1 Kali Infaq/Sedekahmu Harapan Mereka Hari Ini

Harta merupakan sebuah titipan dari Allah swt. yang akan dipertanggung jawabkan dihari kemudian.

Rp 4.559.631.792
dana terus dikumpul
Terkumpul Rp 4.559.631.792
Donatur 54588
Gotong royong dengan menyebarkan program ini.

Harta merupakan sebuah titipan dari Allah swt. yang akan dipertanggung jawabkan dihari kemudian.

Harta juga bisa menjadi salah satu penyebab bertambahnya timbangan amal kebaikan dan bisa juga menjadi sebab bertambahnya keburukan.

Tentunya kita semua menginginkan agar harta yang kita miliki menjadi pemberat amal kebaikan dan menjadi penyelamat di hari kemudian.

Bagaimana agar harta yang kita miliki menjadi milik kita dan penyelamat di kemudian hari?

Sedekah atau menginfakkannya dijalan Allah. kita bisa membantu orang lain yang membutuhkan yang insyaallah pahalanya akan terus mengalir meskipun pemiliknya telah meninggal dunia.

Rasulullah tersenyum dan dengan lembut menjawab, ”Engkau salah Aisyah, yang habis adalah apa yang kita makan ini dan yang kekal adalah apa yang kita Sedekahkan.” (HR. At-Tirmidzi)

Tunaikan Sedekah terbaikmu

1. Klik "DONASI SEKARANG"

2. Masukkan nominal donasi

3. Pilih metode pembayaran (GO-PAY/BNI Syariah/BRI/BCA/Mandiri/DANA/ShopeePay)

4. Kamu akan mendapatkan laporan via email

5. Transfer sesuai 3 angka unik agar memudahkan sistem dalam pembacaan transaksi sehingga tepat akad dan tepat sasaran dalam penyalurannya

Disclaimer :
Campaign ini adalah bagian dari program infaq/shodakoh Yayasan Rumah Yatim yang bertujuan untuk membantu masyarakat Dhuafa di Indonesia.

24 Apr 2020

Program Dirilis

28 February 2024

Rumah Yatim Beri Bantuan Biaya Hidup Guna Sejahterakan Lansia Sebatang Kara di Lombok Tengah

gambar-headline


Lembaga Amil Zakat Nasional Rumah Yatim Nusa Tenggara Barat telah menyalurkan program kemanusiaan bantuan biaya hidup kepada Papuk Seniah pada Selasa, (27/02/24).

Program kemanusiaan bantuan biaya hidup tersebut disalurkan secara langsung oleh tim relawan Rumah Yatim Nusa Tenggara Barat di kediamannya Papuk Seniah yang beralamat di Kelurahan Lajut, Kecamatan Praya Tengah, Kota Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Penyaluran yang diberikan merupakan hasil pengumpulan dana di portal crowdfunding milik Rumah Yatim, donasionline.id.

Adapun jenis bantuan yang disalurkan ialah berupa bahan pokok lengkap dan santunan uang tunai guna untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari Papuk Seniah.

Papuk Seniah adalah seorang lansia sebatangkara tanpa anak dan suami di sisinya.

Suami Papuk telah meninggal dunia puluhan tahun yang lalu dan Papuk tidak mempunyai anak, sebab itulah Papuk harus tinggal sendirian di Gubuk yang sudah tidak layak.

Dulu Papuk tinggal di kandang sapi punya orang lain, karena ada tetangganya yang iba kemudian membantu Papuk memberi tumpangan di bekas rumah tetangganya tersebut.

Papuk mengalami patah tulang beberapa tahun yang lalu, sebab tidak pernah di obati karena terkendala ekonomi, sekarang Papuk mengalami kelumpuhan sehingga Papuk harus mengesot apabila harus berpindah tempat, misalnya mau ke kamar mandi.

Papuk juga sudah tidak mampu bekerja, sebab kondisinya ia hanya mengandalkan pemberian dari tetangganya saja.

Berkat bantuan biaya hidup dari Rumah Yatim Nusa Tenggara Barat, Papuk sangat terbantu sekali, sehingga kebutuhan hidup sehari-hari Papuk Seniah dapat terpenuhi dengan baik.

Semoga bantuan yang diberikan untuk papuk Seniah dapat bermanfaat, serta mendatangkan keberkahan juga bagi para donatur yang telah berbaik hati berbagi rezekinya melalui program ini.

Ayo kita selalu dukung aksi kebaikan para relawan dan juga program-program yang ada di Rumah Yatim dengan memberikan infaq, sodaqoh serta tunaikan zakat di rumah-yatim.org silahkan klik tombol donasi.

23 February 2024

Bu Leli Ojol yang Berjuang Demi Anaknya, Bersyukur Terima Bantuan Biaya Hidup

gambar-headline


Pada Kamis, (22/02/24) Lembaga Amil Zakat Nasional Rumah Yatim regional Jabodetabek telah melaksanakan penyaluran program kemanusiaan bantuan biaya hidup kepada Ibu Leli sebagai penerima manfaat.

Bantuan biaya hidup tersebut diserahkan secara langsung oleh tim relawan Rumah Yatim regional Jabodetabek kepada Ibu Leli di kediamannya yang beralamat di Kelurahan Cipinang Muara, Kecamatan Jatinegara, Kota Jakarta Timur.

