CC Zis2 infaqsedekah2

Zakat Penghasilan

Harta yang dikeluarkan, berarti besar untuk merubah tatanan kehidupan sosial secara menyeluruh.

Rp 3.148.819.144
dana terus dikumpul
Terkumpul Rp 3.148.819.144
Donatur 11264
Gotong royong dengan menyebarkan program ini.
"Salurkan Zakat di Rumah Yatim. Tak hanya menggugurkan kewajiban, InsyaAllah keberkahan dan pahala berlimpah kepada kita."
Sebagai Lembaga Amil Zakat Nasional Profesional, Rumah Yatim memiliki sebuah prinsip dan keyakinan bahwa Ibadah Zakat yang diimplementasikan secara benar, bukan hanya mampu menggugurkan kewajiban ritual namun juga sekaligus menjadi sebuah media sangat efektif dalam melakukan perubahan tatanan sosial yang berkeadilan.
Rumah Yatim Adalah Lembaga Amil Zakat skala Nasional (LAZNAS) yang di kukuhkan pemerintah berdasarkan SK Menteri Agama RI No. 209 Tahun 2017.
Melalui dana Zakat, para mustahik yang berstatus fakir, miskin dan para lansia, menjadi prioritas utama kami, dalam penyaluran bantuan yang bersifat konsumtif seperti Bantuan Biaya Hidup dan Bantuan Sembako.
Dalam membantu pemerintah untuk memajukan sektor ekonomi lokal, Rumah Yatim menyediakan bantuan bagi para petani dan pengusaha kecil dalam bentuk bantuan modal usaha, bibit, serta bantuan mesin produksi. Setelah pemberian bantuan, kegiatan monitoring pun dijalankan, hingga para petani dan pengusaha kecil tersebut bisa menghasilkan produk yang memiliki daya saing dengan produk yang telah ada sebelumnya.
Selain itu Rumah Yatim pun telah berhasil menyediakan layanan kesehatan murah, dan fasilitas ambulan gratis untuk masyarakat kurang mampu.
Program penyuluhan kesehatan pun dicanangkan dengan membentuk tim relawan kesehatan, yang secara berkala menyisir wilayah pedesaan dengan fasilitas kesehatan yang minim dan sulit terjangkau. Selain melakukan edukasi terhadap wabah penyakit yang diderita secara umum, pemeriksaan kesehatan dan pemberian obat-obatan pun dibebaskan dari pungutan biaya.
Demi menjalankan amanah untuk terus memberikan kehidupan yang lebih baik bagi anak yatim, dhuafa serta masyarakat pada umumnya, Kami mengajak Anda, untuk membantu sesama dengan berperan aktif dalam menunaikan 2,5% kewajiban zakat dari penghasilan, melalui Lembaga Amil Zakat Nasional Rumah Yatim.
Besar kecilnya harta yang dikeluarkan, berarti besar untuk merubah tatanan kehidupan sosial secara menyeluruh, mulai diri sendiri.
"Zakat untuk Perubahan ... "
Silahkan klik link personal asisten untuk membantu ber-Zakat.
09 Apr 2020

Program Dirilis

28 February 2024

Rumah Yatim Hantarkan Santunan Uang Tunai Guna Bantu Kakek Yusri Ojek Online Lansia di Pulo Gadung

gambar-headline


Pada Selasa, (27/02/24) Lembaga Amil Zakat Nasional Rumah Yatim regional Jabodetabek telah melaksanakan penyaluran program kemanusiaan bantuan biaya hidup untuk kakek Yusri sebagai penerima manfaat.

Tim relawan Rumah Yatim regional Jabodetabek menyerahkan secara langsung bantuan biaya hidup tersebut di kediamannya kakek Yusri yang berlokasi di Pulo Gadung, Jakarta Timur.

Penyaluran yang diberikan merupakan hasil pengumpulan dana di portal crowdfunding milik Rumah Yatim, donasionline.id.

Adapun jenis bantuan yang diberikan ialah berupa santunan uang tunai guna untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari kakek Yusri dan keluarganya.

Kakek Yusri (63) merupakan seorang lansia yang harus bekerja keras demi melanjutkan hidupnya. Ketiga anak kakek Yusri telah menikah dan memilih tinggal jauh dari kakek. Saat ini kakek tinggal bersama istrinya di kontrakan sederhana yang sudah menunggak.

Kakek mempunyai penyakit jantung yang membuat kakek harus bekerja lebih keras supaya bisa terus berobat ke rumah sakit. Namun sebagai ojek online, sering sepi orderan dan membuat kakek tidak bisa melanjutkan pengobatannya.

Sehingga penyakit kakek sering kambuh, badannya dingin membiru sampai jatuh pingsan pada saat bekerja.

"Pernah waktu itu nak, kakek sampe pingsan di jalan, padahal kakek lagi bawa penumpang. Untung penumpangnya baik, mau bantu kakek," ujar kakek.

