Cerita Penggalangan Dana
Pada masa Nabi Muhammad SAW, Kota Madinah pernah mengalami paceklik hingga kesulitan air bersih. Satu-satunya sumber air yang tersisa adalah sebuah sumur milik seorang Yahudi, yaitu Sumur Raumah. Rasa airnya mirip dengan sumur zam-zam.
Prihatin atas kondisi umatnya, Rasulullah kemudian bersabda, “Wahai Sahabatku, siapa saja di antara kalian yang menyumbangkan hartanya untuk dapat membebaskan sumur itu, lalu menyumbangkannya untuk umat, maka akan mendapat surga-Nya Allah Ta’ala,” demikian hadis riwayat (HR. Muslim).
Prihatin atas kondisi umatnya, Rasulullah kemudian bersabda, “Wahai Sahabatku, siapa saja di antara kalian yang menyumbangkan hartanya untuk dapat membebaskan sumur itu, lalu menyumbangkannya untuk umat, maka akan mendapat surga-Nya Allah Ta’ala,” demikian hadis riwayat (HR. Muslim).

Mendengar hal itu, Utsman bin Affan yang kemudian segera bergerak untuk membebaskan Sumur Raumah itu. Utsman segera mendatangi Yahudi pemilik sumur dan menawar untuk membeli sumur Raumah dengan harga yang tinggi.
Masyaallah Utsman bin Affan sangat luar biasa. Bayangkan, jika air mengalir untuk para santri penghafal al quran pahalanya tidak akan pernah terputus sampai kapanpun, bahkan ketika kita sudah meninggal pun pahala itu akan terus mengalir seperti air yang mengalir.

Berkah sedekah sumur Insya allah semakin banyak para santri penghafal quran yang terbantu. Masih banyak ribuan santri penghafal al quran yang sedang kesulitan air bersih.
Seperti puluhan santri Pondok Pesantren Al-Inayah harus berjuang dengan keterbatasan tanpa memiliki MCK. Ponpes panggung berangkai kayu dan bambu ini terletak di daerah terpencil.
Seperti puluhan santri Pondok Pesantren Al-Inayah harus berjuang dengan keterbatasan tanpa memiliki MCK. Ponpes panggung berangkai kayu dan bambu ini terletak di daerah terpencil.

Karena kondisinya demikian, santri disini memutuskan berinisiatif untuk membuat kubangan penampungan air kala turun hujan. Setiap saat diperlukan, santri hilir mudik mengangkut air itu pakai jerigen untuk ditampung ke wadah besar dekat mushola. Dan air yang dipakai itu keruh kak. Tapi kami tak menghiraukannya.
Selain itu, Hilda, salah satu santri dari sebuah pondok pesantren Tarbiyatul Hasanah Assyukriyah. Pondok kami sangat sederhana, tempat hidup dan belajar kami hanya berdindingkan bilik bambu dan juga fasilitas seadanya walaupun begitu kami sama dengan teman-teman lainya, kami ingin menjadi sukses di kemudian hari meskipun harus bersusah payah saat ini.
Aku dan teman-teman hanya berharap memiliki fasilitas MCK, tempat wudhu yang layak dan nyaman. Sebenarnya kami sangat risih kak karena saat ingin wudhu atau mandi harus ke tempat yang terbuka, apalagi saat musim kemarau kami sangat kesulitan bahkan hanya untuk berwudhu, terpaksa kami harus pergi ke sungai dengan kondisi jalan yang sangat berbahaya.
#pejuangkebaikan itu lah salah satu kisah dari para santri penghafal alquran, mari kita bantu mereka dengan Sedekah Sumur.
#pejuangkebaikan itu lah salah satu kisah dari para santri penghafal alquran, mari kita bantu mereka dengan Sedekah Sumur.
#PejuangKebaikan, mari investasi akhirat dengan sedekah pembangunan sumur bor untuk para santri penghafal alquran, agar para santrinya belajar dengan nyaman:
1. Klik "DONASI SEKARANG"
2. Masukkan nominal donasi
3. Pilih metode pembayaran (GO-PAY/BNI Syariah/BRI/BCA/Mandiri/DANA/ShopeePay)
4. Kamu akan mendapatkan laporan via email
5. Transfer sesuai 3 angka unik agar memudahkan sistem dalam pembacaan transaksi sehingga tepat akad dan tepat sasaran dalam penyalurannya
Disclaimer:
Fundraising ini merupakan bagian dari Program Bantuan Sarana dan Prasarana. Kelebihan donasi yang terhimpun digunakan untuk membantu penggalangan donasi penerima manfaat lainnya.
Info lebih lanjut Hub Admin : 0813-1255-7811 / 0821-3211-5439
Selengkapnya