Cerita Penggalangan Dana
Perkenalkan namanya Restu (14) dan Aidil (11). Kakak beradik yatim ini harus kerja sampai malam demi bisa makan dan sekolah.
Ayahnya meninggal 5 tahun yang lalu karena penyakit paru-paru dan diabetes yang diderita. Sedangkan, ibunya hanya buruh cuci yang diupah 15 ribu per hari.
Ibunya mempunyai penyakit lambung akut sehingga tidak bisa bekerja terlalu berat. Kini Restu duduk di bangku kelas 1 SMA dan adiknya, Aidil duduk di kelas 6 SD.
Tunggakan SPP membuat mereka harus jualan dari pulang sekolah sampai malam di sekitar pelabuhan.
Kopi seduh yang dijual hanya 5 ribu per bungkus. Namun, seringkali tidak ada orang yang mau memesan kopinya.
Tak jarang sang adik ketiduran di pangkuan sang kakak saat menunggu pembeli.
“Kopinya belum ada yang beli bang. Kasihan adek udah ngantuk dari tadi. Mau pulang, tapi belum bawa uang untuk ibu,” tuturnya sedih.
Tubuh sekecil itu harus bekerja untuk membantu ibunya. Tunggakan sekolah mereka harus segera di bayar. Jika tidak akan menumpuk dan terpaksa berhenti sekolah.
Ia berharap mendapatkan bantuan biaya hidup untuk membantu dirinya bertahan hidup dan melanjutkan sekolah.
“Pengen beli ayam bang untuk makan sama adek dan ibu. Tapi, upah jualan belum cukup beli itu,” ungkapnya pilu.
#PejuangKebaikan, Restu dan Aidil adalah satu dari ribuan anak yatim dan dhuafa yang berjuang untuk melanjutkan hidup.
Tidak ada kasih sayang ayah membuat mereka harus mandiri menghadapi itu semua.
Yuk bantu wujudkan harapan Kakak Beradik Yatim ini. Sedikit darimu, kamu bisa menyelamatkan masa depan mereka.
1. Klik "Donasi Sekarang"
2. Masukkan nominal donasi
3. Pilih metode pembayaran
4. Kamu akan mendapatkan laporan via E-mail
5. Transfer sesuai 3 kode unik untuk memudahkan sistem dalam pencatatannya dan tepat sasaran dalam penyalurannya
Info Selengkapnya Hubungi :
Admin (082298357904)
Berita Penyaluran
Program Dirilis
10 Mar 2026Para #PejuangKebaikan
Doa-doa #PejuangKebaikan
Aamin Kan dan bantu likenya