Infaq/Sedekah

Infaq/Sedekah

Ayo belanjakan harta anda di jalan yang baik bersama Rumah Yatim dengan niat ibadah.

Rp 638.635.749
terkumpul dari Rp 1.000.000.000
Terkumpul Rp 638.635.749
Donatur 11246
Gotong royong dengan menyebarkan program ini.

Infaq atau sedekah umum (tidak terikat)

Mengeluarkan sebagian harta yang diperintahkan dalam islam untuk diberikan kepada orang yang berhak menerimanya.

Sifatnya tidak mengikat baik jumlah yang dikeluarkan maupun obyek mustahik yang akan menerimanya.

Disebut umum karena tidak dibatasi oleh jumlah nominal maupun akad untuk diberikan kepada mustahik kepada program tertentu.

26 Jun 2020

Program Dirilis

24 September 2022

Bahagianya 100 Warga Dadok Padang Terima Bantuan Sembako di Tengah Kenaikaan BBM

Naiknya harga BBM beberapa waktu lalu membuat sejumlah kebutuhan pokok juga ikut naik. Hal ini tentu sangat berdampak pada masyarakat prasejahtera semakin kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hariannya.

Untuk meringankan beban warga prasejahtera, Rumah Yatim langsung turun membantu dengan mendistribusikan bantuan sembako di berbagai wilayah, salah satunya di kelurahan Dadok Tunggul Hitam, kecamatan Koto Tangah, kota Padang.

Ada sebanyak 100 paket sembako dibagikan kepada 100 keluarga disana. Adapun untuk kegiatan pembagian sembakonya diadakan di kantor kelurahan Dadok. Dihadiri langsug oleh lurah Dadok beserta jajarannya.

Menurut penuturan Sendi, kepala cabang Rumah Yatim Sumbar, mayoritas penerima bantuan hidup dalam garis kemiskinan, dimana dalam kesehariannya mereka bekerja sebagai serabutan dan pencari rongsokan.

Kepada Sendi, mereka mengaku jika naiknya harga BBM dan sembako membuat mereka kesulitan dalam membeli kebutuhahan pokok dan lainnya. Mereka sangat terbantu dengan adanya bantuan sembako ini.

“Alhamdulillah kegiatan penyaluran bantuan berlangsung lancar. Penerima manfaat begitu antusias dan senang ketika menerimanya. Pihak kelurahan pun sangat mengapresiasi kegiatan ini,” ujar Sendi.

Ia berharap, bantuan ini bisa memberikan manfaat dan meringankan beban mereka ditengah kenaikan BBM.

“Semoga penyaluran bantuan ini bisa terus meluas, agar semakin banyak lagi masyarakat prasejahtera yang merasakan manfaatnya,” tutup Sendi.

17 September 2022

Upah 3 Ribu, Nek Sartinah Bertahan Hidup dengan Makan Nasi Dicampur Terasi dan Jelantah

Nasi dicampur terasi dan minyak jelantah menjadi menu harian nenek Sartinah (64), warga Kedungbanteng, kabupaten Tegal.

Keterbatasan ekonomi yang dimiliki membuatnya hanya mampu mengonsumsi makanan tersebut. Meskipun begitu, nek Sartinah tetap bersyukur karena masih bisa makan dari hasil keringatnya sendiri.

Diusia senjanya, lansia ini hidup sebatang kara, jika ingin makan atau membeli sesuatu, ia harus bekerja. Ia tidak bisa bergantung pada siapapun.

Sehari-hari, nek Sartinah bekerja sebagai buruh pemotong kertas mainan anak dengan upah 3 ribu rupiah perharinya. Upah tersebut biasa nenek kumpulkan untuk membeli beras satu kilo dan terasi.

Sebenarnya nek Sartinah sangat ingin sekali membeli lauk, namun upahnya yang kecil sangat tidak cukup untuk membelinya.

