Detail Program

Kemanusiaan

Tanggap Bencana Tsunami Selat Sunda

Terkumpul
Rp 9.345.622
Target
Rp 150.000.000
BERAKHIR PADA:
24 Februari 2019
Penerima Manfaat:
2.500 orang

Lingkup wilayah:
nasional
UPDATE LAPORAN TERBARU
3 Mei 2019

Korban Tsunami Pandeglang Terima Bantuan Usaha Ekonomi Produktif

Sejumlah masyarakat di Kecamatan Sumur menjadi korban tsunami Selat Sunda dalam bantuan Rumah Yatim Regional Jabodetabek lewat program usaha ekonomi produktif. Bantuan tersebut berupa pemberian gerobak usaha untuk masyarakat. Penyerahan bantuan dilakukan tim relawan kepada para penerima manfaat di Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Selasa (30/4) lalu.

Menurut relawan Rumah Yatim Jabodetabek, Ali Ridwan, pemberian bantuan gerobak tersebut menindak lanjuti program-program sebelumnya. Masyarakat yang dibantu memang dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Tanpa harta benda dan usaha yang menghidupinya kembali pasca tsunami yang menerjang wilayah Sumur beberapa bulan lalu.



"Mereka sangat membutuhkan bantuan, utamanya untuk membangkitkan ekonominya," papar Ali saat diwawancarai, Kamis (2/5).

Sebanyak delapan orang korban tsunami menerima bantuan gerobak usaha tersebut. Penerima, kata Ali, sebelumnya telah memenuhi sejumlah kriteria untuk dibantu. Sebelumnya, beberapa di antaranya bahkan sempat menjual sejumlah barang yang masih dimiliki hanya untuk menyambung hidup.

"Mereka benar-benar memprihatinkan bahkan barang yang ada dijual cuman buat makan," kata Ali.



Ia berharap, bantuan gerobak dan tambahan paket sembako kemarin bisa membantu membangkitkan semangat masyarakat. Utamanya, bisa mendorong kembalinya kondisi perekonomian bagi masyarakat di daerah tersebut. Prorgam lain, kata dia, kemungkinan disalurkan kembali bagi masyarakat di wilayah tersebut.

"Kami berharap bisa dipergunakan untuk usaha dagang agar kondisinya bisa bangkit," ungkapnya


Deskripsi Program


Selat Sunda berduka...

Gelombang tinggi atau Tsunami menerjang pesisir Banten dan Lampung pada Sabtu (22/12) dan di duga akibat aktivitas vulkanik Anak Gunung Krakatau.

Hingga saat ini, jumlah korban jiwa tercatat mencapai 281 orang. Sebanyak 843 orang terluka dan 30 orang lainnya belum di temukan. Korban yang paling banyak meninggal berada di Pandeglang, Banten.

Banyaknya bangunan hotel dan 556 unit rumah warga yang hancur membuat warga terpaksa mengungsi ke dataran tinggi. Bahkan sebagian warga merasa ketakutan akan adanya gelombang susulan. Mereka lebih memilih bertahan di bukit-bukit dengan dan bahkan tanpa adanya perbekalan yang layak.

Untuk membantu para korban, tim Rumah Yatim area Jabodetabek pun pada Minggu (23/12) membawa serta tim kesehatannya untuk melakukan evakuasi. Rencananya Senin (24/12) malam pun Rumah Yatim akan membawa sejumlah bantuan diantaranya Beras dan kebutuhan makanan olahan lainnya serta ribuan paket MCK dan perlengkapan untuk bayi.

Begitu banyak bangunan yang rusak tersapu gelombang laut membuat warga terpaksa mengungsi. Saat ini di beberapa titik pengungsian para pengungsi membutuhkan bantuan pangan, air bersih, selimut, tenda, pakaian dan kebutuhan lainnya.

Rumah Yatim bertekad membantu dan mendampingi para korban dengan membuat dapur umum dengan lokasi di posko pusat bencana. Hal ini di harapkan dapat membantu meringankan dalam memenuhi kebutuhan pangan para korban.

Mari bantu ringankan beban dan kesedihan saudara kita korban tsunami Banten dan Lampung. Semoga Allah menjadikan kebaikan dan keberkahan atasnya.

