Detail Layanan

zakat maal

Zakat Emas, Perak, dan Uang

Dana Terhimpun : Rp 176.682.450




UPDATE LAPORAN TERBARU
18 Mei 2019

Tiga Tahun Idap Kanker Serviks, Suparti Dapat Bantuan Rumah Yatim

Jaminan kesehatan bagi masyarakat prasejahtera di Indonesia belum sepenuhnya bisa didapatkan. Seperti yang dialami oleh Suparti, lansia 62 tahun itu sudah tiga tahun menderita penyakit kanker serviks stadium 4. Ia merupakan pasien BPJS yang tidak mendapat pelayanan kesehatan yang layak dari salah satu rumah sakit di Kota Medan. 

Kamis (16/5) lalu, tim Rumah Yatim Cabang Medan memberikan bantuan peduli sesama kepada lansia prasejahtera tersebut di kediamannya, di Jalan Tangga Batu Lorong 2, Desa Kenangan, Kec. Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang. Bantuan ini diberikan untuk membantu memenuhi biaya kebutuhan hidupnya serta untuk pengobatan penyakitnya. 

“Jadi si nenek ini kondisinya memprihatinkan, dia tergolong orang gak mampu yang hidup di garis kemiskinan. Sebelumnya pernah dirujuk ke rumah sakit, tapi ya selalu di oper-oper alasannya karena pasien BPJS,” terang Ibnu, relawan Rumah Yatim Medan.

Hidup dalam keterbatasan, membuat Suparti pasrah pada kondisi kesehatannya, karena tiada biaya untuk pengobatan. Kanker serviks yang sudah memasuki stadium 4 sebenarnya harus segera ditangani. Ibnu berharap, bantuan yang diberikan Rumah Yatim ini dapat meringankan beban ekonominya, terutama rasa sakit menahan penyakit yang dideritanya. 

“Walaupun tidak seberapa, minimal bisa meringankan. Mudah-mudahan bermanfaat untuk pengobatanya,” kata Ibnu.


Deskripsi Layanan


Hadist yang diriwayatkan dari Ali ra, dia berkata, telah bersabda Rasulullah saw:

“Jika kamu mempunyai 200 dirham dan sudah cukup setahun maka zakatnya adalah 5 dirham, dan emas hanya dikenakan zakat bila sudah mencapai 20 dinar dan sudah cukup setahun, maka zakatnya adalah ½ dinar setiap bertambah maka dengan hitungan tersebut. Tidak wajib zakat kecuali sampai cukup masa setahun”. (H.R Abu Daud)

Kategori Zakat Emas dan Perak

Harta lain yang juga termasuk kategori emas dan perak :

  1. Logam/batu mulia dan Mata uang
  2. Simpanan seperti : Tabungan, deposito, cek atau surat berharga lainnya.

Syarat Zakat Emas & Perak

  • Sampai nishob.
  • Berlalu satu tahun.
  • Bebas dari hutang yang menyebabkan kurang dari nishob.
  • Surplus dari kebutuhannya.
    • Jika perhiasan tersebut sebagai simpanan atau investasi, wajib dikeluarkan zakatnya 2.5% dengan syarat nishob dan haul.
    • Perhiasan yang haram digunakan dan terbuat dari emas & perak, wajib dikeluarkan zakatnya.
    • Jika perhiasan tersebut untuk dipakai dan dalam batas yang wajar, tidak dikenakan zakat, jika berlebihan termasuk katagori pertama.
    • Penentuan nishabnya adalah senilai dengan nishab emas 85 gram.

Nishab dan kadar zakat emas, perak dan uang

  • Nishab emas 20 dinar, 1 dinar = 4,25 gram, maka nishab emas adalah 20 X 4,25 gram = 85 gram.
  • Nishab Perak adalah 200 dirham, 1 dirham = 2,975 gram, maka nishab perak adalah 200 X 2,975 gram = 595 gram.
  • Demikian juga macam jenis harta yang merupakan harta simpanan dan dapat dikategorikan dalam emas dan perak, seperti uang tunai, tabungan, cek, saham, surat berharga ataupun bentuk lainnya. Maka nishab dan zakatnya sama dengan ketentuan emas dan perak. Artinya jika seseorang memiliki bermacam-macam bentuk harta dan jumlah akumulasinya lebih besar atau sama dengan nishab (85 gram emas) maka ia telah terkena kewajiban zakat (2.5%).
UPDATE #23
18 Mei 2019

Tiga Tahun Idap Kanker Serviks, Suparti Dapat Bantuan Rumah Yatim

Jaminan kesehatan bagi masyarakat prasejahtera di Indonesia belum sepenuhnya bisa didapatkan. Seperti yang dialami oleh Suparti, lansia 62 tahun itu sudah tiga tahun menderita penyakit kanker serviks stadium 4. Ia merupakan pasien BPJS yang tidak mendapat pelayanan kesehatan yang layak dari salah satu rumah sakit di Kota Medan. 

Kamis (16/5) lalu, tim Rumah Yatim Cabang Medan memberikan bantuan peduli sesama kepada lansia prasejahtera tersebut di kediamannya, di Jalan Tangga Batu Lorong 2, Desa Kenangan, Kec. Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang. Bantuan ini diberikan untuk membantu memenuhi biaya kebutuhan hidupnya serta untuk pengobatan penyakitnya. 

“Jadi si nenek ini kondisinya memprihatinkan, dia tergolong orang gak mampu yang hidup di garis kemiskinan. Sebelumnya pernah dirujuk ke rumah sakit, tapi ya selalu di oper-oper alasannya karena pasien BPJS,” terang Ibnu, relawan Rumah Yatim Medan.

Hidup dalam keterbatasan, membuat Suparti pasrah pada kondisi kesehatannya, karena tiada biaya untuk pengobatan. Kanker serviks yang sudah memasuki stadium 4 sebenarnya harus segera ditangani. Ibnu berharap, bantuan yang diberikan Rumah Yatim ini dapat meringankan beban ekonominya, terutama rasa sakit menahan penyakit yang dideritanya. 

“Walaupun tidak seberapa, minimal bisa meringankan. Mudah-mudahan bermanfaat untuk pengobatanya,” kata Ibnu.

UPDATE #22
28 Desember 2018

Rumah Yatim Mataram Kunjungi Rumah Sementara Korban Gempa

Dampak gempa lima bulan lalu masih menyisahkan luka mendalam, kehilangan sanak saudara dan mata pencaharian membuat sebagian warga Lombok hidup seadanya. Kini sebuah bangunan sederhana dihuni oleh delapan kepala keluarga yang hidup seadanya dalam keterbatasan. Rumah Yatim Cabang Mataram mendatangi kediaman masyarakat prasejahtera yang merupakan korban gempa di Desa Muncan, Kabupaten Lombok Tengah, Jumat (21/12). 

Kunjungan Rumah Yatim itu, kata Amir Sumarna selaku Kepala Cabang Mataram, untuk memberikan santunan peduli sesama kepada delapan kepala keluarga yang hidup di bawah garis kemiskinan. Delapan kepala keluarga itu hidup di sebuah rumah sementara, karena sebelumnya tidak ada bantuan dari manapun. Terlebih bantuan dari pemerintah tidak kunjung datang. 