“Jangankan untuk lauk pak, untuk sekilo beras saja saya harus ngumpulin uangnya selama empat hari. Alhamdulillah kadang ada tetangga yang ngasih nasi sama lauk, jadi saya bisa makan enak walaupun jarang,” ucapnya kepada relawan Rumah Yatim cabang Jawa Tengah.

Mengetahui kondisi tersebut, Rumah Yatim melakukan aksi penggalangan dana secara daring untuk membantu nek Sartinah. Alhamdulillah banyak donatur yang tersentuh dengan kisah lansia tersebut dan membantunya melalui Rumah Yatim.

“Alhamdulillah bantuan dari hasil donasi para donatur di platform donasionline.id sudah diberikan kepada nek Sartinah. Bantuan yang diberikan berupa uang tunai, sembako dan perlengkapan MCK. Mudah-mudahan bantuan ini bisa meringankan beban dan membantu memenuhi kebutuhan hidup nek Sartinah selama beberapa bulan kedepan,” tutur Saefudin, salah satu relawan Rumah Yatim Jateng.

Ia melanjutkan jika nek Sartinah terlihat sangat senang ketika menerima bantuan tersebut. “Terima kasih kepada para donatur yang telah membantu dan membahagiakan nek Sartinah melalui Rumah Yatim. Semoga kebaikan para donatur dibalas oleh Allah dengan sebaik-baiknya balasan,” tutupnya.

09 September 2022

Rumah Yatim Kembali Membantu Nek Sumaiya, Lansia Sebatang Kara

Raut wajah bahagia tidak bisa disembunyikan nek Sumaiya,warga Desa Kerang, Kecamatan Sukosari, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur ketika kembali menerima bantuan biaya hidup dari Rumah Yatim cabang Jawa Timur.

Ia mengatakan, bantuan uang tunai, sembako dan perlengkapan MCk yang berikan Rumah Yatim sangat membantunya dalam memenuhi kebutuhan hidup.

“Semenjak menerima bantuan Rumah Yatim Juni lalu, Alhamdulillah nenek bisa makan setiap hari dengan lauk, tidak dengan garam lagi, nenek juga bisa membeli obat dan kebutuhan lainnya. Alhamdulillah sekarang nenek nerima lagi, nenek sangat senang dan sangat terbantu,” ucapnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan akan menggunakan bantuan kali ini untuk memenuhi kebutuhan hidup dan menambah modal usaha jualan kripiknya.

“Hanya doa yang bisa nenek berikan untuk membalas semua kebaikan Rumah Yatim dan donatur. Semoga Rumah Yatim semakin sukses serta donatur dan tim relawan Rumah Yatim diberikan kesehatan, rezeki yang berlimpah juga berkah, serta dimudahkan dalam semua urusannya,” tutur Nek Sumaiya.

Diketahui, diusia senjanya nek Sumaiya hidup sebatang kara di sebuah rumah sederhana milik saudaranya.

Suami nek Sumaiya sudah lama meninggal, sementara ia tidak memiliki anak sehingga dimasa tuanya ia hanya hidup seorang diri, menumpang di rumah saudara dan tidak bisa bergantung kepada siapapun.

Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, nek Sumaiya mencari nafkah dengan jualan keripik buatannya sendiri. Keripik tersebut ia hargai seribu perbungkusnya. Dalam sehari, ia mendapat penghasilan sebanyak 5-7 ribu rupiah.

Agar bisa membeli satu kilogram beras, nek Sumaiya harus mengumpulkan uang selama berhari-hari. Makan dengan lauk merupakan hal mewah bagi nek Sumaiya karena sehari-harinya lansia ini hanya mampu makan nasi dicampur garam saja.

05 September 2022

Bantuan Biaya Hidup Rumah Yatim Jatim Rekahkan Senyum Sri Rahayu

Sri Rahayu (55) adalah seorang tulang punggung keluarga. Semenjak suaminya berpulang 8 tahun lalu, ia menjadi orangtua tunggal bagi anaknya. Untuk memenuhi kebutuhan harian, warga desa Terusan, kecamatan Gedeg, kabupaten Mojokerto Jatim ini mencari nafkah dengan menjadi buruh cuci gosok.

