Cerita Penggalangan Dana
Pernahkah kamu memperhatikan tangan seorang ayah?
Garis-garis kasar di telapak tangannya... adalah saksi bisu dari ribuan kilometer langkah yang dia tempuh, hanya demi memastikan anak dan istrinya bisa makan hari ini.

Bayangkan Pak Ahmad... usianya sudah lebih dari enam puluh tahun. Tubuhnya tak lagi tegap, matanya mulai kabur, dan kakinya sering gemetar saat mengayuh sepeda tua atau mendorong gerobak dagangannya.
Dari fajar sebelum matahari terbit, sampai larut malam saat jalanan mulai sepi... beliau masih di luar sana. Menahan dinginnya angin malam, menahan lapar yang menggerogoti perutnya sendiri, hanya demi membawa pulang beberapa lembar rupiah yang tak seberapa.

Saat ditanya, 'Pak, tidak capek?' Beliau cuma tersenyum kecil sambil mengusap peluh di dahinya, lalu berbisik pelan, 'Kalau Bapak berhenti... besok keluarga makan apa?'
Seorang ayah itu sering kali memilih menderita dalam hening. Dia tak pernah menangis di depan kita, tak pernah mengeluh betapa berat beban di bahunya, dan tak pernah minta dikasihani.
Tapi di balik senyum tegar itu... badannya sebetulnya sudah sangat lelah.
Di momentum Hari Ayah tahun ini, jangan biarkan mereka berjuang sendirian. Lewat Sedekah Hari Ayah, mari kita hadir membawa kehangatan. Yuk, sisihkan sedikit rezekimu hari ini. Mari kita peluk lelah mereka, sebelum waktu tak lagi memberi kita kesempatan."
Mereka, Ayah kita juga kan?
1. Klik "Donasi Sekarang"
2. Masukkan nominal donasi
3. Pilih metode pembayaran
4. Kamu akan mendapatkan laporan via E-mail
5. Transfer sesuai 3 kode unik untuk memudahkan sistem dalam pencatatannya dan tepat sasaran dalam penyalurannya.
Info Selengkapnya Hubungi :
Admin (082298357904)