Penyaluran yang diberikan merupakan hasil pengumpulan dana di portal crowdfunding milik Rumah Yatim, donasionline.id.

Adapun jenis bantuan yang diberikan ialah bantuan biaya hidup berupa uang tunai guna untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari Ibu Leli dan anaknya.

Ibu Leli ditinggalkan suaminya pergi entah ke mana, bahkan ditinggalkan sejak Ibu Leli sedang hamil besar anaknya dan pada saat itu Ibu Leli harus banting tulang dalam keadaannya yang sedang hamil, agar mendapatkan biaya untuk persalinannya seorang diri.

Sekarang anaknya, Nizam telah berumur 3 tahun. Dari hasil orderan ojek online Bu Leli dalam sehari hanya bisa memperoleh uang Rp70.000 belum dipotong bensin dan makan. Bahkan pernah Ibu Leli dalam sehari tidak mendapatkan orderan sama sekali.

Padahal ibu Leli memulai bekerja pada pukul 08.00 sampai 21.00, bahkan bisa sampai jam 12.00 malam kalau memang belum mendapatkan orderan sama sekali.

Memang penghasilan dari ojek online ini sangatlah tidak menentu, kadang seharian tidak ada orderan dan bu Leli sangatlah kebingungan.

Namun berkat bantuan biaya hidup ini bu Leli sangatlah terbantu dan bersyukur sekali karena akhirnya bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari-harinya dan juga anaknya.

Semoga bantuan yang diberikan dapat bermanfaat untuk ibu Leli dan anaknya, serta mendatangkan keberkahan bagi para donatur yang telah menyumbangkan sebagian rezekinya untuk berpartisipasi dalam program ini.

Ayo kita selalu dukung aksi kebaikan para relawan dan juga program-program yang ada di Rumah Yatim dengan memberikan infaq, sodaqoh serta tunaikan zakat di rumah-yatim.org silahkan klik tombol donasi.

20 February 2024

Kembali Menyalurkan Bantuan untuk Kakek Mansyur, Penjual Arum Manis Keliling di Pontianak

gambar-headline


Rumah Yatim cabang Kalimantan Barat kembali menyalurkan bantuan biaya hidup amanah dari para donatur kepada kakek Mansyur (60), warga Kelurahan Sungai Jawi Dalam, Kecamatan Pontianak Barat, Kota Pontianak.

Sama seperti sebelumnya, bantuan yang diberikan terdiri dari sembako, uang tunai, biskuit dan perlengkapan mandi mencuci. Semua bantuan tersebut berasal dari aksi penggalangan dana Rumah Yatim secara daring di platform donasionline.id.

"Alhamdulillah kedatangan kami disambut antusias oleh kakek Mansyur. Mudah-mudahan bantuan ini bisa memberikan banyak manfaat, berkah dan bisa membantu memenuhi kebutuhan hidup kakek Mansyur selama beberapa bulan kedepan," ujar Abdurrohim, kepala cabang Rumah Yatim Kalimantan Barat.

Kakek Mansyur merupakan lansia yang hidup sebatang kara. Sehari-harinya ia bekerja sebagai penjual arum manis keliling. Penghasilan yang didapat kakek tidaklah menentu dan seringnya tidak cukup untuk membeli beras.

Kakek Mansyur sering sekali tidak makan dikarenakan penghasilannya belum cukup untuk membeli sekilo beras. Untuk mengganjal perutnya, ia biasanya akan meminum banyak air putih. Kakek pun saat ini sering sakit-sakitan, ia juga seringkali kesulitan untuk sekedar beli obat di warung.

Sejak menerima bantuan biaya hidup, kakek Mansyur tidak lagi kesulitan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari khususnya makan. Ia pun bisa berobat ketika sedang sakit, sebelumnya kakek tidak bisa pergi berobat atau ketika sakit.

"Alhamdulillah terima kasih banyak-banyak kepada donatur Rumah Yatim yang sudah memberikan ini semua untuk kakek. Bantuan ini sangat membantu dan berarti sekali untuk kakek. Hanya doa yang bisa kakek berikan untuk membalas semua kebaikan ini. Semoga Rumah Yatim semakin maju dan meluas, semoga para donaturnya diberikan kesehatan, rezeki yang berlimpah dan berkah, serta dimudahkan dalam setiap urusannya," tutur Kakek Mansyur.

16 February 2024

Nek Sopiyah, Buruh Pemintal Benang di Kaladawa Tegal Bahagia Kebutuhan Hidupnya Dipenuhi Rumah Yatim

gambar-headline


Nenek Sopiyah (75), lansia sebatang kara di Desa Kaladawa, Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal, terlihat sangat bahagia ketika menerima bantuan biaya hidup berupa uang tunai, sembako, bingkisan buah dan perlengkapan mandi mencuci dari Rumah Yatim cabang Jawa Tengah.

Kata nek Sopiyah, baru kali ini dirinya menerima bantuan dengan jumlah yang banyak. Ia mengaku sangat bersyukur dan terbantu dengan adanya bantuan ini.

