Zakat Barang Temuan

Zakat Barang Temuan

Zakat yang wajid dikeluarkan untuk barang yang ditemukan terpendam di dalam tanah, atau yang biasa disebut dengan harta karun.

Rp 2.554.318
dana terus dikumpul
Terkumpul Rp 2.554.318
Donatur 5
Gotong royong dengan menyebarkan program ini.

Harta yang ditemukan dalam bumi dapat dibagi menjadi menjadi tiga:

  • Harta yang memiliki tanda-tanda kaum kafir (non muslim) dan harta tersebut terbukti berasal masa jahiliyah (sebelum Islam) disebut rikaz.
  • Harta yang tidak memiliki tanda-tanda yang kembali ke masa jahiliyah, maka dapat dibagi dua:
    • Jika ditemukan di tanah bertuan atau jalan bertuan disebut luqothoh(barang temuan).
    • Jika ditemukan di tanah tidak bertuan atau jalan tidak bertuan disebut kanzun(harta terpendam).
  • Harta yang berasal dari dalam bumi disebut ma’dan(barang tambang).
  • Macam-macam harta di atas memiliki hukum masing-masing.

Harta terpendam tidak terlepas dari lima keadaan, yaitu:

  1. Ditemukan di tanah tak bertuan
    Seperti ini menjadi milik orang yang menemukan. Nantinya ia akan mengeluarkan zakat sebesar 20% dan sisa 80% jadi miliknya. Nabi SAWmengatakan mengenai seseorang yang menemukan harta terpendam,

    Jika engkau menemukan harta terpendam tadi di negeri berpenduduk atau di jalan bertuan, maka umumkanlah (layaknya luqothoh atau barang temuan, pen). Sedankan jika engkau menemukannya di tanah yang menunjukkan harta tersebut berasal dari masa jahiliyah (sebelum Islam) atau ditemukan di tempat yang tidak ditinggali manusia (tanah tak bertuan) atau di jalan tak bertuan, maka ada kewajiban zakat rikaz sebesar 20%"
  1. Ditemukan di jalan atau negeri yang berpenduduk

    Seperti ini diperintahkan untuk mengumumkannya sebagaimana barang temuan (luqothoh).Jika datang pemiliknya, maka itu jadi miliknya.Jika tidak, maka menjadi milik orang yang menemukan sebagaimana disebutkan dalam hadits sebelumnya.

    a. Ditemukan di tanah milik orang lain

    Ada tiga pendapat dalam masalah ini:
  • Tetap jadi milik si pemilik tanah. Demikian pendapat Abu Hanifah, Muhammad bin Al Hasan, qiyas dari perkataan Imam Malik, dan salah satu pendapat dari Imam Ahmad.
  • Menjadi milik orang yang menemukan. Inilah pendapat yang lain dari Imam Ahmad dan Abu Yusuf. Mereka berkata bahwa yang namanya harta terpendam bukanlah jadi milik si empunya tanah, namun menjadi milik siapa saja yang menemukan.
  • Dibedakan, yaitu jika pemilik tanah mengenai harta tersebut, maka itu jadi miliknya. Jika si pemilik tanah di mengenalnya, harta tersebut menjadi milik si pemilik tanah pertama kali.

    b. Ditemukan di tanah yang telah berpindah kepemilikan dengan jalan jual beli atau semacamnya

    Ada dua pendapat dalam masalah ini:
  • Harta seperti ini menjadi milik yang menemukan di tanah miliknya saat ini. Demikian pendapat Malik, Abu Hanifah dan pendapat yang masyhur dari Imam Ahmad selama pemilik pertama tanah tersebut tidak mengklaimnya.

  • Harta tersebut menjadi milik pemilik tanah sebelumnya jika ia mengenal harta tersebut. Jika tidak dikenal, maka menjadi pemilik tanah sebelumnya lagi, dan begitu seterusnya. Jika tidak di antara pemilik tanah sebelumnya yang mengenalnya, maka perlakuannya seperti luqothoh (barang temuan).