Motor yang dipakai kakek Yusri juga tidak layak, harus diperbaiki supaya tidak membahayakan kakek dan juga penumpangnya. Istrinya, Masraya (58) hanya bekerja sebagai buruh cuci gosok yang diberi upah hanya 75.000 per Minggunya.

Dengan diberikannya bantuan biaya hidup ini kakek Yusri sangat bahagia dan bersyukur sekali, karena Kakek sangat terbantu sekali sehingga bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari-harinya bersama istrinya.

Semoga bantuan yang disalurkan dapat bermanfaat untuk kakek dan istrinya, serta bisa menjadi pahala mengalir untuk para donatur yang telah berpartisipasi dalam program ini.

Ayo kita selalu dukung aksi kebaikan para relawan dan juga program-program yang ada di Rumah Yatim dengan memberikan infaq, sodaqoh serta tunaikan zakat di rumah-yatim.org silahkan klik tombol donasi.

23 February 2024

Rumah Yatim Berikan Bantuan untuk Satu Keluarga yang Tinggal di Gubuk Tak Layak Huni di Kubu Raya

gambar-headline


Rumah Yatim cabang Kalimantan Barat menyambangi kediaman keluarga pak Jelani (42) di Jl. Raya Parit Sri Baru, Desa Punggur Besar, Kec. Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya guna memberikan bantuan biaya hidup dan bahan pokok.

Bantuan tersebut diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan hidup pak Jelani dan keluarganya. "Bantuan diterima langsung oleh istri dan keempat anak pak Jelani, Alhamdulillah mereka sangat senang dan bersyukur ketika menerima bantuan ini. Tidak lupa mereka pun mengucapkan banyak terima kasih kepada para donatur Rumah Yatim yang telah memberikan bantuan ini," tutur Abdurrohim, kepala cabang Rumah Yatim Sulawesi Selatan.

Menurut penuturan Abdurrohim, pak Jelani dan keluarganya sangat layak dibantu dan layak menerima bantuan ini. Sebab mereka semua hidup dalam kondisi ekonomi yang terbatas dan tinggal di gubuk tak layak huni.

"Pak Jelani dan keluarganya tinggal di gubuk, dimana atap dan dindingnya terbuat dari daun sagu, sementara lantainya dari kayu yang sudah lapuk. Kalo hujan turun pasti bocor dimana-mana," ujarnya.

Lebih lanjut, Abdurrohim mengatakan jika keluarga pak Jelani sering sekali kesulitan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama makan. Penghasilan pak Jelani dari kuli pemanen kelapa sawit yang tidak menentu membuatnya kesulitan untuk membeli kebutuhan sehari-hari.

"Penghasilan pak Jelani itu antara 40 sampai 60 ribu, tapi pekerjaannya tidak setiap hari ada karena yang panen sawitnya sedikit, kadang dalam seminggu pak Jelani kerja 1 sampai 2 kali, " katanya.

Penghasilan pak Jelani digunakan untuk menafkahi istri Linda (36) dan keempat anaknya yakni Fina (10), Feni (9), Vera (5), dan Vita (3). Fina dan Feni saat ini masih duduk di kelas 1 SD, dan yang lainnya masih belum masuk sekolah.

Menerima bantuan dari Rumah Yatim, Linda mengaku sangat senang dan bersyukur. Ia mengatakan, hanya doa yang bisa keluarganya berikan untuk membalas semua ini.

"Bapak kebetulan lagi kerja, kalau tau ini beliau pasti senang. Sekali lagi terima kasih atas bantuannya. Semoga Rumah Yatim semakin besar dan semakin banyak membantu warga kurang mampu. Untuk para donatur, semoga selalu diberikan kesehatan, rezeki yang berlimpah dan berkah, serta dimudahkan semua urusannya," tutur Linda.

#pejuangkebaikan, mari bersama kita bantu warga kurang mampu di Indonesia. Besar kecilnya batuan yang diberikan, amat sangat berarti untuk mereka. Salurkan donasi terbaikmu melalui rumah-yatim.org, silakan klik tombol donasi.

20 February 2024

Rumah Yatim Hantarkan Santunan Uang Tunai untuk Rahma Bocah Pengumpul Pasir di Kecamatan Siabu

gambar-headline


Pada Jum'at, (16/02/24) Lembaga Amil Zakat Nasional Rumah Yatim Sumatera Utara telah menyalurkan program kemanusiaan bantuan biaya hidup untuk Rahma sebagai penerima manfaat.

Tim relawan Rumah Yatim Sumatera Utara memberikan secara langsung bantuan biaya hidup tersebut di kediamannya Rahma yang beralamat di Desa Pintu Padang Julu, Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara.

Penyaluran yang diberikan merupakan hasil pengumpulan dana di portal crowdfunding milik Rumah Yatim, donasionline.id.

Adapun jenis bantuan yang diberikan ialah berupa santunan uang tunai yang akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari Rahma dan keluarganya.

Rahma (14) adalah bocah hebat yang harus menjadi tulang punggung keluarga demi memenuhi kebutuhan hidupnya.