"Alhamdulillah disaat harga sembako sedang naik dan penghasilan nenek sedang turun, Allah ngasih pertolongan melalui Rumah Yatim dan para donatur. Alhamdulillah nenek sangat bersyukur, bantuan ini akan nenek gunakan sebaik mungkin. Terima kasih Rumah Yatim dan semua donatur atas bantuan dan perhatiannya," tutur nek Sopiyah.

Lebih lanjut, nek Sopiyah mengatakan jika hanya doa yang bisa dirinya berikan untuk membalas semua kebaikan Rumah Yatim dan para donatur. "Semoga Rumah Yatim semakin sukses, para donatur dan tim relawan Rumah Yatim diberikan kesehatan, rezeki yang berlimpah dan berkah, juga dimudahkan semua urusannya oleh Allah. Semoga Allah memberikan limpahan pahala untuk para donatur dan tim Rumah Yatim," ujarnya.

Sementara itu menurut penuturan Saefudin, kepala cabang Rumah Yatim Jawa Tengah, sejak ditinggal meninggal suaminya, nek Sopiyah tinggal seorang diri disebuah rumah sederhana yang sudah rusak dimana-mana karena faktor usia.

Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, nenek bekerja sebagai buruh pemintal benang atau penggulung benang dengan upah yang tidak menentu, tergantung banyak tidaknya benang yang berhasil dipintal.

Diketahui, dari satu gulung benang yang berhasil di pintal, nenek diupah 7500 rupiah. Dalam sehari nenek hanya bisa memintal satu gulungan benang saja, kadang satu gulungan benang itu diselesaikan nenek dalam dua hari.

"Nenek Sopiyah kerja jadi pemintal benang sudah lama, dulu nenek bisa memintal banyak benang, tapi berberapa tahun ini nenek sering sakit-sakitan dan hanya bisa memintal satu gulungan benang per dua harinya. Meski penghasilannya kecil dan tidak cukup untuk makan sehari tiga kali, tapi beliau tetap bersyukur karena masih bisa mencari nafkah sendiri tanpa harus berpangku tangan kepada belas kasihan orang lain," tutur Saefudin.

Menurutnya, nek Sopiyah sangat layak dibantu dan layak menerima bantuan ini. Ia berharap bantuan ini bisa memberikan banyak manfaat dan berkah untuk para donatur Rumah Yatim.

"Terima kasih kepada seluruh donatur yang telah membantu nek Sopiyah melalui aksi penggalangan dana Rumah Yatim di platform donasionline.id , semoga semua kebaikan para donatur dibalas oleh Allah dengan sebaik-baiknya balasan," ungkap Saefudin.

07 February 2024

Perjuangan Nenek Baji Rawat Cucu Disabilitas Dapat Dukungan dari Rumah Yatim Sulsel

gambar-headline


Jalan hidup yang terjal masih harus dilalui Nenek Baji (72), lansia tangguh dari Bonto Bahari, Kecamatan Bonto Bahari, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Diusia senjanya ia masih harus banting tulang demi bisa bertahan hidup dan merawat cucunya, Afifah (3) yang sejak lahir mengalami buta dan tuli.

Kemiskinan yang melanda membuat nek Baji sangat kesulitan untuk memenuhi kebutuhan harian, apalagi kebutuhan nutrisi dan pengobatan cucunya.

"Buat kebutuhan makan dan beli susu serta popok Afifah, nenek hanya mengandalkan penghasilan dari jualan daun kelor sebanyak 9 sampai 12 ribu seharinya. Nenek tiap hari keliling jualan daun kelor sembari gendong cucu," ujar nenek Baji kepada tim relawan Rumah Yatim beberapa waktu lalu.

Nenek melanjutkan selama dirinya bekerja, cucunya tidak ada yang menjaga, sehingga ia harus membawanya. “Kasian Afifah kalo ditinggal sendirian, jadi nenek ajak aja, sembari ngajak main Afifah,” ucap Nek Baji.

Nek Baji bercerita jika sejak bayi Afifah diterlantarkan oleh kedua orang tuanya. Awalnya Afifah dirawat oleh kedua orang tuanya, namun dia sering ditinggal sendirian ketika mereka bekerja. Tidak tega melihat cucunya, akhirnya nek Baji membawanya, namun setelah dibawa nenek Baji kedua orang tua Afifah pergi entah kemana dan tidak pernah memberi kabar.

"Kasihan Afifah, orang tua dia sudah tidak peduli lagi. Gapapa nenek bisa berusaha sendiri. Selama nenek masih sehat, nenek akan terus berjuang kerja supaya bisa beliin Afifah cucu nenek susu dan popok. Kalau nanti nenek punya banyak uang, nenek pengen bawa Afifah nenek berobat dan operasi mata, biar dia bisa liat dan beraktivitas seperti anak lain, biar Afifah bis mandiri jadi kalau nenek meninggal dia bisa mandiri," ungkapnya.

