Detail Layanan

infaq/sedekah tidak terikat

Infaq/Sedekah

Dana Terhimpun : Rp 1.134.818.656




UPDATE LAPORAN TERBARU
18 Oktober 2019

94 Anak di Tiga SD di Kabupaten Tegal Dapat Bantuan Uang Saku Rumah Yatim

Sebanyak 94 siswa prasejahtera di tiga Sekolah Dasar (SD) Kabupaten Tegal, telah mendapat bantuan uang saku pendidikan. Bantuan ini disalurkan oleh Rumah Yatim Cabang Tegal, pada Rabu (16/10) lalu. Di antaranya 24 anak di SDN Wangandawa 01, 50 anak di SDN Bandasari, dan 20 anak di SDN 02 Bukateja.

Kepala Cabang Rumah Yatim Tegal, Jajang Khoeruman menuturkan, bantuan ini diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan uang saku atau kebutuhan pendidikan lainnya bagi siswa yang berlatar belakang tidak mampu. Dilihat dari kondisinya, para penerima manfaat ini adalah anak yatim dan dhuafa. Sehingga membutuhkan dukungan, minimal untuk kebutuhan uang jajannya.

“Kebetulan kata Kepala SDN Wandawa, bantuan ini sangat tepat sekali, karena banyak anak yang tidak mampu, bahkan ada yang sangat miskin sekali. Alhamdulillah kita bisa bantu,” ungkapnya.

Seperti yang disampaikan salah satu siswa, ia mengaku kadang mendapat uang saku dan kadang tidak dapat dari orangtuanya. Untuk bisa bersekolah pun sangat disyukuri. Hal itu dikarenakan tingkat penghasilan orangtua sangat rendah dan hanya cukup untuk makan anggota keluarganya saja.

Rata-rata pekerjaan orangtua dari puluhan siswa ini sebagai buruh, tukang becak, buruh cuci, dan pengumpul barang rongsokan. Oleh karena itu, kata dia, ketika kedatangan tim relawan Rumah Yatim, mereka sangat senang dan disambut antusias oleh anak-anak.

Mereka merasa bersyukur terhadap datangnya bantuan ini. Bahkan seperti yang disampaikan Kepala Sekolah dari 3 SD itu, meskipun sekolah negeri, tapi banyak siswa yang tidak mampu. Menurutnya bantuan ini tepat sasaran.

“Untuk jangka panjang mereka masih membutuhkan bantuan dari pihak manapun. Mudah - mudahan ke depannya bisa mendapatkan program bantuan kita, khususnya untuk pendidikan,” pungkasnya.


Deskripsi Layanan


Infaq atau sedekah umum (tidak terikat)

Mengeluarkan sebagian harta yang diperintahkan dalam islam untuk diberikan kepada orang yang berhak menerimanya. 

Sifatnya tidak mengikat baik jumlah yang dikeluarkan maupun obyek mustahik yang akan menerimanya.

Disebut umum karena tidak dibatasi oleh jumlah nominal maupun akad untuk diberikan kepada mustahik kepada program tertentu.

UPDATE #291
18 Oktober 2019

94 Anak di Tiga SD di Kabupaten Tegal Dapat Bantuan Uang Saku Rumah Yatim

Sebanyak 94 siswa prasejahtera di tiga Sekolah Dasar (SD) Kabupaten Tegal, telah mendapat bantuan uang saku pendidikan. Bantuan ini disalurkan oleh Rumah Yatim Cabang Tegal, pada Rabu (16/10) lalu. Di antaranya 24 anak di SDN Wangandawa 01, 50 anak di SDN Bandasari, dan 20 anak di SDN 02 Bukateja.

Kepala Cabang Rumah Yatim Tegal, Jajang Khoeruman menuturkan, bantuan ini diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan uang saku atau kebutuhan pendidikan lainnya bagi siswa yang berlatar belakang tidak mampu. Dilihat dari kondisinya, para penerima manfaat ini adalah anak yatim dan dhuafa. Sehingga membutuhkan dukungan, minimal untuk kebutuhan uang jajannya.

“Kebetulan kata Kepala SDN Wandawa, bantuan ini sangat tepat sekali, karena banyak anak yang tidak mampu, bahkan ada yang sangat miskin sekali. Alhamdulillah kita bisa bantu,” ungkapnya.

Seperti yang disampaikan salah satu siswa, ia mengaku kadang mendapat uang saku dan kadang tidak dapat dari orangtuanya. Untuk bisa bersekolah pun sangat disyukuri. Hal itu dikarenakan tingkat penghasilan orangtua sangat rendah dan hanya cukup untuk makan anggota keluarganya saja.

Rata-rata pekerjaan orangtua dari puluhan siswa ini sebagai buruh, tukang becak, buruh cuci, dan pengumpul barang rongsokan. Oleh karena itu, kata dia, ketika kedatangan tim relawan Rumah Yatim, mereka sangat senang dan disambut antusias oleh anak-anak.

Mereka merasa bersyukur terhadap datangnya bantuan ini. Bahkan seperti yang disampaikan Kepala Sekolah dari 3 SD itu, meskipun sekolah negeri, tapi banyak siswa yang tidak mampu. Menurutnya bantuan ini tepat sasaran.

“Untuk jangka panjang mereka masih membutuhkan bantuan dari pihak manapun. Mudah - mudahan ke depannya bisa mendapatkan program bantuan kita, khususnya untuk pendidikan,” pungkasnya.

UPDATE #290
17 Oktober 2019

Jelang Ujian Tengah Semester, Anak Asuh Banjarmasin Giat Belajar

Anak asuh Rumah Yatim Banjarmasin terus melatih diri dan memperdalam materi pelajaran setiap harinya. Hal ini guna mendapatkan hasil yang maksimal dalam ujian tengah semester yang akan dijalani.

Menurut pemaparan Kepala Asrama Rumah Yatim Banjarmasin, Lingga, anak asuhnya mempelajari sejumlah bahan yang sudah ada. Seperti meliputi latihan soal pilihan ganda, dan essay yang sudah disediakan oleh pihak sekolah. Kegiatan ini, kata dia, diikuti penuh semangat oleh anak asuhnya hingga saat ini.

"Insya Allah Rumah Yatim mendukung penuh agar prestasi anak bisa meningkat," ujar Lingga, Rabu (16/10).

Ia menambahkan, sejauh ini dirinya hanya memberikan arahan dan bimbingan dari hasil kerja keras anak asuhnya. Lewat sejumlah kegiatan pendalaman materi seperti mengulas pelajaran yang sudah ada di sekolah

Selain itu, ia juga memberikan fasilitas Bimbel bagi anak asuhnya. "Targetnya bisa meningkatkan prestasi, memberikan semangat belajar agar anak terbiasa dalam belajar dan menjadi kegiatan yang disukai," tuturnya.

UPDATE #289
17 Oktober 2019

94 Anak di Tiga SD di Kabupaten Tegal Dapat Bantuan Uang Saku Rumah Yatim

Sebanyak 94 siswa prasejahtera di tiga Sekolah Dasar (SD) Kabupaten Tegal, telah mendapat bantuan uang saku pendidikan. Bantuan ini disalurkan oleh Rumah Yatim Cabang Tegal, pada Rabu (16/10) lalu. Di antaranya 24 anak di SDN Wangandawa 01, 50 anak di SDN Bandasari, dan 20 anak di SDN 02 Bukateja.

Kepala Cabang Rumah Yatim Tegal, Jajang Khoeruman menuturkan, bantuan ini diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan uang saku atau kebutuhan pendidikan lainnya bagi siswa yang berlatar belakang tidak mampu. Dilihat dari kondisinya, para penerima manfaat ini adalah anak yatim dan dhuafa. Sehingga membutuhkan dukungan, minimal untuk kebutuhan uang jajannya.

“Kebetulan kata Kepala SDN Wandawa, bantuan ini sangat tepat sekali, karena banyak anak yang tidak mampu, bahkan ada yang sangat miskin sekali. Alhamdulillah kita bisa bantu,” ungkapnya.

Seperti yang disampaikan salah satu siswa, ia mengaku kadang mendapat uang saku dan kadang tidak dapat dari orangtuanya. Untuk bisa bersekolah pun sangat disyukuri. Hal itu dikarenakan tingkat penghasilan orangtua sangat rendah dan hanya cukup untuk makan anggota keluarganya saja.

Rata-rata pekerjaan orangtua dari puluhan siswa ini sebagai buruh, tukang becak, buruh cuci, dan pengumpul barang rongsokan. Oleh karena itu, kata dia, ketika kedatangan tim relawan Rumah Yatim, mereka sangat senang dan disambut antusias oleh anak-anak.

Mereka merasa bersyukur terhadap datangnya bantuan ini. Bahkan seperti yang disampaikan Kepala Sekolah dari 3 SD itu, meskipun sekolah negeri, tapi banyak siswa yang tidak mampu. Menurutnya bantuan ini tepat sasaran.

“Untuk jangka panjang mereka masih membutuhkan bantuan dari pihak manapun. Mudah - mudahan ke depannya bisa mendapatkan program bantuan kita, khususnya untuk pendidikan,” pungkasnya.

UPDATE #288
17 Oktober 2019

94 Anak di Tiga SD di Kabupaten Tegal Dapat Bantuan Uang Saku Rumah Yatim

Sebanyak 94 siswa prasejahtera di tiga Sekolah Dasar (SD) Kabupaten Tegal, telah mendapat bantuan uang saku pendidikan. Bantuan ini disalurkan oleh Rumah Yatim Cabang Tegal, pada Rabu (16/10) lalu. Di antaranya 24 anak di SDN Wangandawa 01, 50 anak di SDN Bandasari, dan 20 anak di SDN 02 Bukateja.

Kepala Cabang Rumah Yatim Tegal, Jajang Khoeruman menuturkan, bantuan ini diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan uang saku atau kebutuhan pendidikan lainnya bagi siswa yang berlatar belakang tidak mampu. Dilihat dari kondisinya, para penerima manfaat ini adalah anak yatim dan dhuafa. Sehingga membutuhkan dukungan, minimal untuk kebutuhan uang jajannya.

“Kebetulan kata Kepala SDN Wandawa, bantuan ini sangat tepat sekali, karena banyak anak yang tidak mampu, bahkan ada yang sangat miskin sekali. Alhamdulillah kita bisa bantu,” ungkapnya.

Seperti yang disampaikan salah satu siswa, ia mengaku kadang mendapat uang saku dan kadang tidak dapat dari orangtuanya. Untuk bisa bersekolah pun sangat disyukuri. Hal itu dikarenakan tingkat penghasilan orangtua sangat rendah dan hanya cukup untuk makan anggota keluarganya saja.

Rata-rata pekerjaan orangtua dari puluhan siswa ini sebagai buruh, tukang becak, buruh cuci, dan pengumpul barang rongsokan. Oleh karena itu, kata dia, ketika kedatangan tim relawan Rumah Yatim, mereka sangat senang dan disambut antusias oleh anak-anak.

Mereka merasa bersyukur terhadap datangnya bantuan ini. Bahkan seperti yang disampaikan Kepala Sekolah dari 3 SD itu, meskipun sekolah negeri, tapi banyak siswa yang tidak mampu. Menurutnya bantuan ini tepat sasaran.

“Untuk jangka panjang mereka masih membutuhkan bantuan dari pihak manapun. Mudah - mudahan ke depannya bisa mendapatkan program bantuan kita, khususnya untuk pendidikan,” pungkasnya.

UPDATE #287
16 Oktober 2019

Anak Asuh Duren Sawit Alami Perkembangan Bacaan Alquran
Lewat Tahsin


Penerapan pembelajaran tahsin bagi anak asuh Rumah Yatim Duren Sawit memperlihatkan hasil yang positif. Seluruh anak asuh mengalami perkembangan mulai dari bacaan hingga hukum tajwidnya.

Menurut Kepala Asrama Rumah Yatim Duren Sawit, Deden, pembelajaran tahsin tersebut dilaksanakan setiap akhir pekan di libur sekolah. Saat ini, anak asuhnya terus memperlihatkan perkembangan yang sangat bagus. Mulai dari tata cara membaca hingga memahami hukum bacaannya.

"Alhamdulillah anak-anak ada perubahan dalam membaca Alquran," ujar Deden, Selasa (15/10). Ia juga mengatakan, metode yang diterapkan oleh pengajar tahsin sendiri sesuai harapannya. Walaupun, pengajar saat ini masih terbilang cukup baru.

Di samping itu, sambungnya, beberapa anak asuhnya masih menyesuaikan dengan metode yang diterapkan tersebut. Selain itu, beberapa di antaranya pula masih belum menguasai pelafalan makhorijul huruf serta pemahaman tajwidnya. "Lewat kegiatan ini saya ingin anak-anak bisa menjadi hafidzah yang baik," kata Deden.

UPDATE #286
15 Oktober 2019

Hasil PKM, Anak Asuh Tanjung Karang Bisa Membuat Baju Muslim

Hasil tangan anak asuh Tanjung Karang dari kegiatan Praktek Kegiatan Masyarakat (PKM) yang diadakan oleh tim dosen Universitas Darmajaya sudah terlihat. Sejumlah pakaian muslim dengan berbagai model telah dibuat dengan apik. Hasil ini menyusul setelah kegiatan PKM yang dilaksanakan beberapa waktu lalu.

Menurut pemaparan Pengasuh Asrama Rumah Yatim Tanjung Karang, Rama Sari, setelah kegiatan PKM
yang dilaksanakan beberapa waktu lalu, anak asuh terus melakukan latihan mandiri. Membuat design baju
dan mempraktikannya dengan menjahit sendiri.

Selain itu, kata dia, anak asuh juga dibekali pembuatan bros dan karya tangan lainnya. Seluruh hasil karya anak asuh diharapkan bisa memiliki nilai jual di pasaran. Walaupun, sambung Rama Sari, tujuan utamanya
ialah bisa mengembangkan kemampuan masing-masing anak asuh.

"Membuat baju dan hasil kreasi tangan, seperti bros dan lain lain, yang tujuannya hasil itu memiliki daya jual," tutur Rama Sari, Senin (14/10). Ia berharap, seluruh ilmu yang didapatkan dari kegiatan PKM bisa berdampak positif bagi berkembangan anak asuh. Khususnya bisa menjadi bekal di masa depan.

UPDATE #285
12 Oktober 2019

Bantuan Rumah Yatim Diberikan Bagi Rafi Penderita Kanker Tulang

Rafi, bocah 10 tahun itu telah divonis kanker tulang di bagian kaki kanannya sejak beberapa tahun yang lalu. Sehingga mengakibatkan kaki kanannya terpaksa diamputasi karena kanker yang terus menggerogoti. Meski demikian, di tengah keterbatasan ekonomi, ia tidak mengeluh pada keadaanya.

Atas kondisi itu, Rumah Yatim Area Jawa Barat memberikan bantuan peduli sesama kepada anak tersebut. Bantuan ini diberikan di kediamannya yang berlokasi di Jalan Pelindung Hewan No. 46, Kecamatan Astana Anyar, Kota Bandung, pada Rabu (8/10) lalu. Relawan Rumah Yatim, Solehudin menuturkan, bantuan ini diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan Rafi sehari-hari.
 
“Ini rekomendasi dari TKSK Astana Anyar, bahwa Rafi perlu dibantu. Alhamdulillah sedikitnya kita bisa bantu untuk biaya hidupnya sehari-hari,” tuturnya.

Menurut pemaparan dari pihak keluarga, Rafi berhenti dari sekolahnya, karena tidak bisa berjalan. Kaki kanannya telah habis diamputasi. Meski demikian, Rafi tetap berharap bisa kembali sekolah seperti sedia kala. Dari pantauan tim relawan, Rafi berasal dari keluarga tidak mampu. Sang ayah hanya bekerja sebagai buruh, dan ibunya sebagai ibu rumah tangga.

Sebelumnya, sudah ada dari lembaga lain yang memberikan bantuan. Pemberian bantuan ini juga merupakan bagian dari perhatian Rumah Yatim terhadap Rafi, yang hidup dalam keterbatasan ekonomi.

UPDATE #284
10 Oktober 2019

Indar, Anak Asuh Mataram yang Paling Rajin Shalat Tahajud

Meskipun belum memasuki usia baligh, kemampuan tahajudnya sudah cukup baik. Di waktu sepertiga malam, Indar Jayadi (10) salah satu anak asuh Rumah Yatim Cabang Mataram itu giat melaksanakan shalat sunah tahajud setiap malam. Bahkan, ia dinobatkan sebagai anak asuh yang paling rajin melaksanakan shalat tahajud.

“Dia termasuk anak yang paling rajin shalat tahajudnya, ketika bangun ada waktu beberapa menit, dia senantiasa menyempatkan waktu untuk shalat tahajud. Kalaupun kesiangan, serakaat dua rakaat pasti ia lakukan,” terang Amir Sumarna, Kepala Asrama Mataram NTB.

Menurutnya, padahal Indar baru beberapa bulan tinggal di asrama, sejak bulan Ramadhan 2019. Tapi kemampuan hafalannya sangat baik dan kemampuan ibadah sunahnya patut diacungi jempol. Bahkan, oleh Kepala Asrama, ia dijuluki ahli surga karena senantiasa menjaga wudhu dan shalat wajib maupun sunah.

Ia menambahkan, Indar merupakan anak yatim piatu asal Dusun Sekotong yang sebelumnya tanpa kasih sayang ibu dan bapak. Kemudian oleh tim relawan Rumah Yatim dibawa ke Asrama Mataram agar mendapatkan kehidupan dan pendidikan yang layak.

Beruntung, selama tinggal di asrama, kata Amir, dia betah dan senang. “Semoga Indar terus istiqomah melaksanakan ibadah sunah seperti tahajud, dan Alhamdulillah ketika dibawa ke asrama dia betah,” tuturnya.

UPDATE #283
7 Oktober 2019

50 Siswa SDN 038 Bangun Jaya Terima Bantuan Uang Saku
dari Rumah Yatim

Sebanyak 50 siswa SDN 038 Bangun Jaya telah mendapat bantuan uang saku yang disalurkan oleh relawan Rumah Yatim Cabang Riau. Bantuan diberikan di Desa Bangun Jaya, Kecamatan Tembusai Utara, Kabupaten Rokan Hulu, Senin (30/9) lalu. Bantuan tersebut diberikan untuk membantu biaya pendidikan anak-anak.

"Karena kondisi anak-anak di sini sangat membutuhkan bantuan, terutama untuk mencukupi kebutuhan sekolah. Selain itu, letak sekolah yang berada di ujung membuat sekolah tersebut jarang mendapat bantuan," jelas relawan Rumah Yatim, Firdha.

Selain bantuan yang disalurkan kepada para siswa, Rumah Yatim juga menyalurkan bantuan perlengkapan sekolah kepada para siswa. Rumah Yatim memilih sekolah tersebut, lanjut Firdha, lantaran di sekolah tersebut banyak terdapat anak-anak yatim dan dhuafa.

"Para siswa di sana berasal dari keluarga kurang mampu, banyak anak yatim, dan dhuafa, sehingga berhak mendapatkan bantuan," ungkapnya.


 
Kendati demikian, menurutnya, anak-anak sangat antusias dan begitu semangat dalam mencari ilmu. Ia berharap, bantuan yang disalurkan Rumah Yatim sekiranya dapat membantu kebutuhan sekolah anak-anak.

UPDATE #282
1 Oktober 2019

112 Siswa MTs Muhamadiyah 01 Dapat Bantuan Uang Saku
Rumah Yatim

Sebanyak 112 siswa prasejahtera MTs Muhamadiyah 01, di Jalan Darussalam, Kota Medan, telah mendapat bantuan uang saku pendidikan yang disalurkan oleh Rumah Yatim Cabang Medan, Kamis (26/9). Bantuan tersebut diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan uang saku anak-anak yang sulit didapatkan dari orangtuanya.

Relawan Rumah Yatim Medan, Ibnu menuturkan, bantuan diberikan kepada siswa tersebut karena kondisi ekonomi orangtuanya termasuk menengah ke bawah. Rata-rata penghasilan orangtuanya cukup rendah. Mereka hanya bekerja sebagai buruh cuci gosok dan pekerja serabutan. Oleh karena itu, adanya bantuan ini sangat dibutuhkan untuk tambahan biaya pendidikan bagi ratusan anak tersebut.

“Alhamdulillah mereka sangat senang sekali dapat bantuan dari kita (Rumah Yatim), karena di sekolah itu kondisi siswanya rata-rata tidak mampu,” ungkapnya.

Seperti yang diketahui, anak-anak ituhanya mendapat uang saku seadanya dari orangtua, bahkan kadang tidak punya. Hal itu karena keterbatasan ekonomi orangtuanya. Oleh karena itu, bantuan yang diberikan ini untuk mendukung semangat anak-anak dalam belajarnya, serta mengembalikan semangatnya. Minimal bisa memenuhi kebutuhan uang jajannya.

Kendati demikian, adanya bantuan ini, kata dia, diharapkan dapat menambah semangat anak-anak agar bisa terus meningkatkan potensi mereka. Serta diharapkan dapat meringankan beban permasalahan ekonomi orangtuanya, dalam membiayai pendidikan anaknya.

UPDATE #281
30 September 2019

95 Siswa SDN Bukateja Gembira Dapat Uang Saku dari Rumah Yatim

Sebanyak 95 siswa prasejahtera mengaku gembira saat mendapat bantuan uang saku pendidikan dari Rumah Yatim Cabang Tegal, pada Senin (23/9) lalu. Adanya bantuan tersebut disambut antusias oleh para siswa dan pihak sekolah. Meski bantuan yang diberikan tidak begitu besar, namun sangat berharga bagi siswa prasejahtera di SDN 2 Bukateja, Kecamtan Balapulang, Kabupaten Tegal itu.

Kepala Cabang Rumah Yatim Tegal, Jajang Khoeruman menuturkan, para penerima manfaat ini terdiri dari yatim dan dhuafa yang hidupnya serba kekurangan. Karena kondisi orangtuanya hanya bekerja serabutan dan buruh musiman. Sehingga untuk kebutuhan uang saku anak kadang tidak terpenuhi.

Oleh karena itu, adanya bantuan ini untuk mendukung membantu memenuhi kebutuhan uang saku siswa tersebut. “Meskipun sekolahnya negeri, tapi siswanya rata-rata memang tidak mampu. Alhamdulillah mereka senang ada bantuan dari Rumah Yatim,” tuturnya.

Menurut informasi yang didapat oleh Jajang, penghasilan orangtuanya terkadang kurang mencukupi untuk kebutuhan uang saku anaknya. Selain itu, penyerahan bantuan ini juga, kata dia, bukan hanya sekadar membantu kebutuhan pendidikan. Tetapi turut berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yang hidupnya kurang mampu.

UPDATE #280
28 September 2019

Puluhan Anak Korban Bencana Asap di Palangkaraya Dapat
Uang saku Pendidikan

Ratusan anak yatim dan dhuafa di Kelurahan Jekan Jaya, Kecamatan Jekan Jaya, Kota Palangkaraya mendapatkan bantuan uang saku pendidikan dari Rumah Yatim Area Kalimantan, Kamis (26/9). Bantuan ini merupakan program untuk mendukung kebutuhan pendidikan anak.

Relawan Rumah Yatim Kalimantan, Ricky Setiawan mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan Kamis kemarin tersebut berjalan sangat baik. Anak-anak yang berada di lokasi sangat antusias. Apalagi, saat ini pula di lokasi pembagian sedang terkena dampak bencana asap.

"Kegiatannya kita lebih mendampingkan dengan program pemberian masker kepada anak-anak korban terpapar asap karhutla," ujarnya.

Anak-anak yang mendapatkan bantuan uang saku pendidikan ini berasal dari tingkatan sekolah dasar hingga menengah atas. Menurut Ricky, bantuan uang saku diberikan untuk memenuhi kebutuhan bekal harian anak. Karena saat ini sejumlah orangtua anak tidak bekerja karena terhambat paparan kabut asup.

"Banyak terhambat karena masalah keadaan lingkungan yang tidak sehat akibat asap karhutla," papar Ricky.

Ia berharap, bantuan uang saku pendidikan tersebut bisa memacu semangat anak yang lebih. Terutama saat ini kondisinya belum kondusif akibat bencana asap yang masih tersisa di wilayah tersebut. "Harapannya semoga mereka bisa lebih semangat lagi belajarnya dan menjalani aktivitas kesehariannya, serta kepada para orangtua mereka sedikit terbebas dari keadaan saat ini," ungkapnya.

UPDATE #279
25 September 2019

Bantuan Uang Saku Disalurkan Rumah Yatim Bagi Siswa MI
Nahdatul Wathon

Rumah Yatim Cabang Mataram menyalurkan bantuan uang saku pendidikan kepada 90 siswa prasejahtera Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nahdatul Wathon, di Desa Sembalun Lawang, Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, pada Sabtu (21/9) lalu. Bantuan diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan pendidikan siswa yang juga korban gempa.

Relawan Rumah Yatim Cabang Mataram, Isratul Huda mengungkapkan, di daerah tersebut termasuk salah satu daerah terparah bekas dampak gempa 2018 silam. Oleh karena itu, menurutnya, sejak gempa tersebut masyarakat lumpuh secara ekonomi. Sehingga jangankan untuk kebutuhan pendidikan anak-anak, untuk makan sehari-hari pun terasa sulit.

“Kondisi para siswa ini mayoritas tidak mampu. Karena kita lihat hampir seluruh yang terkena gempa, saat ini tidak ada yang namalnya kategori warga mampu. Masih banyak warga yang menempati rumah darurat milik pemerintah,” terangnya.

Ia menambahkan, di tengah keterbatasan itu, anak-anak terus semangat menjalani sekolahnya. Meskipun kondisi serba kekurangan, mereka tetap memiliki harapan yang lebih cerah untuk kehidupan di masa depan. Kendati demikian, sambung dia, semangat anak-anak tersebut perlu didukung agar terus giat dalam belajarnya.

Huda juga mengungkapkan, mereka sangat gembira saat mengetahui datangnya bantuan uang saku dari Rumah Yatim. Ia berharap, bantuan ini dapat menjadi penghibur bagi anak-anak di tengah keterbatasan. Sebab, para orangtuanya hanya bekerja sebagai buruh tani musiman dan kuli bangunan, sehingga diharapkan bantuan ini dapat meringankan bebannya.

UPDATE #278
25 September 2019

30 Anak di Kabupaten Bandung Mengaku Senang Dapat
Uang Saku Pendidikan

Puluhan anak prasejahtera di Kampung Lodaya Kolot, Desa Tarumajaya, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung mengaku senang mendapat bantuan uang saku pendidikan dari Rumah Yatim Area Jawa Barat, pada Minggu (22/9) lalu. Sebanyak 30 anak telah mendapat bantuan itu. Bantuan diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan uang saku sekolahnya sehari-hari.

Relawan Rumah Yatim, Solehudin menuturkan, kondisi anak-anak tersebut dari segi latar belakang ekonomi orangtua prasejahtera. Sehingga, menurutnya, sangat layak dibantu. Karena mayoritas bermata pencaharian sebagai buruh tani musiman.

Terlebih saat ini tengah memasuki musim kekeringan, tidak ada garapan sawah ataupun ladang untuk bertani. Hal itu menyebabkan tidak ada penghasilan, apalagi untuk kebutuhan uang saku anaknya.

“Alhamdulillah sangat antusias, sampai membludak sehingga ada penambahan. Di sana banyak anak-anak yang membutuhkan, dari segi biaya pendidikan mereka sangat minim,” ungkapnya.

Meskipun hidup di tengah keterbatasan, dari pantauan tim relawan Rumah Yatim, anak-anak memiliki semangat yang tinggi. Hal itu terlihat saat mereka memiliki hafalan surat Alquran yang banyak.

Adapun kondisi anak-anak tersebut adalah yatim dan dhuafa. Adanya bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban orangtuanya yang belum bisa memenuhi kebutuhan uang saku sekolah.

Lewat bantuan ini, Solehudin berharap dapat menjadi penyemangat baru bagi anak-anak. Agar anak terus giat melaksanakan kewajibannya sebagai pelajar yang berperan menjadi generasi penerus.

UPDATE #277
24 September 2019

Bantuan 80 Alquran Diberikan Demi Tunjang Hafalan Puluhan
Anak di Kreyo

Rumah Yatim Cabang Tegal membagikan bantuan 80 kitab Alquran kepada puluhan anak prasejahtera di Desa Kreyo, Kabupaten Pemalang, pada Rabu (18/9) lalu. Bantuan ini merupakan realisasi program ‘Yatim Bisa Hafal Quran’ yang diberikan sebagai sarana penunjang dalam menghafal Alquran.

Kepala Cabang Rumah Yatim Tegal, Jajang Khoeruman mengungkapkan, bukan hanya Alquran yang disalurkan, tetapi juga 20 unit bangku sebagai sarana belajar anak-anak dalam proses menghafal bersama puluhan anak lainnya. Dari pantauan tim relawan, anak-anak tersebut sangat giat dan semangat menghafal ayat demi ayat.

“Dari awal kita sudah koordinasi dengan ustadz di sana, pihak madrasah juga menyampaikan untuk sekarang ini yang dibutuhkan itu Alquran dan bangku untuk belajar tahfidz anak-anak,” jelasnya.


 
Selain itu, ketika tim relawan akan menyerahkan bantuan tersebut di tempat ngaji anak-anak. Quran di tempat mengaji itu sudah lusuh dan banyak yang sobek atau rusak dan bangku-bangku sudah tidak layak pakai. Sehingga bantuan ini diberikan dengan tepat sasaran.

“Semoga bantuan yang kita berikan dapat menjadi penunjang hafalan anak-anak di Desa Kreyo,” harapnya.

UPDATE #276
24 September 2019

Rumah Yatim Akan Salurkan Bantuan untuk Korban Asap
Kalimantan Tengah

Rumah Yatim telah melakukan persiapan untuk memberikan bantuan oksigen portebel dan masker kepada korban bencana asap di sejumlah kota di Kalimantan Tengah. Persiapan ini dibarengi dengan tahap assessment yang dilakukan Forum Zakat (Foz).

Menurut pemaparan relawan Rumah Yatim, Ricky Setiawan, sejumlah persiapan telah dilakukan Rumah Yatim untuk ke lokasi bencana khususnya menyalurkan bantuan. Dua lokasi yang menjadi target bantuan rencananya ialah Kota Waringin Barat dan Kapuas. Dua kota tersebut, kata dia, diindikasi masih krisis dan asap masih cukup tebal serta mengganggu pernapasan warga sekitar.

"Untuk keadaan keseluruhan memang masih banyak yang terdampak asap tersebut, sejumlah daerah juga masih terdampak asap dari pagi hingga malam," papar Ricky.

Kedatangan Ricky pula bersama dengan relawan Rumah Yatim lainnya Deni Rustandi. Rencananya, Rumah Yatim di Kalimantan Tengah ini akan segera merealisasikan bantuan setelah intruksi yang diberikan oleh Foz.

"Program yang akan kita gulirkan mungkin kami (Foz) lebih ke yang sifatnya terdampak, karena untuk penanggulangan di sini lebih ke pemerintah setempat yang bertanggung jawab," tuturnya.

UPDATE #275
20 September 2019

Bantuan Rumah Yatim Sangat Bermanfaat Bagi Masyarakat
Desa Pabuaran

Rasa senang dan bahagia menyelimuti Kepala Desa Pabuaran, Atika Pauji, setelah dua hari berturut-turut masyarakat di wilayahnya mendapat bantuan dari Rumah Yatim Jabodetabek. Kini, bantuan kesekian kalinya tersebut berupa kebutuhan sembako untuk masyarakat kurang mampu di Desa Pabuaran, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor.

Atika mengatakan, dirinya secara pribadi mengucapkan terima kasih untuk Rumah Yatim Jabodetabek yang telah memberikan bantuan kepada warganya. Hal itu pula menyusul sejumlah bantuan yang telah diterima oleh masyarakat Pabuaran beberapa waktu lalu.

"Terima kasih banyak insya Allah sembako yang diberikan ini bermanfaat bagi warga kami, barokah fi dunya wal akhirat," tuturnya.

Bantuan paket sembako dari Rumah Yatim Jabodetabek di hari kemarin tersebut bisa dirasakan manfaatnya oleh 230 mustahik. Seluruh penerima manfaat merupakan masyarakat dari kalangan fakir, miskin, lansia dhuafa, serta keluarga prasejahtera.

"Mudah-mudahan silaturahmi ini tidak putus sampai di )sini dari Rumah Yatim kepada kami warga Desa Pabuaran," ungkapnya.

Ia mengakui, jika masyarakat di Desa Pabuaran memang kondisinya masih lemah secara ekonomi. Oleh karena itu, bantuan dari Rumah Yatim sangat berarti untuk mendukung dan mengurangi beban masyarakat.

UPDATE #274
20 September 2019

Bantuan Rumah Yatim Sangat Bermanfaat Bagi Masyarakat
Desa Pabuaran

Rasa senang dan bahagia menyelimuti Kepala Desa Pabuaran, Atika Pauji, setelah dua hari berturut-turut masyarakat di wilayahnya mendapat bantuan dari Rumah Yatim Jabodetabek. Kini, bantuan kesekian kalinya tersebut berupa kebutuhan sembako untuk masyarakat kurang mampu di Desa Pabuaran, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor.

Atika mengatakan, dirinya secara pribadi mengucapkan terima kasih untuk Rumah Yatim Jabodetabek yang telah memberikan bantuan kepada warganya. Hal itu pula menyusul sejumlah bantuan yang telah diterima oleh masyarakat Pabuaran beberapa waktu lalu.

"Terima kasih banyak insya Allah sembako yang diberikan ini bermanfaat bagi warga kami, barokah fi dunya wal akhirat," tuturnya.

Bantuan paket sembako dari Rumah Yatim Jabodetabek di hari kemarin tersebut bisa dirasakan manfaatnya oleh 230 mustahik. Seluruh penerima manfaat merupakan masyarakat dari kalangan fakir, miskin, lansia dhuafa, serta keluarga prasejahtera.

"Mudah-mudahan silaturahmi ini tidak putus sampai di )sini dari Rumah Yatim kepada kami warga Desa Pabuaran," ungkapnya.

Ia mengakui, jika masyarakat di Desa Pabuaran memang kondisinya masih lemah secara ekonomi. Oleh karena itu, bantuan dari Rumah Yatim sangat berarti untuk mendukung dan mengurangi beban masyarakat.

UPDATE #273
19 September 2019

Bantuan Pendidikan Diberikan Bagi 100 Anak Prasejahtera di Babakan Surabaya

Rumah Yatim Area Jawa Barat kembali memberikan bantuan biaya pendidikan kepada 100 anak prasejahtera di Desa Babakan Surabaya, Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung, pada Sabtu (14/9) lalu. Bantuan yang diberikan berupa bantuan uang saku pendidikan untuk digunakan sebagai uang jajan anak-anak tidak mampu.

Relawan Rumah Yatim, Solehudin menuturkan, masyarakat di lingkungan tersebut kebanyakan pendatang dari luar Kota Bandung, dengan kondisi ekonomi hidup di garis kemiskinan. Para orangtuanya berpenghasilan, tapi tidak mencukupi untuk pemenuhan kebutuhan pendidikan anak-anaknya, termasuk uang saku sehari-hari.

“Anak-anak ini termasuk anak yang kurang beruntung, dan uang jajan dari orangtuanya pun hanya seadanya, karena para orangtuanya hanya berpenghasilan pas-pasan,” ungkapnya.

Menurutnya, anak-anak ini membutuhkan dukungan dari berbagi pihak, agar bisa terus semangat menjalani pendidikannya. Meskipun bantuan yang diberikan tidak begitu besar, sedikitnya dapat meringankan beban permasalahan ekonomi orangtuanya selama beberapa minggu ke depan. Oleh karena itu, adanya bantuan ini diharapkan dapat membantu kebutuhan pendidikan anak-anak tersebut.

Ia menambahkan, belum ada lembaga lain yang memberikan bantuan serupa kepada masyarakat setempat termasuk anak-anak. Sehingga kedatangan tim relawan pun disambut antusias dan gembira oleh anak-anak maupun warga sekitar.

“Semoga dengan adanya bantuan ini bisa mnembantu warga tidak mampu, walaupun gak banyak, tapi bisa dirasakan manfaatnya,” pungkas Solehudin.

UPDATE #272
17 September 2019

Rumah Yatim Bagikan Ratusan Makanan untuk Korban Kebakaran di Alalak Selatan

Sejak dibukanya dapur umum Rumah Yatim Kalimantan di lokasi kebakaran di Kelurahan Alalak Selatan, Kecamatan Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin, ratusan korban kebakaran mulai terpenuhi kebutuhan makannya. Pembagian makanan siap saji ini mulai dilaksanakan sejak Sabtu (14/9).

Pembagian makanan siap saji ini dilakukan tim relawan Rumah Yatim dibantu oleh sejumlah elemen masyarakat di lokasi pengungsian. Menurut Relawan Rumah Yatim Kalimantan Ricky Setiawan, bantuan makanan siap saji dibagikan kepada puluhan keluarga korban kebakaran.

"Insyaallag tidak terkepas dari niat awal kami untuk membantu selama masa kritis sampai dengan normal," Ujarnya, beberapa waktu lalu.

Pembagian makanan siap saji ini dilakukan relawan Rumah Yatim dengan mendatangi sejumlah tenda pengungsian sederhana yang dibuat oleh masyarakat. Sedikitnya, kata Ricky, menargetkan dalam satu hari bisa memberikan makanan sebanyak tiga kali untuk para korban. Hal itu akan terus dilakukan hingga lima hari sejak dibuka dapur umum Jumat kemarin.

"Kami disini insyaallah siap menyediakan makanan untuk masyarakat," ungkapnya.

UPDATE #271
16 September 2019

250 Anak Yatim Dhuafa di Kramatjati Dapat Bantuan Pendidikan dari Rumah Yatim



Ratusan perlengkapan sekolah diberikan kepada anak yatim dan dhuafa di Sekretariat RW 03, Kelurahan Balekambang, Kecamatan Kramatjati, Jakarta Timur, Sabtu (14/9). Bantuan ini untuk mendukung kebutuhan pendidikan anak-anak kurang mampu dari sejumlah sekolah yang ada di Kramatjati.

Relawan Rumah Yatim Jabodetabek sekaligus Penanggung Jawab Kegiatan, Ali Ridwan mengatakan, kegiatan di konsentrasikan di satu lokasi. Penerima manfaat pula merupakan rekomendasi dari tiap-tiap sekolah yang kondisinya memang membutuhkan bantuan. Sedikitnya, kata dia, sebanyak 250 anak yatim dan dhuafa mendapatkan bantuan tersebut.

"Sasaran utama adalah yatim dan dhuafa yang masih duduk di bangku pendidikan," ujar Ali.

Ia mengungkapkan, kegiatan tersebut juga tidak terlepas dari upaya dukungan Rumah Yatim untuk anak-anak dari keluarga prasejahtera agar dapat semangat bersekolah. Harapannya, kata dia, bantuan perlengkapan sekolah yang bekerjasama dengan PLN Peduli ini pula bisa meringankan beban orangtua atau wali anak.

Setelah pembagian ini, sambung dia, diharapkan pula anak-anak yang kondisinya kurang mampu bisa terus termotivasi untuk belajar dengan giat. Agar, dapat menjadi generasi yang cerdas dan berakhlak baik.

"Harapan kami anak-anak bisa memanfaatkannya dengan baik dan bisa termotivasi," tuturnya.

 

UPDATE #270
16 September 2019

130 Siswa Dapat Bantuan Uang Saku Pendidikan Rumah Yatim Lampung

Bantuan uang saku pendidikan diberikan kepada ratusan siswa di SDN 38 Negeri Katon, di Desa Trisno Maju, Kecamatan Negeri Katon, Kabupaten Pesawaran, Jumat (13/9) lalu. Pemberian uang saku ini untuk membantu kebutuhan bekal harian anak yatim dan dhuafa di sekolah tersebut.

Bantuan uang saku tersebut sedikitnya diberikan kepada 130 siswa di sekolah tersebut. Mayoritas siswa merupakan dari keluarga kurang mampu dan sebagian kecil lainnya ialah anak yatim maupun piatu.

Menurut pemaparan Kepala Cabang Rumah Yatim Lampung, Herman, pemberian uang saku pendidikan tersebut merata keseluruh siswa agar tidak ada kecemburan sosial antar anak. Namun demikian, anak yatim dan dhuafa menjadi prioritas utama untuk menerima bantuan uang saku pendidikan tersebut.

"Kita utamakan mereka yang benar-benar membutuhkan, karena sedikit bagi kita, sangat berarti bagi mereka," ujar Herman, Sabtu (14/9).

Ia berharap, uang saku pendidikan yang diberikan Rumah Yatim bisa menunjang kebutuhan harian anak. Supaya anak tetap bersemangat berangkat sekolah dan belajar. Kegiatan ini pula, kata dia, merupakan upaya untuk mendukung pendidikan bagi anak yatim dan dhuafa di seluruh Indonesia.

"Harapannya mudah-mudahan dapat membantu dan meringankan pengeluaran orangtua anak," tuntasnya.

UPDATE #269
14 September 2019

Dukung Pendidikan 50 Siswa TPA Al Hamdan, Rumah Yatim Bagikan Uang Saku

Bantuan uang saku pendidikan dibagikan Rumah Yatim Area Jawa Barat kepada siswa prasejahtera di TPA Al Hamdan, pada Sabtu (7/8) lalu, di Desa Palasari, Kabupaten Sumedang. Bantuan diberikan kepada 50 siswa untuk membantu memenuhi kebutuhan uang saku maupun kebutuhan pendidikan lainnya.

Meskipun anak-anak tersebut tergolong tidak mampu, namun kata relawan Rumah Yatim, Solehudin, semangat dalam belajarnya cukup tinggi. Oleh karena itu, semangat para siswa harus terus didukung dan perlu diapresiasi. Agar semangat tersebut tidak luntur.

“Anak-anak pada semangat belajarnya, jadi kita harus dukung terus, salah satunya dengan memberikan bantuan ini, supaya lebih semangat lagi,” ungkapnya.

Menurut informasi, sekolah itu merupakan satu-satunya sekolah yang bertahan di desa tersebut selama bertahun-tahun. Menurutnya, bantuan yang diserahkan ini lebih urgent diberikan kepada siswanya terlebih dahulu dibanding gurunya.

Hal itu karena di musim kemarau ini menyebabkan para orangtua siswa yang bekerja serabutan tidak berpenghasilan lebih. Sehingga tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan uang saku dan hanya cukup untuk makan sehari-hari.

Ke depannya, ia berharap Rumah Yatim bisa membantu secara berkelanjutan, terutama untuk operasional madrasah. Lewat bantuan ini, diharapkan pula dapat meringankan beban orangtua atau wali anak di tengah himpitan ekonomi yang kian memprihatinkan.

UPDATE #268
14 September 2019

Bantuan Uang Saku Pendidikan Dibagikan Kepada 50 Siswa di Yayasan Al Mubarok

Rumah Yatim Area Jawa Barat membagikan bantuan uang saku pendidikan kepada 50 siswa prasejahtera di Yayasan Al Mubarok, pada Selasa (10/9) lalu, di Kampung Neglasari, Desa Cibeureum, Kabupaten Bandung. Bantuan itu diberikan untuk mendukung semangat para siswa dan memenuhi kebutuhan pendidikannya.

Relawan Rumah Yatim, Solehudin menuturkan, kondisi para siswa terdiri dari yatim dan dhuafa, yang berlatar belakang tidak mampu. Bahkan diketahui penghasilan beberapa orangtuanya hanya 20 ribu rupiah perhari. Sehingga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari terbilang sangat kurang.

Oleh karena itu, adanya bantuan ini untuk membantu meringankan beban orangtuanya. “Walaupun bantuan dari kita gak begitu banyak, sedikitnya bisa meringankan beban ekonomi mereka,” ungkapnya.

Yayasan Al Mubarok merupakan bagian dari mitra Rumah Yatim, yang di dalamnya banyak menampung anak yatim. Sehingga hal itu menjadi prioritas Rumah Yatim dalam memberikan bantuan. Selain itu, kedatangan tim Rumah Yatim juga disambut antusias oleh anak-anak dan pihak yayasan.

Kendati demikian, adanya bantuan ini, diharapkan mampu menjadi penyemangat baru bagi anak-anak prasejahtera, karena bisa mendapatkan bantuan uang saku. Serta mampu meringankan beban ekonomi orangtuanya.

UPDATE #267
11 September 2019

Realisasi Program ‘Yatim Bisa Hafal Quran’, Bantuan 60 Alquran dan Iqro Disalurkan

Rumah Yatim Cabang Medan menyalurkan bantuan program ‘Yatim Bisa Hafal Quran’ kepada puluhan anak prasejahtera di pelosok Sumatera Utara, pada Minggu (8/9) lalu. Penyaluran ini dilakukan di Dusun Secanggang, Desa Perkotaan, Kabupaten Langkat.

Bantuan yang diserahkan berupa 60 buku Iqro dan Alquran. Hal ini guna menunjang pembelajaran ilmu agama Islam anak-anak di sana. Relawan Rumah Yatim Medan, Ibnu menerangkan, di Dusun Secanggang ini dipilih karena merupakan daerah pelosok yang dari segi pembelajaran agamanya masih kurang.

Menurutnya, masih banyak anak yang belum memahami cara mengaji yang baik dan benar. Oleh karena itu, adanya bantuan ini untuk membantu mereka agar bisa belajar mengaji Alquran. “Dari segi keagamaannya masih kurang, terutama soal ngajinya, belum maksimal. Untuk mengenal huruf hijaiyah pun belum terlalu hafal,” ungkapnya.

Menurut pantauannya, anak-anak di dusun tersebut lebih ditekankan oleh para orangtuanya untuk giat bekerja agar menghasilkan uang, dari pada belajar mengaji. Sehingga pembelajaran agama Islamnya masih kurang. Padahal pembelajaran ilmu agama sangat penting bagi anak-anak untuk membentengi diri dari perbuatan negatif.

Kendati demikian, adanya bantuan ini, diharapkan mampu menjadi penyemangat baru bagi anak-anak agar lebih sadar lagi. Bahwa belajar membaca Alquran itu penting untuk bekal di masa yang akan datang.

UPDATE #266
9 September 2019

Makanan Sehat Dibagikan Rumah Yatim Untuk 100 Anak Di Sekotong

Rumah Yatim Cabang Mataram NTB membagikan paket makanan sehat kepada 100 anak prasejahtera. Program ini bertajuk ‘Yatim Dhuafa Bisa Makan’, di Desa Sekotong Timur, Kabupaten Lombok Barat, pada Minggu (1/9). Bantuan ini diberikan untuk membantu memenuhi nutrisi sehat anak-anak prasejahtera di pelosok NTB.

Kepala Cabang Rumah Yatim Mataram NTB, Amir Sumarna menuturkan, bantuan yang diberi berupa bingkisan makanan sehat untuk melengkapi gizi dan nutrisi harian mereka. Menurutnya, nutrisi yang seimbang dapat mendukung tumbuh kembang anak menjadi generasi yang sehat dan cerdas. Oleh karena itu, program bantuan ini diadakan untuk membantu anak-anak prasejahtera agar bisa mendapat makanan sehat.

“Mondisi anak-anaknya cukup memprihatinkan, jadi bantuan makanan sehat ini sangat dibutuhkan mereka untuk melengkapi gizinya,” ungkapnya.

Ia menambahkan, kondisi anak-anak ini cukup memprihatinkan. Karena di tengah keterbatasan ekonomi keluarganya, mereka tidak bisa melengkapi gizi dan nutrisi sehat. Ketika anak-anak mendapat makanan sehat itu, terlihat antusias dan kegembiraan yang dipancarkan.

Kendati demikian, lewat pemberian makanan sehat ini, diharapkan dapat memenuhi asupan nutrisi dan memperbaiki gizi anak-anak tersebut dengan baik. Selain itu, lewat bantuan ini juga diharapkan mampu membahagiakan anak-anak di daerah tersebut.

UPDATE #265
7 September 2019

Bantuan Uang Saku Diberikan Rumah Yatim Bagi 75
Siswa SDN Terare

Kebutuhan pendidikan bagi anak-anak prasejahtera di pelosok seringkali luput dari perhatian pemerintah. Salah satunya di SDN Terare, Desa Teratak, Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah, banyak menampung anak-anak tidak mampu dan kurang beruntung.

Atas kondisi itu, Rumah Yatim memberikan bantuan uang saku pendidikan kepada 75 siswa prasejahtera, pada Sabtu (31/8) lalu. “Karena itu kan daerah terisolir dan pelosok, terus sekolahnya juga banyak menampung anak-anak fakir miskin dan jauh dari kecukupan,” ungkap Amir Sumarna, Kepala Cabang Rumah Yatim Mataram.

Ia menuturkan, bantuan diberikan kepada siswa tersebut karena kondisi ekonomi orangtuanya termasuk prasejahtera. Rata-rata penghasilan orangtuanya sangat rendah, sehingga tidak cukup untuk memberikan uang saku, bahkan bekal untuk sekolah pun hanya seadanya.

Selain itu, bantuan yang diberikan juga untuk mendukung semangat anak-anak dalam belajarnya, serta mengembalikan keceriaan. Minimal bisa memenuhi kebutuhan uang jajannya.

Meskipun bantuan yang diberikan tidak begitu besar, Amir berharap bantuan ini dapat meringankan beban para orangtua. Serta diharapkan Rumah Yatim bisa terus berkontribusi membantu pendidikan anak-anak prasejahtera di berbagai pelosok Indonesia.

UPDATE #264
7 September 2019

Bantuan Uang Saku Diberikan Rumah Yatim Bagi 75
Siswa SDN Terare

Kebutuhan pendidikan bagi anak-anak prasejahtera di pelosok seringkali luput dari perhatian pemerintah. Salah satunya di SDN Terare, Desa Teratak, Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah, banyak menampung anak-anak tidak mampu dan kurang beruntung.

Atas kondisi itu, Rumah Yatim memberikan bantuan uang saku pendidikan kepada 75 siswa prasejahtera, pada Sabtu (31/8) lalu. “Karena itu kan daerah terisolir dan pelosok, terus sekolahnya juga banyak menampung anak-anak fakir miskin dan jauh dari kecukupan,” ungkap Amir Sumarna, Kepala Cabang Rumah Yatim Mataram.

Ia menuturkan, bantuan diberikan kepada siswa tersebut karena kondisi ekonomi orangtuanya termasuk prasejahtera. Rata-rata penghasilan orangtuanya sangat rendah, sehingga tidak cukup untuk memberikan uang saku, bahkan bekal untuk sekolah pun hanya seadanya.

Selain itu, bantuan yang diberikan juga untuk mendukung semangat anak-anak dalam belajarnya, serta mengembalikan keceriaan. Minimal bisa memenuhi kebutuhan uang jajannya.

Meskipun bantuan yang diberikan tidak begitu besar, Amir berharap bantuan ini dapat meringankan beban para orangtua. Serta diharapkan Rumah Yatim bisa terus berkontribusi membantu pendidikan anak-anak prasejahtera di berbagai pelosok Indonesia.

UPDATE #263
7 September 2019

Bantuan Uang Saku Diberikan Rumah Yatim Bagi 75
Siswa SDN Terare

Kebutuhan pendidikan bagi anak-anak prasejahtera di pelosok seringkali luput dari perhatian pemerintah. Salah satunya di SDN Terare, Desa Teratak, Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah, banyak menampung anak-anak tidak mampu dan kurang beruntung.

Atas kondisi itu, Rumah Yatim memberikan bantuan uang saku pendidikan kepada 75 siswa prasejahtera, pada Sabtu (31/8) lalu. “Karena itu kan daerah terisolir dan pelosok, terus sekolahnya juga banyak menampung anak-anak fakir miskin dan jauh dari kecukupan,” ungkap Amir Sumarna, Kepala Cabang Rumah Yatim Mataram.

Ia menuturkan, bantuan diberikan kepada siswa tersebut karena kondisi ekonomi orangtuanya termasuk prasejahtera. Rata-rata penghasilan orangtuanya sangat rendah, sehingga tidak cukup untuk memberikan uang saku, bahkan bekal untuk sekolah pun hanya seadanya.

Selain itu, bantuan yang diberikan juga untuk mendukung semangat anak-anak dalam belajarnya, serta mengembalikan keceriaan. Minimal bisa memenuhi kebutuhan uang jajannya.

Meskipun bantuan yang diberikan tidak begitu besar, Amir berharap bantuan ini dapat meringankan beban para orangtua. Serta diharapkan Rumah Yatim bisa terus berkontribusi membantu pendidikan anak-anak prasejahtera di berbagai pelosok Indonesia.

UPDATE #262
5 September 2019

Uang Saku Pendidikan Rumah Yatim Bagi 50 Siswa Yayasan Al Huda 

Bantuan uang saku pendidikan telah dibagikan Rumah Yatim Area Jawa Barat kepada sejumlah siswa prasejahtera di Yayasan Al Huda, Kampung  Sindang Sari RT 05 RW 15, Desa Manggahang, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, pada Kamis (29/8) lalu. Sebanyak 50 siswa telah menerima bantuan tersebut dengan antusias dan gembira.

Relawan Rumah Yatim, Solehudin menuturkan, bantuan diberikan sebagai wujud perhatian Rumah Yatim kepada siswa yang berlatar belakang tidak mampu, untuk membantu memenuhi kebutuhan pendidikan atau sekadar untuk uang saku sekolahnya.

“Di yayasan itu kan banyak anak kurang mampu, jadi kita prioritaskan kepada anak-anak yang ada di dalam mitra Rumah Yatim,” ungkapnya.

Yayasan Al Huda merupakan salah satu mitra Rumah Yatim yang di dalamnya banyak anak-anak kurang mampu. Sehingga, kata dia, siswanya pun perlu dibantu dari segi kebutuhan pendidikan. Meskipun tidak begitu besar, namun membawa kebahagiaan bagi anak-anak.

Kendati demikian, Solehudin berharap dengan bantuan ini dapat bermanfaat untuk menunjang kebutuhan pendidikan siswa. Serta diharapkan dapat menambah semangat mereka untuk terus belajar dalam meraih cita-citanya.

UPDATE #261
5 September 2019

Uang Saku Pendidikan Rumah Yatim Bagi 50 Siswa Yayasan Al Huda 

Bantuan uang saku pendidikan telah dibagikan Rumah Yatim Area Jawa Barat kepada sejumlah siswa prasejahtera di Yayasan Al Huda, Kampung  Sindang Sari RT 05 RW 15, Desa Manggahang, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, pada Kamis (29/8) lalu. Sebanyak 50 siswa telah menerima bantuan tersebut dengan antusias dan gembira.

Relawan Rumah Yatim, Solehudin menuturkan, bantuan diberikan sebagai wujud perhatian Rumah Yatim kepada siswa yang berlatar belakang tidak mampu, untuk membantu memenuhi kebutuhan pendidikan atau sekadar untuk uang saku sekolahnya.

“Di yayasan itu kan banyak anak kurang mampu, jadi kita prioritaskan kepada anak-anak yang ada di dalam mitra Rumah Yatim,” ungkapnya.

Yayasan Al Huda merupakan salah satu mitra Rumah Yatim yang di dalamnya banyak anak-anak kurang mampu. Sehingga, kata dia, siswanya pun perlu dibantu dari segi kebutuhan pendidikan. Meskipun tidak begitu besar, namun membawa kebahagiaan bagi anak-anak.

Kendati demikian, Solehudin berharap dengan bantuan ini dapat bermanfaat untuk menunjang kebutuhan pendidikan siswa. Serta diharapkan dapat menambah semangat mereka untuk terus belajar dalam meraih cita-citanya.

UPDATE #260
5 September 2019

Uang Saku Pendidikan Rumah Yatim Bagi 50 Siswa Yayasan Al Huda 

Bantuan uang saku pendidikan telah dibagikan Rumah Yatim Area Jawa Barat kepada sejumlah siswa prasejahtera di Yayasan Al Huda, Kampung  Sindang Sari RT 05 RW 15, Desa Manggahang, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, pada Kamis (29/8) lalu. Sebanyak 50 siswa telah menerima bantuan tersebut dengan antusias dan gembira.

Relawan Rumah Yatim, Solehudin menuturkan, bantuan diberikan sebagai wujud perhatian Rumah Yatim kepada siswa yang berlatar belakang tidak mampu, untuk membantu memenuhi kebutuhan pendidikan atau sekadar untuk uang saku sekolahnya.

“Di yayasan itu kan banyak anak kurang mampu, jadi kita prioritaskan kepada anak-anak yang ada di dalam mitra Rumah Yatim,” ungkapnya.

Yayasan Al Huda merupakan salah satu mitra Rumah Yatim yang di dalamnya banyak anak-anak kurang mampu. Sehingga, kata dia, siswanya pun perlu dibantu dari segi kebutuhan pendidikan. Meskipun tidak begitu besar, namun membawa kebahagiaan bagi anak-anak.

Kendati demikian, Solehudin berharap dengan bantuan ini dapat bermanfaat untuk menunjang kebutuhan pendidikan siswa. Serta diharapkan dapat menambah semangat mereka untuk terus belajar dalam meraih cita-citanya.

UPDATE #259
3 September 2019

Lewat Program Bantu Yatim Sekolah, Rumah Yatim Lunasi SPP
Delapan Siswa

Salah satu program unggulan dari Rumah Yatim yaitu membantu anak yatim untuk sekolah. Melalui program ini diharapkan bisa membantu meringankan biaya pendidikan dan kebutuhan sekolah anak-anak yatim. Selasa (27/8) kemarin, tim Rumah Yatim Cabang Bali kembali menyalurkan program tersebut.

Sebanyak delapan anak yatim dan dhuafa mendapatkan bantuan berupa pelunasan tunggakan biaya pendaftaran sekolah dan SPP. “Anak-anak penerima bantuan terdiri dari dua siswa SMP Sapta Andika, tiga anak SD Muhammadiyah 1, satu anak MTs Miftahul Ulum, satu anak SMP PGRI 1, satu anak SMP PGRI 2, jadi total delapan anak,” papar Kepala Cabang Rumah Yatim Bali, Yana.

Menurutnya, bantuan tersebut diberikan lantaran kondisi ekonomi keluarga yang terbilang kurang mampu. Sebab, rata-rata pekerjaan orangtua mereka hanya sebagai buruh serabutan.

“Mereka sangat berterima kasih kepada donatur dan Rumah Yatim karena sudah membantu melunasi tunggakan yang selama ini pihak orangtua tidak sanggup untuk membayar,” jelasnya. Yana berharap, adanya bantuan melalui program ini diharapkan bisa meningkatkan semangat mereka untuk belajar dan meraih cita-cita.

UPDATE #258
3 September 2019

Lewat Program Bantu Yatim Sekolah, Rumah Yatim Lunasi SPP
Delapan Siswa

Salah satu program unggulan dari Rumah Yatim yaitu membantu anak yatim untuk sekolah. Melalui program ini diharapkan bisa membantu meringankan biaya pendidikan dan kebutuhan sekolah anak-anak yatim. Selasa (27/8) kemarin, tim Rumah Yatim Cabang Bali kembali menyalurkan program tersebut.

Sebanyak delapan anak yatim dan dhuafa mendapatkan bantuan berupa pelunasan tunggakan biaya pendaftaran sekolah dan SPP. “Anak-anak penerima bantuan terdiri dari dua siswa SMP Sapta Andika, tiga anak SD Muhammadiyah 1, satu anak MTs Miftahul Ulum, satu anak SMP PGRI 1, satu anak SMP PGRI 2, jadi total delapan anak,” papar Kepala Cabang Rumah Yatim Bali, Yana.

Menurutnya, bantuan tersebut diberikan lantaran kondisi ekonomi keluarga yang terbilang kurang mampu. Sebab, rata-rata pekerjaan orangtua mereka hanya sebagai buruh serabutan.

“Mereka sangat berterima kasih kepada donatur dan Rumah Yatim karena sudah membantu melunasi tunggakan yang selama ini pihak orangtua tidak sanggup untuk membayar,” jelasnya. Yana berharap, adanya bantuan melalui program ini diharapkan bisa meningkatkan semangat mereka untuk belajar dan meraih cita-cita.

UPDATE #257
2 September 2019

200 Anak Di Randudongkal Dapat Uang Saku Pendidikan Dari Rumah Yatim

Meskipun bantuan yang diberikan Rumah Yatim tidak begitu besar, namun sangat berarti bagi ratusan anak di dua desa, Kecamatan Randudongkal, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Sebanyak 200 anak prasejahtera di desa tersebut gembira saat mendapat bantuan uang saku pendidikan yang disalurkan pada Jumat (16/8) lalu.

Kepala Cabang Rumah Yatim Tegal, Jajang Khoeruman menuturkan, pemberian uang saku ini untuk membantu memenuhi kebutuhan uang jajan maupun kebutuhan pendidikan lainnya. Sedangkan kondisi dari ratusan anak-anak ini berasal dari latar belakang tidak mampu. Rata-rata pekerjaan orangtuanya hanya bekerja sebagai buruh cangkul dan kuli bangunan, sehingga layak untuk dibantu.

“Kebetulan kita dapat info dari warga sekitar, banyak anak yang terlantar karena kurang mampu orangtuanya, dan juga banyak sekali anak-anak yang putus sekolah,” ungkapnya.

Ia menyebutkan, bantuan yang disalurkan di dua desa itu di antaranya Desa Rembul sebanyak 130 anak, dan Desa Kreyo, Kecamatan Randu Dongkal, Kabupaten Pemalang, sebanyak 70 anak.

Menurut informasi yang didapat, banyak anak yang hampir putus sekolah karena tidak ada biaya. Oleh karena itu adanya bantuan ini untuk mendukung kebutuhan biaya pendidikan anak-anak tersebut yang hidup dalam keterbatasan ekonomi.

Kedatangan tim Rumah Yatim pun disambut oleh raut keceriaan anak-anak yang sudah terlihat kala tim relawan tiba di lokasi. Kendati demikian, adanya bantuan ini diharapkan mampu menjadi motivasi ratusan anak untuk lebih giat belajar. Serta diharapkan mampu meringankan beban orangtuanya.

UPDATE #256
2 September 2019

50 Siswa SD Jamali Dapat Uang Saku Dari Rumah Yatim

Sebanyak 50 siswa prasejahtera di SD Jamali, Kampung Sinarsari, Desa Jamali, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur bergembira usai mendapat bantuan uang saku pendidikan. Bantuan ini disalurkan oleh Rumah Yatim Area Jawa Barat, Selasa (27/8) lalu.

Kegembiraan anak-anak itu lantaran bantuan yang datang dapat memenuhi kebutuhan pendidikannya. Relawan Rumah Yatim, Irwan menjelaskan, kondisi para siswa ini tergolong tidak mampu, orangtuanya pun kadang memberi uang saku, kadang tidak. Oleh karena itu, bantuan ini diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan sekolah siswa, perihal uang jajannya.

Penyerahan bantuan tersebut atas rekomendasi dari Kepala Camat Mande, yang menginformasikan bahwa siswa di sana perlu dibantu. “Kita dapat rekomendasi dari pak Camat, bahwa kondisi anak-anak itu memang yatim dan dhuafa sehingga benar-benar tidak mampu,” ungkapnya.

Menurutnya, lewat bantuan ini minimal mereka bisa merasakan memiliki uang saku untuk membeli apapun yang dibutuhkan, baik untuk jajannya atau kebutuhan alat sekolahnya. Selain membantu, bantuan ini juga untuk berbagi kebahagiaan dengan anak-anak kurang mampu, agar bisa seperti anak-anak mampu lainnya.

Ke depannya, Irwan berharap Rumah Yatim dapat hadir di saat kondisi anak-anak dalam keterbatasan sehingga sulit mendapat pendidikan yang layak. Ia juga berharap bisa menjangkau lebih banyak lagi anak-anak prasejahtera yang dibantu, khususnya di area Jawa Barat dan sekitarnya.

UPDATE #255
27 Agustus 2019

Rumah Yatim Dukung Pembelajaran Al-Quran Bagi Siswa TPA Al Barokah

Pemenuhan kebutuhan pembelajaran Alquran diberikan Rumah Yatim Cabang Lampung kepada siswa Taman Pendidikan Alquran (TPA) Al Barokah di Jalan Ir. Sutami, Desa Purwodadi Simpang, Kecamatan Tanjung Bintang, Kabupaten Lampung Selatan, Minggu (25/8) kemarin. Bantuan tersebut diberikan dalam bentuk penyaluran kitab Alquran.

Kepala Cabang Rumah Yatim Lampung, Herman mengatakan, kebutuhan kitab Alquran menjadi salah satu yang diperlukan oleh para siswa di sekolah tersebut. Selain akan digunakan untuk pembelajaran membaca Alquran, bantuan Rumah Yatim pula dapat menjadi penunjang hafalan bagi anak.

“Alhamdulillah kami bisa kembali menyalurkan bantuan ini, untuk mereka agar bisa terus semangat dengan Quran baru yang didapatkannya,” papar Herman, Senin (26/8).

Ia mengungkapkan, kitab Alquran tersebut diberikan kepada 20 anak yang sedang menempuh pembelajaran di TPA tersebut. Bantuan ini pula merupakan salah satu upaya untuk mendukung pendidikan diniyah anak. Ia pula berharap, bantuan Alquran yang diberikan Rumah Yatim dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya.

“Semoga dapat bermanfaat dan dimanfaatkan dengan baik, misalnya belajar ngaji dan hafalannya,” ujarnya.

UPDATE #254
26 Agustus 2019

Al Quran Baru Diberikan Rumah Yatim, Dukung Tahfidz Anak Asuh Tanjung Karang

Rasa gembira tersirat dari belasan anak asuh Asrama Rumah Yatim Tanjung Karang atas diterimanya kitab Alquran baru. Pemberian kitab suci Alquran ini untuk mendukung kegiatan tahfidz dan pembelajaran Alquran pada umumnya.

Menurut Kepala Asrama Rumah Yatim Tanjung Karang, sebanyak 12 anak asuhnya terlihat gembira. Pasalnya, anak asuhnya tersebut telah mengidam-idamkan Alquran baru untuk kegiatan pembelajarannya. Hal itu dikarenakan Alquran yang ada terkadang mempersulit kegiatan belajar.

“Ini untuk anak yaim dan piatu yang mempunyai program tahfidz, kebetulan anak-anak juga berharap Alquran baru,” tutur Weli, saat memberikan keterangan Jumat (23/8) malam.

Pemberian Alquran ini pula merupakan salah satu program Rumah Yatim untuk mendukung anak yatim dan dhuafa bisa menjadi seorang hafidz dan hafidzoh. Weli pun berharap, Alquran yang didapatkan anak asuhnya bisa dipergunakan dengan sebaik-baiknya. Khususnya untuk memberikan kemudahan hafalan yang ditargetkan setiap harinya.

“Semoga dapat Alquran baru, semangat anak anak jadi baru dan lebih semangat lagi ke depannya,” paparnya.

UPDATE #253
26 Agustus 2019

Siswa Mts Perkumpulan Amal Bakti Terima Uang Saku Dari Rumah Yatim

Puluhan siswa MTs Perkumpulan Amal Bakti 1 Helvetia merasa bergembira setelah mendapat bantuan uang saku pendidikan. Bantuan ini disalurkan oleh Rumah Yatim Cabang Medan, di Jalan Veteran Pasar VI, Kota Medan, pada Jumat (23/8) kemarin. Bantuan ini diberikan untuk mendukung kebutuhan pemenuhan uang saku sekolah para siswa.

Relawan Rumah Yatim Medan, Ibnu menuturkan, bantuan uang saku ini sedikitnya dapat meringankan beban ekonomi para orangtua. Karena latar belakang para siswa ini memang berasal dari keluarga tidak mampu. Sebanyak 50 siswa telah mendapat bantuan tersebut.

Meskipun bantuan yang diberikan tidak begitu besar, namun sangat berarti bagi mereka. “Di sekolah itu ada beberapa anak yang kondisi ekonomi orangtuanya menengah ke bawah, jadi perlu dibantu,” ungkapnya.

Menurutnya, lewat bantuan ini, Rumah Yatim juga turut mendukung semangat anak-anak dalam belajar dengan memberikan uang saku sekolah. Ibnu berharap bantuan ini bisa bermanfaat untuk digunakan sebagai uang jajannya sehari-hari atau kebutuhan perlengkapan sekolah lainnya. Serta diharapkan dapat menjadi motivasi mereka agar lebih giat belajarnya.

UPDATE #252
26 Agustus 2019

Uang Saku Dibagikan Guna Bantu Pendidikan Ratusan Siswa Di Desa Leuwibatu

Rumah Yatim Regional Jabodetabek telah menyalurkan bantuan uang saku pendidikan bagi 130 siswa prasejahtera. Penyaluran tersebut dilakukan di Yayasan Al Awwaliyah, Kampung Kawungluwuk, Desa Leuwibatu, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor.

Menurut relawan Rumah Yatim Regional Jabodetabek, Ali Ridwan, bantuan uang saku tersebut diberikan kepada siswa tingkatan sekolah dasar dan menengah pertama. Karena, seluruh siswa merupakan anak-anak dari keluarga prasejahtera.

“Mayoritas mereka dari keluarga kurang mampu, ditambah kondisi sekolah juga satu-satunya menjadi akses pendidikan di sana,” papar Ali.

Ia mengungkapkan, pembagian bantuan uang saku dilakukannya pada saat jam istirahat. Hal itu membuat antusias anak sangat terlihat, terutama bagi mereka yang sangat jarang mendapatkan bekal sekolah. Bantuan ini, kata Ali, untuk memenuhi kebutuhan harian anak saat sekolah.

“Kami berikan karena tidak sedikit dari mereka jarang sekali dapat uang jajan, jadi semoga bisa semakin semangat dengan uang saku ini,” ungkapnya.

Selain itu, di sisi lain bantuan uang saku pendidikan ini bisa meringankan beban pengeluaran orangtua anak. Agar, dapat dipergunakan untuk kebutuhan lainnya. Hal itu juga, agar anak tetap dapat bersekolah dan bisa terpenuhinya kebutuhan pendidikan.

“Bisa membantu meringankan beban orangtua wali untuk kebutuhan uang sakunya,” tutup Ali.