  1. Jika ditemukan di negeri kafir harbi (orang kafir yang boleh diperangi)

    Jika ditemukan dengan cara orang kafir dikalahkan (dalam perang), maka status harta yang terpendam tadi menjadi ghonimah (harta rampasan perang).

    Jika harta tersebut mampu dikuasai dengan sendirinya tanpa pertolongan seorang pun, maka ada dua pendapat:
  • Harta tersebut menjadi milik orang yang menemukan. Demikian pendapat dalam madzhab Ahmad, mereka qiyaskan dengan harta yang ditemukan di tanah tak bertuan.
  • Jika harta tersebut dikenal oleh orang yang memiliki tanah tersebut yaitu orang kafir harbi dan ia ngotot mempertahankannya, maka status harta tersebut adalah ghonimah. Jika tidak dikenal dan tidak ngotot dipertahankan, maka statusnya seperti rikaz(harta karun).

Nishob dan haul dalam zakat rikaz

Tidak dipersyaratkan nishob dan haul dalam zakat rikaz.Sudah ada kewajiban zakat ketika harta tersebut ditemukan.Besar zakatnya adalah 20% atau 1/5. Demikian makna tekstual dari sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

Zakat rikaz sebesar 20%

29 Apr 2020

Program Dirilis

23 September 2021

Bantuan Rumah Yatim untuk Aman, Seorang Ayah yang Tetap Semangat Cari Nafkah

Rumah Yatim Cabang Riau pada hari Rabu (25/8) lalu kembali menyalurkan bantuan bahan pokok dan bantuan tunai untuk Aman (37) dan keluarga.

Untuk mencapai kediaman Aman di wilayah Jalan Kampung Kisaran KM 29, RT.02/RW.10, Desa Tasik Serai Barat, Kecamatan Talang Muandau, Kabupaten Bengkalis, Riau, tim relawan memakan waktu kurang lebih 5 jam.

“Kami berangkat dari Kantor Kas dari pukul 04.00 dan baru sampai di lokasi sekitar pukul 09.00”, terang Rizky, relawan Rumah Yatim.

Kedatangan tim relawan di kediaman Aman pun disambut hangat keluarga. Aman dan keluarga mengaku sangat senang menerima kembali kedatangan tim relawan yang sudah jauh-jauh di kediaman sederhananya.

“Alhamdulillah beliau dan keluarga sangat senang, bantuan ini sangat berarti buat mereka”, lanjut Rizky.

Aman sendiri sehari-hari bekerja sebagai buruh tani di kebun sawit. Namun, pekerjaan yang biasa dilakukan warga setempat ini membutuhkan usaha lebih bagi Aman yang lahir dengan kondisi kaki yang tidak sama panjang, serta tangannya yang memiliki jari berlebih.

Selain bekerja, Aman juga selalu mengurus anak dan istrinya yang memiliki gangguan penglihatan dan sering kali kesulitan melakukan aktivitas harian.

“Terima kasih Rumah Yatim dan donatur atas kepeduliannya kepada keluarga saya, semoga selalu diberikan rezeki yang berlimpah dan selalu diberikan lindungan Allah SWT”, ungkap Aman.

#Pejuang kebaikan, Bantu lansia dan dhuafa lainnya

20 September 2021

Peduli pada Sesama, Rumah Yatim Beri Bantuan Kepada Lansia Sakit di Desa Pasir Jambe

Rumah Yatim Regional Jabodetabek mengunjungi kediaman beberapa orang sakit di Kampung Buaran Pasir, Desa Pasir Jambe, Tigaraksa, Tangerang, pada Kamis (26/8). Mereka merupakan lansia yang sudah sakit-sakitan di usia senjanya.

Menurut Relawan Rumah Yatim Jabodetabek, Fauzy menyampaikan, kunjungan Rumah Yatim ini untuk memberikan bantuan program peduli sesama. Bantuan ini berupa uang tunai sebagai upaya membantu memenuhi kebutuhan harian mereka.