Mengetahui kondisi tersebut, Rumah Yatim cabang Sulawesi Selatan langsung menerjunkan tim relawannya untuk menyambangi rumah nek Baji guna memberikan bantuan biaya hidup berupa uang tunai, sembako dan perlengkapan mandi mencuci. Semua bantuan tersebut berasal dari aksi penggalangan dana Rumah Yatim secara daring di platform donasionline.id

"Bantuan ini diberikan untuk membantu meringankan beban nek Baji, serta membantu memenuhi kebutuhan nenek dan cucunya sampai beberapa bulan kedepan. Mudah-mudahan bantuan ini bisa memberikan banyak manfaat dan keberkahan untuk merek, serta menjadi ladang pahala, kebaikan dan berkah untuk para donatur yang telah membantu nek Baji melalui Rumah Yatim," tutup Adam, salah satu relawan Rumah Yatim.

05 February 2024

Kakek Hasan, Pencari Rongsokan di Makassar Bersyukur Terima Bantuan Rumah Yatim

gambar-headline

Raut bahagia penuh syukur terpancar di wajah Kakek Hasan (60), lansia pencari rongsokan di BTP Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar saat menerima bantuan biaya hidup berupa uang tunai dari Rumah Yatim cabang Sulawesi Selatan.

Berkali-kali lansia ini mengucapkan terima kasih kepada Rumah Yatim dan para donatur yang telah memberikan bantuan ini. Ia pun mengatakan akan menggunakan bantuan ini untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan membayar kontrakan yang sudah menunggak 2 bulan.

"Alhamdulillah kakek sangat senang dan bersyukur bisa menerima bantuan ini. Terima kasih Rumah Yatim dan para donatur, semoga Allah membalasnya dengan balasan yang lebih dan pahala yang berlipat ganda," ucap kakek Hasan.

Diusia senjanya, kakek Hasan dan istrinya masih harus bekerja keras demi bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari dan membayar kontrakan. Setiap hari, mereka keliling mencari rongsokan berkilo-kilo meter dengan penghasilan sebanyak 20 ribu per tiga harinya.

Kakek Hasan memiliki anak, namun anak-anaknya sudah berkeluarga dan kondisi ekonominya pun sama-sama terbatas.

Karena penghasilan yang didapat kecil, kakek dan istrinya sering sekali tidak bisa makan, untuk mengganjal perut kosongnya, mereka hanya bisa meminum air putih banyak.

Tidak hanya kesulitan untuk makan, kakek Hasan dan istrinya pun kesulitan untuk membayar kontrakan. Sudah dua bulan mereka menunggak bayar kontrakan dan terancam akan diusir jika belum bisa melunasinya.

"Alhamdulillah bantuan biaya hidup amanah dari para donatur yang telah berdonasi di platform donasionline.id sudah diberikan kepada kakek Hasan. Mudah-mudahan bantuan ini bisa memberikan banyak manfaat dan berkah untuk kakek Hasan dan istrinya, serta menjadi ladang pahala, kebaikan dan berkah untuk para donatur Rumah Yatim," tutur Adam, salah satu relawan Rumah Yatim Sulawesi Selatan.

#pejuangkebaikan, diluar sana, masih banyak lansia prasejahtera yang menantikan bantuan dari para dermawan. Untuk itu, mari bersama kita bantu mereka, salurkan donasi terbaikmu melalui rumah-yatim.org, silakan klik tombol donasi.

Nn

Berhasil mengajak 1 orang untuk berdonasi
Rp 100.210
mukti.baskara@gmail.com

Mukti Baskara

Berhasil mengajak 1 orang untuk berdonasi
Rp 10.091
noemail+10077@donasioneline.id

Wahyu hendy

Berhasil mengajak 1 orang untuk berdonasi
Rp 10.419
rdipatyevi@gmail.com

Rangga Dipaty

Berhasil mengajak 1 orang untuk berdonasi
Rp 25.000

Hamba Allah

Berhasil mengajak 1 orang untuk berdonasi
Rp 50.008
kusumadewiria@gmail.com

Ria

Berhasil mengajak 1 orang untuk berdonasi
Rp 10.398

Hamba Allah

Berhasil mengajak 1 orang untuk berdonasi
Rp 500.365

Hamba Allah

Berhasil mengajak 1 orang untuk berdonasi
Rp 10.000

Hamba Allah

Berhasil mengajak 1 orang untuk berdonasi
Rp 100.377
irmasucirahayu255@gmail.com

Irma Suci Rahayu

Berhasil mengajak 1 orang untuk berdonasi
Rp 100.000
iisismawati99@gmail.com

Hamba Allah

Berhasil mengajak 1 orang untuk berdonasi
Rp 500.142
ayurizkysaputri22@gmail.com

Ayu Rizki Saputri

Berhasil mengajak 1 orang untuk berdonasi
Rp 50.165

Hamba Allah

Berhasil mengajak 1 orang untuk berdonasi
Rp 10.000
noemail+180269@donasioneline.id

Hamba Allah

Berhasil mengajak 1 orang untuk berdonasi
Rp 10.275
indraalamk@gmail.com

Hamba Allah

Berhasil mengajak 1 orang untuk berdonasi
Rp 100.292
sevtiandriyani@icloud.com

Sevti andriyani

Berhasil mengajak 1 orang untuk berdonasi
Rp 10.000

Sunarso

Berhasil mengajak 2 orang untuk berdonasi
Rp 60.000

Gotong royong sebagai fundraiser program ini.