UPDATE #251
26 Agustus 2019

Uang Saku Dibagikan Guna Bantu Pendidikan Ratusan Siswa Di Desa Leuwibatu

Rumah Yatim Regional Jabodetabek telah menyalurkan bantuan uang saku pendidikan bagi 130 siswa prasejahtera. Penyaluran tersebut dilakukan di Yayasan Al Awwaliyah, Kampung Kawungluwuk, Desa Leuwibatu, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor.

Menurut relawan Rumah Yatim Regional Jabodetabek, Ali Ridwan, bantuan uang saku tersebut diberikan kepada siswa tingkatan sekolah dasar dan menengah pertama. Karena, seluruh siswa merupakan anak-anak dari keluarga prasejahtera.

“Mayoritas mereka dari keluarga kurang mampu, ditambah kondisi sekolah juga satu-satunya menjadi akses pendidikan di sana,” papar Ali.

Ia mengungkapkan, pembagian bantuan uang saku dilakukannya pada saat jam istirahat. Hal itu membuat antusias anak sangat terlihat, terutama bagi mereka yang sangat jarang mendapatkan bekal sekolah. Bantuan ini, kata Ali, untuk memenuhi kebutuhan harian anak saat sekolah.

“Kami berikan karena tidak sedikit dari mereka jarang sekali dapat uang jajan, jadi semoga bisa semakin semangat dengan uang saku ini,” ungkapnya.

Selain itu, di sisi lain bantuan uang saku pendidikan ini bisa meringankan beban pengeluaran orangtua anak. Agar, dapat dipergunakan untuk kebutuhan lainnya. Hal itu juga, agar anak tetap dapat bersekolah dan bisa terpenuhinya kebutuhan pendidikan.

“Bisa membantu meringankan beban orangtua wali untuk kebutuhan uang sakunya,” tutup Ali.

UPDATE #250
23 Agustus 2019

150 Siswa MI Nurul Hikmah Peroleh Bantuan Uang Saku Pendidikan

Bantuan uang saku pendidikan disalurkan Rumah Yatim Banjarbaru kepada siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nurul Hikmah. Bantuan tersebut diberikan tim relawan kepada siswa di MI Nurul Hikmah, Jalan Purnawiraman, Kelurahan Palam, Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru, Rabu (21/8) kemarin.

Relawan Rumah Yatim Area Kalimantan, Ricky Setiawan mengatakan, sebanyak 150 siswa di sekolah tersebut mendapatkan bantuan uang saku. Mayoritas di antaranya merupakan anak-anak dari keluarga kurang mampu. Namun, kata dia, terdapat juga anak yatim dhuafa.

“Kita lihat dari latar belakang pekerjaan orangtuanya yaitu rata-r ata buruh tani dan serabutan,” ujar Ricky.

Bantuan uang saku pendidikan ini, sambung Ricky, guna memenuhi kebutuhan sekolah anak. Khususnya, untuk bekal hariannya sehingga anak tetap bersemangat berangkat sekolah. Kendati demikian, bantuan uang saku juga bisa dipergunakan untuk kebutuhan pendidikan lainnya, seperti membeli perlengkapan belajar.

Ricky menambahkan, bantuan yang diberikan Rumah Yatim ini dapat juga meringankan beban pengeluaran orangtua anak. Agar, biaya pendidikan khususnya bekal anak bisa terkurangi karena telah terpenuhi.

“Selain meringankan beban orangtua mereka dalam hal uang saku, insya Allah ini juga bentuk apresiasi bagi mereka,” tuturnya.

UPDATE #249
23 Agustus 2019

Puluhan Siswa Yatim Dan Dhuafa MI Albustanussaniyah Dapat Bantuan Pendidikan

Kondisi ruang kelasnya masih terlihat memprihatinkan, hanya terpal yang menjadi plafon di atas kepala siswa. Dindingnya pula masih terbuat dari kayu yang sudah terlihat lapuk. Hanya saja terlihat mewah terbalut cat kayu berwarna hijau. Itulah gambaran singkat kondisi Madrasah Ibtidaiyah (MI) Albustanussaniyah di Jalan Pahlawan, Desa Malintang, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar.

Meskipun kondisi sekolahnya sangat memprihatinkan, semangat belajar anak tetap terlihat. Dari informasi yang didapatkan Rumah Yatim kondisi ini sudah berjalan sangat lama. Pihak sekolah pula, tidak bisa berbuat banyak karena keterbatasan anggaran untuk membangun gedung yang lebih layak maupun renovasi.

Relawan Rumah Yatim Area Kalimantan, Ricky Setiawan mengatakan, mayoritas siswa di sekolah tersebut juga dari keluarga kurang mampu. Keterbatasan ekonomi pula terkadang menjadi salah satu hambatan kegiatan belajar anak di sekolah. Apalagi saat memasuki ajaran baru untuk keperluan pendidikan anak.

“Karena rata-rata memang hanya buruh tani, serabutan dan kata Kepala Sekolahnya anak-anak memang layak dibantu,” papar Ricky.

Ia mengungkapkan, guna mendukung dan membantu hal tersebut Rumah Yatim memberikan bantuan uang saku pendidikan bagi sedikitnya 60 siswa. Bantuan tersebut nantinya dapat dipergunakan untuk bekal harian anak maupun kebutuhan sekolahnya.

“Insya Allah bantuan ini dapat membantu mereka, agar mereka tetap semangat untuk terus belajar,” ujarnya.

UPDATE #248
22 Agustus 2019

Selain Gelar Lomba, Rumah Yatim Bali Adakan Bazar Gratis Peringati HUT RI

Selain perlombaan, yang sudah menjadi tradisi Rumah Yatim dalam memeriahkan Kemerdekaan HUT ke-74 RI, adalah bazar gratis. Bazar ini diselenggarakan di halaman Kantor Rumah Yatim Cabang Bali, Minggu (18/8) kemarin. Bazar gratis disediakan bagi orangtua dari anak-anak yatim dan dhuafa.

“Sebetulnya program ini sering diadakan setiap beberapa bulan sekali, karena banyak donatur yang menyumbang pakaian, makanan, dan lainnya. Namun kebetulan kemarin kita sedang memperingati tujuh belasan, dan anak-anak mengadakan lomba, jadi ibu-ibunya ikut bazar gratis,” papar Pembina Asrama Bali, Hanifah Zahra.

Selain makanan dan pakaian, lanjutnya, bazar gratis juga menyediakan sepatu, sandal, tas, dan berbagai macam aksesoris. Bazar ini diharapkan bisa bermanfaat dan bisa membantu, khususnya bagi anak-anak yatim dan dhuafa.

“Semoga apa yang telah diamanahkan atau diberikan donatur kepada Rumah Yatim dapat tersalurkan kepada yang hak dan bermanfaat bagi banyak orang,” pungkasnya.

UPDATE #247
20 Agustus 2019

Sembako Diberikan Kepada 150 GOBER dan LINMAS

Rumah Yatim menyerahkan asuransi kecelakaan dan paket sembako bagi 150 tenaga kebersihan atau gerobak bersih (Gober) dan petugas Linmas. Hal ini dilakukan dalam rangkaian upacara kemerdekaan ke 74 Republik Indonesia di Kecamatan Antapani, Kota Bandung, Sabtu (17/8). Penyerahan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian Rumah Yatim dalam mendukung aktivitas seluruh petugas di Antapani.

Wakil Direktur Rumah Yatim, Abdurrahman mengatakan, seluruh asuransi diberikan kepada petugas yang setiap hari memberikan kenyamanan, baik kebersihan maupun lingkungan di Antapani. Asuransi tersebut agar menjamin kerja dan langkah masing-masing petugas agar tidak khawatir dalam menjalankan kewajibannya.

“Alhamdulillah kami bisa bersinergi dengan pemerintah setempat dalam momen upacara 17 Agustus ini dengan membagikan bantuan asuransi,” ujarnya.

Penyerahan bantuan asuransi kecelakaan ini pula mendapatkan sambutan yang sangat baik dari penerima manfaat maupun peserta upacara yang hadir. Apalagi, kegiatan ini, kata Abdurrahman, sesuai dengan tema besar kemerdekaan yaitu ‘SDM Unggul Indoensia Maju. Oleh karena itu, lewat pemberian asuransi ini dapat meningkatkan kinerja para petugas kebersihan maupun Linmas.

“Sambutan yang cukup meriah dari para peserta upacara, dari berbagai elemen masyarakat, pelajar dan ASN, dan ikut mengapresiasi kegiatan sosial yang diadakan Rumah Yatim,” tuturnya.

Di samping itu, tambah Abdurrahman, bantuan paket sembako bagi 150 petugas kebersihan dan Linmas bisa meringankan beban ekonominya. Bantuan ini untuk memenuhi kebutuhan pokok harian para petugas. Agar, di momen kemerdekaan ini bisa bahagia karena terpenuhinya kebutuhan dapur beberapa hari ke depan.

UPDATE #246
19 Agustus 2019

Anak Yatim & Dhuafa Dapat Santunan Pada Peringatan Kemerdekaan

Puluhan anak yatim dan dhuafa di Tanjung Karang mendapatkan santunan dari Rumah Yatim di momen perayaan kemerdekaan ke 74 Republik Indonesia, Sabtu (17/8) kemarin. Santunan tersebut diberikan untuk mendukung kebutuhan hidup serta pendidikan bagi anak yatim dan dhuafa di daerah Tanjung Karang.

Menurut pemaparan Kepala Asrama Rumah Yatim Tanjung Karang, Weli, penyaluran santunan berbarengan dengan perlombaan untuk memperingati kemerdekaan Indonesia. Sebanyak 67 anak dari berbagai tingkatan sekolah mendapatkan santunan tersebut.

“Penyaluran kali ini agak berbeda dari bulan sebelumnya, karena ada perlombaan dan penyaluran Alquran,” ujar Weli.

Ia mengungkapkan, penerima manfaat merupakan anak asuh nonmukim yang sudah menjadi binaan Rumah Yatim. Latar belakang keluarganya pula dari kalangan kurang mampu. Oleh karena itu, sambung Weli, santunan itu diberikan demi mendukung kebutuhan anak-anak kurang mampu.

“Mereka adalah anak-anak yatim piatu dan dhuafa, orangtua mereka kebanyakan bekerja buruh harian,” kata Weli.

Namun demikian, ia berharap, santunan yang diberikan Rumah Yatim bisa membantu kebutuhan anak-anak tersebut. Walaupun yang diberikan tidak sebesar harapan. Akan tetapi, setidaknya dapat memberikan senyum bahagia yang berbarengan dengan momen peringatan kemerdekaan Indonesia.

“Semoga dengan saluran tersebut mereka bisa terbantu walaupun tidak begitu banyak,” tuntasnya.

UPDATE #245
13 Agustus 2019

Dapat Keluarga Baru, Akbar Akui Betah Tinggal Di Asrama Mataram

Jum’atul Akbar merupakan satu dari belasan anak asuh Rumah Yatim mengaku betah tinggal di Asrama Mataram. Karena baginya seperti mendapat keluarga baru yang mengasihinya.

Sebelumnya, siswa kelas 4 di SDN 21 Cakranegara Kota Mataram itu, hanya tinggal berdua bersama neneknya. Mereka tinggal di sebuah rumah berukuran kecil di Dusun Sekotong, Kabupaten Lombok Barat.

“Alhamdulillah betah, karena di sini saya seperti menemukan keluarga baru, teman baru, dan ilmu baru,” ujar Akbar -sapaan akrabnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh pengurus Asrama Mataram

 

, Salma Hasanah, Akbar tinggal di asrama sejak Ramadhan 2019. Kemudian dibuat percobaan tinggal selama satu bulan. Di luar perkiraan, ternyata bocah laki-laki tersebut merasa betah dan enggan kembali pulang ke Sekotong.

 

 

Padahal sebelumnya sang nenek tidak mengizinkan, namun demi masa depan Akbar akhirnya sang nenek mengizinkan. Menurutnya, Akbar salah satu anak yang aktif dan rajin. Terbukti hafalannya terbilang paling banyak.

Meskipun baru tinggal sekitar dua bulan yang lalu, ia terus menunjukkan kemampuan hafalannya dengan cepat. Dalam kurun waktu dua bulan itu ia telah bisa menghafal satu juz, yakni juz 30.

“Hafalannya juga bagus, saat di tes, daya hafalnya cepat, hafalannya paling banyak di antara anak-anak yang kecil,” imbuhnya.

Ia menambahkan, bocah kelahiran Sekotong itu merupakan salah satu anak yatim yang sebelumnya bernasib kurang beruntung. Akbar hidup di bawah garis kemiskinan, ditinggal pergi sang ibu, dan akhirnya tinggal berdua dengan neneknya.

Oleh karena itu, tim Rumah Yatim Mataram memboyongnya ke asrama. Hal ini dilakukan agar Akbar mendapat kehidupan dan pendidikan yang layak demi masa depannya.

 

 

UPDATE #244
12 Agustus 2019

Anak Asuh Mataram Gembira Dapat Baju Baru Dari Donatur

Kamis (8/8) kemarin, Asrama Rumah Yatim Mataram mendapat kunjungan dari salah seorang donatur tetap Rumah Yatim. Anak asuh Mataram merasa gembira saat mendapat parcel pakaian baru dari donatur untuk digunakan saat perayaan Hari Raya Idul Adha.

Pengurus Asrama Mataram, Salma Hasana menuturkan, donatur tersebut menyerahkan bantuan itu dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha 1440 Hijriah. Sebelumnya, donatur itu juga pernah memberikan parcel pakaian baju lebaran pada perayaan Idul Fitri kemarin kepada belasan anak asuh.

“Dia datang ke Front Office Rumah Yatim katanya mau ngasih baju buat anak-anak, untuk menyambut Hari Raya Idul Adha. Beliau juga punya toko baju, jadi kemarin pas lebaran Idul Fitri anak-anak dapat baju lebaran dari beliau,” ungkapnya.

Kemudian hal ini juga diungkapkan Akbar, salah seorang anak asuh Mataram, bahwa dirinya senang mendapat baju tersebut. Sebelum tinggal di asrama, ia mengaku jarang mendapatkan baju baru untuk lebaran, lantaran ketidakmampuan neneknya untuk membeli baju baru. Oleh karena itu, sejak tinggal di asrama pada beberapa bulan silam, ia juga mengaku betah karena kebutuhannya cukup terpenuhi.

UPDATE #243
7 Agustus 2019

Rumah Yatim Bantu Kebutuhan Uang Saku Pendidikan Anak Yatim Lampung

Bantuan uang saku pendidikan diberikan Rumah Yatim Cabang Lampung bagi puluhan anak yatim dan dhuafa di Desa Sindang Agung, Kecamatan Tanjung Raja, Kabupaten Lampung Utara, Jumat (3/8) lalu. Pemberian bantuan ini merupakan bentuk kepedulian Rumah Yatim terhadap pendidikan anak-anak di pelosok negeri.

Menurut pemaparan Kepala Cabang Rumah Yatim Lampung, Herman, seluruh penerima manfaat pada kesempatan tersebut sebanyak 33 anak mendapatkan bantuan uang saku pendidikan. Seluruhnya merupakan dari kalangan keluarga kurang mampu dan beberapa di antaranya anak yatim dhuafa. “Mudah-mudahan bisa membantu,” kata Herman, Senin (6/8).

Selain di Kabupaten Lampung Utara, bantuan uang saku pendidikan pula diserahkan kepada sejumlah anak di wilayah lainnya. Di antaranya ialah empat anak di Lampung Timur dan 12 anak di Lampung Tengah. Menurut Herman, status anak-anak tersebut sama kondisinya sangat memprihatinkan.

Bantuan uang saku ini, sambung Herman, diharapkan bisa membantu kebutuhan pendidikan anak. Terutama untuk bekal harian sekolahnya, sehingga anak bisa bersemangat. Selebihnya, kata dia, bisa dipergunakan untuk mengurangi beban pengeluaran orang tuanya.

“Semoga apa yang diberikan bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, dan bisa mendorong anak-anak tersebut lebih semangat sekolah,” tuntasnya.

 

UPDATE #242
7 Agustus 2019

Rumah Yatim Mataram Lakukan Assessment Bantuan Pendidikan Bagi Riyan

Riyan (8) merupakan salah satu bocah yatim piatu yang memiliki nasib kurang beruntung. Ia tidak bisa sekolah lantaran tidak adanya biaya untuk operasional sekolah dan membeli peralatan sekolah. Untuk makan sehari-hari pun terbilang sulit.

Sejak balita hingga kini, ia tinggal berdua bersama neneknya di sebuah gubuk kecil. Gubuk tersebut berukuran 2 x 3 meter, dan hanya berdinding terpal dan beralaskan tanah.

Senin (5/8) lalu, tim Rumah Yatim Cabang Mataram mengunjungi kediamannya di Dusun Sapit, Batu Kliang, Kabupaten Lombok Tengah, NTB. Kunjungan tersebut untuk melakukan assessment terkait pemberian bantuan biaya pendidikan.

Relawan Rumah Yatim Mataram, Salma Hasanah menuturkan, kondisi Riyan sangat memprihatinkan. Hidupnya berada di bawah garis kemiskinan seolah luput dari perhatian pemerintah setempat.

“Ada salah satu anak yang kurang beruntung, dia gak sekolah, ditinggal pergi oleh kedua orangtuanya dan sudah bertahun-tahun gak balik, sekarang tinggal sama neneknya di rumah yang jauh dari kata layak,” papar Salma.

Menurutnya, Riyan adalah salah satu anak bangsa yang harus diselamatkan dan berhak mendapat pendidikan. Bahkan tim Rumah Yatim berencana untuk membawanya ke Asrama Mataram untuk menjadi anak asuh. Hal itu agar mendapat kehidupan dan pendidikan yang layak.

Namun neneknya tidak mengizinkan, lantaran tidak ada yang menemani di usia senjanya. Oleh karena itu, Riyan bisa tetap tinggal di rumah tersebut, dan Rumah Yatim Mataram berupaya akan memfasilitasi semua kebutuhan pendidikan Riyan.

Rencananya, bantuan yang diberikan mulai dari peralatan sekolah hingga uang saku pendidikan. Hal itu dilakukan untuk menyelamatkan masa depannya. Supaya Riyan memiliki harapan cita-cita dan bisa mengubah taraf hidupnya di masa yang akan datang.

“InsyaAllah Rumah Yatim yang akan memfasilitasi semuanya. Mulai dari seragam sampai uang saku, yang penting anak ini sekolah, kasian masa depannya. Jadi biar kita yang urus, karena ini kan salah satu kewajiban kita penyaluran itu harus tepat sasarannya,” tutur Salma.

UPDATE #241
6 Agustus 2019

110 Siswa Dapat Bantuan Uang Saku pendidikan Rumah Yatim Jabodetabek

Uang saku pendidikan diberikan ratusan siswa SDI Alfaathiya di Kelurahan Balekambang, Kramat Jati, Jakarta Timur, Sabtu (3/8) lalu. Bantuan uang saku ini merupakan bentuk kepedulian Rumah Yatim Regional Jabodetabek khususnya terhadap pendidikan anak yatim dan dhuafa.

Person In Charge (PIC) kegiatan, Rusmanto mengatakan, uang saku pendidikan tersebut diberikan kepada 110 siswa dari kelas satu hingga enam. Penerima manfaat tersebut mayoritas merupakan anak dari kalangan kurang mampu dan sebagian kecil merupakan yatim.

Ia mengungkapkan, diberikannya secara merata ini agar menghindari kecemburuan sosial antar anak. Walaupun, kata dia, anak-anak tersebut tidak seluruhnya dari kalangan kurang mampu. Namun, kata Rusmanto, sebagian besar memang perlu dibantu secara pendidikannya.

“Berdasarkan informasi dari relawan di lapangan setelah di survei memang masih banyak siswa yang belum bisa melunasi biaya sekolah,” ujarnya, saat memberikan informasi terkait kegiatan tersebut, Senin (5/8).

Rusmanto menambahkan, bantuan uang saku pendidikan ini diharapkan bisa membantu bekal harian anak. Khususnya mendorong semangat dan minat belajar anak. Selain itu, ia juga berharap bantuan tersebut dapat dipergunakan untuk kebutuhan pendidikannya dan membantu meringankan beban orangtua anak itu sendiri.

“Uang saku pendidikan bisa dipergunakan untuk biaya transport atau bisa juga dipakai untuk uang jajan sekolah,” tuntasnya.

UPDATE #240
6 Agustus 2019

Siswa SDI AlFaathiya Terima Uang Saku Pendidikan Rumah Yatim

Kegembiraan terpancar dari raut wajah para siswa SDI Alfaathiya di Kelurahan Balekambang, Kramat Jati, Jakarta Timur, Sabtu (3/8) lalu. Satu persatu tersenyum dan mengucapkan terima kasih atas bantuan uang pendidikan yang diberikan Rumah Yatim Regional Jabodetabek.

Senyuman tersebut melepas lelah relawan Rumah Yatim Jabodetabek saat tiba di lokasi. Bantuan uang saku pendidikan sendiri merupakan upaya Rumah Yatim untuk mendukung pendidikan anak yatim dan dhuafa di sejumlah daerah di Indonesia.

“Alhamdulillah anak-anak terlihat sangat senang saat kami datang,” kata Rusmanto, selaku penanggung jawab kegiatan, saat diwawancarai jurnalis Rumah Yatim.

Ia mengungkapkan, bantuan uang saku pendidikan tersebut diberikan bagi 110 siswa yang bersekolah di SDI Alfaathiya. Dari mulai tingkatan kelas satu hingga enam. Mayoritas penerima manfaat, kata dia, memang dari kalangan kurang mampu dan anak yatim.

Ia bersyukur kehadiran Rumah Yatim Jabodetabek di sela-sela waktu istirahat bisa menambah keceriaan dan semangat para siswa. Kegiatan ini pula mendapat apresiasi dari pihak sekolah karena baru pertama kali ada bantuan uang saku pendidikan bagi seluruh siswanya.

Ia berharap, bantuan uang saku ini bisa membantu anak-anak tersebut untuk tetap bersekolah dan berprestasi. “Minimal bisa sedikit membantu meringankan beban para orangtua siswa,” ujarnya.

UPDATE #239
6 Agustus 2019

Wujud Rasa Terma Kasih, Anak Asuh Doakan Donatur Setiap Hari

Hampir setiap hari, anak asuh Asrama Rumah Yatim Tegal mendoakan para donatur sebagai wujud syukur dan terima kasih. Ungkapan ini berkat perhatian dan kepedulian donatur terhadap anak-anak yatim dan dhuafa di asrama.

Setiap selepas shalat subuh, anak-anak berkumpul di ruang tengah Asrama Tegal, Jalan Werkudoro, Slerok, Tegal Timur, Kota Tegal. Mereka dengan khidmat melantunkan doa-doa untuk donatur.

“Mendoakan donatur ini sebagai rasa terima kasih kita kepada donatur yang telah membantu anak asuh, baik secara moril maupun materil, ataupun dari segi perhatiannya kepada anak-anak yatim,” ungkap Jajang Khoeruman, Kepala Asrama Tegal, Selasa (6/8).

Selain itu, mendoakan para donatur juga turut dilaksanakan setiap malam Jumat setelah shalat magrib. Jajang menambahkan, meskipun bantuan tersebut tidak bisa dibalas dengan materi yang sama, namun anak-anak hanya bisa mendoakan segala kebaikan para donatur.

Lewat kegiatan ini juga, ia turut menekankan kepada anak-anak bahwa salah satu kewajiban seorang muslim ketika ada orang yang meminta didoakan, maka wajib mendoakannya. Oleh karena itu, sekecil dan sebesar apapun kebaikan yang diberikan oleh orang lain, sepatutnya harus sama-sama mendoakan.

UPDATE #238
6 Agustus 2019

Wujud Rasa Terma Kasih, Anak Asuh Doakan Donatur Setiap Hari

Hampir setiap hari, anak asuh Asrama Rumah Yatim Tegal mendoakan para donatur sebagai wujud syukur dan terima kasih. Ungkapan ini berkat perhatian dan kepedulian donatur terhadap anak-anak yatim dan dhuafa di asrama.

Setiap selepas shalat subuh, anak-anak berkumpul di ruang tengah Asrama Tegal, Jalan Werkudoro, Slerok, Tegal Timur, Kota Tegal. Mereka dengan khidmat melantunkan doa-doa untuk donatur.

“Mendoakan donatur ini sebagai rasa terima kasih kita kepada donatur yang telah membantu anak asuh, baik secara moril maupun materil, ataupun dari segi perhatiannya kepada anak-anak yatim,” ungkap Jajang Khoeruman, Kepala Asrama Tegal, Selasa (6/8).

Selain itu, mendoakan para donatur juga turut dilaksanakan setiap malam Jumat setelah shalat magrib. Jajang menambahkan, meskipun bantuan tersebut tidak bisa dibalas dengan materi yang sama, namun anak-anak hanya bisa mendoakan segala kebaikan para donatur.

Lewat kegiatan ini juga, ia turut menekankan kepada anak-anak bahwa salah satu kewajiban seorang muslim ketika ada orang yang meminta didoakan, maka wajib mendoakannya. Oleh karena itu, sekecil dan sebesar apapun kebaikan yang diberikan oleh orang lain, sepatutnya harus sama-sama mendoakan.

UPDATE #237
6 Agustus 2019

Wujud Rasa Terma Kasih, Anak Asuh Doakan Donatur Setiap Hari

Hampir setiap hari, anak asuh Asrama Rumah Yatim Tegal mendoakan para donatur sebagai wujud syukur dan terima kasih. Ungkapan ini berkat perhatian dan kepedulian donatur terhadap anak-anak yatim dan dhuafa di asrama.

Setiap selepas shalat subuh, anak-anak berkumpul di ruang tengah Asrama Tegal, Jalan Werkudoro, Slerok, Tegal Timur, Kota Tegal. Mereka dengan khidmat melantunkan doa-doa untuk donatur.

“Mendoakan donatur ini sebagai rasa terima kasih kita kepada donatur yang telah membantu anak asuh, baik secara moril maupun materil, ataupun dari segi perhatiannya kepada anak-anak yatim,” ungkap Jajang Khoeruman, Kepala Asrama Tegal, Selasa (6/8).

Selain itu, mendoakan para donatur juga turut dilaksanakan setiap malam Jumat setelah shalat magrib. Jajang menambahkan, meskipun bantuan tersebut tidak bisa dibalas dengan materi yang sama, namun anak-anak hanya bisa mendoakan segala kebaikan para donatur.

Lewat kegiatan ini juga, ia turut menekankan kepada anak-anak bahwa salah satu kewajiban seorang muslim ketika ada orang yang meminta didoakan, maka wajib mendoakannya. Oleh karena itu, sekecil dan sebesar apapun kebaikan yang diberikan oleh orang lain, sepatutnya harus sama-sama mendoakan.

UPDATE #236
5 Agustus 2019

70 Siswa SDN 2 Pakuan Dapat Bantuan Uang Saku Dari Rumah Yatim

Meskipun bantuan yang diberikan tidak begitu besar, namun berharga bagi siswa prasejahtera di SDN 2 Pakuan, Kecamatan Selat Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Pasalnya, sebanyak 70 siswa di sekolah tersebut mendapat bantuan uang saku pendidikan dari Rumah Yatim Cabang Mataram, pada Rabu (31/7) lalu.

Relawan Rumah Yatim Mataram, Salma Hasanah menuturkan, para penerima manfaat ini terdiri dari yatim dan dhuafa yang merupakan korban gempa 2018 silam. Oleh karena itu, adanya bantuan ini untuk mendukung kebutuhan biaya pendidikan anak-anak tersebut yang hidup dalam keterbatasan ekonomi.

“Siswa di sekolah ini memang layak dibantu, Alhamdulillah kita sudah bisa membantu anak-anak yang benar-benar membutuhkan uluran tangan. Menurut kita gak seberapa, menurut mereka adalah sesuatu hal yang sangat berharga,” ungkapnya.

Anak-anak ini memang berlatar belakang tidak mampu, orangtuanya hanya bekerja sebagai buruh pengumpul batu dan pasir. Sehingga penghasilannya terkadang kurang mencukupi untuk biaya pendidikan anak. Penyerahan bantuan ini juga, kata dia, bukan hanya sekadar membantu kebutuhan pendidikan tetapi juga turut berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yang hidupnya kurang mampu.

Saat tim relawan akan membagikan bantuan tersebut, sambung dia, terlihat senyum kegembiraan yang terpancar dari wajah polos anak-anak. Terlihat bahwa lewat bantuan tersebut dapat mengembalikan keceriaan anak-anak.

Salma juga mengajak kepada masyarakat untuk bersama-sama bahu membahu membantu pendidikan anak-anak. “Saking senangnya kita disalamin terus. Intinya mari sama-sama ulurkan tangan untuk membantu pendidikan generasi bangsa Indonesia demi masa depan mereka,” pungkasnya.

 

UPDATE #235
5 Agustus 2019

Anak Asuh Banjarmasin Gelar Doa Bersama Untuk  Hajat Donatur

Bersyukur dengan apa yang didapatkan, anak asuh Rumah Yatim Banjarmasin mengadakan doa bersama di Asrama Rumah Yatim Banjarmasin, Jalan Mayjend Sutoyo S. No. 12, Teluk Dalam, Banjarmasin Tengah, Kota Banjarmasin, Jumat (2/8) lalu. Kegiatan ini merupakan bentuk ajaran kepada anak asuh terhadap kebaikan para donatur.

Menurut Kepala Asrama Rumah Yatim Banjarmasin, Lingga, kegiatan doa bersama ini memang rutin dilakukan anak asuhnya. Doa yang dipanjatkan merupakan titipan atau amanah dari donatur yang memiliki hajat. Selain itu, kegiatan doa bersama ini juga untuk mendidik anak asuh agar selalu bersyukur.

“Alhamdulillah Rumah Yatim Banjarmasin mengadakan kegiatan rutin yaitu doa bersama untuk donatur,” ujarnya.

Lingga mengungkapkan, anak asuhnya mendoakan agar Allah senantiasa memberikan kesehatan dan kebaikan serta keberkahan bagi para donatur. Selain itu, setiap donatur yang memiliki hajat bisa dikabulkan.

“Semoga Allah mengabulkan apa yang dihajatkan dan memberikan keberkahan kepada kita,” paparnya.

Kegiatan doa bersama ini juga merupakan satu dari sejumlah kegiatan yang rutin dilakukan anak asuh Rumah Yatim Banjarmasin. Selain itu, anak asuh pula tetap menjalankan kegiatan diniyah seperti pada semestinya. Guna menunjang kemampuan wawasan dan ilmu agamanya.

UPDATE #234
5 Agustus 2019

Anak Asuh Banjarmasin Gelar Doa Bersama Untuk  Hajat Donatur

Bersyukur dengan apa yang didapatkan, anak asuh Rumah Yatim Banjarmasin mengadakan doa bersama di Asrama Rumah Yatim Banjarmasin, Jalan Mayjend Sutoyo S. No. 12, Teluk Dalam, Banjarmasin Tengah, Kota Banjarmasin, Jumat (2/8) lalu. Kegiatan ini merupakan bentuk ajaran kepada anak asuh terhadap kebaikan para donatur.

Menurut Kepala Asrama Rumah Yatim Banjarmasin, Lingga, kegiatan doa bersama ini memang rutin dilakukan anak asuhnya. Doa yang dipanjatkan merupakan titipan atau amanah dari donatur yang memiliki hajat. Selain itu, kegiatan doa bersama ini juga untuk mendidik anak asuh agar selalu bersyukur.

“Alhamdulillah Rumah Yatim Banjarmasin mengadakan kegiatan rutin yaitu doa bersama untuk donatur,” ujarnya.

Lingga mengungkapkan, anak asuhnya mendoakan agar Allah senantiasa memberikan kesehatan dan kebaikan serta keberkahan bagi para donatur. Selain itu, setiap donatur yang memiliki hajat bisa dikabulkan.

“Semoga Allah mengabulkan apa yang dihajatkan dan memberikan keberkahan kepada kita,” paparnya.

Kegiatan doa bersama ini juga merupakan satu dari sejumlah kegiatan yang rutin dilakukan anak asuh Rumah Yatim Banjarmasin. Selain itu, anak asuh pula tetap menjalankan kegiatan diniyah seperti pada semestinya. Guna menunjang kemampuan wawasan dan ilmu agamanya.

UPDATE #233
3 Agustus 2019

175 Siswa MI Muhammaduddarain Terima Bantuan Uang Saku Pendidikan

Ratusan siswa di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Muhammaduddarain mendapat bantuan uang saku pendidikan Rumah Yatim Regional Jabodetabek. Bantuan ini diserahkan di MI Muhammaduddarain, Jalan Bintaraya, Bekasi Barat, Kamis Selasa (29/7).  Program ini merupakan upaya untuk mendukung pendidikan bagi anak yatim dan dhuafa.

Menurut relawan Rumah Yatim Regional Jabodetabek Ali Ridwan, sekolah tersebut dipilih karena sebagian besar adalah anak dari keluarga kurang mampu. Di antaranya pula terdapat anak yatim maupun piatu. Bantuan uang saku, kata dia, diserahkan kepada 175 siswa.

“Kami serahkan prioritas utama mereka yang yatim dhuafa, tapi karena pertimbangan efek sosial seluruhnya mendapatkan bantuan itu,” kata Ali, saat memberikan keterangan, Jumat (2/8).

Ia mengungkapkan, bantuan ini bertujuan untuk membantu kebutuhan bekal harian anak. Karena mayoritas anak-anak yang bersekolah di tempat tersebut dari keluarga kurang mampu. Terkadang, kata dia, anak tidak dibekali uang untuk sekolahnya.

Ia berharap, bantuan uang saku pendidikan ini bisa membantu kebutuhan harian anak. Terlebih dapat meringankan beban orangtua anak itu sendiri. Agar anak tetap bersemangat salam belajar dan sekolah. “Agar tidak minder dan tetap semangat sekolahnya,” ujar Ali.

UPDATE #232
3 Agustus 2019

175 Siswa MI Muhammaduddarain Terima Bantuan Uang Saku Pendidikan

Ratusan siswa di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Muhammaduddarain mendapat bantuan uang saku pendidikan Rumah Yatim Regional Jabodetabek. Bantuan ini diserahkan di MI Muhammaduddarain, Jalan Bintaraya, Bekasi Barat, Kamis Selasa (29/7).  Program ini merupakan upaya untuk mendukung pendidikan bagi anak yatim dan dhuafa.

Menurut relawan Rumah Yatim Regional Jabodetabek Ali Ridwan, sekolah tersebut dipilih karena sebagian besar adalah anak dari keluarga kurang mampu. Di antaranya pula terdapat anak yatim maupun piatu. Bantuan uang saku, kata dia, diserahkan kepada 175 siswa.

“Kami serahkan prioritas utama mereka yang yatim dhuafa, tapi karena pertimbangan efek sosial seluruhnya mendapatkan bantuan itu,” kata Ali, saat memberikan keterangan, Jumat (2/8).

Ia mengungkapkan, bantuan ini bertujuan untuk membantu kebutuhan bekal harian anak. Karena mayoritas anak-anak yang bersekolah di tempat tersebut dari keluarga kurang mampu. Terkadang, kata dia, anak tidak dibekali uang untuk sekolahnya.

Ia berharap, bantuan uang saku pendidikan ini bisa membantu kebutuhan harian anak. Terlebih dapat meringankan beban orangtua anak itu sendiri. Agar anak tetap bersemangat salam belajar dan sekolah. “Agar tidak minder dan tetap semangat sekolahnya,” ujar Ali.

UPDATE #231
2 Agustus 2019

Uang Saku Pendidikan Dibagikan Rumah Yatim Untuk Anak Prasejahtera Di Sutapranan

Puluhan anak prasejahtera di Desa Sutapranan, Kecamatan Dukuhturi, Kota Tegal, telah mendapat bantuan uang saku pendidikan. Bantuan ini disalurkan oleh Rumah Yatim Cabang Tegal, pada Rabu (31/7). Sebanyak 55 anak menerima bantuan tersebut dengan antusias. Uang saku pendidikan ini untuk membantu memenuhi kebutuhan biaya pendidikan anak.

Kepala Cabang Tegal, Jajang Khoeruman menuturkan, penerima manfaat terdiri dari anak yatim dan dhuafa binaan Rumah Yatim yang biasa disantuni setiap dua bulan sekali. Hal ini dengan tujuan untuk meringankan beban para orangtuanya yang berlatar belakang hidup di garis kemiskinan. Oleh karena itu, lewat bantuan ini Rumah Yatim berupaya mendukung kebutuhan pendidikan anak-anak prasejahtera.

“Ada sekitar 120 yatim dan dhuafa di Desa Sutapranan yang biasa disantuni dan per dua bulan dapat santunan bergilir, dari 120 itu cuma setengahnya yang dapat, setengahnya lagi bulan berikutnya,” jelasnya.

Melalui bantuan ini, anak-anak bisa menggunakannya untuk keperluan alat sekolah, biaya pendidikan hingga uang saku selama di sekolah. Terlebih saat ini sudah memasuki tahun ajaran baru.

Jajang berharap, lewat bantuan uang saku ini dapat terpenuhinya kebutuhan pendidikan anak-anak yatim dan dhuafa. “Semoga bantuan ini bermanfaat dan membuat anak-anak kembali semangat menjalani sekolahnya,” harapnya.

 

UPDATE #230
2 Agustus 2019

Uang Saku Pendidikan Dibagikan Rumah Yatim Untuk Anak Prasejahtera Di Sutapranan

Puluhan anak prasejahtera di Desa Sutapranan, Kecamatan Dukuhturi, Kota Tegal, telah mendapat bantuan uang saku pendidikan. Bantuan ini disalurkan oleh Rumah Yatim Cabang Tegal, pada Rabu (31/7). Sebanyak 55 anak menerima bantuan tersebut dengan antusias. Uang saku pendidikan ini untuk membantu memenuhi kebutuhan biaya pendidikan anak.

Kepala Cabang Tegal, Jajang Khoeruman menuturkan, penerima manfaat terdiri dari anak yatim dan dhuafa binaan Rumah Yatim yang biasa disantuni setiap dua bulan sekali. Hal ini dengan tujuan untuk meringankan beban para orangtuanya yang berlatar belakang hidup di garis kemiskinan. Oleh karena itu, lewat bantuan ini Rumah Yatim berupaya mendukung kebutuhan pendidikan anak-anak prasejahtera.

“Ada sekitar 120 yatim dan dhuafa di Desa Sutapranan yang biasa disantuni dan per dua bulan dapat santunan bergilir, dari 120 itu cuma setengahnya yang dapat, setengahnya lagi bulan berikutnya,” jelasnya.

Melalui bantuan ini, anak-anak bisa menggunakannya untuk keperluan alat sekolah, biaya pendidikan hingga uang saku selama di sekolah. Terlebih saat ini sudah memasuki tahun ajaran baru.

Jajang berharap, lewat bantuan uang saku ini dapat terpenuhinya kebutuhan pendidikan anak-anak yatim dan dhuafa. “Semoga bantuan ini bermanfaat dan membuat anak-anak kembali semangat menjalani sekolahnya,” harapnya.

 

UPDATE #229
2 Agustus 2019

Uang Saku Pendidikan Dibagikan Rumah Yatim Untuk Anak Prasejahtera Di Sutapranan

Puluhan anak prasejahtera di Desa Sutapranan, Kecamatan Dukuhturi, Kota Tegal, telah mendapat bantuan uang saku pendidikan. Bantuan ini disalurkan oleh Rumah Yatim Cabang Tegal, pada Rabu (31/7). Sebanyak 55 anak menerima bantuan tersebut dengan antusias. Uang saku pendidikan ini untuk membantu memenuhi kebutuhan biaya pendidikan anak.

Kepala Cabang Tegal, Jajang Khoeruman menuturkan, penerima manfaat terdiri dari anak yatim dan dhuafa binaan Rumah Yatim yang biasa disantuni setiap dua bulan sekali. Hal ini dengan tujuan untuk meringankan beban para orangtuanya yang berlatar belakang hidup di garis kemiskinan. Oleh karena itu, lewat bantuan ini Rumah Yatim berupaya mendukung kebutuhan pendidikan anak-anak prasejahtera.

“Ada sekitar 120 yatim dan dhuafa di Desa Sutapranan yang biasa disantuni dan per dua bulan dapat santunan bergilir, dari 120 itu cuma setengahnya yang dapat, setengahnya lagi bulan berikutnya,” jelasnya.

Melalui bantuan ini, anak-anak bisa menggunakannya untuk keperluan alat sekolah, biaya pendidikan hingga uang saku selama di sekolah. Terlebih saat ini sudah memasuki tahun ajaran baru.

Jajang berharap, lewat bantuan uang saku ini dapat terpenuhinya kebutuhan pendidikan anak-anak yatim dan dhuafa. “Semoga bantuan ini bermanfaat dan membuat anak-anak kembali semangat menjalani sekolahnya,” harapnya.

 

UPDATE #228
1 Agustus 2019

Kunjungi Desa Tertinggal, Rumah Yatim Beri Uang Saku Pendidikan

Sabtu (27/7) lalu, tim relawan Rumah Yatim Cabang Mataram menyambangi salah satu desa tertinggal di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Kunjungan tersebut dalam rangka untuk menyalurkan bantuan uang saku pendidikan. Bantuan ini diberikan pada sepuluh siswa prasejahtera di Dusun Tambun, Desa Pengadang, Kecamatan Praya Tengah, Kabupaten Lombok Tengah.

“Kami dapat informasi bahwa katanya Desa Tambun itu termasuk salah satu desa tertinggal. Setelah di assessment ternyata memang benar, tertinggal dari segi ekonomi dan sarana pendidikan,” ungkap Isratul Huda, relawan Rumah Yatim Mataram.

Ia menambahkan, meskipun disebut desa tertinggal karena minimnya sarana operasional pendidikan, ternyata banyak anak yang berprestasi. Hal itu diketahuinya saat menyerahkan bantuan tersebut secara door to door. Terlebih anak-anak itu hidup dalam keterbatasan sehingga untuk memenuhi kebutuhan biaya pendidikannya pun cukup sulit.

Sama halnya dalam pemenuhan uang saku, menurutnya, mereka hanya mendapatkan uang saku dari orangtua hanya seadanya. Oleh karena itu, bantuan yang diberikan ini diharapkan dapat mendukung semangat anak-anak dalam belajarnya, serta bisa mengembalikan keceriaan.

UPDATE #227
31 Juli 2019

Ratusan Siswa Yatim Dhuafa Dari Dua Sekolah Dapat Uang Saku Pendidikan

Bantuan uang saku pendidikan disalurkan Rumah Yatim Regional Jabodetabek kepada 170 siswa di dua sekolah berbeda di Desa Cimentul, Kecamatan Kronjo, Tangerang, Sabtu (27/7) lalu. Kegiatan ini merupakan upaya Rumah Yatim dalam membantu kebutuhan pendidikan anak-anak di daerah tersebut.

Menurut relawan Rumah Yatim Jabodetabek, Ali Ridwan, seluruh penerima manfaat dari dua sekolah berbeda yaitu SDN 01 Kronjo dan MI Nurul Hidayah. Seluruh siswa merupakan anak dari keluarga kurang mampu. Di antaranya pula terdapat anak yatim dan dhuafa.

“Mereka berhak mendapatkan bantuan ini, untuk mendukung pendidikan yang lebih layak bagi seluruh anak,” paparnya.

Bantuan uang saku pendidikan ini, kata Ali, sebagai bentuk dorongan semangat untuk anak-anak kurang mampu. Agar, terus bersekolah dan belajar penuh keceriaan. Karena, beberapa hari ke depan anak-anak tersebut tidak perlu memikirkan bekal sekolahnya. “Minimal mereka bisa tetap berangkat sekolah dengan semangat,” ujarnya.

Di sisi lain, tambah Ali, pemberian bantuan uang saku pendidikan ini merupakan salah satu upaya dalam mendukung generasi bangsa agar cerdas dan berprestasi. Harapannya pula dapat meringankan beban orangtua atau wali anak itu sendiri. Kegiatan ini akan terus dilakukan di daerah-daerah lainnya.

 

UPDATE #226
31 Juli 2019

Dukung Biaya Pendidikan Siswa Madrasah Jam'iyatul Lewat Bantuan Uang Saku

Rumah Yatim Cabang Medan mendukung biaya pendidikan siswa prasejahtera Madrasah Jam’iyatul Al Washliyah, di Jalan Cendrawasi, Rajawali, Kota Medan, lewat pemberian bantuan uang saku pendidikan kepada 35 siswa. Bantuan tersebut diserahkan pada Minggu (28/7) lalu, untuk membantu biaya pendidikan anak-anak yang hidup dalam keterbatasan ekonomi.

Relawan Rumah Yatim, Ibnu menuturkan, hampir semua anak di sekolah tersebut kondisinya hidup dalam keterbatasan Sehingga untuk mendapatkan uang saku dari orangtuanya terbilang seadanya. Oleh karena itu, bantuan yang diberikan ini untuk mendukung semangat anak-anak dalam belajarnya, serta mengembalikan keceriaan mereka.

“Kondisinya cukup memprihatinkan, dari segi penghasilan orangtua juga sangat kecil, jadi untuk kebutuhan sehari-harinya pun cukup pas-pasan,” ungkapnya.

Meskipun bantuan yang diberikan tidak begitu besar, ia berharap bantuan ini dapat meringankan beban para orangtua. Serta diharapkan Rumah Yatim dapat terus berkontribusi membantu pendidikan anak-anak prasejahtera di Indonesia, salah satunya di wilayah Sumatera Utara.

Lewat bantuan ini, kata dia, anak-anak bisa menggunakan bantuan uang saku dari Rumah Yatim untuk membeli sesuatu yang mereka inginkan terutama perlengkapan sekolah. Agar semangat belajar anak-anak meningkat.

UPDATE #225
27 Juli 2019

Rumah Yatim Akan Bantu Kebutuhan Pendidikan Siswa MI Al Hidayah

 

Teriknya sinar matahari tidak menyurutkan semangat relawan Rumah Yatim Cabang Surabaya untuk datang berkunjung ke Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al Hidayah, di Desa Pelabuhan, Kecamatan Pandaan, Jombang, Kamis (25/7) kemarin. Kedatangan tim relawan untuk memastikan penerima manfaat bantuan program ‘Patungan untuk Berbagi’.

Kondisi memprihatinkan terlihat saat tiba di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al Hidayah. Bangunan tidak permanen yang terbuat dari papan kayu dan sanggahan di sejumlah sisi menjadi pemandangan yang tidak biasa. Padahal, tempat tersebut harusnya menjadi wadah untuk anak-anak menimba ilmu. “Kurang diperhatikan, buktinya masih sangat kurang layak,” ujarnya.

Menurut pemaparan relawan Rumah Yatim Cabang Surabaya, Agus Kurnia, kondisi MI Al Hidayah sangat kurang layak sebagai tempat pendidikan. Salah satunya dari sarana dan bangunan sekolah yang terlihat sangat kumuh. Bahkan, jendela hanya dipasang dengan menggunakan kawat seadanya.

Parahnya lagi, kata dia, setiap ruang kelas harus disekat menggunakan triplek dan kayu agar memisahkan kelas satu dengan lainnya. Namun, menurut Agus, anak-anak yang bersekolah di lokasi tersebut tetap semangat dengan keterbatasan yang ada.

“Saat ini kondisinya kumuh bahkan jendelanya menggunakan kawat, dan kurang layak untuk standar sebuah sekolah,” paparnya pasca kunjungan ke MI Al Hidayah.

Sekolah berbasis islami ini, tambah Agus, hanya memiliki 85 siswa dan 10 pengajar. Setiap harinya anak-anak harus rela menggunakan fasilitas seadanya. Bahkan, sampai saat ini sekolah tersebut masih menggunakan kapur dan papan tulis bekas untuk kegiatan belajar mengajar.

“Yang sekolah di sana termasuk anak-anak dhuafa soalnya di situ untuk ekonominya hanya mengandalkan pertanian dan banyaknya kurang mampu,” kata Agus.

Rencananya, Rumah Yatim Cabang Surabaya akan merealisasikan bantuan pendidikan berupa perlengkapan sekolah bagi seluruh siswa. Harapannya, sambung dia, agar anak-anak tetap bersemangat untuk sekolah dan belajar. Walaupun sangat jelas keterbatasan yang dimiliki sekolahnya.

“Insya Allah seluruh anak akan menerima bantuan PUB tersebut, harapannya bisa memberikan semangat kepada anak dan tidak patah semangat,” tuntasnya.

UPDATE #224
26 Juli 2019

Dukung Semangat 122 Siswa TK dan MD Nurul Islam Lewat Uang Saku Pendidikan

Rumah Yatim Regional Jabodetabek memberikan bantuan uang saku pendidikan bagi 122 siswa Taman Kanan Kanan (TK) dan Madrasah Diniyah (MD) Nurul Islam di Kelurahan Jatinegara, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, Selasa (23/7). Bantuan uang saku diberikan guna mendukung pendidikan anak-anak kurang mampu di dua sekolah tersebut.

Relawan Rumah Yatim Jabodetabek, Ali Ridwan mengatakan, TK dan MD Nurul Islam sampai saat ini masih berbagi ruang kelas dengan SDI Nurul Islam untuk proses belajar mengajarnya. Hal ini disebabkan keterbatasan anggaran untuk pembangunan sekolah terpisah yang lebih layak pada umumnya.

Namun demikian, semangat para siswa di dua sekolah tersebut tetap terlihat. Walaupun kondisi sekolahnya masih harus bergantian secara sarana dan prasarana. Untuk mendorong semangat anak, kata Ali, Rumah Yatim hadir dengan memberikan bantuan uang saku pendidikan. Agar, setiap anak tetap semangat untuk sekolah.

“Mereka masih bergantian ada jadwal siang dan pagi, termasuk anak-anak dari TK, masih satu atap,” papar Ali, saat diwawancarai, Kamis (25/7).

Ia mengungkapkan, walaupun bantuan uang saku tersebut tidak begitu besar. Akan tetapi, ia berharap bisa mendorong para siswa untuk tetap lebih rajin. Baik secara pembelajaran maupun minimal untuk berangkat ke sekolahnya. Apalagi, kata dia, sebagian besar orangtua anak hanya bekerja sebagai buruh cuci dan pembantu rumah tangga.

“Minimal mereka bisa semangat karena sudah ada bekal untuk sekolahnya, ya harapan besarnya bisa meringankan beban orangtuanya,” pungkas Ali.

UPDATE #223
26 Juli 2019

Rumah Yatim Beri Uang Saku Pendidikan Bagi 159 Anak Yatim Dhuafa Di Desa Tapos

Ratusan anak menerima bantuan uang saku pendidikan yang disalurkan oleh tim relawan Rumah Yatim Regional Jabodetabek. Pembagian bantuan dilakukan di Desa Tapos, Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor, Selasa (23/7). Uang saku diberikan untuk memenuhi bekal harian anak yatim dan dhuafa di daerah tersebut.

Penerima manfaat uang saku pendidikan sendiri merupakan siswa yang saat ini duduk dibangku sekolah. Mulai dari taman kanak-kanak, sekolah dasar, sekolah menengah pertama, dan sekolah menengah atas. Menurut relawan Rumah Yatim Regional Jabodetabek, Ali Ridwan, seluruhnya berjumlah 159 anak.

“Kami kumpulkan di satu tempat, seluruhnya merupakan anak yatim dan dhuafa yang direkomendasikan oleh pemerintahan setempat,” papar Ali, Kamis (25/7).

Ia menambahkan, latar belakang penerima manfaat tersebut memang dari keluarga kurang mampu serta sebagian lainnya merupakan anak yatim. Bantuan itu diberikan untuk meringankan beban keluarga orangtua anak. Karena, kata Ali, rata-rata orangtua anak hanya bekerja sebagai buruh tani dan harian lepas. “Semoga bisa membantu kebutuhan mereka untuk sekolah,” ujarnya.

Di samping itu, Ali berharap, bantuan uang saku pendidikan bisa dipergunakan sebagai bekal harian anak maupun kebutuhan pendidikan lainnya. Agar, anak tetap bersemangat pergi sekolah dan belajarnya.

UPDATE #222
26 Juli 2019

94 Anak Di Dua Kelurahan Tegal Timur Dapat Uang Saku Pendidikan

Bantuan uang saku pendidikan diberikan Rumah Yatim Cabang Tegal kepada puluhan anak prasejahtera di dua kelurahan, yakni di TPQ Al Kautsar, Karang Mulya, dan Kelurahan Slerok, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal, pada Selasa (23/7) kemarin. Sebanyak 94 anak begitu antusias saat mendapat bantuan biaya pendidikan yang disalurkan oleh Rumah Yatim.

Kepala Cabang Tegal, Jajang Khoeruman menuturkan, bantuan ini diberikan untuk mendukung semangat anak-anak prasejahtera yang membutuhkan dukungan materil dari berbagai pihak. Diketahui bahwa anak-anak ini memang berlatar belakang tidak mampu, orangtuanya hanya bekerja sebagai buruh dan pekerja serabutan, sehingga penghasilannya terkadang kurang mencukupi untuk biaya pendidikan anak.

“Kebetulan di daerah tersebut ada anak binaan Rumah Yatim, yang memang betul-betul perlu kita bantu, minimal bisa digunakan untuk uang jajan, atau beli buku lainnya,” ungkapnya.

Ia menyebutkan, dari 94 anak itu tersebar di dua tempat, yakni sebanyak 40 anak di TPQ Al Kautsar dan 54 anak di Kelurahan Slerok. Saat tim relawan akan membagikan bantuan, kata dia, terlihat senyum kegembiraan yang terpancar dari wajah polosnya anak-anak.

Penyerahan bantuan ini juga, kata dia, bukan hanya sekadar membantu kebutuhan pendidikan tetapi juga turut berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yang hidupnya kurang mampu. Sehingga diharapkan bantuan ini dapat mengembalikan keceriaan anak-anak agar terus menjaga semangatnya dalam belajar.

UPDATE #221
26 Juli 2019

94 Anak Di Dua Kelurahan Tegal Timur Dapat Uang Saku Pendidikan

Bantuan uang saku pendidikan diberikan Rumah Yatim Cabang Tegal kepada puluhan anak prasejahtera di dua kelurahan, yakni di TPQ Al Kautsar, Karang Mulya, dan Kelurahan Slerok, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal, pada Selasa (23/7) kemarin. Sebanyak 94 anak begitu antusias saat mendapat bantuan biaya pendidikan yang disalurkan oleh Rumah Yatim.

Kepala Cabang Tegal, Jajang Khoeruman menuturkan, bantuan ini diberikan untuk mendukung semangat anak-anak prasejahtera yang membutuhkan dukungan materil dari berbagai pihak. Diketahui bahwa anak-anak ini memang berlatar belakang tidak mampu, orangtuanya hanya bekerja sebagai buruh dan pekerja serabutan, sehingga penghasilannya terkadang kurang mencukupi untuk biaya pendidikan anak.

“Kebetulan di daerah tersebut ada anak binaan Rumah Yatim, yang memang betul-betul perlu kita bantu, minimal bisa digunakan untuk uang jajan, atau beli buku lainnya,” ungkapnya.

Ia menyebutkan, dari 94 anak itu tersebar di dua tempat, yakni sebanyak 40 anak di TPQ Al Kautsar dan 54 anak di Kelurahan Slerok. Saat tim relawan akan membagikan bantuan, kata dia, terlihat senyum kegembiraan yang terpancar dari wajah polosnya anak-anak.

Penyerahan bantuan ini juga, kata dia, bukan hanya sekadar membantu kebutuhan pendidikan tetapi juga turut berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yang hidupnya kurang mampu. Sehingga diharapkan bantuan ini dapat mengembalikan keceriaan anak-anak agar terus menjaga semangatnya dalam belajar.

UPDATE #220
25 Juli 2019

Relawan Rumah Yatim DiBerangkatkan Bantu Korban Gempa Maluku

Gempa bumi berkekuatan 7,2 SR mengguncang wilayah Halmahera, Kabupaten Maluku Utara, pada Minggu (14/7) lalu. Dilansir dari situs resmi BNPB, lebih dari 2000 orang mengungsi dan dua orang teridentifikasi meninggal dunia. Selain itu, gempa juga berdampak pada kerusakan bangunan dan infrastruktur lain.

Atas kondisi tersebut, sejumlah relawan Rumah Yatim diberangkatkan ke wilayah terdampak bencana Halmahera, Maluku Utara, pada Rabu (24/7). Hal ini dilakukan untuk membantu korban gempa, yang saat ini masih menanti uluran tangan dari masyarakat Indonesia.

Salah satu relawan Rumah Yatim, Deni Rustandi menungkapkan, keberangkatan ke Maluku Utara ini akan menyalurkan bantuan kepada masyarakat, khususnya korban gempa di Halmahera Selatan dan sekitarnya. “Insya Allah kita akan menyalurkan bantuan kepada saudara-saudara kita yang terkena bencana di Maluku Utara tepatnya di Halmahera Selatan,” ungkapnya.

Sebelumnya tim relawan berangkat pada Rabu (24/7) pukul 14.00 WIB. “Mudah-mudahan penyaluran bantuan yang akan kita salurkan ini berjalan lancar,” harapnya.

UPDATE #219
25 Juli 2019

Kebersamaan Belajar Mengaji Terjalin Antar Anak Asuh Kemang

Anak asuh Asrama Rumah Yatim Kemang menunjukan perhatian kepada satu sama lainnya. Terutama bagi anak asuh yang lebih dewasa kepada adik-adiknya. Kehangatan ini pula tertuang dalam kegiatan pembelajaran membaca Alquran yang rutin dijalani anak asuh setiap hari di Asrama Kemang, Jalan Kemang Utara No. 21A, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.

Menurut Kepala Asrama Rumah Yatim Kemang, Reno, momen lucu terkadang terlihat saat anak asuh yang sudah dewasa memberikan pengajaran kepada yang lebih muda. Namun, hal itu menjadi suasana yang hangat dan ceria. Karena tiap anak bisa dengan leluasa tanpa ada tekanan untuk belajar mengaji.

“Alhamdulillah lancar dan lucu juga soalnya anak yang diajarkannya kadang salah sebut dan nyebutin hurufnya dengan keras,” kata Reno, saat menceritakan momen pengajaran antar anak kepada jurnalis Rumah Yatim, Kamis (25/7).

Namun di samping itu, tujuan diadakannya pembelajaran antar anak ini agar setiap anak paham dan bisa mengamalkan kemampuannya. Minimal, kata Reno, diamalkan untuk adik-adiknya di asrama itu sendiri. Akan tetapi, proses ini pula tetap dalam pengawasan dan bimbingan pengurus asrama.

“Agar anak yang sudah bisa dapat mengamalkan kemampuannya, dan mulai mempunyai tanggung jawab untuk mengamalkan,” paparnya.

Reno juga berharap lewat kegiatan pembelajaran seperti ini bisa membuat anak asuh yang masih tahap belajar membaca dapat cepat paham dan menguasai materi. Selain itu, kegiatan ini sebagai bentuk aplikasi dari ilmu yang didapat oleh anak asuh yang lebih dewasa.

“Mudah-mudahan anak yang baru belajar ini bisa membaca Alquran dengan lancar dan tumbuh rasa kebersamaan dengan satu sama lain,” tutupnya, di akhir wawancara.

UPDATE #218
24 Juli 2019

Anak Asuh Rumah Yatim Bekasi Alami Peningkatan Hafalan AlQuran

Sejumlah kegiatan diniyah keasramaan mulai kembali aktif di Asrama Rumah Yatim Bekasi. Salah satunya ialah kegiatan murojaah ayat Alquran yang menjadi salah satu agenda rutin pagi dan petang. Hal tersebut dilakukan anak asuh Rumah Yatim Bekasi guna memperlancar bacaan dan hafalan ayat Alquran.

Menurut Kepala Asrama Rumah Yatim Bekasi, Yayan, kegiatan murojaah dilaksanakan secara bersama-sama. Namun, ada waktu tertentu bagi tiap anak untuk melakukannya secara sendiri. Biasanya, kata dia, untuk menghafal ayat Alquran karena setiap anak berbeda-beda. “Alhamdulillah dilakukan secara continue,” paparnya, saat diwawancarai, Rabu (24/7).

Sejak memasuki ajaran baru dan pasca libur panjang kemarin anak asuh Rumah Yatim Bekasi terlihat terus bersemangat. Menurut Yayan, bahkan anak asuhnya kembali menambah jumlah hafalan ayat Alqurannya. Selain itu pula beberapa di antaranya masih harus menyesuaikan kembali.

Ia mengaku, selaku Kepala Asrama terus memberikan semangat kepada anak asuhnya. Untuk tetap melakukan kegiatan-kegiatan diniyah sepenuh hari. Karena kata dia, setiap hafalan yang diingat anak akan menjadi bekal di akhirat dan memberikan mahkota bagi orangtuanya kelak.

“Selalu memberikan motivasi juga kepada anak-anak bahwa hafalan mereka itu kelak di akhirat dapat memberikan mahkota untuk ayah ibunya,” kata Yayan.

Selain itu, ia berharap anak asuhnya bisa menjadikan Alquran sebagai pedoman hidup dan bekal di masa depannya. Agar kelak menjadi penerus bangsa yang bisa hafal Alquran dan juga bisa terus memberikan ilmunya kepada masyarakat luas.

 

UPDATE #217
23 Juli 2019

Uji Kreativitas Anak Asuh Kemang Dengan Belajar Membuat Kaligrafi

Suasana ceria penuh kebersamaan terlihat dari anak asuh Rumah Yatim Kemang di Asrama Kemang, Jalan Kemang Utara No. 21A, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, saat belajar bersama membuat kaligrafi arab. Kegiatan ini merupakan satu metode untuk melihat kemampuan anak dalam berseni.

Kepala Asrama Rumah Yatim Kemang, Reno mengungkapkan, seluruh anak asuhnya mengikuti proses pembelajaran tersebut. Masing-masing anak terlihat sangat antusias. Walaupun tidak sedikit dari mereka masih kebingunan dan belum paham cara membuat kaligrafi.

“Tujuannya saya ingin melihat kreativitas mereka, apakah ada dari mereka yang bagus kaligrafinya,” papar Reno, Sabtu (20/7).

Lewat kegiatan pembelajaran kaligrafi ini juga, tambah dia, kebersamaan menjadi salah satu hal utama. Terlihat anak asuh berbincang satu sama lain bahkan tidak jarang saling memperlihatkan hasil kaligrafinya. “Suasananya seru, bisa saling canda tawa, saling lihat hasil gambar,” ujarnya.

Selain kegiatan tersebut, anak asuh Rumah Yatim Kemang juga rutin melakukan aktivitas diniyah lainnya. Seperti hafalan ayat Alquran dan hadits, murojaah ayat, muhadoroh, serta lainnya.

 

UPDATE #216
24 Juni 2019

Minim Biaya, Masjid Al Hikmah Dapat Bantuan Renovasi dari Rumah Yatim

 

Bantuan sarana publik diberikan kepada Masjid Al Hikmah di Jalan Kaligung RT 05 RW 01 Kelurahan Dampyak, Kabupaten Tegal, Rabu (19/6) kemarin. Bantuan ini diserahkan oleh Rumah Yatim Cabang Tegal untuk membantu tahap renovasi masjid tersebut yang sebelumnya sempat tersendat karena minim biaya.

Kepala Cabang Tegal Jajang Khoeruman menjelaskan, tahap renovasi ini sempat terbengkalai selama lima bulan, yang terhitung dari Januari hingga Juni 2019. Hal itu dikarenakan minimnya swadaya dari masyarakat yang mayoritas merupakan masyarakat prasejahtera. Oleh karena itu, DKM mengajukan permohonan bantuan kepada Rumah Yatim perihal renovasi masjid.

“Masjid itu sedang di renovasi sudah berjalan dari Januari 2019, sampai sekarang belum selesai. Karena minim biaya dan banyak juga warga yang kurang mampu, Alhamdulillah kebetulan kita ada program bantuan sarana publik,” paparnya.



Menurut pantauannya, kondisi masjid tersebut, banyak dinding yang berlubang, beberapa bagian lantai belum di keramik. Sehingga debu berhamburan mengganggu aktivitas keagamaan masyarakat setempat. Meskipun masih dalam tahap renovasi, masjid tersebut telah digunakan untuk sarana ibadah  masyarakat setempat.

Selain itu, kata dia, masjid tersebut juga tengah dilakukan perbaikan kamar mandi. Adanya bantuan ini, Jajang berharap pembangunan tahap renovasi bisa berjalan lancar. Agar para jamaah bisa merasa nyaman saat menjalankan ibadah di masjid tersebut. “Mudah-mudahan ada bantuan ini menjadi ladang ibadah bagi donatur. Semoga pembangunan lancar,” pungkasnya.

UPDATE #215
27 Mei 2019

200 Anak Yatim Dhuafa di Tanjung Barat Dapat Bantuan Uang Saku Pendidikan

Riuh ceria terdengar di lingkungan Madrasah Ibtidaiyah (MI) Ibnu Sabil, ratusan anak yatim dan dhuafa saling menyapa dan bercerita. Bahkan satu sama lain saling bertegur sapa dengan begitu bahagia di Masjid Yayasan Ibnu Sabil, Tanjung Barat, Jakarta Selatan, Kamis (23/5). Pada acara ini, ratusan anak yatim dan dhuafa tersebut bahagia karena mendapat bantuan uang saku pendidikan dari Rumah Yatim.

Relawan Rumah Yatim Regional Jabodetabek, Ali Ridwan mengatakan, seluruh anak merupakan dari keluarga prasejahtera di daerah tersebut. Di antaranya pula merupakan siswa di MI Ibnu Sabil. Sedikitnya, kata dia, sebanyak 200 anak menerima bantuan uang saku pendidikan tersebut.

"Mereka sangat senang, ini kami berikan untuk memberikan pemenuhan bekal harian anak yatim dan dhuafa tersebut," paparnya.



Bantuan uang saku pendidikan sendiri merupakan upaya memenuhi kebutuhan bekal harian anak saat sekolah. Terutama, tambah Ali, agar meringankan beban ekonomi dan pengeluaran orangtua anak beberapa hari ke depan. Selain itu, pemberian uang saku juga agar anak tetap semangat bersekolah.

"Semoga bisa bermanfaat dan meringankan beban mereka agar bisa terus semangat bersekolah," ucap Ali.

Bantuan uang saku pendidikan Rumah Yatim juga diberikan kepada sejumlah anak yatim dan dhuafa di sejumlah daerah. Harapannya, agar setiap anak yang kurang beruntung bisa merasakan kebahagiaan setiap harinya.

UPDATE #214
25 Mei 2019

Puluhan Siswa SDN 2 Perampuan Gembira Dapat Uang Saku Pendidikan

Bantuan uang saku pendidikan disalurkan Rumah Yatim Cabang Mataram kepada puluhan siswa prasejahtera di SDN 2 Perampuan, Jalan KH. Ahmad Dahlan, Labuapi Perampuan, Kota Mataram. Sebanyak 30 siswa gembira karena mendapatkan bantuan tersebut untuk kebutuhan uang saku sehari-harinya. 



Seperti yang diketahui relawan Rumah Yatim Mataram Azis, kondisi 30 anak tersebut termasuk kategori prasejahtera. Kemudian kondisi ekonomi orangtuanya juga hanya bekerja sebagai butuh tani dengan penghasilan yang rendah. Terkadang anak-anak ini ketika berangkat sekolah diberi uang saku dan terkadang tidak, karena untuk kebutuhan makannya pun sulit. 

“Alhamdulillah semuanya ramah dan menyambut baik program ini. Di sekolah ini kan banyak berasal dari kalangan menengah ke bawah, jadi insyaAllah tepat sasaran,” ungkapnya.



Oleh karena itu, ketika tim relawan datang untuk menyerahkan bantuan uang saku, mereka begitu sangat antusias dan gembira. Ia bersyukur ketika relawan menyerahkan bantuan untuk peserta didiknya, guru-guru menyambut baik atas upaya Rumah Yatim dalam membantu anak-anak prasejahtera perihal uang saku pendidikan. 

Kendati demikian, Azis berharap bantuan ini dapat membantu meringankan beban orangtuanya. Serta ke depannya diharapkan bisa membantu lagi dalam program pendidikan yang lain.

UPDATE #213
24 Mei 2019

Rumah Yatim Salurkan Bantuan Bagi Korban Kebakaran di Kelurahan Jawa Laut


Rumah Yatim Area Kalimantan memberikan bantuan sembako dan baju layak pakai kepada sejumlah keluarga korban kebakaran di RT 07 RW 03, Kelurahan Jawa Laut, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, Rabu (22/5). Kebakaran tersebut diduga akibat hubungan arus pendek pada salah satu rumah milik warga.

Manager Area Rumah Yatim Kalimantan, Indra Abdullah mengatakan, kebakaran sendiri terjadi pada Minggu (20/5) siang. Sedikitnya, seanyak enam keluarga menjadi korban ganasnya si jago merah ini. Para korban tersebut terdiri dari anak-anak, orang dewasa, dan juga lansia.



"Bantuan yang diberikan berupa sembako, baju layak pakai, khususnya kepada masyarakat korban kebakaran," papar Indra.

Ia mengungkapkan, kondisi masyarakat korban kebakaran sendiri termasuk masyarakat prasejahtera. Rumah huni yang ditempati pula hanya bangunan semi permanen, dan bangunan non permanen. Hal itu, menjadi penyebab api cepat melalap bangunan rumah milik warga.

Kendati demikian, Indra berharap bantuan sembako dan baju tersebut bisa bermanfaat bagi para korban. Hal itu untuk meringankan beban para korban dan memenuhi kebutuhan makan beberapa hari ke depan. Walaupun, kata dia, bantuan yang diberikan tidak sebesar harapan yang diinginkan.

Bantuan ini juga merupakan bentuk perhatian Rumah Yatim bagi para korban. Terutama saling berbagi dan meringankan di bulan Ramadhan ini. "Bantuan ini bisa bermanfaat bagi mereka, minimal memberikan perhatian di bulan Ramadhan ini kepada saudara kita, untuk bisa meringankan beban para korban," ujarnya.

UPDATE #212
18 Mei 2019

Senyum Bahagia Kakak Beradik Asal Kelurahan Fajar Baru Dapat Bantuan Rumah Yatim

Kakak beradik asal Dusun II A, Kelurahan Fajar Baru, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, begitu bergembira. Dipegangnya sebuah amplop bantuan uang saku pendidikan dari Rumah Yatim Cabang Lampung. Mereka adalah Candra dan Doyok, anak dari keluarga prasejahtera di daerah tersebut.