Penghasilan yang didapat Sri tidaklah menentu, tergatung ada tidaknya orang yang meminta jasanya. Agar bisa menambah penghasilan, Sri mencari peruntungan lainnya dengan menjadi pengasuh anak tetangga.

“Penghasilan dari mengasuh anak juga ngga banyak, kalo disatuin sama upah nyuci, uangnya cuman cukup untuk makan dua kali sama bayar listrik,” kata Sri kepada salah satu relawan Rumah Yatim.

Penghasilan yang minim membuat Sri merasa kasihan kepada anaknya yang tidak bisa membeli keperluan sekolahnya. Jangankan untuk itu, untuk bayar tunggakan sekolah dan jajan anak saja Sri belum mampu.

Mengetahui kondisi tersebut, Rumah Yatim cabang Jawa Timur memberikan bantuan biaya hidup berupa uang tunai untuk Sri. Bantuan ini diberikan untuk meringankan beban dan membantu memenuhi kebutuhan hidup Sri dan anaknya.

Ketika menerima bantuan tersebut, wajah Sri berubah seketika dari sedih menjadi senyum yang lebar. Tak lupa ia pun langsung mengucapkan terima kasih dan berdoa untuk kebaikan Rumah Yatim dan donatur.

“Alhamdulillah ya Allah, doa saya akhirnya diijabah oleh Allah melalui perantara Rumah Yatim dan donatur. Bantuan ini sangat berarti untuk saya, saya akan menggunakannya sebaik mungkin, sekali lagi terima kasih Rumah Yatim dan donatur,” ungkap Sri.

27 August 2022

Leni, Penjual Roti Keliling Sejauh 5 KM Terima Bantuan Dari Rumah Yatim

Semenjak ditinggal meninggal dunia sang ibu dan ditelantarkan ayahnya, Leni (19) warga desa Sungai Kakap, kecamatan Sungai Kakap, Kuburaya harus berjuang seorang diri menafkahi nenek, ketiga adiknya dan satu ponakan yang sudah yatim piatu.

Setiap hari ia banting tulang jualan roti keliling sejauh 5 KM untuk memenuhi kebutuhan hidup. Penghasilan yang didapat Leni tidak banyak yakni hanya 20-30 ribu saja perharinya. Meskipun begitu ia tidak pernah mengeluh dan menyerah akan pekerjannya. Leni selalu besyukur akan penghasilannya tersebut.

“Aku harus bersyukur atas apa yang sudah Allah berikan, aku yakin Allah akan bantu aku, apalagi saat ini aku sedang berjuang untuk menafkahi nenek yang sakit-sakitan dan adik serta ponakan yatim piatu yang masih kecil-kecil,” ucap Leni.

Mendukung perjuangan Leni, Rumah Yatim cabang Kalimantan Barat menyambangi kediaman Leni untuk memberikan bantuan biaya hidup berupa uang tunai, sembako, bumbu dapur dan perlengkapan MCK.

Bantuan tersebut diterima Leni, nenek, adik dan ponakannya dengan penuh haru dan bahagia.

“Alhamdulillah amanah dari donatur untuk Leni dan keluarga sudah tersalurkan, mudah-mudahan bantuan ini bisa meringankan beban Leni serta bisa membantu memenuhi kebutuhan hidup Leni dan keluarga sampai beberapa bulan kedepan,” tutur Abdurrohim kepala cabang Rumah Yatim Kalbar.