Jadi fundraiser sekarang juga
Avatar of Hamba Allah

Hamba Allah

Sebesar Rp 10.000

Pada: 10 jam yang lalu

Avatar of Hamba Allah

Hamba Allah

Sebesar Rp 10.000

Pada: 1 hari yang lalu

Avatar of Hamba Allah

Hamba Allah

Sebesar Rp 10.000

Pada: 2 hari yang lalu

Avatar of Hamba Allah

Hamba Allah

Sebesar Rp 10.000

Pada: 2 hari yang lalu

Avatar of Hamba Allah

Hamba Allah

Sebesar Rp 50.207

Pada: 2 hari yang lalu

Bismillah sehat semua aamiin

Avatar of Hamba Allah

Eka Widya

Sebesar Rp 25.191

Pada: 2 hari yang lalu

Ketentuan Program donatur rutin adalah anda akan memperoleh pemberitauan/ pengingat untuk berdonasi sesuai kesepakatan waktu dalam mengingatkan baik melalui no HP maupun email sesuai yang anda cantumkan.

Jadi donatur rutin sekarang juga

Fundraiser

Nn

Berhasil mengajak 1 orang untuk berdonasi
Rp 100.210
mukti.baskara@gmail.com

Mukti Baskara

Berhasil mengajak 1 orang untuk berdonasi
Rp 10.091
noemail+10077@donasioneline.id

Wahyu hendy

Berhasil mengajak 1 orang untuk berdonasi
Rp 10.419
rdipatyevi@gmail.com

Rangga Dipaty

Berhasil mengajak 1 orang untuk berdonasi
Rp 25.000

Hamba Allah

Berhasil mengajak 1 orang untuk berdonasi
Rp 50.008
kusumadewiria@gmail.com

Ria

Berhasil mengajak 1 orang untuk berdonasi
Rp 10.398

Hamba Allah

Berhasil mengajak 1 orang untuk berdonasi
Rp 500.365

Hamba Allah

Berhasil mengajak 1 orang untuk berdonasi
Rp 10.000

Hamba Allah

Berhasil mengajak 1 orang untuk berdonasi
Rp 100.377
irmasucirahayu255@gmail.com

Irma Suci Rahayu

Berhasil mengajak 1 orang untuk berdonasi
Rp 100.000
iisismawati99@gmail.com

Hamba Allah

Berhasil mengajak 1 orang untuk berdonasi
Rp 500.142
ayurizkysaputri22@gmail.com

Ayu Rizki Saputri

Berhasil mengajak 1 orang untuk berdonasi
Rp 50.165

Hamba Allah

Berhasil mengajak 1 orang untuk berdonasi
Rp 10.000
noemail+180269@donasioneline.id

Hamba Allah

Berhasil mengajak 1 orang untuk berdonasi
Rp 10.275
indraalamk@gmail.com

Hamba Allah

Berhasil mengajak 1 orang untuk berdonasi
Rp 100.292
sevtiandriyani@icloud.com

Sevti andriyani

Berhasil mengajak 1 orang untuk berdonasi
Rp 10.000

Sunarso

Berhasil mengajak 2 orang untuk berdonasi
Rp 60.000

Gotong royong sebagai fundraiser program ini.

Jadi fundraiser sekarang juga

Berita

24 Apr 2020

Program Dirilis

28 February 2024

Rumah Yatim Beri Bantuan Biaya Hidup Guna Sejahterakan Lansia Sebatang Kara di Lombok Tengah

gambar-headline


Lembaga Amil Zakat Nasional Rumah Yatim Nusa Tenggara Barat telah menyalurkan program kemanusiaan bantuan biaya hidup kepada Papuk Seniah pada Selasa, (27/02/24).

Program kemanusiaan bantuan biaya hidup tersebut disalurkan secara langsung oleh tim relawan Rumah Yatim Nusa Tenggara Barat di kediamannya Papuk Seniah yang beralamat di Kelurahan Lajut, Kecamatan Praya Tengah, Kota Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Penyaluran yang diberikan merupakan hasil pengumpulan dana di portal crowdfunding milik Rumah Yatim, donasionline.id.

Adapun jenis bantuan yang disalurkan ialah berupa bahan pokok lengkap dan santunan uang tunai guna untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari Papuk Seniah.

Papuk Seniah adalah seorang lansia sebatangkara tanpa anak dan suami di sisinya.

Suami Papuk telah meninggal dunia puluhan tahun yang lalu dan Papuk tidak mempunyai anak, sebab itulah Papuk harus tinggal sendirian di Gubuk yang sudah tidak layak.

Dulu Papuk tinggal di kandang sapi punya orang lain, karena ada tetangganya yang iba kemudian membantu Papuk memberi tumpangan di bekas rumah tetangganya tersebut.

Papuk mengalami patah tulang beberapa tahun yang lalu, sebab tidak pernah di obati karena terkendala ekonomi, sekarang Papuk mengalami kelumpuhan sehingga Papuk harus mengesot apabila harus berpindah tempat, misalnya mau ke kamar mandi.

Papuk juga sudah tidak mampu bekerja, sebab kondisinya ia hanya mengandalkan pemberian dari tetangganya saja.

Berkat bantuan biaya hidup dari Rumah Yatim Nusa Tenggara Barat, Papuk sangat terbantu sekali, sehingga kebutuhan hidup sehari-hari Papuk Seniah dapat terpenuhi dengan baik.

