Detail Layanan

zakat maal

Zakat Perniagaan

Dana Terhimpun : Rp 56.863.386




UPDATE LAPORAN TERBARU
26 Januari 2019

Berjalan 12 km, Rachmawati dan anaknya dapat santunan ibnu sabil

Rumah yatim cabang Tagal telah menyalurkan santunan ibnu sabil kepada Rachmawati pada hari kamis (24/1) kemarin. Rachmawati (43) adalah janda prasejahtera asal Slawi. Santunan diberikan oleh salah satu tim rumah yatim yang berada di asrama salah satu cabang rumah yatim Tegal Jl. Werkudoro no.207, Pangabean, Kejambon, Teal Timur.

Kepala cabang rumah yatim Tegal, Jajang Khaeruman memaparkan, Rachmawati bersama anak ketiganya berjalan 12 km dari kecamatan Slawi untuk menjual telepon genggam peninggalan suaminya. Telepon genggam yang merupakan alat berharga satu satunya terpaksa akan dia jual demi untuk membiayai pengobatan anak bungsunya yang sedang demam tinggi. Namun selama perjalanan, ia belum menemukan seorang pun yang mau menolongnya membeli telepon tersebut. Sampai akhirnya di tenah perjalanan, ada seseorang yang menyarankannya untuk datang ke Rumah Yatim.

Pada jajang, Rachmawati bercerita sudah dua tahun menjadi janda dan menjadi orantua tunggal dari keempat anaknya. Untuk menghidupi keluarganya ia bekerja serabutan dengan penghasilan yang tidak menentu. “ Alhamdulillah atas izin allah, kami bisa dipertemukan dengan bu Rachmawati dan anaknya cerita mereka telah menginspirasi dan memotivasi kami untuk terus bersyukur” ungkap Jajang.

Usai menerima bantuan dari Rumah Yatim, Rachmawati terus mengucapkan kalimat syukur dan doa. Ia pun mengungkapkan bahwa ia sangat bersyukur telah menerima bantuan ini karena dengan bantuan ini, ia bisa membawa anaknya berobat.  


Deskripsi Layanan


Ulama-ulama fikih menamakan zakat perniagaan dengan istilah “Harta Benda Perdagangan” (Arudz al Tijaroh), yakni: Semua yang diperuntukkan untuk dijual selain uang kontan dalam berbagai jenisnya, meliputi alat-alat, barang-barang, pakaian, makanan, perhiasan, binatang, tumbuhan, tanah, rumah, dan barang-barang tidak bergerak maupun bergerak lainnya.

Landasan Hukum

Menurut Ibnu Arabi dalam Syarh at-Turmizi Jilid 2 hal 104 bahwa ayat “pungutlah zakat dari kekayaan mereka” (QS. 9:103) itu berlaku menyeluruh atas semua kekayaan, bagaimanapun jenis, nama, dan tujuannya. Orang yang ingin mengecualikan salah satu jenis haruslah mampu mengemukakan satu landasan. (Hukum Zakat hal. 301)

Abu Dzar “Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda, Unta ada sedekahnya, kambing ada sedekahnya, dan pakaian juga ada sedekahnya” (Ibnu Hazm, Al-Muhalla, jilid 5: 234-235). Pakaian (al-Baz) menurut al-Qomus berarti baju, peralatan rumah tangga, dan sebagainya, yang meliputi kemeja, perabot, peralatan dapur. Dan wajib zakat atas nilai harganya apabila diinvestasikan dan diperjualbelikan

Ketentuan

  • Berlalu masanya setahun
  • Mencapai nishob 85 gr emas
  • Bebas dari hutang
  • Kadar zakat yang dikeluarkan adalah 2,5 %
  • Dapat dibayarkan dengan uang atau barang

 

Cara Perhitungan

(Modal+Keuntungan+Piutang)  – (Hutang+Kerugian) x 2,5%

Contoh:

Bapak Ahmad  seorang pedagang warung kelontong, ia memiliki aset (modal) sebanyak Rp 10.000.000,- setiap bulannya ia mendapatkan keuntungan bersih sebesar Rp 3.000.000,- /bulan. Usaha itu ia mulai pada bulan Januari 2010, setelah berjalan 1 tahun pada bulan tersebut ia mempunyai piutang yang dapat dicairkan sebesar Rp 5.000.000,- dan hutang yang harus ia bayar pada bulan tersebut sebesar Rp 3.00.000,-.

Jawaban:

  • Zakat dagang dianalogikan kepada zakat emas, nishabnya adalah 85gr emas, mencapai haul dan dengan tarif 2,5%
  • Aset atau modal yang dimiliki Rp 10.000.000,-
  • Keuntungan setiap bulan Rp 3.000.000,- x 12 = 36.000.000,-
  • Piutang sejumlah Rp 5.000.000,-
  • Hutang sejumlah Rp 3.000.000,-
  • Penghitungan zakatnya adalah: (Modal + untung + piutang ) – (hutang ) x 2,5%= zakat
  • (10.000.000 + 36.000.000 + 3.000.000) – (3.000.000,-) x 2,5% = Rp 1.200.000 ,-
  • Jadi zakatnya adalah Rp 1.750.000

 

UPDATE #19
26 Januari 2019

Berjalan 12 km, Rachmawati dan anaknya dapat santunan ibnu sabil

Rumah yatim cabang Tagal telah menyalurkan santunan ibnu sabil kepada Rachmawati pada hari kamis (24/1) kemarin. Rachmawati (43) adalah janda prasejahtera asal Slawi. Santunan diberikan oleh salah satu tim rumah yatim yang berada di asrama salah satu cabang rumah yatim Tegal Jl. Werkudoro no.207, Pangabean, Kejambon, Teal Timur.

Kepala cabang rumah yatim Tegal, Jajang Khaeruman memaparkan, Rachmawati bersama anak ketiganya berjalan 12 km dari kecamatan Slawi untuk menjual telepon genggam peninggalan suaminya. Telepon genggam yang merupakan alat berharga satu satunya terpaksa akan dia jual demi untuk membiayai pengobatan anak bungsunya yang sedang demam tinggi. Namun selama perjalanan, ia belum menemukan seorang pun yang mau menolongnya membeli telepon tersebut. Sampai akhirnya di tenah perjalanan, ada seseorang yang menyarankannya untuk datang ke Rumah Yatim.

