Zakat Hasil Tambang

Zakat Hasil Tambang

adalah zakat yang dikeluarkan untuk setiap barang hasil dari penambangan yang digali sekaligus harus memenuhi nisab.

Rp 337.840
dana terus dikumpul
Terkumpul Rp 337.840
Donatur 4
Gotong royong dengan menyebarkan program ini.

Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah saw pernah bersabda: [Pada “rikaz”harta galian, zakatnya seperlima (20%) [HR Bukhori Muslim].

  • 1. Zakat Rikaz berbeda dengan zakat Barang Tambang.
  • 2. Zakat Barang Tambang mencakup semua jenis, baik padat maupun cair.
  • 3. Zakat Rikaz dan Barang Tambang tidak mensyaratkan nishab dan haul.
  • 4. Tarif Zakat Rikaz 20% dan Zakat Barang Tambang 2,5 % kecuali ada kemiripan.
  • 5. Mustahik Zakat Rikaz dan Barang Tambang sama dengan mustahikkin zakat lainnya.
29 Apr 2020

Program Dirilis

20 September 2021

Puluhan Anak Yatim Dhuafa di Mataram Terima Bantuan Perlengkapan Sekolah Gratis

Sebanyak 27 anak yatim dan dhuafa menerima bantuan perlengkapan sekolah dari Rumah Yatim Cabang Nusa Tenggara Barat. Bantuan itu dibagikan di Lingkungan Pengempel, Kelurahan Pejanggik, Kecamatan Mataram, Kota Mataram.

Penyaluran dilakukan pada Kamis (26/8) dengan disambut antusias. Berdasarkan informasi dari Kepala Cabang Rumah Yatim NTB, Hamdani menuturkan, bantuan ini sebagai bentuk dukungan terhadap pendidikan mereka.

“Yang mana, anak-anak tersebut memerlukan bantuan ini, karena perlengkapan sekolah yang mereka miliki sudah lusuh,” jelasnya.

Apalagi, kata Hamdani, kondisi ekonomi keluarga anak juga cukup terbatas. Oleh karenanya, kebanyakan orangtua tidak sanggup membelikan perlengkapan sekolah yang baru.

Ia berharap, melalui bantuan Rumah Yatim ini bisa menambah semangat anak dalam belajar. Serta harapannya juga dapat meringankan beban para orangtua.

#Pejuang kebaikan, Bantu Anak-anak lainnya untuk melanjutkan sekolah

23 August 2021

Miliki Penyakit Berat, Lansia di Kutawaringin Terima Bantuan Peduli Sesama

Rumah Yatim area Jawa Barat telah menyalurkan bantuan peduli sesama kepada masyarakat prasejahtera di kampung Badaraksa RT 02 RW 15 , Kelurahan Jelegong, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung Kamis (5/8) lalu.

Bantuan tersebut diberikan sebagai wujud realisasi dana zakat, infaq dan sedekah yang diamanahkan oleh donatur kepada Rumah Yatim. Relawan Rumah Yatim area Jawa Barat, Erik menuturkan, bantuan telah di salurkan kepada tiga orang lansia kurang mampu yang mengalami penyakit berat seperti stroke ,adapula yang menderita diabetes.

Bantuan tersebut diserahkan secara door to door atau mendatangi langsung ke rumah para mustahik. “Ketiga mustahik ini merupakan kepala keluarga, mereka semua tidak bisa bekerja dan untuk memenuhi kebutuhan harian dan pengobatan, mereka bergantung pada istri dan anak,” terang Erik.

Erik berharap, bantuan yang diberikan bisa memberikan manfaat untuk para penerima dan meringankan beban keluarga mereka.

