.700
Hamba Allah
10 Agustus 2018
Rp 25.734
Hamba Allah
10 Agustus 2018
Rp 150.148
Hamba Allah
10 Agustus 2018
Rp 15.796
Hamba Allah
10 Agustus 2018
Rp 100.637
Hamba Allah
10 Agustus 2018
Rp 100.209
Hamba Allah
10 Agustus 2018
Rp 500.233
Hamba Allah
10 Agustus 2018
Rp 500.520
LIEONY SYAHNE ANDAYANI
10 Agustus 2018
Rp 124.000
Hamba Allah
10 Agustus 2018
Rp 50.414
IRSAN JAELANI
11 Agustus 2018
Rp 100.204
Hamba Allah
11 Agustus 2018
Rp 50.680
Refika
12 Agustus 2018
Rp 200.354
Hamba Allah
12 Agustus 2018
Rp 400.220
Hamba Allah
13 Agustus 2018
Rp 30.423
Hamba Allah
13 Agustus 2018
Rp 50.133
Hamba Allah
13 Agustus 2018
Rp 50.400
Hamba Allah
14 Agustus 2018
Rp 150.726
Hamba Allah
14 Agustus 2018
Rp 50.892
Hamba Allah
14 Agustus 2018
Rp 1.000.586
Hamba Allah
17 Agustus 2018
Rp 100.123
Hamba Allah
18 Agustus 2018
Rp 30.451
Kurniawan Eka Saputra
18 Agustus 2018
Rp 200.368
Hamba Allah
19 Agustus 2018
Rp 150.121
Hamba Allah
20 Agustus 2018
Rp 80.944
Mimin herwinda
20 Agustus 2018
Rp 500.451
Hamba Allah
20 Agustus 2018
Rp 50.905
Hamba Allah
21 Agustus 2018
Rp 1.000.914
FACHRI RAHADI
21 Agustus 2018
Rp 50.415
Hamba Allah
21 Agustus 2018
Rp 500.848
Hamba Allah
21 Agustus 2018
Rp 250.456
Hamba Allah
22 Agustus 2018
Rp 50.394
FACHRI RAHADI
23 Agustus 2018
Rp 50.338
Hamba Allah
23 Agustus 2018
Rp 105.416
Hamba Allah
23 Agustus 2018
Rp 105.909
Hamba Allah
24 Agustus 2018
Rp 300.590
Hamba Allah
25 Agustus 2018
Rp 50.336
Hamba Allah
25 Agustus 2018
Rp 50.105
Hamba Allah
25 Agustus 2018
Rp 100.168
Hamba Allah
26 Agustus 2018
Rp 200.868
Hamba Allah
29 Agustus 2018
Rp 300.420
Hamba Allah
30 Agustus 2018
Rp 25.769
Hamba Allah
30 Agustus 2018
Rp 50.226
Hamba Allah
31 Agustus 2018
Rp 25.956
Hamba Allah
31 Agustus 2018
Rp 100.278
Hamba Allah
31 Agustus 2018
Rp 100.936
Hamba Allah
31 Agustus 2018
Rp 100.964
Hamba Allah
2 September 2018
Rp 100.546
Hamba Allah
2 September 2018
Rp 1.085.706
Hamba Allah
2 September 2018
Rp 100.914
Hamba Allah
2 September 2018
Rp 51.233
Hamba Allah
2 September 2018
Rp 360.711
Hamba Allah
3 September 2018
Rp 50.786
Hamba Allah
3 September 2018
Rp 100.446
Hamba Allah
3 September 2018
Rp 100.523
Hamba Allah
3 September 2018
Rp 100.577
PT. Zero Plus One
4 September 2018
Rp 300.542
Hamba Allah
4 September 2018
Rp 150.817
Hamba Allah
5 September 2018
Rp 100.910
Hamba Allah
6 September 2018
Rp 200.147
Hamba Allah
7 September 2018
Rp 50.709
Hamba Allah
8 September 2018
Rp 1.000.421
Hamba Allah
9 September 2018
Rp 200.860
Hamba Allah
10 September 2018
Rp 100.976
Hamba Allah
10 September 2018
Rp 50.607
Hamba Allah
15 September 2018
Rp 25.449
Hamba Allah
15 September 2018
Rp 350.620
Hamba Allah
16 September 2018
Rp 27.315
Hamba Allah
18 September 2018
Rp 100.607
Hamba Allah
17 September 2018
Rp 20.748
Hamba Allah
17 September 2018
Rp 101.212
Hamba Allah