Semoga bantuan yang diberikan untuk papuk Seniah dapat bermanfaat, serta mendatangkan keberkahan juga bagi para donatur yang telah berbaik hati berbagi rezekinya melalui program ini.

Ayo kita selalu dukung aksi kebaikan para relawan dan juga program-program yang ada di Rumah Yatim dengan memberikan infaq, sodaqoh serta tunaikan zakat di rumah-yatim.org silahkan klik tombol donasi.

23 February 2024

Bu Leli Ojol yang Berjuang Demi Anaknya, Bersyukur Terima Bantuan Biaya Hidup

gambar-headline


Pada Kamis, (22/02/24) Lembaga Amil Zakat Nasional Rumah Yatim regional Jabodetabek telah melaksanakan penyaluran program kemanusiaan bantuan biaya hidup kepada Ibu Leli sebagai penerima manfaat.

Bantuan biaya hidup tersebut diserahkan secara langsung oleh tim relawan Rumah Yatim regional Jabodetabek kepada Ibu Leli di kediamannya yang beralamat di Kelurahan Cipinang Muara, Kecamatan Jatinegara, Kota Jakarta Timur.

Penyaluran yang diberikan merupakan hasil pengumpulan dana di portal crowdfunding milik Rumah Yatim, donasionline.id.

Adapun jenis bantuan yang diberikan ialah bantuan biaya hidup berupa uang tunai guna untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari Ibu Leli dan anaknya.

Ibu Leli ditinggalkan suaminya pergi entah ke mana, bahkan ditinggalkan sejak Ibu Leli sedang hamil besar anaknya dan pada saat itu Ibu Leli harus banting tulang dalam keadaannya yang sedang hamil, agar mendapatkan biaya untuk persalinannya seorang diri.

Sekarang anaknya, Nizam telah berumur 3 tahun. Dari hasil orderan ojek online Bu Leli dalam sehari hanya bisa memperoleh uang Rp70.000 belum dipotong bensin dan makan. Bahkan pernah Ibu Leli dalam sehari tidak mendapatkan orderan sama sekali.

Padahal ibu Leli memulai bekerja pada pukul 08.00 sampai 21.00, bahkan bisa sampai jam 12.00 malam kalau memang belum mendapatkan orderan sama sekali.

Memang penghasilan dari ojek online ini sangatlah tidak menentu, kadang seharian tidak ada orderan dan bu Leli sangatlah kebingungan.

Namun berkat bantuan biaya hidup ini bu Leli sangatlah terbantu dan bersyukur sekali karena akhirnya bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari-harinya dan juga anaknya.

Semoga bantuan yang diberikan dapat bermanfaat untuk ibu Leli dan anaknya, serta mendatangkan keberkahan bagi para donatur yang telah menyumbangkan sebagian rezekinya untuk berpartisipasi dalam program ini.

Ayo kita selalu dukung aksi kebaikan para relawan dan juga program-program yang ada di Rumah Yatim dengan memberikan infaq, sodaqoh serta tunaikan zakat di rumah-yatim.org silahkan klik tombol donasi.

20 February 2024

Kembali Menyalurkan Bantuan untuk Kakek Mansyur, Penjual Arum Manis Keliling di Pontianak

gambar-headline


Rumah Yatim cabang Kalimantan Barat kembali menyalurkan bantuan biaya hidup amanah dari para donatur kepada kakek Mansyur (60), warga Kelurahan Sungai Jawi Dalam, Kecamatan Pontianak Barat, Kota Pontianak.

Sama seperti sebelumnya, bantuan yang diberikan terdiri dari sembako, uang tunai, biskuit dan perlengkapan mandi mencuci. Semua bantuan tersebut berasal dari aksi penggalangan dana Rumah Yatim secara daring di platform donasionline.id.

"Alhamdulillah kedatangan kami disambut antusias oleh kakek Mansyur. Mudah-mudahan bantuan ini bisa memberikan banyak manfaat, berkah dan bisa membantu memenuhi kebutuhan hidup kakek Mansyur selama beberapa bulan kedepan," ujar Abdurrohim, kepala cabang Rumah Yatim Kalimantan Barat.

Kakek Mansyur merupakan lansia yang hidup sebatang kara. Sehari-harinya ia bekerja sebagai penjual arum manis keliling. Penghasilan yang didapat kakek tidaklah menentu dan seringnya tidak cukup untuk membeli beras.

Kakek Mansyur sering sekali tidak makan dikarenakan penghasilannya belum cukup untuk membeli sekilo beras. Untuk mengganjal perutnya, ia biasanya akan meminum banyak air putih. Kakek pun saat ini sering sakit-sakitan, ia juga seringkali kesulitan untuk sekedar beli obat di warung.

Sejak menerima bantuan biaya hidup, kakek Mansyur tidak lagi kesulitan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari khususnya makan. Ia pun bisa berobat ketika sedang sakit, sebelumnya kakek tidak bisa pergi berobat atau ketika sakit.