Sang kakak, Candra, saat ini duduk di bangku sekolah dasar kelas tiga. Sedangkan adiknya, Doyok, merupakan siswa kelas satu di sekolah yang sama. Kedua anak tersebut setiap hari hanya berjalan kaki menuju sekolah yang jaraknya cukup jauh dari tempatnya tinggal.



Mereka berdua saat ini tinggal bersama kedua orangtua serta adiknya yang kecil di rumah sangat sederhana menumpang di lahan milik orang lain. Keseharian keluarganya berbeda dengan orang lain. Mereka tinggal di gubuk bilik dan tidak layak huni. Namun sesaat keceriaan tersebut terpancar saat Candra dan Doyok bahagia menerima bantuan dari Rumah Yatim.

Menurut penuturan Kepala Cabang Rumah Yatim Lampung, Herman, kakak beradik tersebut sangat layak untuk dibantu. Khususnya, untuk keperluan sekolah bagi keduanya. Karena orangtuanya yang hanya bekerja serabutan membantu para tetangga.



"Semoga mereka bisa merasakan kebahagiaan, terutama untuk bekal mereka bersekolah dan membantu orangtuanya," papar Herman.

Selain bantuan uang saku pendidikan, Rumah Yatim Cabang Lampung pula memberikan perlengkapan sekolah baru bagi keduanya. Bahkan, kata Herman, diberikan pula perlengkapan untuk tidur bagi orangtua anak karena masih memiliki anak bayi.

UPDATE #211
15 Mei 2019

Bantuan Uang Saku Pendidikan untuk Siswa Al Mubarok 

Relawan Rumah Yatim, Irwan menuturkan, puluhan siswa Al Mubarok gembira karena mendapat Bantuan uang saku pendidikan yang disalurkan Rumah Yatim Area Jawa Barat pada Senin (13/5). Yayasan Al Mubarok berada di Kampung Neglasari 1 RT 01 RW 23, Kelurahan Cibeureum, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung.

Bantuan uang saku pendidikan tersebut diserahkan kepada 50 siswa prasejahtera untuk membantu kebutuhan uang saku sekolah mereka,di bulan Ramadhan ini Alhamdulillah siswa prasejahtera bisa mendapatkan bantuan tersebut, karena memang kondisi siswa di Yayasan Al Mubarok mayoritas dari kalangan ekonomi bawah.

Orangtua yang hanya bekerja sebagai petani tidak mampu membayar biaya pendidikan dan memberikan uang saku yang cukup.Ramadhan ini adalah momen yang tepat untuk berbagi kebahagiaan terhadap sesama yang membutuhkan.Terimakasih donatur Rumah Yatim yang telah membuat mereka tersenyum.

UPDATE #210
13 Mei 2019

Puluhan Anak di Mandalawangi Dapat Bantuan Uang Saku Pendidikan

Anak prasejahtera di Kampung Mandalawangi RT 03 RW 07, Kelurahan Pasanggrahan, Kecamatan Ujung Berung, Kota Bandung, mendapat bantuan uang saku pendidikan yang disalurkan oleh Rumah Yatim Area Jawa Barat, Sabtu (11/5) lalu. Sebanyak 50 anak mendapat bantuan ini guna mendukung semangat anak-anak prasejahtera dalam belajarnya.

Relawan Rumah Yatim Irwan menuturkan, kondisi anak-anak ini tergolong tidak mampu. Meskipun berada di keterbatasan ekonomi, semangatnya dalam bersekolah cukup tinggi. Mereka senang adanya bantuan ini, meskipun tidak begitu besar, namun sangat berarti.

Ramadhan ini adalah momen yang tepat untuk berbagi kebahagiaan bersama orang-orang yang membutuhkan. harapannya kita dapat melihat, bahwa masih banyak anak-anak prasejahtera yang membutuhkan uluran tangan. Agar bisa mendapat pendidikan yang layak seperti anak-anak lainnya. Terimakasih atas dukungan Seluruh donatur Rumah Yatim berkat doa dan dukungan donatur banyak anak-anak yang terbantu.

UPDATE #209
11 Mei 2019

Uang Saku Pendidikan untuk Siswa TK Harapan Pertiwi

Rumah Yatim Area Jawa Barat kembali memberikan bantuan uang saku pendidikan kepada 50 siswa prasejahtera di TK Harapan Pertiwi yang berada di Jalan Cipeuyeum No. 498 Desa Cipeuyeum, Kecamatan Haurwangi, Kabupaten Cianjur, pada Jumat (10/5).

TK Harapan Pertiwi merupakan salah satu mitra Rumah Yatim dimana kondisi para siswanya rata-rata berasal dari kalangan menengah ke bawah. Dengan tingkat penghasilan orangtuanya sangat rendah sehingga uang saku pendidikan yang seadanya.

Puluhan siswa sangat senang mendapat bantuan uang saku untuk memenuhi kebutuhan pendidikannya. Relawan Rumah Yatim Irwan berharap semoga dengan adanya bantuan ini bisa meringankan beban orang tua dan mereka bisa merasakan memiliki uang saku seperti anak-anak yang lain pada umumnya.

Terimakasih kepada Seluruh donatur Rumah Yatim yang telah mendukung kebutuhan pendidikan anak-anak prasejahtera. Harapan ke depannya Rumah Yatim bisa memberikan bantuan dalam bentuk program lainnya.

 

UPDATE #208
3 Mei 2019

Guru Honorer SMP Al Ma'arif Riyadul Ulum Bersyukur Dapat Bantuan Kesejahteraan

Semangat dedikasinya begitu luar biasa dalam mendidik anak-anak prasejahtera di pelosok Kabupaten Lombok Tengah. Namun jerih payahnya dalam mendidik tidak sebanding dengan upah yang diterima. Kendati demikian, Rabu (1/5) kemarin, sejumlah guru honorer di SMP Al Ma’arif Riyadul Ulum bersyukur mendapat bantuan kesejahteraan guru yang disalurkan Rumah Yatim Cabang Mataram.

Bantuan ini diserahkan di SMP Al Ma’arif Riyadul Ulum, Desa Banyu Urip, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah. Sebanyak delapan guru honorer telah mendapat bantuan tersebut. Relawan Rumah Yatim Cabang Mataram NTB Salma Hasanah menuturkan, semua guru di sekolah berstatus honorer. Upah yang diterima setiap bulannya sangat rendah. Sehingga tidak mencukupi untuk kebutuhan sehari-hari.

“Semua gurunya honorer dan tergolong prasejahtera. Karena sekolah ini adalah sekolah menengah pertama satu-satunya di Desa Banyu urip,” ungkapnya.

Adapun bantuan yang diberikan berupa bingkisan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari para guru. Seperti yang diketahuinya bahwa sejak SMP itu belum berdiri, warga hanya menamatkan pendidikannya sampai sekolah dasar. Kini sejak sekolah itu berdiri anak-anak bisa melanjutkan pendidikan hingga ke jenjang SMP.

Agar sampainya bantuan ini ke daerah pelosok, tim relawan harus melewati medan yang cukup sulit, jalan berbatuan, dan persawahan. Adanya bantuan ini diharapkan mampu memberikan semangat baru bagi para guru honorer, dalam mendidik anak-anak prasejahtera di pelosok Nusantara. Oleh karena itu, Jerih payahnya patut diapresiasi lewat pemberian bantuan ini.

“Semoga terus memberikan pelajaran berharga dan energi positif bagi anak-anak di daerah itu, khususnya pelosok Lombok,” pungkas Salma.

UPDATE #207
3 Mei 2019

Ustadz Prasejahtera di Desa Banyu Urip Dapat Santunan Rumah Yatim

Sejumlah ustadz prasejahtera di Desa Banyu Urip, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah, mendapat santunan da'i. Santunan ini disalurkan oleh Rumah Yatim Cabang Mataram, pada Rabu (1/5) kemarin. Bantuan diberikan untuk mendukung semangat para da'i dalam mendidik umat, khususnya dengan dakwah.

Relawan Rumah Yatim Salma Hasanah menuturkan, sebanyak dua ustadz telah mendapat santunan tersebut. Para ustadz ini berbagi ilmu agama dengan masyarakat sekitar. Agar warga memiliki pondasi agama yang kuat. Upah yang diterima dalam mensyiarkan Islam tak sebanding dengan jerih payahnya. Meski demikan, mereka tetap ikhlas dan semangat demi menambahnya wawasan umat.

“Da'i di sana bisa dikatakan prasejahtera. Dia berbagi ilmu tanpa mengharapkan apapun. Jadi mereka ikhlas untuk mendidik umat,” ungkapnya.

Para ustadz ini berasal dari kalangan menengah ke bawah. Penghasilan yang diperolehnya dalam sebulan rata-rata 500 ribu rupiah. Jumlah penghasilan tersebut tentunya tidak mencukupi untuk kebutuhan selama satu bulan penuh. Oleh karena itu, Rumah Yatim Mataram memberikan apresiasi atas dedikasinya dengan memberikan bantuan ini.

Adanya bantuan ini, kata Salma, membawa secercah harapan di tengah himpitan ekonomi. Ia berharap bantuan ini dapat meringankan permasalahan finansial mereka. Meskipun tidak begitu besar, namun sangat berarti bagi para ustadz ini. “Alhamdulillah mereka senang, mudah-mudahan bisa meringankan sedikit beban mereka walaupun tidak seberapa,” tandasnya.

UPDATE #206
30 April 2019

150 Paket Sembako Kembali Disalurkan untuk Korban Gempa Lombok

Sebanyak 150 bantuan paket sembako telah disalurkan Rumah Yatim Cabang Mataram kepada masyarakat korban gempa di dua dusun, Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah, pada Senin (22/4) lalu. Bantuan ini merupakan yang ketiga kalinya Rumah Yatim salurkan. Namun pada kesempatan ini, ada donatur yang secara khusus mengamanatkan untuk korban gempa Lombok.

“Alhamdulillah bantuan sembako kepada korban gempa 1000 paket, sudah tersalurkan 150 paket ke daerah Lombok tengah. Karena ini dari donatur walaupun sudah pernah, kita juga sudah lama tidak menyalurkan ke sana,” papar Amir Sumarna, Kepala Cabang Mataram. 



Ia menyebutkan, dua dusun tersebut adalah Dusun Sampit, dan Dusun Beneng, Desa Tapak Siring, Lombok Tengah. Alasannya kembali memberikan bantuan ini karena mayoritas masyarakatnya tidak mampu. Pasca gempa hingga saat ini belum sepenuhnya pulih secara keseluruhan, karena masa pemulihan ini membutuhkan waktu yang cukup lama. 

Kendati demikian, karena bantuan ini dari donatur untuk korban gempa, maka Rumah Yatim kembali datang. Kemudian antusiasme masyarakat dalam menyambut kedatangan tim Rumah Yatim ini menurutnya luar biasa gembira. Karena di Dusun Sampit ini telah dibangun Rumah Anak Ceria yang menjadi daerah binaan Rumah Yatim Mataram NTB. 


Sedangkan untuk di Dusun Beneng, daerah itu merupakan wilayah terisolir karena berada di Pelosok Desa Tapak Siring, sama halnya dengan Dusun Sampit, mayoritas status ekonomi penduduknya hidup di bawah garis kemiskinan. Amir berharap, adanya bantuan ini sedikitnya dapat meringankan beban masyarakat setempat.

“Mudah-mudahan ke depannya Rumah Yatim bisa terus berkontribusi membantu masyarakat yang sangat membutuhkan,” tuturnya.

UPDATE #205
24 April 2019

Siswa MI Al Munawaroh Gembira Dapat Uang Saku Pendidikan

Belasan Siswa MI Al Munawaroh gembira mendapat bantuan uang saku pendidikan yang disalurkan oleh Rumah Yatim Area Jawa Barat, di Kampung Sukasari RT 01 RW 06, Desa Mekarjaya, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung, Selasa (23/4) kemarin. Bantuan ini untuk mendukung kebutuhan pemenuhan uang saku sekolah siswa.

“Bantuan ini untuk uang jajan mereka sehari-hari, walaupun tidak begitu besar, setidaknya dapat merasakan seperti anak-anak yang lain,” ungkap Solehudin, relawan Rumah Yatim.

Ia menyebutkan sebanyak 16 siswa telah menerima bantuan tersebut dengan penuh suka cita dan antusias. Seperti yang diketahuinya, anak-anak tersebut memang berasal dari keluarga dhuafa. Mereka tidak bisa merasakan kesenangan membeli sesuatu seperti anak-anak lainnya, karena uang saku yang diberikan orangtuanya hanya alakadarnya.


Seperti yang diakuinya, MI Al Munawaroh merupakan mitra binaan Rumah Yatim. Bukan hanya mendukung dan membantu sarana operasional sekolah, tetapi Rumah Yatim juga turut mendukung semangat anak-anak dalam belajar dengan memberikan uang saku sekolah.

Solehudin berharap, bantuan ini dapat menambah semangat anak-anak dalam belajarnya. Meskipun bantuan ini tidak begitu besar, namun mereka sangat senang. Terlihat keceriaan anak-anak tersebut saat menerima santunan. Selain itu, bantuan ini merupakan amanah dari para donatur yang telah menitipkannya di Rumah Yatim.

“Mudah-mudahan uang sakunya bisa mencukupi untuk membeli apa saja yang diinginkan," pungkasnya.

UPDATE #204
13 April 2019

Maulana, Pengais Barang Bekas Dapat Santunan Rumah Yatim

Rumah Yatim Banjarbaru memberikan bantuan kepada seorang pengais barang bekas yang setiap hari melewati asrama.  Maulana, yang setiap hari membawa barang-barang bekas ditemani oleh anak-anaknya diberikan bantuan berupa pemenuhan kebutuhan untuk keluarganya.

Menurut Manager Rumah Yatim Area Kalimantan, Indra Abdullah, Maulana merupakan sosok kepala keluarga yang pantang menyerah. Lewat kerja kerasnya mengais barang bekas, ia bisa menyekolahkan keenam anaknya. Anak-anaknya, kata dia, saat ini duduk di bangku sekolah dasar, dan satu orang sudah masuk sekolah menengah pertama.

Bantuan yang diberikan kepada Maulana dan keluarga merupakan amanah donatur yang diberikan tiap Jumat di Rumah Yatim Banjarbaru. Sejumlah bantuan yang diserahkan meliputi makanan siap saji, perlengkapan sandang, serta kebutuhan sembako.

Dhuafa Care, itulah istilah yang disebutkan oleh Indra untuk kegiatan berbagi setiap hari Jumat. Hal ini, agar memberikan keberkahan dan kebahagiaan bagi seluruh masyarakat yang membutuhkan. Khususnya, mereka yang ada di sekitaran Rumah Yatim Banjarbaru.

Harapannya, sambung Indra, kegiatan Dhuafa Care ini bisa terus berjalan setiap pekannya. Agar, bermanfaat dan memenuhi kebutuhan masyarakat kurang mampu. Selain itu, kegiatan ini juga untuk memberikan penyemangat dan kebahagiaan kepada sesama.

UPDATE #203
11 April 2019

Rumah Yatim Siapkan Makanan Siap Saji untuk Korban Banjir Andir

Bencana banjir yang masih menggenangi sejumlah wilayah di Kabupaten Bandung membuat masyarakat mulai kesulitan dalam sejumlah hal. Melihat kondisi tersebut, Rumah Yatim membuka Posko Siaga Bencana Banjir di Kampung Bahuan, Desa Andir, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Kamis (11/4).

 

Menurut relawan Rumah Yatim, Solehudin, persiapan yang dilakukan saat ini dengan menyediakan ratusan bungkus makanan siap saji bagi korban banjir. Hal itu, dikarenakan para korban yang saat ini berada di sejumlah pengungsian mulai kesulitan kebutuhan pokok makanan.



Penyediaan makanan siap saji ini, kata Solehudin, akan disalurkan juga bagi masyarakat di Desa Baleendah. Untuk saat ini, makanan yang disiapkan sekitar 300 bungkus makanan siap saji. Kegiatan dapur umum Rumah Yatim ini akan berlangsung hingga lima hari ke depan. Hal itu, dikarenakan hingga saat ini volume air di sejumlah titik belum surut. Harapannya, kata Solehudin, bantuan dapur umum yang diberikan Rumah Yatim bisa membantu kebutuhan pokok para korban. "Mudah-mudahan masyarakat bisa terbantu dalam segi makanannya," ujarnya.

UPDATE #202
9 April 2019

300 Paket Makanan Telah Disalurkan Bagi Korban Bencana Banjir Kabupaten Bandung

Beberapa titik di kawasan Kabupaten Bandung, sejak Rabu (3/4) malam, masih tergenang banjir. Hal ini dikarenakan intensitas hujan yang deras menyebabkan ratusan rumah terendam dan akses jalan terputus. Pada Kamis (4/4) malam, tim relawan Rumah Yatim menyusuri lokasi banjir Dayeuhkolot dan Andir untuk menyerahkan 300 paket makanan siap saji kepada masyarakat korban banjir di dua daerah tersebut.

Relawan Rumah Yatim Solehudin menjelaskan, bantuan itu diserahkan untuk membantu memenuhi kebutuhan makan korban banjir. Bantuan makanan ini diantarkan menggunakan perahu untuk sampai ke rumah warga. Karena kondisi warga tidak bisa keluar, volume air yang tinggi berkisar dua meter tak memungkinkan warga untuk keluar rumah.

“Kondisi warga saat ini tidak bisa ke mana-mana, hanya bisa diam saja di rumahnya yang tingkat dua. Itu juga kalau mau cari makan, harus nunggu perahu yang lewat dulu, baru ada bantuan,” ungkap Solehudin, salah satu relawan Rumah Yatim.
 
Ia menyebutkan, 300 paket makanan siap saji dibagikan menjadi dua bagian. Ada 150 paket diberikan di Dayeuhkolot, dan 150 paket di Andir Kabupaten Bandung. Serta minuman air mineral sebanyak 30 dus telah disalurkan. Selain itu, akibat banjir ini ratusan warga terhambat aktivitasnya.


Menurutnya, warga Kabupaten Bandung yang terkena bencana banjir masih menantikan uluran tangan dari berbagai pihak. Rencananya tim relawan akan membuka dapur umum di wilayah Dayeuhkolot, Sabtu (6/4).

UPDATE #201
6 April 2019

Keluarga Dhuafa di Monjali Terima Santunan Ibnu Sabil untuk Biaya Berobat

Salah seorang wanita tua dengan seorang anak laki-laki, kehabisan biaya untuk berobat sang suami yang divonis menderita gejala stroke. Bukan hanya itu, ia juga kehabisan biaya transportasi karena lokasi kediamannya dengan rumah sakit lumayan jauh. Langkah kakinya terhenti ketika berada di depan Kantor Kas Rumah Yatim Monjali Yogyakarta.

Melihat kondisi tersebut, akhirnya keluarga dhuafa menerima bantuan ibnu sabil untuk biaya berobat sang suami dan transportasi ke rumah sakit, pada Sabtu (30/3) lalu. Dia adalah Tri, perempuan asal Kampung Blunyah Gede, Kelurahan Sinduadi, Sleman, Yogyakarta.

“Kita bertemu dengan beliau, bantuan diberikan kepada keluarga bapak Sukirman, karena keluarganya itu kehabisan uang untuk transport suaminya (pak Sukirman) berobat ke Bantul,” terang Jejen, Kepala Asrama Monjali.

Kepada tim relawan, sang istri bercerita bahwa Sukirman (51) bekerja sebagai buruh di tempat seseorang yang berjualan bakso. Penghasilannya rendah hanya cukup untuk makan sehari-hari. Sedangkan ia harus membiayai dua anak laki-lakinya. Hingga akhirnya bekerja tak kenal lelah itu menyebabkan ia terserang penyakit gejala stroke.

UPDATE #200
5 April 2019

Rumah Yatim Bantu Renovasi MCK Kurang Layak Yayasan Darul Hayat

Rumah Yatim Regional Jabodetabek memberikan bantuan kepada Yayasan Darul Hayat lewat program sarana public. Darul Hayat  berlokasi di Kampung Cambay, Desa Sukatani, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang. Bantuan yang berikan berupa sejumlah bahan baku untuk pembangunan fasilitas MCK. Bantuan diberikan secara langsung kepada ketua yayasan.

Menurut pemaparan relawan Rumah Yatim Regional Jabodetabek, Rusmanto, dirinya merasa sangat sedih saat melihat kondisi MCK yang digunakan para santri. Sangat sederhana bahkan jauh dari kata layak untuk digunakan. "Pernah juga ada kejadian salah satu santri yang hendak buang air terpeleset jatuh ke dalam kolam," paparnya.

Ia juga mengatakan bahwa kolam tersebut menjadi satu-satunya fasilitas para santri untuk kegiatan MCK. Bahkan mirisnya, kondisi ini sudah berlangsung lama. Keadaan ekonomi dari yayasan membuat tidak ada perbaikan maupun pembangunan MCK menjadi lebih layak digunakan.

Ketua yayasan berterima kasih kepada Rumah Yatim dan para donatur atas bantuan yang diberikan “mudah-mudahan apa yang diberikan kepada kami menjadi tabungan untuk Rumah Yatim dan para donatur dan pemberiannya menjadi motivasi untuk para santri agar semakin semangat dalam menuntut ilmu.

 

 

UPDATE #199
5 April 2019

Bantuan UMKM Rumah Yatim Bangkitkan Roda Ekonomi Warga Palu

Ribuan orang masih berjuang pasca gempa dan tsunami yang menerjang sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah akhir September 2018 lalu. Kini, tahap demi tahap masyarakat Palu telah bangkit dari keadaan terpuruk karena putusnya rantai ekonomi. Dibagikan 12 gerobak dan tenda jualan oleh Rumah Yatim kepada para korban bencana. Hal itu telah membangkitkan roda perekonomian korban gempa dan tsunami.

Kepada relawan Rumah Yatim, para penerima manfaat dari program ekonomi produktif ini bercerita bahwa mereka bersyukur adanya bantuan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berupa sarana dan modal usaha ini. Karena hal ini telah membangkitkan serta membantu memulihkan rantai ekonomi masyarakat yang sempat terpuruk.


“Alhamdulillah mereka bersyukur sekali sudah mendapatkan bantuan itu, dan bantuan gerobak serra tenda jualannya sudah mulai digunakan untuk jualan,” ungkap Wulan, salah seorang relawan Rumah Yatim Palu.
 
Seperti yang diketahuinya, para penerima manfaat pendapatannya dari hasil berjualan berada di kisaran 200 - 500 ribu rupiah. Hal itu dari hasil berjualan garam, makanan siap saji, dan minuman seduh lainnya. Setiap pagi hingga petang mereka mulai berjualan. Ada yang berkeliling menawarkan dagangan, dan ada juga yang hanya diam di tempat menjajakkan dagangan di beberapa tempat tempat wisata.

Menurutnya, warga masih merasakan kendala, karena tempat untuk berjualan terasa sulit. Hal itu dikarenakan daya beli masyarakat masih kurang. Kondisi ekonomi yang masih sulit, membuat masyarakat masih mengandalkan bantuan dari sejumlah relawan. Wulan berharap, lewat bantuan ini masyarakat Palu yang menerima bantuan dapat terus semangat dan bangkit dari keterpurukan putusnya rantai ekonomi.

UPDATE #198
5 April 2019

Puluhan Anak Didik TPQ Al Kautsar Gembira Dapat Makanan Siap Saji

Anak-anak prasejahtera di TPQ Al Kautsar, Desa Karang Mulya, Kecamatan Suradadi, Kota Tegal, gembira mendapat makanan siap saji yang dibagikan oleh Rumah Yatim Cabang Tegal, Rabu (3/4) kemarin. Makanan yang diserahkan merupakan pemberian dari donatur yang ingin berbagi berkah serta kebahagiaan bersama anak-anak yatim dan dhuafa.

“Kemarin kebetulan ada donatur yang ngasih makanan 100 paket, Alhamdulillah anak asuh mukim dan nonmukim sudah tercukupi semua. Nah masih banyak sisanya kita salurkan kembali kepada anak-anak di TPQ Al Kautsar binaan Rumah Yatim,” terang Jajang Khoeruman, Kepala Cabang Tegal.
 
Ia menyebutkan, sebanyak 40 anak telah menerima makanan siap saji tersebut berupa kemasan nasi kotak. Ketika akan membagikan makanan tersebut, berpapasan dengan pengajian. Maka hal ini dijadikan momentum yang tepat untuk membagikan bantuan makanan siap saji.

Menurutnya, anak-anak bahagia saat mendapat makanan tersebut, karena ibarat mendapat hadiah. Terlebih, bantuan makanan ini baru pertama kali mereka dapatkan sehingga menambah keceriaan bagi anak-anak. Diharapkan dibagikannya makanan siap saji ini dapat bermanfaat bagi mereka serta membantu memperbaiki gizinya.

“Alhamdulillah anak-anak senang sekali, karena kata pengurusnya di sini jarang sekali dapat makanan seperti ini. Dan Alhamdulillah langsung dinikmati oleh anak-anak,” pungkasnya.

 



 

 

UPDATE #197
30 Maret 2019

Bantuan untuk Yayasan Al Muhlisin

Yayasan Al Muhlisin mendapat bantuan kemitraan Rumah Yatim Cabang Bali. Bantuan tersebut diberikan untuk mendukung kegiatan pendidikan yang ada di yayasan tersebut. Yayasan Al Muhlisin berlokasi di Jalan Kusuma Bangsa 1, Desa Pemecutan Kaja, Kecamatan Denpasar Barat. Bantuan kemitraan ini perdana diterima Yayasan Al Muhlisin.

Menurut relawan Rumah Yatim Cabang Bali, Ahmad Fauzi, kondisi yayasan cukup memprihainkan. Karena tempat aktivitas belajar anak terlihat kurang nyaman. Dinding ruang belajar hanya terbuat dari triplek dan lantai kayu. Selain itu, kata dia, lokasi yayasan yang berada di dalam membuat kurang terlihat.
"Dengan kondisi yayasan yang cukup memprihatinkan, serta tempat yang lumayan masuk ke dalam, sehingga mungkin tidak semua orang mengetahui adanya yayasan tersebut," ujarnya, Jumat (29/3).

Bantuan kemitraan yang diberikan Rumah Yatim Cabang Bali berupa dukungan finansial. Nantinya, bantuan tersebut akan dipergunakan oleh yayasan, baik untuk operasional maupun pemenuhan sarana pendidikan anak. Bantuan ini, kata dia, untuk meringankan dan membangkitkan semangat pengajar dan anak asuhnya.

UPDATE #196
26 Maret 2019

Tak Mampu Beli Pakaian, Masyarakat Suka Asih Gembira Ada Bazar Gratis

Ratusan masyarakat prasejahtera di Desa Suka Asih, Kecamatan Karang Nunggal, Kabupaten Tasikmalaya, gembira adanya kegiatan bazar gratis dari Rumah Yatim Area Jawa Barat, Sabtu (22/3) lalu. Bantuan ini diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan sandang masyarakat yang berada di pelosok Jawa Barat.

Kasi Pemberdayaan Area Jabar Solehudin menuturkan, bantuan yang diberikan berupa pakaian layak pakai, kerudung, dan pakaian anak-anak. Rendahnya penghasilan yang diperoleh warga, membuat mereka sulit untuk membeli pakaian baru. Karena upah yang diperoleh dari hasil buruh tani, kerja serabutan dan buruh karet tidak mampu untuk membeli kebutuhan sandang.


Ia menilai saat kegiatan berlangsung, masyarakat cukup tertib menaati aturan yang disampaikan tim Rumah Yatim. Hal ini agar tidak terjadi kerusuhan. Meskipun tinggal di pelosok Jawa Barat, pola pikir masyarakat terhadap kesadaran mengantre dan tertib sangat tinggi. Ia juga bersyukur masyarakat bahagia adanya kegiatan ini.

Lanjut dia, sebanyak 90 kepala keluarga telah menerima bantuan tersebut. Masing-masing per-kepala keluarga menerima tiga pakaian. Melalui kegiatan bazar gratis ini, Solehudin berharap Rumah Yatim dapat berbagi kebahagiaan dengan masyarakat Sukasari. Supaya mereka merasakan meskipun berada di pelosok, masih ada yang memerhatikan nasib mereka. “Mudah-mudahan bermanfaat untuk digunakan pakaian sehari-hari mereka,” pungkasnya.

UPDATE #195
23 Maret 2019

Rumah Yatim Beri Bantuan untuk Puluhan Lansia di BSD

Bantuan program peduli sesama disalurkan Rumah Yatim Cabang BSD untuk puluhan masyarakat prasejahtera. Penyerahan bantuan dilakukan di Kantor Kas BSD, Jalan Villa Melati Mas Raya Blok P1 No. 9, Jelupang, Serpong Utara, Tangerang Selatan. Bantuan tersebut merupakan salah satu realisasi program untuk meringankan beban masyarakat kurang mampu.

Penanggung Jawab Kegiatan, Iwan mengatakan,  bantuan peduli sesama yang diberikan mendapat respon sangat baik. Penerima manfaat yang mayoritas lansia tersebut memang telah rutin mendapat bantuan. Sebelumnya, kata dia, 25 orang menerima manfaat bantuan tersebut. Ia menambahkan, dalam penyalurannya dirinya juga bekerjsama dengan tokoh masyarakat setempat. Data penerima telah ada dan merupakan hasil seleksi lapangan.

Kondisi yang kurang secara ekonomi menjadi alasan bantuan peduli sesama tersebut disalurkan.Dengan adanya  bantuan tersebut diharapkan bisa bermanfaat bagi para penerima serta dapat digunakan dengan sebaik-baiknya.

UPDATE #194
22 Maret 2019

Rumah Yatim Dukung dan Lancarkan Renovasi Mushola Al Fatah

Rumah Yatim Cabang Surabaya membantu proses renovasi Mushola Al Fatah yang berada di Kampung Made, Kelurahan Made, Kecamatan Sambikerep, Kota Surabaya, Kamis (21/3) kemarin. Bantuan diberikan untuk memperlancar renovasi agar masyarakat lebih nyaman untuk beribadah.



Kepala Cabang Rumah Yatim Surabaya, Agus Muhammad Yusuf mengatakan, pemberian bantuan karena kondisi mushola memang dalam tahap renovasi tempat wudhu dan toiletnya. Bantuan yang diberikan berupa kebutuhan material serta perlengkapan untuk kebutuhan pendukung ibadah. Pemberian bantuan juga, kata dia, karena fungsi dari mushola menjadi tempat pendidikan diniyah anak.

"Karena di tempat itu ada banyak anak-anak sebagai kader ke depan menjadi generasi muda Qurani," ungkapnya.
Harapannya, sambung Agus, pemberian bantuan bisa memperlancar kegiatan renovasi yang ada di mushola Al Fatah. Agar, masyarakat dan anak-anak yang menggunakannya bisa nyaman karena fasilitas sudah terpenuhi dengan baik.

UPDATE #193
22 Maret 2019

Rumah Yatim Dukung dan Lancarkan Renovasi Mushola Al Fatah

Rumah Yatim Cabang Surabaya membantu proses renovasi Mushola Al Fatah yang berada di Kampung Made, Kelurahan Made, Kecamatan Sambikerep, Kota Surabaya, Kamis (21/3) kemarin. Bantuan diberikan untuk memperlancar renovasi agar masyarakat lebih nyaman untuk beribadah.



Kepala Cabang Rumah Yatim Surabaya, Agus Muhammad Yusuf mengatakan, pemberian bantuan karena kondisi mushola memang dalam tahap renovasi tempat wudhu dan toiletnya. Bantuan yang diberikan berupa kebutuhan material serta perlengkapan untuk kebutuhan pendukung ibadah. Pemberian bantuan juga, kata dia, karena fungsi dari mushola menjadi tempat pendidikan diniyah anak.

"Karena di tempat itu ada banyak anak-anak sebagai kader ke depan menjadi generasi muda Qurani," ungkapnya.
Harapannya, sambung Agus, pemberian bantuan bisa memperlancar kegiatan renovasi yang ada di mushola Al Fatah. Agar, masyarakat dan anak-anak yang menggunakannya bisa nyaman karena fasilitas sudah terpenuhi dengan baik.

UPDATE #192
20 Maret 2019

Puluhan Tenaga Kebersihan Kecamatan Cidadap Dapat Paket Sembako

Rumah Yatim Area Jawa Barat memberikan bantuan paket sembako dan pengobatan gratis kepada puluhan tenaga kebersihan (Gober) di Kecamatan Cidadap. Penyerahan bantuan diberikan tim relawan di Kantor Kecamatan Cidadap, Jalan Hegarmanah Tengah, Desa Hegarmanah, Kecamatan Cidadap, Kota Bandung, Selasa (19/3). 

Kasi Pemberdayaan Rumah Yatim Area Jawa Barat, Solehudin mengungkapkan, pemberian bantuan sembako tersebut untuk meringankan beban para Gober. Karena, penghasilan atau pendapat yang ada sangat pas-pasan bagi seluruh penerima manfaat kali ini. Penyaluran bantuan ini juga, kata dia, merupakan rekomendasi dari pihak kecamatan setempat.

Bantuan paket sembako tersebut diberikan kepada 30 orang Gober yang tersebar di tiga kelurahan berbeda. Sehari-hari para Gober tersebut membersihkan jalanan dan sudut-sudut kota di wilayah Cidadap. Pemberian ini juga, kata Solehudin, bentuk apresiasi atas segala jerih payah yang dilakukan para Gober.Harapannya, sambung Solehudin, kedua bantuan yang diberikan Rumah Yatim khususnya kepada Gober tersebut bisa bermanfaat. Terutama bisa meringankan beban harian keluarga masing-masing.

UPDATE #191
14 Maret 2019

Bantu Ringankan Beban Yayasan Qaulan Tsaqila

Rumah Yatim Regional Jabodetabek untuk mendukung jalannya pendidikan bagi anak yatim dan dhuafa. Kali ini bantuan tersebut diberikan untuk Yayasan Tahfidz Qaulan Tsaqila, di Jalan Lubang Buaya, Bekasi, Rabu (13/3). 

Menurut pemaparan relawan Rumah Yatim Regional Jabodetabek, Ali Ridwan, bantuan kemitraan tersebut untuk mendukung kegiatan belajar dan operasional yayasan. Karena di yayasan tersebut para santri tidak dipungut biaya untuk mengikuti pembelajaran tahfidz dan lainya. 
"Bantuan yang kami berikan dalam bentuk finansial untuk membantu meringankan beban yayasan," paparnya.

Di sisi lain, sebanyak 30 santri dari sejumlah latar belakang bermukim di yayasan tersebut. Bahkan, sebagian dari santri merupakan yatim dan dhuafa. Menurut Ali, bantuan tersebut diharapkan bisa menjadi pendorong kelancaran kegiatan yang ada di yayasan. "Semoga bisa bermanfaat baik untuk kegiatan belajar maupun kebutuhan lainnya," ungkapnya.

UPDATE #190
11 Maret 2019

Ratusan Masyarakat Pedukuhan Antusias Ada Bazar Gratis Rumah Yatim

Masyarakat prasejahtera di Dusun Pedukuhan Banggan, Kelurahan Sukoreno, Kecamatan Sentolo, Kabupaten Kulonprogo Yogyakarta begitu antusias adanya program bantuan bazar gratis yang diselenggarakan oleh tim Rumah Yatim Yogyakarta, Minggu (10/3). Bantuan diberikan untuk bantu memenuhi kebutuhan sandang ratusan masyarakat setempat.

 

Tim relawan Rumah Yatim menyebutkan, sebanyak 250 warga telah mendapat bantuan pakaian dengan penuh sukacita. Menurut informasi yang diperolehnya, daerah tersebut memang memiliki penduduk dengan tingkat penghasilan yang sangat rendah. Rata-rata penduduknya hanya bekerja sebagai buruh tani. Sedangkan jika bukan musim bertani, maka bekerja sebagai buruh anyaman taplak meja, dengan upah 1000-2000 perbuah taplak meja.


Kondisi tersebut, kata dia, cukup memprihatinkan. Oleh karena itu, hadirnya bazar gratis ini sangat berarti bagi mereka. Adapun bantuan yang diberikan berupa pakaian layak pakai. Penghasilan warga sekitar yang sangat rendah, terlebih kondisi yang serba kekurangan tidak memungkinkan untuk membeli baju baru. Penghasilannya hanya cukup untuk makan sehari. 

UPDATE #189
9 Maret 2019

Rumah Yatim Banjarbaru Berbagi Kebahagiaan Bersama Mustahik Lewat Bazar Gratis

Rumah Yatim Cabang Banjarbaru telah melaksanakan kegiatan bazar dengan puluhan mustahik. Kegiatan tersebut diadakan di Kantor Kas Banjarbaru, Jalan Ahmad Yani Km. 34 No. 43, Loktabat Selatan, Kecamatan Banjarbaru Selatan, Kota Banjarbaru, Kamis (7/3). Kegiatan ini diadakan salah satunya untuk membantu memenuhi kebutuhan sandang masyarakat prasejahtera.

Menurut Staf Front Office (FO) Banjarbaru, Nurhalimah, bazar gratis yang diadakan kemarin bisa dirasakan sedikitnya oleh 50 mustahik. Seluruhnya, merupakan masyarakat yang berada di sekitaran kantor kas Banjarbaru. "Tergetnya anak yatim dan dhuafa, para pemulung, dan warga prasejahtera yang ada di sekitaran kantor kas," paparnya.

Nurhalimah menambahkan, sejumlah perlengkapan sandang yang dibazarkannya merupakan hasil donasi dari para donatur Rumah Yatim. Di antaranya meliputi pakaian dewasa, anak-anak, perlengkapan pendidikan, serta pakaian muslim. Seluruh kebutuhan sandang tersebut masih sangat layak untuk digunakan, sebagian pula masih dalam kondisi baru.

UPDATE #188
9 Maret 2019

Tambah Pemahaman Keislaman Anak Asuh Kiaracondong Lewat Upgrading

Anak asuh Rumah Yatim Jawa Barat rutin melakukan upgrading di asrama. Kegiatan tersebut dilakukan untuk menambah wawasan tentang islam. Kegiatan tersebut dilaksanakan setiap hari jumat malam.

Kepala Asrama Kiaracondong Bayan menuturkan, kegiatan ini untuk memperdalam serta memperluas pengetahuan tentang Islam. Agar anak asuh memahami dunia Islam sebagai agama yang rahmatan lil ’alamin. 

Kegiatan tersebut dilaksanakan supaya anak asuh tidak hanya mendapatkan ilmu mengenai islam di sekolah, namun juga di asrama mereka bisa memahami ilmu tentang islam lebih mendalam. Materi yang dibahas setiap minggunya berupa materi aqidah, akhlak, dan materi keislaman lainnya.

UPDATE #187
2 Maret 2019

Rumah Yatim Salurkan Bantuan Peduli Bencana Banjir di Dayeuhkolot

Dayeuhkolot kembali terendam banjir, Rumah Yatim menyalurkan bantuan untuk meringankan beban warganya. Adapun bantuan yang diberikan berupa 100 makanan siap saji dan 50 paket selimut.

Menurut salah seorang relawan Rumah Yatim,Solehudin,  aktivitas sebagian warga terhambat. Untuk masyarakat yang bekerja serabutan, maka ini menjadi kendala besar, karena ketika banjir mereka tidak bisa bekerja terlebih lagi akses jalan permukiman warga terendam banjir sehingga tidak bisa dilewati.

Ketika tim Rumah yatim mendatangi lokasi kondisinya sangat memprihatinkan. warga sekitar berharap adanya bantuan pakaian layak pakai, karena baju mereka terendam banjir. 

“Banjir ini sudah dua mingguan, karena kemarin terus diguyur hujan. Kalau gak hujan, surut airnya, sedangkan kalau hujan meluber lagi airnya. Mudah-mudahan Rumah Yatim bisa membantu dari segi pakaiannya,” ungkapnya.

UPDATE #186
2 Maret 2019

Pembangunan Mandek, Rumah Yatim Beri Bantuan Material Masjid Darussalam

Rumah Yatim Regional Jabodetabek memberikan bantuan untuk pembangunan masjid Darussalam yang berlokasi di Kampung Wates RT 01 RW 11, Desa Kampung Melayu, Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang.

Menurut Kasi Pemberdayaan Rumah Yatim Rgiona Jabodetabek, Muslihudin yang datang berkunjung, masjid tersebut sudah dua setengah tahun belum rampung pembangunannya dikarenakan terkendala masalah biaya.hal tersebut membuat aktivitas keagamaan menjadi terganggu.

Bantuan berupa material bangunan diserahkan oleh pihak rumah yatim yang langsung diterima oleh ketua panitia pembangunan, Isnaeni.  Harapannya, kata dia, bantuan yang diberikan bisa mempercepat kegiatan pembangunan. Agar, aktivitas masyarakat di masjid tersebut berjalan baik. 

 

UPDATE #185
27 Februari 2019

Rumah Yatim Dukung Semangat Para Pengajar di Ponpes Nurul Jadid

Rumah yatim cabang Bali memberikan santunan kepada enam pengajar di Ponpes Nurul Jadiddi Singaraja, Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Selasa (26/2) kemarin.. Alasannya, karena seluruh pengajar secara sukarela memberikan ilmu keagamaan untuk para santri. Selain itu, kata dia, para pengajar juga dari kalangan kurang mampu.

 

Reza mengungkapkan, terlepas dari itu semua santunan yang diberikan merupakan upaya Rumah Yatim untuk terus memberikan semangat kepada para pengajar. Karena, dari tangan seorang gurulah bisa tercipta generasi yang lebih baik. Selain itu, santunan ini juga merupakan upaya mendekatkan Rumah Yatim ke semua kalangan.



"Ingin selalu berbagi dengan orang-orang sekitar yang benar-benar layak kita bantu," tuturnya.
Di samping itu, menurut Reza, ucapan terima kasih juga disampaikan oleh sejumlah penerima manfaat. Harapannya, Rumah Yatim terus mendukung dan memperhatikan para pengajar yang masih membutuhkan bantuan. Agar, kata dia, seluruhnya bisa terus bersemangat dalam mencetak generasi yang agamis dan lebih baik.

UPDATE #184
26 Februari 2019

Rumah Yatim Bantu Renovasi Masjid Nurul Iman

Rumah Yatim Area Jawa Barat mengunjungi Masjid Nurul Iman  untuk memberikan bantuan renovasi masjid, Sabtu (23/2).Masjid Nurul Iman masih dalam tahap renovasi, sehingga dalam menjalankan aktivitas keagamaannya sedikit terganggu, masjid Nurul Iman berada di Jalan Herkules Raya, No. 13, Cimahi Selatan.

Kasi Pemberdayaan Jabar Solehudin menuturkan, adapun bantuan yang diberikan berupa bahan material untuk menunjang perbaikan masjid agar cepat selesai. Dikarenakan jamaah di masjid tersebut cukup banyak, sehingga pengajian yang rutin diadakan setiap minggunya sedikit terhambat. 

Hadirnya bantuan ini juga diapresiasi positif oleh para DKM, mereka mengucapkan terima kasih kepada Rumah Yatim.  Oleh karena itu, kata dia, Rumah Yatim telah berupaya menutupi kekurangan yang ada pada Masjid Nurul Iman. Ia berharap adanya bantuan ini perbaikan masjid bisa cepat selesai. Agar para jamaah bisa menjalankan ibadahnya dengan nyaman. Karena jika sudah rapi akan terasa nyaman digunakan.

 

UPDATE #183
25 Februari 2019

Santunan Da'i untuk Pengajar TPQ Asalam 

Program santunan da'i dari Rumah Yatim Cabang Surabaya, diberikan kepada sejumlah pengajar di Taman Pendidikan Quran (TPQ) Asalam.Jalan Tubanan Baru Blok B No. 42  RW 08, Kelurahan Karangpong, Kecamatan Tandes, Jumat (22/2) kemarin. Santunan diberikan untuk mendukung kinerja para pengajar di sekolah tersebut.

 

Menurut pemaparan Person In Charge (PIC) kegiatan tersebut, Sandi, pengajar yang menerima bantuan sebanyak delapan orang. Pemberian bantuan dilakukan karena seluruh pengajar di sekolah tersebut tidak meminta bayaran. "Mereka tanpa meminta bayaran untuk mengajar anak-anak, jadi pantas untuk mendapat santunan," ujarnya.

Di kesempatan yang sama, salah seorang penerima manfaat, Tamam Ali, menyampaikan ucapan terima kasihnya atas santunan yang diberikan Rumah Yatim Cabang Surabaya. Menurut dirinya santunan tersebut sangat berarti untuk mendukung dan mengurangi beban ekonomi pengajar di TPQ Asalam.

 

UPDATE #182
23 Februari 2019

Bantuan Rumah Yatim untuk Masjid Darul Jannah

Menurut pemaparan Kepala Cabang Rumah Yatim Pekanbaru, Ramdan Burhanudin, Masjid Darul Jannah sedang merenovasi toilet dan pembenahan lahan parkir. Hal tersebut dikarenakan jamaah masjid semakin bertambah. Apalagi, saat dipergunakan untuk kegiatan ibadah shalat Jumat.

Masjid Darul Jannag berlokasi di Kelurahan Kedungsari, Kecamatan Sukajadi, Kota Pekanbaru, masjid tersebut mendapat bantuan Rumah Yatim Cabang Pekanbaru, Kamis (22/2). Bantuan itu diberikan agar renovasi bisa berjalan dengan lancar.

Bantuan tersebut juga bertujuan untuk mempercepat renovasi yang dilakukan oleh pihak pengurus. Agar, masyarakat umum dan jamaah di sekitaran masjid bisa nyaman dalam menjalankan ibadah. Apalagi, masjid tersebut juga rutin digunakan untuk kegiatan keagamaan lainnya.

UPDATE #181
22 Februari 2019

Masyarakat di Nogosari Terima Pakaian Layak Pakai dari Rumah Yatim

Pemenuhan sandang dan pangan terbilang serba kekurangan di Desa Nogosari, Kecamatan Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo Yogyakarta, karena kebanyakan masyarakatnya berada di bawah garis kemiskinan. Oleh karena itu, Selasa (5/2) lalu, masyarakat prasejahtera di daerah tersebut antusias saat Rumah Yatim Yogyakarta menyalurkan bantuan sandang berupa pakaian layak pakai.

untuk membeli kebutuhan pakaian warga masih merasa kesulitan untuik membelinya. Karena jangankan untuk membeli pakaian, untuk makan sehari-hari pun masih pas-pasan. Sehingga untuk kebutuhan sandang, warga hanya menggunakan yang seadanya.

Sebelumnya Rumah Yatim juga membagikan bantuan sembako di daerah tersebut. Hadirnya bantuan dari Rumah Yatim ini sangat disyukuri oleh warga, karena bantuan serupa merupakan yang pertama kalinya didapatkan. Ia berharap, bantuan ini dapat bermanfaat dan menuai keberkahan untuk warga setempat. Selain itu, diharapkan dapat menambah semangat baru dalam menjalani kehidupannya.

UPDATE #180
22 Februari 2019

Cetak Penghafal Alquran, Ponpes Subul El Salam Dapat Bantuan Kitab

Rumah Yatim Cabang Tangerang menyalurkan bantuan perlengkapan kitab untuk Pondok Pesantren (Ponpes) Subul El Salam di Kampung Parung Ceuri RT 02 RW 01, Desa Cikande, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, Rabu (20/2). Bantuan kitab ini diberikan guna mendukung pesantren dalam upaya pendidikan bidang tahfidz bagi anak-anak.

Kasi Pendayagunaan Rumah Yatim Regional Jabodetabek, Muslihudin menjelaskan, kondisi pesantren sendiri memang belum memiliki ruang belajar yang memadai. Namun, semangat dalam menjadi penghafal Alquran terus diperlihatkan. Bahkan, kata dia, anak-anak yang belajar di pesantren tersebut setiap harinya rutin menghafal.

Bantuan kitab yang diberikan Rumah Yatim bisa terus mendorong prestasi dan kemampuan para santri tersebut. Apalagi, bisa mencetak juara lainnya dalam tingkatan yang lebih tinggi. "Tetap semangat dan fokus, sehingga melahirkan para penghafal Alquran yang terbaik," ungkapnya.

UPDATE #179
20 Februari 2019

Rumah Yatim Beri Bantuan Kipas Angin untuk TPQ Nurul Ulum

Desa Balakpulang Kulon merupakan wilayah yang cukup panas cuacanya, bahkan ketika di dalam ruangan pun masih terasa panas. Seperti yang dialami oleh orang-orang di TPQ Nurul Ulum di Desa Balakpulang Kulon, Kecamatan Balakpulang, Kabupaten Tegal, berada dikondisi serupa. Oleh karena itu, Minggu (17/2) lalu, Rumah Yatim Cabang Tegal memberikan bantuan tiga unit kipas angin untuk sarana sekolah.

 

Menurutnya, kondisi madrasah masih cukup layak untuk ditempati, hanya saja banyak dinding bangunan yang retak, cat temboknya banyak terkelupas dan kayu-kayunya telah lapuk dimakan rayap. Ke depannya Rumah Yatim Tegal berencana untuk kembali memberikan bantuan lainnya di madrasah tersebut berupa perbaikan infrastruktur. 

Meskipun baru tiga unit kipas angin yang diberikan, pihak sekolah sangat bersyukur dengan adanya bantuan itu. Mereka turut mengapresiasi atas upaya Rumah Yatim dan para donatur yang telah membantu. Kendati demikian, Jajang berharap siswa dan para gurunya tidak lagi merasa kepanasan serta bisa fokus kembali untuk kegiatan belajar mengajar.

UPDATE #178
20 Februari 2019

Tanpa Pamrih, Da'i di Kelurahan Kulim Terima Santunan Rumah Yatim

Rumah Yatim Cabang Pekanbaru memberikan bantuan bagi sejumlah da'i yang berada di Jalan Lintas Timur Km. 25, Kelurahan Kulim, Kecamatan Tanayan Raya, Kota Pekanbaru, Minggu (17/2) kemarin. Santunan diberikan untuk mendukung dan memberikan apresiasi kepada para dai atas pengabdiannya untuk masyarakat.

Kepala Cabang Rumah Yatim Pekanbaru, Ramdan Burhanudin, seluruh penerima manfaat kemarin merupakan orang-orang yang tanpa pamrih mengabdikan diri di masyarakat. Seluruhnya penerima manfaat di hari kemarin juga sebanyak empat orang. Hal itu, kata dia, sesuai kriteria dan memang layak diberi apresiasi. "Membuat para da'i bisa bahagia dan tersenyum," ujar Ramdan, kepada jurnalis Rumah Yatim.

Pada kesempatan yang sama pula salah seorang da'i, Adham, mengucapkan terima kasih atas santunan yang diberikan Rumah Yatim. Menurut dia, hal tersebut sangat berarti untuk dirinya dan penerima manfaat lain. Ia juga mendoakan agar Rumah Yatim terus memberikan perhatian yang sama kepada para da'i di seluruh penjuru negeri.

"Tentunya apa yang sudah diberikan kepada kita semua dibalas oleh Allah, baik di dunia maupun di akhirat," ucapnya.

UPDATE #177
20 Februari 2019

Bahan Material Tambahan Rumah Yatim Bantu Renovasi Atap Mushola Arrohman

Rumah Yatim Cabang Lampung bergegas dan memberikan bantuan tambahan bahan material untuk renovasi mushola Arrohman, Desa Sukajaya Lempasing, Kecamatan Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran. Hal tersebut dilakukan karena tempat beribadah mereka saat ini sudah mulai kurang nyaman. Karena atap dan sebagian kecil dari mushola mulai terlihat lapuk.

Bantuan yang diberikan ialah pemenuhan bahan baku material bangunan untuk atap mushola. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Cabang Rumah Yatim Lampung Herman kepada Ketua Pengurus Musala Arrohman, Fudhori.

Harapannya masyarakat atau jamaah yang berada di sekitaran mushola tersebut bisa nyaman saat melaksanakan ibadah. Agar, tidak lagi timbul rasa cemas karena atap mushola yang mau roboh.

"Mudah-mudahan dengan bantuan tersebut warga yang melaksanakan kegiatan beribadah merasa nyaman dan tenang tidak takut," tuturnya.

UPDATE #176
18 Februari 2019

Rumah Yatim Bersama Alfamart Salurkan Paket Sembako Gratis

Rumah Yatim Cabang Pekanbaru bersama Alfamart membagikan ratusan paket sembako bagi masyarakat prasejahtera di Jalan lintas Timur Km. 25 RT 02 RW 01, Kelurahan Kulim, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, Minggu (17/2). 

Pembagian sembako ini untuk mendukung dan membantu meringankan beban harian masyarakat di daerah tersebut.
Menurut Kepala Cabang Rumah Yatim Pekanbaru, Ramdan Burhanudin, Alfamart memang telah lama bersinergi dengan setiap program yang ada. Khususnya pembagian sembako yang bisa menjangkau 150 orang di Kelurahan Kulim.

Seluruh penerima merupakan masyarakat dari kalangan fakir dan miskin. Semoga dengan adanya bantuan yang sembako ynag diberikan Rumah Yatim bersama Alfamart ini bisa membantu kebutuhan masyarakat.Ucapan terimakasih juga tak lupa mereka haturkan untuk para Donatur Rumah Yatim yang telah membantu mereka.

UPDATE #175
18 Februari 2019

Kali Kedua di 2019, Beasiswa Dhuafa Disalurkan di Kemirimuka

Sudah kali kedua di tahun 2019, beasiswa dhuafa disalurkan bagi anak asuh nonmukim di Kantor Kas Rumah Yatim Margonda, Jalan Margonda Raya No. 348, Kemirimuka, Beji, Depok, Sabtu (16/2). Beasiswa dhuafa tersebut diberikan kepada anak yatim dan dhuafa yang berada di Kelurahan Kemiri Muka.

Menurut pemaparan Staf Front Office (FO) Rumah Yatim Margonda, Anisa Fitriani, penyaluran ini juga berkoordinasi dengan pihak pemerintahan Kelurahan Kemirimuka. Dari data tersebut sebanyak 20 anak dalam kesempatan hari ini menerima beasiswa dhuafa tersebut.

"Untuk penyalurannya kami sudah mempunyai data anak yatim dan dhuafa nonmukim yang sudah berkoordinasi dengan pihak kelurahan," ungkap Anisa.

Penyaluran beasiswa dhuafa ini juga merupakan agenda rutin setiap bulannya. Hal itu untuk mendukung dan memberikan semangat kepada anak yatim dan dhuafa untuk tetap bersekolah. Dari Cabang Margonda sendiri, sambung Anisa, Januari kemarin juga beasiswa dhuafa disalurkan.

"Alhamdulillah untuk di Kantor Cabang Margonda sendiri sudah hampir setiap bulan, di tahun ini sendiri sudah kedua kalinya," paparnya.

Ia mengungkapkan, dengan disalurkannya beasiswa kepada anak yatim dan dhuafa tersebut, diharapkan bisa membantu untuk mendukung dan mencerdaskan anak bangsa yang kurang mampu. Agar, pendidikan dan kebutuhan yang menunjangnya bisa terpenuhi dengan baik.

"Dapat bermanfaat bagi anak-anak yang menerimanya serta memberikan apresiasi kepada mereka yang berprestasi," kata Anisa.

Beasiswa
#rumahyatim #beasiswa #anakyatim #yatimpiatu #santunananakyatim #yatimmandiri #yatim #pesantrenyatim #peduliyatim #anakyatimpiatu #pendidikan #bantuan #peduli #bantuanbeasiswa #lembagaamilzakat #anak #indonesia #pendidikanindonesia #dhuafa #bersamamencerahkanmasadepanmereka

 

UPDATE #174
16 Februari 2019

Rumah Yatim Beri 220 Makanan Siap Saji untuk Yatim dan Dhuafa di Karangmulya

Rumah Yatim Cabang Tegal membagikan 220 paket makanan siap saji kepada ratusan anak yatim dan dhuafa di Desa Karang Mulya, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal, Rabu (13/2). Makanan yang dibagikan merupakan pemberian dari donatur. Karena jumlah yang sangat banyak, makanan tersebut tidak hanya dibagikan kepada abak-anak tetapi juga kepada orang tua yang tinggal di sekitar wilayah tersebut.

Kepala Cabang Tegal Jajang menuturkan, penerima utama manfaat merupakan anak yatim dan dhuafa murid TPQ Al Kautsar. Yayasan tersebut merupakan binaan Rumah Yatim Cabang tegal. Ia menilai, ratusan anak merasa bahagia, terlihat saat anak-anak hampir berebut untuk mendapatkan makanan siap saji itu. Beruntung ada yang mengkoordinir agar tidak terjadi kericuhan.

Kendati demikian, Jajang berharap, pemberian bantuan bagi anak-anak ini dan sisanya untuk para warga bisa merasa terhibur. Karena bantuan serupa jarang sekali mereka dapatkan. Oleh karena itu, membagikan bantuan ini dapat membawa keberkahan bagi donatur dan mustahik.

UPDATE #173
16 Februari 2019

Rumah Yatim Beri 220 Makanan Siap Saji untuk Yatim dan Dhuafa di Karangmulya

Rumah Yatim Cabang Tegal membagikan 220 paket makanan siap saji kepada ratusan anak yatim dan dhuafa di Desa Karang Mulya, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal, Rabu (13/2). Makanan yang dibagikan merupakan pemberian dari donatur. Karena jumlah yang sangat banyak, makanan tersebut tidak hanya dibagikan kepada abak-anak tetapi juga kepada orang tua yang tinggal di sekitar wilayah tersebut.

Kepala Cabang Tegal Jajang menuturkan, penerima utama manfaat merupakan anak yatim dan dhuafa murid TPQ Al Kautsar. Yayasan tersebut merupakan binaan Rumah Yatim Cabang tegal. Ia menilai, ratusan anak merasa bahagia, terlihat saat anak-anak hampir berebut untuk mendapatkan makanan siap saji itu. Beruntung ada yang mengkoordinir agar tidak terjadi kericuhan.

Kendati demikian, Jajang berharap, pemberian bantuan bagi anak-anak ini dan sisanya untuk para warga bisa merasa terhibur. Karena bantuan serupa jarang sekali mereka dapatkan. Oleh karena itu, membagikan bantuan ini dapat membawa keberkahan bagi donatur dan mustahik.

UPDATE #172
15 Februari 2019

Bantu Biaya Pendidikan Anak Prasejahtera, Rumah Yatim Beri Beasiswa



Di Indonesia masih banyak anak prasejahtera yang tidak bisa memenuhi kebutuhan pendidikannya. Oleh karena itu, Rumah Yatim Cabang Tegal telah memberikan bantuan biaya pendidikan lewat santunan beasiswa dhuafa. Beasiswa ini diberikan kepada sepuluh anak Non Mukim prasejahtera Binaan Asrama Tegal, Selasa (13/2).

Kepala Cabang Tegal Jajang Khoeruman mengungkapkan, bantuan ini rutin diberikan setiap bulannya. Namun diberikan secara bergilir karena semakin bertambah jumlah penerima manfaat. Ditambah banyaknya permohonan bantuan biaya pendidikan dari para orangtua kepada Rumah Yatim.



Seperti yang diketahuinya, bahwa para orangtua dari anak asuh nonmukim ini hanya bekerja sebagai pemulung, pedagang kecil, dan buruh kuli panggul. Sehingga untuk memenuhi kebutuhan pendidikan anaknya sulit, dikarenakan penerima santunan ini merupakan yatim. Berbagai upaya dilakukan demi sang anak agar tetap melanjutkan pendidikan, salah satunya dengan permohonan bantuan.


  
“Kemarin ibunya pada bilang untuk beli LKS, buku dan uang saku anak, karena penghasilan mereka sangat sedikit. Minimal kita bisa bantu biaya pendidikannya, Alhamdulillah walaupun sedikit setidaknya bisa meringankan,” ungkapnya. Selain itu, kata dia, para orangtua ini merespon positif kontribusi Rumah Yatim dalam membantu kekurangan biaya pendidikan anak prasejahtera. Karena menurutnya sudah tidak ada yang bertanggung jawab untuk pendidikannya.

Rumah Yatim akan terus mendukung dan memberikan perhatian dari segi biaya pendidikan kepada anak tidak mampu. Meskipun hanya sedikit, setidaknya bisa menguatkan kapasitas pengasuhan orangtua. “Semoga anak-anak yatim ini bisa seperti anak-anak lainnya, dapat menggapai cita-cita dan kesuksesannya,” pungkasnya.

Sedekah / Infak
#rumahyatim #sedekah #sedekahonline #yuksedekah #jumatberkah #bernilaisedekah #bersedekah #semangatsedekah #infak #sedekahnasional #sedekahjumat #sedekahbumi #anakyatim #yatimpiatu #santunananakyatim #yatimmandiri #yatim #pesantrenyatim #donasi #donasionline

www.rumah-yatim.org

UPDATE #171
9 Februari 2019

Bazar Gratis untuk Warga Kampung Gadog

Rumah Yatim telah mengadakan kegiatan bazar gratis pada kamis lalu (7/2) di RT 03 RW 09, Kampung Gadog, Kelurahan Pasir Wangi, Kecamatan Ujung Berung Kota Bandung. Mayoritas masyarakat setempat hanya bermata pencaharian sebagai serabutan sehingga tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sandang.

Bantuan pakaian layak pakai yang diberikan sangat bermanfaat bagi warga setempat Menurut Nana,Ketua  RT 03 RW 09, Kampung Gado. Hal itu membawa keberkahan dan kebahagiaan bagi masyarakat setempat .Ia mengungkapkan banyak terima kasih kepada Rumah Yatim terutama para donatur yang telah memperhatikan kehidupan warga yang berlatar belakang kurang mampu.

“Saya atas nama pribadi dan masyarakat RT 03, mengucapkan terima kasih banyak kepada Laznas Rumah Yatim dan para donatur yang telah menyumbangkan sebagian hartanya untuk kami masyarakat kurang mampu,” tuturnya.Nana menambahkan, atas kepedulian para donatur dan Rumah Yatim ini bisa digantikan yang lebih melimpah oleh Allah SWT.

 

UPDATE #170
9 Februari 2019

Rumah Yatim Salurkan Alquran

Penyaluran Alquran merupakan upaya Rumah Yatim dalam mendukung kegiatan positif yaitu untuk kegiatan keagamaan di lingkungan masyarakat Kelurahan Cibarusah Jaya, Kecamatan Cibarusah, Kota Bekasi.Kamis (7/2).

"Karena di Kantor Kelurahan setiap dua minggu sekali ada kajian rutin untuk masyarakat," paparnya, saat dihubungi rumah-yatim.org, Sabtu (8/2).

Ali menambahkan, kegiatan rutin tersebut memang sudah berjalan lama di desa pamekaran tersebut. Namun, kekurangan Alquran untuk dikaji dan dibaca di lokasi kajian membuat kegiatan belum terlaksana secara maksimal. Padahal, kata dia, sudah ada guru atau pembimbing yang memberikan ilmu untuk masyarakat.Semoga dengan bantuan kitab ini bisa terus mendukung dan menambah ilmu bagi masyarakat sekitar

UPDATE #169
9 Februari 2019

Ratusan Masyarakat Kampung Gadog Bahagia Ada Bazar Gratis Rumah Yatim

Rumah Yatim Area Jawa Barat kembali mengadakan bazar gratis bagi masyarakat prasejahtera. Kali ini Rumah Yatim mengadakan kegiatan tersebut di Kampung Gadog, Kelurahan Pasir Wangi, Kecamatan Ujung Berung, Kota Bandung. Kegiatan yang dilaksanakan Kamis ( 7/2) tersebut disambut bahagia oleh masyarakat setempat.Masyarakat berbondong-bondong bersama anak-anaknya menyerbu bazar untuk mendapatkan pakaian layak pakai.

 Kasie Pemberdayaan Area Jawa Barat Solehudin menyebutkan, 250 kepala keluarga telah menerima bantuan sandang yang disalurkan Rumah Yatim. Bantuan yang diberikan berupa pakaian layak pakai, sepatu, sandal dan tas. Ia menilai masyarakat yang hadir luar biasa sangat antusias, karena belum ada lembaga sejenis yang memberikan bantuan sandang lewat bazar gratis.

Solehudin menambahkan, masyarakat sangat bersyukur dengan adanya bazar gratis ini, tak henti-hentinya mengucapkan terima kasih kepada Rumah Yatim dan para donatur yang telah memperhatikan masyarakat tidak mampu di kampung tersebut. “Mereka gak berhenti bilang terima kasih sama kita (Rumah Yatim) dan donatur, karena sudah peduli sama mereka. Luar biasa antusiasnya,” ungkapnya.

Adanya bazar gratis ini diharapkan dapat bermanfaat bagi warga sekitar, serta dapat membantu memenuhi kebutuhan sandang pangannya yang selama ini tidak bisa mereka penuhi.
 

UPDATE #168
8 Februari 2019

Kerudung Baru dari Donatur Bahagiakan Anak Asuh Duren Sawit

Anak Asuh mukim Rumah Yatim cabang Duren Sawit merasa gembira setelah menerima perlengkapan sandang berupa 20 kerudung baru dari donatur. Beragam warna dan model yang tersedia, membuat anak asuh semakin bahagia.

Menurut pemaparan Staf Front Office ( FO ) Rumah Yatim pondok kelapa, Meri Andani, pada mulanya donatur yang murah hati tersebut sering melihat aktivitas anak asuh yang selalu mengenakan kerudung. Seiring berjalannya waktu, donatur tersebut tergerak dan ingin berbagi kebahagiaan bersama anak asuh.

"Beliau sering melihat kegiatan di Rumah Yatim secara tidak sengaja karena lewat dan tergerak hati beliau untuk memberikan kerudung ini," papar Meri

Ia menambahkan. Anak asuh tak henti hentinya bersyukur dan berdoa atas apa yang didapatkannya.

Pemberian kerudung dilakukan di Kantor Kas Rumah Yatim Pondok Kelapa, Jalan Pondok Kelapa Raya No. 20, Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur, Rabu (6/2).

UPDATE #167
6 Februari 2019

Rumah Yatim Telah Bantu 3949 Mustahik di Lombok Selama 2018

Rumah Yatim Cabang Mataram telah membantu 3.949 mustahik yang tersebar di wilayah Mataram, dan Kabupaten Lombok.Berbagai kendala dan hambatan ketika di lapangan tak menyurutkan semangat para relawan dalam menyampaikan amanat dari para muzzaki.

Kepala Cabang Mataram Amir Sumarna mengungkapkan, Selama 2018, penyaluran didominasi di wilayah Kabupaten Lombok Utara, dikarenakan krisis yang berkepanjangan seperti wilayah yang terkena bencana gempa, angin puting beliung, dan banjir. Sehingga berdampak pada banyaknya korban bencana dan rusaknya infrastruktur.

Di tahun ini, Amir berharap bisa membantu mustahik lebih banyak lagi serta dapat menyentuh daerah yang jauh dari jangkauan pemerintah. Masih banyak para mustahik yang masih membutuhkan bantuan untuk melangsungkan kehidupan. Para mustahik sangat berterimakasih dan bersyukur karena masih banyak para muzaki yang ikhlas membantu mereka meski tak saling mengenal,semoga Alloh selalu melimpahkan rahmat dan melapang rezeki kepada para muzaki.

UPDATE #166
4 Februari 2019

Januari 2019, 402 Mustahik di Kalimantan Terima Manfaat ZIS Rumah Yatim

Manager Rumah Yatim Area Kalimantan, Indra Abdullah, lewat siaran persnya mengucap syukur atas capaian penyaluran di awal tahun 2019. Hal itu disebabkan pada bulan Januari kemarin, Rumah Yatim Area Kalimantan yang di bawah pimpinannya, berhasil menyalurkan bantuan bagi 402 mustahik di tujuh wilayah di Kalimantan.

Menurut Indra, rasa syukurnya disampaikan kepada para donatur Rumah Yatim khususnya yang ada di Kalimantan. Atas titipan zakat, infak, maupun sedekahnya kepada Rumah Yatim Area Kalimantan. Sejumlah bantuan hasil dari zakat, infak, sedekah (ZIS) tersebut telah dirasakan oleh ratusan mustahik di bulan kemarin.

Alhamdulillah terucap syukur yang amat besar kami sampaikan atas titipan ZIS melalui Rumah Yatim dan donatur," papar Indra, melalui siaran pers yang diterima jurnalis Rumah Yatim, Minggu (3/1).

Sejumlah bantuan yang berhasil disalurkan dan dilaksanakan pada Januari kemarin sebanyak delapan program. Di antaranya meliputi bantuan paket sembako untuk 200 mustahik, sembilan penerima bantuan biaya hidup, satu orang penerima santunan peduli sesama, bazar gratis sandang dan perlengkapan sekolah bagi 30 mustahik, serta bantuan satu unit fasilitas sarana publik berupa pembangunan WC umum.

Selain itu, Rumah Yatim Area Kalimantan juga berhasil memberikan fasilitas bimbingan belajar (Bimbel) gratis bagi 20 anak yatim dan dhuafa. Bahkan, sebanyak 59 siswa yatim dan dhuafa berprestasi mendapat bantuan beasiswa dhauafa. Sedangkan 83 paket bantuan perlengkapan sekolah turut disalurkan lewat program back to school.

"Semoga Allah mudahkan kita untuk terus tebar kebahagiaan dan kepedulian untuk umat. Aamiin," kata Indra, di penghujung siaran persnya.

UPDATE #165
2 Februari 2019

Rumah Yatim Penuhi Kebutuhan Sandang Yatim dan Dhuafa Lewat Bazar Gratis

Rumah Yatim area Kalimantan kembali menggelar Bazar gratis bagi yatim dan dhuafa. Kegiatan bazar dilaksanakan di kantor kas Benua Anyar, Jalan Pangeran Hidayatullah, kecamatan Banjarmasin Timur, kamis ( 31/1) kemarin. 