Pasalnya, kata Fauzy, para lansia ini hidup dalam keterbatasan ekonomi. “Biaya untuk makan saja masih kesulitan, apalagi untuk biaya pengobatan,” paparnya.

Oleh sebab itu, melalui bantuan peduli sesama Rumah Yatim hadir memberikan kepeduliannya. Fauzy berharap, bantuan yang diberikan dapat dirasakan manfaatnya oleh para penerima.

“Harapannya juga bantuan ini bisa meringankan beban mereka, mudah-mudahan mereka diberikan kesembuhan oleh Allah SWT,” tandasnya.

#Pejuang kebaikan, Bantu dan dhuafa lainnya

30 August 2021

Puluhan Janda dan Lansia Dhuafa di Desa Lebaksiu Lor Terima Bantuan Biaya Hidup

Sebanyak 25 warga prasejahtera di Desa Lebaksiu Lor, Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal menerima bantuan biaya hidup Rumah Yatim Cabang Tegal. Bantuan ini menyasar kepada para janda dan lansia dhuafa.

Hal ini dilakukan Rumah Yatim sebagai bentuk kepedulian dan perhatian terhadap mereka. Berdasarkan informasi dari Kepala Cabang Rumah Yatim Tegal, Jajang Khoeruman, puluhan warga yang menerima bantuan sangat antusias.

Pasalnya, kata Jajang, mayoritas penerima bantuan merupakan buruh tani dan serabutan. Yang mana, pekerjaan serta penghasilannya tidak menentu.

Oleh karena itu, bantuan ini diberikan guna membantu memenuhi kebutuhan harian mereka. Jajang menyebut, para penerima bantuan sangat antusias dengan adanya program ini.

Harapannya, kata Jajang, mereka tidak pernah putus asa di tengah keterbatasan ekonomi. “Mudah-mudahan bantuan yang Rumah Yatim beri bisa bermanfaat,” ungkapnya.

#Pejuang kebaikan, Bantu lansia dan dhuafa lainnya

23 August 2021

Puluhan Warga Prasejahtera di Wilayah Antapani Terima Bantuan Rumah Yatim

Sabtu (7/8) lalu, Rumah Yatim Area Jawa Barat menyalurkan 50 paket bantuan bahan pokok untuk warga prasejahtera di wilayah Jalan Antapani, RT.04/RW.16, Kelurahan Antapani Tengah, Kecamatan Antapani, Kota Bandung Jawa Barat.

Menurut keterangan relawan Rumah Yatim, Reza, mayoritas warga penerima manfaat merupakan buruh harian lepas yang penghidupannya terdampak pandemi. Banyak pula dari mereka yang kehilangan pekerjaan karena pandemi dan hingga kini masih kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup.

“Ada sebagian juga yang berjualan, namun karena diberlakukan PPKM jadi tidak bisa berjualan dan tidak punya penghasilan”, terang Reza.

Reza juga menambahkan, ia dan tim relawan berharap bantuan ini dapat memberikan keringanan hingga para penerima manfaat bisa kembali bekerja normal dan mencari penghasilan kembali.

“Semoga bantuan ini dapat membawa berkah juga untuk kita semua”, tutup Reza.

#Pejuang kebaikan, Bantu Warga Prasejahtera lainnya

20 August 2021

Rumah Yatim Tarakan Temui dan Santuni Keluarga Korban Longsor di Sebengkok

Rumah Yatim cabang Tarakan, Kalimantan Utara memberikan santunan sembako kepada keluarga Supriadi yang menjadi korban longsor di RT 20 Jalan Cendana Kelurahan Sebengkok, Kec. Tarakan Tengah, Kota Tarakan.

Santunan tersebut diserahkan langsung oleh Rahmat selaku kepala cabang Rumah Yatim Tarakan, kepada Supriadi dan istrinya yang saat itu berada di kediaman saudara mereka.

“Alhamdulillah kedatangan kami disambut hangat pak Supriadi dan istrinya, saat ini pak Supriadi sedang mengungsi di kediaman saudaranya karena rumah mereka hancur tertimpa longsor,”ungkap Rahmat, Sabtu (7/8).