Pada jajang, Rachmawati bercerita sudah dua tahun menjadi janda dan menjadi orantua tunggal dari keempat anaknya. Untuk menghidupi keluarganya ia bekerja serabutan dengan penghasilan yang tidak menentu. “ Alhamdulillah atas izin allah, kami bisa dipertemukan dengan bu Rachmawati dan anaknya cerita mereka telah menginspirasi dan memotivasi kami untuk terus bersyukur” ungkap Jajang.

Usai menerima bantuan dari Rumah Yatim, Rachmawati terus mengucapkan kalimat syukur dan doa. Ia pun mengungkapkan bahwa ia sangat bersyukur telah menerima bantuan ini karena dengan bantuan ini, ia bisa membawa anaknya berobat.  

UPDATE #18
26 Januari 2019

Alami penyumbatan usus, Rosikin dapat bantuan Rumah Yatim

Rumah yatim cabang Tegal memberikan santunan kepada Rosikin yang tengah mengalami penyumbatan usus.  Kepala cabang rumah yatim Tegal, Jajang Khaeruman yang menjenguknya di rumah sakit berkata, Rosikin telah di rawat selama satu pekan karena perutnya terasa sakit dan keras. Karena sudah terdaftar BPJS, Rosikin tidak memikirkan biaya rumah sakit. Ia hanya perlu memikirkan biaya untuk membeli obatnya saja. Namun dengan bantuan dari Rumah Yatim, ia sudah tidak perlu memikirkan lagi biaya tersebut. Sekarang dia hanya pasrah dengan kondisinya, jika tidak ada perkembangan yang baik maka ia harus dioperasi.

Lelaki berumur 64 tersebut bekerja sebagai penarik becak, untuk membiayai kehidupan sehari-hari. Ia hanya tinggal dengan anak keduanya karena istrinya telah lama meninggal dan anak pertamanya telah berkeluarga.

 

Ia mengatakan, ia sangat bersyukur bisa menerima santunan ini dan ia akan menggunakan santunannya ini untuk biaya membeli obat. Ia pun menyampaikan rasa terimakasihnya kepada para donatur “ Terima kasih Rumah Yatim dan para donatur atas santunan ini dan telah perduli kepada saya semoga semua  kebaikan ini dibalas oleh Allah.”

UPDATE #17
28 Desember 2018

Rumah Yatim Kunjungi Daerah Pelosok Nusantara Guna Beri Bantuan

Minggu (23/12) lalu, Rumah Yatim Cabang Medan menyusuri sebuah daerah yang berada di pelosok nusantara. Desa Kabanjahe, Kecamatan kabanjahe, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, dihuni oleh minoritas muslim yang hidup dalam keterbatasan ekonomi. Kunjungan tim Rumah Yatim ini untuk memberikan santunan biaya hidup kepada puluhan minoritas muslim prasejahtera. 

Relawan cabang Medan, Muhamad Suja menyebutkan, sebanyak 24 kepala keluarga menerima bantuan tersebut dengan penuh suka cita. Status ekonomi warga setempat berada di bawah garis kemiskinan. Warga hanya hidup seadanya tanpa mengandalkan bantuan dari manapun.

“Alhamdulillah bantuan sudah kita salurkan, karena ini amanah dari para donatur,” imbuhnya.

Hadirnya bantuan itu, kata dia sedikitnya dapat meringankan beban masyarakat setempat yang hidup serba pas-pasan bahkan seringkali kurang. Masyarakat yang hanya bekerja sebagai petani perkebunan tak memiliki penghasilan yang pasti. Sehingga demi menyambung hidupnya, warga bekerja serabutan demi memiliki penghasilan tambahan. 

Ia berharap, ke depannya Rumah Yatim bisa memberikan bantuan dalam program lainnya untuk warga minoritas muslim. Menurutnya, di wilayah Medan ini, masih banyak desa yang dihuni oleh masyarakat tidak mampu yang hidupnya serba kekurangan, sehingga uluran dari para dermawan masih dinantikan warga setempat. 

“Semoga bantuannya lebih banyak lagi, dan mudah-mudahan semakin banyak lagi donatur yang membayar zakat ke Rumah Yatim, agar semakin banyak pula yang bisa kita bantu," pungkasnya.

 

www.rumah-yatim.org

UPDATE #16
28 Desember 2018

Rumah Yatim Kunjungi Daerah Pelosok Nusantara Guna Beri Bantuan

Minggu (23/12) lalu, Rumah Yatim Cabang Medan menyusuri sebuah daerah yang berada di pelosok nusantara. Desa Kabanjahe, Kecamatan kabanjahe, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, dihuni oleh minoritas muslim yang hidup dalam keterbatasan ekonomi. Kunjungan tim Rumah Yatim ini untuk memberikan santunan biaya hidup kepada puluhan minoritas muslim prasejahtera. 

Relawan cabang Medan, Muhamad Suja menyebutkan, sebanyak 24 kepala keluarga menerima bantuan tersebut dengan penuh suka cita. Status ekonomi warga setempat berada di bawah garis kemiskinan. Warga hanya hidup seadanya tanpa mengandalkan bantuan dari manapun.

“Alhamdulillah bantuan sudah kita salurkan, karena ini amanah dari para donatur,” imbuhnya.

Hadirnya bantuan itu, kata dia sedikitnya dapat meringankan beban masyarakat setempat yang hidup serba pas-pasan bahkan seringkali kurang. Masyarakat yang hanya bekerja sebagai petani perkebunan tak memiliki penghasilan yang pasti. Sehingga demi menyambung hidupnya, warga bekerja serabutan demi memiliki penghasilan tambahan. 

Ia berharap, ke depannya Rumah Yatim bisa memberikan bantuan dalam program lainnya untuk warga minoritas muslim. Menurutnya, di wilayah Medan ini, masih banyak desa yang dihuni oleh masyarakat tidak mampu yang hidupnya serba kekurangan, sehingga uluran dari para dermawan masih dinantikan warga setempat. 