#Pejuang kebaikan, Bantu Lansia dan Dhuafa Lainnya

20 August 2021

Rumah Yatim Berikan Bantuan untuk Iyar, Janda Paruh Baya Pembuat Batu Bata

Minggu (1/8) lalu, Rumah Yatim Cabang Riau menyalurkan bantuan bahan-bahan pokok serta bantuan tunai biaya hidup untuk Iyar (55), di kediamannya di wilayah Jalan Budi Luhur, RT.02/RW.02, Kelurahan Tuah Negeri, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, Riau.

Setiap harinya, Iyar berangkat bekerja sebagai buruh pembuat batu bata dengan penghasilan kurang lebih sebanyak Rp.40.000,- per harinya. Pekerjaan kasar ini terpaksa beliau lakukan untuk memenuhi kebutuhan pokoknya serta cucunya. Suami Ibu Iyar telah lama meninggal dunia, memaksanya berjuang seorang diri menjadi tulang punggung keluarga.

Selama pernikahan, Iyar dikaruniai 3 anak. Namun, kondisi perekonomian ketiga anaknya pun tak jauh berbeda dengan kondisinya, membuat mereka tak bisa banyak membantu Iyar.

“Saya sangat bersyukur menerima bantuan ini, semoga para donatur selalu dilimpahkan rezeki oleh Allah SWT”, tutur Iyar.

Rizky, relawan Rumah Yatim juga menyampaikan, ia berharap dapat kembali menjalani silaturahmi dan membawakan Iyar bantuan kedepannya. Ia juga berharap bantuan yang disalurkan hari ini dapat membawa manfaat positif untuk keluarga Iyar.

“Semoga Ibu Iyar selalu diberikan kemudahan juga oleh Allah SWT”, tutup Rizky.

#Pejuang kebaikan, Bantu lansia dan dhuafa lainnya

16 August 2021

Rumah Yatim Berikan Bantuan Pendidikan Kepada Bimbim, Yatim Berprestasi Asal Pangalengan

Rumah Yatim Area Jawa Barat pada hari Minggu (30/7) lalu menyalurkan bantuan pendidikan untuk Bimbim (12), di kediamannya di wilayah Kampung Cikahuripan, Desa Margaluyu, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Sejak kedua orang tuanya bercerai beberapa tahun lalu, Bimbim mesti berpisah dari ibu dan adiknya, karena ia dan sang kakak ikut sang ayah. Sayang, pada tahun 2019 lalu, sang ayah meninggal secara tiba-tiba dan kini Bimbim harus tinggal bersama sang nenek.

Kondisi ekonomi keluarga Bimbim pun setelah kehilangan sang ayah sebagai tulang punggung keluarga mengalami perubahan drastis. Beberapa kali Bimbim harus mengandalkan pemberian sanak saudara agar bisa tetap makan.

Ditengah segala kesulitan ini, Bimbim malah makin bersemangat untuk belajar. Bimbim sering kali mendapatkan prestasi akademik di sekolahnya di SD Al Falah.

“Bimbim disini sekolahnya gratis, tidak bayar sama sekali karena selalu berprestasi”, terang Erik relawan Rumah Yatim.

Bantuan yang kali ini disalurkan Rumah Yatim merupakan bentuk kepedulian terhadap minat belajar Bimbim yang tinggi. Tim relawan mengantarkan bantuan tunai berupa program beasiswa dhuafa, juga bantuan berupa perlengkapan sekolah.

“Semoga dengan bantuan ini Bimbim bisa makin semangat sekolahnya dan bisa membanggakan keluarga kelak”, tutup Erik.

#Pejuang kebaikan, Bantu yatim dan dhuafa lainnya

13 August 2021

Perjuangan Sri Rawat Anaknya yang Idap Cerebral Palsy Dapat Dukungan dari Rumah Yatim Jabar

Sebuah ungkapan mengatakan bahwa, hanya orangtua spesial lah yang dikaruniai anak-anak spesial. Jika merawat anak-anak dengan kebutuhan biasa saja sudah merepotkan, maka dibutuhkan ketangguhan luar biasa dan kesabaran seluas samudra untuk punya anak berkebutuhan khusus.