UPDATE #7
3 Mei 2019

Korban Tsunami Pandeglang Terima Bantuan Usaha Ekonomi Produktif

Sejumlah masyarakat di Kecamatan Sumur menjadi korban tsunami Selat Sunda dalam bantuan Rumah Yatim Regional Jabodetabek lewat program usaha ekonomi produktif. Bantuan tersebut berupa pemberian gerobak usaha untuk masyarakat. Penyerahan bantuan dilakukan tim relawan kepada para penerima manfaat di Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Selasa (30/4) lalu.

Menurut relawan Rumah Yatim Jabodetabek, Ali Ridwan, pemberian bantuan gerobak tersebut menindak lanjuti program-program sebelumnya. Masyarakat yang dibantu memang dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Tanpa harta benda dan usaha yang menghidupinya kembali pasca tsunami yang menerjang wilayah Sumur beberapa bulan lalu.



"Mereka sangat membutuhkan bantuan, utamanya untuk membangkitkan ekonominya," papar Ali saat diwawancarai, Kamis (2/5).

Sebanyak delapan orang korban tsunami menerima bantuan gerobak usaha tersebut. Penerima, kata Ali, sebelumnya telah memenuhi sejumlah kriteria untuk dibantu. Sebelumnya, beberapa di antaranya bahkan sempat menjual sejumlah barang yang masih dimiliki hanya untuk menyambung hidup.

"Mereka benar-benar memprihatinkan bahkan barang yang ada dijual cuman buat makan," kata Ali.



Ia berharap, bantuan gerobak dan tambahan paket sembako kemarin bisa membantu membangkitkan semangat masyarakat. Utamanya, bisa mendorong kembalinya kondisi perekonomian bagi masyarakat di daerah tersebut. Prorgam lain, kata dia, kemungkinan disalurkan kembali bagi masyarakat di wilayah tersebut.

"Kami berharap bisa dipergunakan untuk usaha dagang agar kondisinya bisa bangkit," ungkapnya

UPDATE #6
16 Maret 2019

Assesment untuk penyaluran program usaha ekonomi produktif

Tim relawan Rumah Yatim Regional Jabodetabek kembali melakukan assessment ke wilayah terdampak tsunami Selat Sunda di Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Kamis (14/3) kemarin. Kali ini, fokus tim relawan ialah menyasar masyarakat yang belum memiliki usaha pasca tsunami yang menerjang kawasan tersebut.

kegiatan assessment kali ini merupakan tindak lanjut untuk lebih menspesifikasikan penerima manfaat untuk program usaha ekonomi produktif tersebut. Selain itu pada kunjungannya Ali,relawan Rumah Yatim, beserta tim memastikan peluang usaha yang bisa dikembangkan didaerah tersebut.

Hingga saat ini sebagian besar masyarakat masih harus berusaha keras agar bertahan hidup. Hal itu dikarenakan sudah tidak memiliki modal usaha maupun tempat tinggal tetap.Harapannya program usaha ekonomi produktif ini dapat membantu mengurangi beban penerima.

"Jadi mereka tempat tinggal gak punya, tempat usaha hilang, modal usaha gak ada. Bahkan mereka numpang di orang, kadang-kadang juga makan hanya satu kali sehari” tuturnya.

 

 

UPDATE #5
25 Februari 2019

Rumah Yatim Akan Dorong Ekonomi Masyarakat Lebak Pasca Tsunami

Relawan Rumah Yatim Regional Jabodetabek kembali mendatangi daerah yang sempat tersapu tsunami di Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Jumat (22/2). Kedatangan tim dimaksudkan untuk assessment program usaha ekonomi produktif di daerah tesebut. Hal ini guna mendorong kekuatan pertumbuhan ekonomi di tengah masyarakat.

Di daerah tersebut, Ali, salah seorang relawan Rumah Yatim Regional Jabodetabek memaparkan, kerugian secara materi maupun lainnya sangat terasa. Salah satunya, terputus mata rantai para pedagang ekonomi kelas bawah. Kondisi tersebut, menyebabkan masyarakat sangat memprihatinkan. Bahkan, kata dia, salah satu korban harus bersusah payah untuk memenuhi kebutuhan harian dan makan. "Masyarakat harus bersusah payah karena tidak ada modal usaha maupun untuk bekerja," ungkapnya.

Ali menambahkan, dari kunjungannya tersebut dirinya bersama tim baru mendapatkan lima orang yang benar-benar layak dibantu dan membutuhkan. Menurutnya, di luar itu semua kemungkinan masih banyak masyarakat yang membutuhkan. Harapannya, pada realisasai program tersebut bisa mendorong ekonomi masyarakat pasca tsunami lalu.