6 tahun yang lalu sejak kedua orang tuanya bercerai, sang ayah, Dirsam (45) mengidap penyakit sesak napas akut sampai membuat tidak mampu bekerja lagi, sedangkan kakaknya Ridwan (24) mengidap penyakit stroke dan lumpuh.

Rahma harus rela bekerja agar bisa sekolah dan makan, belum lagi kebutuhan sekolah dirinya dan adiknya yang membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Mereka tinggal di kontrakan yang sederhana, tidak jarang mereka harus menahan lapar berhari-hari sebab uang yang dihasilkan Rahma tidak banyak.

Sesudah pulang sekolah Rahma menuju sungai untuk mengumpulkan pasir sampai sore hari dan upah yang diperoleh hanya Rp10.000 per harinya.

Rahma sangat bahagia dan bersyukur sekali menerima bantuan biaya hidup ini, karena akhirnya sekarang kebutuhan hidup sehari-harinya dapat terpenuhi.

"Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada para donatur yang telah membantu saya, semoga selalu diberi keberkahan dalam rezekinya, dan sehat selalu," ujar Rahma kepada relawan.

Semoga bantuan yang diberikan dapat bermanfaat bagi kehidupan Rahma dan keluarganya. Aamiin.

Ayo kita selalu dukung aksi kebaikan para relawan dan juga program-program yang ada di Rumah Yatim dengan memberikan infaq, sodaqoh serta tunaikan zakat di rumah-yatim.org silahkan klik tombol donasi.

16 February 2024

Pak Muridin, Penjual Balon Keliling Terima Bantuan

gambar-headline


Rumah Yatim cabang Jawa Tengah memberikan bantuan biaya hidup berupa uang tunai, sembako, bingkisan buah dan perlengkapan mandi mencuci kepada Pak Muridin (54), warga Kebandingan, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Tegal.

Bantuan tersebut berasal dari aksi penggalangan dana Rumah Yatim secara daring di platform donasionline.id, , bantuan diberikan untuk meringankan beban pak Muridin dalam memenuhi kebutuhan harian keluarga. Raut wajah bahagia ditunjukan pak Muridin ketika menerima bantuan ini.

"Alhamdulillah terima kasih Rumah Yatim dan donatur atas bantuannya. Saya dan keluarga sangat senang dan bersyukur bisa menerima bantuan ini. Hanya doa yang bisa kami balas untuk semua kebaikan ini, semoga Rumah Yatim semakin sukses dan para donatur diberikan kesehatan dan kelancaran dalam rezeki nya," tutur pak Muridin.

Menurut penuturan, Kepala cabang Rumah Yatim Jawa Tengah Saefudin, saat ini pak Muridin tinggal bersama istri dan ibunya yang sudah sepuh di rumah milik orang lain. Setiap malam rumah tersebut gelap karena tidak ada penerangan.

Untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga, pak Muridin bekerja sebagai penjual balon keliling milik orang lain. Dari sebuah balon yang terjual, ia akan mendapat upah seribu rupiah saja.

Agar balonnya laku banyak, pak Muridin rela keliling jualan sampai sejauh 7 KM dengan kondisi kakinya yang bengkok dan sering sakit. Jika sedang ramai pembeli ia akan mendapat upah 10 ribu, namun hal itu jarang terjadi, seringnya ia hanya mendapat upah 5 ribu saja. Nantinya upah tersebut ia tabung untuk membeli beras.

"Penghasilan pak Muridin sangat kecil sehingga jika beliau ingin membeli beras seliter, beliau harus nabung dulu beberapa hari. Jika persediaan beras habis dan yang yang ditabung belum cukup untuk membeli beras, terpaksa pak Muridin dan keluarganya tidak makan dan hanya bisa minum air putih untuk mengganjal perut kosongnya," tutur Saefudin.

Lebih lanjut Saefudin mengatakan jika pak Muridin dan keluarganya sangat layak dibantu dan layak menerima bantuan ini. Ia berharap bantuan ini bisa memberikan banyak manfaat dan berkah untuk pak Muridin sekeluarga.

"Mudah-mudahan bantuan ini pun bisa menjadi berkah, kebaikan dan ladang pahala untuk para donatur yang telah membantu pak Muridin melalui Rumah Yatim," tutupnya.

07 February 2024

Awal, Yatim Pencari Rongsokan yang Rawat Ibu Sakit Jantung Kronis Terima Bantuan Biaya Hidup

gambar-headline


Diusianya yang masih kecil yakni 7 tahun, Awal sudah merasakan pahitnya kehidupan tanpa sosok ayah, tidak hanya itu, ia pun sudah merasakan sulitnya mencari uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, membeli obat ibunya dan membayar kontrakan.

Sejak ditinggal meninggal ayahnya, Awal harus membantu ibunya memenuhi kebutuhan sehari-hari. Setiap hari, anak tangguh ini bekerja sebagai pencari rongsokan dengan penghasilan 7 ribu perharinya.