22 August 2022

Hidup Sebatang Kara di Gubuk 2×2 Meter, Kakek Bertahan Hidup dengan Jualan Kayu Bakar

Kakek Radun (78) hidup sendiri di gubuk berukuran 2×2 meter di wilayah Kedungbanteng, kabupaten Tegal. Setiap pagi ia pergi ke hutan untuk mencari ranting pohon kering yang sudah jatuh, lalu dikumpulkan dan dijual seharga 6 ribu/ikat itupun jika ada warga yang membelinya.

Lansia ini bercerita jika kayu bakar yang dijualnya jarang sekali ada yang beli, hal itu karena warga sekitar kebanyakan sudah menggunakan kompor gas. “Paling dalam seminggu kayu bakar kakek laku dua sampai tiga ikat saja, semenjak kurang laku, kakek jarang sekali makan, paling cuman minum aja buat mengisi perut,” ujarnya

Kakek Radun melanjutkan jika musim hujan menjadi masa paling sulit baginya, sebab selain sulit mencari kayu bakar dan menjualnya, kakek pun tidak bisa beristirahat karena barang-barang di gubuknya basah semua.

“Atap gubuk kakek udah bolong-bolong. Kalo lagi angin besar, kakek suka ketakutan karena gubuknya seperti mau roboh. Kakek pengen sekali benerin rumahnya, tapi uangnya belum ada, untuk makan aja susah,” ucapnya.

Mengetahui kondisi tersebut, Rumah Yatim cabang Jawa Tengah langsung menerjunkan tim relawannya guna memberikan bantuan biaya hidup berupa sembako, uang tunai dan perlengkapan MCK. Penyerahan bantuan diadakan di pelataran salah satu rumah warga.

Raut wajah bahagia bercampur haru ditunjukan kakek Radun ketika menerima bantuan. Ia berjanji akan menggunakan bantuan tersebut sebaik mungkin.

“Terima kasih kepada Rumah Yatim daj donatur atas bantuannya. Kakek sangag senang karena mendapat bantuan sebanyak ini, baru kali ini kakek menerima bantuan dengan jumlah yang banyak. Insya Allah bantuan ini akan kakek gunakan sebaik mungkin untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari,” tutur kakek Radun.

Tak lupa kakek pun mengucapkan terima kasih dan mendoakan untuk kebaikan Rumah Yatim dan donatur.

elyagustiani91@gmail.com

Ely

Berhasil mengajak 130 orang untuk berdonasi
Rp 1.330.000
yuniati.mutiara66@gmail.com

Hamba Allah

Berhasil mengajak 1 orang untuk berdonasi
Rp 25.911
desiastri.0803da@gmail.com

Desi Astri

Berhasil mengajak 1 orang untuk berdonasi
Rp 100.863

Eka Rizki

Berhasil mengajak 1 orang untuk berdonasi
Rp 10.585

Gotong royong sebagai fundraiser program ini.

Jadi fundraiser sekarang juga
Avatar of Hamba Allah

Hamba Allah

Sebesar Rp 25.035

Pada: 32 menit yang lalu

Avatar of Hamba Allah

Hamba Allah

Sebesar Rp 50.000

Pada: 1 jam yang lalu

Avatar of Hamba Allah

Hamba Allah

Sebesar Rp 10.132

Pada: 1 jam yang lalu

Ya Allah limpahkan & berikanlah Chairunnisa binti Suhaeruddin rezeki yg berkah berlimpah agar dapat bersedekah lebih banyak lagi, melunasi hutang2, diberikan kesehatan serta dimudahkan & dilancarkan semua urusannya, aamiin ya robbal alamiin🤲🏻....

Avatar of Hamba Allah

Maya

Sebesar Rp 25.000

Pada: 2 jam yang lalu

Yaa Allah ampuni hamba , berikan kekuatan dan angkatlah penyakit ditubuh hamba, Aamiin YRA

Avatar of Hamba Allah

Hamba Allah

Sebesar Rp 100.000

Pada: 2 jam yang lalu

Avatar of Hamba Allah

Hamba Allah

Sebesar Rp 10.000

Pada: 3 jam yang lalu

Semoga berkah dan mohon bantu doa untuk kesembuhan suami saya dr sakitnya. Syukron

Ketentuan Program donatur rutin adalah anda akan memperoleh pemberitauan/ pengingat untuk berdonasi sesuai kesepakatan waktu dalam mengingatkan baik melalui no HP maupun email sesuai yang anda cantumkan.