Staff Front office Rumah Yatim Benua Anyar, Neng Dinanda memaparkan, kegiatan tersebut merupakan upaya Rumah Yatim dalam mendukung kebutuhan masyarakat prasejahtera. Ia mengatakan, kegiatan yang berlangsung hari kamis lalu mendapat respon yang baik dari masyarakat di sekitaran kantor kas. Bahkan, anak yatim dan dhuafa sangat antusias dalam memilih sejumlah barang yang dibazarkan. "Anak-anak maupun ibu-ibu merasa senang dan antusias karena baju yang dipilih termasuk kategori masih baru," papar Neng Dinanda

Pada kegiatan tersebut Rumah Yatim menyiapkan sejumlah perlengkapan sandang bagi anak-anak hingga dewasa. Bahkan, perlengkapan sekolah seperti seragam dan tas juga tersedia.

Neng Dinanda mengungkapakan, bazar dilaksanakan di kantor kas karena masih banyak yatim dan dhuafa yang membutuhkan.  Harapannya, dengan diadakan nya kegiatan tersebut bisa memenuhi kebutuhan yatim dan dhuafa. "Semoga ajang ini membuat anak-anak yatim dan dhuafa menjadi ceria," ujarnya.

UPDATE #164
2 Februari 2019

Rumah Yatim Bantu Penuhi Kebutuhan Janda dan Lansia di Cibinong

Rumah Yatim Regional Jabodetabek berbagi kebahagaan dengan masyarakat prasejahtera di kantor kas Cibinong,  Jalan Raya Sukahati, Kampung Mutiara Beres RT 001 RW 002 Sukahati, Cibinong,Bogor, kamis ( 31/1) kemarin.

Staff Front Office Rumah Yatim Cibinong, Irfan memaparkan, pemberian bantuan ini merupakan salah satu realisasi zakat yang diamanahkan donatur Rumah Yatim. Ia juga menambahkan, penyaluran yang dilaksanakan di kantor kas berjalan dengan lancar. Bantuan secara finansial diberikan kepada 15 lansia dan janda prasejahtera, dan seluruh penerima merupakan dari kalangan kurang mampu.

Irfan mengatakan,  kondisi masyarakat di sekitaran kantor kas masih banyak yang kurang mampu secara ekonomi, bahkan banyak lansia yang tinggal sendirian dan sudah tidak bekerja. Mereka hanya mengandalkan pemberian dari tetangganya. "Mereka merupakan keluarga kurang mampu, juga ada lansia yang tidak bisa bekerja lagi dan tinggal sendirian di rumahnya," paparnya.

Irfan berharap bantuan sesama yang diberikan Rumah Yatim ini bisa meringankan beban harian lansia dan janda tersebut.   

UPDATE #163
30 Januari 2019

Dukung Aktivitas Siswa Al Husna, Rumah Yatim Beri Bantuan Sandang

Tim relawan Rumah Yatim Regional Jabodetabek  berikan bantuan sandang di Yayasan Al Husna, Kampung Baru, Perumnas Karawaci, Kota Tangerang (29/1) , Bantuan yang diberikan adalah bantuan sandang berupa jaket. karena melihat kondisi pada daerah tersebut sedang musim penghujan dan cuaca tidak menentu.

Menurut Kasi Pendayagunaan Rumah Yatim Regional Jabodetabek, Muslihudin, sebanyak 80 anak menempuh pendidikan di yayasan tersebut. Terdiri dari Teman Pendidikan Alquran (TPA) dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Selain di yayasan tersebut, rim relawan Rumah Yatim juga menyalurkan bantuan serupa di lokasi lain. Seluruh bantuan, merupakan upaya dalam mendukung setiap aktivitas yang dijalani anak yatim dan dhuafa. Apalagi, kata Muslihudin, bisa digunakan untuk mendukung aktivitas dalam pendidikannya.

UPDATE #162
30 Januari 2019

Rumah Yatim dukung terciptanya generasi cinta Al-quran

Rumah Yatim memberikan bantuan puluhan kitab Alquran kepada anak yatim dan dhuafa di sekitaran Kantor Kas Beringin, Jalan Beringin Raya No. 94, Karawaci Baru, Karawaci, kota Tangerang.  Kasi pendayagunaan Rumah Yatim Regional Jabodetabek, Muslihudin mengatakan,  ada 20 buah Alquran yang disalurkan. Alquran tersebut dilengkapi dengan terjemahan perkata dan keseluruhannya. Bantuan ini diberikan untuk membantu kelancaran dan perkembangan anak dalam belajar membaca maupun menghafal Alquran. Penerima bantuan merupakan anak asuh nonmukim yang saat ini di bawah asuhan TPA Al Husna.

Muslihudin menjelaskan, bantuan tersebut merupakan upaya dalam mendorong anak-anak untuk cinta terhadap Alquran dan agar kedepannya akan semakin banyak generasi qurani yang terus berkembang. Selain itu, ia juga menambahkan bahwa bantuan tersebut merupakan upaya memenuhi kebutuhan pendidikan diniyah anak-anak  “ untuk lebih mudah lagi dalam belajar memahami Alquran.” Ujarnya.

Bantuan alquran yang diberikan oleh Rumah Yatim akan terus diberikan bagi yatim dan dhuafa di seluruh cabang Rumah Yatim yang ada di Indonesia.

UPDATE #161
30 Januari 2019

Rumah Yatim bantu penuh faslitas mengaji di TPQ FPKM

Rumah yatim cabang Tegal  telah menyalurkan beberapa bantuan kepada TPQ FPKM yang berlokasi di Desa Margasari, Kec. Margasari Kab. Tegal. Rumah yatim dengan program sarana publiknya telah menyalurkan berbagai jenis bantuan mulai dri buku bacaan, mushaf Alquran, dan sampai yang paling terbaru yaitu karpet berukuran besar.

TPQ tersebut dikelola oleh Eva, seorang janda yang memilki delapan anak. Eva membuka TPQ tersebut diperuntukan untuk anak-anak kurang mampu di wilayah Margasari. Eva yang hanya bekerja sebagai pedagang kecil belum bisa membeli berbagai keperluan TPQ nya dikarenakan penghasilannya habis untuk keperluan sehari-hari. Karena hal tersebut,anak-anak mengaji tanpa alas  sehingga baju mereka mudah kotor.  

Kedatangan tim rumah yatim disambut hangat Eva dan belasan anak didiknya yang kebetulna sedang belajar mengaji. Ia mengatakan, Eva dan anak didiknya sangata senang ketika mengetahui Rumah Yatim memberikan sebuah karpet untuk tepat pengajiannya. Secara serentak, mereka mengucapkan terima kasih kepada Rumah Yatim dan para donatur yang telah peduli. Tak lupa mereka pun berdoa untuk kebaikan Rumah yatim dan para donatur.  

UPDATE #160
29 Januari 2019

Penyerahan Beasiswa Rumah Yatim Bawa Kebahagiaan Bagi Yatim dan Dhuafa

Harga kebutuhan perlengkapan sekolah hampir meningkat setiap tahunnya. Hal itu membuat anak-anak dari keluarga dhuafa tidak sanggup membelinya. Oleh karena itu, Rumah Yatim Regional Jabodetabek memberikan santunan beasiswa dhuafa kepada 30 anak yatim dan dhuafa, Senin (28/1) lalu.



Hal itu rupanya membawa kebahagiaan bagi anak-anak tersebut. Beasiswa itu diserahkan Rumah Yatim dengan mengundang puluhan yatim dan dhuafa ke Asrama Pamulang, Jalan R.E. Martadinata, Pamulang, Tangerang Selatan.

Adanya bantuan itu, sambung dia, disambut antusias dan senang oleh anak-anak. Mengingat para orangtuanya berada dalam kategori ekonomi lemah. Sehingga diharapkan santunan yang rutin diberikan setiap bulannya ini dapat menambah semangat anak-anak dalam belajar dalam meraih cita-citanya

UPDATE #159
29 Januari 2019

Tukang Angkut Sampah Lansia Dapat Santunan Rumah Yatim

Rumah Yatim Cabang Tegal memberikan santunan sembako kepada Arifin (65), tukang angkut sampah di wilayah asrama. Santunan diberikan langsung oleh salah satu tim Rumah Yatim usai Arifin mengangkut sampah di asrama. 

Rona bahagia tampak ditunjukan pria lanjut usia tersebut tatkala menerima paket sembako Rumah Yatim. Ia tak menyangka jika Rumah Yatim memerhatikannya. Padahal ia baru satu bulan bekerja di wilayah Asrama Rumah Yatim Tegal.

Pada Jajang Khaeruman selaku Kepala Cabang Rumah Yatim Tegal, Arifin bercerita jika dirinya tinggal di sebuah rumah kecil di wilayah Pengabean bersama istri dan delapan anaknya. Bagi Arifin, santunan ini sangatlah berarti untuk ia dan keluarganya.

"Alhamdulillah pak Arifin sangat senang mendapatkan sembako ini, semoga santunan ini bisa membantu meringankan beban pak Arifin dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Semoga santunan ini bisa memberikan tambahan semangat pak Arifin dalam bekerja," papar Jajang.

UPDATE #158
28 Januari 2019

Beasiswa Rutin Diberikan Rumah Yatim Bagi Yatim dan Dhuafa di Radio Dalam

Minggu (27/1) Kantor Kas Rumah yatim Radio Dalam. Jalan Radio Dalam No. 47 A , Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Memberikan Santunan besiswa Kepada anak asuh non mukim sekitar 15 orang. Kebanyakan dari mereka ditinggal orang tuanya sejak kecil,dan saat ini mereka tinggal Bersama saudaranya.

Seluruh anak yang menerima bantuan beasiswa tersebut berasal dari keluarga kurang mampu dan mayoritas anak yatim. Pemberian beasiswa tersebut diharapkan dapat membantu dan mendukung anak-anak yatim dhuafa dalam menempuh pendidikannya.

Harapan kedepannya rumah yatim bisa terus mendukung dan menyantuni anak-anak yatim lainnya dengan memberikan dana Pendidikan agar anak-anak yatim dhuafa dapat melanjutkan Pendidikan dan bisa bersemangat dalam menggapai cita-citanya.

UPDATE #157
28 Januari 2019

Bantuan Sandang dan Buku Tunjang Belajar Anak di Bimbel Gratis Tambun

Dalam upaya mendukung pendidikan dan keseharian yatim dhuafa.Rumah yatim kembali memberikan bantuan sandang dan buku untuk siswa Bimbel di Kantor Kas Tambun, Jalan Kalimaya Raya Kav B1 No 7 Metland, Tambun Selatan, Tambun, Bekasi, Jumat (25/1).

Sebanyak 30 anak yang bergabung dalam bimbingan belajar gratis Rumah Yatim menerima bantuan yaitu buku khat Al Quran dan buku-buku bacaan, sedangkan bantuan sandang yang diberikan berupa jaket. Veni,tenaga pengajar di bimbingan belajar gratis rumah yatim berterimakasih kepada bapak ibu donatur yang telah ikut mendukung proses Kegiatan Belajar Mengajar tersebut.

Dengan ada nya bantuan tersebut diharapkan dapat lebih tertata sistematika kegiatan belajar mengajarnya,karena dengan adanya buku-buku anak bimbingan belajar rumah yatim dapat lebih memahami pelajaran dan menambah wawasan.

UPDATE #156
28 Januari 2019

Rumah Yatim Kembali Salurkan Beasiswa Bagi Yatim dan Dhuafa di Rawasari

Puluhan anak yatim dhuafa dengan suka cita mendatangi asrama Rumah Yatim Rawasari di Jalan Rawasari Selatan, Rawasari, Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Untuk mendapatkan bantuan beasiswa yang diadakan rutin setip bulannya.Kegiatan ini dilakukan guna mendukung pendidikan anak yatim dhuafa untuk meneruskan pendidikanya dan membantu ekonomi orang tua anak.

Menurut Kepala Asrama Rumah Yatim Rawasari, Ikin, anak-anak tersebut masih sama dengan bulan sebelumnya. Sebanyak 21 anak yang memang rutin menjadi penerima beasiswa ini. Selain itu, pemberian beasiswa ini untuk mendukung kebutuhan pendidikan yang dijalani oleh anak.

Puluhan Anak asuh non mukim yang menerima bantuan beasiswa ini terdiri dari Anak sekolah dasar dan sekolah menengah pertama, Seluruh anak non mukim binaan rumah yatim ini  rutin mendapatkan bantuan beasiswa pendidikan untuk mendukung pendidikan yatim dhuafa.

UPDATE #155
28 Januari 2019

Rumah Yatim akan salurkan bantuan di kelurahan Cawitali

Tim Rumah Yatim cabang Tegal akan menyalurkan bantuan ke wilayah Cawitali bulan Februari mendatang. Sebelum melakukan penyaluran, kepala cabang Rumah Yatim Tegal, Jajang Khaeruman telah melakukan survey terlebih dahulu ke kantor kelurahan Cawitali. “ kami menemui pak Jajuli selaku lurah untuk meminta data warga kurang mampu di sana,” ungkapnya.

Jajang memaparkan, rumah yatim akan menyalurkan dua jenis bantuan yakni sembako dan biaya hidup di wilyah tersebut.  Ia menambahkan bahwa di sana terdapat 200 mustahik yang terdiri dari lansia, janda, dan yatim yang akan menerima bantuan tersebut.

“Bantuan ini merupakan sambungan dari penyaluran bantuan pada Februari 2018 lalu. Dimana pada tahun lalu rumah yatim menyalurkan bantuan kepada 100 mustahik. Untuk tahun ini rumah yatim berencana menyalurkan bantuan lebih banyak supaya semua mustahik dapat merasakannya “ terang kepala cabang rumah yatim Tegal

UPDATE #154
26 Januari 2019

68 Anak Asuh Nonmukim Sumringah Terima Santunan Rumah Yatim

Selain mengasuh anak yang tinggal di asrama atau anak mukim, rumah yatim juga memiliki anak asuh non mukim, setiap bulannya diberi santunan oleh rumah yatim seperti pada senin (21/1) lalu, sebanyak 68 anak asuh non mukim Yogyakarta menarima bantuan tersebut.

Santunan ini guna mendukung pendidikan anak-anak dari keluarga kurang mampu.Acara ini juga dimanfaatkan sebagai momen pendekatan kepada anak asuh untuk mengetahui  perkembangan akademik dan hafalan.

Anak asuh non mukim sangat senang dan berterimakasih kepada para donatur  rumah yatim, karena dengan adanya bantuan tersebut mereka dapat membeli keperluan sekolah dan sisanya akan mereka tabung.

 

UPDATE #153
23 Januari 2019

Terbentur Biaya Tak Membuat Ernawati Patah Semangat Bersekolah

Kesejahteraan pendidikan belum seluruhnya merata dirasakan oleh anak-anak di Indonesia.  Seperti yang dialami oleh Ernawati, remaja 15 tahun itu memiliki semangat yang tinggi untuk sekolah. Meskipun terbentur biaya dan menunggak uang SPP hingga jutaan, ia tidak menyerah untuk pendidikannya.
 
Tim relawan Rumah Yatim mengunjungi kediamannya di Desa Sukamaju, Kecamatan Kersamanah, Kabupaten Garut, untuk meninjau secara langsung kondisinya. Remaja yang saat ini tengah duduk dibangku kelas 1 SMK PGRI Kurnia, Kabupaten Garut itu, berasal dari keluarga prasejahtera.

Menurut pantauan salah seorang relawan, Solehudin, sang ayah sudah lima tahun ini lumpuh karena menderita stroke. Hal itu membuat ayah Ernawati tidak bisa mencari nafkah, dan sang ibulah yang bekerja keras sebagai buruh serabutan demi menyambung hidup dan membiayai keempat anaknya untuk sekolah.

“Dia tetap semangat untuk sekolah meski terbentur biaya. Dari semangatnya itu, ibunya kerja apa saja dilakuin. Mulai dari kuli panggul batu, kuli bangunan sampai ikut tandur sawah. Saking semangat anaknya sekolah apa saja dikorbankan,” terangnya.

Hasil dari pantauan, Rumah Yatim Area Jawa Barat tergerak memberikan bantuan kepada Ernawati melalui program beasiswa dhuafa. Bantuan diberikan sebagai bentuk perhatian Rumah Yatim dengan membantu melunasi tunggakan biaya sekolahnya. Hal ini diungkapkannya, Rumah Yatim berencana akan membuat program untuk anak yatim dan dhuafa yang terbentur soal biaya sekolah terkait pemenuhan biaya SPP dan DSP. 

Menurut Solehudin, Ernawati merupakan satu dari banyak anak tidak mampu di Jawa Barat yang terkendala soal biaya pendidikan. Masih banyak anak-anak yatim dan dhuafa di daerah lainnya yang mengalami kondisi serupa. Di tengah keterbatasan ekonomi, memaksa para orangtua untuk bekerja keras agar anaknya tetap mendapat pendidikan yang layak.

“Ke depannya kita ingin bantu anak yatim dan dhuafa yang terbentur biaya DSP dan SPP-nya. Semangat belajar yang tidak mau menyerah menjadi daya tarik kita ingin membantu,” pungkasnya.

Ia berharap, Rumah Yatim bisa membangkitkan semangat sekolah bagi yatim dan dhuafa di daerah pelosok lainnya. Agar mereka bisa bersaing dengan anak-anak lainnya dalam meraih prestasi dan cita-cita.

Yatim
#anakyatim #yatimpiatu #santunananakyatim #yatimberprestasi #bersamamencerahkanmasadepanmereka

www.rumah-yatim.org

UPDATE #152
10 Januari 2019

Beasiswa Rumah Yatim Bantu Penuhi Kebutuhan Sekolah Yatim Dhuafa



Membantu anak-anak yatim merupakan bentuk perhatian Rumah Yatim. Oleh karena itu, Selasa (8/1) lalu, Rumah Yatim Area Jawa Barat membantu memenuhi perlengkapan sekolah anak yatim melalui program santunan beasiswa dhuafa, di Masjid Ar Rijal, Parakan Saat, Kelurahan Cisaranten Endah, Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung.

Kasie Pemberdayaan Area Jawa Barat Solehudin menyebutkan, sebanyak delapan yatim dan dhuafa menerima bantuan tersebut untuk membantu memenuhi kebutuhan perlengkapan sekolah. Di antaranya, alat tulis, seragam dan tas. Adapun penerima manfaat itu kebanyakan yatim, dan hanya sebagian dhuafa.

“Kita bantu dari segi pemenuhan keperluan sekolahnya seperti buku, alat tulis dan kebutuhan lainnya,” imbuhnya.

Menurutnya, walaupun bantuan itu tidak terlalu banyak, namun santunan yang diberikan Rumah Yatim rutin diberikan setiap bulannya. Jika di wilayah itu baru delapan orang, maka bulan selanjutnya penerima manfaat akan ditambah kembali. Mengingat masih banyak anak-anak prasejahtera yang belum tersentuh menerima bantuan.



Kemudian latar belakang orangtuanya, kata Solehudin, berada dalam keterbatasan ekonomi lemah, hidup di garis kemiskinan dengan memenuhi kebutuhan hidup yang seadanya. Hal itulah yang melatar belakangi Rumah Yatim memberikan bantuan. Hadirnya bantuan itu disambut kegembiraan oleh anak-anak. Dengan santunan itu, mereka bisa menggunakan untuk keperluan sekolahnya.

Ia berharap, bantuan itu bisa bermanfaat untuk anak-anak prasejahtera dalam memenuhi kebutuhan perlengkapan sekolahnya. Untuk ke depannya Rumah Yatim akan lebih memprioritaskan lagi membantu pendidikan anak-anak yatim di Indonesia.

“Ke depannya, program ini akan lebih kita prioritaskan untuk anak yatim lebih banyak lagi. Namun saat ini, di Bandung dulu, karena di sini juga masih banyak,” tutupnya.

 

www.rumah-yatim.org

UPDATE #151
7 Januari 2019

Anak Asuh Nonmukim Kedaton Terima Santunan Program Ifso Terikat

Asrama Rumah Yatim Kedaton menyalurkan santunan program ifso terikat bagi puluhan anak asuh nonmukim. Penyerahan santunan ini dilakukan di Asraama Kedaton dan di Jalan Kimaja Gang Pertama Wayhalim, Kelurahan Kedaton, Kecamatan Kedaton, Bandar Lampung, Jumat (4/1).

Sebanyak 60 anak asuh nonmukim, dalam kesempatan berbahagia kemarian menerima santunan ifso terikat tersebut. Menurut penjelasan Kepala Asrama Rumah Yatim Kedaton, Hendi, seluruh santunan yang diberikan merupakan dari donatur yang sempat mengadakan acara bersama Rumah Yatim. Hal itu, kemudian disalurkan kembali untuk anak asuh lewat program ifso terikat tersebut.

"Itu dari beberapa acara yang pernah diikuti, jadi kami berikan santunan lewat program ifso kepada anak asuh nonmukim ini," ujarnya.

Hendi mengatakan, santunan lewat program ifso terikat tersebut sangat besar dampaknya bagi anak asuh nonmukim. Hal ini, seluruh santunan yang diberikan digunakan untuk keperluan pendidikan anak maupun untuk meringankan beban ekonomi keluarga. 

Santunan ifso terikat ini, sambungnya, diberikan tidak menentu. Hal itu tergantung donatur dan acara yang melibatkan Rumah Yatim Kedaton pada khususnya. Namun, ia berharap santunan ifso terikat yang diberikan Rumah Yatim Kedaton bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya bagi anak-anak tersebut.

"Mudah-mudahan dengan adanya ini, anak-anak bisa terbantu dalam kebutuhan pendidikan dan meringankan beban orangtuanya juga," papar Hendi.

 

www.rumah-yatim.org

UPDATE #150
4 Januari 2019

Jelang Ajaran Baru Semester Genap Yatim dan Dhuafa Terima Beasiswa

Anak asuh nonmukim Rumah Yatim Regional Jabodetabek menerima santunan beasiswa dhuafa jelang ajaran semester genap 2019. Pembagian beasiswa ini dilakukan di Asrama Rumah Yatim Cinere, Jalan Karang Tengah No. 69 Cilandak, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Minggu (30/12). Santunan beasiswa dilakukan untuk mendukung pendidikan anak yang akan memasuki ajaran semester genap mendatang.

Menurut Kepala Asrama Rumah Yatim Cinere, Imanudin, seluruh penerima manfaat merupakan anak asuh nonmukim binaan Rumah Yatim. Saat ini, anak-anak tersebut memang sedang duduk di bangku sekolah. Namun, kata dia, status mereka beragam dari yang yatim hingga dhuafa. 

Imanudin mengungkapkan, sebanyak 20 anak diberikan santunan beasiswa di hari kemarin. Pemberian beasiswa ini untuk mendukung pemenuhan kebutuhan sekolah anak. Karena, di tahun 2019 besok anak asuh sudah memasuki ajaran baru semester genap sehingga perlu perlengkapan tambahan. Hal itu guna menunjang keaatan belajar yang anak lakukan.

"Karena mereka sangat membutuhkan buat biaya sekolah. Apa lagi sekarang ajaran baru," kata Imanudin, saat memberikan keterangan, Senin (31/12).

Di samping itu, sambung dia, pemberian beasiswa ini untuk memberikan senyum kepada anak yatim dan dhaufa. Agar, seluruh anak bisa merasakan kebahagiaan di ajaran semester genap mendatang. Pemberian santunan beasiswa juga, untuk memberikan keringanan beban pendidikan yang ditanggung oleh orangtua anak.

"Semoga anak-anak di tahun baru bisa bahagia, semangat lagi belajarnya, dan supaya anak-anak bisa merasakan seperti anak lain," ungkapnya.

 

www.rumah-yatim.org

UPDATE #149
28 Desember 2018

Beasiswa Dhuafa Bantu Penuhi Kebutuhan Sekolah Anak Nonmukim

Belasan anak asuh nonmukim di sekitar kantor Kas Rumah Yatim Gandaria telah menerima santunan beasiswa dhuafa yang disalurkan oleh Rumah Yatim Jabodetabek, pada Senin (24/12). Bantuan tersebut untuk membantu yatim dan dhuafa dalam memenuhi biaya kebutuhan pendidikannya. 

Bertempat di Kantor Kas Gandaria, Jalan Radio Dalam, No. 47 A, Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, bantuan tersebut rutin diberikan setiap bulannya. Relawan Rumah Yatim, Dede Siti menuturkan, santunan itu nantinya akan digunakan anak untuk membeli kebutuhan sekolah. Antara lain alat tulis, seragam ataupun yang lainnya. 

“Kita sudah rutin setiap bulannya diberikan kepada anak asug nonmukim di sekitar kantor kas, karena ini amanah dari para donatur,” tuturnya.

Menurutnya, anak-anak itu tergolong dari kalangan tidak mampu. Karena orangtuanya hanya bekerja serabutan. Sehingga untuk memenuhi kebutuhan perlengkapan sekolahnya masih terbilang sulit terpenuhi. Sebanyak 15 anak asuh nonmukim bahagia menerima santunan tersebut.

Meski demikian, Dede berharap, santunan yang diberikan secara rutin itu, dapat bermanfaat untuk anak asuh dan khususnya bagi muzzaki yang telah mendonasikan sebagian hartanya untuk anak tidak mampu. Serta ke depannya Rumah Yatim dapat menyalurkan lebih banyak lagi.

 

www.rumah-yatim.org

UPDATE #148
26 Desember 2018

Yatim dan Dhuafa Pekayon Terima Beasiswa Jelang Semester Baru

Beasiswa dhuafa kembali disalurkan Rumah Yatim Regional Jabodetabek. Kali ini beasiswa diberikan untuk yatim dan dhuafa di Kantor Kas Pekayon, Jalan Raya Pekayon No. 45B, Pekayon Jaya, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Kamis (20/12) kemarin. Pemberian beasiswa ini untuk mendukung pendidikan yatim dan dhuafa yang ada di sekitaran kantor kas.

Sebanyak 15 anak menerima beasiswa yang diberikan oleh Staf Front Office Kantor Kas Pekayon, Eka Khilmiati. Seluruh penerima merupakan anak dari keluarga kurang mampu. Bahkan, menurut Eka, rata-rata pekerjaan orangtuanya ialah buruh cuci, dan penjaga warung makan.

"Secara langsung diberikan kepada anak-anak yatim nonmukim yang ada di sekitar kantor kas," ujarnya.

Eka mengatakan, anak-anak tersebut memang layak diberikan beasiswa. Apalagi, dilihat dari kondisi latar belakang ekonominya. Di samping itu, anak-anak tersebut berprestasi dan giat dalam belajar. Harapannya, sambung dia, pemberian beasiswa terus bisa dilakukan untuk mendukung pendidikan yatim dan dhuafa.

"Diberikannya beasiswa ini dapat membantu anak-anak dalam pemenuhan kebutuhan sekolah," tuturnya.

Selain itu, menurut Eka, pemberian beasiswa ini juga untuk mengurangi beban ekonomi keluarga. Apalagi, anak-anak tersebut memasuki semester baru. Secara otomatis, kata dia, memerlukan perlengkapan sekolah tambahan. Seperti halnya buku, dan lainnya.

"Semoga dapat terus memberikan beasiswa ini secara rutin dan meluas kepada anak-anak di seluruh Indonesia," ungkapnya.

 

www.rumah-yatim.org

UPDATE #147
13 Desember 2018

Rumah Yatim Tegal Beri Beasiswa Kepada 10 Anak Yatim dan Dhuafa

Sepuluh anak yatim dan dhuafa wilayah Serok, Kejambon, dan Pengabean telah menerima beasiswa dari Rumah Yatim Cabang Tegal. Penyerahan beasiswa ini digelar di Asrama Rumah Yatim Cabang Tegal, Jl. Werkudoro No. 207 Pengabean, Kejambon, Tegal Timur, Senin (10/12) sore. 

Menurut penuturan Jajang Khaeruman selaku Kepala Cabang Rumah Yatim Tegal, beasiswa ini diberikan untuk menunjang pendidikan anak yatim dan dhuafa. "Kami ingin mereka seperti anak lainnya, yang bisa membeli keperluan sekolah tanpa harus memikirkan biaya.  Kami ingin mendukung pendidikan mereka untuk menggapai mimpi mereka,"  ungkapnya, Selasa (11/12).

Ia pun mengatakan, jika beasiswa ini selalu ditabung oleh anak-anak. Mereka akan menggunakannya untuk membeli keperluan sekolah. "Alhamdulillah ketika menerima beasiswa, anak-anak terlihat sangat bahagia, mereka mengucapkan terima kasih kepada Rumah Yatim dan para donatur yang telah peduli kepada mereka. Mereka mengatakan akan menabung uangnya," paparnya. 

Meskipun jumlah beasiswa tersebut tidaklah besar. Namun Jajang berharap beasiswa ini bisa membantu mereka dalam menggapai cita-cita.

 

www.rumah-yatim.org

UPDATE #146
10 Desember 2018

Rumah Yatim Bantu Puluhan Anak di Perbatasan Bandung Cianjur

Berada di Kampung Kawung, Kelurahan Nagrak, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung, merupakan wilayah pelosok yang terisolir dari bantuan. Aktivitas ekonomi masyarakat setempat mayoritas hanya bermata pencaharian serabutan; petani, buruh dan pedagang. Status ekonominya pun rata-rata berada di garis kemiskinan. 

Kendati demikian, Rumah Yatim memperoleh informasi wilayah tersebut atas rekomendasi dari Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bandung, bahwa masyarakat di daerah tersebut sangat membutuhkan bantuan. Kedatangan tim Rumah Yatim pun disambut antusias. Sebanyak 31 anak menerima santunan beasiswa dhuafa, Jumat (3/12) lalu.

Kasie Pemberdayaan Area Jawa Barat, Solehudin menuturkan, wilayah tersebut berada di pelosok perbatasan antara Kabupaten Bandung dan Cianjur. Oleh karena itu, mobilitas ekonominya masih sangat minim, kesejahteraan pun masih terbilang jauh dirasakan masyarakat setempat. 

Adanya bantuan ini, kata dia, sedikitnya dapat membantu memenuhi biaya pendidikan anak-anak. Mengingat orangtuanya terbilang sulit dalam memenuhi biaya pendidikan. Meskipun sedikit bantuan tersebut sangat berarti bagi mereka. Sehingga setidaknya dapat meringankan beban para orangtua dalam membiayai pendidikan sang anak. 

“Mereka juga kan perlu dibantu, karena kehidupannya memang sangat pas-pasan,” ungkapnya.

Ia menilai, masyarakat sangat senang terutama anak-anak karena santunan yang diberikan Rumah Yatim bisa digunakan untuk membeli kebutuhan perlengkapan sekolah mereka. Dari 31 anak itu terdiri dari 11 yatim dan piatu, kemudian sisanya terdiri dari dhuafa. 

Solehudin berharap, bantuan ini dapat memberi secercah harapan bagi anak-anak agar terus semangat dalam menjalani pendidikannya untuk meraih cita-cita. Minimal santunan itu dapat membantu anak-anak untuk membeli alat perlengkapan sekolah tanpa membebani orangtuanya. 

“Rencananya ini bakalan diberikan setiap bulannya untuk anak yatim, sedangkan untuk dhuafa bergilir, semoga ini bisa membantu mereka,” pungkasnya.

 

www.rumah-yatim.org

UPDATE #145
6 Desember 2018

Yatim dan Dhuafa di Tambun Terima Bantuan Beasiswa Dhuafa

Anak yatim dan dhuafa di sekitaran Kantor Kas Rumah Yatim Tambun mendapat bantuan beasiswa dhuafa. Beasiswa tersebut diserahkan oleh Staf Front Office Rumah Yatim Tambun, di Kantor Kas Jalan Jati Mulya Raya No. 23, Tambun Selatan, Bekasi, Jumat (30/11) kemarin. Pemberian beiasiswa dilakukan untuk mendukung pendidikan anak-anak tersebut.

Staf Front Office (FO) Rumah Yatim Tambun, Fini mengatakan, penerima manfaat beasiswa dhuafa kemarin sebanyak 10 orang. Seluruhnya merupakan anak-anak yang tinggal tidak jauh dari Kantor Kas Rumah Yatim Tambun. Selain itu, kata dia, latar belakang ekonomi menjadi alasan utamanya.

"Insya Allah untuk latar belakang karena kedorong dengan faktor ekonomi dan kebetulan anak-anaknya berprestasi juga," papar Fini, melalui pesan singkat, Sabtu (1/12).

Ia menambahkan, pembagian beasiswa juga mendapat antusias bahagia dari anak-anak tersebut. Hal ini dikarenakan beasiswa yang diberikan bisa membantu kebutuhan pendidikan maupun ekonomi keluarga anak. Harapannya, sambung dia, beasiswa dhuafa Rumah Yatim bisa menjadi salah satu peringan beban penerima.

"Alhamdulillah mereka antusias sekali dalam menerima manfaat tersebut dan sangat senang," ungkapnya.

Harapannya, kata Fini, beasiswa dhuafa tersebut juga menjadi pendorong semangat anak yatim dan dhuafa. Agar, anak-anak bisa terus belajar dengan rajin dan meningkatkan prestasinya. "Agar anak-anak menjadi lebih baik dan lebih bersemangat dalam meraih apa yang dicita-citakan dan dihajatkannya," tuntasnya.

 

www.rumah-yatim.org

UPDATE #144
24 November 2018

187 Siswa Dapat Bantuan Sandang Pendidikan Rumah Yatim

Membantu dan mendukung kebutuhan pendidikan anak prasejahtera menjadi salah satu konsen program Rumah Yatim Regional Jabodetabek. Salah satunya, bantuan pendidikan tersebut diberikan untuk ratusan siswa MI Tarbiyatul Falah, di Kampung Gunung Sari, Desa Karyasari, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Rabu (21/11) lalu. 

Bantuan yang diberikan Rumah Yatim Regional Jabodetabek berupa kebutuhan sandang sepatu bagi siswa. Menurut relawan Rumah Yatim Regional Jabodetabek, Ali Ridwan, sebanyak 187 siswa menerima bantuan tersebut. Rasa senang terlihat, hal ini dikarenakan sebagian besar siswa memakai sepatu yang sudah rusak.

Ali menambahkan, kegiatan penyaluran ini juga merupakan tindak lanjut dari penyaluran di waktu yang lalu. Dari hasil survei, tim relawan menemukan sejumlah anak dalam kondisi memprihatinkan. Salah satunya, sepatu yang dimiliki anak kurang layak dipakai.

"Sepatu siswa kebanyakan rusak, karena harus berjalan kaki cukup jauh dan jalanannya yang bebatuan," ujar Ali Ridwan, dalam kesempatan yang berbeda, Sabtu (24/11).

Pemberian bantuan juga, sambungnya, diharapkan bisa menjadi pendorong semangat anak-anak yang ada di daerah tersebut. Selain itu juga bisa untuk meringankan beban orangtua atau wali anak dalam memenuhi kebutuhan pendidikan.

"Bisa membantu orangtua mereka, karena ada orangtua anak menjual ayam hanya untuk membeli sepatu, ternyata betul keadaannya sangat memprihatinkan," ungkapnya.

Kegiatan penyaluran bantuan sandang pendidikan ini juga mendapat dukungan dari aparatur pemerintahan setempat. Bahkan, mendapat dukungan secara langsung dari aparatur kepolisian Leuwiliang. Salah satunya dengan meminjamkan kendaraan untuk mengakses lokasi yang medannya cukup berat.

 

www.rumah-yatim.org

UPDATE #143
17 November 2018

Anak Yatim dan Piatu Tegal Terima Beasiswa Rumah Yatim

Rumah Yatim Cabang Tegal memberikan beasiswa dhuafa kepada sepuluh anak di wilayah Slerok dan Kejambon. Beasiswa ini diberikan langsung Jajang Khaeruman selaku Kepala Cabang Rumah Yatim Tegal di Asrama Tegal, Kamis (16/11) kemarin. 

Menurut penuturan Jajang, sepuluh anak ini terdiri dari anak yatim dan piatu yang dari segi ekonominya sangat kurang.  Beasiswa ini diberikan untuk membantu mendukung pendidikan mereka, juga meringankan beban orangtuanya. 

"Alhamdulillah anak-anak sangat antusias ketika menerima beasiswa ini, mereka mengatakan jika beasiswa ini akan ditabung untuk keperluan sekolah," ungkapnya, Jumat (16/11).

Jajang berharap, beasiswa ini bisa menambah semangat anak-anak untuk menuntut ilmu. "Kami ingin mendukung dan memberikan mereka semangat dalam mewujudkan cita-cita, semoga kami bisa terus membantu mereka," tutupnya.

 

www.rumah-yatim.org

 

UPDATE #142
15 November 2018

Anak Asuh Nonmukim di Beringin Kembali Terima Beasiswa Dhuafa

Puluhan anak asuh nonmukim kembali menerima bantuan beasiswa dhuafa Rumah Yatim Regional Jabodetabek. Kali ini, pembagian beasiswa tersebut dilakukan untuk anak asuh nonmukim yang ada di Kantor Kas Beringin, Jalan Beringin Raya No. 94, Karawaci Baru, Karawaci, Kota Tangerang, Rabu (14/11).

Kasie Pemberdayaan Rumah Yatim Regional Jabodetabek, Muslihudin mengatakan, kegiatan bantuan beasiswa dhuafa tersebut merupakan program reguler. Sebanyak 94 anak, kata dia, kemarin menerima beasiswa. Pembagian juga dilakukan secara bertahap di waktu yang berbeda.

"Alhamdulillah telah kita salurkan, tapi menyesuaikan waktunya dengan anak," ujarnya.

Seluruh penerima manfaat juga, sambung dia, merupakan anak-anak dari kalangan yatim dan dhuafa. Selain itu anak-anak yang menerima juga saat ini sedang duduk di bangku sekolah dasar, menengah pertama, dan sebagian kecil di tingkatan menengah atas.

Ia menambahkan, program beasiswa ini direalisasikan untuk mendukung pendidikan anak yang kurang beruntung secara ekonomi. Bahkan, lebih dari itu bantuan diharapkan bisa meringankan beban pendidikan untuk wali anak itu sendiri.

"Intinya dengan bantuan dhuafa ini untuk mendukung pendidikan mereka, supaya tetap eksis dan semangat," paparnya.

Selain menyalurkan beasiswa dhuafa untuk anak asuh nonmukim, dukungan pendidikan lainnya ialah dengan menyediakan bimbingan belajar (bimbel) gratis. Bimbel tersebut, disediakan Rumah Yatim Regional Jabodetabek di sejumlah kantor kas yang ada.

 

www.rumah-yatim.org

UPDATE #141
14 November 2018

90 Anak Yatim di Sungai Langka Terima Santunan Rumah Yatim

Rumah Yatim Cabang Lampung memberi santunan kepada 90 anak yatim, piatu. dan dhuafa di wilayah Sungai Langka,  Kec. Gedong Tataan, Kab. Pesawaran, Provinsi Lampung. Penyerahan santunan berupa sembako dan uang tunai ini diberikan di lokasi yang berbeda.  

Santunan pertama yakni sembako diberikan di Pantai Pasir Putih, Kec.  Katibun, Kab. Lampung Selatan. Ada sebanyak 45 anak telah menerima bantuan ini. Sedangkan santunan kedua yakni santunan tunai yatim dhuafa digelar di kediaman Heri Setiawan selaku ketua Momunitas Pecinta Anak Yatim dan piatu (Kopayapi) yang berada di wilayah Sungai Langka. 

"Kebetulan Kopayapi sedang mengadakan kegiatan rekreasi bersama anak binaannya di Pantai Pasir Putih. Oleh karena itu, kami jadikan kegiatan ini sebagai momen berbagi kebahagiaan. Alhamdulillah mereka sangat senang ketika menerima bantuan ini," kata Kepala Cabang Rumah Yatim Lampung, Herman.

Ia pun mengatakan, jika 90 anak penerima bantuan ini berasal dari 10 dusun di Sungai Langka. Mereka terpilih  atas rekomendasi dari Kopayapi. 

"Insya Allah mereka semua adalah anak yang sangat perlu dibantu, semoga bantuan yang mereka terima bisa memberikan manfaat dan bisa meringankan beban keluarga mereka," ungkapnya.

 

www.rumah-yatim.org

 

UPDATE #140
13 November 2018

Anak Asuh Nonmukim di Lampung Dapat Santunan Rutin Rumah Yatim

Sebanyak 88 anak asuh nonmukim Rumah Yatim Cabang Tanjung Karang Lampung menerima santunan rutin dari  Rumah Yatim. Penyerahan santunan  ini  digelar di Asrama Rumah Yatim Tanjung Karang, Minggu (11/11) kemarin. 

Dipaparkan Weli selaku Kepala Asrama Rumah Yatim Cabang Tanjung Karang, 88 anak asuh ini berasal dari berbagai kelurahan. Antara lain kelurahan Kebon Jeruk, Kupang Kota, Kupang Tebak, Gulak Galik, Lunsir, Pengajaran dan Pahoman.

"Anak-anak datang ke asrama diantar oleh salah satu anggota keluarganya.  Mereka mengatakan jika santunan ini biasanya digunakan untuk membeli keperluan sekolah dan sisanya ditabung untuk biaya masuk sekolah," papar Weli,  Selasa (13/11).

Ia pun mengatakan, jika kegiatan penyerahan santunan berlangsung dengan lancar dan tertib. Para orangtua wali anak asuhnya mengucapkan  terima kasih  kepada Rumah Yatim  yang telah  memerhatikan pendidikan anak-anaknya.

 

www.rumah-yatim.org

UPDATE #139
12 November 2018

Rumah Yatim Bantu Perlancar Renovasi Masjid Al Hasanah

Rumah Yatim Cabang Bali memberikan bantuan renovasi untuk Masjid Al Hasanah di Banjar Canggu Permai, Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Jumat (9/11). Pemberian bantuan guna melancarkan kegiatan pembangunan Masjid Al Hasanah.

Menurut Kepala Cabang Rumah Yatim Bali, Abdullah, pemberian bantuan berupa kebutuhan material bangunan. Renovasi juga dilakukan karena sudah tidak mampu menampung jamaah di masjid tersebut. "Saat ini masyarakat terganggu dengan renovasi bangunan masjid tersebut," ujarnya.

Masjid Al Hasanah, sambung Abdullah, merupakan tempat masyarakat beribadah dan melakukan kegiatan keagamaan. Salah satunya, ialah digunakan untuk kegiatan pendidikan diniyah anak dan pengajian lainnya. Selain itu, kata dia, saat ini masyarakat harus menggunakan tempat darurat untuk shalat dan lainnya.

"Memang benar-benar belum bisa digunakan, untuk shalat Jum'at dan lainnya mempergunakan tempat darurat," kata Abdullah.

Ia menambahkan, pemberian bantuan diharapkan bisa mempercepat proses renovasi Masjid Al Hasanah. Agar, kegiatan peribadahan dan keagamaan masyarakat bisa berjalan lancar. "Bantuan yang diberikan bisa memperlancar renovasi yang ada," tuntasnya.

 

www.rumah-yatim.org

UPDATE #138
8 November 2018

Masjid Tua di Sleman Terima Bantuan Rumah Yatim

Rumah Yatim Area Yogyakarta memberikan bantuan material bangunan untuk membantu renovasi masjid Nurul At Qi'ya yang berada di wilayah Plosokuning 2, Kel. Minomartani, Kec. Ngaglik, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. 

Bantuan berupa semen sebanyak 24 sak ini diserahkan langsung Ecep Rinrin salah satu tim Rumah Yatim kepada Supartono selaku penanggung jawab renovasi masjid.

Ecep menuturkan, jika kondisi masjid yang sudah tua dan rusak menjadi alasan pihak DKM merenovasi masjid ini. Rencananya, masjid ini akan dibangun bertingkat dengan bahan dasar bangunan semen . "Sebelumnya setengah dari bangunan masjid ini terbuat dari kayu. Sekarang kayunya sudah mulai lapuk termakan usia," kata Ecep, Rabu (7/11).

Ia pun mengatakan, jika renovasi ini merupakan renovasi pertama yang dilakukan pihak DKM dan warga setempat. Keterbatasan dana menjadi salah satu alasan mereka menunda untuk merenovasi masjid.

"Alhamdulillah kedatangan kami disambut baik pihak DKM dan warga, mereka mengucapkan terima kasih kepada Rumah Yatim dan para donatur, mereka pun berdoa semoga bantuan yang diberikan bisa menjadi amal jariyah bagi Rumah Yatim dan para donatur," tutup Ecep.

 

www.rumah-yatim.org

UPDATE #137
8 November 2018

Masjid Tua di Sleman Terima Bantuan Rumah Yatim

Rumah Yatim Area Yogyakarta memberikan bantuan material bangunan untuk membantu renovasi masjid Nurul At Qi'ya yang berada di wilayah Plosokuning 2, Kel. Minomartani, Kec. Ngaglik, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. 

Bantuan berupa semen sebanyak 24 sak ini diserahkan langsung Ecep Rinrin salah satu tim Rumah Yatim kepada Supartono selaku penanggung jawab renovasi masjid.

Ecep menuturkan, jika kondisi masjid yang sudah tua dan rusak menjadi alasan pihak DKM merenovasi masjid ini. Rencananya, masjid ini akan dibangun bertingkat dengan bahan dasar bangunan semen . "Sebelumnya setengah dari bangunan masjid ini terbuat dari kayu. Sekarang kayunya sudah mulai lapuk termakan usia," kata Ecep, Rabu (7/11).

Ia pun mengatakan, jika renovasi ini merupakan renovasi pertama yang dilakukan pihak DKM dan warga setempat. Keterbatasan dana menjadi salah satu alasan mereka menunda untuk merenovasi masjid.

"Alhamdulillah kedatangan kami disambut baik pihak DKM dan warga, mereka mengucapkan terima kasih kepada Rumah Yatim dan para donatur, mereka pun berdoa semoga bantuan yang diberikan bisa menjadi amal jariyah bagi Rumah Yatim dan para donatur," tutup Ecep.

 

www.rumah-yatim.org

UPDATE #136
7 November 2018

Yatim dan Dhuafa di Kramat Pela Terima Beasiswa Rumah Yatim

Belasan yatim dan dhuafa di Kelurahan Kramat Pela telah menerima santunan beasiswa dhuafa yang disalurkan oleh Rumah Yatim Regional Jabodetabek, pada Rabu (31/10). Pemberian bantuan ini untuk bantu penuhi kebutuhan biaya pendidikan anak-anak yang berlatar belakang prasejahtera. 

Bertempat di Kantor Kas Rumah Yatim Cabang Gandaria, Jalan Radio Dalam, No. 47, Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, sebanyak 15 anak yatim dan dhuafa telah menerima bantuan tersebut. PIC penyaluran, Firman menuturkan melalui bantuan ini Rumah Yatim ingin meningkatkan kualitas belajar anak-anak di sekolahnya dengan memberi semangat. 

“Sasaran tujuan ini kita memberikan edukasi kepada anak-anak untuk terus meningkatkan kualitas belajar mereka di sekolah,” ungkapnya. 

Selain itu, melalui program bantuan ini juga untuk memperkenalkan kehadiran Rumah Yatim kepada warga sekitar. Adapun anak-anak yang menerima bantuan itu berasal dari sekitar asrama RW 08 dan RW 10, Kelurahan Kramat Pela. Pemberian bantuan ini, kata dia, rutin dilakukan satu bulan sekali. 

Hal ini diungkapkan Firman, bahwa anak-anak merasa senang dan bersemangat saat menerima santunan. Kendati demikian, ia berharap melalui bantuan ini anak-anak dapat lebih semangat serta dapat meningkatkan prestasinya di sekolah. 

 

www.rumah-yatim.org

UPDATE #135
25 Oktober 2018

Mushola Al Muhajirin Dapat Bantuan Rumah Yatim Kalimantan

Rumah Yatim Area Kalimantan menyalurkan bantuan bagi Mushola Al Muhajirin di Jalan Ap Mangkunegara, Desa Bukit Raya, Kecamatan Tenggarong Sebrang, Kabupaten Kutai Kartanegara, Selasa (23/10). 

Menurut pemaparan relawan Rumah Yatim Area Kalimantan, Thohimul, bantuan yang diberikan berupa kebutuhan material untuk merampungkan bagian tembok mushola. Selain itu, bantuan yang diberikan untuk membuat penyimpanan alat pengeras suara mushola.

"Sebelumnya sering hilang alat-alat speaker mushola tersebut, rencananya pintu tersebut mau dibongkar lalu bikin tempat khusus buat alat-alat," ujarnya.

Selain itu, pemberian bantuan bagi mushala diterima langsung oleh Ketua Pengurus Mushola Al Muhajirin, Sam'an. Ia juga berharap, dengan bantuan yang diberikan bisa membantu dan meringankan beban.

"Semoga dengan bantuan dari Rumah Yatim dan donatur ini bisa memberi banyak sekali manfaat untuk semua," kata Thohimul.

Di kesempatan yang bersamaan, pengurus mushola menyampaikan rasa terima kasihnya atas bantuan yang diberikan. Sam'an berharap, kegiatan bantuan juga bisa menyasar masyarakat yang kurang mampu di sekitar mushola. Agar, bisa meringankan kondisi ekonomi hariannya. "Semoga Rumah Yatim terus bermanfaat untuk orang banyak dan berkah," ujarnya.

 

www.rumah-yatim.org

UPDATE #134
18 Oktober 2018

Dukung Pendidikan Anak Yatim, Rumah Yatim Salurkan Beasiswa

Puluhan anak yatim di Dusun Glintung menerima santunan beasiswa dhuafa Rumah Yatim Cabang Surabaya. Penyaluran beasiswa ini dilakukan oleh tim relawan di dua RW berbeda di Dusun Glintung, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, Selasa (16/10) sore.

Menurut penjelasan Kepala Asrama Rumah Yatim Surabaya sekaligus PIC kegiatan, Agus Kurnia, sebanyak 20 orang anak yatim menerima santunan beasiswa kali ini. Seluruh penerima merupakan anak-anak yang masih menempuh pendidikan di tingkat dasar. 

"Itu seluruhnya anak yang benar-benar membutuhkan dan betul-betul yatim," ujar Agus, lewat sambungan telepon, Rabu (17/10).

Penyaluran beasiswa ini juga merupakan tindak lanjut dari program yang direalisasikan di daerah tersebut. Bahkan, kata Agus, sebelumnya juga telah disalurkan seragam sekolah bagi anak-anak yang berada di daerah tersebut. Bantuan ini, menjadi bukti perhatian Rumah Yatim untuk pendidikan anak yatim prasejahtera.

"Ini tindak lanjut dari kegiatan yang sudah pernah kita lakukan di daerah tersebut," paparnya.

Agus menambahkan, bantuan beasiswa ini untuk membantu dan meringankan beban pendidikan maupun harian bagi anak yatim tersebut. Agar, kegiatan sekolah maupun kebutuhan ekonominya bisa sedikit terbantu. Walau kecil, kata dia, bantuan yang diberikan Rumah Yatim agar bermanfaat dan anak termotivasi.

"Semoga anak-anak semangat dalam belajar, walaupun mereka yatim tapi tetap semangat mencari ilmu," tuntasnya.

 

www.rumah-yatim.org

UPDATE #133
16 Oktober 2018

Minim Fasilitas, Masjid Al Barokah Dapat Bantuan Rumah Yatim

Rumah Yatim Area Jawa Barat memberikan bantuan untuk Masjid Al Barokah, di Kampung Babakan Kiara, Kelurahan Margamekar, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung. Bantuan ini diberikan pada Sabtu (13/10), bersamaan penyaluran santunan bagi sejumlah dai dan pengajar diniyah.

Menurut pemaparan Staf Pemberdayaan Rumah Yatim Area Jawa Barat, Irwan Alfaruq, masjid tersebut minim fasilitas. Salah satunya pengeras suara yang kurang memadai. Hal itu, kata dia, yang dibantu oleh Rumah Yatim Area jawa Barat.

"Bantuan berupa materi dan insya Allah nantinya dipergunakan untuk membeli pengeras suara," paparnya.

Masjid Al Barokah sendiri merupakan tempat peribadahan yang difungsikan juga untuk pembelajaran diniyah anak. Bahkan, sambung Irwan, kondisi masih semi permanen. Di samping itu, kondisi masjid yang kecil menjadi salah satu kekurangan yang ada. "Sangat minim sekali, padahal warga cukup banyak," ujarnya.

Irwan menambahkan, bantuan yang diberikan diharapkan bisa mengurangi beban yang ada. Agar, kegiatan peribadahan maupun aktivitas agama lainnya bisa berjalan lancar. Kendati demikian, ia juga berharap bisa membantu lebih besar lagi untuk masyarakat yang ada di sekitarnya.

Harapannya, kata Irwan, Rumah Yatim bisa membantu lebih banyak untuk masyarakat prasejahtera yang ada di sekitar. Bantuan yang diberikan hanya sebagian kecil untuk meringankan kekurangan yang ada. "Mudah-mudahan dengan adanya bantuan Rumah Yatim bisa terbantu dan mengurangi permasalahan yang ada di daerah tersebut," tuntasnya, di akhir wawancara.

 

www.rumah-yatim.org

UPDATE #132
11 Oktober 2018

Anak Yatim, Piatu dan Dhuafa di Sardonoharjo Terima Beasiswa

Sebanyak 68 anak yatim, piatu dan dhuafa tingkat SD dan SMP di wilayah Sardonoharjo, Kec. Ngaglik, Kab. Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta telah menerima beasiswa pendidikan rutin dari Rumah Yatim Kaliurang Yogyakarta. Penyerahan santunan ini diserahkan langsung Nurma, salah satu pengurus Rumah Yatim Yogyakarta Cabang Kaliurang, di aula asrama.

Dikatakan Nurma, 68 anak asuh nonmukimnya ini datang ke asrama sembari diantar salah satu anggota keluarganya. Ada yang berjalan kaki, menaiki kendaraan umum, ada pula yang diantar dengan sepeda motor. 

Dikarenakan jadwal pulang sekolah anak-anak berbeda, maka penyerahan santunan dilakukan di waktu yang berbeda pula. Ada yang menerima santunan ba'da dzuhur, ba'da ashar sampai ba'da magrib.

Meskipun demikian, proses penyaluran santunan berjalan dengan lancar dan sukses. "Alhamdulillah mereka terlihat sangat senang ketika mendapat santunan ini. Mereka mengatakan jika santunan ini akan mereka tabung, supaya sewaktu-waktu jika mereka membutuhkan uang untuk daftar sekolah atau membeli keperluan sekolah mereka bisa menggunakan uang tersebut," paparnya, Selasa (10/10).

Salah satu anak asuh nonmukim yang sudah menerima santunan tersebut adalah Fauzan (6). Anak yang masih duduk di bangku taman kanak-kanak (TK) ini mengatakan jika beasiswa akan ia tabung untuk membeli berbagai keperluan masuk sekolah dasar nanti. 

"Alhamdulillah aku senang jadi anak asuh Rumah Yatim, beasiswa ini mau aku tabung buat masuk SD nanti," katanya.

Nurma berharap, dengan beasiswa ini dapat meningkatkan semangat anak-anak bersekolah. Ia pun berharap anak-anak bisa tumbuh menjadi anak yang cerdas, percaya diri dan bisa menggapai cita-cita mereka.

 

www.rumah-yatim.org

 

UPDATE #131
8 Oktober 2018

Rumah Yatim Dukung Pendidikan Anak Asuh Nonmukim

Rumah Yatim Regional Jabodetabek menyalurkan beasiswa dhuafa kepada yatim dan dhuafa di Kantor Kas Pekayon, Jalan Raya Pekayon No. 45 B, Pekayon Jaya, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Minggu (7/10) petang. Beasiswa tersebut diberikan untuk mendukung pendidikan anak yatim dan dhuafa tersebut.

Sebanyak 15 anak yatim dan dhuafa pada kesempatan tersebut, menerima bantuan beasiswa tersebut. Seluruhnya merupakan anak asuh nonmukim Rumah Yatim Regional Jabodetabek. Hal tersebut disampaikan Staf Front Office Kantor Kas Pekayon, Eka Khilmiati.

"Diberikan kepada anak-anak yatim dan dhuafa yang ada di sekitaran kantor kas Rumah Yatim Cabang Pekayon Jaya," ungkap Eka, saat diwawancarai, Senin (8/10).

Menurutnya, beasiswa tersebut diberikan karena anak-anak tersebut layak dan sesuai dengan kriteria penerima. Hal tersebut juga, merupakan hasil survei melalui data dan keterangan dari koordinator setempat. Penerima beasiswa tersebut juga, kata dia, merupakan anak yatim dan dhuafa yang masih bersekolah.

"Sehingga diharapkan penerima manfaat santunan beasiswa ini tepat sasaran," ujarnya.

Ia menambahkan, dengan disalurkannya beasiswa tersebut juga bisa memberikan manfaat dan membantu kebutuhan pendidikan anak-anak tersebut. Apalagi, seluruh penerima merupakan dari keluarga kurang beruntung dari segi ekonomi. Bahkan, tidak sedikit dari penerima merupakan anak dari keluarga yang bekerja serabutan.

"Diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anak yang ada di sekitar Kantor Kas Cabang Pekayon Jaya," tuturnya.

 

www.rumah-yatim.org

UPDATE #130
2 Oktober 2018

Penuhi Kebutuhan Sekolah, Anak Asuh Nonmukim Dapat Santunan

Pendidikan merupakan salah satu aspek yang selalu diperhatikan Rumah Yatim pada anak asuhnya, yang mukim maupun nonmukim. Banyak upaya dilakukan lembaga amil zakat ini agar anak asuhnya bisa terus melanjutkan pendidikannya dan mendapat fasilitas pendidikan terbaik.

Salah satu upaya yang saat ini terus digencarkan Rumah Yatim adalah dengan menyalurkan santunan tunai pendidikan kepada anak asuh Rumah Yatim yang tersebar di 14 provinsi. Penyaluran bantuan ini dilakukan setiap satu bulan sekali, ada ratusan anak asuh nonmukim yang menerima bantuan ini.

Salah satu cabang Rumah Yatim yang telah menyalurkan bantuan ini adalah  Rumah Yatim Cabang Lampung, pada Minggu (30/9) kemarin, Rumah Yatim Cabang Lampung menyalurkan santunan tunai pendidikan kepada 10 anak asuh nonmukim Rumah Yatim Tanjung Karang dan Kedaton, Lampung.

Penyaluran bantuan ini digelar di masing-masing asrama, dan diserahkan langsung oleh masing-masing pengurus asrama. "Alhamdulillah setiap bulannya, anak asuh nonmukim selalu menerima santunan dari Rumah Yatim. Santunan ini selalu digunakan anak-anak untuk memenuhi kebutuhan sekolah mereka," ungkap Dwi, salah satu tim Rumah Yatim Cabang Tanjung Karang Lampung.

Ia berharap, bantuan ini bisa menjadi penyemangat anak-anak untuk terus bersekolah dan mengukir prestasi di sekolahnya, agar mereka bisa menggapai mimpinya.

 

www.rumah-yatim.org

UPDATE #129
24 September 2018

Anak Yatim Dhuafa Buruh Teh Terima Santunan Peduli Sesama

Rumah Yatim Area Jawa Barat menyalurkan santunan peduli sesama kepada masyarakat prasejahtera di Kampung Sindang Deret RT 01 RW 02, Desa Patenggang, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, Sabtu (22/9). Bantuan ini diberikan kepada keluarga buruh teh dan kopi di daerah tersebut.

Menurut penjelasan Staf Pemberdayaan Rumah Yatim Area Jawa Barat, Irwan Alfaruq, pembagian santunan peduli sesama berlangsung lancar. Walaupun, saat pembagian dilaksanakan ke rumah-rumah, hujan sempat turun. Santunan peduli sesama sendiri dibagikan kepada anak dari para buruh teh dan kopi tersebut.

"Saat pembagian, orangtua mereka sedang bekerja, mereka juga mayoritas anak yatim," ujar Irwan.

Sebanyak 11 kepala keluarga menerima santunan peduli sesama dari Rumah Yatim. Kondisi ekonomi yang kurang, menjadi alasan utama santunan ini diberikan. Apalagi, seluruh penerima kebanyakan orangtua tunggal dari anak-anak tersebut. Kendati demikian, Irwan berharap bantuan yang diberikan Rumah Yatim bisa bermanfaat untuk seluruh penerima.

"Mudah-mudahan ini membantu kebutuhan mereka," tuturnya.

Ia menambahkan, ke depannya berharap ada kegiatan lain yang bisa dilaksanakan oleh Rumah Yatim di daerah tersebut. Hal itu, meninjau masih banyak masyarakat prasejahtera yang memerlukan bantuan. Di samping itu, kegiatan ini juga merupakan hasil koordinasi dan survei tim relawan Rumah Yatim Area Jawa Barat dengan aparatur pemerintahan setempat.

"Harapannya Rumah Yatim  dapat membantu lebih luas lagi di berbagai daerah, dan insya Allah Rumah Yatim bisa melaksanakan program-program lainnya di daerah tersebut," tuntasnya.

 

www.rumah-yatim.org

 

UPDATE #128
25 Agustus 2018

Pengurus Asrama Mataram Motivasi Anak Asuh Agar Tetap Semangat

Gempa susulan terus mengguncang kawasan Lombok dan sekitarnya hingga membuat sejumlah warga merasakan trauma mendalam. Lain halnya dengan anak asuh Rumah Yatim Cabang Mataram, meski masih tinggal di pengungsian, mereka tetap menunjukan keceriaan dan semangatnya. 

Setiap hari para pengurus asrama memberikan stimulus berupa motivasi kepada anak asuh ketika menghadapi musibah agar tetap kuat dan sabar serta tetap melanjutkan aktivitas seperti biasanya. Salma Hasanah selaku pengurus asrama mengungkapkan ketika sore hari anak asuh menjalani kegiatan tarbiyah dan motivasi dalam kondisi bertubi-tubi diguncang gempa. 

"Sore tarbiyah sama motivasi dalam kondisi gini, gimanapun harus tetep semangat, aktivitas harus terus berjalan, karena jangan sampai karena gempa, jadi gak mau belajar," ungkapnya, saat dihubungi Jumat (24/8).

Meski kegiatan sekolah sedang diliburkan pemerintah setempat, karena banyak bangunan rusak akibat gempa. Menurutnya, anak asuh tidak boleh bermalas-malasan. Dibiarkan bermain namun dalam batas yang wajar. 

Setelah magrib, kata dia, dilanjut dengan murojaah hafalan. Namun karena kondisi yang berbeda, maka target hafalan dikurangi. Selain itu, sambung dia, di sela-sela kegiatan harus disertai motivasi, tujuannya untuk menanamkan pada anak agar dalam kondisi seburuk apapun, anak asuh harus tetap mengingat Allah dan menyertai Allah dalam setiap kegiatan. 

"Alhamdulillah anak-anak selalu ceria, kita harus bisa mengondisikan anak, agar kegiatan tetap berjalan, piket kebersihan, olahraga atau kegiatan rutin lainnya, gak ada yang beda, cuma kita di lapangan basket," terangnya.

Menurut Salma, hikmah di balik musibah tersebut menyadarkan betapa lemahnya manusia di hadapan Sang Pencipta. Betapa kecilnya manusia atas kekuasaan Allah yang bisa menggetarkan bumi dalam beberapa detik saja sudah betapa dahsyat dampaknya.

UPDATE #127
13 Agustus 2018

Rumah Yatim Beri Bantuan Material untuk Pesantren Darul Athfal

 

Rumah Yatim memberikan bantuan material bangunan untuk merenovasi pesantren kurang layak. Kali ini Rumah Yatim memberikan bantuan untuk Pesantren Darul Athfal yang berada di wilayah Bandar Lampung.

Pada Kamis sore (9/8) lalu, Rumah Yatim Cabang Lampung memberikan bantuan 16 sak semen untuk membantu proses pembangunan Pesantren Darul Athfal. Bantuan diserahkan langsung oleh Suherman selaku Kepala Cabang Rumah Yatim Lampung dan diterima oleh Arif Billah selaku Ketua Pesantren.

"Alhamdulillah terima kasih atas bantuannya, bantuan ini sangat membantu kami," kata Arif Billah ketika menerima bantuan tersebut.

Ia pun mengatakan, jika pesantren ini sudah berdiri sejak lima tahun lalu, tepatnya di tahun 2013. Pesantren ini bergerak untuk anak-anak dhuafa, ada sebanyak 16 santri mondok di pesantren ini secara cuma-cuma.  Untuk memenuhi semua kebutuhan santri, Arif hanya mengandalkan kebaikan para dermawan.

"Saya tidak bekerja karena konsen mengurus mereka, untuk makan dan lain-lain saya mengandalkan sumbangan dari donatur. Kalau ada yang ngasih kami makan, kalo nggak ya kami berpuasa," paparnya.

Menurutnya, pesantren tersebut direnovasi karena ada beberapa warga yang menyumbang. Para warga iba melihat bangunan pesantren yang mulai reyot dan bocor disana sini. Proses renovasi pun kebanyakan menggunakan tenaga para santri dikarenakan Arif belum mampu membiayai pekerja bangunan.

"Alhamdulillah tim Rumah Yatim datang dan menanyakan bahan bangunan apa yang sedang dibutuhkan pesantren, tidak lama dari situ mereka datang lagi sembari membawa belasan semen. Semoga bantuan yang diberikan Rumah Yatim dan donatur bisa menjadi ladang pahala," kata Arif.

Ia berharap, proses renovasi pesantren segera selesai, agar para santri bisa mondok dengan nyaman. "Kami berharap pesantren ini segera selesai di renovasi, agar para santri nyaman dan tidak perlu lagi mesti menadah air jika hujan turun," ungkapnya.

 

www.rumah-yatim.org

 

UPDATE #126
26 Juli 2018

Masjid Al Ikhlas Terbengkalai, Rumah Yatim Beri Bantuan Renovasi

 

Sebuah masjid terbengkalai mendapat bantuan renovasi dari Rumah Yatim. Kali ini, Masjid Al Ikhlas, salah satu masjid yang berada di Jalan Al Ikhlas Kel. Tuah Karya, Kec. Tampan, Pekanbaru. Pada Senin (23/7) lalu, masjid ini mendapat bantuan 14 sak semen dari Rumah Yatim Cabang Riau.

Menurut penuturan Ramdhan selaku Kepala Cabang Rumah Yatim Riau, sudah lima tahun pembangunan masjid tersebut terbengkalai dikarenakan terhambatnya biaya. Masjid ini memiliki banyak jamaah dan selalu dijadikan tempat mengaji anak-anak di wilayah tersebut.

Biaya pembangunan masjid ini berasal dari dana swadaya masyarakat sekitar, sehingga proses pembangunannya bergantung dari bantuan para warga. Ramdhan mengatakan, jika masjid ini ditemukan oleh salah satu staf. Stafnya mengatakan jika masjid ini sangat perlu dibantu dari segi material bangunan.

Setelah mendapatkan informasi tersebut, ia pun langsung mengunjungi masjid dan menemui Afrizon Efendi selaku Ketua DKM. Ternyata untuk pembangunan masjid masih membutuhkan banyak bantuan, khususnya semen.

"Salah satu bahan bangunan yang dibutuhkan Masjid Al Ikhlas adalah semen. Oleh karena itu, kami langsung membelikannya dan menyerahkannya kepada pak Afrizon, semoga apa yang Rumah Yatim berikan bisa memberikan manfaat untuk para jamaah," paparnya, Rabu (25/7).

 

www.rumah-yatim.org

 

UPDATE #125
23 Juli 2018

Rumah Yatim Beri Bantuan Sarana Publik Bagi Mushola Al Amanah di Medan

 

Rumah Yatim Cabang Medan menyalurkan program bantuan sarana publik untuk perbaikan Mushola Al Amanah, di Desa Sei Mencirim, Dusun 2, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat (20/7). Penyaluran ini diberikan untuk membantu kondisi mushola yang yang banyak kerusakan. 

Ketua koordinator penyaluran, Fauzi menjelaskan, kondisi bangunan tersebut ialah kurang layak pakai, banyak sekali kerusakan bangunan yang perlu direnovasi. Oleh karena itu, menurutnya mushola tersebut layak mendapat bantuan ini. Terlebih mayoritas masyarakat setempat selalu mendatangi tempat itu untuk beribadah. 

“Bangunan mushola kurang layak pakai, dikarenakan banyak retakan yang mengelupas, jadi kurang layak untuk memungkinkan dipakai beribadah,” terangnya, Sabtu (21/7).

Adapun bantuan yang diberikan ini berupa bahan dasar material untuk melapisi keretakan bangunan. Agar mushola tersebut bisa dipakai dengan layak dan masyarakat bisa beribadah dengan nyaman dan damai. 

Ia berharap, setelah diberikan bantuan ini, perbaikan dapat segera dilaksanakan. Mengingat kondisi mushola yang sangat memprihatinkan. 

“Mudah-mudahan masyarakat sekitar dapat lebih giat lagi dalam beribadah ke mushola ini,” pungkasnya.

UPDATE #124
19 Juli 2018

Hendi Jadikan Santunan Nonmukim Ajang Pendekatan dan Berbagi Cerita

 

Rumah Yatim Kedaton Lampung menjadikan kegiatan penyaluran santunan rutin nonmukim sebagai ajang pendekatan dan berbagi cerita. Dikatakan Kepala Asrama Kedaton, Hendi, di sela penyaluran santunan rutin nonmukim, Selasa (17/7) kemarin, dalam kegiatan ini biasanya ia selalu menanyakan kabar anak, perkembangan sekolah dan perkembangan hafalan mereka. Tak lupa, ia pun selalu memberikan motivasi supaya anak asuhnya tetap semangat bersekolah, belajar dan menghafal.

“Dikarenakan kita tidak bertemu tiap hari, maka momen penyaluran santunan selalu saya manfaatkan sebagai ajang pendekatan pada mereka,” ujarnya.

Ia mengatakan, jika setiap bulannya penyaluran santunan nonmukim digelar di wilayah yang berbeda. Untuk penyaluran kali ini digelar di kediaman koordinator nonmukim wilayah Gunung Terang dan Lampung Timur. Total ada 65 anak menerima santunan tersebut.

“Biasanya uang santunan ini digunakan mereka untuk membeli keperluan sekolah, ditabung dan untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga. Semoga santunan ini menjadi berkah untuk mereka, Rumah Yatim dan para donatur,” jelasnya.

 

www.rumah-yatim.org

 

 

UPDATE #123
16 Juli 2018

Haikal, Anak Asuh Kedaton Divonis Derita Penyakit CML

Wajah ceria Haikal (13) sedang redup. Ia merupakan anak asuh Rumah Yatim Kedaton Lampung. Pasalnya, anak yang dikenal ceria dan sedikit jahil ini telah divonis menderita leukemia mielositik kronis alias chronic myelogenous leukemia (CML). Di mana sumsum pada tulang belakang justru memproduksi sel-sel darah putih yang abnormal dalam jumlah terlalu banyak. Penyakit ini telah membuat Haikal sering merasa pusing, kelelahan, sesak nafas, mimisan, perut membesar dan berkurangnya nafsu makan.