Ketangguhan peran seorang ibu ini ditunjukkan oleh Sri Rahayu. Seorang ibu dari anak berkebutuhan khusus bernama Putra Alfatir yang berusia 3,5 tahun.
Setiap hari, dengan sabar dan telaten Sri merawat Putra yang hanya bisa terbaring lemas di kasur.

Kepada tim relawan Rumah Yatim Jabar, Sri bercerita awal mula Putranya di diagnosis cerebral palsy, pada saat Putra berusia satu minggu, ia mengalami kejang dan mesti dibawa ke Rumah Sakit. Setelah itu, diketahui ada pendarahan di bagian otak Putra. Pada pengecekan terakhir, diketahui Putra mengidap Cerebral Palsy atau Lumpuh Otak serta beberapa gangguan lain pada saraf mata dan mulutnya.

Saat mengetahui hal tersebut, Sri dan suaminya merasa sangat terpukul, dengan sisa kekuatan yang ada, ia dan suaminya mencari informasi mengenai cara merawat anak dengan kondisi cerebral palsy. Ia dan suaminya akan menerima Putra apa adanya dan akan merawatnya sebaik mungkin.

Sri pun mengatakan jika sebelum melahirkan Putra, ia membuka warung kecil-kecilan di depan rumahnya untu membantu perekonomian keluarga. Namun, setelah Putra lahir, ia memutuskan untuk fokus mengurus anaknya. Sedangkan suami Sri yang sejak pandemi di PHK dan belum mendapat pekerjaan tetap, memilih bekerja serabutan untuk memenuhi kebutuhan harian, pengobatan dan terapi Putra.

“Kasihan memang melihat Putra yang masih sekecil itu harus minum banyak obat, tapi itu yg terbaik untuknya,” ujar Sri.

Ia pun menambahkan, Putra sering sekali kejang dan muntah. Dalam sehari, anaknya bisa sampai 5 kali kejang, padahal dia sudah konsumsi obat anti kejang secara rutin. Putra pun kadang menangis setelah kejang.

“Dengan kondisi kami yang serba kurang ini, kami khawatir tidak bisa memberikan perawatan yang terbaik untuk Putra, salah satunya asupan nutrisinya,” ungkap Sri.

Sri mengatakan jika sudah beberapa bulan ini kondisi perekonomian keluarganya semakin sulit, terpaksa ia harus menghentikan terapi untuk putranya tersebut.

Rumah Yatim yang sebelumnya telah melakukan aksi galang dana secara daring melalui www.donasionline.id/putrasembu... , memberikan bantuan program peduli sesama berupa uang tunai untuk meringankan beban Sri.

Bantuan tersebut diserahkan langsung di kediaman Sri di jalan Terusan Suryani No 58. RT 1, RW 2, Kelurahan Babakan, Kecamatan Babakan Ciparay, Bandung. Ketika menerima bantuan ini, Sri begitu terharu. Ia tak menyangka Rumah Yatim bisa menerima bantuan ini.

“Alhamdulillah saya sangat bersyukur bisa menerima bantuan ini, bantuan ini akan saya gunakan sebaik mungkin untuk pengobatan, biaya terapi dan membeli susu juga makanan untuk menunjang kesehatan Putra. Terima kasih kepada Rumah Yatim dan para donatur, kami akan terus berdoa semoga Allah membalas semua kebaikan Rumah Yatim dan para donatur,” harap Sri.

13 August 2021

Bantuan untuk Kiranta Sitepu, Difabel Penjual Tisu di Bawah Jembatan Layang Kiaracondong

Rumah Yatim Cabang Jawa Barat pada hari Rabu (7/7) lalu kembali menyalurkan bantuan untuk Kiranta Sitepu, seorang penjual tisu yang telah bertahun-tahun tubuhnya digerogoti penyakit diabetes, hingga salah satu kakinya harus diamputasi.