Jadi donatur rutin sekarang juga

Fundraiser

elyagustiani91@gmail.com

Ely

Berhasil mengajak 130 orang untuk berdonasi
Rp 1.330.000
yuniati.mutiara66@gmail.com

Hamba Allah

Berhasil mengajak 1 orang untuk berdonasi
Rp 25.911
desiastri.0803da@gmail.com

Desi Astri

Berhasil mengajak 1 orang untuk berdonasi
Rp 100.863

Eka Rizki

Berhasil mengajak 1 orang untuk berdonasi
Rp 10.585

Gotong royong sebagai fundraiser program ini.

Jadi fundraiser sekarang juga

Berita

26 Jun 2020

Program Dirilis

24 September 2022

Bahagianya 100 Warga Dadok Padang Terima Bantuan Sembako di Tengah Kenaikaan BBM

Naiknya harga BBM beberapa waktu lalu membuat sejumlah kebutuhan pokok juga ikut naik. Hal ini tentu sangat berdampak pada masyarakat prasejahtera semakin kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hariannya.

Untuk meringankan beban warga prasejahtera, Rumah Yatim langsung turun membantu dengan mendistribusikan bantuan sembako di berbagai wilayah, salah satunya di kelurahan Dadok Tunggul Hitam, kecamatan Koto Tangah, kota Padang.

Ada sebanyak 100 paket sembako dibagikan kepada 100 keluarga disana. Adapun untuk kegiatan pembagian sembakonya diadakan di kantor kelurahan Dadok. Dihadiri langsug oleh lurah Dadok beserta jajarannya.

Menurut penuturan Sendi, kepala cabang Rumah Yatim Sumbar, mayoritas penerima bantuan hidup dalam garis kemiskinan, dimana dalam kesehariannya mereka bekerja sebagai serabutan dan pencari rongsokan.

Kepada Sendi, mereka mengaku jika naiknya harga BBM dan sembako membuat mereka kesulitan dalam membeli kebutuhahan pokok dan lainnya. Mereka sangat terbantu dengan adanya bantuan sembako ini.

“Alhamdulillah kegiatan penyaluran bantuan berlangsung lancar. Penerima manfaat begitu antusias dan senang ketika menerimanya. Pihak kelurahan pun sangat mengapresiasi kegiatan ini,” ujar Sendi.

Ia berharap, bantuan ini bisa memberikan manfaat dan meringankan beban mereka ditengah kenaikan BBM.

“Semoga penyaluran bantuan ini bisa terus meluas, agar semakin banyak lagi masyarakat prasejahtera yang merasakan manfaatnya,” tutup Sendi.

17 September 2022

Upah 3 Ribu, Nek Sartinah Bertahan Hidup dengan Makan Nasi Dicampur Terasi dan Jelantah

Nasi dicampur terasi dan minyak jelantah menjadi menu harian nenek Sartinah (64), warga Kedungbanteng, kabupaten Tegal.

Keterbatasan ekonomi yang dimiliki membuatnya hanya mampu mengonsumsi makanan tersebut. Meskipun begitu, nek Sartinah tetap bersyukur karena masih bisa makan dari hasil keringatnya sendiri.

Diusia senjanya, lansia ini hidup sebatang kara, jika ingin makan atau membeli sesuatu, ia harus bekerja. Ia tidak bisa bergantung pada siapapun.

Sehari-hari, nek Sartinah bekerja sebagai buruh pemotong kertas mainan anak dengan upah 3 ribu rupiah perharinya. Upah tersebut biasa nenek kumpulkan untuk membeli beras satu kilo dan terasi.