Rahmat memaparkan jika, peristiwa tersebut terjadi pada kamis (5/8) pukul 01.00 WITA dini hari, longsor tersebut menimpa rumah Supriadi dan menewaskan anak laki-lakinya yang berusia 20 tahun.

Ia melanjutkan, saat kejadian Supriyadi dan keluarganya sedang tertidur lelap. Saat mendengar suara tetangga mereka yang berteriak “pak Supriadi ada longsor”, seketika Supriadi dan istrinya langsung keluar menyelamatkan diri.

Namun naas, anaknya tidak sempat menyelamatkan diri dikarenakan tertimpa bongkahan bangunan dan tanah longsor . “Longsor ini terjadi di samping kamar anak pak Supriadi, sehingga saat kejadian ia tidak bisa menyelamatkan diri,” ungkap Rahmat.

Ia menambahkan jika saat ini kondisi Supriadi dan istrinya masih berduka dan trauma. Meskipun begitu mereka tetap berusaha tegar.

“Semoga bantuan ini bisa meringankan duka mereka, semoga mereka diberikan kekuatan dan kesabaran menghadapi cobaan ini, semoga anak mereka husnul khotimah dan diberikan tempat terbaik oleh Allah, ” tutup Rahmat.

https://www.donasionline.id/zakatbarangtemuan

16 August 2021

Rumah Yatim Berikan Bantuan Lanjutan untuk Husein, Lansia Penjual Kerupuk Keliling

Jumat (30/7) lalu, Rumah Yatim Area Jawa Barat kembali menyalurkan bantuan bahan-bahan pokok dan bantuan tunai biaya hidup untuk Husein, lansia penjual kerupuk yang hingga hari ini masih semangat berkeliling menjajakan barang dagangannya.

Ditemui di kediaman sederhananya di wilayah Cicangkang Girang, RT.04/RW.10, Kelurahan Padasuka, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi, Jawa Barat, Husein mengaku sangat senang kembali menerima bantuan Rumah Yatim. Beliau juga menyampaikan terima kasihnya kepada seluruh donatur yang telah menyisihkan sebagian hartanya untuk bantuan yang beliau terima.

“Semoga para donatur selalu diberikan rezeki yang melimpah oleh Allah SWT”, ucap Husein.

Sebelumnya, Husein sempat bekerja sebagai Office Boy, namun beliau sempat mengidap penyakit hernia karena kelelahan bekerja dan mesti menjalani dua kali operasi. Setelah operasi, Husein diberhentikan dari pekerjaannya karena kekhawatiran perusahaan terhadap kondisi kesehatan Husein. Perusahaan tempat Husein memberikan uang tunai sebesar Rp.10.000.000,- untuk pesangon Kakek Husein.

Uang pesangon ini beliau gunakan untuk membeli gerobak untuk memulai usahanya sebagai penjual kerupuk. Kerupuk yang Husein jual beliau ambil dari penyedia kerupuk, dan Husein hanya mengambil untung sebesar Rp.1.000,- hingga Rp.2.000,- dari setiap kerupuk yang beliau jual.

“Jika sedang ramai bisa dapat Rp.80.000,- tapi kalau sedang sepi ya hanya Rp.10.000,- sampai Rp.20.000,- saja”, lanjut Husein.

Kadang kala, ketika hujan turun dengan lebat, Husein tak bisa berjualan karena takut kerupuknya basah dan tak layak lagi dijual. Beliau juga mengaku hingga hari ini tak pernah merasa lelah berkeliling sejauh 10 KM untuk menjajakan kerupuk, karena kondisi sang istri yang kini sedang lumpuh dan tak bisa berbuat banyak.

“Saya hanya memikirkan kondisi istri saya saja di rumah, itu lah yang membuat saya tetap semangat berjualan”, tutup Husein.

#Pejuang kebaikan, Bantu Lansia dan Dhuafa lainnya

Gotong royong sebagai fundraiser program ini.