“Kondisi semuanya sangat memprihatinkan, mereka belum punya rumah karena rumah mereka pada hancur akibat gempa. Jadi sekarang tinggal di rumah sementara,” terangnya. 

Menurutnya, masyarakat Lombok masih membutuhkan uluran tangan dari berbagai pihak. Karena untuk bangkit dari keterpurukan membutuhkan banyak uluran tangan agar bisa benar-benar bangkit kembali. Banyak masyarakat yang hidup seadanya, saat ini pasokan bantuan sudah jarang. Sehingga masyarakat mengharapkan bisa membangun ekonominya kembali untuk menyambung hidup. 

Amir berharap, penyerahan bantuan kepada masyarakat kurang mampu ini sedikitnya bisa mengurangi beban mereka yang membutuhkan bantuan untuk memenuhi biaya kehidupannya sehari-hari. Karena masyarakat belum bisa membangun ekonominya. 

“Selama ini mereka belum bisa usaha apapun, modal usaha tidak ada, makan juga seadanya, hanya mengandalkan dari ladang,” pungkasnya.

 

www.rumah-yatim.org

UPDATE #21
14 Desember 2018

Lansia Prasejahtera di Kulon Progo dan Sleman Terima Bantuan Rumah Yatim

Rumah Yatim Area Yogyakarta telah menyalurkan bantuan peduli sesama untuk lansia di dua kecamatan di Kabupaten Kulon Progo dan Sleman. Penyaluran bantuan tersebut telah dilaksanakan Senin (10/12) lalu. Seluruh bantuan yang diberikan merupakan realisasi penyaluran zakat yang diamanahkan kepada Rumah Yatim Area Yogyakarta.

Menurut Manager Area Rumah Yatim Yogyakarta, Arifin, seluruh penerima yang jumlahnya 10 orang memang layak diberikan bantuan. Hal ini dikarenakan kondisinya yang sudah jompo serta berekonomi lemah. Seluruh penerima, kata dia, dibagikan di dua kecamatan berbeda, yaitu Kecamatan Nanggulan Kulon Progo, dan Kecamatan Moyudan Sleman.

"Ada dua kemarin yang kami salurkan secara door to door, dan ada yang kita kumpulkan mustahiknya," papar Arifin.

Ia menambahkan, seluruh penerima bantuan yang diberikan merupakan amanah yang dititipkan kepada Rumah Yatim. Bantuan itu juga diharapkan bisa menjadi peringan beban ekonomi para lansia tersebut. Apalagi, kata dia, mayoritas penerima hanya sebagai buruh tani kebun dan sawah. "Orang tidak mampu dan sudah sepuh (lanjut usia)," ungkapnya.

Selain itu, bantuan yang diberikan Rumah Yatim tersebut diharapkan bisa menjadi bukti nyata untuk menebar kebahagiaan dengan sesama. Kendati demikian, sambung Arifin, ia berharap seluruh penerima manfaat tetap diberikan kesehatan dan kebahagiaan di usianya saat ini.

 

www.rumah-yatim.org

 

UPDATE #20
21 November 2018

Rumah Yatim Salurkan Bantuan Biaya Hidup untuk Belasan Dhuafa

Rumah Yatim Regional Jabodetabek kembali menyalurkan bantuan biaya hidup kepada belasan dhuafa, Senin (19/11). Bantuan diberikan sebagai upaya membantu warga kurang mampu di sekitar Asrama Rumah Yatim Harkit. Hal ini dalam rangka memenuhi biaya hidup sehari-hari maupun kebutuhan lainnya yang tidak terduga. 

Bertempat di Asrama Harkit, Jalan Kecubung Raya, Blok I6, Perum Harapan Kita, Kelapa Dua Tangerang, sebanyak 15 orang prasejahtera telah menerima bantuan itu dengan penuh rasa haru. PIC penyaluran Muslih menuturkan, mayoritas penerima manfaat bekerja sebagai buruh cuci. 

“Kebanyakan yang hadir itu fakir miskin dan dhuafa yang bekerja sebagai buruh cuci,” ungkapnya.

Bantuan tersebut kata dia rutin diberikan sebulan sekali, minimnya penghasilan yang ada membuat warga kesulitan memenuhi biaya hidup untuk keluarganya. Oleh karena itu, adanya bantuan itu sangat bermanfaat bagi warga setempat. 

Muslih berharap, bantuan ini dapat membantu meringankan beban kebutuhan harian mereka. Serta diharapkan ke depannya bantuan ini akan lebih banyak lagi agar yang menerima bantuan itu semakin banyak lagi.

 

www.rumah-yatim.org

 

UPDATE #19
15 November 2018

Janda dan Jompo Antusias Terima Bantuan Biaya Hidup

Belasan janda dan jompo prasejahtera antusias saat menerima bantuan biaya hidup yang disalurkan oleh Rumah Yatim Regional Jabodetabek, pada Rabu (14/11). Bantuan diberikan untuk memenuhi kebutuhan biaya hidup harian mustahik yang berlatar belakang tidak mampu. 

Bertempat di Asrama Rumah Yatim Bintaro, Jalan Cut Meutia, Bintaro Tangerang Selatan, santunan dibagikan kepada 15 janda dan jompo. Kepala Asrama Bintaro Dedi menuturkan, bantuan ini juga untuk membantu perekonomian mereka yang sangat lemah, sehingga membutuhkan perhatian dari sisi materi. 

"Alhamdulillah bantuan biaya hidup ini setidaknya membantu ekonomi mereka," tuturnya.

Adapun penerima bantuan ini kata dia, berasal dari wilayah sekitar Asrama Bintaro. Menurutnya, bukan hanya anak-anak yang merasakan manfaat dari keberadaan Rumah Yatim, tetapi juga orang dewasa seperti jompo dan janda perlu merasakannya. 

Adanya bantuan ini, Dedi berharap bisa meringankan beban mereka dalam hal biaya hidup, meskipun tidak seberapa. Setidaknya hal ini dapat memberi kebahagiaan dan membawa keberkahan bagi para mustahik ini, terutama dalam hal membantu perekonomian.

"Semoga dengan adanya bantuan biaya hidup ini bisa meringankan beban ekonomi mereka," pungkasnya.

 

#ZakatUntukPerubahan#ZakatUntukKehidupanLebihBaik

www.rumah-yatim.org

UPDATE #18
7 November 2018

Riska, Penderita Komplikasi Asam Lambung Dapat Bantuan

Berkah zakat kembali dirasakan para mustahik. Kali ini berkah zakat berupa santunan gharimin (mustahik yang mempunyai hutang) dan santunan biaya hidup dirasakan keluarga Sani (40) dan Suswanti (38) di Jl. Nakula, Kel. Slerok, Kec. Tegal Timur, Kab. Tegal. Pasangan suami istri ini terjerat hutang untuk biaya berobat Riska (17) putri sulungnya yang menderita komplikasi asam lambung.