Sebenarnya nek Sartinah sangat ingin sekali membeli lauk, namun upahnya yang kecil sangat tidak cukup untuk membelinya.

“Jangankan untuk lauk pak, untuk sekilo beras saja saya harus ngumpulin uangnya selama empat hari. Alhamdulillah kadang ada tetangga yang ngasih nasi sama lauk, jadi saya bisa makan enak walaupun jarang,” ucapnya kepada relawan Rumah Yatim cabang Jawa Tengah.

Mengetahui kondisi tersebut, Rumah Yatim melakukan aksi penggalangan dana secara daring untuk membantu nek Sartinah. Alhamdulillah banyak donatur yang tersentuh dengan kisah lansia tersebut dan membantunya melalui Rumah Yatim.

“Alhamdulillah bantuan dari hasil donasi para donatur di platform donasionline.id sudah diberikan kepada nek Sartinah. Bantuan yang diberikan berupa uang tunai, sembako dan perlengkapan MCK. Mudah-mudahan bantuan ini bisa meringankan beban dan membantu memenuhi kebutuhan hidup nek Sartinah selama beberapa bulan kedepan,” tutur Saefudin, salah satu relawan Rumah Yatim Jateng.

Ia melanjutkan jika nek Sartinah terlihat sangat senang ketika menerima bantuan tersebut. “Terima kasih kepada para donatur yang telah membantu dan membahagiakan nek Sartinah melalui Rumah Yatim. Semoga kebaikan para donatur dibalas oleh Allah dengan sebaik-baiknya balasan,” tutupnya.

09 September 2022

Rumah Yatim Kembali Membantu Nek Sumaiya, Lansia Sebatang Kara

Raut wajah bahagia tidak bisa disembunyikan nek Sumaiya,warga Desa Kerang, Kecamatan Sukosari, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur ketika kembali menerima bantuan biaya hidup dari Rumah Yatim cabang Jawa Timur.

Ia mengatakan, bantuan uang tunai, sembako dan perlengkapan MCk yang berikan Rumah Yatim sangat membantunya dalam memenuhi kebutuhan hidup.

“Semenjak menerima bantuan Rumah Yatim Juni lalu, Alhamdulillah nenek bisa makan setiap hari dengan lauk, tidak dengan garam lagi, nenek juga bisa membeli obat dan kebutuhan lainnya. Alhamdulillah sekarang nenek nerima lagi, nenek sangat senang dan sangat terbantu,” ucapnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan akan menggunakan bantuan kali ini untuk memenuhi kebutuhan hidup dan menambah modal usaha jualan kripiknya.

“Hanya doa yang bisa nenek berikan untuk membalas semua kebaikan Rumah Yatim dan donatur. Semoga Rumah Yatim semakin sukses serta donatur dan tim relawan Rumah Yatim diberikan kesehatan, rezeki yang berlimpah juga berkah, serta dimudahkan dalam semua urusannya,” tutur Nek Sumaiya.

Diketahui, diusia senjanya nek Sumaiya hidup sebatang kara di sebuah rumah sederhana milik saudaranya.

Suami nek Sumaiya sudah lama meninggal, sementara ia tidak memiliki anak sehingga dimasa tuanya ia hanya hidup seorang diri, menumpang di rumah saudara dan tidak bisa bergantung kepada siapapun.

Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, nek Sumaiya mencari nafkah dengan jualan keripik buatannya sendiri. Keripik tersebut ia hargai seribu perbungkusnya. Dalam sehari, ia mendapat penghasilan sebanyak 5-7 ribu rupiah.

Agar bisa membeli satu kilogram beras, nek Sumaiya harus mengumpulkan uang selama berhari-hari. Makan dengan lauk merupakan hal mewah bagi nek Sumaiya karena sehari-harinya lansia ini hanya mampu makan nasi dicampur garam saja.