"Sejak ayah meninggal, aku kerja nyari rongsokan karena ibu ngga bisa kerja. Ibu sakit jantung kronis dan asma, jadi ga boleh kerja berat dan kecapean. Aku punya kakak, tapi kakak lagi merantau dan belum ada kabar sampai sekarang " tutur Awal.

Mendapat penghasilan yang kecil membuat Awal kesulitan untuk membeli perlengkapan sekolah. Jangankan untuk perlengkapan sekolah, untuk membeli lauk makan saja ia kesulitan.

"Setiap dapat uang dari nyari rongsok suka aku kasihin ke ibu, nanti ibu bagi bagi buat nabung beli beras, obat, kontrakan dan kebutuhan lainnya. Uang buat bayar kontrakan suka kepake buat beli obat dan beli beras," ujarnya

Merespon kondisi tersebut, Rumah Yatim cabang Sulawesi Selatan mengadakan aksi penggalangan dana secara daring di platform donasionline.id . Alhamdulillah dari hasil penggalangan dana ini Rumah Yatim sudah menyalurkan bantuan biaya hidup berupa sembako, uang tunai dan perlengkapan mandi mencuci untuk Awal.

"Bantuan ini merupakan bantuan tahap kedua untuk Awal, bantuan sebelumnya sudah disalurkan pada bulan September lalu," ujar Adam, salah satu relawan Rumah Yatim Sulsel.

Adam mengatakan jika bantuan ini diterima Awal dengan penuh sukacita. Kepada Adam, Awal mengaku sangat bersyukur bisa kembali menerima bantuan dari para donatur Rumah Yatim. Awal pun mengatakan akan menggunakan bantuan ini untuk membayar kontrakan, membeli obat ibunya, membeli perlengkapan sekolah dan ditabung untuk keperluan lain.

"Alhamdulillah bantuan biaya hidup tahap kedua, amanah dari para donatur sudah diberikan kepada Awal. Mudah-mudahan bantuan ini bisa memberikan banyak manfaat serta berkah untuk Awal dan ibunya," ungkapnya.

Adam pun berharap bantuan ini bisa menjadi berkah, kebaikan dan ladang pahala untuk para donatur Rumah Yatim.

05 February 2024

Rumah Yatim Berikan Perhatian Lebih Pada Farhan, Yatim Tangguh Penjual Kaos Kaki Keliling di Empoang

gambar-headline


Rumah Yatim cabang Sulawesi Selatan kembali memberikan perhatiannya kepada anak yatim kurang mampu. Kali ini perhatian tersebut diberikan kepada Farhan (13), yatim tangguh penjual kaos kaki keliling di Desa Empoang, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto.

Adam, salah satu relawan Rumah Yatim Sulsel mengatakan jika Rumah Yatim memberikan perhatian dalam bentuk bantuan biaya hidup berupa uang tunai, sembako dan perlengkapan mandi mencuci. Bantuan tersebut diberikan di kediaman nenek Farhan.

"Bantuan diterima langsung oleh Farhan, Alhamdulillah Farhan terlihat sangat senang dan mengaku sangat terbantu dengan adanya bantuan ini. Ia juga mengucapkan banyak terimakasih kepada Rumah Yatim dan donatur yang telah memberikan bantuan ini, " ujarnya.

Adam berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat, berkah serta dapat membantu memenuhi kebutuhan hidup Farhan, adik dan neneknya selama beberapa bulan kedepan.

Diketahui sejak ditinggal meninggal ayah serta ditinggal merantau ibunya, Farhan dan adiknya yang masih berusia 1 tahun tinggal dan dirawat oleh neneknya. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, nenek Farhan bekerja sebagai buruh pembersih kebun dengan upah 25 ribu per minggunya.

Tidak tega melihat neneknya kerja sendiri, Farhan berinisiatif membantu dengan bekerja sebagai penjual kaos kaki keliling milik orang lain. Penghasilan yang didapat Farhan setiap harinya tidak banyak yakni hanya 5 ribu rupiah, kadang ia pulang dengan tangan kosong karena kaos kaki nya tidak laku.

Karena kondisi ekonomi yang terbatas, Farhan terpaksa putus sekolah dan hanya sekolah sampai kelas 6 SD saja. Sebenarnya ia berharap kelak bisa kembali melanjutkan pendidikanya agar bisa mendapat pekerjaan yang jauh lebih baik dari saat ini.

Lelah, lapar dan ngantuk sering dirasakan Farhan ketika jualan. Namun ia selalu menyemangati dirinya untuk terus jualan. Kata Farhan kalau tidak jualan, ia tidak bisa membantu neneknya membeli beras. Meski penghasilan yang didapatnya sedikit dan tidak cukup untuk membeli lauk makan, Farhan tetap bersyukur karena bisa membantu neneknya dan bisa makan sehari sekali meski hanya nasi dicampur garam saja.