Penyakit ini pertama kali dirasakan Haikal di saat momen lebaran. Ketika itu ia sedang berada di kediaman kakaknya di wilayah Talang Tembesu, Kec. Menggala, Kab. Tulangbawang, ia merasa sesak nafas. Mengetahui hal tersebut, kakak Haikal langsung menghubungi Kepala Asrama Rumah Yatim Kedaton, Hendi, untuk meminta bantuan. 

Tak berpikir panjang, Hendi pun langsung bergegas pergi ke kediaman kakak Haikal dan langsung membawanya ke rumah sakit terdekat untuk memeriksakan anak asuhnya tersebut.  Di sana Haikal mendapat pelayanan medis, di antaranya cek darah dan rontgen. Ia pun sempat dirawat selama dua hari. Dikarenakan pihak rumah sakit belum menemukan jenis penyakit Haikal. Akhirnya pihak Rumah Sakit merujuk Haikal untuk diperiksa di Rumah Sakit Urip Sumoharjo, salah satu rumah sakit besar di Bandar Lampung.

Di sana Hendi menemukan titik terang. Setelah mendapat berbagai pelayanan medis, akhirnya Haikal divonis menderita leukemia mielositik kronis alias chronic myelogenous leukemia (CML). 

Mengetahui hal tersebut membuat hati Hendi seakan teriris, ia tak tega melihat Haikal yang masih kanak-kanak mesti menanggung beban berat ini. “Saya memberitahukan hal ini pada Haikal meskipun saya tidak tega. Saya terus memotivasi dia supaya dia bersemangat untuk melawan penyakit dan untuk sembuh. Bahkan saya pun mengajak dia berkeliling ruangan di rumah sakit sembari memberitahukan dia bahwa tidak hanya dia yang sakit, masih banyak anak yang juga menderita berbagai penyakit, namun mereka tetap bersemangat,” paparnya.

Agar Haikal mendapat pelayanan medis yang lebih maksimal, pihak rumah sakit merujuk Haikal untuk dirawat di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat. “Saat ini kami sedang mengurus BPJS untuk Haikal, kami dari Rumah Yatim akan melakukan berbagai cara untuk menyembuhkan Haikal, agar ia bisa ceria kembali,” pungkasnya.

 

www.rumah-yatim.org

 

UPDATE #122
14 Juli 2018

Puluhan Yatim Lampung Akan Terima Santunan dari Rumah Yatim

Sabtu (14/7) besok merupakan hari bahagia bagi ke 30 anak yatim di wilayah Fajar Baru Kec. Jati Agung, Kab. Lampung Selatan. Di mana di hari tersebut mereka akan menerima santunan dari Rumah Yatim Cabang Lampung.

Rencananya, santunan ini akan diserahkan langsung oleh Herman selaku Kepala Cabang Rumah Yatim Lampung di Balai Desa Fajar Baru.

“Ke 30 anak yatim ini layak diberi santunan, selain mereka berstatus yatim, mereka pun hidup di bawah garis kemiskinan. Kami berharap santunan ini akan membahagiakan mereka dan meringankan beban orangtua mereka,” kata Herman, Jumat (13/7).

“Aku dan orang yang menanggung anak yatim (kedudukannya) di surga seperti ini”, kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, serta agak merenggangkan keduanya. [H.R. Al Bukhari No. 4998 dan 5659]

 

UPDATE #121
3 Juli 2018

Rumah Yatim Medan Bantu Renovasi Masjid Al Ikhlas di Kabupaten Langkat

02-Juni-2018, RY Cabang Medan

Kondisi masjid yang masih jauh dari layak, membuat Rumah Yatim Cabang Medan tergerak untuk menyalurkan bantuan renovasi Masjid Al Ikhlas di Dusun V Bukit Harapan, Desa Air Hitam, Kec. Gebang, Kab. Langkat, Sumatera Utara, Sabtu (30/6). Bantuan renovasi ini merupakan salah satu perhatian Rumah Yatim terhadap sarana prasarana untuk kegiatan ibadah. 

Kepala Cabang Medan, Harun menuturkan, bantuan yang diberikan berupa bahan material untuk memperbaiki bagian bangunan masjid yang belum selesai karena terkendala biaya. Sehingga dalam hal ini Rumah Yatim sebagai Laznas menyalurkan dana yang diamanatkan donatur pada Rumah Yatim. “Karena kondisi masjid ini banyak rusaknya jadi kita bantu,” jelasnya. 

Ia juga mengatakan, keberadaan masjid yang berada di tengah-tengah lingkungan masyarakat, sempat terhambat dalam melaksanakan ibadahnya. Karena kondisi masjid yang masih jauh dikatakan layak. 

Ia berharap, program bantuan renovasi masjid ini dapat dimanfaatkan sebaik mungkin sehingga masyarakat dapat menggunakan sarana prasarana masjid untuk beribadah dengan lancar.

UPDATE #120
2 Juli 2018

Pasca Libur Panjang, Anak Asuh Arcamanik Kembali Jalani Rutinitas di Asrama

02-Juli-2018, RY Asrama Arcamanik Jawa Barat

Libur sekolah masih cukup lama bagi siswa yang mengampu pendidikan sekolah dasar. Namun, libur sekolah tersebut tidak menjadikan anak asuh Rumah Yatim Asrama Arcamanik berleha-leha. Pasca libur panjang Idul Fitri, pada Minggu (1/7) anak asuh sudah melakukan aktivitas asrama seperti biasanya.

Menurut pemaparan pengasuh Asrama Arcamanik, Siti Nur Azizah, kondisi anak asuhnya terlihat lebih ceria dan bersemangat setelah libur panjang kemarin. Bahkan, terhitung hari ini, Senin (2/7), anak asuh Arcamanik sudah melakukan aktivitas rutin biasanya.

Salah satu kegiatan untuk memancing kembali hafalan anak asuh ialah dengan memberikan reward kepada anak. Reward ini diberikan untuk anak yang bisa menulis dan membaca hafalan surat Al Kahfi. Hal ini dilakukan agar anak asuh kembali semangat hafalannya setelah sekian lama terlarut dalam libur panjang.

"Alhamdulillah kondisi anak-anak yang saya perhatikan terlihat lebih ceria dan bersemangat," papar Azizah.

Selain itu, ditambah lagi di asrama Arcamanik sudah ada jadwal untuk kegiatan sehari-hari. Harapannya, kata Azizah, agar anak-anak tetap terjaga dan terkontrol segala aktivitasnya. Di samping itu, motivasi dan dorongan semnagat terus diberikan oleh pengasuh asrama. Agar, anak asuh bisa terpacu kembali dalam melaksanakan kegiatan diniyah di asrama.

Ia berharap, ke depannya anak asuh bisa menjadi pribadi yang lebih mandiri. Maklum saja, di Asrama Arcamanik seluruh anak asuh terbilang masih dini. Bahkan sebagian besar masih duduk di bangku sekolah dasar dan sebagian lainnya baru beranjak ke bangku sekolah pertama.

"Harapan saya ke depannya anak-anak bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Serta tetap semangat dalam menjalankan setiap aktivitasnya," tutur Azizah.

UPDATE #119
11 Juni 2018

Rumah Yatim Bagikan 500 Paket Iftar untuk Yatim dan Dhuafa di Medan

Rumah Yatim Cabang Medan kembali menyalurkan paket iftar (buka puasa) bagi 500 yatim dan dhuafa di Desa Tanjung Pura, Kabupaten Tanjung Pura, Medan, Sabtu (9/6). Penyaluran ini merupakan kepedulian Rumah Yatim dengan memberikan paket makanan berbuka di bulan suci Ramadhan. 

Kepala Cabang Medan, Harun menjelaskan, pembagian paket iftar ini akan rutin dilaksanakan di bulan Ramadhan. Karena ini merupakan donasi dari para donatur yang sudah menitipkan donasinya untuk membantu para mustahik.

“Mudah-mudahan ini menjadi motivasi dan edukasi bagi para muzzaki, khususnya donatur sendiri untuk bisa membantu saudara sesama yang sangat membutuhkan,” jelasnya.

Ia mengaku senang tatkala melihat para yatim dan dhuafa bergembira ria saat paket iftar ini dibagikan. Terlebih ini mendekati hari raya, sehingga mereka sangat menantikannya.

UPDATE #118
9 Juni 2018

Para Lansia Majluk Hadiri Buka Puasa Bersama Rumah Yatim NTB

Rumah Yatim NTB hadir di tengah masyarakat RT 03 Majluk. Kehadiran Rumah Yatim ini untuk mengadakan buka puasa bersama 100 anak yatim, dhuafa dan lansia, Senin (4/6) di Mushola Al Maysarah.

Pada kegiatan ini, Rumah Yatim berkoordinasi dengan pihak kelurahan dan pihak DKM, untuk mengajak anak-anak yatim mengikuti kegiatan buka puasa bersama dengan Rumah Yatim NTB. Tapi, yang hadir justru para lansia yang kebanyakan janda-janda tua. Karena yang lebih membutuhkan adalah para lansia tersebut. 

“Alhamdulillah meski yang hadir para lansia, namun semuanya tepat sasaran, yang penting amanah donatur bisa disampaikan kepada yang benar-benar tepat dan membutuhkan,” tutur koordinator acara, Kasman Karabi.

Para penerima makanan berbuka itu pun tampak bahagia. Mereka tampak menikmati setiap menu yang diberikan. Keriangan mereka memberikan kebahagian tersendiri bagi Kasman dan juga tim yang terdiri dari Yandi selaku pengurus data anak yatim dan dhuafa serta Azis selaku bagian dokumentasi.

Daerah Majluk sendiri termasuk daerah yang sering mendapatkan bantuan, karena daerah tersebut dekat sekali dengan asrama. Namun biasanya bantuan berupa pembagian sembako, nasi kotak dan bantuan lainnya. Karena itu, pihak DKM Nuriman berharap Rumah Yatim dapat memberikan bantuan lain. Salah satunya adalah bantuan untuk melaksanakan program MDTA /TPA (Taman Pendidikan Alquran) yang belum ada di wilayahnya. 

“Di sini banyak anak, tapi karena tidak ada TPA, jadi anak-anak kami terpaksa pergi ke luar kampung untuk menimba ilmu agama, mudah-mudahan Rumah Yatim bisa bantu,” ungkapnya.

UPDATE #117
4 Juni 2018

Anak Asuh Arcamanik Semangat Baca Quran di Padatnya Kegiatan Ramadhan

Dinginnya waktu subuh tidak membuat anak asuh Arcamanik mengendurkan semangat dalam melantunkan ayat-ayat Alquran. Selepas sahur dan bada subuh anak asuh tidak langsung terlelap. Diambilnya Alquran, dibacanya hingga terbit fajar.

Biasanya anak asuh Arcamanik menggunakan waktu luang di bulan Ramadhan untuk menambah bacaan Alquran. Waktu yang digunakan biasanya bada sahur selepas subuh, waktu duha, dan di waktu selang shalat lainnya. Kegiatan rutin ini menjadi pembeda bagi anak asuh yang masih belia.

"Alhamdulillah dari bacaannya sendiri sudah semakin baik. Meskipun penambahan tadarusnya tidak banyak," papar Siti Nur Azizah, pengasuh asrama Arcamanik.

Ia berharap, kegiatan rutin yang dilakukan anak asuhnya bisa memberikan keberkahan. Di samping itu, dengan kegiatan tersebut bacaan anak asuh bisa sempurna. Targetnya, kata dia, dalam satu bulan Ramadhan anak asuhnya bisa hatam satu Quran.

"Namun yang lebih utama harapannya anak-anak bisa semakin baik dan tartil dalam bacaan Alqurannya," lanjut Azizah.

Namun, padatnya kegiatan yang dijalani anak asuh tidak menyurutkan untuk tetap melantunkan ayat suci Alquran. Bahkan, di bulan Ramadhan semangat anak asuh semakin bertambah tidak seperti di hari biasanya.

UPDATE #116
31 Mei 2018

Dua Pekan Ramadhan, Kualitas Bacaan Alquran Anak Asuh Pamulang Meningkat

Dua pekan sudah, melewati Ramadhan. Sejumlah kegiatan momen Ramadhan dijalani anak asuh Pamulang dengan baik. Tadarus Quran yang selalu menjadi teman saat waktu senggang. Bertempat di Asrama Pamulang, Jalan R.E. Martadinata Ciputat, No. 58A, Pamulang, Kota Tangerang.

Menurut pemaparan Kepala Asrama Pamulang, Mustofa, dalam sehari anak asuhnya dibiasakan untuk dapat membaca satu juz Quran. Hal ini sudah menjadi pembiasaan yang dijalani anak asuh Pamulang. Targetnya, kata dia, dalam Ramadhan ini anak asuh minimal bisa satu kali hatam.

Pembiasaan ini juga disesuaikan dengan kemampuan baca anak. Karena, beberapa anak asuh ada yang masih dalam tahap belajar membaca Alquran yang baik dan benar. Namun, dalam proses pembelajarannya sendiri tetap ada target tertentu agar bisa terbiasa. "Alhamdulillah ada peningkatan kualitas bacaannya," papar Mustofa.

Target utama dalam membiasakan anak asuh membaca Alquran untuk lebih melancarkan bacaannya. Selain itu, diharapkan anak asuh mempelajari Alquran dan mengajarkannya kepada sesama muslim.

"Karena sering dibaca maka lidah semakin lembut untuk membaca Alquran. Target utamanya khoirukum man ta'allamal Qur'an wa allamahu," ungkapnya.

UPDATE #115
30 Mei 2018

Rumah Yatim Dukung Kenyamanan Beribadah di Masjid Nur Inka

Bulan Ramadhan menjadi sarana umat muslim untuk memperbanyak ibadah dan berbuat kebaikan. Hal inilah yang mendorong Rumah Yatim Cabang Yogyakarta untuk memberikan bantuan renovasi masjid. Bantuan tersebut diberikan kepada Masjid Nur Inka, di Dusun Nglaban, Desa Sardonoharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman.

Menurut pemaparan Kepala Cabang Rumah Yatim Yogyakarta, Arifin, bantuan yang diberikan berupa kebutuhan material guna keperluan membangun masjid tersebut. Selain itu, bantuan renovasi tersebut diberikan karena kondisi yang memprihatikan. Apalagi saat ini bulan Ramadhan harus nyaman saat digunakan untuk beribadah.

"Karena lagi proses pembangunan dan mandek karena kehabisan anggaran," papar Arifin.

Bantuan material tersebut diberikan langsung kepada pengurus Masjid Nur Inka, Ridwan. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan bisa memberikan manfaat untuk kenyamanan beribadah umat muslim yang ada di daerah tersebut. 

"Semoga bisa berlanjut untuk pembangunannya dan bisa layak untuk digunakan," ujar Arifin.

Tanggapan positif juga datang dari Ridwan. Dirinya merasa bersyukur atas bantuan dan perhatian Rumah Yatim di momen Ramadhan kali ini. Sehingga, bisa segera memberikan dukungan untuk kenyamanan saat Ramadhan. Serta, bisa menjadi berkah untuk seluruh pengguna masjid.

UPDATE #114
21 Mei 2018

Anak Asuh Gunakan Momen Ramadhan untuk Memperlancar Bacaan Alquran

Anak asuh Asrama Rumah Yatim BSD gencar membaca Alquran setiap hari. Pembiasaan ini diterapkan untuk meningkatkan bacaan Alquran setiap anak. Bertempat di Asrama, Jalan Villa Melati Mas Raya Blok P1 No.9 Jelupang Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan.

Menurut Kepala Asrama Rumah Yatim BSD, Syahid Abdillah, pembiasaan baca Alquran setiap hari ini juga dimaksudkan untuk mempraktikkan hukum tajwid yang dibaca. Anak asuh BSD diharapkan bisa menghatamkan Alquran di akhir Ramadhan kali ini. Selain itu, kegiatan ini juga untuk melancarkan hafalan anak asuh.

"Targetnya agar anak-anak semakin lancar dalam membaca Alquran. Sekaligus untuk mempraktikkan hukum tajwid dalam setiap bacaan yang mereka baca," papar Syahid.

Kegiatan rutin ini sengaja lebih diintensifkan bagi anak asuh. Sehingga, anak asuh bisa memanfaatkan waktu luang bulan Ramadhan dengan positif. Di samping itu, anak asuh BSD tetap semangat dalam menjalankan puasa. Walaupun, sejumlah agenda asrama padat setiap harinya.

Ia berharap, kegiatan yang dibiasakannya tersebut bisa membentuk karakter yang positif bagi anak asuh. Sehingga, anak asuh bisa lebih mendekatkan diri kepada Sang Maha Pencipta. Terlepas dari itu semua, kata Syahid, diharapkan anak asuh bisa bertambah lancar dalam membaca Alquran dan memahami isinya.

"Alhamdulillah mereka menjalankan puasa dengan semangat. Dan waktu luangnya diisi dengan kegiatan membaca Alquran, murojaah dan diniyah," ungkapnya.

 

UPDATE #113
19 Mei 2018

Taufik, Anak Asuh Rawasari Targetkan Baca Tiga Juz Alquran dalam Sehari

Genggamannya tidak pernah terlepas dari Alquran. Bahkan saat ini menjadi teman di sela waktu kosong setiap kegiatan. Mencoba lebih mendekatkan diri kepada Sang Maha Pencipta menjadi satu tujuan dia di Bulan Ramadhan saat ini. Aktivitas yang padat bahkan tidak menjadi alasan bagi dirinya untuk terus melantunkan ayat demi ayat yang terkumpul dalam satu kitab.

Memasuki hari ketiga puasa ini, dia sudah menyelesaikan 11 juz Alquran. Dia adalah Taufik abdul aziz, remaja berusia 16 tahun yang saat ini tinggal di Asrama Rawasari Rumah Yatim. Tidak jauh berbeda dengan anak remaja seusianya. Dia masih suka bermain dan bersua bersama rekan sebayanya. Namun, perbedaan yang menonjol dari dirinya, ialah memanfaatkan waktu senggang untuk membaca Alquran.

Saat ini, Taufik merupakan siswa aktif yang terdaftar di Sekolah Menengah Atas Ksatrya, Jakarta Pusat. Memasuki bulan Ramadhan ini, dia menargetkan harus membaca 3 juz Alquran dalam sehari. Target ini dia sematkan pada dirinya sendiri untuk menjadi acuan meningkatkan ibadah.

Kegiatan sehari-hari Taufik terbilang sangat padat. Kegiatan sekolah dan asrama harus dijalaninya secara bersamaan. Biasanya dalam sehari di bulan biasa, ia tidak mencapai hingga 3 juz. Namun, berbeda saat bulan Ramadhan yang dia habiskan hanya dengan kegiatan asrama saja.

"Bulan Ramadhan ini kebetulan banyak waktu luang karena libur sekolah juga. Karena telah melaksanakan UNBK. Jadi pada waktu luang ini dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya," paparnya.

Menurut Taufik, target yang ia canangkan tersebut akan dijalaninya dengan optimis dan tawakal. Karena ia berkeinginan untuk menjalankan amal sholeh sebanyak-banyaknya di bulan Ramadhan kali ini. 

"Berguna bagi orang lain, membanggakan orangtua. Tentunya sukses dunia wal akhirat," ungkapnya.

 

UPDATE #112
18 Mei 2018

Anak Asuh Kemang Targetkan Sehari Baca Satu Juz Alquran di Bulan Ramadhan

Memperdalam Alquran dengan membacanya setiap waktu menjadi keutamaan di dalam bulan Ramadhan. Hal ini yang coba diterapkan anak-anak asuh Asrama Rumah Yatim Kemang. Bertempat di Asrama Kemang, Jalan Karang Tengah No. 69 Cilandak, Lebak Bulus, Jakarta Selatan. 

Menurut ibu asuh Asrama Kemang, Shopia Yasmin, kegiatan membaca Alquran ini akan lebih ditingkatkan di dalam bulan Ramadhan. Target utama kegiatan ini bisa membuat anak-anak terbiasa setiap hari untuk membaca Alquran. Hal ini juga agar anak asuh lancar bacaannya.

"Kegiatan seperti ini insya Allah akan berlangsung dan diistiqomahkan selama bulan Ramadhan," papar Shopia.

Ia mengatakan, anak asuh diharapkan bisa menyelesaikan satu juz dalam sehari. Hal ini pula harus ditingkatkan lebih dari satu juz jika banyak waktu luang yang dimiliki. Apalagi, memasuki bulan Ramadhan membaca Alquran menjadi satu keutamaan untuk menambah amalan.

"Harapannya semoga bisa terbiasa setiap hari dengan Alquran dari mulai bangun sampai tidur kembali. Bisa lancar bacaannya," lanjutnya.

Selain itu, aktivitas yang padat di asrama tidak menyurutkan konsistensi anak asuh Kemang dalam menjalankan puasa. Hal ini, kata Shopia, anak asuh sudah terbiasa dengan menjalankan puasa sunah di bulan-bulan sebelumnya. Sehingga, dia berharap, di bulan Ramadhan kali ini bisa lebih memaksimalkan segala bentuk ibadahnya.

"Terutama meningkatkan kualitas keimanan hingga bukan hanya di bulan Ramadhan tapi juga bulan-bulan selanjutnya," ungkapnya.

 

UPDATE #111
17 Mei 2018

Sahur Perdana Asrama Kiaracondong, Pupuk Semangat Berpuasa Anak Asuh

Ramadhan tiba, setiap muslim berlomba-lomba dalam menata dan meningkatkan kualitas ibadahnya. Tidak luput pula dalam keseharian sejumlah anak asuh Asrama Rumah Yatim Kiaracondong. Awal puasa di asrama yang berlokasi di Jalan Kiaracondong No.465, Kebon Kangkung, Kiaracondong, Kota Bandung, ini dijalani anak asuh dengan penuh semangat.

Menurut pemaparan Kepala Asrama Kiaracondog, Nurul Bayan, anak asuhnya sangat beragam dalam menjalani sahur perdana di bulan Ramadhan ini. Keberagaman ini yang membuat kehangatan asrama begitu terasa. Apalagi bagi anak asuh yang sudah tidak memiliki orangtua. Sejak pukul tiga pagi, satu per satu anak asuh dibangunkan dengan sabar.

"Anak-anak jelang sahur semangat karena mungkin perdana di bulan Ramadhan yang penuh berkah, bulan semua amalan dilipat gandakan dan bulan maghfiroh," ujarnya.

Semangat anak asuh ini, kata Bayan -sapaan akrabnya, diharapkan bisa terus dipertahankan hingga akhir Ramadhan nanti. Saat membangunkan pula tidak semua anak asuh langsung bergegas untuk beranjak. Perlu waktu yang cukup lama dan sabar bagi pengasuh asrama. Namun, momen inilah yang harus dibiasakan agar anak terbiasa.

"Tentunya membangunkannya cukup lumayan. Ada yang menjawab lalu langsung ke air dan ada juga yang menjawab tapi diam dulu," lanjut Bayan.

Ia mengatakan, keragaman inilah yang akan menjadikan anak asuh terbiasa. Semangat dalam menjalankan ibadah puasa menjadi satu rutinitas yang harus dipupuk sejak dini. Sehingga anak asuh bisa tuntas menjalankan ibadah puasa hingga akhir.

"Semoga semangat terus dan senantiasa meningkatkan berbagai hal kebaikan, dan bisa mengambil inti dari puasa di bulan Ramadhan, bulan penuh kemenangan ini," ungkapnya.

UPDATE #110
15 Mei 2018

TPA Al Hidayah Dapat Bantuan Rumah Yatim Berupa Material Bangunan

Taman Pendidikan Alquran (TPA) Al Hidayah mendapat bantuan Rumah Yatim Cabang Bandar Lampung. Bantuan ini diberikan dalam bentuk material bangunan untuk membangun ruang kelas yang lebih permanen. Lokasi madrasah sendiri berada di Dusun Delapan, Desa Sungai Langka, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran.

Menurut Kepala Cabang Bandar Lampung, Herman, sebelum memberikan bantuan kepada madrasah tersebut dilakukan survei terlebih dahulu. Awalnya, di daerah tersebut pernah dilakukan kegiatan santunan untuk para da'i. Dari sanalah, sambung dia, ditemukan kondisi yang kurang layak bagi kegiatan belajar mengajar diniyah.

"Sehingga melihat kondisi tersebut, Rumah Yatim memberikan bantuan," ujarnya.

Kondisi madrasah yang masih belum permanen menjadi salah satu upaya bantuan tersebut diberikan. Bangunan sederhana tersebut, kata Herman, merupakan hasil dari uluran tangan para donatur. Di madrasah tersebut, kurang lebih ada 50 anak yang mengampu pendidikan diniyah.

Herman menambahkan, bantuan tersebut diterima langsung oleh pembimbing madrasah. Sambutan hangat dan ucapan terima kasih juga disampaikan pembimbing TPA Al Hidayah. Tidak lupa, ucapan terima kasih disampaikan kepada para donatur dan jajaran karyawan Rumah Yatim.

"Mereka mengucapkan terima kasih. Berharap cepat rampung dan ada lagi donatur," lanjutnya.

Ia berharap, bantuan meterial tersebut bisa memberikan kenyamanan dengan dibangunnya secara permanen ruang pembelajaran. Selain itu, bisa memberikan dorongan semangat para anak didik untuk terus belajar ilmu keagamaan. 

"Harapannya anak-anak bisa lebih rajin ngajinya, Rumah Yatim lebih dikenal, biar semua masyarakat Lampung bisa merasakan manfaat keberadaan Rumah Yatim," ungkapnya.

UPDATE #109
11 Mei 2018

Anak Yatim dan Dhuafa Nonmukim Antapani Dapat Santunan Rumah Yatim

Puluhan anak asuh nonmukim mendapatkan santunan dari Rumah Yatim Area Jawa Barat. Bantuan ini diserahkan oleh Rumah Yatim di Kantor Kas Antapani, Jalan Terusan Jakarta No. 241, Kelurahan Antapani Wetan, Kecamatan Antapani, Kota Bandung. Pemberian santunan ini merupakan salah satu program Rumah Yatim untuk mendukung pendidikan anak.

Menurut pemaparan Kasie Pemberdayaan Rumah Yatim Area Jawa Barat, Solehudin, sebanyak 31 anak asuh mendapat santunan pada kesempatan tersebut. Bantuan ini diberikan kepada anak yatim dan dhuafa yang berada di sekitaran Kantor Kas Antapani. Hal ini dikarenakan, kata dia, melihat dari kondisi masyarakat yang masih perlu dibantu.

"Jika dilihat kondisi di sana itu sangat memprihatinkan, jadi banyak anak yatim dan ada yang dhuafa," ujarnya.

Solehudin beraharap, bantuan santunan tersebut bisa digunakan sebaik-baiknya oleh penerima. Apalagi, dia menyarankan agar digunakan untuk kebutuhan perlengkapan sekolah. Selain itu, pemberian bantuan ini juga rutin dilakukan setiap bulannya.

"Ke depannya bantuan untuk lansia dan untuk memberikan kebutuhan tukang becak, ada peduli sesama dan biaya hidup," paparnya.

Ia mengatakan, bantuan dan program yang direalisasikan Rumah Yatim bisa menggapai seluruh anak yatim dan dhuafa yang ada di Kota Bandung. Sehingga, kata dia, lebih banyak lagi daerah yang bisa merasakan manfaat hadirnya Rumah Yatim di Jawa Barat.

"Lebih banyak lagi di daerah lain. Atau di RW dan kelurahan lain. Se-Kota Bandung dan Jawa Barat umumnya, bisa tersantuni yang nonmukim bisa semua," ungkapnya.

UPDATE #108
4 Mei 2018

Puluhan Anak Yatim dan Dhuafa Kemang Terima Beasiswa Rumah Yatim

Rumah Yatim memberikan bantuan beasiswa kepada anak yatim dan dhuafa di sekitaran Asrama Kemang, Jalan Kemang Utara No. 21A, Bangka, Mampang Prapatan, Kota Jakarta Selatan. Pembagian beasiswa ini merupakan bentuk rutinitas Rumah Yatim dalam membantu pendidikan anak.

Menurut Kepala Asrama Kemang sekaligus Person In charge (PIC) kegiatan, Nanang, dengan diberikannya beasiswa tersebut bisa dimanfaatkan untuk dana pendidikan. Sehingga, nantinya bisa dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan perlengkapan sekolah. Agar, beban orangtua anak juga bisa sedikit berkurang. 

"Banyak di antara mereka yang ketika ditanya uangnya mau dipakai bayar uang buku sekolah dan membeli peralatan sekolah," ujar Nanang.

Ia mengatakan, penyaluran beasiswa tersebut diberikan kepada 40 anak yatim dan dhuafa. Seluruh penerima merupakan anak-anak yang tinggal di sekitaran Asrama Kemang. Selain itu, pembagian beasiswa ini pula berjalan rutin setiap bulannya.

Alasan utama pemberian beasiswa, kata Nanang, daerah tersebut menjadi sasaran pembagian karena banyaknya anak-anak yang bersusah payah untuk sekolah. Sehingga, beasiswa tersebut layak disalurkan untuk mendukung anak agar tidak putus sekolah.

Ia menambahkan, untuk ke depannya akan ada penyaluran yang serupa. Namun sebelumnya akan dilakukan survei terlebih dahulu untuk target penerima beasiswa yang baru. "Untuk bulan depan nanti mungkin di survei lagi ke dalam-dalamnya biar semakin banyak penerima manfaat beasiswa ini," paparnya.

UPDATE #107
2 Mei 2018

Rumah Yatim Beri Bantuan Renovasi Toilet Bagi TPQ Forum Umat

Rumah Yatim Cabang Bali memberikan bantuan sarana publik untuk Majelis Ta'lim dan Taman Pendidikan Quran (TPQ) Forum Umat di Astina Selatan, Kelurahan Gianyar, Kecamatan Gianyar, Kabupaten Gianyar Bali. Bantuan tersebut diberikan untuk memperlancar kegiatan keagamaan di forum tersebut.

Menurut pemaparan Kepala Cabang Bali, Abdullah, bantuan tersebut diberikan berdasarkan hasil survei yang telah dilasanakan bersamaan dengan kegiatan sebelumnya. Kondisi kamar mandi yang kurang nyaman, membuat aktivitas keagamaan sedikit terhambat. Sehingga, bantuan tersebut dirasa layak untuk diberikan.

"Ini kita survei bersamaan dengan penyaluran sembako dan kita lihat kamar mandi yang kurang nyaman kondisinya," ungkapnya.

Bantuan sarana publik tersebut diberikan Rumah Yatim Cabang Bali kepada Pengurus Harian Forum Umat, Bambang. Bantuan yang diberikan berupa kebutuhan material untuk digunakan bagi renovasi kamar mandi tersebut. 

Abdullah berharap, dengan bantuan sarana publik tersebut bisa memberikan kenyamanan dalam pelaksanaan kegiatan keagamaan di lokasi tersebut. Apalagi, kata dia, tempat tersebut dipergunakan juga untuk kegiatan diniyah anak-anak. Sehingga, kenyamanan bisa mendukung semangat anak didik untuk menimba ilmu.

"Harapannya mudah-mudahan anak-anaknya lebih nyaman dan tidak kehujanan lagi saat mereka ke kamar mandi walau kondisi sedang hujan," tuturnya.

UPDATE #106
30 April 2018

Anak Asuh Targetkan One Day One Juz Pada Ramdhan Mendatang

Untuk menunjang kemampuan diniyah, anak asuh Rumah Yatim perlu adanya kegiatan rutin yang diterapkan di asrama. Kegiatan rutin tadarus dan hafalan ini selalu dilakukan untuk menunjang dan membimbing kemampuan anak. Hal inilah yang selalu dilaksanakan Asrama Rumah Yatim Arcamanik, Jalan Golf Timur No. 48, Cisaranten Kulon, Arcamanik, Kota Bandung.

Menurut pemaparan pengasuh asrama, Siti Nur Azizah, perkembangan anak asuh semakin terlihat. Pada mulanya hanya diterapkan satu hari minimal hafal satu lembar. Namun, saat ini anak asuh Arcamanik bisa mencapai tiga hingga empat lembar dalam seharinya. Di luar itu semua, kata dia, dalam bacaannya pula semakin membaik.

"Meskipun ada sebagian anak yang masih belum sempurna dalam pengucapan makhorijul huruf serta tajwidnya," ujar Azizah.

Kegiatan rutin tadarus dan murojaah ini semakin meningkat jelang Bulan Ramadhan mendatang. Sehingga, anak asuh Arcamanik semakin meningkatkan hafalan ayat Alqurannya. Apalagi, kata dia, anak asuh mempunyai target sendiri untuk one day one juz dalam membaca Alquran.

"Tanggapan dari saya sendiri tentu saya merasa bersyukur melihat perubahan anak-anak menjelang Ramadhan semakin baik," tuturnya.

Azizah berharap, dengan semangat anak-anak yang semakin meningkat bisa menjadikanya istiqomah dalam tadarusnya. Sehingga, target untuk one day one juz bisa terlaksana dengan lancar. Agar, menambah keimanan dan ketaqwaan anak asuh Arcamanik. "Serta anak juga mampu mentadaburi per ayat yang mereka baca," paparnya.

UPDATE #105
28 April 2018

Beasiswa Rumah Yatim Beri Semangat Anak Yatim dan Dhuafa

Dua puluh lima anak yatim dan dhuafa mendapat bantuan beasiswa Rumah Yatim Regional Jabodetabek. Seluruhnya merupakan anak-anak yang tinggal di sekitaran Asrama Duren Sawit dan Kantor Kas Pondok Kelapa, RW 02 Kelurahan Pondok Kopi, Duren Sawit, Jakarta Timur.

Menurut pemaparan relawan Rumah Yatim, Ali Ridwan, seluruh penerima merupakan anak yatim dan dhuafa yang masih bersekolah. Anak-anak tersebut juga merupakan dari kalangan keluarga kurang beruntung. Pemberian beasiswa tersebut, kata dia, kali kedua di wilayah tersebut.

Ali berharap, beasiswa tersebut bisa membantu dan memberi semangat anak yatim dan dhuafa. Agar, bisa meningkatkan kualitas belajar dan kegiatan lainnya. Selain itu, bantuan ini juga diharapkan bisa mengurangi beban harian keluarga masing-masing penerima manfaat. "Harapan dengan bantuan ini bisa mengurangi beban untuk biaya sekolah mereka," jelasnya.

Ia menambahkan, pemberian beasiswa dhuafa ini menargetkan orang yang berbeda. Sehingga, seluruh anak yang kurang beruntung di wilayah tersebut bisa merasakan manfaat keberadaan Rumah Yatim. Selain itu juga, beasiswa ini dilihat dari kondisi sosial yang dilihat secara langsung ke lokasi tersebut.

"Insya Allah selama program masih berjalan kita akan terus dukung anak-anak yang memang secara ekonomi masih sangat membutuhkan," paparnya.

UPDATE #104
27 April 2018

Rumah Yatim Bagikan Alat Tulis untuk Anak Yatim di Hargo Pancuran

Menjelang libur semester, biasanya anak Indonesia membeli buku baru, alat tulis baru, baju seragam baru, hingga tas dan sepatu pun baru. Namun tidak semua anak memiliki kesempatan untuk mendapatkan hal serupa. Salah satunya karena faktor ekonomi orangtuanya yang tidak memungkinkan membelinya. 

Untuk memberikan kebahagiaan itu, Rumah Yatim Lampung memberikan paket alat tulis kepada 12 anak yatim yang ada di Desa Hargo Pancuran, Kecamatan Raja Basa, Lampung Selatan. Mereka adalah anak-anak yatim berusia 7 hingga 15 tahun.

Menurut Kepala Asrama Rumah Yatim Kedaton, Hendy Alfazryn, anak yatim tersebut senang dengan bantuan yang diberikan oleh Rumah Yatim Lampung.

“Alhamdulillah mereka senang, mereka khususnya orangtua tidak menyangka Rumah Yatim memberikan bantuan itu,” paparnya.  

Tak hanya memperhatikan kebutuhan sekolahnya. Rumah Yatim pun memberikan kebutuhan nutrisi anak-anak yatim tersebut dengan menyalurkan susu.

UPDATE #103
26 April 2018

Rumah Yatim Tegal Takziyah dan Beri Santunan Bagi Keluarga Iroh

Sudah dua tahun nenek Kasri mendapat santunan rutin dari Rumah Yatim Tegal. Pada 16 April 2018, ia meninggal dunia dan meninggalkan kesedihan kepadaputri semata wayangnya, Iroh.

“Sesungguhnya adalah milik Allah apa yang Dia ambil, dan akan kembali kepada-Nya apa yang Dia berikan. Segala sesuatu yang ada di sisi-Nya ada jangka waktu tertentu (ada ajalnya). Maka hendaklah engkau bersabar dan mengharap pahala dari Allah SWT.” [HR Muslim].

Takziyah disunahkan Rasul dan Rasul pun mencontohkan untuk membaca hadits di atas. Karena itu, Rumah Yatim pun berkunjung untuk takziyah dan melihat kondisi keluarga yang ditinggalkan.  

Raut kesedihan masih membayangi wajah Iroh. Namun ia ikhlas atas kepergian ibunya. Ia mengucapkan banyak terima kasih kepada Rumah Yatim yang sudah memberikan perhatian selama dua tahun kepada ibunya. Bantuan Rumah Yatim sangat membantu keluarganya yang memang hidup dalam kesederhanaan dan tinggal di atas tanah milik PT. KAI, yang pada bulan Mei 2018 mendatang rencananya akan di gusur. “Terima kasih Rumah Yatim sudah memberikan bantuan untuk ibu saya,” ungkapnya.

Iroh bekerja sebagai asisten rumah tangga dan suaminya seorang tukang batu yang memiliki penghasilan tak seberapa. Meski tenaga yang dikeluarkannya sangat besar untuk pekerjaan yang ditekuni. Tapi dengan bantuan dari Rumah Yatim setiap bulannya bagi Iroh itu sangat meringankan dirinya dan keluarga. Terutama almarhum ibunya yang sudah tidak mampu berbuat apa-apa lagi.

Kematian ibunya tak hanya meninggalkan duka namun juga menjadi awal keluarga kecilnya harus meninggalkan rumah yang sudah bertahun-tahun ditempati dirinya dan keluarganya. Teramat sedih hingga Iroh pun bingung entah harus kemana dia tinggal, saat nanti rumahnya di gusur.

“Kami masih bingung,” ujarnya kepada Kepala Cabang Rumah Yatim Tegal, Jajang Khoeruman. 

Untuk meringankan beban Iroh yang dirundung kesedihan, Jajang pun akan menjadikan anaknya yang masih duduk di bangku SD menjadi anak asuh nonmukim Rumah Yatim Tegal. “Untuk bantuan sembako mungkin akan kami hentikan karena insya Allah Iroh dan suami cukup untuk keperluan sehari-harinya, tapi yang saat ini urgent dan harus diprioritaskan adalah pendidikan putranya,” papar Jajang.

UPDATE #102
25 April 2018

Usia Belia Tidak Menyurutkan Semangat uuntuk Memimpin Hafalan Hadits

Semangat anak asuh Arcamanik tidak pernah surut, walaupun usianya masih belia. Dibacanya satu demi satu hadits yang sudah mereka hafal. Bertempat di Asrama Rumah Yatim Arcamanik, Jalan Golf Timur No. 48, Cisaranten Kulon, Arcamanik, Kota Bandung. Kegiatan muroja'ah hadits ini merupakan salah satu program diniyah yang ada di asrama Rumah Yatim.

Rasa bangga terucap dari salah satu pengasuh asrama, Siti Nur Azizah, melihat anak asuhnya yang masih belia tersebut mampu menghafal hadits dengan baik. Bahkan, saat ini anak asuhnya tidak lagi dipimpin oleh dirinya, saat murojaah maupun menghafal hadis. Dia hanya memberikan arahan agar tahapan dalam hafalan tetap berjalan baik.

"Karena anak asuh yang memimpin, dia memiliki kemampuan yang baik dalam hafalannya dari anak-anak lainnya. Begitu pun dalam hal pengetahuan diniyah anak tersebut," ungkapnya.

Memberikan pengalaman dalam mengajar dan membimbing rekan-rekannya yang lain menjadi salah satu keinginan Azizah kepada anak asuhnya tersebut. Sehingga, kata dia, anak asuh yang kini menjadi pengganti dirinya untuk memimpin muroja'ah memiliki pengalaman dalam mengajar dan mengondisikan orang lain.

"Dalam hal ini agar terbentuk karakter kepemimpinan, harapannya anak dapat mengembangkan sikap empati, dan karakter leadership," jelasnya.

Pada awalnya sebelum membaca hadits, anak asuh dibiasakan untuk melafalkan asmaul husna. Setelah itu, hadits dibaca dari awal hingga akhir. Ditambah lagi sejumlah hadits yang harus dihafal berikutnya. Jumlah hadits yang harus di hafal sekitar enam hadits. Setelah itu, anak asuh terus mengulang beberapa hadits agar lancar dan hafal.

Menurutnya, kegiatan membaca hadits secara bersama-sama ini berlangsung dua kali dalam satu minggu. Pada tahap pertemuan pertama anak asuh dikhususkan hanya untuk muroja'ah. Setelah itu, dipertemuan berikutnya jumlah hafalan hadits ditambah. "Namun sebelum tambahan tetap di muroja'ah terlebih dahulu," ujar Azizah.

Ia menambahkan, tidak mudah untuk membimbing anak asuhnya untuk bisa menghafal sejumlah hadits. Perlu konsistensi dalam menerapkan arahan dan bimbingan kepada anak asuh. Sehingga, dengan usia anak asuh yang masih duduk di bangku sekolah dasar tersebut, dirinya mampu mencetak generasi yang lebih baik.

UPDATE #101
24 April 2018

Rumah Yatim Beri Bantuan Kepada Majelis Ta'lim Uswatun Hasanah

Memberikan perhatian untuk meningkatkan pendidikan merupakan salah satu konsen yang digerakan Rumah Yatim. Kali ini bentuk perhatian tersebut diberikan oleh Rumah Yatim Regional Jabodetabek kepada Majelis Ta'lim Uswatun Hasanah di Kelurahan Balekambang RT 08 RW 03, Kecamatan Kramatjati, Jakarta Timur, Selasa (24/4).

Menurut pemaparan relawan Rumah Yatim Jabodetabek, Ali Ridwan, pemberian bantuan diberikan karena Majelis Ta'lim Uswatun Hasanah tersebut masih memerlukan bahan material dalam tahap pembangunan. Di majelis ta'lim tersebut kurang lebih ada 35 anak yang belajar mengaji setiap pagi dan sore. "Yang pertama madrasah ini mengajukan bantuan, dan setelah di survei memang betul," ujarnya.

Ali menambahkan, kondisi madrasah memang aktif dalam memberikan pembelajaran keagamaan. Selain itu, madrasah tersebut juga aktif dalam aktivitas masyarakat umum lainnya. Sehingga, bantuan yang diberikan agar bisa memberikan efektivitas dalam kegiatan keagamaan.

Ia berharap, bantuan madrasah tersebut bisa memberikan percepatan pembangunan. Sehingga, seluruh anak bisa belajar dengan nyaman dan efektif. Bantuan yang diberikan meliputi bahan material bangunan yang dibutuhkan oleh Madrasah Uswatun Hasanah.

"Berharap dengan bantuan ini bisa membantu percepatan pambangunan sehingga bisa lebih maksimal dalam kegiatan," ungkapnya.

UPDATE #100
23 April 2018

Bantuan Renovasi Masjid Baiturrahman Ringankan Beban Masyarakat

Rumah Yatim Cabang Riau memberikan bantuan renovasi untuk Masjid Baiturrahman di Jalan Nelayan RT 04 RW 01, Kelurahan Sri Meranti, Kecamatan Rumbai, Kabupaten Riau. Pemberian bantuan ini merupakan bentuk peduli Rumah Yatim dalam mendukung aktivitas beribadah di wilayah tersebut.

Menurut pemaparan Staf Pemberdayaan Rumah Yatim Cabang Riau, Hilman Ali, bantuan yang diberikan berupa kebutuhan material guna proses mempercepat pembangunan. Bantuan ini diterima langsung oleh Sekretaris DKM Baiturrahman, Syafi'i. Bantuan tersebut diharapkan bisa memberikan keringanan dalam proses pembanguanan masjid setempat.

"Atas dasar kepedulian kami sesama umat Islam, harus saling membantu. Terutama dalam pembangunan masjid. Karena itu sarana tempat ibadah," ujarnya.

Ia menambahkan, kondisi masjid yang berada di perkampungan membuat masjid terkendala biaya untuk membangun. Sehingga, proses pembangunan berjalan lambat. Karena itu, kata dia, pemberian bantuan renovasi masjid ini dirasa tepat diberikan untuk Masjid Baiturrahman.

Ia berharap, bantuan tersebut bisa sedikit membantu meringankan beban masyarakat sekitar. Sehingga bisa melaksanakan kegiatan keagamaan dengan lancar dan khusyu. Agar, menambah dorongan untuk masyarakat tetap beribadah dengan rajin di Masjid Baiturrahman.

"Semoga sedikitnya bisa membantu, dan semoga khususnya warga Jalan Nelayan itu bisa semakin rajin untuk beribadah dan shalat. Umumnya kita semua," ungkapnya.

UPDATE #99
21 April 2018

Anak Asuh Arcamanik Rutin Bersihkan Lingkungan Asrama Setiap Pekan

Semangat itu tidak pernah luntur, bahkan bertambah saat libur sekolah tiba. Bukan untuk bersenang-senang dan bermain. Seluruh anak asuh Asrama Rumah Yatim Arcamanik dengan cekatan membersihkan lingkungan sekitar asrama di Golf Timur No. 48, Cisaranten Kulon, Arcamanik, Kota Bandung. 

Rumput liar yang menghalangi indahnya pandangan disingkirkan oleh tangan halus mereka. Relatif enggan pada awalnya untuk sekedar membersihkan halaman asrama. Namun seiring berjalannya waktu, kini anak asuh Asrama Arcamanik berinisiatif sendiri untuk membersihkan lingkungan asrama hampir setiap pekan.

Kegiatan rutin ini tidak terlepas dari bimbingan dan motivasi yang terus diberikan oleh seluruh pengasuh Asrama Arcamanik. Salah seorang pengasuh Asrama, Siti Nur Azizah, terus memberikan motivasi dan contoh kepedulian terhadap lingkungan. Cara ini, kata dia, efektif membuat anak asuhnya lebih menjaga lingkungan sekitar.

"Sebetulnya ini atas dorongan kami pengurus. Namun, selebihnya anak-anak yang banyak berinisiatif ketika proses membereskannya. Seperti bagian untuk memotong rumput, mencangkul," ungkapnya.

Azizah merasa bangga dengan antusias yang diperlihatkan anak asuhnya setiap pekan ini. Bahkan, dirinya berharap kebiasaan ini bisa terus diterapkan oleh anak asuhnya hingga dewasa nanti. Selain itu, di antara anak asuh ada yang bisa memberikan dorongan dan mengondisikan teman-temannya yang lain. Hal ini, memberikan kebanggaan tersendiri bagi Azizah.

"Dari kegiatan itu yang terlihat antusias dan inisiatif yaitu Azmi dan Zahra, terlihat dari ketika mereka mampu mengondisikan anak-anak yang lainnya untuk membereskan di salah satu bagian," paparnya.

UPDATE #98
20 April 2018

Program Ekonomi Produktif Rumah Yatim Akan Dorong Peningkatan UKM

Rumah Yatim sedang mengembangkan ekonomi produktif untuk Usaha Kecil Menengah (UKM). Pengembangan usaha ini dilakukan melalui program bantuan berupa pemberian modal usaha. Sebanyak 30 orang rencananya akan menerima bantuan program ekonomi produktif Rumah Yatim tersebut.

Menurut pemaparan Person In Charge (PIC) Ekonomi Produktif Rumah Yatim, Dwi Kistiawan, seluruh penerima bantuan program tersebut akan mendapat bantuan  dalam bentuk sarana usaha, pelatihan, dan pendampingan. Program ini berujuan agar para UKM bisa didorong menjadi lebih mandiri dalam menjalankan usahanya.

"Target dari program ini adalah adanya perubahan status mereka dari mustahik menjadi munfiq dan muzakki dalam kurun waktu tertentu," jelas Dwi, melalui pesan singkat kepada Jurnalis Rumah Yatim, Kamis (19/4).

Program ekonomi produktif ini sendiri bekerjasama dengan Bank DKI Syariah. Lewat sinergi program yang ada di kedua belah pihak, akhirnya realisasi untuk menyejahterakan UKM bisa terlaksana. Sejauh ini, proses pengembangan ekonomi produktif baru mencapai 40 persen. 

"Jika tahap awal sukses, kita akan melanjutkan ke tahap berikutnya. Untuk lebih banyak lagi UKM yang bisa kita bantu," paparnya.

Dwi menambahkan, program pengembangan ekonomi produktif ini juga untuk memberikan wawasan kepada wirausaha untuk meningkatkan kualitasnya. Peningkatan ini meliputi Sumber Daya Manusia (SDM) dan keterampilan dalam hal berjualan. Ia berharap, program ini bisa bermanfaat bagi UKM untuk mengembangkan diri.

"Khususnya supaya UKM bisa berkembang dan meningkatkan nilai jual yang lebih terhadap masyarakat," tutup Dwi.

UPDATE #97
19 April 2018

Puluhan Anak di Tiga Tempat Pendidikan Diniyah Dapat Bantuan Alquran

Bantuan peduli sesama dalam bentuk penyaluran kitab suci Alquran dan Iqra diberikan Rumah Yatim Cabang Aceh. Pemberian bantuan ini difokuskan di tiga tempat berbeda yang berada di wilayah Gampong Keutapang, Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie. Pemberian bantuan Alqruan dan Iqra ini guna mendukung perkembangan dan pertumbuhan pendidikan keagamaan yang berbada di wilayah tersebut.

Menurut pemaparan Kepala Asrama Rumah Yatim Aceh, Dewi, ketiga tempat yang mendapat bantuan tersebut di antaranya ialah Balai Pengajian Al Muslim, Raujatul Jannah, dan Balai Al Annasiriah. Masing-masing tempat mendapatkan bantuan dengan jumlah yang bervariasi tergantung jumlah murid dan kebutuhannya.

Penerima bantuan Alquran dan Iqra tersebut rata-rata merupakan anak yang berusia empat sampai 19 tahun. Seluruhnya merupakan anak yang menempuh pendidikan diniyah di tiga lokasi tersebut. Bantuan tersebut akan dipergunakan oleh 70 anak untuk mengampu pengajaran keagamaan.

"Ada relawan Rumah Yatim yang mengajukan agar balai pengajian tersebut diberi bantuan Alquran dan Iqro, karena selain mereka membutuhkan pengajian kampung ini pun ramai," ujar Dewi, pada jurnalis Rumah Yatim melalui pesan singkat.

Ia berharap dengan diberikannya bantuan tersebut, bisa dipergunakan dengan sebaiknya. Serta bisa bermanfaat bagi anak-anak di wilayah tersebut. Agar, bisa terus memperdalam bacaan Alquran dan Iqra. Sehingga, bisa menambah pahala dari setiap huruf yang dibaca. Selain bantuan tersebut, Dewi berharap bisa membantu kondisi bangunan lokasi tempat mengaji tersebut.

"Harapannya Rumah Yatim dapat membantu balai pengajian yang tempatnya sudah reyot dan tua, bangunan kayu-kayunya yang sudah mulai rapuh dapat dibantu," ungkapnya.

UPDATE #96
17 April 2018

Masjid Ponpes Roudhatu Shibyan Dapat Bantuan Renovasi dari Rumah Yatim

Pada kunjungannya di Kelurahan Banyuasih, Rumah Yatim Regional Jabodetabek memberikan sejumlah bantuan. Bantuan tersebut diberikan kepada sejumlah kalangan. Salah satunya bantuan renovasi masjid di Pondok Pesantren (Ponpes) Roudhatu Shibyan RT 02, Desa Banyuasih, Kecamatan Cigedug, Kabupaten Bogor.

Menurut pemaparan relawan Rumah Yatim, Nurul Fitri, kondisi masjid yang belum memiliki tempat wudhu dan toilet, membuat Rumah Yatim Regional Jabodetabek memberikan sejumlah bahan material. Seluruh bahan material tersebut diserahkan kepada salah seorang pengasuh pesantren. 

Selain itu, ia mengatakan, lewat bantuan tersebut tim Rumah Yatim Jabodetabek ingin menyampaikan betapa pentingnya menjaga sanitasi lingkungan. Sehingga, warga sekitar bisa berperilaku sehat. Hal ini, guna mendukung seluruh aktivitas yang berada di wilayah pondok pesantren tersebut. "Sanitasi lingkungan dan edukasi warga masyarakat pentingnya lingkungan sehat," ujarnya.

Pada kesempatan tersebut pula, disalurkan sejumlah bantuan bagi masyarakat prasejahtera. Bantuan tersebut disalurkan dalam bentuk kegiatan bazar gratis, pemberian susu Bebelac bagi balita, serta bantuan alat tulis sekolah bagi siswa kurang mampu. Sejumlah kegiatan tersebut diberikan untuk mendukung kondisi sosial, ekonomi, dan pendidikan masyarakat prasejahtera.

#BantuanSaranaPublik

UPDATE #95
16 April 2018

Puluhan Balita di Kelurahan Banyuasih Terima Susu Bebelac Gratis

Beberapa hari lalu, Rumah Yatim Regional Jabodetabek memberikan susu formula kepada puluhan balita di Kelurahan Banyuasih. Bantuan ini merupakan program pemenuhan gizi bagi anak yang bekerjasama dengan Bebelac. Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Kelurahan Banyuasih, Kecamatan Cigudeg, Bogor.

Menurut informasi yang didapatkan jurnalis Rumah Yatim, susu Bebelac tersebut diserahkan kepada anak yang berusia satu sampai tiga tahun. Sedikitnya sebanyak 30 anak menerima bantuan susu formula tersebut. Penyerahan bantuan ini berbarengan pula dengan kagiatan lain di wilayah tersebut.

Menurut relawan Rumah Yatim Jabodetabek, Nurul Fitri, seluruh penerima bantuan susu Bebelac merupakan rekomendasi dari kader posyandu setempat. Sebelumnya, kata dia, wilayah tersebut menjadi rekomendasi dari aparatur Kecamatan Cigudeg. Rekomendasi tersebut disampaikan saat survei yang dilakukan sebelum kegiatan dilaksanakan.

"Ya data sudah ada di para kader, juga diumumkan di masjid dan surau," papar Nurul, kepada jurnalis Rumah Yatim melaui pesan singkat.

Ia menambahkan, kegiatan pemberian susu Bebelac ini merupakan program pemenuhan gizi anak. Agar, kata dia, pemenuhan tumbuh kembang anak dari keluarga prasejahtera bisa terbantu. Program ini pula sebelumnya telah dilaksanakan di sejumlah daerah di Jabodetabek. "Terpenuhinya gizi tambahan untuk anak. Anak sehat terhindar dari gizi buruk," ujarnya.

UPDATE #94
15 April 2018

MI Nurul Huda Terima Bantuan Renovasi Rumah Yatim Jabodetabek

Rumah Yatim Regional Jabodetabek memberikan bantuan renovasi kepada Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nurul Huda di Jalan Karang Tengah Raya No. 47, Lebak Bulus, Cilandak, Jakarta Selatan, Jumat (13/4). Pemberian bantuan renovasi ini diberikan karena berdekatan dengan salah satu asrama Rumah Yatim.

Menurut pemaparan Kepala Asrama Cinere sekaligus yang mewakili Rumah Yatim, Imanudin, pemberian bantuan ini berupa bahan material untuk proses pembangunan madrasah. Hal ini, karena sebelumnya sudah dilakukan koordinasi dengan pihak madrasah untuk keperluan pembangunan. "Peduli lingkungan, dan karena dekat dengan asrama," ujarnya.

Selain itu, pemberian bantuan ini pula melibatkan anak asuh. Hal ini guna mengajarkan agar tetap peduli kepada sesama. Bantuan ini pula diterima langsung oleh para pengurus madrasah. Ia berharap, bantuan ini bisa memberikan dorongan semangat dalam proses pembangunan.

Iman -sapaan akrabnya menambahkan, dengan bantuan yang diberikan oleh Rumah Yatim tersebut bisa mendorong siswa lebih termotivasi dengan fasilitas yang layak. Sehingga, bisa mencetak generasi yang baik untuk masa depan. Apalagi, untuk mencetak generasi muslim yang bisa bersaing lebih luas. "Harapannya supaya bisa memfasilitasi anak-anak dengan layak," jelasnya.

UPDATE #93
13 April 2018

Lewat Memasak, Anak Asuh Bintaro Diajarkan Berbagi

Anak asuh Rumah Yatim Bintaro membuat makanan ringan rumahan. Pembuatan makanan ringan ini dilakukan di Asrama Bintaro, Jalan Cut Meutia 2 Blok FG 2 No. 38, Jurang Mangu, Tangerang Selatan. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kreasi untuk menunjang potensi anak asuh.

Menurut Kepala Asrama Bintaro, Dedi, kegiatan yang dilaksanakan di sela waktu sekolah dan asrama ini berjalan penuh antusias. Seluruh anak asuh terlibat secara langsung dalam proses pembuatan maupun persiapan. Kegiatan ini, kata Dedi, didampingi oleh Guru Prakarya, Sinta. "Resepnya ditentukan oleh guru sesuai dengan materi yang sudah di berikan," ujarnya.

Ia menyampaikan, makanan yang dibuat pada kesempatan itu untuk dikonsumsi sendiri. Selain itu, kata dia, sebagian yang lain akan dibawa ke sekolah anak asuh untuk dibagikan ke teman kelas masing-masing. Sehingga, anak-anak diajarkan berbagi dengan sesama lewat kegiatan itu pula.

Kegiatan prakarya ini, sambung Dedi, sangat positif bagi anak asuhnya. Apalagi sejumlah manfaat untuk bekal anak-anak bisa didapatkan pada kegiatan tersebut. Di antaranya, kata dia, bisa melatih kesabaran, tanggungjawab dan ketekunan anak asuh Bintaro.

"Banyak sekali pelajaran dari kegiatan ini salah satunya anak-anak diajarkan untuk kerja sama," paparnya.

UPDATE #92
12 April 2018

Ringankan Beban Orangtua Lewat Beasiswa Yatim dan Dhuafa

Rumah Yatim Regional Jabodetabek memberikan beasiswa kepada anak yatim dan dhuafa. Pemberian beasiswa ini dilakukan untuk anak yang berada disekitara Kantor Kas Kledener, Jalan Duren Sawit Raya No. 38, RT 006 RW 008, Klender, Duren Sawit, Jakarta Timur, Rabu (11/4). Pemberian besiswa ini merupakan bentuk kepedulian Rumah Yatim dalam mendukung pendidikan anak yatim dan dhuafa.

Menurut salah seorang relawan Rumah Yatim, Ali Ridwan, sebanyak 20 orang anak menerima beiasiswa pada kesempatan kali ini. Seluruh anak merupakan hasil data prioritas dari tingkatan sekolah dasar hingga menengah atas. Pembagian beasiswa ini, kata dia, merupakan kali pertama dilakukan di wilayah tersebut. "Baru yang pertama tapi sebelumnya ada program lain seperti santunan da'i," paparnya.

Ia menambahkan, pemberian beasiswa ini akan dilakukan rutin setiap bulan. Akan tetapi, kata dia, penerima beasiswa yatim dan dhuafa ini akan berganti selama kurun waktu tiga bulan sekali. Hal ini, kata dia, agar seluruh anak bisa merasakan manfaat hadirnya Rumah Yatim di lingkungan setempat.

Ali berharap, dengan diberikannya beasiswa ini bisa memotivasi anak untuk tetap bersekolah. Selain itu, lewat beasiswa ini pula agar bisa membantu meringankan beban pendidikan bagi orangtua siswa. Sehingga, anak yatim dan dhuafa bisa merasakan sekolah pada umumnya.

"Kita berharap seperti itu dan pesan buat anak-anak kita, supaya lebih semangat lagi untuk menuntut ilmu," jelas Ali.

UPDATE #91
11 April 2018

Anak Asuh Belajar Membuat Kerajinan Tangan Sebagai Bekal Masa Depan

Sejumlah anak asuh Asrama Rumah Yatim Bintaro mengisi waktu luang dengan membuat kerajinan tangan. Kerajinan ini merupakan inisiatif dari salah seorang guru Bimbel yang rutin memberikan tambahan pelajaran kepada anak asuh. Kegiatan ini berlangsung di Asrama Bintaro, Jalan Cut Meutia 2 Blok FG 2 No 38, Jurang Mangu, Tangerang Selatan.

Menurut pemaparan Kepala Asrama Dedi, kegiatan ini merupakan inisiatif guru Bimbel yang mengajar salah seorang temannya untuk berbagi ilmu di asrama. Sebenarnya, kata dia, guru Bimbel tersebut hanya memberikan tambahan materi akademik jelang ujian. Namun, di sela waktu kosong, temannya tersebut mengisi dengan berbagi ilmu kerajinan.

Sembilan orang anak asuh Bintaro diajarkan cara menghias tas yang terbuat dari anyaman. Bahan yang digunakan, kata Dedi, terdiri dari kayu, tisu, koas, dan spon. Kerajinan ini pula merupakan kegiatan yang memberikan tambahan softskill pada anak asuh Bintaro. Sehingga, keseimbangan muatan akademik formal akan didukung kemampuan yang semakin berkembang.

Dedi berharap, dengan kegiatan kerajinan sederhana ini bisa memberian efek positif kepada anak. Sehingga, kata dia, anak asuhnya bisa berkembang lebih kreatif. Selain itu, dia menyampaikan, kegiatan seperti hal tersebut akan menjadi agenda rutin yang akan dijalankan di asrama Bintaro.

"Alhamdulillah kegiatan ini sangat menunjang sekali buat skil anak-anak, jadi nanti anak-anak punya bekal ketika sudah dewasa," ujarnya.

UPDATE #90
10 April 2018

Rumah Yatim Tegal Selamatkan Masa Depan Syahrul

“Saya putus asa pak, sampai kepikiran ingin menjual anak saya,” keluh Yuda Kusumandari kepada Kepala Cabang Rumah Yatim Tegal Jajang Khoeruman. 

Keputusannya untuk menjual anak bungsunya Tarisi (3) adalah karena dia merasa sudah tidak sanggup lagi membiayai putranya itu. Sebagai buruh lepas yang banyak menganggurnya, pria kelahiran Tegal, 10 Sepember 1976 ini hidup dalam kemiskinan. Sudah empat kali dia pindah-pindah tempat kontrakan, karena sering dikeluarkan oleh pemilik kontrakan. Ia tidak mampu membayar. Kini dia bersama dua anak dan istrinya Siti Shofuroh mendapatkan kontrakan yang lebih murah. Tapi dia pun masih kebingungan membayarnya di bulan depan. 

Untuk membayar kontrakan sebelumnya dan juga kebutuhan sehari-hari, dia bercerita mendapatkan warisan dari orang tuanya. Warisan itu dia belikan motor untuk modal, bayar kontrakan dan biaya sehari-hari. Namun semuanya habis terjual dan kini dirinya tidak memiliki apapun untuk dijual. Kini dia tinggal di kontrakan dengan luas tiga meter persegi. Hartanya hanya kasur busa lepet dan anak istrinya saja, tak ada lemari tak ada barang-barang yang berharga. Bahkan untuk sehari-hari, dia bingung dengan apa anaknya akan makan. 

Kondisi kemiskinan itu, membuat salah satu anaknya Muhammad Syahrul Ndatiromadon yang akrab disapa Syahrul merasa minder. Menurut keterangan Yuda, sudah satu bulan Syahrul tidak ke sekolah. Banyak faktor yang membuat Syahrul tidak ke sekolah. Yuda menuturkan, mungkin karena kontrakan yang sekarang jauh dari sekolahnya tidak seperti dulu, ditambah karena fasilitas sekolah Syahrul yang berbeda dengan teman-temannya. “Mungkin dia minder, tas sekolahnya juga sudah robek-robek,” ungkapnya kepada Jajang.

Untuk mendapatkan uang jajan, Syahrul pun sering mencari pekerjaan menjadi suruhan dari para tetangganya. Karena dia tidak mungkin meminta uang kepada kedua orangtuanya. Jangankan untuk  uang jajan untuk kebutuhan sekolahnya pun orangtuanya tidak sanggup membiayai.

Karena itu Yuda pun menuturkan, keinginannya untuk menitipkan anaknya ke Rumah Yatim sebagai upayanya agar kehidupan anaknya bisa lebih baik dari pada dirinya. Dia berharap Rumah Yatim bisa membantu keluarganya agar keluar dari kesulitan. 

Setelah melakukan survei ke rumah Yuda, selanjutnya ke sekolah Syahrul dan mendapatkan kebenaran yang sangat miris kondisi Syahrul yang tidak pergi sekolah selama satu bulan. Ternyata menurut keterangan gurunya, Syahrul pun belum membayar buku LKS dan lain sebagainya. Karena itu, pihak sekolah pun amat sangat berterima kasih kepada Rumah Yatim yang sudah menyelematkan masa depan Syahrul yang hampir putus sekolah.

“Alhamdulillah kini Syahrul sudah tinggal di asrama, awalnya dia tidak betah dan ingin pulang terus, tapi setelah keempat harinya dia mulai beradaptasi dan senang diam di Rumah Yatim,”

Banyak perubahan positif semenjak satu minggu Syahrul tinggal di Rumah Yatim. Kini dia lebih rapih, lebih terawat dan lebih ceria ketimbang sebelumnya.

UPDATE #89
8 April 2018

Beasiswa Rumah Yatim Ringankan Beban Keluarga Anak Nonmukim

Anak asuh nonmukim Asrama Rumah Yatim Rawasari mendapat beasiswa yatim dan dhuafa. Pemberian beasiswa ini dilakukan di Asrama Rawasari, Jalan Rawasari Selatan No. 28, RT 12 RW 9, Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Pemberian beasiswa ini merupakan bentuk dorongan Rumah Yatim dalam mendukung pendidikan anak.

Menurut Kepala Asrama Rawasari Ikin, sebanyak 21 anak mendapatkan beasiswa pada kesempatan tersebut. Seluruh penerima merupakan siswa dari tingkatan sekolah dasar, menengah pertama, dan menengah atas. Beasiswa ini, kata dia, disalurkan rutin setiap enam bulan sekali. "Sama karena per enam bulan dari program pemberdayaannya," jelas Ikin.

Ia berharap, dengan diberikannya bantuan tersebut bisa meringankan beban penerima manfaat. Sehingga, kata dia, bisa sedikit membantu kebutuhan pendidikan anak. Serta, membantu meringankan beban keluarga siswa tersebut. Agar setiap anak bisa merasakan pendidikan, guna menunjang masa depan anak.

"Semoga bantuan dari Rumah Yatim bisa sedikit membantu biaya pendidikan anak-anak dan meringankan keluarga mereka," tuturnya.

UPDATE #88
7 April 2018

Beasiswa Rumah Yatim Diberikan Kepada Anak Asuh Nonmukim Cirendeu

Belasan beasiswa diberikan kepada anak asuh nonmukim yatim dan dhuafa di sekitaran Kantor Kas Rumah Yatim Cirendeu, Jalan Cirendeu Raya No. 57, Tangerang Selatan. Beasiswa tersebut diberikan rutin oleh Rumah Yatim Regional Jabodetabek. Pemberian beasiswa tersebut guna memberikan keringanan dalam mendukung pendidikan anak yatim dan dhuafa.

Menurut pemaparan salah satu Kasie Pendayagunaan Rumah Yatim Jabodetabek Muslihudin, beasiswa tersebut diberikan kepada 16 anak yang berada di wilayah kantor kas Cirendeu. Penerima beasiswa tersebut, kata dia, merupakan siswa yang masih duduk di bangku sekolah dasar dan menengah pertama.

Muslihudin berharap, dengan bantuan beasiswa tersebut bisa memberikan keringanan kepada para penerima. Sehingga, bisa terus bersemangat dalam menuntut ilmu. Selain itu, dengan adanya program ini setiap anak yang menerima beasiswa bisa termotivasi dalam mengenyam pendidikan.

"Harapannya kita pengen lebih banyak lagi siswa yang kita berikan beasiswa," ungkapnya, kepada jurnalis Rumah Yatim.

Rumah Yatim sendiri merupakan Lembaga Amil Zakat Nasional yang konsen dalam mengolah zakat, infaq dan sedekah. Selain itu, mendukung sejumlah kegiatan keagamaan dan memberikan perhatian pada kesejahteraan sosial. Tidak lupa memberikan perhatian kepada dunia pendidikan anak yatim dan dhuafa.

UPDATE #87
6 April 2018

Kegiatan Diniyah di Asrama Pertajam Pengetahuan Agama Anak Asuh

Jika sekolah menjadi tempat untuk mempertajam pengetahuan umum, maka asrama melengkapinya dengan penajaman pengetahuan keislaman. Ada berbagai program yang dilaksanakan rutin setiap harinya di asrama. Salah satunya program diniyah.

Program diniyah merupakan kegiatan pembelajaran keislaman yang disampaikan oleh pengurus asrama kepada anak-anak asuhnya. Biasanya kegiatan ini digelar rutin selepas shalat magrib. Salah satu asrama Rumah Yatim yang telah menerapkan program ini adalah asrama Rumah Yatim Monjali Yogyakarta.

Di asrama yang berada di Jl. Monjali No. 138A Ngemplak, Karangjati, Mlati Sleman Yogyakarta ini rutin melaksanakan kegiatan diniyah setiap selepas kegiatan tausiyah magrib. Materi yang dipelajari pun berbeda setiap harinya.

Antara lain materi tentang mengenal sahabat Nabi, sejarah Islam, hukum fiqih sehari-hari, tahsin, tajwid dan ragam materi lainnya. Semua mengikuti kurikulum yang sudah disusun sebelumnya oleh Rumah Yatim. 