05 September 2022

Bantuan Biaya Hidup Rumah Yatim Jatim Rekahkan Senyum Sri Rahayu

Sri Rahayu (55) adalah seorang tulang punggung keluarga. Semenjak suaminya berpulang 8 tahun lalu, ia menjadi orangtua tunggal bagi anaknya. Untuk memenuhi kebutuhan harian, warga desa Terusan, kecamatan Gedeg, kabupaten Mojokerto Jatim ini mencari nafkah dengan menjadi buruh cuci gosok.

Penghasilan yang didapat Sri tidaklah menentu, tergatung ada tidaknya orang yang meminta jasanya. Agar bisa menambah penghasilan, Sri mencari peruntungan lainnya dengan menjadi pengasuh anak tetangga.

“Penghasilan dari mengasuh anak juga ngga banyak, kalo disatuin sama upah nyuci, uangnya cuman cukup untuk makan dua kali sama bayar listrik,” kata Sri kepada salah satu relawan Rumah Yatim.

Penghasilan yang minim membuat Sri merasa kasihan kepada anaknya yang tidak bisa membeli keperluan sekolahnya. Jangankan untuk itu, untuk bayar tunggakan sekolah dan jajan anak saja Sri belum mampu.

Mengetahui kondisi tersebut, Rumah Yatim cabang Jawa Timur memberikan bantuan biaya hidup berupa uang tunai untuk Sri. Bantuan ini diberikan untuk meringankan beban dan membantu memenuhi kebutuhan hidup Sri dan anaknya.

Ketika menerima bantuan tersebut, wajah Sri berubah seketika dari sedih menjadi senyum yang lebar. Tak lupa ia pun langsung mengucapkan terima kasih dan berdoa untuk kebaikan Rumah Yatim dan donatur.

“Alhamdulillah ya Allah, doa saya akhirnya diijabah oleh Allah melalui perantara Rumah Yatim dan donatur. Bantuan ini sangat berarti untuk saya, saya akan menggunakannya sebaik mungkin, sekali lagi terima kasih Rumah Yatim dan donatur,” ungkap Sri.

27 August 2022

Leni, Penjual Roti Keliling Sejauh 5 KM Terima Bantuan Dari Rumah Yatim

Semenjak ditinggal meninggal dunia sang ibu dan ditelantarkan ayahnya, Leni (19) warga desa Sungai Kakap, kecamatan Sungai Kakap, Kuburaya harus berjuang seorang diri menafkahi nenek, ketiga adiknya dan satu ponakan yang sudah yatim piatu.

Setiap hari ia banting tulang jualan roti keliling sejauh 5 KM untuk memenuhi kebutuhan hidup. Penghasilan yang didapat Leni tidak banyak yakni hanya 20-30 ribu saja perharinya. Meskipun begitu ia tidak pernah mengeluh dan menyerah akan pekerjannya. Leni selalu besyukur akan penghasilannya tersebut.

“Aku harus bersyukur atas apa yang sudah Allah berikan, aku yakin Allah akan bantu aku, apalagi saat ini aku sedang berjuang untuk menafkahi nenek yang sakit-sakitan dan adik serta ponakan yatim piatu yang masih kecil-kecil,” ucap Leni.

Mendukung perjuangan Leni, Rumah Yatim cabang Kalimantan Barat menyambangi kediaman Leni untuk memberikan bantuan biaya hidup berupa uang tunai, sembako, bumbu dapur dan perlengkapan MCK.

Bantuan tersebut diterima Leni, nenek, adik dan ponakannya dengan penuh haru dan bahagia.

“Alhamdulillah amanah dari donatur untuk Leni dan keluarga sudah tersalurkan, mudah-mudahan bantuan ini bisa meringankan beban Leni serta bisa membantu memenuhi kebutuhan hidup Leni dan keluarga sampai beberapa bulan kedepan,” tutur Abdurrohim kepala cabang Rumah Yatim Kalbar.