 

UPDATE #4
7 Januari 2019

Rumah Yatim Serahkan 1200 Paket Sembako Bagi Korban Tsunami

Ratusan korban terdampak tsunami masih bertahan di sejumlah tempat tinggal sementara. Salah satunya di Kampung Paniis, Desa Taman Jaya, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Jumat (4/1). Melihat kondisi tersebut, relawan Rumah Yatim datang dan memberikan bantuan paket sembako bagi para korban.

Salah seorang relawan Rumah Yatim, Dadan Rusmana, mengatakan, di daerah tersebut terdapat ratusan kepala keluarga yang bertahan hidup. Bahkan, tidak sedikit dari korban yang bertahan ialah anak-anak dan lansia. Selain itu, masyarakat saat ini harus bertahan di sejumlah tempat dataran tinggi di daerah tersebut.

"Kondisinya mereka masih di pengungsian di atas-atas gunung, mereka balik ke bekas rumahnya itu untuk melihat kondisi saja dan mengambil barang yang bisa dimanfaatkan, dan sore ke malam campnya," ungkap Dadan.

Kurang lebih, kata dia, di pengungsian tersebut terdapat 134 kepala keluarga. Jumlah ini, termasuk sangat banyak dari lokasi pengungsian yang sebelumnya didatangi tim relawan. Bahkan, kata dia, tempat-tempat umum seperti sekolah dan tempat ibadah seluruhnya rata dengan tanah.

Bantuan yang diberikan Rumah Yatim ialah berupa paket sembako dan air mineral. Hal ini, kata Dadan, masyarakat masih cukup kekurangan untuk persediaan makan sehari-hari. Bahkan, tidak sedikit dari para korban harus bersusah payah naik turun gunung demi mendapatkan bantuan.

Pada pemberangkatannya, relawan Rumah Yatim telah mempersiapkan 1200 paket sembako dan perlengkapan MCK. Seluruh bantuan logistik tersebut akan diserahkan kepada para korban terdampak tsunami di sejumlah titik pengungsian.

 

www.rumah-yatim.org

UPDATE #3
28 Desember 2018

Korban Tsunami Bahagia Terima Makanan dari Rumah Yatim

Ratusan makanan siap saji telah dibagikan tim relawan Rumah Yatim Regional Jabodetabek kepada para korban terdampak tsunami di Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Rabu (26/12) sore. Seluruh bantuan diberikan secara terpisah di sejumlah penampungan yang tersebar di wilayah tersebut.

Menurut pemaparan Kasi Pendayagunaan Rumah Yatim Regional Jabodetabek, Muslihudin, warga sangat antusias saat tim relawan datang ke masing-masing penampungan. Apalagi, sejak pagi warga setempat sebagian besar belum makan. Makanan yang dibawa relawan, kata Muslihudin, langsung dimakan saat itu juga.

"Begitu kami datang warga antusias, saat itu juga langsung makan makanan yang kami bagikan," papar Muslihudin.

Sebanyak 500 paket makanan siap saji dibagikan di siang hingga sore kemarin. Seluruhnya menyentuh korban tsunami yang berada di sejumlah penampungan. Seperti di mushola, rumah warga, dan tenda-tenda kecil lainnya yang dibangun warga sendiri. 

Rasa haru juga menyelimuti, sejumlah warga yang memang tidak memiliki sanak saudara di lokasi tersebut. Menurut Muslihudin, bantuan yang diberikan sangat berarti bagi masyarakat korban tsunami tersebut. Harapannya, kata dia, bantuan yang diberikan Rumah Yatim bisa mengurangi beban para korban. 

"Keberadaan kita membuat mereka semua merasa memiliki saudara," ujarnya.

Penyaluran bantuan juga, sambungnya, akan dilakukan Kamis (27/12). Namun, wilayah yang akan dituju rencananya ialah Kecamatan Labuan, Pandeglang. Apalagi, dari informasi yang didapatkan wilayah Labuan sedang terdampak banjir bandang. 

"Karena di sana masih banyak korban apalagi terjadi banjir bandang, kebutuhan utama yang diperlukan selimut, baju, keperluan MCK, dan makanan," kata Muslihudin.