Setelah sebelumnya sempat berduka karena kehilangan putri semata wayangnya karena penyakit anorexia, Kiranta kini terlihat sudah mulai berjualan kembali di sekitar bawah jembatan Jalan Kiaracondong, Kota Bandung.

Ketika ditemui tim relawan, beliau terlihat sangat senang dan langsung mengundang tim relawan untuk berkunjung ke kediamannya. Tim relawan pun langsung beranjak ke kediaman Kiranta sambil membantunya merapikan tisu-tisu yang tersusun di trotoar jalan siap untuk dijual.

Kedatangan tim relawan kali ini bertujuan untuk mengantarkan bantuan bahan-bahan pokok yang sebelumnya terkumpul berkat para donatur yang menitipkan bantuannya kepada Rumah Yatim. Kiranta sendiri mengaku sangat senang menerima bantuan dan bersyukur masih ada orang-orang yang peduli terhadap kondisinya.

“Alhamdulillah beliau sangat senang menerima bantuan, beliau juga mendoakan para donatur agar selalu diberikan balasan yang berlipat ganda oleh Allah SWT”, terang Reza, relawan Rumah Yatim.

Setelah bertahun-tahun menderita penyakit diabetes, salah satu kaki Kiranta telah lenyap digerogoti penyakit tersebut. Hal ini terjadi lantaran beliau tak sanggup membiayai pengobatan yang cukup mahal. Hingga kini, ditemani kursi rodanya, beliau masih menjajakan tisu setiap harinya dibantu sang istri. Semangat beliau untuk berjuang dengan segala keterbatasannya patut kita jadikan contoh.

“Semoga kedepannya pak Kiranta selalu diberikan kemudahan oleh Allah SWT, dan semoga penyakitnya segera diberikan kesembuhan”, tutup Reza.

Gotong royong sebagai fundraiser program ini.

Jadi fundraiser sekarang juga
Avatar of Hamba Allah

Hamba Allah

Sebesar Rp 207.503

Pada: 5 bulan yang lalu

Avatar of Hamba Allah

Tio

Sebesar Rp 10.179

Pada: 6 bulan yang lalu

Avatar of Hamba Allah

Hamba Allah

Sebesar Rp 100.158

Pada: 7 bulan yang lalu

Avatar of Hamba Allah

Hamba Allah

Sebesar Rp 20.000

Pada: 8 bulan yang lalu

Fundraiser

Gotong royong sebagai fundraiser program ini.

Jadi fundraiser sekarang juga

Berita

29 Apr 2020

Program Dirilis

20 September 2021

Puluhan Anak Yatim Dhuafa di Mataram Terima Bantuan Perlengkapan Sekolah Gratis

Sebanyak 27 anak yatim dan dhuafa menerima bantuan perlengkapan sekolah dari Rumah Yatim Cabang Nusa Tenggara Barat. Bantuan itu dibagikan di Lingkungan Pengempel, Kelurahan Pejanggik, Kecamatan Mataram, Kota Mataram.

Penyaluran dilakukan pada Kamis (26/8) dengan disambut antusias. Berdasarkan informasi dari Kepala Cabang Rumah Yatim NTB, Hamdani menuturkan, bantuan ini sebagai bentuk dukungan terhadap pendidikan mereka.

“Yang mana, anak-anak tersebut memerlukan bantuan ini, karena perlengkapan sekolah yang mereka miliki sudah lusuh,” jelasnya.

Apalagi, kata Hamdani, kondisi ekonomi keluarga anak juga cukup terbatas. Oleh karenanya, kebanyakan orangtua tidak sanggup membelikan perlengkapan sekolah yang baru.

Ia berharap, melalui bantuan Rumah Yatim ini bisa menambah semangat anak dalam belajar. Serta harapannya juga dapat meringankan beban para orangtua.