“Usai kegiatan tausiyah anak-anak,  kegiatan dilanjutkan dengan kediniyahan. Biasanya kami dari para pengurus bergantian untuk memberikan materi seputar kediniyahan,” ungkap salah satu pengurus asrama Nuryeni, Kamis (5/4).

Ia berharap, kegiatan ini bisa menjadi bekal anak-anak di masa depan. Ia pun berharap ilmu yang diperoleh anak asuhnya bisa dibagikan kepada adik asuh, keluarga, saudara dan teman mereka.

UPDATE #86
5 April 2018

Anak Yatim dan Dhuafa Bintaro Terima Beasiswa Rumah Yatim

Beasiswa yatim dan dhuafa diberikan kepada 36 orang anak di sekitaran Asrama Rumah Yatim Bintaro, Jalan Cut Meutia 2 Blok FG 2 No. 38 Jurang Mangu, Tangerang Selatan. Pemberian beasiswa ini merupakan bentuk kepedulian Rumah Yatim terhadap pendidikan anak.

Menurut pemaparan Kepala Asrama Bintaro, Dedi Jimah, seluruh penerima beasiswa adalah siswa dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar, dan Sekolah Menengah Pertama. Penyaluran ini dilakukan di Asrama Bintaro. Bahkan, antusias anak terlihat sumringah gembira wajahnya.

Dedi menambahkan, beasiswa tersebut diberikan rutin setiap dua bulan sekali. Untuk target dan lokasinya, kata dia, masih tetap sama. Hal ini dikarenakan, penerima manfaat beasiswa sudah memenuhi kriteria dan persyaratan yang ditetapkan Rumah Yatim. "Di Bintaro ada yang berhak menerimanya sesuai amanah yang dititipkan oleh para donatur," katanya.

Ia berharap, dengan diberikannya beasiswa dhuafa ini bisa bermanfaat bagi penerima. Serta, kata dia, Rumah Yatim bisa memberikan beasiswa lebih banyak lagi. Sehingga, anak-anak kurang mampu bisa merasakan dan terbantu.

UPDATE #85
4 April 2018

Motivasi Sederhana Kepala Asrama Lewat Hafalan Alquran

Memberikan pendidikan diniyah sejak dini menjadi keharusan. Agar, setiap anak bisa menjadi generasi islami secara baik. Membimbing, mengarahkan, serta memotivasi agar anak bisa berkembang secara baik merupakan kewajiban setiap orang. Hal inilah yang selalu diterapkan di Asrama Rumah Yatim Cemara,  Jalan Cemara No. 23, Pasteur, Sukajadi, Kota Bandung.

Kepala Asrama Cemara Safitri menjelaskan, dirinya selalu mengingatkan anak asuh untuk tetap membaca Alquran. Salah satunya, kata dia, dengan melakukan tes hafalan serta muroja'ah rutin kepada anak asuh. Sehingga, sambungnya, agar setiap anak bisa menghafal dengan baik. 

"Kita muroja'ah hafalan yang sekiranya agak lupa, baik itu haditsnya atau pun ayat suratnya hingga kami hafal," ujarnya.

Selain itu, ia menambahkan, dirinya selalu memberikan tambahan hafalan kepada anak. Hal ini, guna menambah wawasan dan pengetahuan anak asuhnya. Selain itu, dalam sehari anak asuh Cemara disarankan bisa menghafal sebanyak satu lembar. Namun, sejak padatnya aktivitas full day school, target tersebut belum tercapai secara penuh.

"Belum tercapai dikarenakan waktu yang begitu singkat jadi sebagian anak saja yang mampu menyetorkan hafalan satu kaca (halaman)," jelas Safitri.

Ia mengatakan, untuk kegiatan tes hafalan, dirinya menjadwalkan dua hari sekali. Namun, di samping itu sejumlah hambatan masih tetap ada saat memberikan pembiasaan hafalan tersebut. Apalagi, kata dia, saat anak asuh sudah merasa lelah akibat aktivitas yang padat.

"Ketika mereka sudah mulai cape dikarenakan mungkin banyak kegiatan jadi mereka pada gak semangat, terkadang anak-anaknya pun kurang fokus," ungkapnya.

Namun, Safitri tetap memberikan motivasi kepada anak asuhnya. Serta memberikan penjelasan kepada anak tentang keutamaan dalam menghafal Alquran. Apalagi, kata dia, sebagian besar anak asuhnya bercita-cita ingin menjadi hafidz Quran.

"Selalu diingatkan kembali bahwa hafalan mereka itu salah satu harapan yang besar bagi orangtuanya di masa yang akan datang," kata Safitri.

UPDATE #84
3 April 2018

Muroja'ah Alquran Jadi Suntikan Semangat Belajar Anak Asuh Arcamanik

Sejumlah anak asuh Rumah Yatim Arcamanik sedang fokus melakukan pendalaman materi jelang Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN). Pendalaman meteri ini dilakukan di sekolah serta asrama Arcamanik, di Jalan Golf Timur No.48, Cisaranten Kulon, Arcamanik, Kota Bandung. Selain fokus terhadap USBN mendatang, anak asuh Arcamanik pula harus berbagi waktu untuk menghafal ayat Alquran.

Menurut Pengasuh Asrama Arcamanik Siti Nur Azizah, di asrama anak asuhnya mendapatkan pendalaman lewat bimbel gratis. Namun, kata dia, di sela-sela kegiatan pendalaman materi anak asuhnya tetap fokus dan melakukan hafalan Alquran. Akan tetapi, tambah Azizah, saat ini anak asuhnya hanya diharuskan untuk melakukan muroja'ah saja.

"Karena awalnya mau tambah hafalan, cuman karena melihat hafalan anak-anak juga sudah banyak jadi di fokuskan buat muroja'ah saja dulu," ujarnya.

Azizah mengatakan, kegiatan muroja'ah yang dilakukan setiap hari menjadi pendorong semangat anak asuhnya. Apalagi, kata dia, hafalan anak asuh Arcamanik yang masih duduk di bangku sekolah dasar tersebut sudah terbilang banyak. "Dan Alhamdulillah justru dengan adanya muroja'ah itu anak-anak makin semangat belajar," ungkapnya.

Setiap harinya, lima orang anak asuh Arcamanik yang saat ini duduk di kelas enam terus bersemangat dalam menjalani hari. Padatnya kegiatan sekolah dan asrama jelang ujian, tidak menyurutkan semangat kelima anak tersebut.

UPDATE #83
2 April 2018

Rumah Yatim Beri Bantuan Pembangunan Jalan di Kampung Girang Deukeut

Jalan setapak yang tak kunjung mendapat bantuan menjadi keluhan masyarakat di Kampung Girang Deukeut, Desa Banjaran, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung. Rusaknya jalan menjadi salah satu penghambat ekonomi dan sosial di daerah tersebut. Apalagi sebelumnya jembatan yang digunakan masyarakat saat ini hasil dari dana gotong royong.

Melihat kondisi tersebut, Rumah Yatim Area Jawa Barat memberikan bantuan material untuk membangun jalan. Bantuan ini diberikan langsung oleh Tim Rumah Yatim Area Jawa Barat kepada masyarakat. Menurut Kasie Pemberdayaan Rumah Yatim Jawa Barat Solehudin, bantuan itu merupakan respon cepat atas ajuan masyarakat.

"Alhamdulillah dengan seijin Allah SWT kita sampai di sini untuk memberikan bantuan sarana publik," ujar Solehudin.

Ia berharap, dengan bantuan yang diberikan Rumah Yatim Area Jawa Barat bisa memberikan efek positif bagi masyarakat. Sehingga, kata dia, aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat sekitar bisa berjalan dengan lancar. Dia menambahkan, hadirnya Rumah Yatim bisa memberikan kontribusi di Jawa Barat pada khususnya.

Kegiatan ini pula mendapat tanggapan Sekretaris RW 04, Erman El Hakim. Ia menyampaikan, rasa syukurnya atas bantuan yang diberikan Rumah Yatim Area Jawa Barat. Apalagi, kata dia, sebelumnya tidak ada perhatian secara khusus dari lembaga sosial lain.

"Jarang ada lembaga sosial yang datang ke sini, saya harap Rumah Yatim tetap konsisten dengan kemandirian yang cinta terhadap sosial," jelasnya.

Menurut Erman, bantuan ini merupakan kali pertama yang diterima oleh masyarakat untuk memperbaiki akses jalan yang rusak. Sebelumnya, kata dia, masyarakat secara sukarela mengeluarkan dana untuk memperbaiki sarana publik ini.

"Baru pertama kali mendapat dana bantuan dari Rumah Yatim. Sebelumnya kami memakai dana partisipasi masyarakat," paparnya.


#BantuanSaranaPublik

UPDATE #82
31 Maret 2018

Anak Yatim Sidoarjo Terima Santunan Biaya Hidup Rumah Yatim

Rumah Yatim Surabaya memberikan santunan itu kepada anak-anak yatim yang ada di daerah Sidoarjo Jawa Timur.

Alasan Kepala Cabang Rumah Yatim Surabaya Agus Muhammad Yusuf memberikan santunan tersebut, karena anak-anak yatim yang ia temui kebanyakan hidup sebatangkara dan hanya menggantungkan hidup kepada sanak saudaranya saja. Contohnya Kayla dan Fayrel, kakak beradik ini yatim piatu. Sudah sejak lama ibunya meninggal dunia dan baru beberapa bulan ayahnya pun meninggal dunia. Kini mereka tinggal bersama saudaranya. 

“Kondisinya sangat mengharukan, maka kami pun memberikan mereka santunan biaya hidup, mudah-mudahan bisa meringankan mereka,” ungkap Agus.

Tak hanya kedua anak itu, ada 14 anak lainnya yang mendapatkan santunan tersebut. Agus berharap, ke depannya bisa kembali datang dan dapat memberikan mereka santunan beasiswa dhuafa. Karena dengan kondisi itu, tentu mereka sangat membutuhkan biaya.

“Insya Allah, kami ada rencana untuk memberikan santunan beasiswa dhuafa untuk mereka,” ujarnya.

UPDATE #81
30 Maret 2018

Jelang Ramadhan, Rumah Yatim Bantu Renovasi Masjid Al Hidayah

Bantuan renovasi masjid diberikan oleh Rumah Yatim Regional Jabodetabek ke wilayah Jalan Bulak Cabe Barat RT 05 RW 09, Kelurahan Cilincing, Jakarta Utara, Selasa (27/3). Bantuan itu diberikan untuk membantu percepatan dalam proses renovasi Masjid Al Hidayah.

Menurut salah seorang dari tim Pendayagunaan Regional Jabodetabek, Rusmanto, bantuan tersebut diserahkan langsung dan diterima oleh Bagian Humas Masjid Al Hidayah, Muhammad Syarifudin. Menurut Rusmanto, sebelumnya bagian atap masjid mengalami kerusakan. Sehingga, dia bersama tim Rumah Yatim Jabodetabek, berinisiatif untuk membantu.

Selain itu, kata Rusmanto, kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan yang telah digelar di wilayah tersebut. Saat kegiatan, kata dia, temuan masjid ini merupakan hasil laporan masyarakat. Sehingga, tim Rumah Yatim menindaklanjuti laporan tersebut.

Rusmanto berharap, dengan bantuan yang diberikan Rumah Yatim Jabodetabek bisa sedikit membantu Masjid Al Hidayah. Sehingga aktivitas masjid serta kegiatan keagamaan di dalamnya bisa berjalan lebih ramai. Apalagi, saat jelang bulan Ramadhan yang sebentar lagi akan datang.

"Supaya masjid bisa segera di perbaiki agar jamaah masjid ibadahnya nyaman," jelasnya.

UPDATE #80
29 Maret 2018

Anak Asuh Nonmukim Raden Saleh Dapat Santunan Rumah Yatim

Rumah Yatim Cabang Kedaton Lampung kembali menyalurkan santunan rutin kepada anak asuh nonmukimnya, jika sebelumnya lembaga amil zakat ini menyalurkan santunan di wilayah Kedaton, Tunggul Ametung dan Kimaja, kini menyalurkan santunan di wilayah Raden Saleh.

Kepala Asrama Rumah Yatim Kedaton Hendi mengungkapkan, jika kegiatan ini digelar di kediaman Tomblo koordinator anak asuh wilayah Pertama. Sebanyak 45 anak yatim dan dhuafa di wilayah tersebut telah menerima santunan rutin dari Rumah Yatim. 

“Alhamdulillah penyaluran berjalan dengan sukses dan lancar, anak-anak pun tampak sangat senang ketika menerima santunan ini. Semoga santunan ini bisa menjadi manfaat besar untuk mereka. Terima kasih kepada para donatur yang telah menitipkan zakatnya kepada Rumah Yatim, insya Allah zakat yang dititipkan sudah dirasakan anak asuh kami,” paparnya, Selasa (27/3).


#SedekahRefleksikanIman

UPDATE #79
28 Maret 2018

Kepala Asrama Cinere Bentuk Karakter Anak Asuh Mandiri Sejak Dini

Banyak cara memberikan kemandirian pada anak asuh Rumah Yatim. Selain mendapatkan dukungan secara pendidikan formal dan diniyah, anak asuh pula diajarkan untuk selalu mandiri. Salah satunya yang diterapkan di asrama Rumah Yatim Cinere, Jalan Karang Tengah No. 69 Cilandak, Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

Kemandirian inilah yang ditanamkan Kepala Asrama Cinere Imanudin, kepada anak asuhnya. Untuk mengisi waktu luang, kata Imanudin, anak asuh diajarkan untuk merakit meja. Meja tersebut sengaja dibeli dalam bentuk rakitan, agar anak bisa mandiri dan belajar. "Karena masih dalam keadaan belum terpasang masih acak-acakan," paparnya.

Menurut Imanudin, belajar mandiri merupakan salah satu keharusan bagi anak laki-laki. Apalagi, kata dia, di asrama Cinere seluruh anak adalah laki-laki. Sehingga, kemandirian jelang menjadi kepala keluarga harus ditanamkan sejak dini. 

"Belajar untuk mandiri  karena yang namanya laki-laki, harus serba bisa, jangan mengandalkan orang lain," jelasnya.

Dia berharap, kemandirian ini bisa terus diterapkan kepada anak asuhnya. Sehingga, anak asuh Cinere, bisa melakukan segala hal tanpa harus meminta bantuan orang lain. Kemandirian inilah yang menjadi nilai utama yang selalu diterapkan di Asrama Cinere.

UPDATE #78
27 Maret 2018

 40 Dus Susu Formula Disalurkan Rumah Yatim di Tlogoadi

Selain sukses menyelenggarakan penyaluran bantuan di wilayah Purwosari, Kec. Girimulyo, Kab. Kulonprogo, Yogyakarta, Rumah Yatim Area Yogyakarta pun sukses menyalurkan bantuan di wilayah Tlogoadi , Kec. Mlati, Sleman.

Jika di Purwosari, lembaga amil zakat ini sukses menyalurkan empat program bantuan yakni sembako, perlengkapan sekolah, beasiswa yatim dan dhuafa, serta bantuan susu formula. Di Tlogoadi, Rumah Yatim sukses menyalurkan bantuan 40 dus susu formula kepada 40 bayi di bawah tiga tahun (batita) yatim dan dhuafa.

Salah satu relawan Rumah Yatim Yogyakarta Magfiroh menuturkan, kegiatan ini digelar di kediaman Kepala Dukuh Sanggrahan, Yulianto. Sanggrahan merupakan salah satu dukuh di wilayah Tlogoadi.

Magfiroh pun mengungkapkan, meski sempat dilanda hujan deras, namun hal tersebut tidak menyurutkan semangat orangtua penerima bantuan. “Alhamdulillah meski dilanda hujan deras, kegiatan berjalan dengan sukses dan lancar, para ibu penerima bantuan tampak sangat antusias mengikuti kegiatan ini,” ungkapnya. Selain mendapat apresiasi dari warga setempat, kegiatan ini pun mendapat apresiasi dari Yulianto.

 “Alhamdulillah,  saya selaku perwakilan orangtua penerima bantuan mengucapkan terima kasih kepada Rumah Yatim, Bebelac dan para donatur yang telah membantu kami. Bantuan susu formula ini merupakan bantuan pertama yang kami terima, bantuan ini sangatlah membantu kami. Semoga anak-anak kami yang menerima bantuan susu ini,  bisa menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan kelak akan membanggakan Indonesia,” tuturnya.

#PemenuhanGiziYatimdanDhuafa

UPDATE #77
26 Maret 2018

Anak Asuh Nonmukim Gunakan Santunan untuk Ringankan Beban Ibunya

Rumah Yatim Cabang Lampung yang diwakili Kepala Asrama Tanjung Karang Weli menyerahkan santunan rutin kepada 28 anak asuh nonmukim di wilayah Teluk Gulak Galik. Penyerahan ini digelar pada Jumat (23/3) sore.

“Alhamdulillah penyaluran berjalan dengan lancar, seperti biasa mereka tampak kegirangan ketika menerima santunan ini,” ujarnya.

Ia mengatakan, jika santunan tersebut biasanya digunakan anak-anak untuk membantu orangtua memenuhi kebutuhan sekolah. Di antaranya dipergunakan untuk ongkos, bayar uang renang atau uang buku. Kadang pula santunan tersebut mereka gunakan untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga.

“Mayoritas mereka itu statusnya yatim dan ibunya hanya bekerja sebagai buruh serabutan, biasanya santunan ini mereka gunakan untuk membantu meringankan beban ibunya,” kata Weli. Ia berharap santunan tersebut bisa menunjang semangat mereka untuk terus bersekolah.


#SedekahRefleksikanIman

UPDATE #76
25 Maret 2018

Penarik Becak Malioboro Dapat Berkah Jumat Rumah Yatim

“Alhamdullillah setiap Jumat ada donatur yang suka memberikan nasi kotak banyak. Supaya rezeki ini bisa dirasakan sesama, maka kami selalu membagikannya kepada anak asuh nonmukim dan penarik becak di Malioboro,” ungkap Manajer Rumah Yatim Area Yogyakarta Arifin, Sabtu (24/3).

Ia menurutkan, Jumat sore ada donatur yang memberikan 100 buah nasi kotak. Dikarenakan di asrama sudah ada makanan, maka nasi kotak tersebut dibagikan tim relawan kepada anak asuh nonmukim di wilayah asrama dan kepada penarik becak di wilayah Malioboro.

Ia pun mengungkapkan, pemberian nasi kotak ini disambut bahagia para penerima. Terkhusus para penarik becak yang saat itu sedang melamun dikarenakan sepi pelanggan. “Ketika kami menemui para penarik becak, mereka mengatakan bahwa akhir-akhir ini sedang sepi pelanggan. Hal tersebut sangat berpengaruh pada pendapatan mereka, kadang mereka mesti menahan lapar dan menginap di becak supaya bisa pulang sembari membawa uang,” kata Arifin.

Ia pun mengatakan, jika para penarik becak tersebut teramat sangat sumringah ketika tim memberikan nasi kotak. “Mereka tampak sangat bahagia ketika kami memberikan nasi kotak ini, semoga nasi kotak ini bisa menjadi berkah untuk mereka para penarik becak, terutama untuk para donatur yang memberikan ini,” paparnya.

“Alhamdulillah kebetulan sekali saya belum makan, terima kasih atas semua kebaikan ini, semoga Allah membalas semuanya,” ujar salah satu penarik becak.


#SedekahRefleksikanIman

UPDATE #75
24 Maret 2018

Nenek 16 Cucu Senang Dapat Pakaian dari Bazar Gratis Rumah Yatim

Usianya tidak lagi muda, berjalan tertatih menghampiri bazar gratis Rumah Yatim Regional Jabodetabek di Kelurahan Karyasari, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Pandeglang, Kamis (22/3). Baju merah bermotif bunga dipakainya dengan kerudung coklat dan kacamata yang membalut kulit keriput dirinya.

Dialah Nenek Tukwen (83), salah seorang warga yang datang untuk memilah dan memilih pakaian di bazar Rumah Yatim Regional Jabodetabek. Usianya yang tidak lagi muda tidak menendurkan Nenek Tuwen untuk berleha-leha. Sisa tenaga yang ada dia pergunakan untuk mengais rezeki.

Setiap harinya, ia harus berjalan sejauh tiga kilometer untuk menjajakan dagangannya. Penghasilan yang pas-pasan tidak membuat Nenek Tuwen berhenti untuk bekerja. Bahkan diusianya yang sekarang, Nenek Tuwen harus menafkahi anaknya yang sakit tidak berdaya.

Dia terlihat senang, tumpukan pakaian anak dilihat dan dipilihnya. Baju dewasa tidak disentuhnya sama sekali. Bahkan dirinya hanya fokus untuk memilih baju anak-anak yang akan diberikan kepada 16 cucunya.

Wajah sumringah, senang bercampur haru terlihat saat tangannya memegang satu persatu pakaian yang dipilahnya. Sesekali dia bentangkan pakaian yang dipegangnya. Berkhayal, 16 cucunya memakai pakaian yang dipilihnya. Bahkan, dirinya merasa senang dan terbantu dengan bazar gratis yang dilaksanakan Rumah Yatim Regional Jabodetabek.

"Nenek sangat bahagia karena bisa memberikan baju untuk sang cucu," paparnya dengan nada pelan, kepada tim Rumah Yatim Regional Jabodetabek.

UPDATE #74
23 Maret 2018

Anak Asuh Kedaton Latihan Taekwondo Setiap Minggu dan Selasa Sore

Setelah dua tahun vakum, Rumah Yatim Cabang Lampung kembali mengadakan pelatihan taekwondo untuk anak asuh mukim dan nonmukimnya. Kegiatan ini digelar di halaman asrama setiap Minggu dan Selasa sore. 

Kepala Asrama Rumah Yatim Kedaton Hendi mengungkapkan, alasan kegiatan ini kembali digalakan. Menurutnya, kegiatan ini sangatlah bermanfaat dan berdampak positif kepada anak asuhnya. Tidak hanya itu, keinginan anak asuh untuk kembali berlatih taekwondo menjadi alasan utamanya kembali menggalakan kegiatan ini.

“Mereka terus meminta saya untuk mengadakan latihan taekwondo, mereka mengatakan keinginannya untuk bisa seperti kakak asuhnya yang telah mendapatkan banyak piala dan sertifikat dari pertandingan taekwondo,” ungkapnya.

Ia mengatakan, kegiatan ini sudah berlangsung selama satu bulan. Ada sebanyak 20 anak asuh mukim dan nonmukim yang mengikuti kegiatan ini. Mereka belajar ilmu bela diri ini dengan seorang guru taekwondo profesional. Hendi berharap, kegiatan ini dapat memberikan banyak manfaat untuk anak asuhnya.

#SedekahRefleksikanIman

UPDATE #73
22 Maret 2018

Target Hafalan Anak Asuh Surabaya Minimal Satu Ayat Sehari

Kegiatan anak asuh Asrama Rumah Yatim Surabaya cukup padat setiap harinya. Meskipun padat, mereka tidak melupakan kewajiban untuk menghafal Alquran. Setiap anak memiliki target minimal hafal satu ayat dalam satu hari.

“Mencoba meringankan beban hafalan anak-anak yakni dengan menghafal satu ayat satu hari,” kata Kepala Asrama Rumah Yatim Surabaya, Agus Kurnia.

Ia melanjutkan, target itu merupakan batas minimal anak-anak menghafal Alquran, semuanya dikembalikan kepada kemampuan anak asuh sendiri. Jika anak mampu untuk lebih banyak, maka pihak asrama pun mengapresiasinya. Tapi jika hanya mampu menjalankan batas minimalnya Agus tidak memaksa anak.

“Kemampuan anak itu berbeda-beda, meskipun ditarget satu ayat satu hari, Alhamdulillah ada anak-anak yang suka melaporkan lebih banyak setiap muroja’ah,” ungkapnya. 

Salah satunya adalah Lisa, anak kelas 1 SMA ini mampu menghafal lebih dari satu ayat dalam sehari. Dia bisa menghafal tiga hingga lima ayat, tergantung dari panjang ayat tersebut. Selain itu Lisa pun termasuk anak yang paling rajin muroja'ah. Dalam sehari, dia muroja'ah dua sampai tiga kali. Padahal menurut Agus, jadwal muroja'ah di asrama adalah setiap seminggu dua kali. Jadwal itu pun disesuaikan dengan kegiatan anak-anak yang cukup padat terutama sekolah mereka yang fullday. Alhasil karena rajinnya Lisa menghafal dalam satu bulan, Lisa bisa menghafal dua surat yakni Surat Al Haaqqoh dan Al Qolam.

UPDATE #72
21 Maret 2018

Makmurkan Masjid, Anak Asuh Aceh Safari Subuh Setiap Minggu

Rumah Yatim Cabang Aceh rutin melibatkan anak asuhnya dalam kegiatan safari subuh (sebelumnya subuh keliling). Kegiatan ini digelar setiap hari Minggu dengan tujuan untuk memakmurkan masjid di Banda Aceh dan menjalin silaturahmi dengan masyarakat Banda Aceh yang melakukan shalat subuh berjamaah.

Menurut Ibu Asrama Rumah Yatim Aceh Dewi, program ini digalakkan oleh Dinas Syariat Islam Banda Aceh, di mana berbagai dayah (balai pengajian) berikut masyarakat diajak untuk shalat subuh berjamaah di masjid yang telah ditentukan. Setiap minggunya, lokasi masjid berpindah-pindah. Sehingga disebutlah dengan 'keliling'.

Anak-anak Rumah Yatim yang mendapatkan kehormatan untuk mengikuti safari subuh selalu menyambut kegiatan ini dengan semangat. Setiap Minggu pagi, sepuluh menit sebelum adzan subuh berkumandang, rombongan Rumah Yatim pun berangkat menuju masjid dengan menggunakan mobil berlogo Rumah Yatim.

“Di hari minggu kemarin, bapak asrama dan anak-anak melakukan safari subuh di Masjid Syeih Abdurrauf, Jl. Iskandar Muda, Blang Oi, seperti biasa mereka selalu bersemangat menyambut kegiatan ini,” ungkap Dewi.

Ia mengungkapkan, jika kegiatan ini diisi dengan shalat subuh berjamaah, ceramah agama dan berbagi informasi. Kadang sebelum anak-anak pulang, mereka di traktir sarapan pagi oleh salah satu ustadz dan warga yang mengikuti kegiatan ini. 

“Biasanya sepulang anak-anak safari subuh, saya dan bapak asrama selalu mengevaluasi mengenai materi yang mereka dapat. Saya melakukan ini agar tahu apakah mereka menyimak atau tidak, Alhamdulillah di setiap saya mengevaluasi, mereka selalu bisa menjelaskan kembali materi yang tadi disampaikan,” kata Dewi.

 

UPDATE #71
20 Maret 2018

Anak Asuh Rumah Yatim Surabaya Tekun Kursus Menjahit

Anak asuh Rumah Yatim Surabaya terlihat tekun memotong kain-kain yang akan dijadikan gamis. Setelah cukup lama menguasai teori menjahit, ini untuk pertama kalinya mereka praktik menggunakan bahan kain. Maka tak heran mereka sangat antusias dan senang. 

“Alhamdulillah, akhirnya mereka mulai menggunakan kain sebagai bahan jahitnya,” papar Kepala Asrama Rumah Yatim Surabaya Agus Kurnia.

Sudah cukup lama anak-anak belajar teori menjahit, bahkan mereka sudah vakum tiga bulan tidak belajar menjahit karena kesibukan pengajarnya yakni donatur Rumah Yatim Nurul Islami. Meski sempat vakum, tapi nyatanya anak-anak cukup pandai mengingat semua teori yang sudah diberikan. Dibimbing Nurul, anak-anak mulai mengukur badan, terus membuat pola dalam koran, mengaplikasikannya ke kain, memotong kain dan menjelujur kain dengan jarum jahit.

Kegiatan yang cukup menyita waktu itu tak membuat anak-anak merasa bosan bahkan mereka sangat tidak sabar untuk menjahitnya dengan mesin jahit. Tapi karena di asrama tidak ada fasilitasnya, rencananya minggu depan anak asuh akan mengunjungi rumah Nurul untuk praktik secara langsung.   

Di tengah-tengah proses belajar, tak lupa Nurul pun sharing pengalaman mengenai bisnis pakaian yang dia miliki. Suka dukanya serta sukar dan kemudahannya. Menurut Agus, apa yang ia sampaikan untuk anak asuh sangat bermanfaat bagi masa depan mereka. Karena tak hanya memiliki skill menjahit, mereka pun mengetahui trik and tipsnya terjun di dunia bisnis pakaian.

“Kegiatan ini adalah bekal untuk mereka, setidaknya setelah mereka lulus sekolah, mereka tidak harus kebingungan mencari pekerjaan, karena Rumah Yatim sudah membekali mereka skill," pungkasnya.

UPDATE #70
19 Maret 2018

Rumah Yatim Beri Perlengkapan Sekolah untuk Korban Banjir Cingised

Jebolnya tanggul Sungai Cironggeng di Cingised, Kelurahan Cisaranten Endah, Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung, beberapa hari yang lalu menyisakan sejumlah permasalahan di daerah tersebut. Salah satunya ialah terdampak pada anak-anak yang kehilangan sejumlah perlengkapan sekolah. Melihat kondisi tersebut Rumah Yatim Area Jawa Barat memberikan bantuan alat sekolah, Kamis (15/3).

Menurut pemaparan Direktur Utama Rumah Yatim Nurgoro B. Wismoro, sejumlah perlengkapan sekolah milik anak korban banjir itu hanyut terbawa derasnya air. Hal ini, sambung dia, menurut hasil keterangan dari Lurah Cisaranten Endah dan Camat Arcamanik sehari sebelum pemberian bantuan tersebut.

Meninjau hal tersebut, Rumah Yatim Area Jawa Barat bekerjasama dengan Pemerintahan Kecamatan Arcamanik menyiapkan puluhan paket sekolah. Nantinya, kata Nugroho, alat sekolah tersebut akan disalurkan kepada anak-anak yang berada di wilayah terdampak banjir Cingised.

"Karena dari banjir ini yang masih meninggalkan sejumlah dampak yang harus ditangani," jelasnya, kepada jurnalis Rumah Yatim, di sela-sela kegiatan.

Menurut Nugroho, bukan hanya memberikan bantuan alat sekolah. Rumah Yatim pula pada kesempatan yang sama memberikan bantuan pengobatan gratis bagi korban banjir dan masyarakat umum. Kegiatan ini pula didukung oleh sejumlah elemen pemerintahan. Di antaranya Dinsos Kota Bandung, Pemerintahan Kecamatan Arcamanik, Kelurahan Cisaranten Endah, Polri, TNI, Baznas Kota Bandung, Pemadam Kebakaran dan BNPB.

#BantuanBencana

UPDATE #69
18 Maret 2018

Masjid Wahdatul Ummah Dapat Bantuan Renovasi dari Rumah Yatim

Program bantuan renovasi masjid dilakukan oleh Rumah Yatim Cabang Riau. Program ini diberikan untuk Masjid Wahdatul Ummah, Jalan Kamboja Garuda Sakti, Kelurahan Binawidya, Kecamatan Tampan, Pekanbaru. Pemberian bantuan ini merupakan salah satu kepedulian Rumah Yatim Cabang Riau untuk memperlancar jalannya pembangunan masjid.

Menurut pemaparan Kepala Cabang Riau Ramdan Burhanudin, pemberian bantuan itu berupa bahan material untuk bangunan masjid. Karena, sambung dia, bantuan tersebut merupakan perhatian dari Rumah Yatim Cabang Riau untuk memperlancar kegiatan ibadah warga sekitar.

Ia menambahkan, bantuan tersebut dirasa penting agar proses pembangunan prasarana pelengkap masjid bisa segera selesai. Sehingga, aktivitas masjid bisa berjalan dengan maksimal.  Bantuan tersebut, kata Ramdan, diterima langsung oleh pengurus Masjid Wahdatul Ummah, Sandi. 

"Melihat begitu pentingnya sarana prasana WC dan tempat wudhu maka kami dari Rumah Yatim segera menyerahkan bantuan sarana publik," jelas Ramdan.

Ia berharap, besar kecilnya bantuan yang diberikan bisa bermanfaat bagi pembangunan masjid. Sehingga, tambah dia, bantuan yang diberikan Rumah Yatim Cabang Riau bangunan fasilitas masjid bisa cepat selelsai. Serta, bisa digunakan oleh masyarakat setempat.

 

UPDATE #68
16 Maret 2018

Tingkatkan Kualitas Agama, Asrama Medan Gelar Kegiatan Diniyah Rutin

Asrama Rumah Yatim Medan rutin mengadakan kegiatan kediniyahan untuk meningkatkan kualitas agama anak asuh mukim dan nonmukimnya, biasanya kegiatan ini digelar setiap sore selepas shalat ashar sampai menjelang magrib.

Berbagai kegiatan digelar dalam kediniyahan ini. Di antaranya baca tulis Alquran, belajar tajwid, hafalan Alquranan, hadits dan doa, serta mendengarkan kisah sejarah Nabi dan Rasul. Untuk pengajarnya sendiri terdiri dari para pengurus asrama, karyawan, dan para relawan yang bergantian mengajari anak asuh.

Kepala Asrama Rumah Yatim Medan Iwan Gunawan menuturkan, setiap harinya anak asuh akan diajarkan untuk membaca dan menulis Alquran, serta diwajibkan menghafal ayat Alquran. Sedangkan untuk kegiatan belajar tajwid, hafalan doa, hadits dan mendengarkan kisah sejarah sudah dijadwalkan harinya.

Dalam satu hari, anak asuh mampu menghafal sebanyak empat ayat Alquran dengan metode menghafal talqin atau guru membacakan ayat hafalan terlebih dahulu, baru diucapkan anak asuh. Sampai tulisan ini dibuat, mereka sudah mampu menghafal sebanyak dua juz Alquran.

“Alhamdulillah, semenjak anak asuh ikut kegiatan diniyah, hafalan mereka bertambah banyak, kemampuan menulis dan membaca Alquran semakin baik, serta pengetahuan mereka mengenai sejarah Nabi dan Rasul semakin banyak," ungkap Iwan, Kamis (15/3).

UPDATE #67
15 Maret 2018

Kreativitas Anak Asuh Cinere Buat Perahu dari Stik Eskrim

Kreativitas karya tangan selalu muncul di lingkungan Asrama Cinere, Jalan Karang Tengah No.69 Cilandak, RT 01 RW 06, Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Segala keterbatasan yang menyertai, tidak serta merta mengendurkan potensi dari anak asuh Cinere. Terbukti sejumlah karya tangan sederhana tercipta dari tangan dingin anak asuh Cinere.

Kali ini, salah seorang anak asuh Cinere Gilang Herdiansyah, membuat perahu yang terbuat dari stik eskrim. Hanya bermodalkan stik eskrim, lem lilin,  pisau, serta cat semprot. Gilang berhasil membuat karya tangan sederhana yang apik. 

Pengerjaanya pula pertama-tama, Gilang harus memotong dan menyesuaikan ukuran stik ekstrim tersebut. Hal ini, guna menyesuaikan kerangka awal pembuatan perahu. Tidak lupa, Gilang melihat contoh di dalam buku yang sudah ia pelajari sebelumnya.

Siswa kelas lima sekolah dasar ini dengan telaten membelah dan menyusun stik eskrim dengan menggunakan lem lilin. Lem digunakan agar, kerangka yang dipasang tidak bergeser. Selain itu warna lem yang bening membuat tekstur alami dari stik eskrim tetap muncul.

Kegiatan ini senantiasa diberikan ruang oleh Kepala Asrama Cinere Imanudin. Menurut dirinya, kegiatan semacam inilah yang memompa potensi anak asuhnya. Sehingga, bisa melatih kemampuan anak tidak hanya secara akademik. Akan tetapi, lewat kemampuan yang berbasis softskill. "Sangat bagus mereka bisa mengasah skillnya masing-masing," ujarnya.

Kebiasaan-kebiasaan inilah, kata Imanudian, sering dikerjakan oleh anak asuhnya. Namun, kata dia, sebelumnya tidak ada rencana khusus dalam proses pengerjaannya. Sehingga, dilakukan secara spontanitas semata.

 

UPDATE #66
14 Maret 2018

Menghafal Alquran Sambil Memasak, Cara Unik Anak Asuh Cinere

Banyak cara unik yang diterapkan anak asuh Rumah Yatim Cinere dalam menghafal ayat Alquran. Salah satunya, menghafal ayat Alquran sambil memasak. Maklum, di Asrama Cinere, Jalan  Karang Tengah No.69 Cilandak, RT 01 RW 6, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, seluruh anak asuhnya laki-laki. Jadi, setiap anak harus pandai dalam mengolah bahan mentah untuk dikonsumsi.

Kegiatan itu pula tidak mengenyampingkan hafalan yang harus mereka cicil setiap harinya. Hafalan unik ini sering kali diterapkan oleh anak asuh Cinere. Salah satunya yang diterapkan Iki, remaja yang saat ini sudah hafal tujuh juz. Iki merupakan salah satu anak asuh yang paling dewasa.  

Kebiasaan menghafal ini ternyata telah diterapkan oleh Iki sejak lama. Selain tetap mendukung aktivitas keseharian. Cara unik sambil memasak ini pula melatih konsentrasi Iki untuk melaksanakan keduanya secara maksimal.

"Karena udah kebiasaan setiap waktu luang dipakai sebaik mungkin," papar Kepala Asama Cinere Imanudin.

Ia menyampaikan, kebiasaan unik ini selalu dilakukan Iki. Bahkan, diikuti anak asuh lainnya. Kebiasaan lainnya, sambung dia, yang umum diterapkan anak asuh ialah menghafal sebelum tidur. Penerapan pembiasaan hafalan ini agar anak asuh terlatih dalam membaca ayat Alquran. "Sangat baik karena bisa memanfaatkan waktu sebaik mungkin," jelasnya.

UPDATE #65
13 Maret 2018

Dapat Bantuan Rumah Yatim, Jannah Pengidap Epilepsi Berangsur Sembuh

Raudathul Jannah, gadis berusia 9 tahun yang sudah bertahun-tahun mengidap penyakit epilepsi atau kejang. Kini kondisinya sudah berangsur-angsur membaik. Semenjak mendapat perhatian lebih dari tim Rumah Yatim Cabang Lampung, kejangnya sudah jarang kambuh.

Pada Jumat (9/3) lalu, Rumah Yatim Cabang Lampung yang diwakili Herman berkunjung ke kediaman Jannah untuk melihat kondisi terbaru Jannah sembari memberikan santunan 14 botol obat sirup epilepsi dan dua susu bubuk. Menurut Herman, kondisi Jannah jauh lebih baik dibandingkan ketika ia pertama kali bertemu dengan gadis kecil ini.

Ketika ditemui, Jannah tampak sangat ceria dan ia sudah bisa diajak berbincang dengan baik. Menurut informasi dari Engkun selaku orangtua Jannah, kejang yang dialami putrinya sudah jarang sekali kambuh semenjak Rumah Yatim memeriksakan Jannah ke dokter spesialis dan memberikannya obat khusus epilepsi.

Hanya saja, Jannah belum bisa mengontrol diri ketika tertawa maupun tepuk tangan. Ya, Jannah memang sosok yang sangat istimewa, di mana ia sangat sulit sekali menahan diri ketika tertawa maupun tepuk tangan. Ia pun tidak dapat berkonsentrasi, sehingga Jannah belum bisa bersekolah di sekolah pada umumnya.

Herman menuturkan, selama dua tahun Jannah mesti mengonsumsi obat tersebut secara terus menerus, tentunya dengan dosis yang sudah dokter tentukan. Namun jika selama dua tahun itu Jannah mengalami banyak perubahan, maka dosis tersebut perlahan-lahan akan dikurangi sampai Jannah benar-benar sembuh. “InsyaAllah Jannah akan sembuh dan akan masuk sekolah,” ungkap Herman kepada Jannah dan Engkun.

Tampak raut wajah bahagia ditunjukkan Jannah dan Engkun ketika mendengar ucapan tersebut. “Jazakallah terima kasih kepada Rumah Yatim dan para donatur atas semua perhatian dan kepeduliannya kepada Jannah, semoga Allah membalas semuanya. Doakan semoga Jannah bisa sembuh dan bisa sekolah seperti anak seusianya,” ujar Engkun.


#ShodaqohRefleksikanIman

UPDATE #64
12 Maret 2018

Rumah Yatim Bantu Ringankan Biaya Hidup Dhuafa Lampung

Rumah Yatim Lampung menyalurkan program santunan dhuafa kepada anak-anak yatim dan kaum dhuafa, di Kelurahan Gotong Royong, Tanjung Karang Pusat, Bandar Lampung, Sabtu (10/3). Penyaluran itu dilaksanakan guna membantu kondisi ekonomi kaum dhuafa yang layak mendapatkan bantuan. 

Staf Pemberdayaan Cabang Lampung Dwi Apriana mengungkapkan, ini merupakan program Rumah Yatim sebagai Lembaga Amil Zakat (LAZ), yang berkewajiban memenuhi hak-hak mustahik untuk menerima bantuan dari dana zakat tersebut. Tak luput juga pihaknya menyosialisasikan keberadaan Rumah Yatim di tengah-tengah masyarakat. 

“Adanya program santunan dhuafa, untuk menjalankan kewajiban kita sebagai LAZ, karena berkewajiban memenuhi hak mustahik,” ungkapnya, Sabtu (10/3).

Ia menyebutkan, ada sekitar 132 penerima manfaat yang terdiri dari anak yatim dan dhuafa. Adapun bantuan yang diberikan berupa donasi untuk membantu memenuhi kebutuhan biaya hidup mereka. Dalam hal ini, Rumah Yatim peduli terhadap kondisi masyarakat tidak mampu. 

Ia berharap melalui program ini, Rumah Yatim dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat Lampung terhadap LAZ Rumah Yatim. Menurutnya, besar kecilnya bantuan ini, dapat membantu kebutuhan hidup sehari-hari para mustahik.

UPDATE #63
10 Maret 2018

Susu Formula Bebelac Disalurkan untuk Balita di Perkampungan Nelayan

Rumah Yatim Regional Jabodetabek kembali menyalurkan bantuan susu formula Bebelac kepada balita dalam program pemenuhan gizi di perkampuangan nelayan, Kelurahan Cilincing, Jakarta Utara.

Program tersebut merupakan bentuk kerjasama antara Rumah Yatim dan perusahaan susu Bebelac. 

Relawan Rumah Yatim Jabodetabek Ali Ridwan mengatakan, program ini dalam rangka membantu para balita yang sedang dalam masa pertumubuhan. Hal inu untuk memenuhi kebutuhan gizi anak, dalam mendukung pertumbuhan balita. Terlebih lokasi tersebut merupakan tempat pelelangan ikan yang banyak dihuni oleh para nelayan. Ada sekitar 111 balita yang menerima bantuan susu formula. 

“Sesuai dengan tagline kita, untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi anak di kampung nelayan ini,” ungkapnya. 

Adapun kondisi ekonomi masyarakat setempat, sambung dia, bermata pencaharian sebagai nelayan yang berpenghasilan tidak tetap. Sehingga hal itu menurutnya, sangat perlu dibantu dalam memperbaiki gizi anak-anak para nelayan. Terlebih menurut masyarakat setempat, susu termasuk dalam nutrisi minuman yang sangat mahal. 

Kendati demikian, kata Ali, penyaluran hanya dilaksanakan di satu RT. Walaupun hanya satu RT, dihuni oleh lebih dari 500 kepala keluarga. Ia menambahkan, memilih lokasi tersebut karena pihaknya ingin menjamah ke daerah pinggiran ibu kota Jakarta yaitu pantai. Salah satunya perkampungan nelayan yang perlu mendapat uluran tangan dari donatur. 

“Kita hanya di satu RT saja, padat penduduk, karena di satu RT saja lebih dari 500 KK,” paparnya. 

Ia berharap, bantuan yang diberikan ini, dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat untuk memperbaiki gizi anak-anak yang berlatar belakang keluarga tidak mampu. Ia menambahkan, Rumah Yatim bisa menjamah tempat lain yang luput dari perhatian pemerintah.

#PemenuhaGiziYatimdanDhuafa
#Ifsho

UPDATE #62
9 Maret 2018

Biasakan Kegiatan Positif Kembangkan Intelektual dan Spiritual Anak Asuh

Tidak sekadar menetap, anak asuh mukim yang tinggal di asrama juga diberikan berbagai kegiatan pembiasaan yang dapat menunjang perkembangan mereka. Baik itu perkembangan intelektual maupun spiritualnya. Pembiasaan ini  juga yang diterapkan di Asrama Rumah Yatim Yogyakarta.

Setiap harinya anak asuh mulai beraktivitas pukul tiga dini hari. Kegiatan pertama setelah bangun tidur adalah melaksanakan qiyamul lail (shalat malam) berjamaah. Setelah itu kegiatan dilanjutkan dengan do’a bersama, tadarus,  shalat subuh berjamaah, tausiyah dari salah satu anak asuh, melafalkan asmaul husna, tilawah surat Al Waqiah, Al Kahfi dan Ar Rahman . Selepas itu kegiatan dilanjutkan dengan piket asrama, sarapan dan melakukan persiapan untuk sekolah.

Menurut Kepala Asrama Yogyakarta Tosin Koswara, kegiatan hafalan dilakukan anak asuh ketika mempunyai waktu kosong, untuk tes hafalan dan kegiatan kediniyahan dilakukan usai shalat magrib. Sedangkan untuk kegiatan belajar dan mengerjakan tugas sekolah dilakukan usai makan malam.

Ia mengungkapkan, kegiatan ini diterapkan dengan tujuan untuk memberikan penguatan tauhid pada anak-anak asuh. Di samping itu, kegiatan keagamaan ini juga menjadi ajang pembiasaan akhlak yang baik. Anak-anak juga belajar istiqomah dengan terus rutin melakukan aktivitas ibadah sehingga selalu ingat pada Allah SWY dan memiliki tameng akidah yang kuat.

UPDATE #61
8 Maret 2018

Santunan Yatim dan Dhuafa Beri Manfaat untuk Masa Depan

“Dengan santunan ini, Alhamdulillah anak-anak asuh nonmukim sudah ada yang lulus SMA bahkan ada yang sudah kuliah,” papar Kepala Asrama Rumah Yatim Surabaya, Agus Kurnia.

Sudah bertahun-tahun lamanya Agus memberikan santunan yatim dan dhuafa kepada anak asuh nonmukim Surabaya. Menjadi kebahagiaan tersendiri bagi Agus saat menyampaikan titipan dari donatur. Apalagi mengetahui bahwa apa yang diamanahkan tersebut bermanfaat dan dimanfaatkan oleh anak asuh nonmukim. Terbukti dengan anak-anak asuh yang kini sudah lulus SMA kemudian mulai bekerja atau sebagian dari mereka bisa melanjutkan kuliah.

“Alhamdulillah dengan itu, sedikitnya anak-anak asuh sudah lebih baik dari pada orang tuanya, mereka punya pendidikan dan dengan itu mereka bisa bekerja di tempat yang layak bahkan ada yang bisa kuliah juga.” ucapnya.

Latar belakang orangtua mereka kebanyakan adalah buruh cuci, asisten rumah tangga dan pekerja buruh lainnya. Seringkali Agus menyaksikan kehidupan mereka saat mendatangi ke rumah-rumahnya untuk memberikan santunan tersebut. Karena selain dikumpulkan di tempat koordinator nonmukim, anak asuh pun sesekali didatangi Agus secara pribadi ke rumah mereka.  

“Ada dua tempat yang di koordinir oleh koordinator nonmukim. Namun ada sebagian anak yang harus saya temui secara pribadi karena jaraknya yang cukup jauh dari tempat penyaluran atau jadwal sekolah mereka tidak sama dengan anak asuh nonmukim lainnya, sehingga tidak bisa hadir,” ungkapnya.

Pada bulan Februari ini contohnya Rumah Yatim menyalurkan santunan yatim dan dhuafa kepada 20 anak asuh nonmukim, 18 anak di antaranya dikumpulkan di tempat koordinator nonmukim, dan dua orang lainnya Agus sengaja mengunjunginya ke rumah mereka karena mereka tidak bisa datang ke tempat koordinator dikarenakan jadwal sekolah mereka berbeda.

UPDATE #60
7 Maret 2018

Sebelum Tidur, Anak Asuh Rutin Baca Surat Al Mulk dan Al Waqi'ah

Menutup aktivitas sepanjang hari, sebelum tidur, anak asuh Rumah Yatim Pamulang rutin melaksanakan tadarus surat Al Mulk dan Al Waqi’ah. Hal ini guna membiasakan anak-anak untuk senantiasa membaca Alquran. Mulai dari bangun tidur, hingga tidur lagi, di Asrama Pamulang Tangerang. 

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW, “Barangsiapa membacanya setiap malam, maka ia telah memperbanyak dan telah berbuat kebaikan,” (H.R. An Nasa’i dan Al Hakim).

Menurut Kepala Asrama Pamulang Mustofa mengungkapkan, surat tersebut dibaca setiap malam sebelum tidur sekaligus menutup kegiatan satu hari itu. Hal itu diterapkan agar anak-anak bisa memahami keutamaan dari membaca surat tersebut sebelum tidur. 

“Hal ini memang sudah lama kami terapkan kepada anak-anak agar sebelum tidur baca surat itu,” ungkapnya, Senin (5/3).   

Sementara itu, ia menambahkan, alasan diterapkannya kegiatan tersebut, agar anak asuh terbiasa dan membiasakan diri tilawah sebelum tidur. Agar manfaat yang dirasakan dapat bermakna bagi kehidupan anak asuh nantinya. Serta terhindar dari hal-hal yang buruk saat tidur. 

Kendati demikian, ia menyebutkan, keutamaan dari membaca surat tersebut sebelum tidur di antaranya, terhindar dari siksa kubur, diampuni dosanya, menjauhkan diri dari maksiat, serta menjadikan diri sebagai pribadi yang bertawakal kepada Allah SWT.

Ia berharap, anak-anak bisa mengetahui keutamaan membaca surat Al Mulk. Agar dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT, serta melalui kegiatan ini, dapat menghantarkan anak asuh kepada keshalehan yang berakhlakul karimah. 

“Semoga dengan mengetahui hal ini, anak-anak bisa lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT,” pungkasnya.

UPDATE #59
6 Maret 2018

Asrama Banjarbaru Gencar Tadarus Al Kahfi Setiap Jumat Malam

Salah satu amalan khusus yang paling diistimewakan pada hari Jumat adalah membaca surat Al Kahfi. Itulah yang dilakukan anak asuh Asrama Rumah Yatim Banjarbaru gencar melaksanakan tadarus Al Kahfi setiap malam Jumat di Asrama Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Kamis (1/3). Sebagaimana sabda Rasulullah SAW, “barangsiapa membaca surat Al Kahfi pada hari Jumat, maka akan dipancarkan cahaya untuknya di antara dua Jumat.” (H.R Al-Hakim dan Al-Baihaqi).

Manajer Area Kalimantan Indra Abdullah menjelaskan, hal itu dilakukan untuk mengamalkan amalan sunah yang dicontohkan Rasulullah SAW. Mengingat banyak sekali keutamaan yang didapat dari amalan tersebut apabila rutin melaksanakannya dengan ikhlas. 

“Melaksanakan sunah Nabi Muhammad yang sangat dianjurkan pada malam Jumat,” imbuhnya, Kamis (1/3).

Selain itu, kegiatan ini menurutnya, dapat mengedukasi dan mengajarkan anak-anak untuk mulai mengamalkannya sedini mungkin. Karena harus sedini mungkin agar anak-anak terbiasa, selain terbiasa membaca surat Yasin di Malam Jumat, membaca Al Kahfi pun perlu di ajarkan.

Ia berharap melalui kegiatan ini, anak-anak bisa menjadi pribadi yang cinta terhadap Alquran dan sunah-sunah Nabi Muhammad SAW. Serta terbiasa untuk selalu mengamalkan apa yang diperintahkan Allah SWT dan yang dianjurkan Rasul. 

UPDATE #58
5 Maret 2018

Kantor Kas Radio Dalam Salurkan Beasiswa Yatim dan Dhuafa

Banyak cara untuk memberikan bantuan dan memperlihatkan rasa peduli kepada yang membutuhkan. Salah satunya ialah memberikan beasiswa kepada anak yatim dan dhuafa yang dilakukan oleh salah satu kantor kas Rumah Yatim, di Jalan Radio Dalam No. 47 A, Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Menurut pemaparan Penanggung Jawab Kantor Kas Radio Dalam, Firman, pemberian beasiswa ini merupakan kegiatan rutin setiap bulannya. Sasaran utama penerima bantuan beasiswa ialah anak-anak yang berada di sekitaran Kantor Kas Radio Dalam. "Kali ini buat 13 anak yatim dan dhuafa tingkat SD sama SMP," paparnya.

Ia menambahkan, pemberian beasiswa ini merupakan bentuk kepedulian Rumah Yatim dalam mendukung operasional untuk akademik siswa. Selain itu, bantuan ini pula diberikan bagi anak berprestasi di sekitaran kantor kas. "Membantu anak yatim dhuafa sekitar, khususnya yang berprestasi," ungkapnya.

Selain itu, kata Firman, hadirnya Rumah Yatim agar bisa dirasakan manfaatnya bagi masyarakat sekitar. Sehingga, masyarakat bisa merasa terbantu dan diringankan beban kesehariannya. 

"Bisa dirasakan manfaatnya minimal oleh anak yatim dhuafa di sekitar Kantor Kas Radio Dalam," ujarnya.

UPDATE #57
3 Maret 2018

Asrama Bintaro Beri Beasiswa untuk Anak Asuh Nonmukim

Upaya memenuhi kebutuhan sekolah anak kurang mampu, Asrama Rumah Yatim Bintaro Tangerang menyalurkan program santunan beasiswa dhuafa untuk anak asuh nonmukim. Kegiatan ini berlangsung di Asrama Bintaro, Rabu (28/2). Program ini dilaksanakan dalam rangka membantu anak yang kurang mampu dalam membiayai kebutuhan sekolahnya. 

Kepala Asrama Bintaro Dedi mengungkapkan, pemberian beasiswa ini untuk berbagi kebahagiaan kepada anak-anak yang berasal dari keluarga kurang mampu serta sedikitnya bisa merasakan kebahagiaan seperti anak-anak mukim yang tinggal di asrama. Ada sekitar 36 anak asuh nonmukim yang menerima santunan tersebut. “Ada sekitar 36 anak nonmukim area Bintaro dan warga sekitar asrama,” ungkapnya, Rabu (28/2).

Selain itu, sambung dia, pemberian beasiswa ini untuk menyampaikan amanah dari donatur yang sudah mendonasikan sebagian hartanya kepada Rumah Yatim. Dalam hal ini, Rumah Yatim sebagai Lembaga Amil Zakat, memiliki kewajiban untuk menghimpun, mengelola, dan menyalurkan kembali dana zakat dari masyarakat. 

Seperti yang dikatakan Dedi, santunan ini sudah rutin dilaksanakan setiap bulannya. Adapun anak-anak yang menerima santunan tersebut ialah berasal dari lingkungan sekitar asrama Bintaro. Kemudian pihaknya mengundang anak-anak tersebut untuk hadir ke asrama. 

Ia berharap pemberian santunan ini, sedikitnya dapat meringankan beban orangtua dalam memenuhi kebutuhan biaya sekolah, seperti dalam hal pembelian alat tulis dalam menunjang sarana yang digunakan untuk sekolah. 

“Supaya Rumah Yatim semakin berkembang agar banyak orang yang dapat merasakan keberadaan Rumah Yatim,” pungkasnya.

UPDATE #56
1 Maret 2018

Santunan Rutin Rumah Yatim Bagi Anak Asuh Nonmukim Kaliurang

Memberikan santunan kepada anak asuh nonmukim merupakan kegiatan wajib yang rutin dilakukan pengurus asrama Rumah Yatim. Setiap bulannya, para pengurus asrama selalu mengundang anak asuh nonmukim ke asrama untuk diberikan santunan uang tunai. Adapun anak asuh yang tempat tinggalnya berjauhan dengan asrama, maka santunan akan diberikan langsung ke kediaman anak asuh tersebut.

Rumah Yatim Kaliurang merupakan salah satu cabang Rumah Yatim yang rutin menggelar kegiatan tersebut. Dipimpin Tosin Koswara, Rumah Yatim Kaliurang menggelar kegiatan pemberian santunan kepada 68 anak asuh nonmukimnya yang berada di wilayah Blekik, Mriyunan,  Tempursari, Drono, Rejosari, Blusan, Jetisbaran. Penyerahan santunan digelar di asrama pukul 15:00 – 20:00 WIB.

“Penyerahan santunan digelar usai anak-anak pulang sekolah, dikarenakan waktu pulang sekolah mereka beda-beda jadinya proses penyerahan santunan digelar secara bertahap. Meskipun begitu, penyerahan santunan berjalan lancar,” ujarnya.

Ia mengatakan, santunan yang diberikan biasanya dipergunakan anak-anak untuk membeli kebutuhan sekolah. Namun ada juga beberapa anak yang menabungkan uang santunannya untuk tambahan biaya melanjutkan sekolah dan membeli peralatan sekolah baru.

“Alhamdulillah anak-anak selalu menggunakan uang santunan untuk hal yang positif, semoga santunan ini bisa menjadi salah satu penunjang mereka dalam menuntut ilmu,” ungkap Tosin.

UPDATE #55
28 Februari 2018

Tak Punya Tempat Wudhu, Rumah Yatim Beri Bantuan Material

Tempat wudhu, adalah salah satu sarana yang wajib ada untuk menunjang beribadah di masjid. Sebab tempat wudhu sangat diperlukan baik bagi jamaah laki-laki atau perempuan untuk bersuci sebelum melakukan ibadah shalat. 

Namun, apa jadinya jika sebuah masjid atau mushola tidak mempunyai sarana tempat wudhu. Padahal jamaah di masjid tersebut sangatlah banyak dan aktivitas yang digelar di tempat tersebut sangatlah aktif.

Masjid Himatusa'adah salah satunya, masjid yang berada di Pondok Pesantren Himatusa’adah Dukuh Nogosari, Kel. Purwosari, Kec. Girimulyo, Kab. Kulon Progo, ini sudah bertahun-tahun tidak mempunyai sarana tempat wudhu. Padahal mushola ini aktif dipakai oleh para santri untuk shalat berjamaah, mengaji dan menghafal Alquran.

Manajer Area Rumah Yatim Yogyakarta Nur Arifin mengatakan, faktor ekonomilah yang menjadi penyebab ketidakberadaan tempat wudhu di masjid tersebut. Untuk sekadar wudhu, para santri mesti antre di kamar mandi pondok yang jaraknya cukup jauh dengan masjid.

Sebagai bentuk perhatian dan kepeduliannya, Arifin bersama timnya menyalurkan bantuan seperangkat material bangunan untuk membuat tempat wudhu. Bantuan tersebut terdiri dari semen, batu bata, pasir, keran, dan toren air.

Bantuan ini langsung diterima oleh Mukhlas selaku Ketua DKM Himatusa’adah. Ia mengatakan, bantuan yang diberikan Rumah Yatim ini sangatlah membantu pihak pondok. Ia juga mengungkapkan jika dalam waktu dekat akan diadakan kegiatan khataman Alquran santri. Mukhlas berharap pembangunan tempat wudhu ini bisa selesai sebelum acara khataman dimulai.

“Jazakallah atas semua bantuannya, semoga kebaikan Rumah Yatim dan para donatur ini bisa menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir. Insya Allah bantuan ini akan langsung kami gunakan untuk membangun tempat wudhu, mohon doanya semoga sebelum acara khataman tiba, tempat wudhu ini sudah jadi,” tuturnya.

UPDATE #54
27 Februari 2018

Cepat Tanggap Rumah Yatim Beri Bantuan Bencana Kuningan

Hujan deras mengguyur Kabupaten Kuningan Jawa Barat sejak Kamis (22/2) sore hingga malam, mengakibatkan banjir dan longsor di sejumlah desa. Dalam hal ini, Rumah Yatim Area Jawa Barat melaksanakan penyaluran berupa bantuan sembako dan bantuan pakaian layak pakai untuk para korban banjir di Kampung Rindusari, Kabupaten Kuningan, Minggu (25/2). 

Menurut Staf Pemberdayaan Jawa Barat Tara mengungkapkan, program ini merupakan aksi cepat tanggap Rumah Yatim dalam membantu para korban bencana. Ada sekitar 120 kepala keluarga menerima bantuan tersebut. Terkait hal itu, saat ini Rumah Yatim baru bisa menyalurkan bantuan di satu desa dari 14 desa yang terdampak banjir dan longsor.

Sementara itu, sejumlah relawan dikerahkan untuk membantu para warga yang sedang gotong royong membereskan puing-puing serta kotoran akibat dari bencana banjir dan longsor. Kunjungan tim Rumah Yatim pada Minggu (25/2), kata Tara, hal itu dilakukan untuk mensurvei ulang wilayah mana yang paling urgent untuk mendapatkan bantuan.

“Kemarin kami survei terkait kondisi di sana seperti apa, kami juga melaksanakan penyaluran untuk bantu warga gotong royong,” imbuhnya. 

Rencananya, sambung dia, Rumah Yatim Jawa Barat akan mengadakan kembali penyaluran bantuan sembako, baju layak pakai dan pemberian bantuan material untuk renovasi sarana publik di Desa Kawung Luwuk dan Desa Randusari, Kecamatan Cibeureum, Kabupaten Kuningan. Menurut hasil survei, kedua kampung itu merupakan wilayah yang paling banyak mengalami kerusakan parah.

“Untuk membantu para korban bencana yang ada di sana, sementara dua lokasi dulu. Rencananya akan ada penyaluran lagi untuk dua atau tiga hari ke depan,” ungkapnya saat dihubungi jurnalis Rumah Yatim, Senin (26/2). 

Ia menambahkan, dengan bantuan tersebut, diharapkan dapat bermanfaat untuk para korban bencana. Sedikitnya hal itu dapat membantu kekurangan yang dialami warga. Sehingga besar kecilnya bantuan yang diberikan, dapat dimanfaatkan dengan sebaik mungkin.

UPDATE #53
25 Februari 2018

Semangat Anak Asuh Bekasi Diiringi Doa di Pagi Hari

Lalu lalang kendaraan mulai terlihat, suara bising knalpot sepeda motor mulai terdengar. Asap mulai mengepul beriringan dengan dinginnya pagi di Asrama Rumah Yatim Bekasi, Jalan Raya Jatimulya No. 23, RT 005 RW 006, Jatimulya, Tambun Selatan, Bekasi.

Anak-anak mulai ramai, bergantian, bergegas untuk ke kamar mandi. Tidak lupa serangkaian doa telah mereka ucapkan mengiringi setiap langkah kegiatan. Baju dan buku mereka ambil, disiapkan sepatu yang sudah bersih untuk dipakai hari itu. Lagi, di antara kegiatan doa selalu menjadi teman keseharian anak asuh Bekasi. Inilah yang mereka aplikasikan, dari kesederhanaan doa mereka percaya adalah lindungan dan ridha Allah SWT di dalamnya.

Pembiasaan berdoa dan melafalkan bismillah sudah menjadi teman harian anak asuh Bekasi. Apalagi saat sebelum mereka berpamitan untuk berangkat sekolah. Berkumpul, berbaris di pelatan asrama itulah ciri khas setiap anak asuh sebelum berangkat menuntut ilmu. Pembiasaan seperti inilah yang seyogyanya menjadi nilai positif yang diajarkan Kepala Asrama Bekasi, Yayan.

Setiap pagi, ia membiasakan anak asuhnya untuk berdoa sebelum melakukan aktivitas, salah satunya berangkat ke sekolah. Menurutnya, hal ini agar terbiasa hingga dewasa nanti. Ikhtiar yang dilakukan anak asuh, kata Yayan, harus senantiasa diiringi doa. "Kalau berhasil Alhamdulillah. Kalau gagal tidak putus asa," ungkapnya.

Yayan merasa banggga dengan anak asuhnya yang selalu melakukan pembiasaan positif itu. Apalagi kepada anak asuhnya yang masih duduk di bangku sekolah dasar. Mungkin, kata dia, banyak anak-anak di luar sana yang seusia mereka saat ini belum tentu seperti anak asuhnya.

"Seusia mereka kalau zaman sekarang banyak tetlihat sudah pegang telepon genggam android. Tapi mereka pegang Quran dan menghafal," ujarnya.

Ia berharap, setiap langkah anak asuhnya selalu diiringi doa. Agar usaha dan cita-cita mereka bisa terwujud. karena, kata dia, usaha yang diiringi doa adalah hal yang luar biasa. "Asalkan kegiatan yang positif harus diiringi dengan doa," ujarnya.

UPDATE #52
23 Februari 2018

Puluhan Paket Alat Tulis Sekolah untuk Siswa Desa Cihujan

Tim Pendayagunaan Rumah Yatim Regional Jabodetabek memberikan puluhan paket alat tulis bagi siswa di Kampung Simpang Garung, Desa Cihujan, Kecamatan Cijaku, Kabupaten Lebak, Kamis (22/2). Pemberian bantuan alat tulis ini merupakan bentuk kepedulian Rumah Yatim Jabodetabek dalam mendukung pendidikan anak.

Menurut pemaparan Kasie Pendayagunaan Jabodetabek Musihudin, sebanyak 50 paket alat tulis itu, dialokasikan ke tiga sekolah dasar berbeda yang berada di Desa Cihujan. Pemberian bantuan ini pula, kata dia, dilihat dari kebutuhan penerima. Di mana siswa di sekolah tersebut memang layak untuk dibantu.

"Kondisi alat tulis yang dimiliki anak-anak sudah layak untuk dibantu," jelasnya.

Selain itu, ia berharap, dengan bantuan yang diberikan Rumah Yatim Jabodetabek, bisa meringankan beban orangtua siswa. Sehingga, memacu semangat anak-anak di wilayah tersebut untuk tetap rajin dalam belajar.

Selain, program bantuan alat tulis untuk siswa sekolah dasar. Sejumlah program pula dilaksanakan di Kecamatan Cijaku. Di antaranya ialah program bantuan untuk 100 jompo, happy bazar, serta bantuan untuk madrasah. Bantuan-bantuan tersebut, kata Muslihudin, merupakan tindak lanjut dari bantuan yang diberikan sebelumnya (gempa di lebak).

UPDATE #51
22 Februari 2018

Rumah Yatim Silaturahmi dan Beri Bantuan Pesantren Mirrozatul

Rumah Yatim NTB rela menyusuri daerah Lombok Barat untuk mencari pesantren yang benar-benar layak untuk mendapatkan bantuan. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka menjalankan program bantuan sarana publik.

Untuk itu, Rumah Yatim pun bekerjasama dengan komunitas NTN, di mana mereka adalah sekelompok mahasiswa yang mengabdikan dirinya untuk masyarakat yang membutuhkan. Didapatlah satu tempat yakni Pesantren Mirrozatul yang ada di daerah tersebut.

Menurut Kepala Cabang Rumah Yatim NTB, sesudah mendapatkan informasi, Rumah Yatim beserta komunitas NTN pun langsung menuju tempat tersebut untuk bersilaturahmi dan meninjau lokasi. Agar mengetahui sejauh mana pesantren tersebut layak untuk mendapatkan bantuan dari para donatur Rumah Yatim. 

“Kemarin kami hanya bersilaturahmi saja, memastikan apakah informasi yang kami dapatkan benar atau tidak,” ujar Amir.

Selanjutnya, ia memaparkan, kondisi pesantren tersebut memang layak untuk dibantu, dari segi fisik bangunan jauh dikatakan layak sebagai pesantren yang menampung 70 santri. Santri-santri itu saat ini tidur di dalam satu kamar dengan jumlah 20 santri perkamar. Dari segi pembiayaan, pesantren ini hanya mengandalkan subsidi silang dari santri yang mampu. Sedangkan santri yang mampu hanya segelintir orang, kebanyakan santri tidak mampu.

Pihak pesantren pun sudah mencari bantuan. Namun, semuanya tidak ada tanggapan. Dari 40 guru yang mengajar anak-anak, bersisa 10 orang saja yang masih bertahan. Karena itu, pihak Rumah Yatim pun sangat menyayangkan. Bangunan yang seharusnya pantas untuk mencetak generasi-generasi islami yang unggul harus tinggal dalam pesantren yang semuanya terbatas.    

Amir dan tim pun memiliki banyak rencana selain membantu dalam program sarana publik dan ke depannya menjadi mitra Rumah Yatim. “Mungkin kami harus menyiapkan rencana anggarannya terlebih dahulu untuk membantu sarana prasarana mereka, selanjutnya insya Allah kami akan menjadikan mereka mitra,” papar Amir. 


#SedekahRefleksikanIman

UPDATE #50
21 Februari 2018

Masyarakat Sukamiskin Antusias Terima Bebelac Gratis dari Rumah Yatim

Rumah Yatim Area Jawa Barat menyalurkan susu formula kepada balita dan anak-anak di Kelurahan Sukamiskin.

Pembagian ini dilakukan di Kantor Kelurahan Sukamiskin, Jalan Pacuan Kuda, Kelurahan Sukamiskin, Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung, Selasa (20/2). Pembagian susu ini merupakan program pemenuhan gizi balita yang bekerjasama dengan Bebelac.

Menurut Kasie Pemberdayaan  Rumah Yatim Jawa Barat, Solehudin, sebanyak 280 kotak susu Bebelac diberikan kepada masyarakat Sukamiskin.  Pada kesempatan pembagian ini masyarakat begitu antusias. Dikatakan Solehudin, masyarakat sudah berdatangan sejak pukul 10 pagi ke lokasi pembagian.

"Alhamdulillah responnya baik, masyarakat semangat semua," papar Solehudin, di sela-sela pembagian bantuan.

Ia menambahkan, kegiatan ini merupakan salah satu program untuk mendukung kesehatan balita dan anak-anak. Sehingga, sambung dia, asupan gizi mereka bisa sedikit terpenuhi. Selain itu, kegiatan ini dihadiri pula oleh Lurah Sukamiskin, Farida Agustini. 

Ia berharap, susu formula untuk masyarakat bisa menunjang kesehatan balitanya. Sehingga, bisa menanggulangi datangnya penyakit. Untuk ke depannya, kata Selehudin, Rumah Yatim Jawa Barat akan mengadakan pengobatan gratis untuk 500 kepala keluarga. "Insya Allah akan dilaksanakan bulan Maret minggu kedua," jelasnya.


