Cerita Penggalangan Dana
Tiwari (13) dan Norhalima (12) kakak beradik yatim piatu yang masih duduk di bangku SD. Sejak ayah mereka meninggal tiga tahun lalu dan ibu mereka wafat tujuh bulan terakhir.

Keduanya harus bertahan hidup sendiri di rumah sederhana peninggalan orang tua.
Setiap pagi mereka tetap bersekolah, meski seragam dan perlengkapan belajar sangat terbatas. Sepulang sekolah, tanpa berganti pakaian, Tiwari dan Norhalima mencari rongsokan untuk dijual.

Dari hasil itu, mereka hanya memperoleh sekitar Rp15.000 per hari, yang sering kali hanya cukup untuk membeli beras. Tak jarang mereka makan nasi berlauk garam dan berbagi sepiring berdua.

Rumah yang mereka tinggali sudah tak layak, atap mulai rusak, dan tanpa kasur. Namun di tengah keterbatasan, keduanya tetap berusaha bertahan dan berharap bisa terus sekolah demi masa depan yang lebih baik.

Di sela-sela lelahnya hari, Tiwari dan Norhalima sering menyempatkan diri mendatangi makam orang tuanya, memanjatkan doa sederhana, seolah bercerita tentang perjuangan hidup yang kini harus mereka jalani berdua.
Mari ulurkan kepedulian agar Tiwari dan Norhalima bisa hidup lebih layak dan tetap melanjutkan pendidikan.
#PejuangKebaikan bisa bantu mereka dengan cara :
1. Klik "Donasi Sekarang"
2. Masukkan nominal donasi
3. Pilih metode pembayaran
4. Kamu akan mendapatkan laporan via E-mail
5. Transfer sesuai 3 kode unik untuk memudahkan sistem dalam pencatatannya dan tepat sasaran dalam penyalurannya
Info Selengkapnya Hubungi :
Admin (085810265406)
Berita Penyaluran
Program Dirilis
11 Jan 2026Para #PejuangKebaikan
Efrinaldi
Hamba Allah
Hamba Allah
Doa-doa #PejuangKebaikan
Aamin Kan dan bantu likenya