#Pejuang kebaikan, Bantu Anak-anak lainnya untuk melanjutkan sekolah

23 August 2021

Miliki Penyakit Berat, Lansia di Kutawaringin Terima Bantuan Peduli Sesama

Rumah Yatim area Jawa Barat telah menyalurkan bantuan peduli sesama kepada masyarakat prasejahtera di kampung Badaraksa RT 02 RW 15 , Kelurahan Jelegong, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung Kamis (5/8) lalu.

Bantuan tersebut diberikan sebagai wujud realisasi dana zakat, infaq dan sedekah yang diamanahkan oleh donatur kepada Rumah Yatim. Relawan Rumah Yatim area Jawa Barat, Erik menuturkan, bantuan telah di salurkan kepada tiga orang lansia kurang mampu yang mengalami penyakit berat seperti stroke ,adapula yang menderita diabetes.

Bantuan tersebut diserahkan secara door to door atau mendatangi langsung ke rumah para mustahik. “Ketiga mustahik ini merupakan kepala keluarga, mereka semua tidak bisa bekerja dan untuk memenuhi kebutuhan harian dan pengobatan, mereka bergantung pada istri dan anak,” terang Erik.

Erik berharap, bantuan yang diberikan bisa memberikan manfaat untuk para penerima dan meringankan beban keluarga mereka.

#Pejuang kebaikan, Bantu Lansia dan Dhuafa Lainnya

20 August 2021

Rumah Yatim Berikan Bantuan untuk Iyar, Janda Paruh Baya Pembuat Batu Bata

Minggu (1/8) lalu, Rumah Yatim Cabang Riau menyalurkan bantuan bahan-bahan pokok serta bantuan tunai biaya hidup untuk Iyar (55), di kediamannya di wilayah Jalan Budi Luhur, RT.02/RW.02, Kelurahan Tuah Negeri, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, Riau.

Setiap harinya, Iyar berangkat bekerja sebagai buruh pembuat batu bata dengan penghasilan kurang lebih sebanyak Rp.40.000,- per harinya. Pekerjaan kasar ini terpaksa beliau lakukan untuk memenuhi kebutuhan pokoknya serta cucunya. Suami Ibu Iyar telah lama meninggal dunia, memaksanya berjuang seorang diri menjadi tulang punggung keluarga.

Selama pernikahan, Iyar dikaruniai 3 anak. Namun, kondisi perekonomian ketiga anaknya pun tak jauh berbeda dengan kondisinya, membuat mereka tak bisa banyak membantu Iyar.

“Saya sangat bersyukur menerima bantuan ini, semoga para donatur selalu dilimpahkan rezeki oleh Allah SWT”, tutur Iyar.

Rizky, relawan Rumah Yatim juga menyampaikan, ia berharap dapat kembali menjalani silaturahmi dan membawakan Iyar bantuan kedepannya. Ia juga berharap bantuan yang disalurkan hari ini dapat membawa manfaat positif untuk keluarga Iyar.

“Semoga Ibu Iyar selalu diberikan kemudahan juga oleh Allah SWT”, tutup Rizky.

#Pejuang kebaikan, Bantu lansia dan dhuafa lainnya

16 August 2021

Rumah Yatim Berikan Bantuan Pendidikan Kepada Bimbim, Yatim Berprestasi Asal Pangalengan

Rumah Yatim Area Jawa Barat pada hari Minggu (30/7) lalu menyalurkan bantuan pendidikan untuk Bimbim (12), di kediamannya di wilayah Kampung Cikahuripan, Desa Margaluyu, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Sejak kedua orang tuanya bercerai beberapa tahun lalu, Bimbim mesti berpisah dari ibu dan adiknya, karena ia dan sang kakak ikut sang ayah. Sayang, pada tahun 2019 lalu, sang ayah meninggal secara tiba-tiba dan kini Bimbim harus tinggal bersama sang nenek.