"Alhamdulillah dua jenis santunan telah kami serahkan kepada ibu Suswanti dan Riska. Bu Suswanti menerima santunan gharimin, sedangkan Riska menerima santunan biaya hidup," ungkap Jajang Khaeruman, Kepala Cabang Rumah Yatim Tegal, Rabu (31/10).

Ia menuturkan, sejak bulan Ramadhan lalu, Riska divonis menderita komplikasi asam lambung. Kondisi ini membuat Riska semakin lemah, kurus dan pucat. Ia pun terpaksa berhenti sekolah dan harus bolak balik ke rumah sakit untuk check up.

"Riska sakit pas bulan Ramadhan lalu, terus ia mulai berhenti sekolah pas beres lebaran sampai sekarang. Ia sekarang hanya bisa duduk dan tertidur saja karena ia sering ngerasa kesakitan dan badannya lemas," kata Suswanti.

Tidak hanya itu, komplikasi tersebut pun telah menghabiskan banyak biaya untuk pengobatan Riska. Dikarenakan bapak Riska, Sani hanya bekerja sebagai buruh serabutan. Terpaksa keluarga ini mesti berhutang ke sana sini untuk biaya berobat putri sulungnya.

"Mau gimana lagi Pak, penghasilan suami saya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari saja. Untuk biaya berobat Riska, terpaksa saya meminjam ke tetangga. Sekarang hutang saya sudah numpuk di mana-mana," ungkap Suswanti.

Selain Riska, Sani dan Suswanti mempunyai dua anak lainnya yang masih kecil. Ia bercerita, untuk biaya sehari-hari dan sekolah anaknya saja sudah kelimpungan, apalagi untuk biaya pengobatan Riska. Ditambah lagi, putrinya belum mempunyai BPJS sampai saat ini, jadi untuk pengobatan Riska masih menggunakan pengobatan umum.

Tak hentinya Suswanti mengucapkan terima kasih kepada tim Rumah Yatim yang telah peduli kepada keluarganya. Ia pun mengatakan jika bantuan ini akan digunakan untuk biaya pengobatan Riska dan untuk menebus hutangnya.

"Alhamdulillah meskipun santunan ini belum bisa memenuhi seluruh pengobatan Riska dan menutupi hutang kami. Namun santunan ini sangatlah membantu kami, mohon doanya semoga Allah memberikan Riska kesembuhan, agar ia bisa kembali bersekolah dan bisa melakukan aktivitas seperti biasa. Mohon doanya pula semoga kami diberikan kesehatan dan kelancaran rezeki agar kami bisa terus membawa Riska berobat dan bisa melunasi hutang kami," pungkasnya.

 

#ZakatUntukPerubahan#ZakatUntukKehidupanLebihBaik

 

www.rumah-yatim.org

UPDATE #17
24 Oktober 2018

Sepuluh Guru Ngaji Sukarela Dapat Santunan Rumah Yatim

Guru ngaji sukarela merupakan salah satu profesi yang diperhatikan Rumah Yatim. Setiap bulannya, Lembaga Amil Zakat (LAZ) ini rutin menyalurkan bantuan  kepada para guru ngaji sukarela ini. 

Salah satu cabang Rumah Yatim yang telah menyalurkan bantuan kepada pahlawan tanpa jasa ini adalah Rumah Yatim Cabang Pekanbaru, Riau.

Pada Minggu (21/10) lalu, Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) ini menyalurkan bantuan kepada 10 guru ngaji di wilayah Koto Tuo dan Banuaran, Kec. Kuantan Hilir, Kab. Kuantan Singingi, Riau. Bantuan  ini diserahkan langsung Ramdhan Burhanuddin selaku Kepala Cabang Rumah Yatim Pekanbaru di Aula Desa Banuaran.

Dikatakan Ramdhan, para guru ngaji ini dibayar secara sukarela oleh para orang tua muridnya. Kadang mereka tidak dibayar dikarenakan para orangtua murid sedang tidak mempunyai uang.

Meskipun begitu, mereka tidak patah arah untuk terus mengajarkan ilmu agama kepada anak didiknya. Untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga, mereka bekerja sebagai buruh serabutan.

"Alhamdulillah jazakallah atas semua kebaikan dan kepedulian Rumah Yatim dan donatur kepada kami. Bantuan ini telah meringankan beban kami, semoga Allah membalas semuanya," ungkap salah satu guru ngaji penerima bantuan.

 

#ZakatUntukPerubahan#ZakatUntukKehidupanLebihBaik

 

www.rumah-yatim.org

UPDATE #16
20 Oktober 2018

Para Dai di Cirendeu Terima Santunan Rumah Yatim

Belasan da'i di sekitaran Kantor Kas Cirendeu Rumah Yatim menerima santunan. Kegiatan penyaluran santunan dilaksanakan di Kantor Kas, Jalan Cirendeu Raya No.57, Pisangan, Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, Jumat (19/10).

Menurut pemaparan Staf Front Office Kantor Kas Cirendeu, Linda, sebanyak 15 da'i menerima santunan kali ini. Pemberian santunan merupakan bentuk perhatian Rumah Yatim kepada orang-orang yang mengabdikan diri di jalan agama. Ditambah lagi, kondisi ekonomi seluruh penerima memang layak untuk dibantu.

"Para da'i tersebut merupakan orang yang ekonominya kurang, tetapi mereka selalu mengajarkan kebaikan," papar Linda.

Program santunan da'i sendiri merupakan salah satu realisasi Rumah Yatim untuk mendukung kesejahteraan. Apalagi, melalui kegiatan tersebut bisa juga mendukung kondisi para pengajar ilmu agama di lingkungan masyarakat. 

"Mereka pun sangat antusias menerima santunan da'i tersebut," ujarnya.

Linda berharap, santunan yang diberikan Rumah Yatim bisa menjadi dorongan semangat untuk pada da'i. Agar, senantiasa memberikan pendidikan bagi masyarakat secara luas. Ditambah lagi, santunan yang diberikan ini diharapkan bisa memberikan keringanan dalam hal ekonomi para da'i.

"Semoga apa yang telah diberikan oleh Rumah Yatim menjadi manfaat bagi keluarga dan sekitarnya," harapnya.

 

#ZakatUntukPerubahan#ZakatUntukKehidupanLebihBaik

UPDATE #15
12 Oktober 2018

Bantuan Biaya Hidup Rumah Yatim Dukung Kesejahteraan Lansia

Sejumlah lansia di Kampung Sidang Jaya terima bantuan biaya hidup dari Rumah Yatim Regional Jabodetabek. Pembagian bantuan dilakukan dengan mendatangi masing-masing rumah penerima bantuan yang berada di Kampung Sindang Jaya, Desa Karyasari, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Kamis (11/10).

Menurut pemaparan Kasie Pendayagunaan Rumah Yatim Regional Jabodetabek, Muslihudin, sebanyak 10 orang menerima bantuan tersebut. Seluruhnya merupakan jompo yang sudah tidak mampu bekerja. Bahkan, daerah yang dikunjungi merupakan wilayah yang layak untuk dibantu.