“Semoga bantuannya lebih banyak lagi, dan mudah-mudahan semakin banyak lagi donatur yang membayar zakat ke Rumah Yatim, agar semakin banyak pula yang bisa kita bantu," pungkasnya.

 

www.rumah-yatim.org

UPDATE #15
21 November 2018

Masyarakat Prasejahtera di Sekitar Asrama BSD Terima Bantuan

Ada 15 orang prasejahtera di sekitar Asrama Rumah Yatim BSD telah menerima santunan biaya hidup yang disalurkan oleh Rumah Yatim Regional Jabodetabek, di Asrama BSD, Jumat (16/11). Bantuan itu diberikan untuk membantu masyarakat yang dalam kondisi keterbatasan perihal ekonominya. 

Kepala Asrama BSD, Syahid menuturkan, pemberian bantuan difokuskan kepada para lansia dan janda prasejahtera perihal membantu penuhi kebutuhan biaya hidup. Mengingat para mustahik ini mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan dasarnya. Untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari, para janda ini hanya mengandalkan penghasilan dari buruh cuci. 

“Kebutuhan sehari-hari mereka dari bekerja sebagai buruh cuci gosok,” ungkapnya.

Saat menerima bantuan itu, kata dia, para mustahik berkali-kali mengucapkan terima kasih. Meskipun bantuan yang diberikan tidak seberapa, namun hal itu sangat berarti bagi mereka yang memang sedang mengalami kesulitan.

Ia berharap, Rumah Yatim dapat memberi bantuan tersebut lebih banyak lagi. Karena masih banyak warga prasejahtera yang belum menerima bantuan tersebut. Ia menambahkan, adanya bantuan itu, Rumah Yatim dapat terus mengemban amanah dari para muzzaki.

 

#ZakatUntukPerubahan#ZakatUntukKehidupanLebihBaik

www.rumah-yatim.org

UPDATE #14
12 November 2018

Rumah Yatim Bantu Ringankan Beban Penyandang Disabilitas

Keterbatasan fisik tidak membuat Muhammad Akbar berputus asa. Tinggal di rumah kontrakan di Jalan Soekarno-Hatta No. 149, RT 44, Balikpapan Utara, Balikpapan, ia menjelma menjadi sosok yang inspiratif. Namun, keterbatasan ekonomi yang ada pada keluarganya membuat Akbar harus berjuang.

Ia merupakan anak semata wayang dari pasangan Gusti dan Sukarti. Sehari-hari, Akbar layaknya anak seusianya bersekolah di Taman Kanak-Kanak (TK) Az Zahra. Selepas sekolah, Akbar biasanya hanya diam di rumah sebari mengulas pelajaran yang sudah didapatkannya.

"Akbar anak yang pintar bahkan dengan keterbatasannya dia sudah bisa menulis," papar Taufiq Rahman, relawan Rumah Yatim Area Kalimantan, saat mengunjungi kediaman Akbar, Sabtu (10/11).

Menurut Taufiq, dalam keterbatasan fisik Akbar selalu bersemangat. Hal itu terbukti, Akbar mendapatkan penghargaan sebagai anak dengan kemandirian terbaik di sekolahnya. "Akbar anak yang mandiri, bahkan dia dapat penghargaan," ujarnya.

Kedatangan relawan Rumah Yatim ke kediaman Akbar untuk memberikan bantuan pembelian kaki palsu melalui program peduli sesama. Bantuan tersebut, merupakan bentuk dukungan bagi Akbar dan keluarga. Selain itu, kata Taufiq, bantuan peduli sesama diberikan untuk memotivasi Akbar agar terus bersemangat.

Harapannya, sambung Taufiq, bantuan tersebut bisa menambah semangat Akbar dalam belajar. Kendati demikian, bantuan ini diharapkan bisa meringankan beban keluarga Akbar. Ke depannya, kata dia, Rumah Yatim juga akan terus memberikan bantuan bagi masyarakat yang lebih luas lagi.

"Harapannya semoga dengan bantuan ini Akbar bisa lebih semangat lagi dalam belajarnya. Dan masih banyak para penerima manfaat lainnya yang menunggu uluran tangan dari para donatur," tuntasnya, di penghujung wawancara.

 

#ZakatUntukPerubahan#ZakatUntukKehidupanLebihBaik

 

www.rumah-yatim.org

UPDATE #13
24 Oktober 2018

Bantuan Biaya Hidup Disalurkan Door to Door di Tegal

Door to door merupakan kegiatan yang dilakukan Rumah Yatim Cabang Tegal untuk menyalurkan bantuan biaya hidup di bulan ini. Ada sebanyak 24 rumah yang dihuni keluarga prasejahtera telah dikunjungi tim Rumah Yatim Cabang Tegal yang dimotori oleh Jajang Khoeruman selaku Kepala Cabang.

Keluarga prasejahtera tersebut, tinggal di wilayah yang berbeda. Sembilan keluarga dari Batu Agung Kec. Balapulang, sembilan keluarga dari wilayah Marga Sari Kec. Margasari dan enam keluarga lainnya dari wilayah Slerok. Ketiga tempat tersebut masih berada di Kota Tegal.

Jajang mengatakan, jika ia bersama timnya berkunjung ke satu persatu rumah tersebut. Meskipun jaraknya tidak berdekatan, tim merasa puas karena bisa bertemu dan melihat kondisi mereka secara langsung.

"Kami ingin optimal dalam menyalurkan bantuan ini, kami pun ingin mengetahui langsung kondisi mereka," kata Jajang, Selasa (23/10).

Ia pun mengatakan, jika para penerima bantuannya terdiri dari 10 lansia, sembilan anak yatim dan lima warga yang sedang mengalami sakit keras. Semuanya termasuk warga kurang mampu dan sangat membutuhkan bantuan.

"Alhamdulillah kedatangan kami disambut antusias bercampur haru dari para penerima bantuan. Alhamdulillah, lelah kami terbayar ketika melihat senyum mereka tatkala menerima bantuan ini," paparnya.

Ia menjelaskan, jika pihak Rumah Yatim mengetahui informasi keberadaan mereka dari salah satu stafnya. Sebelum memberi bantuan, beberapa orang dari tim melakukan survei untuk memastikan keberadaan mereka.