"Farhan memang sangat layak dibantu dan layak menerima bantuan ini. Terima kasih kepada seluruh donatur yang telah membantu Farhan melalui Rumah Yatim, semoga apa yang diberikan bisa menjadi berkah, kebaikan dan ladang pahala aamiin," tutup Adam.

calamrmt@gmail.com

Calam

Berhasil mengajak 5 orang untuk berdonasi
Rp 992.515
avafif@gmail.com

Aulia Afif

Berhasil mengajak 11 orang untuk berdonasi
Rp 4.250.000

Gotong royong sebagai fundraiser program ini.

Jadi fundraiser sekarang juga
Avatar of Hamba Allah

Hamba Allah

Sebesar Rp 250.848

Pada: 3 hari yang lalu

Avatar of Hamba Allah

Aditya Oki

Sebesar Rp 300.000

Pada: 4 hari yang lalu

Avatar of Hamba Allah

Dewi

Sebesar Rp 350.000

Pada: 1 minggu yang lalu

Avatar of Hamba Allah

Yusuf Hidayah

Sebesar Rp 1.500.000

Pada: 1 minggu yang lalu

Avatar of Hamba Allah

Hamba Allah

Sebesar Rp 10.115

Pada: 1 minggu yang lalu

Avatar of Hamba Allah

Hamba Allah

Sebesar Rp 50.080

Pada: 1 minggu yang lalu

Ketentuan Program donatur rutin adalah anda akan memperoleh pemberitauan/ pengingat untuk berdonasi sesuai kesepakatan waktu dalam mengingatkan baik melalui no HP maupun email sesuai yang anda cantumkan.

Jadi donatur rutin sekarang juga

Fundraiser

calamrmt@gmail.com

Calam

Berhasil mengajak 5 orang untuk berdonasi
Rp 992.515
avafif@gmail.com

Aulia Afif

Berhasil mengajak 11 orang untuk berdonasi
Rp 4.250.000

Gotong royong sebagai fundraiser program ini.

Jadi fundraiser sekarang juga

Berita

09 Apr 2020

Program Dirilis

28 February 2024

Rumah Yatim Hantarkan Santunan Uang Tunai Guna Bantu Kakek Yusri Ojek Online Lansia di Pulo Gadung

gambar-headline


Pada Selasa, (27/02/24) Lembaga Amil Zakat Nasional Rumah Yatim regional Jabodetabek telah melaksanakan penyaluran program kemanusiaan bantuan biaya hidup untuk kakek Yusri sebagai penerima manfaat.

Tim relawan Rumah Yatim regional Jabodetabek menyerahkan secara langsung bantuan biaya hidup tersebut di kediamannya kakek Yusri yang berlokasi di Pulo Gadung, Jakarta Timur.

Penyaluran yang diberikan merupakan hasil pengumpulan dana di portal crowdfunding milik Rumah Yatim, donasionline.id.

Adapun jenis bantuan yang diberikan ialah berupa santunan uang tunai guna untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari kakek Yusri dan keluarganya.

Kakek Yusri (63) merupakan seorang lansia yang harus bekerja keras demi melanjutkan hidupnya. Ketiga anak kakek Yusri telah menikah dan memilih tinggal jauh dari kakek. Saat ini kakek tinggal bersama istrinya di kontrakan sederhana yang sudah menunggak.

Kakek mempunyai penyakit jantung yang membuat kakek harus bekerja lebih keras supaya bisa terus berobat ke rumah sakit. Namun sebagai ojek online, sering sepi orderan dan membuat kakek tidak bisa melanjutkan pengobatannya.

Sehingga penyakit kakek sering kambuh, badannya dingin membiru sampai jatuh pingsan pada saat bekerja.

"Pernah waktu itu nak, kakek sampe pingsan di jalan, padahal kakek lagi bawa penumpang. Untung penumpangnya baik, mau bantu kakek," ujar kakek.

Motor yang dipakai kakek Yusri juga tidak layak, harus diperbaiki supaya tidak membahayakan kakek dan juga penumpangnya. Istrinya, Masraya (58) hanya bekerja sebagai buruh cuci gosok yang diberi upah hanya 75.000 per Minggunya.

Dengan diberikannya bantuan biaya hidup ini kakek Yusri sangat bahagia dan bersyukur sekali, karena Kakek sangat terbantu sekali sehingga bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari-harinya bersama istrinya.

Semoga bantuan yang disalurkan dapat bermanfaat untuk kakek dan istrinya, serta bisa menjadi pahala mengalir untuk para donatur yang telah berpartisipasi dalam program ini.

Ayo kita selalu dukung aksi kebaikan para relawan dan juga program-program yang ada di Rumah Yatim dengan memberikan infaq, sodaqoh serta tunaikan zakat di rumah-yatim.org silahkan klik tombol donasi.

23 February 2024

Rumah Yatim Berikan Bantuan untuk Satu Keluarga yang Tinggal di Gubuk Tak Layak Huni di Kubu Raya

gambar-headline


Rumah Yatim cabang Kalimantan Barat menyambangi kediaman keluarga pak Jelani (42) di Jl. Raya Parit Sri Baru, Desa Punggur Besar, Kec. Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya guna memberikan bantuan biaya hidup dan bahan pokok.