22 August 2022

Hidup Sebatang Kara di Gubuk 2×2 Meter, Kakek Bertahan Hidup dengan Jualan Kayu Bakar

Kakek Radun (78) hidup sendiri di gubuk berukuran 2×2 meter di wilayah Kedungbanteng, kabupaten Tegal. Setiap pagi ia pergi ke hutan untuk mencari ranting pohon kering yang sudah jatuh, lalu dikumpulkan dan dijual seharga 6 ribu/ikat itupun jika ada warga yang membelinya.

Lansia ini bercerita jika kayu bakar yang dijualnya jarang sekali ada yang beli, hal itu karena warga sekitar kebanyakan sudah menggunakan kompor gas. “Paling dalam seminggu kayu bakar kakek laku dua sampai tiga ikat saja, semenjak kurang laku, kakek jarang sekali makan, paling cuman minum aja buat mengisi perut,” ujarnya

Kakek Radun melanjutkan jika musim hujan menjadi masa paling sulit baginya, sebab selain sulit mencari kayu bakar dan menjualnya, kakek pun tidak bisa beristirahat karena barang-barang di gubuknya basah semua.

“Atap gubuk kakek udah bolong-bolong. Kalo lagi angin besar, kakek suka ketakutan karena gubuknya seperti mau roboh. Kakek pengen sekali benerin rumahnya, tapi uangnya belum ada, untuk makan aja susah,” ucapnya.

Mengetahui kondisi tersebut, Rumah Yatim cabang Jawa Tengah langsung menerjunkan tim relawannya guna memberikan bantuan biaya hidup berupa sembako, uang tunai dan perlengkapan MCK. Penyerahan bantuan diadakan di pelataran salah satu rumah warga.

Raut wajah bahagia bercampur haru ditunjukan kakek Radun ketika menerima bantuan. Ia berjanji akan menggunakan bantuan tersebut sebaik mungkin.

“Terima kasih kepada Rumah Yatim daj donatur atas bantuannya. Kakek sangag senang karena mendapat bantuan sebanyak ini, baru kali ini kakek menerima bantuan dengan jumlah yang banyak. Insya Allah bantuan ini akan kakek gunakan sebaik mungkin untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari,” tutur kakek Radun.

Tak lupa kakek pun mengucapkan terima kasih dan mendoakan untuk kebaikan Rumah Yatim dan donatur.

Donatur

Avatar of Hamba Allah

Hamba Allah

Sebesar Rp 25.035

Pada: 32 menit yang lalu

Avatar of Hamba Allah

Hamba Allah

Sebesar Rp 50.000

Pada: 1 jam yang lalu

Avatar of Hamba Allah

Hamba Allah

Sebesar Rp 10.132

Pada: 1 jam yang lalu

Ya Allah limpahkan & berikanlah Chairunnisa binti Suhaeruddin rezeki yg berkah berlimpah agar dapat bersedekah lebih banyak lagi, melunasi hutang2, diberikan kesehatan serta dimudahkan & dilancarkan semua urusannya, aamiin ya robbal alamiin🤲🏻....

Avatar of Hamba Allah

Maya

Sebesar Rp 25.000

Pada: 2 jam yang lalu

Yaa Allah ampuni hamba , berikan kekuatan dan angkatlah penyakit ditubuh hamba, Aamiin YRA

Avatar of Hamba Allah

Hamba Allah

Sebesar Rp 100.000

Pada: 2 jam yang lalu

Avatar of Hamba Allah

Hamba Allah

Sebesar Rp 10.000

Pada: 3 jam yang lalu

Semoga berkah dan mohon bantu doa untuk kesembuhan suami saya dr sakitnya. Syukron

Donasi Rutin

Ketentuan Program donatur rutin adalah anda akan memperoleh pemberitauan/ pengingat untuk berdonasi sesuai kesepakatan waktu dalam mengingatkan baik melalui no HP maupun email sesuai yang anda cantumkan.

Jadi donatur rutin sekarang juga