"Alhamdulillah, meskipun bantuan ini tidaklah besar, kami berharap semoga bantuan ini bisa menjadi manfaat besar untuk mereka dan bisa meringankan beban mereka," tutup Jajang.

 

#RumahYatim#ZakatUntukPerubahan#ZakatUntukKehidupanLebihBaik

 

www.rumah-yatim.org

 

UPDATE #12
13 September 2018

Wujud Kepedulian, Rumah Yatim Beri Bantuan Biaya Hidup

Rumah Yatim Cabang Medan menyalurkan program bantuan biaya hidup kepada masyarakat prasejahtera di Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan, Sumatera Utara, Selasa (11/9). Bantuan diberikan sebagai wujud kepedulian Rumah Yatim terhadap para mustahik yang memiliki keterbatasan secara ekonomi. 

Kepala Cabang Medan, Harun mengungkapkan, penerima manfaat dari program bantuan biaya hidup ini ada delapan mustahik, yang terdiri dari lansia, janda dan warga tidak mampu lainnya. Bantuan disalurkan secara door to door. Karena menurutnya dengan cara seperti ini, pihaknya bisa melihat kondisi warga secara langsung, berbeda saat warga di kumpulkan. 

“Dengan cara mengunjungi ke rumah mustahik, sensasinya sangat berbeda. Kita bisa ikut merasakan langsung bagaimana kondisi mereka dengan segala keterbatasannya,” ungkap Harun.

Menurutnya, masih banyak warga tidak mampu yang berada di sekitar kantor kas yang sangat membutuhkan uluran tangan dari berbagai pihak. Hal ini kata Harun, harus membuka mata bahwa banyak warga yang hidup masih di bawah garis kemiskinan.

Ia mangajak kepada masyarakat untuk senantiasa bersyukur atas nikmat yang diperoleh. Oleh karena itu, keberadaan Rumah Yatim ini, diharapkan dapat membantu para mustahik lebih banyak lagi. Salah satunya dengan memberikan semangat yang tiada henti kepada mereka yang berjuang memenuhi kebutuhan hidup dengan seadanya.  

“Ternyata masih banyak yang membutuhkan uluran tangan kita. Semoga semakin banyak lagi orang menyalurkan santunannya untuk para mustahik yang membutuhkan,” pungkasnya.

 

#ZakatUntukPerubahan#ZakatUntukKehidupanLebihBaik

UPDATE #11
16 Agustus 2018

Sejahterakan Lansia di Desa Sungai Langka, Rumah Yatim Beri Santunan

 

Menyejahterakan lansia merupakan salah satu program Rumah Yatim. Berbagai upaya dilakukan untuk merealisasikan tujuan tersebut. Salah satunya, dengan memberikan bantuan tunai maupun sembako.

Memberikan bantuan tunai menjadi pilihan Rumah Yatim Cabang Lampung untuk menyejahterahkan para lansia prasejahtera di wilayah Sungai Langka, Kec. Gedong Tataan, Kab. Pesawaran. 

Ada sebanyak 27 lansia prasejahtera yang sudah tidak mampu bekerja mendapat santunan tersebut. Pemberian santunan ini digelar di Balai Desa Sungai Langka, bersamaan dengan penyaluran santunan dhuafa dan sembako.

"Alhamdulillah sebanyak 27 lansia telah menerima bantuan biaya hidup dari Rumah Yatim, semoga apa yang diberikan bisa membantu meringankan kebutuhan hidup mereka," kata Kepala Cabang Rumah Yatim Lampung, Suherman, Selasa (14/8).

Ia mengatakan, jika saat penyaluran berlangsung, tidak semua lansia bisa hadir. Ada beberapa dari mereka yang diwakili anak maupun saudaranya dikarenakan kondisi mereka yang tidak memungkinkan untuk hadir. 

"Beberapa dari mereka sakit sehingga penyerahan bantuannya diwakili anak dan saudara," katanya. 

Penyaluran bantuan berjalan dengan sukses dan lancar. Senyum merekah ditunjukan para lansia tatkala menerima bantuan tersebut.

"Terima kasih atas bantuannya, bantuan ini sangat membantu kami, semoga Rumah Yatim bisa datang lagi ke desa kami," ungkap salah satu lansia penerima bantuan.

 

#ZakatUntukPerubahan#ZakatUntukKehidupanLebihBaik

 

 

UPDATE #10
7 Agustus 2018

Rumah Yatim Dukung Semangat Imam Muda Lewat Santunan Da'i

Wajahnya masih begitu muda, namun dia sudah menjadi imam di mushola sekitar rumahnya. Menjadi penerus jejak sang ayah, menjadikan Muhammad Ramadhan sosok yang religius di lingkungan masyarakat. Ramadhan merupakan remaja berusia 20 tahun yang tinggal di Kecamatan Banjarmasin Timur, Kalimantan Selatan. Melihat gigihnya remaja tersebut Rumah Yatim Area Kalimantan memberikan perhatian lewat santunan da'i.

Menurut pemaparan Kasie Pemberdayaan Rumah Yatim Area Kalimantan, Apip Suteja, di usia yang masih sangat muda, Ramadhan sudah menjadi sosok yang teladan. Setiap masuk jam waktu shalat, Ramadhan bergegas menuju mushola yang tidak jauh dari rumahnya. Itulah, kata Apip, salah satu alasan utama santunan diberikan kepada Ramadhan.

"Santunan yang diberikan dari iso terikat salah seorang donatur yang bernazar," papar Apip, kepada jurnalis Rumah Yatim, Selasa (7/8).

Pemberian santunan tersebut, sambung Apip, untuk memberikan semangat dan dorongan bagi imam muda tersebut. Pasalnya, menurut informasi yang didapatkan relawan Rumah Yatim, sebagian masyarakat di wilayah tersebut masih kurang dalam hal ibadah. Inilah, yang menjadi langkah Rumah Yatim mendorong imam muda tersebut sehingga menjadi contoh yang teladan.

Selain itu, santunan tersebut juga didasari oleh kurangnya ekonomi di keluarga Ramadhan. Apalagi sejak sepeninggalnya ayah Ramadhan beberapa waktu silam. Pemberian santunan itu menjadi awal Rumah Yatim menjajahi wilayah tersebut. Bahkan, di wilayah tesebut kondisi sensitifitas masyarakat perihal sosial dan ekonomi masih sangat tinggi.