"Mereka yang dibantu masuk kategori angka ketergantungan, karena sudah tidak produktif untuk bekerja," papar Muslihudin.

Selain itu, kondisi masyarakat yang tertinggal secara ekonomi menjadi alasan Rumah Yatim datang di tengah-tengah masyarakat. Bantuan ini juga, kata dia, diharapkan bisa bermanfaat dan memberikan keringanan bagi sejumlah lansia tersebut. "Kalau harapan mereka bantuan itu bisa berkesinambungan," katanya.

Kendati demikian, sambung Muslihudin, bukan hanya memberikan bantuan. Ia juga bersama relawan perlu memberikan edukasi kepada masyarakat. Agar, taraf ekonomi dan kesejahteraan di daerah tersebut bisa berubah. Apalagi, dari temuan relawan tidak sedikit dari masyarakat mengabaikan pendidikan.

"Namun kita juga perlu edukasi mereka untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan," tuntasnya.

#ZakatUntukKehidupanLebihBaik#ZakatUntukPerubahan

www.rumah-yatim.org

UPDATE #14
17 September 2018

Puluhan Pengajar Kobong di Pandeglang Dapat Santunan Rumah Yatim

Berlokasi jauh dari hiruk pikuk perkotaan, Kampung Beungbeu menjadi salah satu daerah yang dipenuhi oleh sejumlah kobong (pesantren). Di daerah tersebut menjamur pesantren sederhana yang mendidik anak hingga remaja. Kampung Beungbeu berada di Desa Karyasari, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Pandeglang.

Menjadi salah satu kampung perubahan binaan Rumah Yatim, Beungbeu terus di monitoring. Sejumlah bantuan bahkan telah disalurkan di daerah tersebut. Pada kesempatan di tahun baru 1440 hijriah ini, Rumah Yatim Regional Jabodetabek menyalurkan sejumlah bantuan. Salah satunya, santunan pagi pada dai dan pengajar di tiap pesantren.

"Di sana ada 20 da'i dan tenaga pengajar di pesantren di sekitaran Kampung Beungbeu yang dibantu," ujar Ali Ridwan, relawan Rumah Yatim Regional Jabodetabek, Jumat (14/9).

Menurutnya, kobong yang ada di daerah Kampung Beungbeu sangat menjamur. Bahkan, masing-masing santri secara cuma-cuma untuk belajar di kobong tersebut. Tidak adanya perhatian secara khusus, menjadi salah satu alasan Rumah Yatim salurkan santunan.

"Ada yang bayar, ada yang enggak, karena rata-rata santrinya prasejahtera," kata Ali.

Ia berharap, dengan bantuan santunan yang diberikan bisa memberi semangat kepada seluruh penerima. Agar, tetap konsisten memberikan pendidikan agama kepada para santri. Ke depannya, kata dia, bantuan juga bukan hanya menyasar para dai dan pengajar semata. Selain itu, diharapkan bisa terus berkelanjutan.

"Berharap terus berkelanjutan, bukan hanya untuk pengajarnya saja tapi juga anak-anaknya dan pesantrennya," tutur Ali.

Penyaluran santunan bagi da'i tersebut dilaksanakan tim relawan pada Kamis (12/9) kemarin. Bahkan, bukan hanya di lokasi tersebut, tim relawan juga memberikan hal yang sama di daerah lain.

 

#ZakatUntukPerubahan#ZakatUntukKehidupanLebihBaik

UPDATE #13
13 September 2018

Rumah Yatim Dukung Puluhan Da'i Lewat Santunan

Puluhan da'i di Desa Ujung Tebu, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Serang, dapat apresiasi Rumah Yatim Regional Jabodetabek, Rabu (12/9). Apresiasi ini diberikan kepada da'i lewat program santunan da'i.

Seluruh penerima santunan berjumlah 38 orang. Bantuan tersebut disalurkan kepada da'i yang mengabdikan diri secara ikhlas di jalan Allah. Bahkan, menurut pemaparan Kasie Pendayagunaan Rumah Yatim Regional Jabodetabek, Muslihudin, santunan juga diberikan kepada guru ngaji.

"Sebagai apresiasi Rumah Yatim kepada mereka yang telah mengayomi masyarakat dari anak-anak hingga dewasa," ujarnya.

Penerima bantuan juga, kata Muslihudin, diberikan atas rekomendasi aparatur pemerintahan setempat. Hal itu dikarenakan pemerintahan setempat lebih paham dan tahu latar belakang da'i. Apresiasi tersebut juga diharapkan bisa menjadi motivasi para da'i untuk tetap memberikan pembinaan dan pendidikan diniyah bagi masyarakat.

"Hal itulah yang menjadi dasar dan memberikan apresiasi alamiah mereka dalam bentuk santunan da'i," ungkapnya.

Muslihudin berharap, lewat santunan da'i tersebut bisa menjadi penyemangat. Agar, masyarakat di wilayah tersebut bisa semakin bertambah ilmu keislamanannya. Sehingga, bisa terbentuk masyarakat yang lebih baik. Kendati demikian, ia juga berharap bisa lebih banyak lagi membantu da'i lain.

"Mereka tetap eksis dan semangat tanpa mengurangi nilai-nilai lillahita'ala," ungkap Muslihudin.

Selain bantuan untuk da'i, Rumah Yatim Regional Jabodetabek juga memberikan bantuan biaya hidup bagi masyarakat. Selain itu, di hari yang sama juga mengadakan bazar gratis bagi 500 orang prasejahtera. Di sisi lain, turut membantu kebutuhan dan perlengkapan salah satu pesantren yang ada di desa tersebut.

 

#zakatuntukperubahan#ZakatUntukKehidupanLebihBaik

UPDATE #12
10 September 2018

Lansia dan Warga Prasejahtera di Kejambon Terima Bantuan

Menindaklanjuti survei lokasi penyaluran bantuan peduli sesama di wilayah Kejambon, Slerok dan Mejasem Jumat (7/8) lalu. Rumah Yatim Cabang Tegal akhirnya menyalurkan bantuan di wilayah tersebut, ada sebanyak delapan lansia dan warga prasejahtera yang sedang sakit mendapatkan bantuan tunai peduli sesama. 

Penyerahan bantuan dilakukan secara door to door atau pihak Rumah Yatim yang diwakili Jajang Khoeruman selaku Kepala Cabang berkunjung ke masing-masing kediaman para penerima bantuan. 

 "Alhamdulillah penyaluran bantuan peduli sesama di tiga wilayah telah sukses terlaksana, di wilayah Kejambon kami menyalurkan bantuan kepada dua orang lansia, di wilayah Slerok ada empat lansia dan di Mejasem kami menyalurkan bantuan kepada dua warga kurang mampu yang saat itu sedang menderita penyakit serius dan sangat membutuhkan bantuan untuk berobat," terang Jajang, Minggu (9/9)

Ia mengatakan, jika kedatangannya disambut hangat oleh para penerima bantuan, mereka bersyukur bisa mendapat bantuan ini. Ia menambahkan, jika rata-rata para penerima bantuannya bekerja sebagai buruh serabutan, adapula yang sudah tidak mampu bekerja lagi. Untuk memenuhi kebutuhan hidup, mereka berharap kepada uluran tangan saudara maupun tetangga.