#Ifsho
#SedekahRefleksikanIman
#PemenuhanGiziYatimDanDhuafa

UPDATE #49
20 Februari 2018

Rihlah ke Puntang, Segarkan Tubuh dan Pikiran Anak Asuh Lodaya

Pasca menjalani rutinitas yang padat dan memasuki libur akhir pekan, anak asuh Rumah Yatim Lodaya Bandung, melaksanakan rihlah ke kaki gunung Puntang, Banjaran, Kabupaten Bandung, Sabtu (17/2). Rihlah tersebut dilakukan untuk meningkatkan jasmani anak asuh, agar lebih peduli dalam menjaga kesehatannya. 

Menanggapi hal itu, Staf Pendidikan dan Kesehatan (Pendkes) Asrama Lodaya, Ruslan menjelaskan selain meningkatkan kesehatan, rihlah ini juga dilakukan untuk menguji mental anak asuh. Agar memiliki karakter strength leadership, dalam menghadapi kehidupan di masa yang akan datang. Maka dari itu, pengurus asrama berupaya memenuhi kebutuhan mental dan jasmani anak asuh. 

Menurutnya perjalanan dari Asrama menuju Banjaran menempuh waktu dua jam, dengan berangkat subuh. Kemudian ketika tiba dilokasi, diisi dengan hiking yang hanya sampai kaki gunung, dan bermain sepak bola. Hal itu dilakukan agar anak-anak tidak merasa jenuh dengan padatnya aktivitas di sekolah maupun di asrama. 

“Rihlahnya ke Puntang, tapi enggak ke puncaknya,” imbuhnya saat diwawancarai, Minggu (18/2). 

Tarkait hal itu, kata Ruslan anak asuh sangat antusias dan semangat dalam mengikuti rihlah. Karena kegiatan itu dapat merefresh pikiran masing-masing anak asuh dengan suasana alam dan udara yang menyegarkan tubuh dan pikiran. Bukan hanya sekedar jalan-jalan, rihlah ini mengedukasi anak asuh dengan kegiatan hikingnya agar lebih dekat dengan alam. 

Ia berharap rihlah ini dapat meningkatkan jasmani anak-anak semakin bugar, serta dapat meningkatkan kualitas mental anak asuh menjadi pribadi dengan karakter yang kuat. Ada pepatah yang mengatakan di balik tubuh yang sehat, terdapat jiwa yang kuat. 

“Dengan rihlah ini, mental anak asuh semakin terasah, agar ke depannya memiliki mental yang pantang menyerah terhadap suatu keadaan,” pungkasnya.

UPDATE #48
19 Februari 2018

Anak Asuh Kemang Rutin Berlatih Silat di Minggu Pagi

Banyak cara untuk mengisi waktu senggang di sela-sela kegiatan asrama dan sekolah. Salah satunya memanfaatkan waktu libur Minggu dengan melakukan kegiatan positif dan bermanfaat. Hal inilah yang dilakukan anak asuh Asrama Rumah Yatim Kemang, di pelataran asrama, Jalan Kemang Utara, No. 21A, Jakarta Selatan, Minggu (18/2).

Sejak pagi, Asrama Kemang sudah kedatangan salah seorang alumni Rumah Yatim, Yuli Harisman. Ia sengaja datang untuk memberikan latihan silat kepada anak asuh Kemang. Sengaja dia pilih di Minggu pagi, karena kondisi anak asuh masih segar dan bersemangat. 

Menurut Kepala Asrama Kemang Nanang, kegiatan tersebut sudah menjadi rutinitas di Asrama Kemang. Setiap libur sekolah di Minggu pagi, anak asuhnya mendapatkan bekal latihan silat dari Yuli. Bela diri yang diajarkan pun meliputi teknik dasar dalam silat.

Nanang sangat mengapresiasi kegiatan silat yang diberikan oleh Yuli Harisman. Karena, kata dia, pembekalan bela diri sejak dini merupakan hal positif untuk diri anak asuh. Sehingga, sambung dia, selain anak asuhnya calon hafidz Quran. Mereka pula bisa menjadi hafidz yang kuat.

"Saya sih senang dengan adanya kegiatan ini, terutama untuk di asrama putra Kemang jadi bagus mereka dibekali bela diri," paparnya.

Ia berharap, dengan kegiatan positif seperti ini anak asuh bisa terus semangat dalam belajar. Apalagi, Yuli Harisman, merupakan salah satu alumni Rumah Yatim yang sering meraih prestasi dalam ajang silat. Sehingga anak asuh Kemang tidak hanya unggul dalam segi akademik. Akan tetapi, berprestasi pula dalam bidang lainnya. "Insya Allah bisa ditularkan kepada anak-anak," ujar Nanang.

UPDATE #47
15 Februari 2018

Ratusan Susu Formula Dibagikan untuk Balita Sukapura

Rumah Yatim Area Jawa Barat kembali membagikan susu formula untuk balita dan anak-anak. Kegiatan pembagian susu ini bekerjasama dengan Bebelac dalam program pemenuhan gizi anak. Bantuan susu formula tersebut dilaksanakan di Kelurahan Sukapura, Kecamatan Kiaracondong, Senin (12/2). 

Menurut Manager Area Jawa Barat Deni Rustandi, sebanyak 150 balita dan anak-anak mendapat susu formula yang diberikan secara gratis. Kegiatan tersebut berlangsung di dua lokasi berbeda. Pembagian susu formula yang pertama dilakukan di Kantor Kelurahan Sukapura. Sedangkan, sebagian lainnya dibagikan kepada masyarakat yang tidak mampu datang ke lokasi dengan cara home visit.

Selain itu, program tersebut bertujuan untuk membantu anak dan balita dalam memenuhi kesehatannya. Kegiatan ini pula, sambung dia, merupakan bentuk kepedulian Rumah Yatim dalam pemenuhan gizi anak. “Program ini untuk membantu masyarakat yang kurang mampu untuk memenuhi gizi anak-anaknya,” papar Deni.

Ia menambahkan, sebelumnya belum lama ini kegiatan serupa pernah dilakukan Rumah Yatim Jawa Barat di Kelurahan Antapani Tengah. Kegiatan pembagian susu formula, kata dia, akan terus dijalankan di beberapa daerah di Kota Bandung. Apalagi, kata dia, untuk wilayah yang padat penduduk dan kategori masyarakat kurang mampu.

"Tidak semua orang mampu untuk membeli susu, kami hanya membantu agar anak mereka tercukupi dalam hal gizi," ujarnya.

Selain itu, wilayah Kelurahan Sukapura, kata Deni, termasuk ke dalam lingkungan yang padat penduduk. Sehingga hal itu perlu mendapatkan perhatian khusus. Tidak tersecuali, kata dia, bagi balita maupun anak-anak yang didukung dari segi pemenuhan gizinya. “Mudah-mudahan untuk ke depannya bisa memberikan yang lebih banyak lagi,” harapnya.


#SedekahRefleksikanIman

"Katakanlah: "Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya)". Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya." ( QS Saba : 39 )

UPDATE #46
14 Februari 2018

Anak Asuh Arcamanik Makin Giat Hafalkan Alquran Jelang USBN

Rutinitas mulai padat bagi sejumlah anak asuh Rumah Yatim Asrama Arcamanik. Padatnya kegiatan sekolah dan aktivitas tersebut tidak menjadikan anak asuh Arcamanik bermalas-malasan dalam menghafal ayat suci Alquran. Hal ini terbukti dari giatnya anak asuh dalam menghafal Alquran.

Menurut pemaparan pengasuh asrama Siti Nur Azizah, dengan padatnya kegiatan anak asuh di sekolah tidak mengurangi semangat mereka dalam menghafal. Walaupun kata dia, sebagian besar anak asuh duduk di kelas enam. Akan tetapi, keenam anak asuh tersebut yang saat ini jumlah hafalannya paling banyak dari anak asuh lainnya.

"Alhamdulillah anak yang kelas 1 sudah proses dua juz, kelas 2 proses menyelesaikan satu juznya. Selebihnya yang udah lebih dari tiga juz itu muroja'ah," papar Azizah, Senin (12/2).

Ia menambahkan, bahkan saat ini anak asuhnya lebih semangat dalam menghafal Alquran. Hal itu karena, kata Azizah, anak asuhnya berprinsip dengan jumlah hafalan yang semakin banyak akan mempermudah mereka dalam belajar. Apalagi bagi anak asuh yang saat ini duduk di kelas enam, yang akan menghadapi Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN).

Selain itu, sambungnya, anak asuh Arcamanik mempunyai harapan tinggi dalam menghafal ayat suci Alquran. Mereka, kata dia, ingin menghadiahkan hafalan tersebut untuk keluarganya. Anak asuh juga meyakini jika nilai akademik kurang memuaskan, maka mereka akan memuaskannya pada hafalan. Apalagi anak asuh meyakini dengan hafalannya bisa mereka semakin dekat dengan Alla SWT.

"Lalu yang paling haru dari mereka itu karena mereka yakini kalau Allah SWT udah dekat dengan kita maka apapun yang di inginkan akan cepat terkabul," tutupnya.

UPDATE #45
13 Februari 2018

Ratusan Susu Formula Dibagikan Gratis untuk Balita Sukapura

Rumah Yatim Area Jawa Barat kembali membagikan susu formula untuk balita dan anak-anak. Kegiatan pembagian susu ini bekerjasama dengan Bebelac dalam program pemenuhan gizi anak. Bantuan susu formula tersebut dilaksanakan di Kelurahan Sukapura, Kecamatan Kiaracondong, Senin (12/2). 

Menurut Manager Area Jawa Barat Deni Rustandi, sebanyak 150 balita dan anak-anak mendapat susu formula yang diberikan secara gratis. Kegiatan tersebut berlangsung di dua lokasi berbeda. Pembagian susu formula yang pertama dilakukan di Kantor Kelurahan Sukapura. Sedangkan, sebagian lainnya dibagikan kepada masyarakat yang tidak mampu datang ke lokasi dengan cara home visit.

Selain itu, program tersebut bertujuan untuk membantu anak dan balita dalam memenuhi kesehatannya. Kegiatan ini pula, sambung dia, merupakan bentuk kepedulian Rumah Yatim dalam pemenuhan gizi anak. “Program ini untuk membantu masyarakat yang kurang mampu untuk memenuhi gizi anak-anaknya,” papar Deni.

Ia menambahkan, sebelumnya belum lama ini kegiatan serupa pernah dilakukan Rumah Yatim Jawa Barat di Kelurahan Antapani Tengah. Kegiatan pembagian susu formula, kata dia, akan terus dijalankan di beberapa daerah di Kota Bandung. Apalagi, kata dia, untuk wilayah yang padat penduduk dan kategori masyarakat kurang mampu.

"Tidak semua orang mampu untuk membeli susu, kami hanya membantu agar anak mereka tercukupi dalam hal gizi," ujarnya.

Selain itu, wilayah Kelurahan Sukapura, kata Deni, termasuk ke dalam lingkungan yang padat penduduk. Sehingga hal itu perlu mendapatkan perhatian khusus. Tidak tersecuali, kata dia, bagi balita maupun anak-anak yang didukung dari segi pemenuhan gizinya. “Mudah-mudahan untuk ke depannya bisa memberikan yang lebih banyak lagi,” harapnya.

UPDATE #44
12 Februari 2018

Bantuan Sarana Publik Bagi Masyarakat Antapani

Bantuan sarana publik diberikan Rumah Yatim Area Jawa Barat kepada masyarakat RW 03, Kelurahan Antapani Tengah, Kecamatan Antapani, Kota Bandung, Jumat (9/2). Bantuan ini merupakan bentuk peduli Rumah Yatim Jawa Barat atas kebutuhan sarana publik di wilayah tersebut.

Bantuan ini diserahkan langsung oleh Manager Area Jawa Barat Deni Rustandi, dan Kasie Pemberdayaan Jawa Barat, Solehudin, kepada Ketua RW 23, Adan Sujana. Selain keranda jenazah, sebelumnya Rumah Yatim Jawa Barat pula memberikan bantuan susu formula untuk pemenuhan gizi bagi anak-anak di wilayah tersebut. "Semoga nantinya bisa dimanfaatkan sebaik mungkin," jelasnya.

Selain itu, rencananya Rumah Yatim pula akan memberikan keranda jenazah serupa kepada Kementrian Agama Jawa Barat, serta di wilayah lainnya. Di wilayah ini pula rencananya akan diadakan pelayanan kesehatan gratis dan bantuan sembako bagi masyarakat kelurahan Antapani Tengah. "Nanti kita agendakan untuk hal tersebut," tegasnya.

Solehudin menambahkan, selain keranda jenazah, Rumah Yatim Jawa Barat memberikan bantuan sejumlah kitab untuk dipergunakan di RW 23. Kitab tersebut meliputi, Kamus Bahasa Arab, Kitab Tijan, Kitab Safinah, dan Kitab Suci Alquran. Selain itu, diberikan pula papan tulis untuk dipergunakan dalam proses belajar keagamaan.

Rumah Yatim Jawa Barat memang sedang konsen dalam memberikan sejumlah bantuan sarana publik di beberapa daerah. Selain itu, sejumlah bantuan, diantaranya bantuan sembako, peduli sesama, kesehatan gratis, sarana publik dan pendidikan terus di konsenkan agar masyarakat kurang mampu bisa menerimanya.

UPDATE #43
8 Februari 2018

Muhadoroh, Tingkatkan Kepercayaan Diri Anak Asuh BSD

Muhadoroh merupakan kegiatan rutin anak-anak asuh Rumah Yatim Bumi Serpong Damai (BSD) Tangerang. Kegiatan rutin ini, dilakukan setiap hari Minggu sore, mulai pukul 17.00 sampai menjelang adzan magrib. 

Di asrama BSD ini, muhadoroh dilakukan dalam menggunakan Bahasa Indonesia. Anak-anak asuh saling bergantian melaksanakan sesuai dengan aturan dalam pelaksanaan muhadoroh. Seluruh anak asuh akan mendapatkan gilirannya untuk melaksanakan muhadoroh.

Kepala Asrama Rumah Yatim BSD Syahid Habibilah, saat diwawancarai oleh jurnalis Rumah Yatim Selasa (6/1) menuturkan, dilaksanakannya kegiatan muhadoroh ini bertujuan untuk membentuk sebuah pelatihan skill mengenai publik speaking dan meningkatkan kepercayaan diri anak asuh. 

“Dengan mereka membaca kemudian menghafal, itu kan dapat wawasan baru juga. Anak-anak dilatih untuk bisa berbicara di depan umum agar percaya diri,” jelas Syahid sapaan akrabnya.

Menurutnya, kegiatan muhadoroh ini dirasa sangat bermanfaat untuk mengembangkan bakat anak asuh dalam bidang public speaking. Ia juga menambahkan, dampak yang diterima anak-anak asuh sudah mulai terlihat perkembangannya.

“Alhamdulillah sih ada saja dampaknya, mereka jadi lebih berani,” ujarnya.

Ia berharap, kegiatan ini akan melahirkan anak-anak yang cerdas secara intelektual dan keislaman. Melalui muhadoroh dapat menjadikan anak-anak asuh bermanfaat untuk banyak orang. “Ya semoga aja kepakai, di masyarakat juga bisa tampil dan percaya diri,” tutup Syahid. 


#SedekahRefleksikanIman

UPDATE #42
7 Februari 2018

Rumah Yatim Riau Bantu Kebutuhan Hidup Korban Kebakaran

Rumah Yatim Cabang Riau memberikan sejumlah bantuan kepada korban kebakaran di Jalan Rajawali, Gg. Mawar Ujung, RT 04 RW 03, Kelurahan Kedungsari, Kecamatan Sukajadi, Pekanbaru, Senin (5/1) sore. Pemberian bantuan ini diberikan langsung kepada keluarga korban bencana kebakaran tersebut.

Bantuan yang diberikan Rumah Yatim Cabang Riau kepada keluarga korban yang rumahnya terlalap 'si jago merah'. Bantuan tersebut berupa kebutuhan pokok sembako, serta pakaian layak pakai. Bantuan itu, guna meringankan beban akibat kebakaran yang menghabiskan seluruh isi rumah.

Menurut pemaparan Kepala Cabang Riau Ramdan Burhanudin, bantuan yang diberikan Rumah Yatim untuk mengurangi rasa sedih korban. Serta, bantuan tersebut bukti perhatian Rumah Yatim  yang tidak hanya bergerak dalam bidang zakat. Tetapi aktif pula dalam kegiatan sosial dan pemberian bantuan seperti halnya tesebut. Apalagi jarak lokasi kebakaran tidak jauh dari Kantor Rumah Yatim Cabang Riau.

"Semoga bantuan yang kami berikan dapat mengurangi rasa sedih korban, dan  membuat mereka tersenyum kembali untuk senantiasa bangkit," ungkap Ramdan.

Ia menambahkan, kondisi seperti itu masih dalam ranah Rumah Yatim. Apalagi Rumah Yatim sebagai Lembaga Amil Zakat tidak hanya konsen dalam mengolah zakat, infak, dan sedekah semata. Rumah Yatim aktif pula dalam kegiatan sosial dan bantuan untuk bencana lainnya.

Bantuan yang diberikan Rumah Yatim tersebut mendapat tanggapan dari kepala keluarga korban, Faried Rachman. Pada kesempatan yang berbeda, Faried merasa bersyukur ada perhatian khusus dari Rumah Yatim. Sehingga, dirinya dan keluarga bisa terbantu dengan pemberian dari Rumah Yatim.

"Kami terima dengan tulus kebetulan cuma pakaian ini yang tersisa," ujar Faried, sambil menunjukkan baju lusuh yang ia kenakan.


#SedekahRefleksikanIman

UPDATE #41
5 Februari 2018

Anak Yatim Bekasi Perdalam Hadits Guna Bentuk Karakter Diri

Anak asuh Asrama Rumah Yatim Bekasi giat hafalkan hadits. Hadits yang dihafal merupakan Hadits Arbain. Kegiatan hafalan ini rutin dilakukan anak asuh Bekasi setiap harinya. Kegiatan yang dilakukan di asrama, Jalan Raya Pekayon No. 45 B Pekayon Jaya, Bekasi Selatan.

Menurut pemaparan Kepala Asrama, Yayan, setiap hari anak asuhnya menghafal di waktu-waktu tertentu. Di antaranya ialah pada ba'da subuh, ba'da ashar sampai magrib, dan ba'da magrib sampai isya. Menurutnya, anak asuh Bekasi pun murojaah 30 sampai 50 ayat Alquran.

"Ba'da subuh itu Alquran juz 1, 2, 3 dan seterusnya, ba'da ashar hadits dan doa. Ba'da magrib juz 30, kalau hadist biasa murojaah lima hadits," papar Yayan.

Ia menambahkan, untuk hadits idealnya anak-anak menambah hafalan satu hadits perhari. Setiap ada penambahan, akan ada pengulangan hafalan yang telah dihafal sehari sebelumnya. Pengulangan ini biasanya dilakukan sebanyak lima kali, untuk memperlancar hafalan anak asuhnya.

Yayan menjelaskan, ada kesulitan tesendiri untuk membimbing anak asuhnya dalam menghafal hadits. Menurutnya, kesulitan tersebut sangat bervariasi pada diri setiap anak. Adanya target hafalan-hafalan hadits itu agar anak bisa mengamalkan isi makna dari hadits tersebut.

"Ada yang cepat hafal cepat lupa, ada yang lambat hafal dan lambat lupa, ada yang lambat hafal cepat lupa, ada yang kurang konsentrasi," tuturnya.

Ia berharap, anak yang hafal hadits semoga menjadi kader bangsa yang berkarakter. Serta, menjadi awal untuk memperdalam lagi, mempelajari akhlak karimah dan menjadi calon pemimpin bangsa yang unggul. 

"Anak akan menjadi berakhlakul karimah dan selalu mengubah amalan ibadahnya menjadi lebih baik dan berkualitas. Selalu menempatkan sesuatu pada tempatnya," tutup Yayan.

 

UPDATE #40
3 Februari 2018

Belajar Bersama Tumbuhkan Empati Antar Anak Asuh

Anak asuh Rumah Yatim Pamulang Tangerang terdiri dari 11 anak asuh mukim yang beberapa di antaranya merupakan gabungan dari siswi SD, SMP dan SMA. Walau adanya perbedaan jenjang pendidikan, anak asuh Rumah Yatim Pamulang telah memiliki  jiwa empati alami dalam seluruh aspek, terlebih mengenai kegiatan belajar bersama.

Diwawancarai via sambungan telepon pada Rabu (31/1), Kepala Asrama Rumah Yatim Pamulang Mustofa, membenarkan hal tersebut. Ia mengaku, jiwa empati alami ini telah dimiliki anak asuh Pamulang sudah sejak lama. Hal itu ketika anak asuh dilatih untuk menumbuhkan kesadaran bahwa saling membantu merupakan sebuah kewajiban.

“Awalnya agak susah buat ngaturnya, karena masing-masing orang juga punya cara yang berbeda kalau belajar. Tapi karena memang ada rencana dan tujuan yang baik, yang awal mulanya gak biasa kemudian kita biasakan, jadi ya udah jadi budaya, gak sulit lagi,” paparnya.

Kegiatan belajar bersama ini merupakan kegiatan yang diusung oleh Kepala Asrama Rumah Yatim Pamulang. Hal ini bermula dari adanya kesulitan yang dialami oleh siswi SD ketika hendak mengerjakan PR. Maka, dengan arahan dan bimbingan Mustofa, ia mengaku anak-anak yang sudah di jenjang SMA mulai terbiasa secara alami memberikan bantuan kepada adik-adik kelasnya.

“Udah biasa, dari yang SD, SMP, dan  SMA saling ngajarin satu sama lain. Kalau ada tugas ya belajar buat persiapan besok. Tiap ada PR, belajar bersama kakak kelas sama adik kelas semua digabung,” ujarnya.

Ia mengaku, kegiatan belajar bersama ini sangat efektif untuk menumbuhkan empati antar anak yang lebih tua kepada adik kelasnya. Ia juga menambahkan, kegiatan ini termasuk ke dalam salah satu cara untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak asuh. 

“Ini bentuk upaya saya dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Alhamdulillah kakak kelasnya juga udah punya kesadaran bahwa adik-adik kelas itu tanggung jawab mereka,” tutupnya.

 

UPDATE #39
2 Februari 2018

Anak Asuh Banjarbaru Semangat Jalani Puasa Senin Kamis

Aktivitas padat, tak menjadikan anak asuh Rumah Yatim Banjarbaru Kalimantan, lelah menjalani puasa sunah Senin Kamis yang dicontohkan Rasulullah SAW. Hal itu, justru mereka jalani dengan semangat dan istiqomah setiap minggunya. Pengurus asrama mengajarkan manfaat dan keutamaan dari puasa sunah tersebut. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW, “Seluruh amal disetor pada hari Senin dan Kamis, maka aku lebih menyukai saat setor amal tersebut dalam keadaan berphuasa. (H.R Tirmidzi). 

Asrama Rumah Yatim Banjarbaru Kalimantan, gencar melaksanakan puasa sunah Senin Kamis. Hal ini rutin anak asuh laksanakan setiap minggunya. Bahkan setiap menjelang puasa sunah, anak asuh lah yang mengajak para pengurus asrama untuk melaksanakan puasa sunah. Amalan sunah itulah yang menjadikan mereka untuk tetap istiqomah dan menjadi sesuatu hal yang terbiasa. 

“Kami sudah mengajarkan puasa sunah Senin Kamis, sekarang malah anak-anak yang ngajak, bahkan anak-anak sering ngajak puasa sama karyawannya juga,” imbuh Staf Pendidikan dan Kesehatan Asrama Banjarbaru, Dahliani

Sementara itu, ia menjelaskan kegiatan sunah itu sudah lama diterapkan sejak anak-anak pertama kali tinggal di asrama. Pihak asrama mengajarkan makna dari puasa sunah itu, agar anak-anak bisa memahami manfaat puasa sunah itu sendiri, mulai dari melatih kesabaran, menahan hawa nafsu dari segala emosi, hingga memberikan kesehatan pencernaan yang dapat melancarkan sirkulasi darah. 

“Bisa memahami manfaat puasa dan bisa melatih kesabaran, memberikan istirahat untuk organ pencernaan yang lebih manfaatnya,” jelasnya, kepada tim jurnalis Rumah Yatim.

Lebih lanjut ia menuturkan, kini anak asuh menjalankan ibadah puasa sudah semakin bagus, dan menjaga keistiqomahannya. Hal ini terlihat dari respon anak asuh yang semangat, senang dan giat melaksanakan ibadah sunah yang dicontohkan Rasulullah SAW itu. 

“Alhamdullillah anak-anak menjalankannya semakin bagus, sekarang anak-anak senang kalau diajak puasa,” ujarnya. 

Bukan hanya itu, kata Dahliani, anak-anak antusias menjalankannya, bahkan tidak ada satu orangpun yang mengeluh. Walaupun aktivitas mereka sangat padat di sekolah maupun di asrama. Semua itu, tidak dijadikan beban oleh anak asuh, tetapi sudah menjadi kebiasaan dan kebutuhan. 

“Alhamdulillah tidak ada kendala, bahkan anak-anak antusias untuk puasa dan semangat,” katanya.  

Ia berharap, dengan puasa sunah itu, anak-anak bisa terlatih keimanan dan ketaqwaannya kepada Allah SWT. Secara perlahan anak-anak bisa mengikuti sunah Nabi Muhammad SAW, serta hal itu dapat melatih kemandirian anak asuh. 

UPDATE #38
1 Februari 2018

Rumah Yatim Riau Bantu Korban Kebakaran di Kelurahan Bandar

Asap masih mengepul dan menghitam, tembok serta kayu yang habis terlalap 'si jago merah'. Sejumlah orang masih mencari barang berharga, sisa kebakaran yang menimpa pemukiman warga di Jalan Perdagangan RT 01 RW 01, Kelurahan Bandar, Kecamatan Senapelan, Pekanbaru, pada Minggu (28/1) sore. Itulah gambaran saat tim Rumah Yatim Cabang Riau datang mengunjungi lokasi tersebut.

Kebakaran ini mengakibatkan belasan rumah hangus terpanggang. Kebakaran yang diduga akibat arus pendek listrik ini, setidaknya meninggalkan beban bagi korban. Selain 16 rumah yang hangus terbakar, sejumlah keperluan utama seperti pakaian dan kebutuhan pangan ikut terlalap.

Melihat kondisi tersebut, Rumah Yatim Cabang Riau memberikan sejumlah bantuan paket sembako serta pakaian layak pakai. Pada Senin (29/1) siang, Rumah Yatim datang untuk melihat kondisi korban. Menurut pemaparan Kepala Cabang Riau, Ramdan Burhanudin, semua korban berada di masjid yang lolos dari tragedi naas itu.

"Memang semuanya benar-benar hangus terbakar. Ada satu masjid yang alhamdulillah gak terbakar," paparnya.

Selain itu, tim Rumah Yatim Cabang Riau bersama warga sekitar membersihkan sisa kebakaran. Kedatangan tim Rumah Yatim Riau sebelumnya disambut baik salah satu perwakilan korban. Rasa haru terlihat saat santunan paket sembako diserahkan kepada seluruh warga.

Selain itu, dia berharap, bantuan dari Rumah Yatim bisa sedikit mengurangi beban yang dialami warga yang rumahnya habis termakan 'si jago merah'. "Mudah-mudahan dengan bantuan yang kami berikan sedikit menghibur dan mengurangi rasa kesedihan yang ada," jelas Ramdan.


“Barang siapa yang melepaskan satu kesusahan seorang mukmin, pasti Allah akan melepaskan darinya satu kesusahan pada hari kiamat. Barang siapa yang menjadikan mudah urusan orang lain, pasti Allah akan memudahkannya di dunia dan di akhirat. Barang siapa yang menutupi aib seorang muslim, pasti Allah akan menutupi aibnya di dunia dan di akhirat. Allah senantiasa menolong hamba Nya selama hamba Nya itu suka menolong saudaranya”. (HR. Muslim)

UPDATE #37
30 Januari 2018

Fasilitas Asrama Rumah Yatim BSD Sudah Mumpuni

Rumah Yatim saat ini telah menjadi Lembaga Amil Zakat (LAZ) Nasional yang legal dan profesional. Selain memberikan pelayanan pada bidang penyaluran zakat, Rumah Yatim juga memiliki banyak program untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak yatim dan dhuafa.

Di Asrama Rumah Yatim Bumi Serpong Damai (BSD) Tangerang, sarana dan prasarananya sudah mumpuni. Seluruh kebutuhaan anak asuh disiapkan dengan begitu apik dan lengkap dan telah terpenuhi sesuai dengan visi dan misi Rumah Yatim. Fasilitas yang nyaman akan membuat kenyamanan pula terhadap keseharian anak-anak asuh di asrama.

Asrama yang terletak di pinggir jalan ini, merupakan asrama yang sudah lengkap. Mulai dari pemenuhan sarana belajar, anak asuh disiapkan seluruh perlengkapan sekolah, pemenuhan kenyamanan tempat tidur, anak-anak asuh diberikan kasur dan fasilitas lain yang menunjang untuk kenyamanan berisitirahat. Untuk pemenuhan sarana keseharian, anak asuh diberikan sepeda dan uang saku dalam menunjang kegiatan keseharian.

Asrama Rumah Yatim BSD pun memberikan pemenuhan gizi 3x24 jam dalam sehari terhadap anak asuh. Pemenuhan kesehatan dan program program lain, Rumah Yatim BSD Tangerang memberikan penuh pelayanan kepada anak-anak asuhnya.

“Sebenarnya jadi anak asuh itu enak, semua perlengkapan dan peralatan sudah disiapkan dari Rumah Yatim,” jelas Syahid Habibilah selaku kepala asrama.

Rumah Yatim telah  menjadi lembaga yang menaungi anak-anak yatim untuk pemenuhan kebutuhan pendidikan, dan kebutuhan keseharian sebagai salah satu bentuk kepedulian Rumah Yatim. Rumah Yatim juga mencoba memberikan pelayanan dan pengasuhan terbaik untuk anak-anak yatim dan dhuafa. Agar mereka tidak kehilangan arah dalam meraih masa depan yang lebih cemerlang.


#SedekahBerartiSegalaSesuatuYangBaikYangDiLakukan
#SedekahRefleksikanIman
#BerbagiUntukKehidupanMerekaYangLebihBaik

UPDATE #36
29 Januari 2018

Anak Asuh di Latih Puasa Sunah Sejak Dini

Puasa sunah Senin dan Kamis sudah menjadi rutinitas yang tak asing bagi anak asuh di Asrama Rumah Yatim Bintaro Tangerang. Walau umur anak-anak asuh masih belia,  berusia sekitar 8-12 tahun, namun hal tersebut tak mengurungkan niat bocah-bocah kecil itu untuk terus melaksanakan puasa sunah. 

Sejuknya sore hari di pusat kota Tangerang, dinikmati semua anak asuh. Dengan antusias, anak asuh berkumpul ketika tim jurnalis Rumah Yatim datang berkunjung ke kediaman anak-anak asuh Rumah Yatim Bintaro. Suka cita bergembira, menyambut hangat kedatangan tim jurnalis Rumah Yatim yang berkunjung untuk bersilaturahmi. 

Sembari menunggu adzan magrib berkumandang, anak-anak asuh duduk di  ruangan satu petak, yang sering mereka sebut musholla. Ada yang membawa Al-quran dan mukenanya, ada pula yang hanya ikut duduk dan mendengarkan tim jurnalis yang sedang berbagi pengalaman. 

Beberapa anak asuh, dua di antaranya merupakan siswi SMP kelas tujuh, sisanya, masih duduk dibangku sekolah dasar kelas tiga sampai kelas enam. Semua sama rata, Kepala Asrama tidak membeda-bedakan tingkatan kelas untuk melakukan rutinitas puasa sunah Senin dan Kamis.

“Kalau puasa Senin Kamis emang rutin, mau anak kelas tiga SD, anak kelas enam, atau anak SMP juga sama. Semuanya puasa, dan Alhamdulillah semuanya bisa mengimbangi,” jelas kepala Asrama Bintaro Dedi, saat diwawancarai, Kamis (26/1).

Ia juga menambahkan, kegiatan puasa Senin Kamis ini, merupakan salah satu cara Kepala Asrama dalam meningkatkan mental anak-anak asuh. Agar terbiasa melaksanakan puasa sejak dini. Sehingga ketika sudah dewasa nanti tidak akan merasa kaget dan sudah menjadi kegiatan yang disenangi.


Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, "Berbagai amalan dihadapkan (pada Allah) pada hari Senin dan Kamis, maka aku suka jika amalanku dihadapkan sedangkan aku sedang berpuasa.” (HR. Tirmidzi)

UPDATE #35
27 Januari 2018

Aktivitas Anak Asuh Kiaracondong di Sepertiga Malam

Jam menunjukkan pukul tiga pagi, anak asuh Rumah Yatim Kiaracondong bergegas bangun dengan mata sayu dan terkantuk-kantuk. Semua bergiliran mandi dan berwudhu untuk melaksanakan shalat tahajud. Dilanjut dengan tadarus hingga suara kumandang adzan subuh lantang terdengar. Walaupun sang fajar belum menampakkan sinarnya, tapi anak-anak selalu semangat menunaikan ibadah shalat sunah dan menghafal Alquran.    

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW, “Bertaqwalah kamu sekalian kepada Allah SWT di manapun kamu berada, dan iringilah perbuatan jelek itu dengan perbuatan baik, niscaya perbuatan baik itu akan menghapuskannya (dosa), dan pergaulilah manusia dengan akhlak terpuji”. (H.R. Bukhari)  

Kebiasaan rutin anak asuh ini dilaksanakan setiap hari, agar anak asuh lebih dekat dengan Sang Pencipta.

Menurut salah seorang pengurus asrama Anida menjelaskan, kegiatan tersebut dilaksanakan agar anak-anak terbiasa melakukan amalan yang disenangi Allah SWT. Selain itu, dalam tadarusnya, untuk meningkatkan kualitas bacaan Alquran supaya lebih baik lagi dengan ketepatan pelafalan makharijul hurufnya. 

“Kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas bacaan Alquran anak asuh, baik kelancaran, ketepatan dalam bacaan,” jelasnya. 

Selain amalan sunah lainnya, pihak asrama juga mengajarkan anak-anak untuk menghafal doa-doa. Tujuannya kata Anida, agar anak terbiasa berdoa dalam menjalankan aktivitasnya serta terbiasa mendoakan sekecil apapun perbuatan yang dilakukan orang lain kepada anak asuh. 

“Doa yg dilakukan tiap hari, supaya anak terbiasa untuk berdoa dan mendoakan,” ujarnya, saat diwawancarai Kamis (25/1)

Lebih lanjut, ia menerangkan doa merupakan amalan yang sangat penting dan sangat dianjurkan dalam Islam. Maka, pengurus asrama memberikan kesadaran, bahwa tidak ada zat lain  selain Allah yang Maha Berkuasa atas semua kejadian makhluk di muka bumi ini.

Menurutnya, kegiatan ini pun untuk meningkatkan kualitas anak-anak dari segi kediniyahan, kemampuan serta potensi anak. 

“Karena doa itu sangat penting.  Intinya kegiatan yang dilakukan secara rutin untuk meningkatkan kualitas anak-anak, baik dari segi diniyah, skill, potensi anak,” paparnya. 

Anida berharap dengan adanya rutinitas seperti ini, dapat terus meningkatkan ketaqwaan anak asuh terhadap Allah SWT. Serta bisa terus menjaga keistiqomahannya dalam menjalankan amalan sunah yang dicontohkan Rasulullah SAW. 


#SedekahRefleksikanIman

UPDATE #34
25 Januari 2018

Rutinitas Saat Fajar di Asrama Cinere

Bergegas mereka terbangun dengan mata sayu dan kantuk yang menerka. Alarm berbunyi, seruan doa di waktu subuh sudah berkumandang di masjid tidak jauh dari asrama. Suasana begitu sejuk, saat pintu rumah di buka. Bau tanah akibat hujan semalam masih terasa. Segar dan sedikit dingin menusuk sanubari. 

Saat itu, waktu baru menunjukkan pukul empat pagi. Langkah kaki anak asuh Asrama Rumah Yatim Cinere terdengar jelas. Pintu kamar mandi bergantian tertutup dan terbuka. Satu per satu mereka bergegas bangun dan bersiap-siap.

Namun tetap, ada bumbu yang berbeda. Salah seorang anak asuh butuh waktu ekstra untuk membangunkan rekannya. Maklum, malam tadi anak asuh Cinere tidur hampir menjelang tengah malam. Hal ini, mereka gunakan untuk menghafal Alquran, Bimbel, dan mengerjakan tugas sekolah.

Waktu sekolah yang panjang hingga menjelang petang, memaksa anak asuh pintar berbagi waktu. Apalagi mereka harus menjalankan kewajibannya di asrama. Sehingga, hanya sedikit waktu santai bagi mereka. Perjuangan inilah yang selalu diperlihatkan dengan semangat yang tidak pernah surut.

Aktivitas pagi menjadi rutinitas bersama. Mereka, memiliki jadwal tersendiri. Berbagi dan bergantian membersihkan ruangan atau hanya sekedar menyapu halaman. Dengan cekatan tangan mereka bekerja, terbiasa dengan kerapihan.

"Setiap pagi kita beres-beres, ada yang ngepel, buang sampah dan lain-lain," papar salah satu anak asuh, Aldi.

Sesaat sebelumnya, anak asuh asrama mengisi mushola mini untuk melantunkan ayat suci Alquran. Hal ini, sudah menjadi pembiasaan anak Cinere setiap ba'da subuh.

Menjaga kebersihan seperti itulah yang menjadi suatu keharusan setiap anak asuh. Hal ini guna menjaga kenyamanan untuk mendukung setiap kegiatan di asrama. Inilah yang selalu diterapkan oleh Kepala Asrama Cinere kepada anak asuhnya.


#SedekahRefleksikanIman

UPDATE #33
24 Januari 2018

Santunan Biaya Hidup untuk Anak Yatim Kekait

Rumah Yatim Cabang NTB memberikan santunan biaya hidup kepada 13 anak yatim yang berada di Desa Kekait, Gunungsari, Lombok Timur, NTB.

Tiga belas anak yatim tersebut merupakan anak-anak dari bapak dan ibu yang kurang mampu. Menurut salah satu pengurus Rumah Yatim NTB Salma Hasanah, mereka dipilih sesuai dengan kriteria yang diberikan yakni yatim yang benar-benar membutuhkan. Dibantu oleh Kepala Dusun Kekait Yusram, Salma pun menyalurkan santunan biaya hidup dan perlengkapan sekolah. 

Anak-anak tersebut terdiri dari anak pra sekolah berusia tiga tahun, hingga yang paling besar anak kelas satu SMA. Mereka sangat gembira sembari malu-malu saat mengambil bingkisan dan juga amplop.

Selain anak yatim, Yusram menuturkan bahwa ada sekitar 80 fakir miskin di wilayahnya yang patut untuk dibantu, tapi karena sebagai Rumah Yatim yang senantiasa memberikan fasilitas untuk anak-anak yatim, Salma pun memprioritaskan anak yatim untuk diberikan santunan. Meskipun Salma berharap suatu saat nanti, tim Rumah Yatim NTB akan kembali ke sana untuk memberikan santunan yang lebih bermanfaat.

“Kami harap Rumah Yatim dapat kembali memberikan santunan untuk warga di sini," ungkapnya.


#SedekahRefleksikanIman

“Tidak seorangpun yang menyedekahkan hartanya yang halal dimana Allah menerimanya dengan kananNya (dengan baik), walaupun sedekahnya itu hanya sebutir kurma. Maka kurma tersebut akan bertambah besar di tangan Allah Yang Maha Pengasih, sehingga menjadi lebih besar daripada gunung. Demikian Allah memelihara sedekahmu, sebagaimana halnya kamu memelihara anak kambing dan unta (semakin hari semakin besar).” ( HR. Muslim )

 

UPDATE #32
22 Januari 2018

Rumah Yatim BSD Tangerang Rutinkan Tadarus Keliling

“Dan tidaklah berkumpul suatu kaum di salah satu masjid dari masjid-masjid Allah, untuk membaca Alquran dan saling mempelajarinya di antara mereka melainkan akan di turunkan kepada mereka ketenangan, diliputi rahmat, di kelilingi malaikat dan mereka di sebut-sebut Allah di hadapan makhluk-makhluk yang ada di sisi-Nya (para malaikat).

Hadits di atas merupakan keutamaan dan manfaat dari tadarus Alquran. Asrama Rumah Yatim Bumi Serpong Damai (BSD) Tangerang merutinkan tadarus keliling setiap hari dalam rangka program yang dicanangkan Asrama Rumah Yatim BSD Tangerang di Jalan Villa Melati Mas Raya Blok P1 No. 9 Serpong Tangerang.

Kepala Asrama Rumah Yatim BSD Tangerang Syahid Habibillah mengatakan, kegiatan tadarus keliling ini dilaksanakan setiap hari setelah shalat subuh dan diikuti oleh seluruh anak asuh Rumah Yatim BSD Tangerang yang berjumlah delapan orang.

“Semua anak ikut, setiap hari satu anak itu tadarus dua ayat. Berurutan dari surat Al-Baqarah, sekarang sudah sampai surat Al-Maidah,” papar Syahid panggilan akrabnya, saat dimintai keterangan via sambungan telepon, Minggu (21/1).

Syahid juga menambahkan, kegiatan tadarus keliling ini merupakan kegiatan yang digencarkan di Asrama Rumah Yatim BSD Tangerang agar mencapai target dan sesuai dengan harapan. “Targetannya itu tadarusnya harus sampai khatam dan hafalin Alqurannya bareng-bareng dengan cara metode keliling,” jelasnya.

Kegiatan tadarus keliling ini, dilaksanakan setiap setengah jam setelah shalat subuh secara konsisten dan tidak pernah absen dari kegiatan tadarus ini. ”Walaupun sehari dua ayat, tapi yang terpenting ada yang dibaca, walaupun sedikit tapi yang penting konsisten, enggak perlu banyak tapi seminggu sekali,” pungkas Syahid.


#SedekahRefleksikanIman

UPDATE #31
20 Januari 2018

Beri Kebahagiaan Orang Tua, Chairul Berprestasi di Berbagai Bidang

Banyak jalan menuju Roma, segala keterbatasan bukanlah halangan untuk terus berkarya. Remaja berusia 16 tahun berhasil meraih penghargaan terbaik dalam kategori Diskusi Penyuluhan Peduli IV “Stop Nikah Muda dan Hamil di Luar Nikah”. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kementrian Agama (Kemenag) Kota Bandar Lampung, Minggu (14/1) di Aula Kemenag. Meskipun awalnya sulit, ia bisa mengumpulkan berbagai literasi untuk bahan diskusinya. 

Inilah sekilas sosok remaja yang mendapat penghargaan terbaik. Ia adalah Chairul Anam, anak asuh Asrama Rumah Yatim Kedaton Lampung, lahir di Tangerang 10 Februari 2001. Putra pasangan Zaeni dan Darmini ini merupakan anak ke tujuh dari sembilan bersaudara. Adapun ayahnya bekerja sebagai tukang becak dan ibunya sebagai ibu rumah tangga. 

Chairul -sapaan akrabnya, saat ini menempuh pendidikan kelas X di SMA Surya Darma Bandar Lampung. Usianya yang menginjak fase remaja ini, ia sudah pandai berargumen mengemukakan pendapatnya di hadapan khalayak umum. Bukan hanya itu, ia juga pandai berbicara, bukan sekedar 'tong kosong berbunyi nyaring' tetapi lebih kepada jiwanya yang sangat komunikatif. 

Terbukti dalam hasil diskusi yang diselenggarakan Kemenag Kota Bandar Lampung ini, dapat dicernanya dengan baik. Saat diwawancarai oleh jurnalis Rumah Yatim, Chairul mengatakan di Indonesia, hampir 80 persen penyebab pergaulan bebas disebabkan oleh media sosial atau internet, karena tidak dimanfaatkan dengan baik. Akibatnya banyak generasi muda seperti pelajar yang paling mendominasi, terjebak dalam pergaulan bebas.

Lebih lanjut, ia menjelaskan akibat dari pergaulan bebas itu, serta tidak dimanfaatkannya internet dengan baik, berefek pada banyaknya pelajar yang putus sekolah. Padahal banyak di luar sana anak-anak yang ingin sekolah hanya karena terhambat masalah ekonomi. Namun hal itu, malah disalahgunakan oleh mereka yang sudah putus sekolah. 

Maka dari itu, ia menuturkan jika internet digunakan dengan baik, maka bisa dijadikan untuk berkarya dan berprestasi. Sehingga, ia akan mencari cara agar dirinya meraih prestasi, kesuksesan, tidak mengecewakan orang tuanya, serta menjaga nama baik Rumah Yatim yang sudah membinanya selama tiga tahun ini. 

“Saya tidak mau seperti itu, saya hanya berpikir panjang, untuk membahagiakan keluarga saya dan menjaga nama baik Rumah Yatim,” paparnya. 

Kecerdasannya menghantarkan Chairul, pada prestasi yang pernah ia raih di bidang olahraga yakni menjuarai olahraga taekwondo tingkat provinsi. Ini merupakan kebanggaannya bersama keluarga tercinta. Serta diraih pula peringkat 4 besar di sekolahnya. 

Hal senada diakui Kepala Asrama Rumah Yatim Kedaton Lampung, Hendi mengungkapkan ia merupakan salah satu anak yang paling menonjol, terutama kecerdasannya dalam pelajaran  kediniyahan. “Ia pintar di pelajaran diniyahnya, saat ini sudah hafal juz 30, 28, 1 dan 29,” imbuhnya.

Faktor ekonomi yang terbatas, dan ibunya yang sering sakit, membuatnya bercita-cita menjadi pengusaha sukses sekaligus Hafidz Quran. Agar suatu saat ia bisa membantu perekonomian keluarganya, terutama semua hafalannya ingin memberikan mahkota terbaik untuk kedua orang tuanya.

 

#SedekahRefleksikanIman

 

UPDATE #30
19 Januari 2018

Kesibukan Anak Asuh Sambut Pembukaan Kantor Baru

Anak asuh mukim dan nonmukim Rumah Yatim Cabang Medan sedang disibukan dengan kegiatan latihan untuk menyambut pembukaan kantor layanan zakat baru pada 28 Januari 2018 mendatang.

Di antara mereka ada yang sibuk menghafal shalawat, memperbagus bacaan Alquran dan masih banyak lagi. Menurut Iwan Gunawan selaku Kepala Asrama, kegiatan ini berlangsung di asrama setiap usai kegiatan diniyah magrib, ada 20 anak asuh yang akan tampil di acara pembukaan nanti.

“Anak-anak lagi semangat-semangatnya latihan untuk pembukaan kantor layanan zakat baru nanti, mereka mengatakan bahwa akan menampilkan penampilan terbaiknya, semoga penampilan mereka nanti disukai tamu undangan,” papar Iwan.


#SedekahRefleksikanIman

"Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya.” (QS. Saba’: 39)

UPDATE #29
18 Januari 2018

Setiawan, Si Kecil yang Rajin Membangunkan Tahajud

Ada banyak sekali perubahan positif yang terjadi pada Setiawan (12) setelah satu tahun lebih tinggal dan menjadi anak asuh Rumah Yatim Medan. Jika dulu, ia jarang melaksanakan shalat tahajud, kini ia rutin menjalankannya, bahkan ia selalu menjadi anak yang paling pertama bangun dan membangunkan teman dan kakak asuhnya.

Tidak hanya itu, sebelum ke Rumah Yatim ia susah menghafal Alquran, namun kini ia menjadi salah satu anak yang paling semangat banyak hafalannya. Sampai tulisan ini dimuat, Setiawan sudah mampu menghafal 2 juz. Dalam segi pendidikan pun ada perubahan, jika sebelumnya tulisannya itu tidak rapi, kini sudah rapi dan ia rajin mengulang pelajaran selama di sekolah.

“Alhamdulillah selama di Rumah Yatim, banyak sekali perubahan yang terjadi pada Setiawan. Awalnya dia itu susah sekali bangun untuk shalat tahajud, tapi seiring berjalannya waktu ia semakin berani, bahkan sekarang ia paling duluan bangun dan suka membangunkan teman dan kakak asuhnya,” kata Marni, Ibu Asrama. 

Menurut Marni, Iwan -sapaan akrabnya, masuk ke Rumah Yatim sejak ia kelas 5 SD, sekarang Setiawan sudah kelas 6.  Di asrama dan sekolah, ia dikenal sebagai anak yang aktif dan ceria, ia pun dikenal sebagai anak yang ramah dan disukai banyak orang. Marni berharap, Iwan bisa istiqomah dengan perubahannya dan bisa menjadi contoh baik untuk teman-temannya.


#SedekahRefleksikanIman

“Dan berikanlah infak di jalan Allah dan janganlah engkau menjatuhkan dirimu ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah karena sesungguhnya Allah menyukai orang yang berbuat baik.”( QS Al Baqarah 195 )

UPDATE #28
17 Januari 2018

Alat Tulis Gratis untuk Anak Jembatan Dua Bogor

 

Senyum riang anak-anak kala menyambut Rumah Yatim Jabodetabek yang mengunjungi kediaman mereka di Kampung Jembatan Dua, Kelurahan Sukaresmi, Kecamatan Tanah Sereal, Bogor, Kamis (11/1). Kunjungan ini merupakan kegiatan untuk memberikan bantuan perlengkapan sekolah.

 

Antusias tersebut terlihat saat stand Rumah Yatim dibuka. Puluhan anak-anak dari berbagai tingkatan sekolah langsung menyerbu stand bazar. Padahal, kegiatan bazar ini sempat tidak akan terlaksana karena kondisi cuaca yang kurang mendukung. Namun, melihat antusias yang cukup besar dari masyarakat kegiatan bazar dan pembagian perlengkapan sekolah ini tetap berjalan.

Menurut pemaparan salah seorang dari tim Rumah Yatim, Nurul Fitri, bantuan perlengkapan sekolah tersebut diberikan kepada masyarakat dari kalangan prasejahtera. Sebanyak 60 anak (santri), tambah dia, dari usia pra sekolah hingga SMA mendapat bantuan dari Rumah Yatim.  

Selain itu, ia menambahkan, pembagian perlengkapam sekolah ini merupakan upaya Rumah Yatim dalam membantu masyarakat prasejahtera. Sehingga bisa sedikit mengurangi beban ekonomi. Terutama bisa terbantu dalam segi kebutuhan pendidikannya.

"Selain pembagian alat tulis, ada juga bazar pakaian layak pakai untuk masyarakat," paparnya.

Untuk ke depannya Rumah Yatim Jabodetabek akan mempersiapkan program lain. Seperti pelayanan kesehatan gratis, dan pembagian sembako untuk daerah Bubulak Bogor.

#SedekahRefleksikanIman

“Bersuci adalah separuh dari keimanan, ucapan Alhamdulillah akan memenuhi timbangan, subhanallah walhamdulillah akan memenuhi ruangan langit dan bumi, shalat adalah cahaya, dan shodaqoh (sedekah) itu merupakan bukti.” (HR. Muslim)

UPDATE #27
13 Januari 2018

Rumah Yatim Jabodetabek Gelar Happy Bazar di Bogor

Rumah Yatim Regional Jabodetabek menggelar kegiatan Happy Bazar di Jalan Cilebut Raya RT 03 RW 02, Kelurahan Sukaresmi, Kecamatan Tanah Sareal, Bogor, Kamis (11/1). Kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk meringankan beban masyarakat sekitar.

Salah seorang dari tim Rumah Yatim Jabodetabek, Nurul Fitri menjelaskan, pada kegiatan Happy Bazar ini disajikan sejumlah perlengkapan baju muslim, sepatu anak-anak serta kebutuhan lainnya. Menurutnya, respon masyarakat begitu besar dengan adanya kegiatan ini.

"Alhamdulilah dalam program Happy Bazar ini kami bisa membuat mereka tersenyum bahagia, ini adalah salah satu program baru di Jabodetabek," papar Nurul.

Menurutnya, kegiatan bazar tersebut sempat tidak akan terlaksana karena kendala cuaca yang kurang mendukung. Namun, tambah dia, melihat antusias masyarakat cukup besar, kegiatan bazar tetap berjalan lancar tanpa kedala.

"Sempet gak akan terlaksana karena akan hujan, tapi pas waktu kita mulai acaranya alhamdulillah tidak hujan," jelasnya.

Sebelumnya, sambung Nurul, Rumah Yatim Jabodetabek telah memberikan sejumlah bantuan ke Yayasan Bambu Tua Hidayatul Idrusiyah. Bantuan tersebut meliputi penyerahan karpet serta Alquran untuk membantu berjalannya pendidikan di yayasan tersebut.

"Semoga saja kami dari Rumah Yatim bisa membantu lebih dari sebelumnya," tutupnya.


Dan sekali-kali bukanlah harta dan bukan pula keturunanmu yang akan mendekatkan kamu kepada Kami sedikitpun, akan tetapi hanya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh. – (Q.S Saba’: 37)

#SedekahRefleksikanIman

UPDATE #26
11 Januari 2018

Rumah Yatim Banjarbaru Ajari Anak Asuh Berdoa Sebelum Beraktivitas

Anak asuh Rumah Yatim Banjarbaru Kalimantan, rutin melaksanakan doa pagi bersama sebelum berangkat sekolah, di teras asrama Rumah Yatim Banjarbaru, Rabu (10/1). Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk ibadah yang diajarkan pihak asrama, sebelum memulai aktivitas, diawali dengan berdoa. 

Indra Abdullah, selaku Manajer Area Kalimantan mengungkapkan kegiatan doa bersama sebelum berangkat sekolah ini, agar anak-anak terbiasa melakukannya setiap hari, sehingga bisa menambah kebaikan untuk semakin dekat dengan Allah SWT.

“Jadi sebelum berangkat mereka kumpul dulu, doa bersama untuk menuntut ilmu,” imbuh Indra saat diwawancarai tim jurnalis. 

Lebih lanjut ia memaparkan, selain berikhtiar, anak-anak juga harus menyertakan Allah SWT dalam setiap aktivitasnya, agar ilmu yang anak dapatkan, bisa menjadi berkah. Sehingga menambah ketaatan dan ketaqwaan mereka kepada Allah.  

“Mereka juga harus menyertakan Allah dalam setiap aktivitas, agar kebekahan menyertai langkah mereka,” ungkapnya.

Ia menambahkan, doa bersama ini merupakan sebuah kegiatan positif yang harus dibiasakan, dikembangkan, dan dilestarikan, agar menambah kertaqwaan dan ketaatan. 

Ia berharap, dengan doa bersama ini, Allah memberikan kecerdasan dalam keimanan anak asuhnya. Serta dengan doa tersebut anak asuhnya bisa selamat dalam perjalanan ke sekolah hingga kembali lagi ke asrama dalam keadaan sehat wal’afiat.


“Barang siapa yang membelai kepala anak yatim kerana Allah SWT, maka baginya kebaikan yang banyak daripada setiap rambut yang diusap. Dan barang siapa yang berbuat baik kepada anak yatim perempuan dan lelaki, maka aku dan dia akan berada di syurga seperti ini, Rasulullah SAW mengisyaratkan merenggangkan antara jari telunjuk dan jari tengahnya.” (Hadis riwayat Ahmad)

#BantuCerahkanMasaDepanMereka
InsyaAllah mereka lah yang akan mengambil andil besar dalam membantj berat nya timbangan amal kebaikan kita nanyi disana...

UPDATE #25
10 Januari 2018

Teladani Rasul, Anak Asuh Jalani Puasa Senin Kamis

Puasa senin kamis merupakan puasa yang dicontohkan langsung oleh Rasulullah SAW. Karena hari tersebut merupakan hari dilahirkannya Nabi Muhammad SAW dan hari diutus-Nya sebagai nabi akhir zaman. Kegiatan puasa senin kamis ini rutin dilaksanakan anak asuh Rumah Yatim Tanjung Karang Lampung. 

Asrama Tanjung Karang menerapkan puasa sunah maupun kegiatan sunah lainnya, sebagai rutinitas yang terbiasa dilakukan. Pihak asrama juga mengajarkan amalan-amalan sunah yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW. 

Menurut salah seorang pengurus, Dwi Apriana mengungkapkan, puasa sunah yang sudah menjadi rutinitasnya setiap minggu, tidak membuat anak-asuh binaan Rumah Yatim ini, menjadi lelah. Mereka menjalankannya dengan niat karena ibadah kepada Allah SWT. Istiqomahlah yang menjadi kunci dasar anak-asuh tetap enjoy menjalaninya. 

“Alhamdulilah, pada senang dan semangat, karena itu sudah menjadi rutinitas kita dan insya Allah istiqomah,” imbuhnya kepada jurnalis Rumah Yatim, Selasa (9/1). 

Seperti halnya yang dipaparkan Dwi, menjalani puasa sunah dengan ikhlas, membuat anak-anak tetap semangat, bahkan tidak cepat mengeluh.

“Alhamdulilah enggak, mereka semua menjalankan puasa senin kamis dengan semangat,” terangnya. 

Belajar dari hal terkecil membuat anak asuh Rumah Yatim Tanjung Karang semangat dan antusias. Pihak asrama mengajarkan hal-hal yang terkecil, agar anak asuhnya merasa bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT. Sedikit dan sebanyak apapun yang mereka miliki, tetap harus disyukuri, karena itu yang akan mengantarkan anak asuhnya kepada keberkahan dan pribadi yang taat kepada Allah. 

“Insya Allah, kami di sini belajar sunah dari hal yang terkecil, dan alhamdulilah juga itu menjadi rutinitas kita yang sudah seperti budaya puasa senin kamisnya,” jelasnya.

Ia berharap walaupun kegiatan puasa senin kamis ini masih dalam tahap pembelajaran, anak-anak bisa terus belajar istiqomah, karena istiqomah adalah sesuatu hal yang sulit untuk terus dipertahankan, tentunya dapat menjadi pribadi yang lebih baik lagi dalam menjalankan setiap sunah Rasul-Nya. 

“Semoga, kegiatan yang ada di Rumah Yatim ini kita dapat menjalankannya dengan baik dan tentunya belajar istiqomah. Karena istiqomah adalah hal yang sulit, tetapi kita harus belajar sedikit demi sedikit, agar nantinya menjadi lebih baik lagi di mata Allah,” pungkasnya.

 

"Puasa adalah perisai, yang akan melindungimu dari api neraka dan menjagamu dari perbuatan dosa." (HR. Bukhori)

www.rumah-yatim.org

 

UPDATE #24
9 Januari 2018

Anak Asuh Kaliurang Semangat Hafal Alquran

Hafalan Alquran atau tahfidz merupakan salah satu kegiatan wajib di asrama Rumah Yatim,  di bawah bimbingan pengurus asrama, biasanya kegiatan ini berlangsung dua kali sehari yakni ba’da shalat isya dan ba’da shalat subuh. Salah satu asrama Rumah Yatim yang rutin menggelar tahfidz adalah Asrama Kaliurang, Yogyakarta.

Di dua waktu tersebut, Asrama Kaliurang yang dihuni anak asuh putra ini rutin menggelar hafalan Alquran. Menurut Nurma Madjid salah satu pengurus asrama, dalam sehari anak-anak mampu menghafal sebanyak lima ayat bahkan ada yang mampu menghafal sebanyak satu halaman Alquran. “ Dalam sehari paling sedikit mereka ngafalin lima ayat, tapi kalau lagi semangatnya tinggi mereka mampu menghafal satu halaman,” ujarnya, Senin (8/1).

Selain menghafal, di dua waktu tersebut anak-anak pun terbiasa untuk memurojaah hafalannya, agar selain menambah hafalan mereka, juga agar tidak lupa dengan hafalan yang sebelumnya. Biasanya kegiatan murojaah dimulai setelah kegiatan menghafal dimulai.

“ Alhamdulillah anak-anak istiqomah menghafal di dua waktu tesebut, sekarang mereka sudah mampu menghafal sebanyak tiga juz,” pungkasnya.


Penting untuk membiasakan keberhasilan. Cara termudah untuk memulainya adalah berhasil dalam suatu hal, sekecil apapun, setiap hari, perlahan namun pasti perbesar tingkatan ambisi dan keberhasilan.

#BersamaDampingiMerekaUntukMeraihPrestasi

UPDATE #23
5 Januari 2018

30 Anak Non Mukim Rutin Dapat Beasiswa Pendidikan

Sebanyak 30 anak asuh non mukim Rumah Yatim Surabaya, kembali mendapat beasiswa pendidikan rutin di akhir tahun 2017, Minggu (31/12). 

Kepala Asrama Rumah Yatim Surabaya Agus Kurnia memaparkan, sekitar 27 anak asuh yang mendapat santunan tersebut merupakan anak-anak yatim dan dhuafa yang ada di sekitar asrama.

“Kami prioritaskan anak-anak yatim, jadi untuk yang dhuafa hanya 20 persen saja," ujarnya.

Selain yatim, yang menjadi kriteria utama juga adalah anak-anak yang dekat dengan asrama, meskipun banyak juga anak yang jauh dari asrama tetap diperhatikan. Jarak antara asrama dan rumah mereka sekitar enam km. Setiap ada santunan biasanya mereka datang bersama kedua orang tuanya. Terkadang juga Agus yang datang ke rumah mereka, seperti pada kesempatan akhir tahun lalu, Agus menyengaja datang untuk memberikan santunan kepada mereka.

“Kasian kalau mereka harus datang terus ke asrama, terkadang saya memberikan langsung ke rumah mereka,” paparnya.                                             Pada kesempatan itu, santunan non  mukim ini diberikan Agus kepada perorangan. Rencananya pada awal tahun ini mereka akan disatukan pada event pembukaan kantor Rumah Yatim Surabaya.

“Insya Allah, ada rencana akan menggelar santunan non mukim kembali setiap bulan dan pada awal tahun ini akan disatukan di event pembukaan kantor Rumah Yatim Surabaya, bahkan kami akan mengundang semua kemitraan," ungkapnya.


Allah tak melihat bentuk rupa dan mal kalian, tetapi Dia melihat hati dan amal kalian.


#SedekahRefleksikanIman

UPDATE #22
4 Januari 2018

Santunan Non Mukim, Langkah Awal RY Tanjung Karang di 2018

Memasuki awal tahun 2018, Asrama Rumah Yatim Tanjung Karang Lampung menyalurkan santunan non mukim kepada 86 orang non mukim di Asrama Tanjung Karang Bandar Lampung, Kamis (4/1). Penyaluran santunan ini merupakan agenda rutinan setiap bulannya.

“Insya Allah rutin setiap bulannya,” kata Weli, Kepala Asrama.

Pemberian santunan ini berupa pemberikan bantuan biaya hidup kepada anak-anak di sekitar asrama setiap bulannya. Karena secara administrasi anak non mukim tersebut sudah terdata sejak berdirinya Rumah Yatim Tanjung Karang. 

Ia mengungkapkan santunan non mukim ini diberikan, mudah-mudahan dapat mengurangi beban anak-anak dari kalangan masyarakat prasejahtera.

“Setidaknya kan ini dapat memberikan kebahagiaan untuk mereka, bentar lagi kan masuk sekolah,” ungkapnya, saat diwawancarai, Kamis (4/1). 

Weli mengaku, respon penerima santunan non mukim ini begitu antusias dan bahagia, karena ketika libur, anak non mukim ini mendapat bantuan donasi berupa uang. 

Adapun 86 orang non mukim yang menerima santunan ini berasal dari sekitar Kelurahan Gotong Royong, Kelurahan Gulagalih, Kelurahan Kebun Jeruk, dan Kelurahan Gudang Lelang. 

Ia berharap, Rumah Yatim bisa memberikan santunan donasi maupun santunan lainnya lebih banyak lagi kepada anak-anak di wilayah Bandar Lampung. Karena masih banyak masyarakat di sekitar Bandar Lampung sendiri belum mendapat santunan. 

Ia menambahkan para donatur juga bisa terus memberikan donasinya ke Rumah Yatim, untuk disalurkan kembali kepada yang lebih membutuhkan.

 

#SedekahRefleksikanIman
Jadi bagian dari #PejuangKebaikan bersama #MencerahkanMasaDepanYatimIndonesia

Link Donasi : http://www.donasionline.id/ziswaf/infaq-sedekah-tidak-terikat

UPDATE #21
3 Januari 2018

RY NTB, Solusi Penyaluran Dana CSR Perusahaan

Sebagian perusahaan kebingungan mencari tempat penyaluran dana CSR perusahaan. Begitu pun yang dirasakan oleh Plaza Bangunan NTB. Banyak tempat penyaluran dana namun tidak semua sesuai dengan program CSR perusahaan. Rumah Yatim di undang ke lokasi Plasa Bangunan, Sabtu (30/12) dan dapat memenuhi keinginan pihak Plaza Bangunan untuk menghadirkan 350 anak asuh. Sejak itu mereka pun percaya dan yakin bahwa dana CSR dapat sampai ke tangan yang tepat.

“Sebelumnya kami bingung harus menyalurkan dana ke mana, tapi rupanya Rumah Yatim memiliki banyak anak ya, insya Allah ke depannya kami akan menyalurkannya pada Rumah Yatim,” ungkap perwakilan Plaza Bangunan.

Menurut Amir Sumarna, Kepala Cabang Rumah Yatim NTB, undangan ini merupakan undangan kedua kalinya. Sebelumnya, pihak Plaza Bangunan mengundang 100 anak pada bulan ramadhan, dan sebuah kehormatan pada akhir tahun ini Rumah Yatim kembali mendapat undangan.

Sekitar 350 anak asuh memadati kantor Plaza Bangunan, sebelum sampai ke lokasi,  anak-anak dikumpulkan di asrama dan difasilitasi enam truk besar untuk mengangkut anak-anak serta empat mobil pick up yang didatangkan langsung dari Longserang dan Ranjok untuk menjemput anak sekitar daerah tersebut.

Sesampainya di lokasi, anak-anak pun disambut oleh pihak panitia. Setelah suasana kondusif, acara dimulai dengan beberapa sambutan, salah satunya dari Amir Sumarna, dan ceramah yang disampaikan Raiman, salah satu kemitraan Rumah Yatim. Ada pula pembagian santunan kepada anak asuh berupa alat tulis sekolah dan pemberian sembako kepada pihak Rumah Yatim.

“Alhamdulillah acara berlangsung lancar, terima kasih atas kepercayaannya kepada kami,” ungkap Amir.

 

#SedekahRefleksikanIman
#LAZRumahYatim

UPDATE #20
2 Januari 2018

Isi Pergantian Tahun dengan Beri Santunan Pendidikan Yatim

Di momen pergantian tahun ini terpancar senyum ceria dari ratusan anak yatim, saat mendatangi Kantor Kelurahan Cipinang Cempedak, Jatinegara, Jakarta Timur, Minggu (31/12). Di Kantor inilah anak yatim dari 12 RW menerima bantuan pendidikan dari Rumah Yatim.

Kegiatan yang berlangsung malam hari ini, sekaligus menyambut momen pergantian tahun. Menurut penjelasan salah seorang relawan Rumah Yatim, Nurul, sebanyak 100 anak yatim dan dhuafa dari 12 RW senantiasa meramaikan kegiatan malam itu.  Kegiatan ini pula untuk mengisi malam tahun baru dengan hal yg positif.

"Dengan santunan ini kita bisa melihat mereka tersenyum meskipun tidak dengan meniup terompet," ungkapnya.

Ia menambahkan, kegiatan ini merupakan sinergisitas program dengan pemerintah setempat. Sehingga sinergi program dalam memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan bisa berjalan bedampingan.

"Kebetulan kantor layanan laznas Rumah Yatim ada di wilayah kelurahan Cipinang Cempedak yang tidak jauh jaraknya," paparnya.

Selain itu, kegiatan ini pula untuk mencegah perilaku negatif yang mungkin akan dilakukan anak-anak di wilayah itu. Sehingga, tambah Nurul, tujuan utama pemberian bantuan di akhir tahun 2017 bisa menjadi momen pembeda bagi anak-anak tersebut.

"Harapannya semoga apa yang Rumah Yatim kasih bisa bermanfaat dan semoga tahun depan Rumah Yatim bisa menyantuni lebih banyak lagi ke depannya," jelasnya.

Rumah Yatim sebagai Lembaga Amil Zakat Nasional tidak hanya menerima, mengelola, dan menyalurkan zakat semata. Lembaga yang telah memiliki cabang di 14 provinsi ini, senantiasa rutin memberikan perhatian kepada anak yatim dan dhuafa dalam menunjang pendidikannya.

 

#SedekahRefleksikanIman

UPDATE #19
1 Januari 2018

RY Tangerang dan LKSA Beri Santunan Kemitraan

Rumah Yatim Area Tangerang bekerjasama dengan Lembaga Sosial Kesejahteraan Anak (LKSA) mengadakan santunan kemitraan di Jalan Beringin Raya Nomor 94 Karawachi Baru Kota Tangerang Banten, Jumat (29/12). Kegiatan ini diikuti oleh 4 LKSA dari berbagai daerah di wilayah Tangerang.

Santuan kemitraan ini berlangsung lancar, kegiatan dimulai sejak pukul 09.00 hingga 10.00 WIB.  Santunan ini, merupakan program yang terbentuk sejak dulu yang diusung oleh Rumah Yatim dan LKSA Kota Tangerang dan memiliki agenda rutin setiap dua bulan sekali.

“Tujuan diadakan kegiatan ini adalah sinergitas dengan forum panti sebagai pelaku sosial yang bergerak dibidang kesejahteraan sosial dan membantu untuk pemenuhan sarana prasarana pendidikan dilingkungan LKSA,” papar Muslihudin selaku Kasie Pemberdayaan Rumah Yatim Area Tangerang.

Ia mengatakan, kegiatan ini seharusnya diikuti oleh lima mitra, tetapi satu mitra berhalangan hadir. Ia berharap, dengan diadakan kegiatan ini Rumah Yatim dapat mensejahterakan dan memenuhi kebutuhan setiap mitra.

“Terpenuhinya sarana prasarana pendidikan, kesejahteraan panti, karena dengan hal tersebut akan membuahkan kualitas pendidikan sehingga melahirkan generasi yang handal guna menyongsong masa depan,” ungkapnya.