"Tingkat kecemburuan ekonominya tinggi, terutama masalah sosial dan ekonominya. Jadi bantuan ini bisa memberikan semangat kepada Ramadhan, sehingga memberikan efek positif bagi masyarakat," ungkapnya.

 

#ZakatUntukPerubahan#ZakatUntukKehidupanLebihBaik

UPDATE #9
4 April 2018

Belasan Da'i di Gianyar Bali Terima Santunan Rumah Yatim

Beberapa waktu lalu, Rumah Yatim Cabang Bali memberikan santunan kepada belasan da'i di Astina Selatan, Kelurahan Gianyar, Kecamatan Gianyar, Kabupaten Gianyar Bali. Pemberian santunan ini dilaksanakan di Majelis Forum Umat (Format).

Menurut Kepala Cabang Bali Abdullah, sebanyak 16 da'i pada kesempatan tersebut menerima santunan dari Rumah Yatim. Belasan da'i tersebut dipilih, kata dia, seluruhnya merupakan orang-orang yang mengabdikan diri untuk memberikan ilmu kepada anak-anak. Sehingga, Rumah Yatim Cabang Bali turut memberikan perhatian kepada para pengajar tersebut.

"Mereka secara sukarela mengajar anak-anak yang ada di Majelis Format," jelas Abdullah, kepada jurnalis Rumah Yatim, beberapa hari setelah kegiatan.

Ia berharap, dengan santunan yang diberikan Rumah Yatim bisa sedikit membantu dan memberi semangat para da'i tersebut. Apalagi, kata dia, seluruh pengajar tersebut merupakan orang yang mendidik generasi bangsa yang lebih baik untuk ke depannya. "Bisa menyemangati mereka dalam mencerdaskan anak-anak binaan Majelis Format," ujarnya.

Selain itu, sejumlah kegiatan pula dilaksanakan pada kesempatan yang sama. Beberapa kegiatan yang dilakukan tersebut antara lain bantuan sembako, bantuan kitab Alquran, serta bantuan biaya hidup. Sejumlah program tersebut dilaksanakan Rumah Yatim guna mendukung dan memberikan perhatian kepada masyarakat dan penerima manfaat.


#LAZNas
#ZakatUntukPerubahan
#Fiisabilillah

UPDATE #8
24 Maret 2018

​Santunan Untuk Da'i & Pengajar di Pandeglang

Puluhan da'i dan pengajar mendapat bantuan Rumah Yatim Regional Jabodetabek pada program santunan da'i. Bantuan tersebut disalurkan di Rancajaya, Kelurahan Karyasari, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Pandeglang, Kamis (22/3). Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian Rumah Yatim kepada para da'i dan pengajar.

Menurut pemaparan Kasie Pendayagunaan Rumah Yatim Jabodetabek Muslihudin, sebanyak 29 da'i dan pengajar mendapat bantuan pada kesempatan kali ini. Bantuan tersebut diberikan, kata dia, guna mendukung para pengabdi diri dalam mendidik masyarakat di bidang diniyah. 

"Yang mengabdikan diri mendidik warga masyarakat dari berbagai kalangan dari usia dini sampai orang tua," ujarnya.

Bantuan ini pula, sambung Muslihudin, merupakan bantuan apresiasi Rumah Yatim Jabodetabek dalam membantu dan mendukung operasional para da'i dan pengajar. Sehingga, kebutuhan harian penerima bisa sedikit terbantu. Apalagi, kata dia, para penerima manfaat merupakan orang-orang yang mengabdikan dirinya di jalan agama. "Menambah ghiroh dan semangat dalam pembinaan warga masyarakat," paparnya.

Selain itu, Rumah Yatim Regional Jabodetabek memberikan bantuan berupa susu formula kepada anak dan balita, serta bazar gratis di Kelurahan Karyasari. Bentuk kegiatan ini pula salah satu bentuk kepedulian Rumah Yatim Jabodetabek kepada masyarakat prasejahtera di wilayah tersebut.


#LAZNas
#ZakatUntukPerubahan
#ZakatUntukKehidupanLebihBaik
#Fiisabilillah

UPDATE #7
20 Maret 2018

Sukadin, Lansia Sukawangun Senang Dapat Bantuan Rumah Yatim

Tongkat kayu itu menemani setiap langkah dirinya. Berjalan tertatih, pelan dan berhenti sekai-kali terlihat saat dirinya membawa bantuan sembako dari Rumah Yatim Area Jawa Barat. Laki-laki paruh baya itu merupakan salah satu dari 200 orang prasejahtera yang menerima bantuan sembako di Kelurahan Sukawangun, Kecamatan Karangnunggal, Kabupaten Tasikmalaya, Minggu (18/3).

Sukadin (70) dengan tertatih berjalan mendatangi kantor Desa Sukawangun untuk menerima bantuan. Dirinya merupakan salah seorang dari data prioritas yang ditentukan oleh pemerintahan setempat. Kondisi yang sudah tidak lagi sehat membuat Sukadin harus berjalan dibantu bambu yang menopang gerak jalannya.

Sukadin mengakui, kondisi yang dideritanya ini menyebabkan dia tidak dapat bekerja lagi. Sehingga, untuk memenuhi kebutuhan hidupnya hanya mengandalkan dari sang istri yang bekerja serabutan sebagai buruh tani. Selain itu, warga asli Tasikmalaya ini pula, sejak seluruh anaknya pisah rumah  dirinya hanya tinggal berdua. "Ke sini juga pakai ojeg, soalnya rumah lumayan jauh dari sini," ujarnya kepada jurnalis Rumah Yatim.

Sudah hampir dua tahun Sukadin mengalami kondisi tersebut. Menurut dirinya, tubuh sebagian kiri tidak bisa digerakan normal. Hal inilah, yang membuatnya harus menggunakan alat bantu. Sebelumnya Sukadin bekerja sebagai buruh tani. Namun, ia sangat bersyukur dengan bantuan yang diterimanya tersebut.

Ia mengungkapkan, bantuan sembako ini belum pernah diterima dirinya. Menurut dia, Rumah Yatim merupakan satu-satunya lembaga yang datang secara langsung untuk memberikan bantuan tersebut. "Alhamdulillah, senang menerimanya," paparnya.