17 September 2018
Rp 200.399
Indah Sri Rahayu
18 September 2018
Rp 30.809
Hamba Allah
20 September 2018
Rp 100.848
Hamba Allah
20 September 2018
Rp 200.984
Hamba Allah
21 September 2018
Rp 100.115
Hamba Allah
21 September 2018
Rp 1.000.717
Hamba Allah
21 September 2018
Rp 150.813
IRSAN JAELANI
22 September 2018
Rp 100.848
Hamba Allah
23 September 2018
Rp 100.406
Bela Aron
24 September 2018
Rp 40.379
Hamba Allah
24 September 2018
Rp 400.480
Hamba Allah
26 September 2018
Rp 50.606
Hamba Allah
27 September 2018
Rp 100.945
tyas
28 September 2018
Rp 69.770
Hamba Allah
29 September 2018
Rp 100.556
Hamba Allah
29 September 2018
Rp 251.298
Ema Iqtiva Ningsih
1 Oktober 2018
Rp 150.682
singgih dwi saputro
3 Oktober 2018
Rp 90.715
Hamba Allah
5 Oktober 2018
Rp 200.388
Hamba Allah
5 Oktober 2018
Rp 200.973
Hamba Allah
5 Oktober 2018
Rp 500.137
Hamba Allah
7 Oktober 2018
Rp 50.705
Hamba Allah
8 Oktober 2018
Rp 135.747
Hamba Allah
10 Oktober 2018
Rp 100.951
Hadi Purwanto
11 Oktober 2018
Rp 20.230
Hamba Allah
13 Oktober 2018
Rp 200.888
Hamba Allah
13 Oktober 2018
Rp 300.740
Angga budi irawab
14 Oktober 2018
Rp 100.597
Hamba Allah
15 Oktober 2018
Rp 500.590
Hamba Allah
16 Oktober 2018
Rp 200.789
Hamba Allah
18 Oktober 2018
Rp 3.000.497
Hamba Allah
23 Oktober 2018
Rp 100.736
Hamba Allah
25 Oktober 2018
Rp 562.357
Wiwik H
26 Oktober 2018
Rp 200.338
Hamba Allah
27 Oktober 2018
Rp 200.221
Hamba Allah
29 Oktober 2018
Rp 500.604
Hamba Allah
30 Oktober 2018
Rp 50.199
Hamba Allah
30 Oktober 2018
Rp 700.474
Hamba Allah
30 Oktober 2018
Rp 100.104
Aditya oki alfarisi
1 November 2018
Rp 185.473
Hamba Allah
1 November 2018
Rp 30.888
kembangindo florist
1 November 2018
Rp 200.706
Hamba Allah
2 November 2018
Rp 37.181
Hamba Allah
3 November 2018
Rp 300.779
Hamba Allah
6 November 2018
Rp 200.314
Hamba Allah
6 November 2018
Rp 50.285
Hamba Allah
8 November 2018
Rp 50.284
IRSAN JAELANI
10 November 2018
Rp 100.233
Hamba Allah
13 November 2018
Rp 20.820
Hamba Allah
16 November 2018
Rp 300.883
Hamba Allah
19 November 2018
Rp 100.879
Hamba Allah
23 November 2018
Rp 50.948
Hamba Allah
23 November 2018
Rp 150.322
Hamba Allah
24 November 2018
Rp 100.325
Hamba Allah
25 November 2018
Rp 500.419
Hamba Allah
26 November 2018
Rp 127.626
Hamba Allah
30 November 2018
Rp 500.834
Alvina martalina
30 November 2018
Rp 500.314
Hamba Allah
30 November 2018
Rp 50.271
Hamba Allah
3 Desember 2018
Rp 31.423
Lasmi
7 Desember 2018
Rp 100.221
Hamba Allah
7 Desember 2018
Rp 50.901
Deden Nurdiansyah
10 Desember 2018
Rp 55.440
Hamba Allah
10 Desember 2018
Rp 64.959
Hamba Allah
13 Desember 2018
Rp 10.330
Hamba Allah
14 Desember 2018
Rp 30.584
Hamba Allah
15 Desember 2018
Rp 50.681
Hamba Allah
29 Desember 2018
Rp 200.759
Hamba Allah
4 Januari 2019
Rp 10.517
Hamba Allah
18 Januari 2019
Rp 500.928

Total donatur : 154 orang