Jadi fundraiser sekarang juga
Avatar of Hamba Allah

Hamba Allah

Sebesar Rp 30.502

Pada: 1 bulan yang lalu

Avatar of Hamba Allah

Hamba Allah

Sebesar Rp 50.000

Pada: 2 bulan yang lalu

Avatar of Hamba Allah

Anggi Anjarini Mariska

Sebesar Rp 23.792

Pada: 4 bulan yang lalu

Avatar of Hamba Allah

Hamba Allah

Sebesar Rp 2.000.019

Pada: 9 bulan yang lalu

Avatar of Hamba Allah

Herry Haryanto

Sebesar Rp 450.005

Pada: 1 tahun yang lalu

Fundraiser

Gotong royong sebagai fundraiser program ini.

Jadi fundraiser sekarang juga

Berita

29 Apr 2020

Program Dirilis

23 September 2021

Bantuan Rumah Yatim untuk Aman, Seorang Ayah yang Tetap Semangat Cari Nafkah

Rumah Yatim Cabang Riau pada hari Rabu (25/8) lalu kembali menyalurkan bantuan bahan pokok dan bantuan tunai untuk Aman (37) dan keluarga.

Untuk mencapai kediaman Aman di wilayah Jalan Kampung Kisaran KM 29, RT.02/RW.10, Desa Tasik Serai Barat, Kecamatan Talang Muandau, Kabupaten Bengkalis, Riau, tim relawan memakan waktu kurang lebih 5 jam.

“Kami berangkat dari Kantor Kas dari pukul 04.00 dan baru sampai di lokasi sekitar pukul 09.00”, terang Rizky, relawan Rumah Yatim.

Kedatangan tim relawan di kediaman Aman pun disambut hangat keluarga. Aman dan keluarga mengaku sangat senang menerima kembali kedatangan tim relawan yang sudah jauh-jauh di kediaman sederhananya.

“Alhamdulillah beliau dan keluarga sangat senang, bantuan ini sangat berarti buat mereka”, lanjut Rizky.

Aman sendiri sehari-hari bekerja sebagai buruh tani di kebun sawit. Namun, pekerjaan yang biasa dilakukan warga setempat ini membutuhkan usaha lebih bagi Aman yang lahir dengan kondisi kaki yang tidak sama panjang, serta tangannya yang memiliki jari berlebih.

Selain bekerja, Aman juga selalu mengurus anak dan istrinya yang memiliki gangguan penglihatan dan sering kali kesulitan melakukan aktivitas harian.

“Terima kasih Rumah Yatim dan donatur atas kepeduliannya kepada keluarga saya, semoga selalu diberikan rezeki yang berlimpah dan selalu diberikan lindungan Allah SWT”, ungkap Aman.

#Pejuang kebaikan, Bantu lansia dan dhuafa lainnya

20 September 2021

Peduli pada Sesama, Rumah Yatim Beri Bantuan Kepada Lansia Sakit di Desa Pasir Jambe

Rumah Yatim Regional Jabodetabek mengunjungi kediaman beberapa orang sakit di Kampung Buaran Pasir, Desa Pasir Jambe, Tigaraksa, Tangerang, pada Kamis (26/8). Mereka merupakan lansia yang sudah sakit-sakitan di usia senjanya.

Menurut Relawan Rumah Yatim Jabodetabek, Fauzy menyampaikan, kunjungan Rumah Yatim ini untuk memberikan bantuan program peduli sesama. Bantuan ini berupa uang tunai sebagai upaya membantu memenuhi kebutuhan harian mereka.

Pasalnya, kata Fauzy, para lansia ini hidup dalam keterbatasan ekonomi. “Biaya untuk makan saja masih kesulitan, apalagi untuk biaya pengobatan,” paparnya.

Oleh sebab itu, melalui bantuan peduli sesama Rumah Yatim hadir memberikan kepeduliannya. Fauzy berharap, bantuan yang diberikan dapat dirasakan manfaatnya oleh para penerima.

“Harapannya juga bantuan ini bisa meringankan beban mereka, mudah-mudahan mereka diberikan kesembuhan oleh Allah SWT,” tandasnya.