"Ada beberapa dari mereka ketika menerima bantuan ini langsung menangis, mereka mengatakan jika bantuan ini sangat membantu mereka, mereka pun mengucapkan banyak terima kasih kepada Rumah Yatim dan para donatur yang telah peduli kepada mereka," paparnya.

Jajang berharap, aksi ini bisa menorehkan senyuman bahagia kepada mereka, juga dapat meringankan beban mereka. Ia pun berharap, ke depannya Rumah Yatim bisa terus berbagi kebahagiaan.

 

www.rumah-yatim.org

 

UPDATE #11
21 Agustus 2018

Santunan Da'i Rumah Yatim Dukung Syiar Islam di Tengah Masyarakat

 

Rumah Yatim Area Kalimantan memberikan perhatian kepada da'i di Jalan Revolusi, Karangrejo, Samarinda, Minggu (19/8). Perhatian tersebut diberikan dalam bentuk santunan bagi seluruh da'i dan da'iyah.

Menurut pemaparan Person In Charge (PIC) kegiatan tersebut, Thohimul, dirinya merasa bersyukur bisa memberikan santunan kepada da'i tersebut. Seluruh penerima merupakan orang yang mengabdikan diri menyiarkan agama Islam bagi masyarakat Samarinda. 

Pemberian bantuan juga, kata dia, tidak hanya berfokus di satu tempat. Akan tetapi seluruh penerima merupakan orang yang mengabdikan diri di setiap lokasi peribadahan. Di antaranya, Masjid Hidayatul Muqorrobin, Masjid Al Mujahidin, Mushola At Taufiq, Mushola AL Fath, serta Komunitas Rohis Al Ikhlas.

"Kami bisa melaksanakan di daerah tersebut karena lokasinya padat penduduk dan pedesaan. Selain itu, da'inya aktif memberikan pembelajaran kepada anak dan masyarakat sekitar," terang Thohimul.

Selain itu, kegiatan yang didasari dari rekomendasi masing-masing ketua masjid tersebut berlangsung lancar dan mendapat respon positif. Ia berharap, bantuan yang diberikan bisa memberi semangat kepada pada da'i dan da'iyah. Agar, bisa terus memberikan pendidikan Islam kepada anak-anak, maupun menyiarkan Islam bagi seluruh umat.

"Memberikan semangat bagi para da'i dan da'iyah. Karena mereka sangat berjasa menyiarkan Islam kepada masyarakat," ujarnya.

 

#ZakatUntukPerubahan#ZakatUntukKehidupanLebihBaik

UPDATE #10
15 Agustus 2018

Santri Ponpes Tahfidzil Qur'an Darussa'adah Terima Santunan Rumah Yatim

 

Senyum lebar terpancar tatkala 20 santri Pondok Pesantren (Ponpes) Tahfidzil Qur'an Darussa'adah menerima santunan uang tunai dan sembako dari Rumah Yatim Cabang Lampung. Mereka tak menyangka jika Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) ini bisa berkunjung dan memberikan bantuan.

Santunan tersebut diserahkan langsung Herman selaku Kepala Cabang Rumah Yatim Lampung, disaksikan Pimpinan Ponpes, Ketua Komunitas Pecinta Yatim dan Piatu (Kopayapi) dan para pengurus Ponpes. Kegiatan ini digelar di lapangan Ponpes pada Minggu sore (12/8) lalu. 

"Alhamdulillah anak-anak terlihat sangat senang ketika menerima santunan ini, mereka mengatakan jika santunan ini akan digunakan untuk membeli keperluan di pondok dan sekolah," ungkap Herman.

Ia mengatakan, jika ke 20 santri tersebut merupakan santri terpilih, mereka dipilih oleh pihak pondok. "Menurut Pemimpin Ponpes, ke 20 santri ini berstatus sebagai anak yatim, piatu dan dhuafa. Mereka saat ini duduk di bangku SD dan SMP," katanya.

Selain memberikan santunan uang tunai dan sembako, Rumah Yatim pun memberikan santunan sepatu, buku pelajaran, pakaian layak pakai dan buku yasin kepada mereka. 

Herman berharap, santunan ini bisa bermanfaat dan bisa menjadi penunjang belajar mereka.

 

#ZakatUntukPerubahan#ZakatUntukKehidupanLebihBaik

 

UPDATE #9
14 Agustus 2018

Hampir Putus Sekolah, Rumah Yatim Beri Bantuan Kepada Dua Siswa

Rumah Yatim Area Jawa Barat menyalurkan bantuan biaya hidup dan sembako bagi keluarga Dedi Herdiana. Penyaluran bantuan dilakukan oleh relawan Rumah Yatim di kediaman Dedi, di Kampung Sayuran RT 06 RW 07, Kelurahan Cijerah, Kecamatan Bandung Kulon, Kota Bandung, Senin (13/8).

Dedi merupakan seorang supir angkot yang memiliki delapan anak. Bahkan saat ini kedua oranganaknya sedang menempuh pendidikan menengah atas. Menurut Kasie Pemberdayaan Rumah Yatim Area Jawa Barat, Solehudin, Dedi dalam kesempatan beberapa waktu yang lalu sengaja mendatangi Rumah Yatim. Hal ini untuk meminta bantuan agar kedua anaknya tetap bisa bersekolah.

Melihat kondisi tersebut, Rumah Yatim Area Jawa Barat melakukan survei ke lokasi. Kondisi rumah yang kumuh dan sederhana menyapa relawan Rumah Yatim yang datang ke lokasi tersebut. Sapaan kedua anak Dedi, Nisa dan Dini, menjadi sambutan yang hangat bagi relawan yang datang.

"Bantuan ini diberikan untuk satu keluarga. Karena dia datang untuk meminta bantuan," ujar Solehudin.

Ia menambahkan, bantuan biaya hidup yang diberikan Rumah Yatim akan digunakan oleh keluarga Dedi untuk biaya harian dan sekolah. Hal ini dikarenakan kedua anaknya tersebut menempuh pendidikan di sekolah swasta. Apalagi, kata Solehudin, bantuan yang diberikan juga bisa memberikan kegembiraan bagi kedua anak Dedi.

"Ditagih terus SPP nya dan anaknya minder. Semoga setelah dibantu bisa semangat lagi sekolahnya," ujar Solehudin.

Ke depannya, sambung dia, bantuan ini bisa mengurangi beban keluarga Dedi. Bahkan, rencananya kedua anak tersebut akan dijadikan anak asuh nonmukim. Apalagi, melihat potensi yang ada pada diri anak. Ke depannya juga Rumah Yatim Area Jawa Barat akan mengadakan kegiatan bantuan lain seperti kesehatan gratis.

"Mudah-mudahan insya Allah nanti akan dijadikan anak asuh nonmukim," jelasnya.