"Alhamdulillah terima kasih banyak-banyak kepada donatur Rumah Yatim yang sudah memberikan ini semua untuk kakek. Bantuan ini sangat membantu dan berarti sekali untuk kakek. Hanya doa yang bisa kakek berikan untuk membalas semua kebaikan ini. Semoga Rumah Yatim semakin maju dan meluas, semoga para donaturnya diberikan kesehatan, rezeki yang berlimpah dan berkah, serta dimudahkan dalam setiap urusannya," tutur Kakek Mansyur.

16 February 2024

Nek Sopiyah, Buruh Pemintal Benang di Kaladawa Tegal Bahagia Kebutuhan Hidupnya Dipenuhi Rumah Yatim

gambar-headline


Nenek Sopiyah (75), lansia sebatang kara di Desa Kaladawa, Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal, terlihat sangat bahagia ketika menerima bantuan biaya hidup berupa uang tunai, sembako, bingkisan buah dan perlengkapan mandi mencuci dari Rumah Yatim cabang Jawa Tengah.

Kata nek Sopiyah, baru kali ini dirinya menerima bantuan dengan jumlah yang banyak. Ia mengaku sangat bersyukur dan terbantu dengan adanya bantuan ini.

"Alhamdulillah disaat harga sembako sedang naik dan penghasilan nenek sedang turun, Allah ngasih pertolongan melalui Rumah Yatim dan para donatur. Alhamdulillah nenek sangat bersyukur, bantuan ini akan nenek gunakan sebaik mungkin. Terima kasih Rumah Yatim dan semua donatur atas bantuan dan perhatiannya," tutur nek Sopiyah.

Lebih lanjut, nek Sopiyah mengatakan jika hanya doa yang bisa dirinya berikan untuk membalas semua kebaikan Rumah Yatim dan para donatur. "Semoga Rumah Yatim semakin sukses, para donatur dan tim relawan Rumah Yatim diberikan kesehatan, rezeki yang berlimpah dan berkah, juga dimudahkan semua urusannya oleh Allah. Semoga Allah memberikan limpahan pahala untuk para donatur dan tim Rumah Yatim," ujarnya.

Sementara itu menurut penuturan Saefudin, kepala cabang Rumah Yatim Jawa Tengah, sejak ditinggal meninggal suaminya, nek Sopiyah tinggal seorang diri disebuah rumah sederhana yang sudah rusak dimana-mana karena faktor usia.

Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, nenek bekerja sebagai buruh pemintal benang atau penggulung benang dengan upah yang tidak menentu, tergantung banyak tidaknya benang yang berhasil dipintal.

Diketahui, dari satu gulung benang yang berhasil di pintal, nenek diupah 7500 rupiah. Dalam sehari nenek hanya bisa memintal satu gulungan benang saja, kadang satu gulungan benang itu diselesaikan nenek dalam dua hari.

"Nenek Sopiyah kerja jadi pemintal benang sudah lama, dulu nenek bisa memintal banyak benang, tapi berberapa tahun ini nenek sering sakit-sakitan dan hanya bisa memintal satu gulungan benang per dua harinya. Meski penghasilannya kecil dan tidak cukup untuk makan sehari tiga kali, tapi beliau tetap bersyukur karena masih bisa mencari nafkah sendiri tanpa harus berpangku tangan kepada belas kasihan orang lain," tutur Saefudin.

Menurutnya, nek Sopiyah sangat layak dibantu dan layak menerima bantuan ini. Ia berharap bantuan ini bisa memberikan banyak manfaat dan berkah untuk para donatur Rumah Yatim.

"Terima kasih kepada seluruh donatur yang telah membantu nek Sopiyah melalui aksi penggalangan dana Rumah Yatim di platform donasionline.id , semoga semua kebaikan para donatur dibalas oleh Allah dengan sebaik-baiknya balasan," ungkap Saefudin.

07 February 2024

Perjuangan Nenek Baji Rawat Cucu Disabilitas Dapat Dukungan dari Rumah Yatim Sulsel

gambar-headline


Jalan hidup yang terjal masih harus dilalui Nenek Baji (72), lansia tangguh dari Bonto Bahari, Kecamatan Bonto Bahari, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Diusia senjanya ia masih harus banting tulang demi bisa bertahan hidup dan merawat cucunya, Afifah (3) yang sejak lahir mengalami buta dan tuli.

Kemiskinan yang melanda membuat nek Baji sangat kesulitan untuk memenuhi kebutuhan harian, apalagi kebutuhan nutrisi dan pengobatan cucunya.

"Buat kebutuhan makan dan beli susu serta popok Afifah, nenek hanya mengandalkan penghasilan dari jualan daun kelor sebanyak 9 sampai 12 ribu seharinya. Nenek tiap hari keliling jualan daun kelor sembari gendong cucu," ujar nenek Baji kepada tim relawan Rumah Yatim beberapa waktu lalu.

Nenek melanjutkan selama dirinya bekerja, cucunya tidak ada yang menjaga, sehingga ia harus membawanya. “Kasian Afifah kalo ditinggal sendirian, jadi nenek ajak aja, sembari ngajak main Afifah,” ucap Nek Baji.

Nek Baji bercerita jika sejak bayi Afifah diterlantarkan oleh kedua orang tuanya. Awalnya Afifah dirawat oleh kedua orang tuanya, namun dia sering ditinggal sendirian ketika mereka bekerja. Tidak tega melihat cucunya, akhirnya nek Baji membawanya, namun setelah dibawa nenek Baji kedua orang tua Afifah pergi entah kemana dan tidak pernah memberi kabar.