Muslih sapaan akrabnya, mengatakan, semoga bantuan ini dapat mengurangi beban dari operasional pendidikan di LKSA, terlebih kepada seluruh pengelola, pengasuh dan keluarga dapat diberikan kesehatan dan dimurahkan rezekinya.

“Semoga bantuan ini dapat membantu, seluruh yang berkontribusi baik pada pendidikan anak atau yang lainnya dapat disehatkan dan dimurahkan rezekinya, semoga anak-anak binaannya pada soleh dan solehah,” harapnya.


#BersamaCerahkanMasaDepanMereka
#SinergiKemitraan

UPDATE #18
30 Desember 2017

Tahfidz, Cara Isi Libur RY Tanjung Karang

Anak asuh asrama Rumah Yatim Tanjung Karang Lampung mengisi waktu libur sekolah dengan kegiatan tahfidz, yang dilaksanakan setiap Senin hingga Kamis. Kegiatan tahfidz tersebut merupakan cara Asrama Tanjung Karang dalam mengisi waktu libur sekolah dengan hal yang bermanfaat. 

Kepala Asrama Rumah Yatim Tanjung Karang Lampung, Weli mengatakan kegiatan tahfidz ini dilaksanakan agar anak-anak bisa menjaga hafalannya dengan baik. Selain itu, supaya anak-anak bisa terus mengamalkan hafalan yang mereka miliki. 

“Supaya anak-anak bisa terus mengingat apa yang mereka hafal,” ungkapnya, saat diwawancarai, Jum’at (29/12). 

Ia juga menjelaskan target hafalan anak asuh dalam sehari paling sedikit dua hingga lima ayat, yang dimulai dari juz ke-30. Apabila juz 30 sudah bisa dihafal, maka dilanjutkan dengan juz 29 dan 28 untuk dimuroja’ah. 

“Kita targetkan sehari 2 sampai 5 ayat,” kata Weli. 

Sebanyak 11 anak asuh yang mengikuti kegiatan tahfidz ini. Dari sebelas anak, ia menyebutkan ada lima orang yang sudah hafal 5 juz, dan satu orang yang sudah hafal 4 juz. 

Ia berharap dengan kegiatan hafalan ini, anak-anak bisa berkarya melalui tahfidz, serta bisa terus meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. 

Lebih lanjut, ia menambahkan dengan hafalan yang mereka miliki, ada prestasi yang bisa anak-anak torehkan untuk kebermanfaatan dirinya sendiri, tentunya membuat bangga Rumah Yatim.  

“Dengan tahfidz ini semoga anak-anak bisa berkarya, bisa mengembangkan keimanan dan ketaqwaan, ada prestasi yang bisa di torehkan,” pungkasnya.


#bersamaCerahkanMasaDepanMereka

UPDATE #17
28 Desember 2017

Anak Asuh Non Mukim RY Lampung Terima Santunan

Ada 132 anak asuh non-mukim menerima santunan donasi, di Desa Batu Menyan, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, Lampung Selatan, Selasa (26/12). Santunan tersebut adalah santunan biaya hidup untuk anak asuh non mukim. 

Pemberian santunan donasi untuk non mukim ini merupakan salah satu program rutinan Rumah Yatim setiap bulannya, yang disalurkan ke beberapa wilayah di Lampung. Namun saat ini disalurkan bersamaan dengan penyerahan bantuan sembako. 

Kepala Asrama Rumah Yatim Lampung, Hendi memaparkan bukan hanya orang tua saja yang merasakan keberadaan Rumah Yatim. Tetapi anak-anak juga harus mengetahuinya, karena mereka tidak bisa merasakan apa yang dirasakan anak-anak mukim di asrama. Walaupun dengan jumlah yang tidak terlalu banyak, setidaknya mereka ikut merasakan kebahagiaannya juga. 

“Kita harus adil, bukan hanya orang tua saja, tetapi anak-anak juga bisa ikut merasakan adanya Rumah Yatim,” papar Hendi.

Lebih lanjut ia menambahkan, dana yang diberikan donatur bukan hanya untuk anak-anak mukim. Tetapi anak non-mukim juga berhak menerimanya. Apa yang tidak didapat di asrama, anak non mukim juga perlu merasakan kebahagiaan yang dirasakan anak mukim. 

“Ya walaupun tidak seberapa, tapi setidaknya dua pihak ikut merasakan, kita bisa membantu dan berbagi dengan mereka,” ucapnya saat diwawancarai, Selasa (26/12).

Ia mengaku santunan untuk anak mukim dikurangi, karena hampir setiap hari di asrama ada kegiatan donatur, maka dari itu, dialihkan ke anak non mukim di sekitar asrama. 

Hendi berharap dengan adanya santunan non mukim ini, bisa mengobati rasa sulit bagi orang tuanya yang dalam kategori prasejahtera. Walaupun tidak seberapa, kebahagiaan bisa sama-sama dirasakan antara anak dan orang tua.


#sedekahRefleksikanIman

UPDATE #16
28 Desember 2017

Anak Asuh Antusias Ikuti Lomba Antar Asrama

Di momen libur sekolah kali ini, anak asuh Rumah Yatim area Yogyakarta yang berada di Asrama Kaliurang dan Monjali sedang sibuk berlatih menyambut kegiatan perlombaan antar asrama yang akan digelar pada Jumat sampai Sabtu (29-30/12) mendatang. 

Di antara mereka ada yang sibuk dan serius latihan pidato, memasak, dan menghafalan Al Qur’an. Saking seriusnya, ada di antara mereka yang selalu membawa teks pidato, buku pelajaran, dan Al Qur’an. Ada pula di antara mereka yang sibuk di dapur untuk mengolah berbagai jenis makanan.

Menurut Nuryeni salah satu pengurus Rumah Yatim, kegiatan perlombaan akan digelar di Asrama Monjali, dengan kegiatan lomba pidato, cerdas cermat, tahfidz quran dan lomba masak. Peserta yang terlibat adalah seluruh anak asuh mukim di asrama Kaliurang dan Monjali.

“Alhamdulillah anak-anak terlihat sangat antusias dan serius latihan untuk mengikuti perlombaan ini,” ujarnya, Rabu (27/12).

Nuryeni pun menuturkan bahwa tujuan diadakan perlombaan tersebut adalah untuk meningkatkan kreatifitas, ketangkasan, mental dan kepercayaan diri anak asuh. Ia berharap kegiatan lomba ini bisa berjalan dengan sukses dan lancar.


#BersamaCerahkanMasaDepanMereka

UPDATE #15
28 Desember 2017

RY NTB Intensifkan Hafalan Al Quran di Hari Libur

“Saya ingin anak-anak tak hanya sekedar hafal, dan selanjutnya lupa dengan hafalan yang sudah mereka pelajari,” ungkap Salma Hasanah, Pengurus Rumah Yatim NTB yang mengeluhkan hafalan Al-Qur’an anak asuhya. Karena hafalan anak asuhnya tersebut sudah sangat jauh, namun saat kembali di murojaah, ada saja ayat yang lupa.

Untuk menyiasati hal tersebut, Salma pun berinisiatif mengulang kembali hafalan mereka dari awal yakni juz 30. Target perminggunya, iabmenetapkan setiap anak harus hafal 1 surat untuk surat yang panjang dan 2 ayat untuk ayat yang pendek. Selain itu  murojaah anak-anak pun ditingkatkan khususnya pada liburan semester kali ini. Biasanya murojaah dilaksanakan seusai shalat magrib saja, namun kini selama libur, anak-anak akan melakukan murojaah selama 3 waktu yakni, sesudah shalat subuh, shalat magrib dan ashar.

Meski agenda cukup padat, sampai detik ini Salma belum mendengar keluhan dari anak-anak, bahkan anak-anak cenderung bersemangat dan berusaha menambah hafalannya dan juga menyempurnakan bacaannya. Ia pun mengungkapkan anak-anak masih harus diperbaiki dan disempurnakan lagi bacaannya, untuk itu Salma dan pengurus lainnya mengajarkan kembali tajwidnya. 

“Selain mengulang dan murojaah secara intensif, tak lupa bacaan mereka pun diperhatikan dengan mengingatkan kembali tentang tajwidnya,” ujarnya.

#BersamaMencerahkanMasaDepanMereka
#sedekahRefleksikanIman

UPDATE #14
27 Desember 2017

Kenang Tragedi Tsunami, RY Aceh Ziarah

Mengenang 13 tahun peristiwa tsunami Aceh, Rumah Yatim Cabang Aceh melakukan dzikir dan do’a bersama di kuburan massal Ulelehue dan Siron, Banda Aceh, Selasa (26/12). Do’a bersama ini dalam rangka mengenang sekaligus ziarah untuk mendo’akan masyarakat Aceh yang telah wafat ketika peristiwa tsunami lalu.

Menurut pengurus Rumah Yatim Aceh, Dewi memaparkan kegiatan tersebut sudah menjadi kegiatan tahunan masyarakat Aceh, terutama Rumah Yatim Aceh untuk mendo’akan para korban pasca tragedi tsunami, 26 Desember 2004 silam.

“Kegiatan itu memang sudah menjadi kegiatan tahunan di sini pasca tragedi tsunami tahun 2004," papar Dewi.

Lebih lanjut, Ia mengungkapkan, Rumah Yatim sendiri ikut terlibat dengan membawa anak asuh dalam acara dzikir dan do’a bersama yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota.

Kunjungan ke Ulelehue dan Siron ini, agar mengingatkan kepada anak-anak akan tragedi tsunami, sebagai orang tua harus mengingatkan bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati.

“Kita sebagai orang tua harus mengingatkan, setiap yang bernyawa pasti akan meninggal," ungkap Dewi saat diwawancarai tim jurnalis Rumah Yatim.

Selain mengenang, Rumah Yatim juga ikut peduli dengan tragedi 13 tahun silam, untuk dijadikan sebuah momen penting sepanjang sejarah, yaitu dengan empati yang sedalam-dalamnya.

Dewi berharap, dengan ikut terlibatnya dalam ziarah ini, Rumah Yatim Aceh sendiri bisa menanamkan nilai-nilai kepedulian kepada anak, agar anak lebih peduli terhadap sesama. Selebihnya mengingatkan kepada kematian.

“Menanamkan nilai-nilai kepedulian ke anak-anak agar tidak cuek,” pungkasnya.

#BersamaCerahkanMasaDepanMereka

UPDATE #13
27 Desember 2017

Alat Tulis Gratis untuk Anak Asuh RY Tangerang

Rumah Yatim Beringin Tangerang Banten memberikan santunan alat tulis gratis untuk 90 anak asuh non mukim. Kegiatan ini berlangsung di Asrama Rumah Yatim Tangerang, pada Rabu (19/12).

Santunan ini merupakan kegiatan rutin yg dilakukan Rumah Yatim Beringin setiap satu bulan sekali dan merupakan salah satu kegiatan yang betujuan untuk menambah semangat belajar anak asuh.

"Mereka baru saja mendapatkan nilai raport. Semoga saja ke depannya anak-anak dapat termotivasi untuk semangat belajar," ujar Ikin selaku Kepala Asrama Rumah Yatim Beringin Tangerang Banten.

Ia berharap, semoga anak-anak semakin bisa memaknai arti bersyukur. "Walaupun tidak seberapa, baik sedikit atau banyak, semoga tetap bersyukur," ucapnya.

Ikin juga berpesan agar anak-anak senantiasa meraih prestasi dengan sungguh-sungguh. "Semoga anak-anak juga tidak meninggalkan shalat 5 waktu," tutupnya.

#BersamaCerahkanMasaDepanMereka

UPDATE #12
27 Desember 2017

Teladani Akhlak Terpuji, Anak Asuh Nobar Film Sahabat Rasul

Anak asuh mukim Asrama Rumah Yatim Lodaya Bandung melakukan kegiatan nobar (nonton bareng) film sahabat Rasul Umar bin Khattab di Asrama Lodaya pada Sabtu (23/12). Kegiatan nobar tersebut, merupakan kegiatan rutin anak-anak asuh Lodaya dalam mengisi waktu kosong pada Sabtu malam. 

Staff PendKes (Pendidikan dan Kesehatan) Asrama Rumah Yatim Lodaya, Ruslan Effendi menjelaskan, nobar tersebut diikuti lebih dari 30 anak asuh mukim  dan menjadi salah satu cara untuk memberi motivasi dan contoh akhlak terpuji dari sosok sahabat Rasul.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat sekali, terutama untuk anak-anak. Pelajaran ini cocok sekali untuk seumuran mereka. Karena mereka masih mencari sosok teladan bagi kehidupan mereka. Melalui film ini, anak-anak diharapkan dapat mencontoh akhlak yang ada pada diri sahabat Rasul tersebut,” paparnya.

Selain itu, Ruslan juga mengaku alasan ia memilih film Umar bin Khattab. Karena, film mengenai kisah sahabat Rasul memilki banyak pesan atau pun akhlak-akhlak terpuji yang bisa dicontoh atau diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Sebenarnya memilih film ini tujuannya untuk meneladani sikap-sikap yang ada pada para sahabat Rasul di masa itu,” pungkasnya.

 

#sedekahRefleksikanIman
#BersamaCerahkanMasaDepanMereka

UPDATE #11
27 Desember 2017

Anak Asuh RY Coreng Wajah Jika Salah Tes Hafalan Qur'an

Tidak ada habisnya ide kreatif dari anak asuh Asrama Rumah Yatim Lodaya Bandung. Mengisi hari libur, anak-anak asuh Lodaya rutin menyetor hafalan Qur’an setiap satu minggu sekali. Kegiatan rutin ini dilakukan di mushola Asrama Rumah Yatim Lodaya.

Ada yang unik dan berbeda pada Jumat (22/12) dalam kegiatan setor hafalan Al-Quran kali ini. Anak-anak yang keliru atau memiliki kesalahan dalam bacaan Qur’annya, maka wajah mereka harus rela dicoreng dengan tepung yang dicairkan. 

Dhian Risdhian selaku Kepala Asrama Rumah Yatim Lodaya Bandung memaparkan, kegiatan tersebut merupakan kegiatan yang bertujuan untuk melatih anak untuk konsentrasi, tanggung jawab, dan tentunya untuk melatih sejauh mana hafalan Al-Qur’an tersebut dapat dibacakan kembali.

“Melakukan tes ayat dengan cara melempar ayat yang akan dibacakan oleh siapa saja, dan mereka harus melanjutkan hafalan yang dilontarkan. Kalau ada yang salah di antara mereka, harus rela dicoreng dengan cairan tepung,” jelasnya. 

Ia juga menambahkan, kegiatan ini merupakan salah satu bentuk konsekuensi apabila anak-anak kurang teliti dalam menyampaikan beberapa tes hafalan tersebut serta untuk mengukur sejauh mana anak-anak dapat menjaga hafalannya. Selain itu, hal ini juga merupakan salah satu selingan dan hiburan untuk anak-anak.

“Anak-anak senang, seru, antusias, dan semua semangat. Kalau yang banyak coretannya ya malu juga,” tutupnya. 

 

#sedekahRefleksikanIman
#BersamaCerahkanMasaDepanMereka

UPDATE #10
26 Desember 2017

Asrama Antapani Isi Liburan dengan Mereview Pelajaran

Anak asuh Rumah Yatim Antapani Bandung mengisi waktu liburan dengan belajar bersama, mereview kembali pelajaran yang telah dipelajari di sekolah. Melakukan review kembali merupakan cara Asrama Rumah Yatim Antapani mengisi waktu liburan sekolah dengan kegiatan yang produktif.

Kepala Asrama Rumah Yatim Antapani, Irwan mengungkapkan cara tersebut bertujuan untuk mengasah otak anak tetap produktif, serta terus mengingat pelajaran yang dipelajari di sekolah.

Menurut Irwan, anak asuh mengisi waktu luang hanya kegiatan diniyah.

"Mengisi waktu luang lebih kepada kediniyahan." Ungkap Irwan, Sabtu (23/12).

Selain mereview pelajaran, Asrama Antapani juga mengisi waktu luang dengan kerja bakti dengan seluruh anak asuh.

Irwan berharap mengisi waktu luang dengan hal yang produktif dapat meningkatkan daya ingat anak-anak terhadap mata pelajaran yang telah dipelajari, serta mengasah kemampuan anak-anak untuk bisa berprestasi.

#BersamaCerahkanMasaDepanMereka

UPDATE #9
26 Desember 2017

Yatim Cemara Sulap Barang Bekas Jadi Bernilai Estetika

Banyak cara untuk mengisi waktu libur sekolah, salah satunya dengan berkreasi melalui barang bekas. Hal inilah yang dilakukan oleh anak asuh asrama Rumah Yatim Jalan Cemara No 23, Cipaganti, Kota Bandung, Senin (25/12). Kegiatan positif ini menjadi tempat untuk menuangkan ide kreatif anak asuh.

Kepala Asrama Cemara, Safitri menjelaskan, semuanya bahan yang digunakan ialah barang bekas yang ada di sekitar asrama. Sejumlah kreasi dituangkan anak asuh dengan membuat sejumlah hiasan cantik dan berestetika. Salah satunya membuat bunga kertas untuk menghiasi meja.

Kegiatan positif ini merupakan inisiatif anak asuh. Namun, sebelumnya menurut Safitri, kegiatan ini menjadi salah satu agenda dihari libur sekolah agar anak-anak tidak merasa jenuh.

"Ini kesepakatan bersama, jadi sebelum kita bikin kita berencana dulu," jelas Safitri.

Selain bunga hias dari kertas dan plastik, anak asuh Cemara membuat hiasan pintu dari sisa Compact Disk (CD). Beragam warna dan corak menjadi ciri khas setiap kreasi anak asuh. CD bekas ditangan anak asuh cemara disulap dengan diberikan hiasan kertas sehingga membentuk pola seperti hewan.

Kegiatan ini selain memberikan nilai estetika untuk asrama, juga bermanfaat untuk mengurangi limbah sampah yang tidak terpakai. Selain itu, anak asuh asrama Cemara ini pula sedang membuat mading dari bahan barang-barang bekas. Tapi, sambung Safitri, mading tersebut masih dalam proses pembuatan.

UPDATE #8
23 Desember 2017

Asrama Tanjung Karang Isi Waktu Luang dengan Buat Kue

Anak asuh Rumah Yatim Tanjung Karang mengisi waktu liburan sekolah dengan kegiatan membuat kue, di Asrama Tanjung Karang, Bandar Lampung, Kamis (21/12). Mengisi waktu luang tersebut merupakan cara asrama agar anak asuhnya melakukan kegiatan yang bermanfaat.

Menurut salah satu pengurus, Umi Ramasari mengungkapkan melihat dari tidak adanya kegiatan di asrama, membuat anak-anak bosan. Kegiatan pembuatan kue dalam rangka mengisi waktu kosong saat liburan sekolah.

“Kebetulan asrama Kedaton terima telur banyak dari donatur, nah sekalian ngisi kegiatan libur, dari pada anak-anak ngelamun, jadi kita buat kue, dengan telur dari donatur," papar Umi, saat diwawancarai, Jum’at (22/12).

Adapun kue yang dibuat ialah kue bolu, dan kue telur gabus. Hal ini membuat anak asuh merasa senang, sebab mereka bisa diajarkan bagaimana proses pembuatan kue yang enak.

“Alhamdulilah anak-anak senang sekali, karena buatnya bareng-bareng,” kata Umi.

Ia berharap dengan mengisi luang seperti itu, bisa menambah kreativitas anak asuhnya. Terutama sebagai perempuan, dengan kodratnya untuk bisa berkreativitas dalam hal membuat masakan.

 

#BersamaCerahkanMasaDepanMereka

UPDATE #7
22 Desember 2017

Rumah Yatim Terapkan Budaya One Day One Juz Kepada Anak Asuh

Seperti yang sudah banyak kita ketahui, membaca Al - Quran memiliki banyak faedah yang dapat dirasakan oleh manusia, baik dalam segi jasmani maupun dalam segi spiritual. Keutamaan yang akan didapatkan dengan membaca Alquran pun sangat banyak, salah satunya seperti mendapat pahala yang berlimpah. Lantaran ganjaran satu huruf dalam Al-Quran yang dibaca dibalas dengan 10 kebaikan.

Berdasarkan sebuah literatur, jumlah huruf dalam Al-Quran itu adalah 325.015 huruf. Jadi, jika sekali mengkhatamkan Al-Quran itu artinya kita akan mendapat pahala kebaikan 10 kali lipat dari 325.015, yaitu 3.250.150. Untuk meraih itu, satu-satunya cara adalah dengan memperbanyak baca Al-Quran setiap hari untuk mengkhatamkannya dalam satu bulan, bisa juga 2 bulan sekali, tiga bulan sekali, dan bahkan banyak ulama yang sampai mampu mengkhatamkan Al-Quran 1 minggu sekali.

Itulah yang menjadi motivasi bagi para pengurus di Rumah Yatim Monjali Yogyakarta, untuk menerapkan budaya one day one juz bagi anak asuhnya. Kegiatan yang dimulai sebelum maghrib ini diikuti oleh semua pengurus Rumah Yatim Yogya dan anak asuhnya.

#SedekahRefleksikanIman

UPDATE #6
22 Desember 2017

Libur Sekolah, Putra Rumah Yatim Lodaya Belajar Membuat Kue Bolu

“Siapa bilang anak laki-laki tidak bisa masak?” ungkap anak asuh Rumah Yatim Lodaya, Bandung. Menurut mereka, memasak bukan hanya pekerjaan perempuan saja, akan tetapi laki-laki juga bisa mengerjakannya bahkan bisa jauh lebih enak.

Setiap hari libur sekolah, anak putra Rumah Yatim Lodaya selalu meluangkan waktu untuk belanja dan memasak. Pada kesempatan kali ini, Sabtu (16/09) anak-anak berbelanja lalu membuat kue bolu untuk pertama kalinya.

Dibimbing ibu asrama, mereka pun mulai memasukan bahan-bahan dan mengolah bahan kue tersebut. "Meskipun baru pertama kali, namun hasilnya patut diacungi jempol. Rasanya enak, tekstur bolunya pun lembut.” Ungkap Dhian, selaku abi asrama Rumah Yatim Lodaya.

Anak - anak yang notabene berusia remaja ini merasa senang dan puas dengan hasil karya yang bisa mereka nikmati sendiri.

“Seru, bikin kami ketagihan membuat bolu lagi.” kata Dani, salah satu anak asuh.

Usai membuat bolu, Dani pun memotong kue tersebut menjadi beberapa bagian lalu membagikannya kepada teman-teman dan pengurus asramanya.

#SedekahRefleksikanIman

UPDATE #5
22 Desember 2017

Isi Libur Sekolah, Rumah Yatim Kiaracondong Ajak Anak Asuh Jalan Santai

Sabtu kemarin (16/09), Kepala Asrama Rumah Yatim Kiaracondong Harun, mengajak anak-anak untuk melakukan jalan santai ke gedung Sate. Sebelum jalan santai Harun menginstruksikan anak-anak untuk pemanasan, agar tidak terjadi cedera maupun sakit badan pasca jalan santai.

Rute jalan yang diambil dimulai dari jalan Ibrahim Adjie, lalu ke Jl. Jakarta, menuju Jl. WR Supratman lalu ke Jl. Diponegoro dan sampai ke gedung Sate. Sesampainya disana, Harun membebaskan anak-anak untuk melakukan aktifitas di lapangan gasibu setelah itu Harun mengajak mereka untuk makan bersama sembari berbagi cerita.

Harun yang sudah seperti ayah bagi anak asuhnya ini, selalu membangun kebersamaan dengan 18 anak asuhnya terutama di hari libur. Setiap hari libur, Harun selalu mengajak anak-anak untuk melakukan beragam aktivitas seperti memasak, berbagi cerita dan banyak lagi.

Melalui kegiatan tersebut, Ia berharap apa yang telah mereka lakukan dapat mempererat ukhuwah atar sesama, dan menjadi bagian pengalaman yang menyenangkan utuk 18 anak asuhnya.

Ayo, bantu wujudkan yatim Indonesia yang Berpestasi,Mandiri, dan berkarakter melalui kitabisa.com

#SedekahRefleksikanIman

UPDATE #4
22 Desember 2017

Masa Liburan, Masa Berkarya Anak Asuh Rumah Yatim Monjali

Setelah disibukan dengan aktivitas dan tugas sekolah, hari liburlah saat yang tepat untuk melepas lelah. Banyak yang memanfaatkan hari liburnya dengan mengunjungi tempat rekreasi, berjalan-jalan, silaturahmi ke rumah keluarga dan kerabat maupun memanfaatkan hobi.

Ada pula sebagian orang yang memanfaatkan hari liburnya dengan membuat karya, seperti yang dilakukan anak asuh putri Rumah Yatim Monjali, Yogyakarta. Mereka sibuk membuat karya gantungan kunci dari plastik mika bekas tempat kue bolu.

Menurut Nuryeni salah satu pengurus asrama, ide membuat gantungan kunci dari plastik mika diperoleh dari internet. Bahan-bahan yang diperlukan pun sangatlah mudah didapat, yakni hanya spidol permanen, plastik mika, gantungan kunci besi, perforator dan setrika.

Dibimbing Nuryeni, anak-anak melakukan kegiatannya, ada yang membuat gambar, menggunting, mewarnai dan menyetrika. “ harusnya sih di oven, tapi karena ovennya ngga ada jadinya kita setrika saja plastik mika yang sudah digambar dan digunting tersebut,” Kata Nuryeni, Kamis (21/12

Proses penyetrikaannya pun tidak seperti menyetrika baju biasa, plastik mika harus ditutup dengan kertas terlebih dahulu sebelum disetrika. Jika langsung, maka plastik akan menempel di setrika.

Tampak keseriusan anak-anak ketika membuat gantungan kunci tersebut, meskipun hasilnya belum sebagus yang di internet, namun anak-anak tetap senang dan mereka mengatakan akan terus mencoba. Mereka bilang kalau sudah berhasil membuat gantungan kunci yang bagus, mereka akan menjualnya di sekolah. Mereka ingin belajar berwirausaha dengan karya dari tangan mereka sendiri.

“ semoga harapan mereka bisa menjual gantungan kunci buatan sendiri bisa terwujud, insyaAllah kami dari pengurus akan mendukungnya,” pungkas Nuryeni.

 

#SedekahRefleksikanIman

UPDATE #3
22 Desember 2017

Anak Asuh RY Medan Antusias Belajar Tajwid

"Dan bacalah Al-Quran itu dengan tartil (perlahan-lahan).” (Q.S. Al-Muzzammil [73] : 4).

Penggalan ayat diatas menjelaskan bahwa, umat islam wajib untuk membaca Al-Quran dengan tartil atau membaca dengan memperhatikan panjang pendek dan tajwidnya.

Mengetahui hal tersebut, Iwan Gunawan selaku Kepala Asrama Rumah Yatim Medan menginstruksikan anak asuh mukim dan non mukim dekat asrama, untuk belajar tajwid di asrama. Ada 20 anak asuh dari tingkat SD dan SMP mengikuti kegiatan yang berlangsung setiap ba’da magrib sampai menjelang shalat isya.

Menurut Iwan, untuk pengajarnya, ia mengandalkan kemampuan para pengurus, karyawan dan anak asuh yang sudah besar, mereka secara bergantian mengajari anak asuh ilmu tajwid.

Tidak hanya mengajari ilmu tajwid, mereka pun selalu mengajari mereka ilmu agama, di antaranya fikih, akidah akhlak, sejarah islam, doa harian, hafalan Al-Qur’an dan baca tulis Al-Qur’an.

“ Alhamdulillah anak-anak bersemangat belajar ilmu agama, semoga kedepannya ilmu yang kami berikan bisa bermanfaat dan bisa diamalkan oleh mereka,” pungkasnya, Jum'at (22/12).

 

#BersamaCerahkanMasaDepanMereka

UPDATE #2
22 Desember 2017

Mengisi Waktu Libur Sekolah Anak Asuh Kaliurang Perindah Asrama

Libur sekolah telah tiba, banyak dari anak-anak Indonesia yang memanfaatkan libur panjangnya untuk berkunjung ke tempat wisata bersama keluarganya.

Namun tidak untuk anak asuh Rumah Yatim Kaliurang, mereka memanfaatkan momen libur sekolahnya dengan memperindah asrama dengan bersih-bersih, menyiram tanaman dan mengecat asrama.

Tosin Koswara selaku Kepala Asrama Rumah Yatim Kaliurang mengatakan bahwa liburan kali ini dimanfaatkan untuk memperbanyak hafalan, memperindah asrama dan menyalurkan hobi anak seperti menggambar, bermain bola dan masak.

Ia menuturkan bahwa anak asuhnya tersebut tampak sangat menikmati waktu libur sekolahnya, meski tidak berkunjung ke tempat wisata. “Alhamdulillah anak-anak sangat menikmati momen berliburnya, meski hanya di asrama saja,” pungkasnya, Jum'at (22/12).

 

#sedekahRefleksikanIman

UPDATE #1
22 Desember 2017

Madrasah Gratis Program Bersama Mitra RY

Sejak siang hingga petang, bangunan sederhana di Jalan Lodaya tampak lengang. Kegiatan belajar mengajar dimulai kembali setelah magrib. Anak non mukim Rumah Yatim selalu bersemangat mempelajari ilmu agama di Madrasah Diniyah Ar-Rum Al-Jihad.

Madrasah ini dan Rumah Yatim, bermitra sejak tahun 2015. Salah satu pengurus madrasah, Ayi mengatakan santunan yang diberikan Rumah Yatim untuk anak non mukim sangat bermanfaat bagi perkembangan madrasah. Karena anak-anak bisa mengaji dan belajar di tempat tersebut tanpa dipungut biaya.

"Selama ini, alhamdulillah, santunan yang diberikan Rumah Yatim itu sangat luar biasa bagi kami, karena dimana anak-anak yang mengaji ini kan tidak sepeserpun dipungut biaya," jelas Ayi.

Menurutnya, segala sesuatu yang dibutuhkan untuk pengeluaran madrasah, Rumah Yatim lah yang mengcover semuanya.

"Segala sesuatunya kan pasti harus ada biaya yang dikeluarkan, baik itu untuk sarana prasarana, buat guru bantu atau alat-alat tulis," terangnya, saat diwawancarai Tim Jurnalis Rumah Yatim, Kamis (21/12).

Berkat adanya bantuan dari Rumah Yatim, pengurus madrasah bisa membimbing anak-anak yang tadinya tidak bisa mengaji, menjadi lancar mengaji. Ketika di sekolah hanya sedikit mendapat pendidikan agama Islam, di madrasah ini lah mereka bisa mendapatkan pembelajaran yang lebih.

Jumlah anak non mukim yang disantuni yakni 22 anak dari total keseluruhan 56 anak. Kemudian anak yang mendapat santunan tersebut ikut berbagi dengan 56 anak lainnya. Tetapi yang diutamakan tetap anak yatim untuk dipenuhi segala kebutuhannya.

"Disini ada 56 anak, kemudian yang mendapat santunan 22 anak, nah yang mendapat santunan 22 anak itu, yg menikmati semua," paparnya.

Teknis pemberian santunan untuk non mukim ini, pihak madrasah menerima uang, dalam bentuk LPJ tertulis. Kemudian ditandatangani dengan pihak yang bersangkutan untuk disalurkan kepada anak non mukim.

"Jadi rezeki yang diberikan Rumah Yatim itu betul-betul sangat membantu bagi perkembangan terselenggaranya kegiatan belajar mengajar disini," ujar wanita 48 tahun itu.

Seperti yang diungkapkan Ayi, bantuan yang diberikan Rumah Yatim untuk operasional madrasah, para orang tua harus mengetahuinya, khususnya orang tua yang menitipkan anaknya di madrasah tersebut.

"Selama ini operasional yang didapat madrasah untuk mendukung madrasah diniyah itu mendapat bantuan Rumah Yatim," jelas Ayi.

Ia berharap ingin terus dibimbing dan dibina oleh Rumah Yatim, ingin tetap berkolaborasi dengan nama Al-Jihad, berkolaborasi dengan tempat yang lain, kemudian menyerap tenaga kerja yang benar-benar satu ideologi dengan Rumah Yatim yakni satu visi misi dengan mencari Ridho Allah.

 

#BersamaCerahkanMasaDepanMereka

Tanggal Nominal
Hamba Allah
25 November 2017
Rp 10.888
Hamba Allah
9 Desember 2017
Rp 10.432
Hamba Allah
15 Desember 2017
Rp 50.539
Hamba Allah
10 Desember 2017
Rp 20.153
Fajar Maulana Sidik
10 Desember 2017
Rp 13.652
Hamba Allah
10 Desember 2017
Rp 50.369
Hamba Allah
10 Desember 2017
Rp 100.841
Puspita Lintang Sari
11 Desember 2017
Rp 20.226
Hamba Allah
10 Desember 2017
Rp 50.367
dangki saepurohman
10 Desember 2017
Rp 20.679
SITI MARWIYAH
11 Desember 2017
Rp 30.214
Dwi Apriana
15 Desember 2017
Rp 20.000
Hamba Allah
11 Desember 2017
Rp 5.000
Hasanudin
11 Desember 2017
Rp 15.860
dani shaleh
12 Desember 2017
Rp 15.268
Hamba Allah
12 Desember 2017
Rp 10.908
Siti Patonah
18 Desember 2017
Rp 20.918
Hamba Allah
18 Desember 2017
Rp 1.000.941
Hamba Allah
20 Desember 2017
Rp 300.418
Hamba Allah
21 Desember 2017
Rp 50.244
Hamba Allah
21 Desember 2017
Rp 80.405
Hamba Allah
22 Desember 2017
Rp 250.796
Hamba Allah
24 Desember 2017
Rp 420.888
Hamba Allah
26 Desember 2017
Rp 200.196
Hamba Allah
26 Desember 2017
Rp 50.582
Hamba Allah
29 Desember 2017
Rp 100.738
Hamba Allah
29 Desember 2017
Rp 100.823
Hamba Allah
30 Desember 2017
Rp 50.631
Hamba Allah
30 Desember 2017
Rp 200.761
Hamba Allah
31 Desember 2017
Rp 10.711
Hamba Allah
2 Januari 2018
Rp 100.619
Hamba Allah
2 Januari 2018
Rp 15.484
Hamba Allah
4 Januari 2018
Rp 90.752
Hamba Allah
4 Januari 2018
Rp 300.674
Hamba Allah
5 Januari 2018
Rp 356.470
Almunawar
6 Januari 2018
Rp 100.113
Marfaza
7 Januari 2018
Rp 100.000
Lemon Rams Al Hiqbal
7 Januari 2018
Rp 500.000
Hamba Allah
8 Januari 2018
Rp 50.183
Khoiruddin Siregar
5 Januari 2018
Rp 50.000
Jamaah Metalliyah
10 Januari 2018
Rp 900.448
Hamba Allah
11 Januari 2018
Rp 300.000
Hamba Allah
12 Januari 2018
Rp 750.765
Hamba Allah
13 Januari 2018
Rp 500.524
Hamba Allah
15 Januari 2018
Rp 200.607
ERRI DWI SETYAWAN
16 Januari 2018
Rp 200.105
Hamba Allah
17 Januari 2018
Rp 20.654
Asty kartika
17 Januari 2018
Rp 200.495
Angger Rahmanto
14 Januari 2018
Rp 50.000
Hamba Allah
18 Januari 2018
Rp 100.645
Aisy nur eskari
18 Januari 2018
Rp 200.422
Hamba Allah
19 Januari 2018
Rp 50.432
Hamba Allah
20 Januari 2018
Rp 50.928
Hamba Allah
20 Januari 2018
Rp 300.393
Hamba Allah
20 Januari 2018
Rp 1.111.359
Hamba Allah
22 Januari 2018
Rp 300.000
Angger Rahmanto
7 Januari 2018
Rp 50.000
Hamba Allah
19 Januari 2018
Rp 300.000
Angger Rahmanto
22 Januari 2018
Rp 50.000
Satria Yanuar Akbar
23 Januari 2018
Rp 50.000
Hamba Allah
23 Januari 2018
Rp 200.164
Hamba Allah
23 Januari 2018
Rp 20.689
Hamba Allah
23 Januari 2018
Rp 10.592
Wibi wimala
24 Januari 2018
Rp 40.768
Hamba Allah
24 Januari 2018
Rp 50.732
Hamba Allah
25 Januari 2018
Rp 49.936
Hamba Allah
25 Januari 2018
Rp 300.000
Muhammad Akbar Amiruddin
25 Januari 2018
Rp 100.430
Hamba Allah
25 Januari 2018
Rp 150.915
Hamba Allah
26 Januari 2018
Rp 108.566
Hamba Allah
26 Januari 2018
Rp 50.298
Hamba Allah
26 Januari 2018
Rp 150.190
Hamba Allah
27 Januari 2018
Rp 25.236
Hamba Allah
27 Januari 2018
Rp 500.723
Hamba Allah
27 Januari 2018
Rp 50.868
Hamba Allah
28 Januari 2018
Rp 50.910
Hamba Allah
28 Januari 2018
Rp 300.000
Hamba Allah
28 Januari 2018
Rp 100.896
Hamba Allah
28 Januari 2018
Rp 100.212
Hamba Allah
30 Januari 2018
Rp 50.839
Hamba Allah
31 Januari 2018
Rp 20.996
Hamba Allah
30 Januari 2018
Rp 100.000
Rekha maharani
1 Februari 2018
Rp 200.223
Hamba Allah
1 Februari 2018
Rp 100.435
Hamba Allah
31 Januari 2018
Rp 300.000
Bayu
1 Februari 2018
Rp 200.000
Hamba Allah
2 Februari 2018
Rp 500.212
Hamba Allah
2 Februari 2018
Rp 25.433
Handi Rai Pamungkas
2 Februari 2018
Rp 200.000
Hamba Allah
2 Februari 2018
Rp 165.272
Eko Fitriandri
2 Februari 2018
Rp 100.000
Hamba Allah
2 Februari 2018
Rp 100.778
Hamba Allah
2 Februari 2018
Rp 15.000
Hamba Allah
2 Februari 2018
Rp 50.292
Hamba Allah
3 Februari 2018
Rp 300.000
Hamba Allah
3 Februari 2018
Rp 250.583
Hamba Allah
3 Februari 2018
Rp 20.305
jabbar
3 Februari 2018
Rp 100.350
Hamba Allah
4 Februari 2018
Rp 250.744
Hamba Allah
4 Februari 2018
Rp 507.787
Hamba Allah
5 Februari 2018
Rp 160.695
Hamba Allah
5 Februari 2018
Rp 50.115
Hamba Allah
5 Februari 2018
Rp 50.318
Hamba Allah
6 Februari 2018
Rp 150.847
Hamba Allah
6 Februari 2018
Rp 200.618
Hamba Allah
6 Februari 2018
Rp 200.000
Hamba Allah
7 Februari 2018
Rp 50.397
Hamba Allah
3 Februari 2018
Rp 100.000
Hamba Allah
7 Februari 2018
Rp 90.952
Aji Saputro
5 Februari 2018
Rp 100.000
Yana Heryana
5 Februari 2018
Rp 50.000
Hamba Allah
6 Februari 2018
Rp 300.000
Hamba Allah
7 Februari 2018
Rp 50.399
Hamba Allah
7 Februari 2018
Rp 20.487
Risna Nur Anita
2 Februari 2018
Rp 100.000
Tri Kurniawan
2 Februari 2018
Rp 50.000
Hamba Allah
9 Februari 2018
Rp 300.000
Hamba Allah
9 Februari 2018
Rp 100.703
Handi Rai Pamungkas
9 Februari 2018
Rp 50.000
Hamba Allah
10 Februari 2018
Rp 250.942
Hamba Allah
10 Februari 2018
Rp 14.322
Hamba Allah
12 Februari 2018
Rp 300.000
Hamba Allah
13 Februari 2018
Rp 50.000
Hamba Allah
13 Februari 2018
Rp 10.727
Hamba Allah
14 Februari 2018
Rp 300.769
Hamba Allah
15 Februari 2018
Rp 300.000
Hamba Allah
15 Februari 2018
Rp 50.975
Hamba Allah
16 Februari 2018
Rp 20.435
Hamba Allah
17 Februari 2018
Rp 1.000.317
Hamba Allah
17 Februari 2018
Rp 100.380
Hamba Allah
18 Februari 2018
Rp 200.866
Hamba Allah
18 Februari 2018
Rp 300.000
Handi Rai Pamungkas
19 Februari 2018
Rp 30.000
Fitri Yanti
19 Februari 2018
Rp 16.000
Hamba Allah
21 Februari 2018
Rp 300.000
Aldy izarghalib
21 Februari 2018
Rp 50.362
Hamba Allah
23 Februari 2018
Rp 50.815
Muhammad Darryl S
23 Februari 2018
Rp 100.000
erien
24 Februari 2018
Rp 108.939
Hamba Allah
24 Februari 2018
Rp 130.882
Hamba Allah
24 Februari 2018
Rp 300.000
Lusi Supriyati
24 Februari 2018
Rp 155.000
Fitri Yanti
24 Februari 2018
Rp 15.000
Hamba Allah
25 Februari 2018
Rp 100.450
Hamba Allah
26 Februari 2018
Rp 50.286
Hamba Allah
26 Februari 2018
Rp 50.479
Hamba Allah
26 Februari 2018
Rp 15.440
Hamba Allah
26 Februari 2018
Rp 250.601
Hamba Allah
27 Februari 2018
Rp 150.638
Hamba Allah
27 Februari 2018
Rp 300.000
Rekha maharani
27 Februari 2018
Rp 200.124
Hamba Allah
27 Februari 2018
Rp 12.000
Ade Priyono
28 Februari 2018
Rp 100.877
Hamba Allah
28 Februari 2018
Rp 250.810
Hamba Allah
28 Februari 2018
Rp 195.000
Hamba Allah
1 Maret 2018
Rp 75.718
Rachman firmansyah abdurahman
1 Maret 2018
Rp 300.694
Linggar Dwi Tamala
1 Maret 2018
Rp 50.182
Hamba Allah
1 Maret 2018
Rp 50.931
RLW
1 Maret 2018
Rp 105.251
Hamba Allah
1 Maret 2018
Rp 100.215
Hamba Allah
1 Maret 2018
Rp 100.409
Handi Rai Pamungkas
1 Maret 2018
Rp 80.000
Novita Kristina
2 Maret 2018
Rp 200.162
Hamba Allah
2 Maret 2018
Rp 10.574
Hamba Allah
2 Maret 2018
Rp 50.935
Hamba Allah
2 Maret 2018
Rp 150.420
Hamba Allah
2 Maret 2018
Rp 50.875
Hamba Allah
2 Maret 2018
Rp 50.946
Hamba Allah
2 Maret 2018
Rp 50.410
Hamba Allah
2 Maret 2018
Rp 195.000
Hamba Allah
3 Maret 2018
Rp 400.237
Hamba Allah
3 Maret 2018
Rp 100.859
Yulia Sari
1 Maret 2018
Rp 50.000
Hamba Allah
2 Maret 2018
Rp 300.000
Fitri Yanti
2 Maret 2018
Rp 17.000
Hamba Allah
3 Maret 2018
Rp 15.597
Hamba Allah
4 Maret 2018
Rp 150.839
Nugroho Adityo
4 Maret 2018
Rp 165.869
Hamba Allah
4 Maret 2018
Rp 90.935
Hani Bassyasy
5 Maret 2018
Rp 100.402
Hamba Allah
5 Maret 2018
Rp 300.000
Hamba Allah
5 Maret 2018
Rp 50.390
Hamba Allah
5 Maret 2018
Rp 100.644
Hamba Allah
6 Maret 2018
Rp 100.700
Hamba Allah
6 Maret 2018
Rp 98.548
Hamba Allah
7 Maret 2018
Rp 150.936
Nita Yustina
7 Maret 2018
Rp 100.850
Yana Heryana
7 Maret 2018
Rp 50.000
Fitri Yanti
7 Maret 2018
Rp 30.000
Priatna Nugraha
4 Maret 2018
Rp 100.000
Harry A Zulhadji
7 Maret 2018
Rp 10.000
Vicka Cassandra
8 Maret 2018
Rp 100.300
Hamba Allah
8 Maret 2018
Rp 300.000
Hamba Allah
8 Maret 2018
Rp 300.136
Ibrahim Galih Akbar
9 Maret 2018
Rp 100.000
Gita Novera Hapsari
9 Maret 2018
Rp 10.000
Hamba Allah
9 Maret 2018
Rp 195.000
Hamba Allah
10 Maret 2018
Rp 1.000.536
Aji Saputro
10 Maret 2018
Rp 100.000
Hamba Allah
11 Maret 2018
Rp 300.000
Hamba Allah
11 Maret 2018
Rp 42.815
Hamba Allah
11 Maret 2018
Rp 50.434
Hamba Allah
12 Maret 2018
Rp 200.256
Gita Novera Hapsari
12 Maret 2018
Rp 10.000
Hamba Allah
13 Maret 2018
Rp 5.000.222
AVI ANGGRI AWAN
13 Maret 2018
Rp 10.926
Hamba Allah
14 Maret 2018
Rp 300.000
Lusi Supriyati
14 Maret 2018
Rp 50.000
Hamba Allah
14 Maret 2018
Rp 100.115
Hamba Allah
15 Maret 2018
Rp 20.811
Hamba Allah
16 Maret 2018
Rp 100.730
Hamba Allah
16 Maret 2018
Rp 500.786
Hamba Allah
16 Maret 2018
Rp 100.509
Hamba Allah
16 Maret 2018
Rp 35.140
Handi Rai Pamungkas
17 Maret 2018
Rp 50.000
Hamba Allah
17 Maret 2018
Rp 300.000
Hamba Allah
19 Maret 2018
Rp 50.777
Ibrahim Galih Akbar
16 Maret 2018
Rp 50.000
Hamba Allah
20 Maret 2018
Rp 300.000
Hamba Allah
20 Maret 2018
Rp 194.351
Hamba Allah
21 Maret 2018
Rp 100.613
Hamba Allah
20 Maret 2018
Rp 50.106
Hamba Allah
21 Maret 2018
Rp 100.285
Fitri Yanti
21 Maret 2018
Rp 16.000
INDRA PINANDITA
21 Maret 2018
Rp 10.000
Yuana Wati
20 Maret 2018
Rp 250.479
Hamba Allah
21 Maret 2018
Rp 35.678
Hamba Allah
21 Maret 2018
Rp 500.279
Hamba Allah
22 Maret 2018
Rp 50.245
INDRA PINANDITA
22 Maret 2018
Rp 10.000
Hamba Allah
22 Maret 2018
Rp 50.000
Hamba Allah
23 Maret 2018
Rp 100.000
Hamba Allah
23 Maret 2018
Rp 300.000
Hamba Allah
23 Maret 2018
Rp 50.930
Hamba Allah
23 Maret 2018
Rp 100.000
INDRA PINANDITA
23 Maret 2018
Rp 10.000
Retno Astriyani
23 Maret 2018
Rp 150.000
Gita Novera Hapsari
22 Maret 2018
Rp 10.000
Hamba Allah
23 Maret 2018
Rp 40.790
Muhammad Akbar Amiruddin
23 Maret 2018
Rp 150.305
Isna Latif
23 Maret 2018
Rp 500.533
Hamba Allah
23 Maret 2018
Rp 50.778
Hamba Allah
24 Maret 2018
Rp 113.264
Hamba Allah
24 Maret 2018
Rp 200.989
Hamba Allah
24 Maret 2018
Rp 200.820
Ahmad Fahmi Syam
23 Maret 2018
Rp 300.000
INDRA PINANDITA
25 Maret 2018
Rp 10.000
Lusi Supriyati
24 Maret 2018
Rp 165.000
Pitu Wulandari
24 Maret 2018
Rp 1.000.000
Hamba Allah
25 Maret 2018
Rp 50.395
Hamba Allah
25 Maret 2018
Rp 250.145
Khoirul Rifai
26 Maret 2018
Rp 50.000
INDRA PINANDITA
26 Maret 2018
Rp 10.000
Hamba Allah
26 Maret 2018
Rp 300.000
Hamba Allah
26 Maret 2018
Rp 50.559
wisnu wage
26 Maret 2018
Rp 1.000.430
Hamba Allah
26 Maret 2018
Rp 300.975
Adi Wibowo
26 Maret 2018
Rp 50.000
Hamba Allah
27 Maret 2018
Rp 500.205
Hamba Allah
27 Maret 2018
Rp 150.721
INDRA PINANDITA
24 Maret 2018
Rp 10.000
Hamba Allah
27 Maret 2018
Rp 150.323
Hamba Allah
27 Maret 2018
Rp 95.000
Hamba Allah
28 Maret 2018
Rp 10.154
Hamba Allah
28 Maret 2018
Rp 50.490
Team budi
28 Maret 2018
Rp 6.000.410
Hamba Allah
28 Maret 2018
Rp 200.378
Hamba Allah
28 Maret 2018
Rp 50.295
Hamba Allah
28 Maret 2018
Rp 50.413
Hamba Allah
29 Maret 2018
Rp 50.825
Hamba Allah
28 Maret 2018
Rp 200.533
INDRA PINANDITA
29 Maret 2018
Rp 10.000
Hamba Allah
29 Maret 2018
Rp 300.000
Madya Wibisana
29 Maret 2018
Rp 500.565
INDRA PINANDITA
28 Maret 2018
Rp 10.000
Reynaldi Ramadhana
28 Maret 2018
Rp 125.000
Heri Kiswanto
28 Maret 2018
Rp 50.000
Hamba Allah
29 Maret 2018
Rp 200.388
Hamba Allah
29 Maret 2018
Rp 50.483
Rekha maharani
29 Maret 2018
Rp 200.538
Hamba Allah
29 Maret 2018
Rp 150.959
INDRA PINANDITA
31 Maret 2018
Rp 10.000
INDRA PINANDITA
27 Maret 2018
Rp 10.000
Hamba Allah
31 Maret 2018
Rp 50.863
Ibrahim Galih Akbar
31 Maret 2018
Rp 50.000
Gita Novera Hapsari
30 Maret 2018
Rp 10.000
Ade Homsah Ramadhan
31 Maret 2018
Rp 200.000
INDRA PINANDITA
31 Maret 2018
Rp 10.000
Wibi wimala
31 Maret 2018
Rp 10.329
Hamba Allah
31 Maret 2018
Rp 100.955
Hamba Allah
31 Maret 2018
Rp 50.858
Hamba Allah
2 April 2018
Rp 500.684
Hamba Allah
2 April 2018
Rp 150.794
Hamba Allah
2 April 2018
Rp 150.873
Hamba Allah
2 April 2018
Rp 150.365
Furqon Yoga Setiawan
31 Maret 2018
Rp 10.873
Hamba Allah
2 April 2018
Rp 50.901
Rizky Trianti
2 April 2018
Rp 50.578
Hamba Allah
2 April 2018
Rp 100.501
Hamba Allah
2 April 2018
Rp 50.566
Hamba Allah
3 April 2018
Rp 100.381
Fitri Yanti
3 April 2018
Rp 18.000
INDRA PINANDITA
3 April 2018
Rp 10.000
Hamba Allah
3 April 2018
Rp 90.207
Hamba Allah
3 April 2018
Rp 350.841
Hamba Allah
3 April 2018
Rp 10.978
Hamba Allah
3 April 2018
Rp 50.156
Hamba Allah
3 April 2018
Rp 1.000.502
Hamba Allah
1 April 2018
Rp 300.000
INDRA PINANDITA
1 April 2018
Rp 10.000
INDRA PINANDITA
2 April 2018
Rp 10.000
INDRA PINANDITA
2 April 2018
Rp 10.000
Hamba Allah
4 April 2018
Rp 50.453
INDRA PINANDITA
4 April 2018
Rp 10.000
Hamba Allah
4 April 2018
Rp 300.000
Hamba Allah
4 April 2018
Rp 10.202
INDRA PINANDITA
5 April 2018
Rp 10.000
Hamba Allah
5 April 2018
Rp 100.841
Aji Saputro
3 April 2018
Rp 100.000
Gita Novera Hapsari
3 April 2018
Rp 10.000
Ragil Bagus Wicaksono
5 April 2018
Rp 160.000
INDRA PINANDITA
6 April 2018
Rp 10.000
Handi Rai Pamungkas
6 April 2018
Rp 50.000
Anita Maulida
5 April 2018
Rp 10.000
Furqon Yoga Setiawan
5 April 2018
Rp 10.000
Hamba Allah
6 April 2018
Rp 150.349
Hamba Allah
7 April 2018
Rp 50.313
INDRA PINANDITA
7 April 2018
Rp 10.000
Furqon Yoga Setiawan
7 April 2018
Rp 10.000
Hamba Allah
7 April 2018
Rp 50.949
sukma
9 April 2018
Rp 50.473
IRSAN JAELANI
8 April 2018
Rp 100.821
Wibi wimala
8 April 2018
Rp 10.414
Hamba Allah
8 April 2018
Rp 100.844
Hamba Allah
9 April 2018
Rp 200.365
Hamba Allah
9 April 2018
Rp 350.675
Hamba Allah
9 April 2018
Rp 400.771
Hamba Allah
7 April 2018
Rp 300.000
Furqon Yoga Setiawan
7 April 2018
Rp 10.000
INDRA PINANDITA
8 April 2018
Rp 10.000
Abdurahman Falahuddin
8 April 2018
Rp 175.000
Furqon Yoga Setiawan
8 April 2018
Rp 10.000
INDRA PINANDITA
10 April 2018
Rp 10.000
Hamba Allah
10 April 2018
Rp 300.000
Heri Herdian P
10 April 2018
Rp 50.901
Aris Anwar Hadinata
10 April 2018
Rp 100.395
Hamba Allah
9 April 2018
Rp 50.858
INDRA PINANDITA
9 April 2018
Rp 10.000
Hamba Allah
11 April 2018
Rp 100.213
Furqon Yoga Setiawan
10 April 2018
Rp 10.000
INDRA PINANDITA
11 April 2018
Rp 10.000
Hamba Allah
11 April 2018
Rp 50.936
Tri Kurniawan
11 April 2018
Rp 50.000
Hamba Allah
12 April 2018
Rp 50.896
Hamba Allah
12 April 2018
Rp 100.504
Hamba Allah
13 April 2018
Rp 300.000
Gita Novera Hapsari
12 April 2018
Rp 10.000
INDRA PINANDITA
12 April 2018
Rp 10.000
INDRA PINANDITA
13 April 2018
Rp 10.000
Hamba Allah
13 April 2018
Rp 500.993
Hamba Allah
13 April 2018
Rp 50.395
Edra Putri A.
13 April 2018
Rp 100.387
Hamba Allah
13 April 2018
Rp 250.212
Anggrek
14 April 2018
Rp 50.969
Hamba Allah
14 April 2018
Rp 50.275
Hamba Allah
14 April 2018
Rp 100.355
Hamba Allah
14 April 2018
Rp 30.375
Hamba Allah
15 April 2018
Rp 100.000
Hamba Allah
16 April 2018
Rp 300.000
INDRA PINANDITA
14 April 2018
Rp 10.000
INDRA PINANDITA
15 April 2018
Rp 10.000
Nuning Ambar Ningrum
15 April 2018
Rp 400.000
INDRA PINANDITA
16 April 2018
Rp 10.000
Furqon Yoga Setiawan
16 April 2018
Rp 10.000
Hamba Allah
17 April 2018
Rp 100.540
INDRA PINANDITA
17 April 2018
Rp 10.000
Hamba Allah
17 April 2018
Rp 50.987
Fitri Yanti
18 April 2018
Rp 19.000
INDRA PINANDITA
18 April 2018
Rp 10.000
Cresna Ponthy
18 April 2018
Rp 1.350.000
Hamba Allah
18 April 2018
Rp 100.946
Hamba Allah
18 April 2018
Rp 10.242
Rizal izmi ksw
18 April 2018
Rp 100.000
Hamba Allah
18 April 2018
Rp 10.541
Hamba Allah
18 April 2018
Rp 250.827
INDRA PINANDITA
19 April 2018
Rp 10.000
Hamba Allah
19 April 2018
Rp 300.000
BagusHaryanto
19 April 2018
Rp 300.496
Hamba Allah
19 April 2018
Rp 50.573
Hamba Allah
19 April 2018
Rp 110.000
Hamba Allah
20 April 2018
Rp 50.452
Hamba Allah
20 April 2018
Rp 100.159
Hamba Allah
21 April 2018
Rp 14.705
INDRA PINANDITA
20 April 2018
Rp 10.000
Lisa Laila Kissuarini
20 April 2018
Rp 200.000
Hamba Allah
22 April 2018
Rp 300.000
INDRA PINANDITA
23 April 2018
Rp 10.000
Lisa Laila Kissuarini
13 April 2018
Rp 100.000
INDRA PINANDITA
21 April 2018
Rp 10.000
INDRA PINANDITA
22 April 2018
Rp 10.000
Hamba Allah
24 April 2018
Rp 10.979
Bremi pertiwi
25 April 2018
Rp 100.340
Hamba Allah
25 April 2018
Rp 10.411
INDRA PINANDITA
25 April 2018
Rp 10.000
Gita Novera Hapsari
25 April 2018
Rp 10.000
Lusi Supriyati
25 April 2018
Rp 150.000
Hamba Allah
25 April 2018
Rp 300.000
INDRA PINANDITA
24 April 2018
Rp 10.000
Hamba Allah
25 April 2018
Rp 300.000
Hamba Allah
25 April 2018
Rp 100.545
Hamba Allah
26 April 2018
Rp 10.834
Darwin Kianto
26 April 2018
Rp 15.000
Indra Pinandita
26 April 2018
Rp 10.000
Hamba Allah
26 April 2018
Rp 10.669
Lidya Margaretha (Annisa Alfiona)
26 April 2018
Rp 150.000
Hamba Allah
26 April 2018
Rp 50.857
Arsya Annisa
25 April 2018
Rp 100.000
Rizki Oky Ari Satrio
26 April 2018
Rp 125.000
Hamba Allah
26 April 2018
Rp 10.507
Hamba Allah
26 April 2018
Rp 350.574
Hamba Allah
27 April 2018
Rp 500.794
Handi Rai Pamungkas
27 April 2018
Rp 30.000
INDRA PINANDITA
27 April 2018
Rp 10.000
Hamba Allah
27 April 2018
Rp 100.109
Hamba Allah
27 April 2018
Rp 200.764
Hamba Allah
27 April 2018
Rp 10.938
Hamba Allah
27 April 2018
Rp 25.834
Hamba Allah
27 April 2018
Rp 5.000.562
Hamba Allah
27 April 2018
Rp 10.942
Hamba Allah
27 April 2018
Rp 50.000
Hamba Allah
27 April 2018
Rp 100.268
Hamba Allah
27 April 2018
Rp 50.356
Arifatul Ilmi
27 April 2018
Rp 100.575
Hamba Allah
28 April 2018
Rp 300.000
Hamba Allah
28 April 2018
Rp 10.954
Hadi Prasetyo
29 April 2018
Rp 800.485
Hamba Allah
29 April 2018
Rp 100.819
Hamba Allah
29 April 2018
Rp 10.164
Hamba Allah
29 April 2018
Rp 150.264
Hamba Allah
29 April 2018
Rp 300.422
INDRA PINANDITA
28 April 2018
Rp 10.000
INDRA PINANDITA
29 April 2018
Rp 10.000
Fitri Yanti
29 April 2018
Rp 15.000
Hendra Chaya Yulian
27 April 2018
Rp 100.000
Hamba Allah
29 April 2018
Rp 50.629
Hamba Allah
29 April 2018
Rp 10.805
Hamba Allah
30 April 2018
Rp 10.943
Hamba Allah
30 April 2018
Rp 10.632
Hamba Allah
30 April 2018
Rp 10.543
Hamba Allah
30 April 2018
Rp 10.881
Hamba Allah
30 April 2018
Rp 10.501
Hamba Allah
30 April 2018
Rp 100.480
Indra Bayu Kamajaya
30 April 2018
Rp 200.642
Hamba Allah
30 April 2018
Rp 50.750
Rekha maharani
30 April 2018
Rp 200.568
Hamba Allah
1 Mei 2018
Rp 300.000
Hamba Allah
1 Mei 2018
Rp 24.208
Hamba Allah
1 Mei 2018
Rp 100.506
Hamba Allah
2 Mei 2018
Rp 10.297
AM_Corps
2 Mei 2018
Rp 10.388
Hamba Allah
30 April 2018
Rp 100.000
INDRA PINANDITA
30 April 2018
Rp 10.000
Aji Saputro
2 Mei 2018
Rp 100.000
INDRA PINANDITA
1 Mei 2018
Rp 10.000
INDRA PINANDITA
2 Mei 2018
Rp 10.000
Handi Rai Pamungkas
2 Mei 2018
Rp 70.000
Indri Handriyani
2 Mei 2018
Rp 50.000
Anita Maulida
2 Mei 2018
Rp 10.000
Angger Rahmanto
2 Mei 2018
Rp 50.000
Hagiar Adhitama
2 Mei 2018
Rp 150.000
Tri Kurniawan
3 Mei 2018
Rp 50.000
INDRA PINANDITA
3 Mei 2018
Rp 10.000
Bagus wanda habibullah
3 Mei 2018
Rp 500.954
Hamba Allah
3 Mei 2018
Rp 250.578
Hamba Allah
3 Mei 2018
Rp 50.763
Hamba Allah
3 Mei 2018
Rp 50.164
Safitri Nur Rahmi
3 Mei 2018
Rp 100.000
Hamba Allah
3 Mei 2018
Rp 100.936
Hamba Allah
3 Mei 2018
Rp 900.570
Hamba Allah
3 Mei 2018
Rp 200.777
Hamba Allah
4 Mei 2018
Rp 90.789
Bambang Irawan
4 Mei 2018
Rp 50.518
AM_Corps
4 Mei 2018
Rp 20.488
Hamba Allah
4 Mei 2018
Rp 10.375
Hamba Allah
4 Mei 2018
Rp 50.938
Lisa Laila Kissuarini
4 Mei 2018
Rp 200.000
Hamba Allah
4 Mei 2018
Rp 200.957
Hamba Allah
5 Mei 2018
Rp 50.934
Statuskim
4 Mei 2018
Rp 600.679
Hamba Allah
4 Mei 2018
Rp 50.616
Hamba Allah
4 Mei 2018
Rp 1.000.487
Hamba Allah
5 Mei 2018
Rp 10.160
Yana Heryana
5 Mei 2018
Rp 50.000
Hamba Allah
6 Mei 2018
Rp 250.760
Hamba Allah
6 Mei 2018
Rp 500.851
Hamba Allah
6 Mei 2018
Rp 200.000
Hamba Allah
7 Mei 2018
Rp 50.573
Hamba Allah
7 Mei 2018
Rp 300.824
Hamba Allah
7 Mei 2018
Rp 100.000
Handi Rai Pamungkas
7 Mei 2018
Rp 50.000
Gita Novera Hapsari
8 Mei 2018
Rp 10.000
INDRA PINANDITA
8 Mei 2018
Rp 10.000
Handi Rai Pamungkas
8 Mei 2018
Rp 40.000
Rahman Firmansyah
8 Mei 2018
Rp 25.000
INDRA PINANDITA
9 Mei 2018
Rp 10.000
Anggreni
9 Mei 2018
Rp 50.669
Hamba Allah
9 Mei 2018
Rp 160.719
Deasy Mutiara Putri
6 Mei 2018
Rp 100.600
Mega Giantini
4 Mei 2018
Rp 30.000
Cika Irlia Azzahra
4 Mei 2018
Rp 100.000
Darwin Kianto
3 Mei 2018
Rp 15.000
Gita Novera Hapsari
3 Mei 2018
Rp 10.000
Lusi Supriyati
4 Mei 2018
Rp 35.000
INDRA PINANDITA
10 Mei 2018
Rp 10.000
Ismail Ramud
10 Mei 2018
Rp 50.000
Rachma Utami Fauzi
10 Mei 2018
Rp 36.000
INDRA PINANDITA
11 Mei 2018
Rp 10.000
Darwin Kianto
11 Mei 2018
Rp 17.000
INDRA PINANDITA
4 Mei 2018
Rp 10.000
Lisa Laila Kissuarini
11 Mei 2018
Rp 150.000
Hamba Allah
11 Mei 2018
Rp 780.114
Hamba Allah
12 Mei 2018
Rp 100.343
Cika Irlia Azzahra
11 Mei 2018
Rp 100.000
INDRA PINANDITA
12 Mei 2018
Rp 10.000
Hamba Allah
14 Mei 2018
Rp 15.177
Hamba Allah
14 Mei 2018
Rp 10.768
Handi Rai Pamungkas
15 Mei 2018
Rp 30.000
Hamba Allah
16 Mei 2018
Rp 10.510
SUMIAH
16 Mei 2018
Rp 200.234
Hamba Allah
16 Mei 2018
Rp 1.100.000
Hamba Allah
16 Mei 2018
Rp 28.574
Hamba Allah
16 Mei 2018
Rp 100.922
Hamba Allah
17 Mei 2018
Rp 300.792
Hamba Allah
17 Mei 2018
Rp 400.768
Hamba Allah
17 Mei 2018
Rp 10.210
Hamba Allah
17 Mei 2018
Rp 200.399
Hamba Allah
17 Mei 2018
Rp 10.813
AVI ANGGRI AWAN
17 Mei 2018
Rp 10.474
Hamba Allah
17 Mei 2018
Rp 200.745
Hamba Allah
17 Mei 2018
Rp 50.187
Darwin Kianto
18 Mei 2018
Rp 17.000
AM_Corps
18 Mei 2018
Rp 50.716
Hamba Allah
18 Mei 2018
Rp 100.000
Hamba Allah
18 Mei 2018
Rp 50.250
Hamba Allah
19 Mei 2018
Rp 10.494
Hamba allah
19 Mei 2018
Rp 100.221
Hamba Allah
19 Mei 2018
Rp 100.823
Hamba Allah
19 Mei 2018
Rp 50.571
Hamba Allah
19 Mei 2018
Rp 50.898
Hamba Allah
20 Mei 2018
Rp 50.379
Hamba Allah
20 Mei 2018
Rp 25.894
Hamba Allah
21 Mei 2018
Rp 38.107
Hamba Allah
21 Mei 2018
Rp 10.572
Gita Novera Hapsari
22 Mei 2018
Rp 10.000
Hamba Allah
22 Mei 2018
Rp 25.893
Hamba Allah
22 Mei 2018
Rp 110.472
Hamba Allah
22 Mei 2018
Rp 1.000.993
Hamba Allah
22 Mei 2018
Rp 95.000
Hamba Allah
23 Mei 2018
Rp 95.000
Hamba Allah
23 Mei 2018
Rp 20.458
Hamba Allah
23 Mei 2018
Rp 100.196
Hamba Allah
24 Mei 2018
Rp 25.211
Hamba Allah
24 Mei 2018
Rp 500.803
calon istri sholehah:)
25 Mei 2018
Rp 50.867
Furqon Yoga Setiawan
25 Mei 2018
Rp 15.182
Rizki Oky Ari Satrio
25 Mei 2018
Rp 130.000
Hamba Allah
25 Mei 2018
Rp 50.435
Seon Mee Cha
25 Mei 2018
Rp 100.986
Hamba Allah
25 Mei 2018
Rp 200.406
Hamba Allah
25 Mei 2018
Rp 150.878
Hendra chaya yulian
25 Mei 2018
Rp 100.000
Hamba Allah
25 Mei 2018
Rp 232.482
Hamba Allah
26 Mei 2018
Rp 100.146
Hamba Allah
26 Mei 2018
Rp 50.930
Hamba Allah
26 Mei 2018
Rp 300.888
Hamba Allah
26 Mei 2018
Rp 250.729
Hamba Allah
26 Mei 2018
Rp 115.135
Hamba Allah
26 Mei 2018
Rp 100.345
Hamba Allah
27 Mei 2018
Rp 50.331
Febrian Fadila Rizky
26 Mei 2018
Rp 1.000.000
Hamba Allah
27 Mei 2018
Rp 300.747
Hamba Allah
27 Mei 2018
Rp 100.734
Hamba Allah
27 Mei 2018
Rp 100.750
Hamba Allah
27 Mei 2018
Rp 200.337
Hamba Allah
28 Mei 2018
Rp 50.813
Hamba Allah
28 Mei 2018
Rp 200.869
Hamba Allah
28 Mei 2018
Rp 10.601
Hamba Allah
29 Mei 2018
Rp 100.574
Hamba Allah
29 Mei 2018
Rp 50.000
Hamba Allah
29 Mei 2018
Rp 100.742
Hamba Allah
29 Mei 2018
Rp 100.208
Hamba Allah
30 Mei 2018
Rp 100.945
Hamba Allah
29 Mei 2018
Rp 35.440
Hamba Allah
30 Mei 2018
Rp 100.820
Fasya Yosifa
29 Mei 2018
Rp 50.117
INDRA PINANDITA
5 Mei 2018
Rp 10.000
Rachman Firmansyah
5 Mei 2018
Rp 35.000
INDRA PINANDITA
6 Mei 2018
Rp 10.000
INDRA PINANDITA
7 Mei 2018
Rp 10.000
INDRA PINANDITA
13 Mei 2018
Rp 10.000
INDRA PINANDITA
14 Mei 2018
Rp 10.000
Hamba Allah
30 Mei 2018
Rp 25.487
Hamba Allah
30 Mei 2018
Rp 300.607
Hamba Allah
30 Mei 2018
Rp 50.369
Hamba Allah
31 Mei 2018
Rp 300.000
Hamba Allah
31 Mei 2018
Rp 200.653
Hamba Allah
1 Juni 2018
Rp 50.482
Yessica
1 Juni 2018
Rp 360.000
Hamba Allah
1 Juni 2018
Rp 50.276
Hamba Allah
1 Juni 2018
Rp 300.208
Hamba Allah
1 Juni 2018
Rp 200.156
Furqon Yoga Setiawan
1 Juni 2018
Rp 15.893
Hamba Allah
2 Juni 2018
Rp 100.811
Hamba Allah
2 Juni 2018
Rp 100.478
Hamba Allah
3 Juni 2018
Rp 100.286
Hamba Allah
3 Juni 2018
Rp 100.890
Ari Wibowo
24 Mei 2018
Rp 100.000
Destin Daifa
25 Mei 2018
Rp 100.000
Khoiruddin Siregar
25 Mei 2018