Jadi Penjual Gorengan, Yatim Piatu Ini Berjuang Demi Lanjut Sekolah
Rp82.970.646
Terkumpul dari
Rp95.000.000
-800 hari lagi
Ayo!! Rutinkan donasi, agar pahalanya semakin berat
Cerita Penggalangan Dana
Perkenalkan gadis belia ini bernama Septi (14thn), kemalangan hidupnya dimulai ketika usia Septi genap 7 hari, ayahnya meninggal imbas karena dihakimi massa akibat sang ayah diduga mencuri karena kepepet Septi kecil perlu susu.
Sepenggal kisah yang merupakan aib ini memang sangat ironi.
Kepedihan hidup sebagai anak yatim, ia rasakan bertambah pilu dengan meninggalnya sang ibu beberapa bulan lalu. Kini, di umurnya yg baru 14 tahun itu, Septi sudah menjadi anak yatim piatu.
Untuk bertahan, Septi berjualan gorengan, gorengan itu milik orang lain, Septi hanya menjualkannya saja.
Septi mulai menjual gorengan itu setelah pulang sekolah, biasanya gorengan itu habis menjelang magrib. Septi keliling kampung walau jauh dan cape, ia tetap melakukannya karena ia sangat membutuhkan upahnya yang hanya sebesar 20rb itu untuk membeli beras dan bayar sekolah.
Namun pilu, dengan penghasilan segitu, tidak mencukupi untuk keperluan sekolah Septi, bahkan ia sampai berhutang ke bang keliling demi bisa bayar untuk ujian, karena jika ga dibayar Septi ga bisa ikut ujian. Tapi walau begitu, ia masih punya tunggakan sampai 3jt belum dibayar ke sekolah.
Saat ini, Septi tinggal bareng neneknya, Nek Rantinah (53) berdua di sebuah gubuk yg sudah tidak layak huni. Gubuk tersebut banyak kerusakannya.
Atap bocor dimana-mana, dinding sudah lapuk dan reyot seperti menunggu waktunya untuk roboh. Tapi Septi dan neneknya hanya bisa pasrah karena mereka tak punya biaya untuk merenovasinya.
Bahkan untuk makan pun, kadang sehari cuma bisa makan sekali. Itu sering terjadi bagi nenek dan Septi.
Yang paling mendesak untuk Septi adalah tunggakan sekolahnya yang mencapai 3jt lebih itu. Katanya, jika tak segera dibayarkan, Septi terancam putus sekolahnya.
Septi hanya berharap bisa menyelesaikan sekolah dan kelak bisa membahagiakan satu-satunya orang terdekat yang Septi miliki, yakni neneknya.
Septi seringkali mengunjungi makam orangtuanya untuk berdoa dan sekadar bercerita tentang kehidupannya yang semakin hari semakin sulit ia jalani.
#PejuangKebaikan, yuk patungan untuk Septi bisa melanjutkan sekolah dengan cara :
1. Klik "Donasi Sekarang" 2. Masukkan nominal donasi 3. Pilih metode pembayaran (GO-PAY/BNI Syariah/BRI/BCA/Mandiri/DANA/ShopeePay) 4. Kamu akan mendapatkan laporan via E-mail 5. Transfer sesuai 3 kode unik untuk memudahkan sistem dalam pencatatannya dan tepat sasaran dalam penyalurannya
Disclaimer : Fundrising ini merupakan bagian dari Program Sosial dan Kemanusiaan. Kelebihan donasi yang terhimpun digunakan untuk membantu penggalangan donasi penerima manfaat lainnya.
Info Selengkapnya Hubungi : Admin (0813-1255-7811) / (0821-3211-5439)
Selengkapnya
Disclaimer: Fundraising ini merupakan bagian dari penggalangan dana Rumah Yatim. Kelebihan donasi yang terhimpun akan disalurkan ke penerima manfaat program-program Rumah Yatim lainnya.