 

#ZakatUntukPerubahan#ZakatUntukKehidupanLebihBaik

UPDATE #8
16 Juni 2018

Beri Kebahagiaan Jelang Hari Raya, Rumah Yatim Bagikan Santunan Biaya Hidup

13-06-2018, Rumah Yatim Regional Jabodetabek

Rasa senang terpancar dari raut wajah masyarakat prasejahtera di Kelurahan Balekembang. Hal ini dikarenakan puluhan masyarakat tersebut terima bantuan biaya hidup dari Rumah Yatim Regional Jabodetabek. Pembagian santunan tersebut dilakukan di Sekretariat RT 03 RW 03, Kelurahan Balekambang, Kecamatan Kramatjati, Jakarta Timur, Rabu (13/6).

Pada kesempatan tersebut, sedikitnya 42 orang prasejahtera menerina santunan biaya hidup. Pemberian santunan bantuan biaya hidup ini merupakan upaya Rumah Yatim dalam meringankan beban ekonomi harian masyarakat kurang mampu. Di samping itu, kegiatan ini juga upaya untuk memberikan kebahagiaan di bulan Ramadhan.

Menurut pemaparan Person In Charge (PIC) kegiatan tersebut, Ali Ridwan, seluruh penerima merupakan lansia dan dhuafa. Disalurkannya bantuan juga bertepatan dengan akan datangnya Hari Raya Idul Fitri. Sehingga, kata Ali, diharapkan bisa memenuhi kebutuhan di hari raya mendatang.

"Mereka adalah dari para kaum dhuafa dan jompo yang pasti sangat membutuhkan bantuan," papar Ali, melalui sambungan telepon kepada jurnalis Rumah Yatim.

Ia berharap, dengan disalurkannya santunan biaya hidup di momen Ramadhan ini bisa memberikan motivasi kepada penerima. Sehingga, mereka selalu bersyukur atas segala rezeki yang diterima dihari ini. Selain itu, dia berharap, bisa terus memberikan bantuan serupa maupun yang lainnya di wilayah lain. Agar, hadirnya Rumah Yatim bisa selalu dirasakan manfaatnya bagi masyarakat kurang mampu.

"Mari kita perhatikan saudara-saudara kita yang sangat membutuhkan. Karena mungkin menurut kita kecil tapi bagi mereka sangat besar manfaatnya," ungkap Ali.

 

"Jika tujuan shaum itu membentuk ketaqwaan, maka sesungguhnya KEMENANGAN seorang mukmin itu sangat tergantung seberapa kuat ia memelihara dan mempertahankan ketaqwaannya sampai ia bertemu Allah."

Keluarga besar Rumah Yatim mengucapkan ;

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1439 H
Mohon maaf lahir dan bathin

"Taqabbalallahu minna waminkum, shiyamana wa shiyamakum"

UPDATE #7
9 Juni 2018

Buruh Tani Desa Brajan Terima Bantuan Peduli Sesama Rumah Yatim

Rumah Yatim Area Yogyakarta menyalurkan bantuan program peduli sesama kepada 19 fakir miskin di Desa Brajan, Kecamatan Kalibawang, Kulon Progo, Yogyakarta, Kamis (7/6). Penyaluran ini merupakan bentuk perhatian Rumah Yatim dalam berbagi kebahagiaan di bulan penuh berkah terhadap para mustahik. 

Kepala Area Yogyakarta, Arifin mengungkapkan, penyaluran ini setidaknya dapat membantu para mustahik dalam memenuhi kebutuhannya. Karena dalam penyaluran ini merupakan dana zakat dari para donatur yang harus disampaikan amanahnya.

“Kami mencari mustahik kemudian dikumpulkan di dua tempat agar memudahkan,” ungkapnya saat diwawancarai jurnalis Rumah Yatim.

Ia menambahkan, di Desa tersebut banyak lansia yang tidak mampu secara ekonomi, karena mayoritas pekerjaannya sebagai buruh tani. Sehingga, hal itu menurutnya, perlu dibantu dalam memenuhi kebutuhannya.

UPDATE #6
6 Juni 2018

Puluhan Orang di Desa Kamasan Terima Bantuan Rumah Yatim

Beberapa hari yang lalu, Rumah Yatim Area Jawa Barat menyalurkan puluhan bantuan peduli sesama bagi masyarakat prasejahtera di Desa Kamasan, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung. Bantuan ini disalurkan untuk membantu meringankan beban harian masyarakat tersebut.

Menurut pemaparan Kasir Pemberdayaan Rumah Yatim Area Jawa Barat, Solehudin, pada hari itu sebanyak 32 orang mendapat bantuan peduli sesama. Di samping itu, wilayah tersebut merupakan daerah padat penduduk. Di sisi lain pula, kata dia, penerima manfaat merupakan buruh.

Sehingga, bantuan yang diberikan diharapkan bisa sedikit membantu memenuhi kebutuhan harian mereka. Selain itu, menurutnya, bantuan yang diterima masyarakat tersebut sebagian besar lainnya akan digunakan untuk menambah modal usaha.

"Karena ada masukan dari salah seorang warga sekitar. Akhirnya melaksanakan program itu," papar Solehudin.

Ia berharap, bantuan peduli sesama tersebut bisa memberikan kebahagiaan bagi para penerima. Apalagi, saat ini sedang menjalani bulan yang penuh berkah. Sehingga, bantuan dari Rumah Yatim bisa memberikan dorongan semangat bagi seluruh penerima manfaat. Agar, setiap langkah usahanya bisa berjalan dengan baik.

"Bantuan itu bisa untuk modal ulang para pedagang. Dimanfaatkan untuk para pedagang," lanjutnya.

Selain itu, ia berpesan kepada seluruh penerima agar bantuan yang diberikan Rumah Yatim menjadi motivasi. Supaya kelak di masa yang akan datang seluruh penerima tidak hanya sekadar menerima. Akan tetapi bisa memberikan hal yang sama untuk orang yang lebih membutuhkan.


#ZakatUntukPerubahan
#ZakatUntukKehidupanLebihBaik

UPDATE #5
4 Juni 2018

Di Usia Senja, Molani Besarkan Tujuh Anak Seorang Diri

Wajahnya terlihat sangat kelelahan, dia pun tak mampu berkata-kata, hanya diam saja. Demikian sosok Molani yang digambarkan Kepala Cabang Rumah Yatim Surabaya Agus Muhammad Yusuf tentang sosok ibu dari tujuh anak ini. 

Agus memaparkan, kehidupan Molani memang cukup berat, di usianya yang hampir 60 tahun, ia harus membesarkan ke tujuh buah hatinya seorang diri tanpa bantuan dari seorang suami. Suaminya sudah cukup lama meninggalkan dirinya. Sejak meninggalnya suami, dia pun harus banting tulang memenuhi kebutuhan anak-anaknya yang masih kecil. 

