Cerita Penggalangan Dana
Kepergian ayah dan ibu membuat hidup seorang anak hancur. Tidak ada sandaran hidup, tidak ada yang memberikan perlindungan, dan harus berjuang untuk bisa bertahan hidup kedepan.

Itulah yang dialami Azni. Ayahnya meninggal 2 tahun yang lalu sedangkan ibunya pergi tidak tau kemana. Tidak ada saudara terdekat, hanya tetangganya lah yang iba terhadapnya sesekali memperhatikan dirinya.
Setiap hari sepulang sekolah ia keliling kampung untuk berjualan tampah keliling milik orang lain. Membawa hingga 5 tampah yang digantungkan di tubuh mungilnya, ia menyusuri desa menawarkan ke warga setempat dengan harga 15 ribu per tampah.

Kalau tampahnya laku, ia diberikan upah 10 ribu per hari. Namun jika tidak ia tidak membawa apa-apa ke rumah 🥹
“Sama ibunya dikasih beras pak kadang 1 kilo. Katanya biar aku bisa makan pake nasi” tuturnya pilu.
Azni juga tidak pernah meninggalkan sekolah. Meskipun ia tidak punya sepatu hanya mengandalkan sandal jepit untuk sekolah dan berjualan.

"Aku gak malu kak meskipun ke sekolah gak pakai sepatu. Ini aku pinjem ke temen karena mau olahraga ke gunung. Beruntung ada temen aku yang mau ngasih pinjem," tambahnya.
#PejuangKebaikan, cerita Azni merupakan contoh keterbatasan anak sebatang kara yang berjuang untuk dirinya. Sedangkan, anak-anak di luaran sana kebutuhannya sudah tercukupi dari orangtuanya.
Karena itu, bersama kita hadirkan kehidupan dan peralatan sekolah layak untuk Azni. Agar masa depannya sama seperti anak-anak pada umumnya. Yuk kita bantu Azni.
1. Klik "Donasi Sekarang"
2. Masukkan nominal donasi
3. Pilih metode pembayaran
4. Kamu akan mendapatkan laporan via E-mail
5. Transfer sesuai 3 kode unik untuk memudahkan sistem dalam pencatatannya dan tepat sasaran dalam penyalurannya
Info Selengkapnya Hubungi :
Admin (082298357904)