Bantuan tersebut diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan hidup pak Jelani dan keluarganya. "Bantuan diterima langsung oleh istri dan keempat anak pak Jelani, Alhamdulillah mereka sangat senang dan bersyukur ketika menerima bantuan ini. Tidak lupa mereka pun mengucapkan banyak terima kasih kepada para donatur Rumah Yatim yang telah memberikan bantuan ini," tutur Abdurrohim, kepala cabang Rumah Yatim Sulawesi Selatan.

Menurut penuturan Abdurrohim, pak Jelani dan keluarganya sangat layak dibantu dan layak menerima bantuan ini. Sebab mereka semua hidup dalam kondisi ekonomi yang terbatas dan tinggal di gubuk tak layak huni.

"Pak Jelani dan keluarganya tinggal di gubuk, dimana atap dan dindingnya terbuat dari daun sagu, sementara lantainya dari kayu yang sudah lapuk. Kalo hujan turun pasti bocor dimana-mana," ujarnya.

Lebih lanjut, Abdurrohim mengatakan jika keluarga pak Jelani sering sekali kesulitan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama makan. Penghasilan pak Jelani dari kuli pemanen kelapa sawit yang tidak menentu membuatnya kesulitan untuk membeli kebutuhan sehari-hari.

"Penghasilan pak Jelani itu antara 40 sampai 60 ribu, tapi pekerjaannya tidak setiap hari ada karena yang panen sawitnya sedikit, kadang dalam seminggu pak Jelani kerja 1 sampai 2 kali, " katanya.

Penghasilan pak Jelani digunakan untuk menafkahi istri Linda (36) dan keempat anaknya yakni Fina (10), Feni (9), Vera (5), dan Vita (3). Fina dan Feni saat ini masih duduk di kelas 1 SD, dan yang lainnya masih belum masuk sekolah.

Menerima bantuan dari Rumah Yatim, Linda mengaku sangat senang dan bersyukur. Ia mengatakan, hanya doa yang bisa keluarganya berikan untuk membalas semua ini.

"Bapak kebetulan lagi kerja, kalau tau ini beliau pasti senang. Sekali lagi terima kasih atas bantuannya. Semoga Rumah Yatim semakin besar dan semakin banyak membantu warga kurang mampu. Untuk para donatur, semoga selalu diberikan kesehatan, rezeki yang berlimpah dan berkah, serta dimudahkan semua urusannya," tutur Linda.

#pejuangkebaikan, mari bersama kita bantu warga kurang mampu di Indonesia. Besar kecilnya batuan yang diberikan, amat sangat berarti untuk mereka. Salurkan donasi terbaikmu melalui rumah-yatim.org, silakan klik tombol donasi.

20 February 2024

Rumah Yatim Hantarkan Santunan Uang Tunai untuk Rahma Bocah Pengumpul Pasir di Kecamatan Siabu

gambar-headline


Pada Jum'at, (16/02/24) Lembaga Amil Zakat Nasional Rumah Yatim Sumatera Utara telah menyalurkan program kemanusiaan bantuan biaya hidup untuk Rahma sebagai penerima manfaat.

Tim relawan Rumah Yatim Sumatera Utara memberikan secara langsung bantuan biaya hidup tersebut di kediamannya Rahma yang beralamat di Desa Pintu Padang Julu, Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara.

Penyaluran yang diberikan merupakan hasil pengumpulan dana di portal crowdfunding milik Rumah Yatim, donasionline.id.

Adapun jenis bantuan yang diberikan ialah berupa santunan uang tunai yang akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari Rahma dan keluarganya.

Rahma (14) adalah bocah hebat yang harus menjadi tulang punggung keluarga demi memenuhi kebutuhan hidupnya.

6 tahun yang lalu sejak kedua orang tuanya bercerai, sang ayah, Dirsam (45) mengidap penyakit sesak napas akut sampai membuat tidak mampu bekerja lagi, sedangkan kakaknya Ridwan (24) mengidap penyakit stroke dan lumpuh.

Rahma harus rela bekerja agar bisa sekolah dan makan, belum lagi kebutuhan sekolah dirinya dan adiknya yang membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Mereka tinggal di kontrakan yang sederhana, tidak jarang mereka harus menahan lapar berhari-hari sebab uang yang dihasilkan Rahma tidak banyak.

Sesudah pulang sekolah Rahma menuju sungai untuk mengumpulkan pasir sampai sore hari dan upah yang diperoleh hanya Rp10.000 per harinya.

Rahma sangat bahagia dan bersyukur sekali menerima bantuan biaya hidup ini, karena akhirnya sekarang kebutuhan hidup sehari-harinya dapat terpenuhi.

"Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada para donatur yang telah membantu saya, semoga selalu diberi keberkahan dalam rezekinya, dan sehat selalu," ujar Rahma kepada relawan.

Semoga bantuan yang diberikan dapat bermanfaat bagi kehidupan Rahma dan keluarganya. Aamiin.