#LAZNas
#ZakatUntukPerubahan
#ZakatUntukKehidupanLebihBaik
#BantuanSembako
#Mustahik

UPDATE #6
9 Maret 2018

Anak Asuh Tegal Dapat Santunan Nonmukim Bergilir

Santunan kembali diberikan kepada sepuluh anak asuh nonmukim oleh Rumah Yatim Tegal secara bergiliran. Kesepuluh anak itu diambil dari daerah Slerok tujuh orang, Margadana satu orang dan Banjar Anyar dua orang.  “Alhamdulillah pada bulan ini digelar kembali santunan yatim dhuafa untuk sepuluh anak asuh nonmukim sekitar asrama,” papar Kepala Cabang Rumah Yatim Tegal Jajang Khoeruman.

Di Tegal sendiri ada sekitar 96 anak asuh rutin mendapatkan ATM mustahik, selebihnya sekitar 45 anak mendapatkan santunan tunai rutin. Di antaranya kesepuluh anak tersebut. Menurut Jajang, selanjutnya santunan tersebut akan diberikan secara bergilir agar rata semuanya mendapatkan haknya. 

Baginya, semua anak berhak mendapatkan santunan tersebut apalagi dilihat dari latar belakang keluarganya yang kurang mampu. Di mana pekerjaan keluarganya kebanyakan adalah tukang becak di daerah Slerok. “Di sini kebanyakan tukang becak, jadi bisa kita pastikan kondisi ekonominya menengah ke bawah dan butuh bantuan khususnya untuk pendidikan anak yang cukup mahal,” ujarnya.

Untuk bulan depan, Rumah Yatim Tegal akan kembali menyalurkan santunan nonmukim. Jajang berharap santunan ini dapat dimanfaatkan oleh semua anak asuh khususnya untuk menunjang kebutuhan sekolah.

UPDATE #5
7 Maret 2018

Home Visit, Cara Baru Rumah Yatim Jabodetabek Salurkan Bantuan

Rumah Yatim Regional Jabodetabek mempunyai cara baru dalam penyaluran, yaitu home visit. Dengan home visit ini Rumah Yatim mendatangi rumah-rumah yang dinilai membutuhkan bantuan dan layak untuk dibantu. Program home visit ini merupakan upaya untuk lebih mengetahui kondisi masyarakat secara langsung. Seperti saat kunjungan Rumah Yatim Jabodetabek di Kelurahan Marga Jaya RT 04 RW 02, Kecamatan Bekasi Selatan.

Menurut pemaparan, Relawan Rumah Yatim Jabodetabek, Ali Ridwan, santunan yang diberikan berupa bantuan biaya hidup bagi masyarakat jompo dan dhuafa.  Dia menambahkan, lokasi tersebut dipilih karena dekat dengan salah satu asrama Rumah Yatim. Sehingga, keberadaan Rumah Yatim bisa dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

"Lokasi tersebut kita pilih bertujuan untuk lebih dirasakan manfaatnya," papar Bang Ali, sapaan akrabnya.

Selain di wilayah Marga Jaya, sebelumnya dilakukan pula program santunan untuk da'i. Sasaran penyaluran tersebut merupakan para fisabilillah yang bergerak di bidang pendidikan maupun guru mengaji.

Bang Ali berharap, dengan kegiatan yang dilakukan Rumah Yatim ini bisa membantu meringankan beban para penerimanya. Apalagi, sambung dia, saat ini masyarakat banyak yang mengeluh tingginya biaya hidup.

Ia menambahkan, untuk ke depannya Rumah Yatim Jabodetabek bisa terus menyalurkan lagi sejumlah program lainnya. Karena, tambah dia, di wilayah tersebut masih banyak masyarakat yang membutuhkan uluran tangan para donatur. "Banyak saudara-saudara kita yang sangat menanti bantuan selanjutnya," tutup Bang Ali.


#ZakatUntukPerubahan
#ZakatUntukKehidupanLebihBaik
#LAZNasRumahYatim

UPDATE #4
20 Januari 2018

Bantuan Material untuk Masjid Siti Maryam Pekanbaru

Rumah Yatim Cabang Riau memberikan bantuan untuk pembangunan Masjid Siti Maryam di Jalan Pinang RW 05, Kelurahan Wonorejo, Kecamatan Marpoyan, Pekanbaru, Kamis (18/1). Bantuan ini merupakan upaya Rumah Yatim dalam mendukung pembangunan fasilitas publik.

Menurut pemaparan Kepala Cabang Riau, Ramdan Burhanudin, bantuan ini merupakan program dari Direktorat Kemandirian Yatim dan Dhuafa, yaitu bantuan renovasi masjid dan mushola. Bantuan Rumah Yatim tersebut diterima langsung oleh Ketua Panitia Pembangunan Masjid, Darwis.

Ramdan menambahkan, Masjid Siti Maryam dipilih karena proses pembangunan tersebut dimulai dari awal. Sehingga bantuan Rumah Yatim diharapkan bisa mempercepat proses pembangunan. Selain itu, dengan bantuan yang diberikan bisa membantu mengurangi kebutuhan pembangunan masjid tersebut.

"Kita dari Rumah Yatim berharap pembangunan masjid tersebut bisa cepat selesai," papar Ramdan.

Selain itu, Burhan berharap dengan diberikannya bantuan tersebut bisa berefek positif bagi Rumah Yatim. Sehingga, Rumah Yatim bisa selalu menjalin silaturahmi dengan semua kalangan. Selain itu, tambah dia, sambutan hangat dari masyarakat dan pengurus masjid terasa saat bantuan diserahkan kepada panitia.

"Masyarakat yang ada di sekitar lingkungan masjid merasa senang dengan datangnya kita ke tempat mereka," papar Ramdan.

Rumah Yatim selain sebagai Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang menerima, mengolah, dan menyalurkan zakat, infak, sedekah, maupun dana sosial lainnya, aktif pula dalam kegiatan sosial. Salah satunya membantu dalam percepatan pembanguan fasilitas umum, yaitu masjid maupun fasilitas lainnya.

