Keliling 5 KM, Yatim Ini Jadi Penjual Ayam Demi Bisa Makan

Rp751.774
Terkumpul dari
Rp50.000.000
-851 hari lagi
speaker
Ayo!! Rutinkan donasi, agar pahalanya semakin berat

Cerita Penggalangan Dana

Namanya elsa (12) bocah yatim ini tiap harinya bekerja sebagai penjual ayam goreng krispi buatan ibunya salamah (51) dan adiknya eva (10). Ayahnya sudah meninggal dunia sejak ia masih berumur 2 tahun dan sang ibu sudah satu tahun ini mengalami sakit syaraf kejepit yang membuat ibunya tidak sanggup lagi berjualan keliling, demi bisa makan elsa berbagi tugas dengan sang ibu, ibu dan adiknya menggoreng ayam yang akan dijual dan elsa yang bertugas berjualan keliling.
Tiap harinya elsa berjualan keliling dari jam 4 sore hingga jam 10 malam berjalan sejauh 5 km menyusuri lorong-lorong perkampungan berharap ada yang membeli dagangannya, ayam gorengnya ia jual 3 ribu rupiah dan penghasilannya yang ia dapat hanya 10-20 ribu saja setelah dipotong modal untuk berjualan esok harinya untung dari jualan memang tidak besar karena pikirnya agar cepat habis.
Harga ayamnya terbilang murah karena ayam yg digunakan ukurannya kecil karena kalo ukurannya besar harga jualnya akan lebih tinggi dan akan kalah saing dg ayam krispi lain. dalam sehari paling banyak elsa menjual sekitar 30-50 potong ayam krispi.

Uang itulah yang ia cukup-cukup untuk makan bersama ibu dan adiknya. Terkadang ayam gorengnya tidak habis terjual membuat elsa dan ibunya kehabisan modal untuk berjualan esok harinya, tak hanya itu terkadang elsa ditipu dan dipalak oleh pembelinya, membeli tapi tidak membayar setelah ayamnya diberi “untung jualannya cuman 10 -20 ribu bang..sering orang beli tapi gak bayar, orangnya kabur gak mau bayar..” ucap elsa.
Kerasnya kehidupan yang ia jalani tidak membuat elsa tidak patah semangat demi adik dan ibunya yang menunggu menahan lapar dirumah, upah dari ia berjualan langsung ia belikan makanan untuk ia makan bersama ibu dan adiknya. Kini elsa dan adiknya sama-sama duduk di kelas 6 sd ia pun tetap semangat bersekolah walaupun tas miliknya sudah lama rusak dan sepatu satu-satunya sudah kekecilan, ia bercita-cita menjadi seorang polwan untuk bisa membahagiakan ibunya. Seharusnya elsa sudah lulus SD namun karena kendala biaya jadi Elsa telat masuk SD.

Sejak umur 2 tahun kehilangan sosok seorang ayah kerap membuat elsa rindu kepada almarhum ayahnya dan iri kepada anak-anak lain yang masih mempunyai kedua orang tua “Kalau masih ada ayah elsa mau minta belikan sepeda sama ayah , elsa rindu sama ayah pengen ziarah ke makam ayah...uda dua tahun elsa gak datang ke makam ayah karena makam ayah jauh di kampung” ucap elsa.
Saat ini elsa ibu dan adiknya tinggal dirumah gubuk kecil berukuran 3x4 dengan lantai dan dinding kayunya sudah lapuk dimakan usia tiap kali hujan air masuk dari lubang-lubang atap yang bocor, rumahnya yang berada di pinggir laut juga sering terkena banjir rob membuat elsa ibu dan adiknya kerap tidur dengan keadaan basah dan kedinginan. Rumah ini juga berdiri di atas tanah orang lain.

“Kalau ada uang Elsa ingin perbaiki rumah supaya adek sama ibu gak kedinginan kalau tidur malam”.Ucap elsa.

#PejuangKebaikan, yuk bantu Elsa dengan cara :
1. Klik "Donasi Sekarang"
2. Masukkan nominal donasi
3. Pilih metode pembayaran (GO-PAY/BNI Syariah/BRI/BCA/Mandiri/DANA/ShopeePay)
4. Kamu akan mendapatkan laporan via E-mail
5. Transfer sesuai 3 kode unik untuk memudahkan sistem dalam pencatatannya dan tepat sasaran dalam penyalurannya 

Disclaimer :
Fundrising ini merupakan bagian dari Program Sosial dan Kemanusiaan. Kelebihan donasi yang terhimpun digunakan untuk membantu penggalangan donasi penerima manfaat lainnya.

Info Selengkapnya Hubungi :
Admin (0813-1255-7811) / (0821-3211-5439)
Selengkapnya
disclaimer
Disclaimer:  Fundraising ini merupakan bagian dari penggalangan dana Rumah Yatim. Kelebihan donasi yang terhimpun akan disalurkan ke penerima manfaat program-program Rumah Yatim lainnya.