Ayo kita selalu dukung aksi kebaikan para relawan dan juga program-program yang ada di Rumah Yatim dengan memberikan infaq, sodaqoh serta tunaikan zakat di rumah-yatim.org silahkan klik tombol donasi.

16 February 2024

Pak Muridin, Penjual Balon Keliling Terima Bantuan

gambar-headline


Rumah Yatim cabang Jawa Tengah memberikan bantuan biaya hidup berupa uang tunai, sembako, bingkisan buah dan perlengkapan mandi mencuci kepada Pak Muridin (54), warga Kebandingan, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Tegal.

Bantuan tersebut berasal dari aksi penggalangan dana Rumah Yatim secara daring di platform donasionline.id, , bantuan diberikan untuk meringankan beban pak Muridin dalam memenuhi kebutuhan harian keluarga. Raut wajah bahagia ditunjukan pak Muridin ketika menerima bantuan ini.

"Alhamdulillah terima kasih Rumah Yatim dan donatur atas bantuannya. Saya dan keluarga sangat senang dan bersyukur bisa menerima bantuan ini. Hanya doa yang bisa kami balas untuk semua kebaikan ini, semoga Rumah Yatim semakin sukses dan para donatur diberikan kesehatan dan kelancaran dalam rezeki nya," tutur pak Muridin.

Menurut penuturan, Kepala cabang Rumah Yatim Jawa Tengah Saefudin, saat ini pak Muridin tinggal bersama istri dan ibunya yang sudah sepuh di rumah milik orang lain. Setiap malam rumah tersebut gelap karena tidak ada penerangan.

Untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga, pak Muridin bekerja sebagai penjual balon keliling milik orang lain. Dari sebuah balon yang terjual, ia akan mendapat upah seribu rupiah saja.

Agar balonnya laku banyak, pak Muridin rela keliling jualan sampai sejauh 7 KM dengan kondisi kakinya yang bengkok dan sering sakit. Jika sedang ramai pembeli ia akan mendapat upah 10 ribu, namun hal itu jarang terjadi, seringnya ia hanya mendapat upah 5 ribu saja. Nantinya upah tersebut ia tabung untuk membeli beras.

"Penghasilan pak Muridin sangat kecil sehingga jika beliau ingin membeli beras seliter, beliau harus nabung dulu beberapa hari. Jika persediaan beras habis dan yang yang ditabung belum cukup untuk membeli beras, terpaksa pak Muridin dan keluarganya tidak makan dan hanya bisa minum air putih untuk mengganjal perut kosongnya," tutur Saefudin.

Lebih lanjut Saefudin mengatakan jika pak Muridin dan keluarganya sangat layak dibantu dan layak menerima bantuan ini. Ia berharap bantuan ini bisa memberikan banyak manfaat dan berkah untuk pak Muridin sekeluarga.

"Mudah-mudahan bantuan ini pun bisa menjadi berkah, kebaikan dan ladang pahala untuk para donatur yang telah membantu pak Muridin melalui Rumah Yatim," tutupnya.

07 February 2024

Awal, Yatim Pencari Rongsokan yang Rawat Ibu Sakit Jantung Kronis Terima Bantuan Biaya Hidup

gambar-headline


Diusianya yang masih kecil yakni 7 tahun, Awal sudah merasakan pahitnya kehidupan tanpa sosok ayah, tidak hanya itu, ia pun sudah merasakan sulitnya mencari uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, membeli obat ibunya dan membayar kontrakan.

Sejak ditinggal meninggal ayahnya, Awal harus membantu ibunya memenuhi kebutuhan sehari-hari. Setiap hari, anak tangguh ini bekerja sebagai pencari rongsokan dengan penghasilan 7 ribu perharinya.

"Sejak ayah meninggal, aku kerja nyari rongsokan karena ibu ngga bisa kerja. Ibu sakit jantung kronis dan asma, jadi ga boleh kerja berat dan kecapean. Aku punya kakak, tapi kakak lagi merantau dan belum ada kabar sampai sekarang " tutur Awal.

Mendapat penghasilan yang kecil membuat Awal kesulitan untuk membeli perlengkapan sekolah. Jangankan untuk perlengkapan sekolah, untuk membeli lauk makan saja ia kesulitan.

"Setiap dapat uang dari nyari rongsok suka aku kasihin ke ibu, nanti ibu bagi bagi buat nabung beli beras, obat, kontrakan dan kebutuhan lainnya. Uang buat bayar kontrakan suka kepake buat beli obat dan beli beras," ujarnya

Merespon kondisi tersebut, Rumah Yatim cabang Sulawesi Selatan mengadakan aksi penggalangan dana secara daring di platform donasionline.id . Alhamdulillah dari hasil penggalangan dana ini Rumah Yatim sudah menyalurkan bantuan biaya hidup berupa sembako, uang tunai dan perlengkapan mandi mencuci untuk Awal.