 

www.rumah-yatim.org

UPDATE #2
26 Desember 2018

Rumah Yatim Kerahkan 12 Relawan ke Lokasi Bencana Tsunami Pandeglang

Tim Rumah Yatim Jabodetabek mengerahkan 12 relawan untuk melakukan ekspedisi bantuan tanggap darurat bencana tsunami di Kabupaten Pandeglang Banten, Minggu (23/12). Ekspedisi bantuan tersebut sebagai upaya penanganan darurat terhadap korban bencana yang saat ini membutuhkan bantuan. 

Menurut pantauan salah seorang tim relawan di lapangan, Sani menuturkan, kondisi saat ini di sekitar carita dan labuan sudah terkendali. Untuk evakuasi di lapangan sekitar pesisir pantai terpaksa dihentikan sementara. Mengingat ada peringatan dini tsunami susulan, sehingga personel yang melakukan evakuasi ditarik kembali hingga kondisi air laut kembali kondusif. 

“Alhamdulillah kita tim relawan sudah sampai Puskesmas di posko utama Kecamatan Labuan. Kita sudah siap membantu para korban. Kondisinya sudah terkendali, kita membawa ambulance dan tim medis untuk penanganan pertama para korban luka,” terangnya kepada jurnalis Rumah Yatim.

Dalam upaya penanganan pertama, kata dia, Rumah Yatim menerjunkan lima relawan, dua dokter, tiga apoteker, satu bidan, satu perawat, satu unit ambulance beserta obat-obatan. Sedangkan  untuk bantuan logistik, rencananya akan disalurkan pada Senin (24/12). 

Kendati demikian, ia berharap masyarakat setempat yang terkena musibah tsunami ini bisa tetap bersabar dan diberikan ketabahan oleh Allah SWT. Ia juga menghimbau kepada masyarakat untuk bersatu saling membantu para korban bencana tsunami. Karena saat ini korban tengah membutuhkan bantuan dan uluran tangan.

#prayforselatsunda #prayforbanten #prayforlampung #prayforindonesian #bantuansosial #tanggapdarurat #rumahyatim #lembagamilzakatnasional #indonesian

www.rumah-yatim.org

UPDATE #1
26 Desember 2018

Rumah Yatim Akan Buka Dapur Umum dan Posko Bencana Tsunami

Tim relawan Rumah Yatim Regional Jabodetabek tengah mempersiapkan bantuan logistik bagi korban terdampak tsunami yang menerjang wilayah Labuan, Kabupaten Pandeglang. Rencananya, tim relawan akan berangkat menuju lokasi bencana pada Senin (24/12) malam ini.

Sejumlah bantuan yang dibawa tim relawan, meliputi kebutuhan pokok; beras sebanyak 500 kilogram, dan kebutuhan makanan olahan lainnya. Selain itu, tim relawan juga membawa ribuan paket MCK serta perlengkapan untuk bayi ke lokasi bencana tsunami.

"Rencananya insya Allah kita akan bangun dapur umum di sana, lokasi sementara akan dekat dengan posko pusat bencana yang ada," ujar Ali Ridwan, salah seorang relawan Rumah Yatim.

Selain kebutuhan pokok makanan, Rumah Yatim Regional Jabodetabek juga membawa kebutuhan sandang layak pakai bagi korban bencana. Menurut Ali, saat ini para korban yang selamat memang sangat membutuhkan jenis bantuan tersebut. Apalagi, akses ekonomi dan kebutuhan makanan cukup sulit di daerah tersebut.

Target awal, sambung Ali, di lokasi tanggap darurat ini untuk membantu masyarakat yang terdampak tsunami. Agar meringankan, dan memberikan kebutuhan pokok yang sangat dibutuhkan saat ini. Untuk ke depannya, kata dia, akan menyesuaikan sesuai kebutuhan yang ada. "Untuk program awal kita bantu kebutuhan logistik (makanan)," ujarnya.

Ia mengungkapkan, posko bencana dan dapur umum yang akan dibangun Rumah Yatim berjangka waktu tentatif. Hal ini, dikarenakan menyesuaikan situasi dan kondisi di lokasi bencana. Apalagi, banyak masyarakat yang membutuhkan bantuan.

"Untuk dapur umum belum tentu sampai kapannya, tapi kita situasional saja di sana," ungkap Ali.