#Pejuang kebaikan, Bantu dan dhuafa lainnya

30 August 2021

Puluhan Janda dan Lansia Dhuafa di Desa Lebaksiu Lor Terima Bantuan Biaya Hidup

Sebanyak 25 warga prasejahtera di Desa Lebaksiu Lor, Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal menerima bantuan biaya hidup Rumah Yatim Cabang Tegal. Bantuan ini menyasar kepada para janda dan lansia dhuafa.

Hal ini dilakukan Rumah Yatim sebagai bentuk kepedulian dan perhatian terhadap mereka. Berdasarkan informasi dari Kepala Cabang Rumah Yatim Tegal, Jajang Khoeruman, puluhan warga yang menerima bantuan sangat antusias.

Pasalnya, kata Jajang, mayoritas penerima bantuan merupakan buruh tani dan serabutan. Yang mana, pekerjaan serta penghasilannya tidak menentu.

Oleh karena itu, bantuan ini diberikan guna membantu memenuhi kebutuhan harian mereka. Jajang menyebut, para penerima bantuan sangat antusias dengan adanya program ini.

Harapannya, kata Jajang, mereka tidak pernah putus asa di tengah keterbatasan ekonomi. “Mudah-mudahan bantuan yang Rumah Yatim beri bisa bermanfaat,” ungkapnya.

#Pejuang kebaikan, Bantu lansia dan dhuafa lainnya

23 August 2021

Puluhan Warga Prasejahtera di Wilayah Antapani Terima Bantuan Rumah Yatim

Sabtu (7/8) lalu, Rumah Yatim Area Jawa Barat menyalurkan 50 paket bantuan bahan pokok untuk warga prasejahtera di wilayah Jalan Antapani, RT.04/RW.16, Kelurahan Antapani Tengah, Kecamatan Antapani, Kota Bandung Jawa Barat.

Menurut keterangan relawan Rumah Yatim, Reza, mayoritas warga penerima manfaat merupakan buruh harian lepas yang penghidupannya terdampak pandemi. Banyak pula dari mereka yang kehilangan pekerjaan karena pandemi dan hingga kini masih kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup.

“Ada sebagian juga yang berjualan, namun karena diberlakukan PPKM jadi tidak bisa berjualan dan tidak punya penghasilan”, terang Reza.

Reza juga menambahkan, ia dan tim relawan berharap bantuan ini dapat memberikan keringanan hingga para penerima manfaat bisa kembali bekerja normal dan mencari penghasilan kembali.

“Semoga bantuan ini dapat membawa berkah juga untuk kita semua”, tutup Reza.

#Pejuang kebaikan, Bantu Warga Prasejahtera lainnya

20 August 2021

Rumah Yatim Tarakan Temui dan Santuni Keluarga Korban Longsor di Sebengkok

Rumah Yatim cabang Tarakan, Kalimantan Utara memberikan santunan sembako kepada keluarga Supriadi yang menjadi korban longsor di RT 20 Jalan Cendana Kelurahan Sebengkok, Kec. Tarakan Tengah, Kota Tarakan.

Santunan tersebut diserahkan langsung oleh Rahmat selaku kepala cabang Rumah Yatim Tarakan, kepada Supriadi dan istrinya yang saat itu berada di kediaman saudara mereka.

“Alhamdulillah kedatangan kami disambut hangat pak Supriadi dan istrinya, saat ini pak Supriadi sedang mengungsi di kediaman saudaranya karena rumah mereka hancur tertimpa longsor,”ungkap Rahmat, Sabtu (7/8).

Rahmat memaparkan jika, peristiwa tersebut terjadi pada kamis (5/8) pukul 01.00 WITA dini hari, longsor tersebut menimpa rumah Supriadi dan menewaskan anak laki-lakinya yang berusia 20 tahun.

Ia melanjutkan, saat kejadian Supriyadi dan keluarganya sedang tertidur lelap. Saat mendengar suara tetangga mereka yang berteriak “pak Supriadi ada longsor”, seketika Supriadi dan istrinya langsung keluar menyelamatkan diri.