Kondisi ekonomi keluarga Bimbim pun setelah kehilangan sang ayah sebagai tulang punggung keluarga mengalami perubahan drastis. Beberapa kali Bimbim harus mengandalkan pemberian sanak saudara agar bisa tetap makan.

Ditengah segala kesulitan ini, Bimbim malah makin bersemangat untuk belajar. Bimbim sering kali mendapatkan prestasi akademik di sekolahnya di SD Al Falah.

“Bimbim disini sekolahnya gratis, tidak bayar sama sekali karena selalu berprestasi”, terang Erik relawan Rumah Yatim.

Bantuan yang kali ini disalurkan Rumah Yatim merupakan bentuk kepedulian terhadap minat belajar Bimbim yang tinggi. Tim relawan mengantarkan bantuan tunai berupa program beasiswa dhuafa, juga bantuan berupa perlengkapan sekolah.

“Semoga dengan bantuan ini Bimbim bisa makin semangat sekolahnya dan bisa membanggakan keluarga kelak”, tutup Erik.

#Pejuang kebaikan, Bantu yatim dan dhuafa lainnya

13 August 2021

Perjuangan Sri Rawat Anaknya yang Idap Cerebral Palsy Dapat Dukungan dari Rumah Yatim Jabar

Sebuah ungkapan mengatakan bahwa, hanya orangtua spesial lah yang dikaruniai anak-anak spesial. Jika merawat anak-anak dengan kebutuhan biasa saja sudah merepotkan, maka dibutuhkan ketangguhan luar biasa dan kesabaran seluas samudra untuk punya anak berkebutuhan khusus.

Ketangguhan peran seorang ibu ini ditunjukkan oleh Sri Rahayu. Seorang ibu dari anak berkebutuhan khusus bernama Putra Alfatir yang berusia 3,5 tahun.
Setiap hari, dengan sabar dan telaten Sri merawat Putra yang hanya bisa terbaring lemas di kasur.

Kepada tim relawan Rumah Yatim Jabar, Sri bercerita awal mula Putranya di diagnosis cerebral palsy, pada saat Putra berusia satu minggu, ia mengalami kejang dan mesti dibawa ke Rumah Sakit. Setelah itu, diketahui ada pendarahan di bagian otak Putra. Pada pengecekan terakhir, diketahui Putra mengidap Cerebral Palsy atau Lumpuh Otak serta beberapa gangguan lain pada saraf mata dan mulutnya.

Saat mengetahui hal tersebut, Sri dan suaminya merasa sangat terpukul, dengan sisa kekuatan yang ada, ia dan suaminya mencari informasi mengenai cara merawat anak dengan kondisi cerebral palsy. Ia dan suaminya akan menerima Putra apa adanya dan akan merawatnya sebaik mungkin.

Sri pun mengatakan jika sebelum melahirkan Putra, ia membuka warung kecil-kecilan di depan rumahnya untu membantu perekonomian keluarga. Namun, setelah Putra lahir, ia memutuskan untuk fokus mengurus anaknya. Sedangkan suami Sri yang sejak pandemi di PHK dan belum mendapat pekerjaan tetap, memilih bekerja serabutan untuk memenuhi kebutuhan harian, pengobatan dan terapi Putra.

“Kasihan memang melihat Putra yang masih sekecil itu harus minum banyak obat, tapi itu yg terbaik untuknya,” ujar Sri.

Ia pun menambahkan, Putra sering sekali kejang dan muntah. Dalam sehari, anaknya bisa sampai 5 kali kejang, padahal dia sudah konsumsi obat anti kejang secara rutin. Putra pun kadang menangis setelah kejang.

“Dengan kondisi kami yang serba kurang ini, kami khawatir tidak bisa memberikan perawatan yang terbaik untuk Putra, salah satunya asupan nutrisinya,” ungkap Sri.