#prayforselatsunda #prayforbanten #prayforlampung #prayforindonesian #bantuansosial #tanggapdarurat #rumahyatim #lembagamilzakatnasional #indonesian

www.rumah-yatim.org

Tanggal Nominal
Hamba Allah
25 Desember 2018
Rp 50.163
Hamba Allah
25 Desember 2018
Rp 200.984
Hamba Allah
25 Desember 2018
Rp 300.535
Hamba Allah
26 Desember 2018
Rp 100.376
Hamba Allah
27 Desember 2018
Rp 200.551
Hamba Allah
26 Desember 2018
Rp 50.115
Hamba Allah
26 Desember 2018
Rp 51.048
Hamba Allah
27 Desember 2018
Rp 200.400
Hamba Allah
27 Desember 2018
Rp 80.144
Hamba Allah
27 Desember 2018
Rp 300.691
Suyanto
27 Desember 2018
Rp 50.568
Hamba Allah
27 Desember 2018
Rp 100.934
ZPO Printing
28 Desember 2018
Rp 1.000.198
Hamba Allah
27 Desember 2018
Rp 50.556
Hamba Allah
28 Desember 2018
Rp 50.509
Suriyati
27 Desember 2018
Rp 150.757
Andrean Pradipta
28 Desember 2018
Rp 50.476
Hamba Allah
28 Desember 2018
Rp 10.221
Hamba Allah
28 Desember 2018
Rp 100.480
Hamba Allah
28 Desember 2018
Rp 50.106
Eko Cahyono
28 Desember 2018
Rp 100.347
Hamba Allah
28 Desember 2018
Rp 150.792
Hamba Allah
28 Desember 2018
Rp 100.521
I made dang palupi
29 Desember 2018
Rp 150.744
Hamba Allah
29 Desember 2018
Rp 90.637
Hamba Allah
29 Desember 2018
Rp 100.216
Hamba Allah
29 Desember 2018
Rp 50.476
Hamba Allah
29 Desember 2018
Rp 50.437
Hamba Allah
30 Desember 2018
Rp 50.481
dadang sunandar
30 Desember 2018
Rp 150.509
Hamba Allah
30 Desember 2018
Rp 10.587
Hamba Allah
31 Desember 2018
Rp 10.447
Hamba Allah
31 Desember 2018
Rp 50.560
Hamba Allah
1 Januari 2019
Rp 10.530
Hamba Allah
1 Januari 2019
Rp 69.615
Hamba Allah
1 Januari 2019
Rp 100.183
Hamba Allah
1 Januari 2019
Rp 1.000.268
Hamba Allah
2 Januari 2019
Rp 100.186
Hamba Allah
2 Januari 2019
Rp 50.205
Hamba Allah
2 Januari 2019
Rp 1.000.661
Hamba Allah
3 Januari 2019
Rp 100.873
Hamba Allah
4 Januari 2019
Rp 375.174
Rr INTAN JANUARTI
4 Januari 2019
Rp 50.881
Hamba Allah
4 Januari 2019
Rp 10.818
Hamba Allah
5 Januari 2019
Rp 100.100
Hamba Allah
6 Januari 2019
Rp 50.647
Hamba Allah
6 Januari 2019
Rp 200.147
Hamba Allah
7 Januari 2019
Rp 20.775
Hamba Allah
8 Januari 2019
Rp 20.359
Hamba Allah
8 Januari 2019
Rp 10.701
Hamba Allah
8 Januari 2019
Rp 50.297
Marlinda
9 Januari 2019
Rp 40.165
Hamba Allah
10 Januari 2019
Rp 10.104
Hamba Allah
10 Januari 2019
Rp 100.592
Hamba Allah
11 Januari 2019
Rp 200.487
wulandini retna pandu
11 Januari 2019
Rp 50.162
Hamba Allah
11 Januari 2019
Rp 25.423
Hamba Allah
11 Januari 2019
Rp 50.170
Hamba Allah
12 Januari 2019
Rp 27.642
Hamba Allah
12 Januari 2019
Rp 10.687
Hamba Allah
16 Januari 2019
Rp 200.860
IRSAN JAELANI
17 Januari 2019
Rp 100.376
yu2
17 Januari 2019
Rp 500.335
Hamba Allah
23 Januari 2019
Rp 200.656
Hamba Allah
26 Januari 2019
Rp 100.340
Murshed saeed ghalib
3 Februari 2019
Rp 10.334
Titin achamed Hasan
3 Februari 2019
Rp 10.235
Lamia Murshed saeed ghalib
3 Februari 2019
Rp 10.998
Abdulaziz Murshed ghalib
3 Februari 2019
Rp 10.697
Hamba Allah
6 Februari 2019
Rp 45.960
IRSAN JAELANI
7 Februari 2019
Rp 100.413

Total donatur : 71 orang