"Bantuan ini merupakan bantuan tahap kedua untuk Awal, bantuan sebelumnya sudah disalurkan pada bulan September lalu," ujar Adam, salah satu relawan Rumah Yatim Sulsel.

Adam mengatakan jika bantuan ini diterima Awal dengan penuh sukacita. Kepada Adam, Awal mengaku sangat bersyukur bisa kembali menerima bantuan dari para donatur Rumah Yatim. Awal pun mengatakan akan menggunakan bantuan ini untuk membayar kontrakan, membeli obat ibunya, membeli perlengkapan sekolah dan ditabung untuk keperluan lain.

"Alhamdulillah bantuan biaya hidup tahap kedua, amanah dari para donatur sudah diberikan kepada Awal. Mudah-mudahan bantuan ini bisa memberikan banyak manfaat serta berkah untuk Awal dan ibunya," ungkapnya.

Adam pun berharap bantuan ini bisa menjadi berkah, kebaikan dan ladang pahala untuk para donatur Rumah Yatim.

05 February 2024

Rumah Yatim Berikan Perhatian Lebih Pada Farhan, Yatim Tangguh Penjual Kaos Kaki Keliling di Empoang

gambar-headline


Rumah Yatim cabang Sulawesi Selatan kembali memberikan perhatiannya kepada anak yatim kurang mampu. Kali ini perhatian tersebut diberikan kepada Farhan (13), yatim tangguh penjual kaos kaki keliling di Desa Empoang, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto.

Adam, salah satu relawan Rumah Yatim Sulsel mengatakan jika Rumah Yatim memberikan perhatian dalam bentuk bantuan biaya hidup berupa uang tunai, sembako dan perlengkapan mandi mencuci. Bantuan tersebut diberikan di kediaman nenek Farhan.

"Bantuan diterima langsung oleh Farhan, Alhamdulillah Farhan terlihat sangat senang dan mengaku sangat terbantu dengan adanya bantuan ini. Ia juga mengucapkan banyak terimakasih kepada Rumah Yatim dan donatur yang telah memberikan bantuan ini, " ujarnya.

Adam berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat, berkah serta dapat membantu memenuhi kebutuhan hidup Farhan, adik dan neneknya selama beberapa bulan kedepan.

Diketahui sejak ditinggal meninggal ayah serta ditinggal merantau ibunya, Farhan dan adiknya yang masih berusia 1 tahun tinggal dan dirawat oleh neneknya. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, nenek Farhan bekerja sebagai buruh pembersih kebun dengan upah 25 ribu per minggunya.

Tidak tega melihat neneknya kerja sendiri, Farhan berinisiatif membantu dengan bekerja sebagai penjual kaos kaki keliling milik orang lain. Penghasilan yang didapat Farhan setiap harinya tidak banyak yakni hanya 5 ribu rupiah, kadang ia pulang dengan tangan kosong karena kaos kaki nya tidak laku.

Karena kondisi ekonomi yang terbatas, Farhan terpaksa putus sekolah dan hanya sekolah sampai kelas 6 SD saja. Sebenarnya ia berharap kelak bisa kembali melanjutkan pendidikanya agar bisa mendapat pekerjaan yang jauh lebih baik dari saat ini.

Lelah, lapar dan ngantuk sering dirasakan Farhan ketika jualan. Namun ia selalu menyemangati dirinya untuk terus jualan. Kata Farhan kalau tidak jualan, ia tidak bisa membantu neneknya membeli beras. Meski penghasilan yang didapatnya sedikit dan tidak cukup untuk membeli lauk makan, Farhan tetap bersyukur karena bisa membantu neneknya dan bisa makan sehari sekali meski hanya nasi dicampur garam saja.

"Farhan memang sangat layak dibantu dan layak menerima bantuan ini. Terima kasih kepada seluruh donatur yang telah membantu Farhan melalui Rumah Yatim, semoga apa yang diberikan bisa menjadi berkah, kebaikan dan ladang pahala aamiin," tutup Adam.

Donatur

Avatar of Hamba Allah

Hamba Allah

Sebesar Rp 250.848

Pada: 3 hari yang lalu

Avatar of Hamba Allah

Aditya Oki

Sebesar Rp 300.000

Pada: 4 hari yang lalu

Avatar of Hamba Allah

Dewi

Sebesar Rp 350.000

Pada: 1 minggu yang lalu

Avatar of Hamba Allah

Yusuf Hidayah

Sebesar Rp 1.500.000

Pada: 1 minggu yang lalu

Avatar of Hamba Allah

Hamba Allah

Sebesar Rp 10.115

Pada: 1 minggu yang lalu

Avatar of Hamba Allah

Hamba Allah

Sebesar Rp 50.080

Pada: 1 minggu yang lalu

Donasi Rutin

Ketentuan Program donatur rutin adalah anda akan memperoleh pemberitauan/ pengingat untuk berdonasi sesuai kesepakatan waktu dalam mengingatkan baik melalui no HP maupun email sesuai yang anda cantumkan.

Jadi donatur rutin sekarang juga