 

“Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan sholat, menuaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. at-Taubah:18)

UPDATE #3
18 Januari 2018

2.012 Da'i Terima Santunan Rumah Yatim Selama Tahun 2017

Direktorat Pemberdayaan Rumah Yatim menyalurkan santunan da’i untuk 2.012 orang selama tahun 2017, yang tersebar di beberapa kota di Indonesia. Angka tersebut merupakan angka tertinggi dari tahun-tahun sebelumnya. 

Menurut Direktur Pemberdayaan Rumah Yatim Timbul Yuwono menjelaskan, santunan da’i ini merupakan program khusus untuk da’i yang berada dalam kategori tidak beruntung secara finansial, tidak seperti seorang da’i terkenal yang mendapat bayaran tinggi. “Santunan da’i ini program khusus untuk da'i yang dhuafa atau tidak beruntung secara finansial,” tuturnya. 

Realisasi program santunan da’i ini, menurutnya dikarenakan Rumah Yatim berdiri di tanah pasundan, sehingga yang menjadi fokus realisasi program pada tahun ini ialah wilayah Jawa Barat. Persentasenya 20 persen, serta sisanya direalisasikan merata tersebar di Aceh, Sumatera Utara, Riau, Lampung, Jawa Tengah, Jawa Timur, DKI Jakarta, Yogyakarta, Kalimantan, Banten dan Bali. 

“Realisasi program santunan da'i ini, kita tumbuh di tanah pasundan, sehingga fokus kita memang untuk tahun ini lebih kepada Jabar, persentasenya 20 di Jabar, sisanya tersebar,” ungkapnya. 

Hasil rekap data tabel penyaluran menunjukkan, kata Timbul, pada bulan Februari merupakan penyaluran santunan da’i tertinggi sekitar 320 orang.

“Yang paling banyak di bulan Februari, yang memang hampir semua merata, porsinya untuk santunan da'i terbesar di daerah Jawa Barat,” imbuhnya saat diwawancarai, Selasa (16/1). 

Menurutnya, da’i ini merupakan ujung tombak dalam perkembangan peradaban zaman, mereka tidak mematok bayaran dalam dakwahnya, lebih kepada ikhlas dan tawakal. Maka dari itu, perlu mendapat perhatian khusus dari Laznas lainnya, salah satunya Rumah Yatim. Hal ini tidak menyurutkan langkah Rumah Yatim dalam menyejahterakan da’i yang masuk dalam kategori mustahik fisabilillah.

“Kita sebagai Laznas, bulan Juni 2017,  tidak menyurutkan langkah kami untuk membantu mereka, da’i di sini termasuk dalam kategori mustahik fisabilillah,” terangnya. 

Adapun rencana program di tahun 2018 ini, ia mengatakan, Rumah Yatim akan fokus melangkah ke wilayah pelosok bagian timur Indonesia. Tujuannya untuk mensupport da’i-da’i agar tetap semangat dalam mensyiarkan agama Islam. Hal ini juga menjadi basis dari program Rumah Yatim dengan memperluas jaringan hingga ke wilayah timur Indonsia. 

“Planning program santuan da'i, untuk di tahun 2018, kita ingin melangkah ke daerah pelosok, kita akan fokus mensupport da’i untuk tidak patah semangat dalam mensyiarkan agama Islam,” paparnya. 

Ia berharap dengan adanya program santunan da’i yang digulirkan oleh Rumah Yatim ini, dapat menjadi semangat baru untuk para da’i, bahwa Rumah Yatim senantiasa berdiri di belakang untuk memperhatikan nasibnya. Selain itu, dengan memberikan program jangka panjang ini, dapat memberikan stimulus yang baik untuk menumbuhkan ekonomi kreatif.


#FiiSabilillah

UPDATE #2
12 Januari 2018

Lansia dan Yatim Mekarsari Terima Santunan Biaya Hidup

Direktorat Pemberdayaan Rumah Yatim Area Jawa Barat, menyalurkan bantuan biaya hidup kepada masyarakat di Kp. Mekarsari RT 001/021, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Rabu (10/1). Santunan ini diberikan untuk 20 Lansia dan Anak Yatim.

Penyaluran ini merupakan salah satu program Rumah Yatim bantuan peduli sesama, berupa biaya hidup, yang sebelumnya sudah pernah disalurkan tiga kali santunan, karena mayoritas penduduk bermata pencaharian sebagai kuli bangunan dan pemulung. 

Menurut Teknisi Lapangan Area Jawa Barat, Budi menuturkan santunan diberikan untuk membantu meringankan beban warga Mekarsari dalam hal kebutuhan sehari-hari. 

"Untuk membantu meringankan beban mereka dalam hal kebutuhannya sehari-hari," tuturnya.

Lingkungan yang kumuh, masyarakat menempati lahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah Kota Bandung. Rumah Yatim sebagai Lembaga yang menghimpun dana zakat dari masyarakat, berencana akan melaksanakan program pembuatan sarana publik, berupa renovasi masjid atau madrasah dan MCK (mandi, cuci, kakus). 

"Rancangan program ke depan nya kita akan membuat sarana publik berupa renovasi masjid atau madrasah serta pembuatan mck," papar Budi kepada Jurnalis Rumah Yatim.

Ia berharap bisa terus membantu dan bersinergi dengan masyarakat Mekarsari, dikarenakan kondisi ekonomi yang berada di bawah garis kemiskinan, serta kondisi lingkungan yang kumu. Rumah Yatim sebagai Lembaga Amil Zakat (LAZ) bisa terus membina warga daerah tersebut, untuk kehidupan yang layak. 

"Kita bisa terus membantu dan bersinergi di daerah sana karena kondisi ekonominya yang kurang, serta kondisi lingkungannya sangat kumuh karena berada di bekas tempat pembuangan sampah Kota Bandung. Kita mengharapkan warga desa di sana menjadi daerah warga binaan Rumah Yatim," tutupnya.


"Dan barang -siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya." – (Q.S At-Talaq: 4)

#ZakatUntukPerubahan

UPDATE #1
8 Januari 2018

Rumah Yatim Kalimantan Resmikan Kantor Layanan Zakat

Rumah Yatim Cabang Kalimantan meresmikan kantor layanan zakat di Jalan Pangeran Hidayatullah No. 35 Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Minggu (7/1). Kantor layanan zakat ini diresmikan oleh Walikota Banjarmasin yang diwakili oleh Kepala Dinas Sosial Kota Banjarmasin.