Namun naas, anaknya tidak sempat menyelamatkan diri dikarenakan tertimpa bongkahan bangunan dan tanah longsor . “Longsor ini terjadi di samping kamar anak pak Supriadi, sehingga saat kejadian ia tidak bisa menyelamatkan diri,” ungkap Rahmat.

Ia menambahkan jika saat ini kondisi Supriadi dan istrinya masih berduka dan trauma. Meskipun begitu mereka tetap berusaha tegar.

“Semoga bantuan ini bisa meringankan duka mereka, semoga mereka diberikan kekuatan dan kesabaran menghadapi cobaan ini, semoga anak mereka husnul khotimah dan diberikan tempat terbaik oleh Allah, ” tutup Rahmat.

https://www.donasionline.id/zakatbarangtemuan

16 August 2021

Rumah Yatim Berikan Bantuan Lanjutan untuk Husein, Lansia Penjual Kerupuk Keliling

Jumat (30/7) lalu, Rumah Yatim Area Jawa Barat kembali menyalurkan bantuan bahan-bahan pokok dan bantuan tunai biaya hidup untuk Husein, lansia penjual kerupuk yang hingga hari ini masih semangat berkeliling menjajakan barang dagangannya.

Ditemui di kediaman sederhananya di wilayah Cicangkang Girang, RT.04/RW.10, Kelurahan Padasuka, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi, Jawa Barat, Husein mengaku sangat senang kembali menerima bantuan Rumah Yatim. Beliau juga menyampaikan terima kasihnya kepada seluruh donatur yang telah menyisihkan sebagian hartanya untuk bantuan yang beliau terima.

“Semoga para donatur selalu diberikan rezeki yang melimpah oleh Allah SWT”, ucap Husein.

Sebelumnya, Husein sempat bekerja sebagai Office Boy, namun beliau sempat mengidap penyakit hernia karena kelelahan bekerja dan mesti menjalani dua kali operasi. Setelah operasi, Husein diberhentikan dari pekerjaannya karena kekhawatiran perusahaan terhadap kondisi kesehatan Husein. Perusahaan tempat Husein memberikan uang tunai sebesar Rp.10.000.000,- untuk pesangon Kakek Husein.

Uang pesangon ini beliau gunakan untuk membeli gerobak untuk memulai usahanya sebagai penjual kerupuk. Kerupuk yang Husein jual beliau ambil dari penyedia kerupuk, dan Husein hanya mengambil untung sebesar Rp.1.000,- hingga Rp.2.000,- dari setiap kerupuk yang beliau jual.

“Jika sedang ramai bisa dapat Rp.80.000,- tapi kalau sedang sepi ya hanya Rp.10.000,- sampai Rp.20.000,- saja”, lanjut Husein.

Kadang kala, ketika hujan turun dengan lebat, Husein tak bisa berjualan karena takut kerupuknya basah dan tak layak lagi dijual. Beliau juga mengaku hingga hari ini tak pernah merasa lelah berkeliling sejauh 10 KM untuk menjajakan kerupuk, karena kondisi sang istri yang kini sedang lumpuh dan tak bisa berbuat banyak.

“Saya hanya memikirkan kondisi istri saya saja di rumah, itu lah yang membuat saya tetap semangat berjualan”, tutup Husein.

#Pejuang kebaikan, Bantu Lansia dan Dhuafa lainnya

Donatur

Avatar of Hamba Allah

Hamba Allah

Sebesar Rp 30.502

Pada: 1 bulan yang lalu

Avatar of Hamba Allah

Hamba Allah

Sebesar Rp 50.000

Pada: 2 bulan yang lalu

Avatar of Hamba Allah

Anggi Anjarini Mariska

Sebesar Rp 23.792

Pada: 4 bulan yang lalu

Avatar of Hamba Allah

Hamba Allah

Sebesar Rp 2.000.019

Pada: 9 bulan yang lalu

Avatar of Hamba Allah

Herry Haryanto

Sebesar Rp 450.005

Pada: 1 tahun yang lalu