Ketujuh anak itu, yang paling besar duduk di bangku kelas 2 SMP dan yang paling kecil duduk di bangku kelas 1 SD. Saat Agus bejunjung ke rumahnya, ia hanya bertemu dengan putra tertuanya. Untuk menghidupi ketujuh putranya itu, dia mendirikan warung kecil-kecilan di rumahnya. Namun, warung itu tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan buah hatinya yang masih dalam masa pertumbuhan. Karena itu  seringkali dirinya mendapatkan bantuan,  salah satunya dari Karang Taruna Sukerejo yang dimotori Kusnendi, yang menjadi penghubung antara Rumah Yatim dan Molani yang tak bisa berbahasa Indonesia.

Di usia memasuki lansia, Molani masih bisa membesarkan anak-anak yang masih kecil. “Menurut saya, ia adalah sosok ibu yang hebat,” tuturnya. Atas perjuangannya itu, tak hanya bantuan biaya hidup, Agus pun berencana akan kembali datang memberikan bantuan sembako dan akan meringankan pembiayaan sekolah anaknya dengan bantuan beasiswa dhuafa. 

“Rencananya bulan depan ada penyaluran sembako di daerah Gresik lagi, dan kami akan kembali memberikan kepada ibu Molani dan untuk anak-anaknya insya Allah kami akan menjadikan mereka anak asuh nonmukim, meski hanya tiga anak yang dijadikan anak nonmukim, mudah-mudahan bisa meringankan,” paparnya.


#ZakatUntukPerubahan
#ZakatUntukKehidupanLebihBaik

UPDATE #4
30 Mei 2018

180 Orang di Yayasan Handayani Terima Santunan Rumah Yatim

“Kami sudah cukup lama bersinergi dengan Yayasan Handayani, dan kami percaya data-data yang mereka berikan itu akurat,” ungkap Kepala Cabang Rumah Yatim NTB, Amir Sumarna, ketika sedang melakukan santunan sembako di Yayasan Handayani. 

Santunan sembako tersebut diberikan kepada 180 mustahik. Menurut Amir, kerjasama ini sudah cukup lama terjalin antara Rumah Yatim dan Yayasan Handayani. Karena yayasan tersebut sudah menjadi organisasi sosial binaan Dinas Sosial NTB. Pada kesempatan bulan Ramadhan ini, kerjasama dilakukan atas rekomendasi dari Dinas Sosial NTB yang ingin semakin meningkatkan kerjasama dengan membantu Yayasan Handayani.

“Ini sebagai upaya mempererat tali silaturahmi dan saling membantu serta bersinergi,” ucapnya.

Kedatangan Rumah Yatim disambut dengan sangat meriah, bahkan Amir pun sampai mendapatkan kalungan selendang pada saat kedatanganya ke tempat kegiatan yang diselengarakan di yayasan tersebut. Kegiatan ini dihadiri pula oleh Dinas Sosial Lombok Barat, Kepala Dusun, dan juga para camat yang ada di daerah Gerung ini. 

“Para mustahik diambil dari pelosok-pelosok kampung, maka tak heran para Kepala Dusun pun turut hadir untuk mendampingi warganya,” papar Amir.

Ia merasa bersyukur kerjasama semakin solid dengan pihak dinas dan Rumah Yatim semakin dikenal oleh masyarakat Lombok Barat. Amir berharap, semakin Rumah Yatim dikenal oleh masyarakat, masyarakat pun semakin merasakan kehadiran dan manfaat yang ditebarkan oleh Rumah Yatim.


#LAZNas
#ZakatUntukPerubahan
#ZakatUntukKehidupanLebihBaik

 

UPDATE #3
28 Mei 2018

Rumah Yatim Berbagi Kebahagiaan dengan Lansia di Pandowoharjo

Menebar kebahagiaan di bulan Ramadhan menjadi salah satu tujuan utama Rumah Yatim. Kali ini Rumah Yatim Cabang Yogyakarta melakukan hal tersebut dengan menyaluran bantuan biaya hidup untuk masyarakat prasejahtera di Desa Pandowoharjo, Kecamatan Girimulyo, Kabupaten Kulonprogo, Minggu (27/5).

Menurut Kepala Cabang Rumah Yatim Yogyakarta, Arifin, pada momen Ramadhan tersebut sebanyak 63 lansia menerima santunan. Seluruh penerima juga merupakan lansia yang sudah tidak bisa bekerja. Harapannya dengan diberikannya santunan biaya hidup ini bisa memberikan kebahagiaan bagi para lansia.

"Di hari yang penuh berkah ini semoga bisa membuat senyum para nenek dan kakek yang gak punya," paparnya.

Kegiatan ini merupakan satu dari sejumah rangkaian di bulan Ramadhan. Sehingga, momen Ramadhan dijadikan waktu untuk memberikan kebahagiaan terhadap sesama. Di samping itu, kegiatan serupa diharapkan bisa terus berjalan untuk memberikan dampak positif guna membantu menyelesaikan permasalahan sosial yang ada di masyarakat.

"Semoga ke depan masih bisa berbagi lagi untuk mereka," ujar Arifin.

Di samping kegiatan tersebut, Rumah Yatim terus gencar dalam memberikan kebahagiaan bagi seluruh umat di masing-masing cabang seluruh Indonesia. Sehingga, hadirnya Rumah Yatim di tengah-tengah masyarakat bisa memberikan kebahagiaan dan keberkahan.

UPDATE #2
23 Mei 2018

Rumah Yatim Salurkan Bantuan Bencana untuk 195 Jiwa Korban Kebakaran

Rumah Yatim Regional Jabodetabek memberikan bantuan bencana kepada korban kebakaran di Jalan Basuki Rahmat RT 07 Rw 09, Cipinang Muara, Pondok Bambu, Jakarta Timur, Selasa (22/5). Bantuan tersebut diberikan untuk memberikan kebahagiaan kepada korban.

Menurut pemaparan Person In Charge (PIC) kegiatan tersebut, Ali Ridwan, bantuan yang diberikan berupa perlengkapan harian seperti selimut dan lainnya. Rumah Yatim Regional Jabodetabek juga memberikan bantuan perlengkapan sekolah, serta kebutuhan pokok untuk harian para korban.

Menurut data yang didapatkan tim Rumah Yatim Regional Jabodetabek, kurang lebih ada 46 rumah yang hangus 'dilalap si jago merah'. Selain itu, sedikitnya ada 195 jiwa yang menjadi korban kebakaran pada Senin (21/5) pagi itu. Informasi awal yang didapatkan dari warga sekitar, sumber kebakaran akibat arus pendek listrik.

"Sebelumnya dapat kabar kebakaran di daerah Cipinang Muara. Kita langsung koordinasi dengan aparat untuk validasi. Langsung persiapan untuk memberikan bantuan," papar Ali, kepada jurnalis Rumah Yatim.

Ia mengatakan, sejumlah harta benda milik warga sekitar hangus dilalap si jago merah. Namun, sebagian lainnya warga sekitar masih bisa menyelamatkan barang-barang berharga. Akan tetapi, peralatan rumah tangga serta pakaian tidak bisa diselamatkan saat kebakaran terjadi pagi itu.