"Kasihan Afifah, orang tua dia sudah tidak peduli lagi. Gapapa nenek bisa berusaha sendiri. Selama nenek masih sehat, nenek akan terus berjuang kerja supaya bisa beliin Afifah cucu nenek susu dan popok. Kalau nanti nenek punya banyak uang, nenek pengen bawa Afifah nenek berobat dan operasi mata, biar dia bisa liat dan beraktivitas seperti anak lain, biar Afifah bis mandiri jadi kalau nenek meninggal dia bisa mandiri," ungkapnya.

Mengetahui kondisi tersebut, Rumah Yatim cabang Sulawesi Selatan langsung menerjunkan tim relawannya untuk menyambangi rumah nek Baji guna memberikan bantuan biaya hidup berupa uang tunai, sembako dan perlengkapan mandi mencuci. Semua bantuan tersebut berasal dari aksi penggalangan dana Rumah Yatim secara daring di platform donasionline.id

"Bantuan ini diberikan untuk membantu meringankan beban nek Baji, serta membantu memenuhi kebutuhan nenek dan cucunya sampai beberapa bulan kedepan. Mudah-mudahan bantuan ini bisa memberikan banyak manfaat dan keberkahan untuk merek, serta menjadi ladang pahala, kebaikan dan berkah untuk para donatur yang telah membantu nek Baji melalui Rumah Yatim," tutup Adam, salah satu relawan Rumah Yatim.

05 February 2024

Kakek Hasan, Pencari Rongsokan di Makassar Bersyukur Terima Bantuan Rumah Yatim

gambar-headline

Raut bahagia penuh syukur terpancar di wajah Kakek Hasan (60), lansia pencari rongsokan di BTP Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar saat menerima bantuan biaya hidup berupa uang tunai dari Rumah Yatim cabang Sulawesi Selatan.

Berkali-kali lansia ini mengucapkan terima kasih kepada Rumah Yatim dan para donatur yang telah memberikan bantuan ini. Ia pun mengatakan akan menggunakan bantuan ini untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan membayar kontrakan yang sudah menunggak 2 bulan.

"Alhamdulillah kakek sangat senang dan bersyukur bisa menerima bantuan ini. Terima kasih Rumah Yatim dan para donatur, semoga Allah membalasnya dengan balasan yang lebih dan pahala yang berlipat ganda," ucap kakek Hasan.

Diusia senjanya, kakek Hasan dan istrinya masih harus bekerja keras demi bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari dan membayar kontrakan. Setiap hari, mereka keliling mencari rongsokan berkilo-kilo meter dengan penghasilan sebanyak 20 ribu per tiga harinya.

Kakek Hasan memiliki anak, namun anak-anaknya sudah berkeluarga dan kondisi ekonominya pun sama-sama terbatas.

Karena penghasilan yang didapat kecil, kakek dan istrinya sering sekali tidak bisa makan, untuk mengganjal perut kosongnya, mereka hanya bisa meminum air putih banyak.

Tidak hanya kesulitan untuk makan, kakek Hasan dan istrinya pun kesulitan untuk membayar kontrakan. Sudah dua bulan mereka menunggak bayar kontrakan dan terancam akan diusir jika belum bisa melunasinya.

"Alhamdulillah bantuan biaya hidup amanah dari para donatur yang telah berdonasi di platform donasionline.id sudah diberikan kepada kakek Hasan. Mudah-mudahan bantuan ini bisa memberikan banyak manfaat dan berkah untuk kakek Hasan dan istrinya, serta menjadi ladang pahala, kebaikan dan berkah untuk para donatur Rumah Yatim," tutur Adam, salah satu relawan Rumah Yatim Sulawesi Selatan.

#pejuangkebaikan, diluar sana, masih banyak lansia prasejahtera yang menantikan bantuan dari para dermawan. Untuk itu, mari bersama kita bantu mereka, salurkan donasi terbaikmu melalui rumah-yatim.org, silakan klik tombol donasi.

Donatur

Avatar of Hamba Allah

Hamba Allah

Sebesar Rp 10.000

Pada: 10 jam yang lalu

Avatar of Hamba Allah

Hamba Allah

Sebesar Rp 10.000

Pada: 1 hari yang lalu

Avatar of Hamba Allah

Hamba Allah

Sebesar Rp 10.000

Pada: 2 hari yang lalu

Avatar of Hamba Allah

Hamba Allah

Sebesar Rp 10.000

Pada: 2 hari yang lalu

Avatar of Hamba Allah

Hamba Allah

Sebesar Rp 50.207

Pada: 2 hari yang lalu

Bismillah sehat semua aamiin

Avatar of Hamba Allah

Eka Widya

Sebesar Rp 25.191

Pada: 2 hari yang lalu

Donasi Rutin

Ketentuan Program donatur rutin adalah anda akan memperoleh pemberitauan/ pengingat untuk berdonasi sesuai kesepakatan waktu dalam mengingatkan baik melalui no HP maupun email sesuai yang anda cantumkan.

Jadi donatur rutin sekarang juga