Sri mengatakan jika sudah beberapa bulan ini kondisi perekonomian keluarganya semakin sulit, terpaksa ia harus menghentikan terapi untuk putranya tersebut.

Rumah Yatim yang sebelumnya telah melakukan aksi galang dana secara daring melalui www.donasionline.id/putrasembu... , memberikan bantuan program peduli sesama berupa uang tunai untuk meringankan beban Sri.

Bantuan tersebut diserahkan langsung di kediaman Sri di jalan Terusan Suryani No 58. RT 1, RW 2, Kelurahan Babakan, Kecamatan Babakan Ciparay, Bandung. Ketika menerima bantuan ini, Sri begitu terharu. Ia tak menyangka Rumah Yatim bisa menerima bantuan ini.

“Alhamdulillah saya sangat bersyukur bisa menerima bantuan ini, bantuan ini akan saya gunakan sebaik mungkin untuk pengobatan, biaya terapi dan membeli susu juga makanan untuk menunjang kesehatan Putra. Terima kasih kepada Rumah Yatim dan para donatur, kami akan terus berdoa semoga Allah membalas semua kebaikan Rumah Yatim dan para donatur,” harap Sri.

13 August 2021

Bantuan untuk Kiranta Sitepu, Difabel Penjual Tisu di Bawah Jembatan Layang Kiaracondong

Rumah Yatim Cabang Jawa Barat pada hari Rabu (7/7) lalu kembali menyalurkan bantuan untuk Kiranta Sitepu, seorang penjual tisu yang telah bertahun-tahun tubuhnya digerogoti penyakit diabetes, hingga salah satu kakinya harus diamputasi.

Setelah sebelumnya sempat berduka karena kehilangan putri semata wayangnya karena penyakit anorexia, Kiranta kini terlihat sudah mulai berjualan kembali di sekitar bawah jembatan Jalan Kiaracondong, Kota Bandung.

Ketika ditemui tim relawan, beliau terlihat sangat senang dan langsung mengundang tim relawan untuk berkunjung ke kediamannya. Tim relawan pun langsung beranjak ke kediaman Kiranta sambil membantunya merapikan tisu-tisu yang tersusun di trotoar jalan siap untuk dijual.

Kedatangan tim relawan kali ini bertujuan untuk mengantarkan bantuan bahan-bahan pokok yang sebelumnya terkumpul berkat para donatur yang menitipkan bantuannya kepada Rumah Yatim. Kiranta sendiri mengaku sangat senang menerima bantuan dan bersyukur masih ada orang-orang yang peduli terhadap kondisinya.

“Alhamdulillah beliau sangat senang menerima bantuan, beliau juga mendoakan para donatur agar selalu diberikan balasan yang berlipat ganda oleh Allah SWT”, terang Reza, relawan Rumah Yatim.

Setelah bertahun-tahun menderita penyakit diabetes, salah satu kaki Kiranta telah lenyap digerogoti penyakit tersebut. Hal ini terjadi lantaran beliau tak sanggup membiayai pengobatan yang cukup mahal. Hingga kini, ditemani kursi rodanya, beliau masih menjajakan tisu setiap harinya dibantu sang istri. Semangat beliau untuk berjuang dengan segala keterbatasannya patut kita jadikan contoh.

“Semoga kedepannya pak Kiranta selalu diberikan kemudahan oleh Allah SWT, dan semoga penyakitnya segera diberikan kesembuhan”, tutup Reza.

Donatur

Avatar of Hamba Allah

Hamba Allah

Sebesar Rp 207.503

Pada: 5 bulan yang lalu

Avatar of Hamba Allah

Tio

Sebesar Rp 10.179

Pada: 6 bulan yang lalu

Avatar of Hamba Allah

Hamba Allah

Sebesar Rp 100.158

Pada: 7 bulan yang lalu

Avatar of Hamba Allah

Hamba Allah

Sebesar Rp 20.000

Pada: 8 bulan yang lalu