Manajer Area Kalimantan Indra Abdullah mengungkapkan, hadirnya kantor layanan zakat di Kalimantan ini, merupakan salah satu program kerja yang bersinergitas dengan pemerintah setempat. Hal ini untuk mengajak lapisan masyarakat membantu permasalahan sosial, ekonomi, kesehatan dan pendidikan di Kota Banjarmasin. 

“Kami mengajak semua lapisan masyarakat untuk saling bahu membahu membantu permasalahan ekonomi, sosial, pendidikan dan kesehatan di Kota Banjarmasin ini,” paparnya, Minggu (7/1). 

Peresmian dimulai oleh pembacaan ayat suci Alquran, saritilawah, sambutan, pembacaan puisi, marhabaan oleh 15 anak dan pemotongan pita sebagai simbolis peresmian oleh Kepala Dinsos Kota Banjarmasin, Esya Zein.

Ia menambahkan dalam peresmian tersebut, Rumah Yatim mengundang 60 mustahik, yang terdiri dari 35 fakir miskin. Bantuan yang diberikan berupa bantuan sembako untuk lansia dan untuk anak-anak diberikan santunan yatim dan dhuafa kepada 25 anak. 

Indra berharap, dengan kehadiran Rumah Yatim di daerah tersebut dapat memberikan dampak positif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Untuk bisa membantu terciptanya lingkungan yang lebih baik, khususnya bagi kaum dhuafa dan anak-anak.

“Semoga kehadiran Rumah Yatim ini bisa memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat setempat,” imbuhnya. Peresmian kantor layanan zakat ini juga, sekaligus peresmian Pusat Pengembangan Potensi Anak Rumah Yatim.


"Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka."(QS. At-Taubah :103)


#ZakatUntukPerubahan

Tanggal Nominal
Hamba Allah
7 Januari 2018
Rp 7.500.873
Hamba Allah
7 Januari 2018
Rp 7.000.156
NOVA DEVY IRIANI
5 Maret 2018
Rp 45.000
Hamba Allah
17 Maret 2018
Rp 100.727
Hamba Allah
23 Maret 2018
Rp 2.500.000
Hamba Allah
17 April 2018
Rp 2.000.269
Hamba Allah
20 April 2018
Rp 150.938
Hamba Allah
22 April 2018
Rp 1.000.903
Hamba Allah
2 Mei 2018
Rp 200.000
Hamba Allah
2 Juni 2018
Rp 50.209
Hamba Allah
6 Juli 2018
Rp 300.937
Hamba Allah
9 Juli 2018
Rp 200.508
Hamba Allah
23 Juli 2018
Rp 75.232
Hamba Allah
24 Juli 2018
Rp 4.375.294
Hamba Allah
6 Agustus 2018
Rp 200.122
Hamba Allah
4 September 2018
Rp 200.420
Hamba Allah
3 Oktober 2018
Rp 200.287
Daf Baby Shop
8 November 2018
Rp 200.472
Hamba Allah
10 November 2018
Rp 12.500.999
Hamba Allah
26 November 2018
Rp 70.646
Hamba Allah
7 Desember 2018
Rp 200.759
Ratna Apriani pratiwi
15 Desember 2018
Rp 50.969
Hamba Allah
25 Desember 2018
Rp 2.500.637
Putri Dian Ratnasari
2 Januari 2019
Rp 10.323
Daf Baby Shop
8 Januari 2019
Rp 200.718
Hamba Allah
12 Januari 2019
Rp 2.500.104
Hamba Allah
1 Februari 2019
Rp 500.397
Hamba Allah
11 Februari 2019
Rp 15.597
Hamba Allah
16 Februari 2019
Rp 15.557
basuki bachri
20 Februari 2019
Rp 200.321
Hamba Allah
6 Maret 2019
Rp 250.422
Hamba Allah
8 Maret 2019
Rp 70.815
Sayid noor hatta fauzi
20 Maret 2019
Rp 500.617
handy purnawan
25 Maret 2019
Rp 200.595
Hamba Allah
29 Maret 2019
Rp 250.965
Edwin Irawan bin Amri Abdullah
4 April 2019
Rp 85.640
Hamba Allah
4 April 2019
Rp 150.386
Daf Baby Shop
5 April 2019
Rp 600.522
Hamba Allah
11 April 2019
Rp 2.500.472
Hamba Allah
26 April 2019
Rp 325.616
Hamba Allah
28 April 2019
Rp 50.156
Hamba Allah
3 Mei 2019
Rp 100.134
DafBabyShop
3 Mei 2019
Rp 200.789
Hamba Allah
8 Mei 2019
Rp 600.593
NOOR RAHENI ITEM
16 Mei 2019
Rp 500.000
Hamba Allah
31 Mei 2019
Rp 500.292
Hamba Allah
31 Mei 2019
Rp 1.000.676
Hamba Allah
31 Mei 2019
Rp 1.025.441
Edwin Irawan bin Amri Abdullah
2 Juni 2019
Rp 110.301
Hamba Allah
2 Juni 2019
Rp 250.234
Samsul bahri
3 Juni 2019
Rp 100.442
Hamba Allah
5 Juni 2019
Rp 100.668
Hamba Allah
6 Juni 2019
Rp 500.877
Hamba Allah
15 Juni 2019
Rp 100.812
NOOR RAHENI ITEM
1 Juni 2019
Rp 500.000
Hamba Allah
28 Juni 2019
Rp 335.405
Hamba Allah
29 Juni 2019
Rp 100.998
Hamba Allah
30 Juni 2019
Rp 100.221
Harianto
1 Juli 2019
Rp 136.690
Hamba Allah
2 Juli 2019
Rp 100.122
Hamba Allah
2 Juli 2019
Rp 250.811
Hamba Allah
6 Juli 2019
Rp 50.596
Hamba Allah
8 Juli 2019
Rp 15.752
Hamba Allah
9 Juli 2019
Rp 25.772
Hamba Allah
15 Juli 2019
Rp 100.180

Total Muzaki : 65 orang