Ia berharap, bantuan yang diberikan bisa sedikit mengurangi beban para korban. Selain itu, bantuan tersebut juga diharapkan bisa memberikan kegembiraan pasca kebakaran. Ali berpesan, agar masyarakat bisa sabar menghadapi musibah tersebut. Apalagi, saat ini memasuki bulan Ramadhan.

"Kita bisa mengambil hikmahnya dari setiap kejadian," ungkapnya.

UPDATE #1
7 Maret 2018

RY Harap Santunan Da'i Lebih Tepat Sasaran di 2018

“Insya Allah pada tahun 2018 ini kami akan bekerjasama dengan lembaga-lembaga yang menaungi para da’i,” papar Amir Sumarna, Kepala Cabang Rumah Yatim NTB. 

Menurut pengalaman yang ia rasakan tahun lalu, tak mudah menyalurkan santunan da’i dengan tepat sasaran. Oleh sebab itu, ini menjadi salah satu resolusi untuk program memuliakan para da’i yang ikhlas di tahun 2018. Amir ingin lebih selektif, lebih luas penyalurannya dan yang paling utama memilih da’i yang benar-benar membutuhkan bantuan dana. 

Meski tak dipungkiri selama tahun 2017, ia bersama tim sudah berupaya menyalurkan santunan kepada da’i-dai terpilih sesuai dengan kriteria. Penyaluran pun berlangsung pada akhir tahun 2017, di mana Amir menyalurkan santunan untuk 5 da’i, terdiri dari 2 da’i daerah Longseran, 2 da’I dari Nyangget dan 1 da’i dari Karang Kemong.

Ia memaparkan semua da’i merupakan da’i sukarelawan yang tak berpenghasilan, dan mendapat penghasilan seikhlasnya saja dari masyarakat bahkan tidak sama sekali.

Salah satunya, Fahrudin (60), seorang buruh tani yang membagikan ilmu agamanya untuk masyarakat sekitar Nyangget, meski pun sudah cukup berumur namun ia tidak pernah pensiun. Padahal beliau sudah mampu mencetak generasi, di mana anak muridnya sudah menggantikannya mengajar bersamanya. Kecintaannya akan mengajar tetap beliau laksanakan setiap harinya. 

Semua da’i yang didapatkan merupakan da’i-da'i yang dikenal baik oleh kemitraan Rumah Yatim, karena itu mereka pun tahu betul kehidupan dan sepak terjang para da’i tersebut.

“Alhamdulillah, kami dibantu oleh kemitraan, jadi santunan da’i kali ini berjalan lancar dan tepat sasaran,” ujarnya. 


Indahnya kebersamaan adalah saat kita memberi tak mengharapkan balasan. Ada tawa saat dalam kesedihan.

#ZakatUntukPerubahan
#LAZNasional

Tanggal Nominal
Hamba Allah
17 Mei 2018
Rp 1.000.982
Hamba Allah
22 Mei 2018
Rp 40.997
Hamba Allah
22 Mei 2018
Rp 5.346.186
Hamba Allah
27 Mei 2018
Rp 2.695.795
Hamba Allah
5 Juni 2018
Rp 36.219.916
HENDRA GUNAWAN
5 Juni 2018
Rp 3.542.824
Hamba Allah
7 Juni 2018
Rp 1.000.718
Ivan Malik
7 Juni 2018
Rp 2.000.866
Hamba Allah
8 Juni 2018
Rp 10.000.000
Sutrisno
8 Juni 2018
Rp 4.000.842
Hamba Allah
8 Juni 2018
Rp 10.000.934
Hamba Allah
10 Juni 2018
Rp 750.268
Hamba Allah
11 Juni 2018
Rp 350.126
Dwiyanto
11 Juni 2018
Rp 1.000.368
Hamba Allah
12 Juni 2018
Rp 1.000.348
Hamba Allah
13 Juni 2018
Rp 2.500.420
FAJAR HIRYAWAN
13 Juni 2018
Rp 3.400.542
Hamba Allah
13 Juni 2018
Rp 5.000.551
Hamba Allah
14 Juni 2018
Rp 4.787.856
Hamba Allah
14 Juni 2018
Rp 1.750.742
Dwi Indriyo
25 Juli 2018
Rp 400.000
Handaka
2 Agustus 2018
Rp 10.000.743
Hamba Allah
7 September 2018
Rp 500.324
drh. suhandri
15 September 2018
Rp 1.500.812
Hamba Allah
20 Oktober 2018
Rp 160.222
DEKY HERIYANTO
26 Oktober 2018
Rp 200.000
Hamba Allah
15 Desember 2018
Rp 80.505
Hamba Allah
19 Desember 2018
Rp 300.447
Hamba Allah
28 Desember 2018
Rp 3.000.849
Muhd Yan Hadiyansyah
7 Januari 2019
Rp 100.105
Utiya rohmaj
14 Januari 2019
Rp 250.978
Hamba Allah
17 Januari 2019
Rp 200.576
Hamba Allah
21 Januari 2019
Rp 200.809
Hamba Allah
25 Januari 2019
Rp 100.742
NN
25 Januari 2019
Rp 50.763
Hamba Allah
26 Januari 2019
Rp 50.898
Lina Sulistiawati
27 Januari 2019
Rp 1.500.670
Hamba Allah
30 Januari 2019
Rp 2.500.169
Hamba Allah
1 Februari 2019
Rp 50.746
Nadya Permatasari
1 Februari 2019
Rp 100.704
Hamba Allah
4 Februari 2019
Rp 302.808
Hamba Allah
10 Februari 2019
Rp 150.371
Hamba Allah
17 Februari 2019
Rp 50.870
Hamba Allah
19 Februari 2019
Rp 100.385
Hamba Allah
22 Februari 2019
Rp 53.123
Hamba Allah
1 Maret 2019
Rp 41.850.649
Dyah Intan Nurwijayanti
3 Maret 2019
Rp 150.787
Hamba Allah
22 Maret 2019
Rp 50.931
Nadya Paramita S
24 Maret 2019
Rp 750.898
Hamba Allah
26 Maret 2019
Rp 300.406
Hamba Allah
29 Maret 2019
Rp 150.206
Hamba Allah
1 April 2019
Rp 90.398
Hamba Allah
5 April 2019
Rp 2.072.404
Hamba Allah
9 April 2019
Rp 350.534
Hamba Allah
11 April 2019
Rp 700.850
Hamba Allah
27 April 2019
Rp 150.368
Bahrul Ilmi
30 April 2019
Rp 50.719
Jefry Rusmena
3 Mei 2019
Rp 5.000.512
Hamba Allah
5 Mei 2019
Rp 200.342
Hamba Allah
7 Mei 2019
Rp 100.674
Hamba Allah
13 Mei 2019
Rp 2.700.211
singgih dwi saputro
16 Mei 2019
Rp 600.350
Hamba Allah
17 Mei 2019
Rp 200.000
Hamba Allah
19 Mei 2019
Rp 10.152
Hamba Allah
21 Mei 2019
Rp 2.700.676
Hamba Allah
21 Mei 2019
Rp 200.483

Total Muzaki : 66 orang